0

Obigol SFC Sejati

Selasa, 28 Juli 2009.
PALEMBANG - Polemik di jajaran tim lima untuk memilih Anouere Obiora Richard atau Greg Nwakolo berakhir sudah. Tim lima memutuskan untuk memiliki Obiora guna memperkuat Sriwijaya FC di musim kompetisi mendatang.

"Tim lima sepakat memilih Obiora dari pada Greg dan permasalahan ini kita anggap selesai. Artinya Obiora yang kita pilih," ujar Manajer SFC, Hendri Zainudin kepada wartawan di Sekretariat SFC kompleks Palembang Square (PS), Selasa (28/7).

Sedangkan Rahmad Darmawan mengatakan, secara pribadi dia memilih Obiora dari pada Greg dengan alasan pemain yang mengantarkan SFC berhasil mempertahankan gelar Copa Dji Sam Soe dimusim lalu sejak awal sudah sepakat dengan Obiora.

"Kalau saya memang memilih Obi saat ini, mengingat Obi sudah sepakat dengan kita ketika Greg meninggalkan kita. Dia sudah menyatakan siap bermain di SFC," ujar Rahmad.

Kalau dari segi permainan menurut RD keduanya sama berkualitas dan baik. Dari segi mental pun belakangan pemain berjuluk Obigol ini juga sudah matang. Hal ini ditunjukkannya dengan mengantarkan SFC menjadi meraih Copa.

"Obi sudah menjadi bagian dari tim dan membuat sesuatu yang baik. Tiga kali final dan tiga-tiganya membuat gol. Selanjutnya kita segara segar menghubungi Obi untuk datang pada 12 Agustus dan latihan," ujar Rahmad.Sumber:http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Milik Sriwijaya FC

Senin, 27 Juli 2009.
PALEMBANG, SRIPO — Jajaran manajemen Sriwijaya FC, Senin (27/7) kemarin menyudahi perburuan pemain lokal yang bermain di Liga Super Indonesia. Kini hanya dua pemain yang ditunggu-tuggu tandatangannya yakni, striker Bambang Pamungkas dan sayap Ismed Sofyan. Keduanya diklaim tim lima SFC sudah setuju dan siap menandatangani kontrak Rabu (29/7) besok.

Peluang BP tampil bersama Zah Rahan cs musim depan semakin kuat setelah manajemen Persija kemungkinan akan mengurangi nilai kontraknya musim depan akibat krisis finansial yang melanda tim ibukota itu. Jika musim lalu Bepe dikontrak sebesar Rp 1,315 miliar semusim, maka musim depan dia hanya dibayar sekitar Rp 800 juta. Bepe (panggilan akrab Bambang Pamungkas) diyakini tergiur dengan target jelas yang diusung pelatih Rahmad Darmawan sebagai tim juara. Apalagi, manajemen SFC berani membayar lebih dari Rp 800 juta.

Sebagai catatan, jika pemain andalan tim nasional ini membubuhkan tandatangan, maka lengkaplah sudah skuad tim wong kito. Kekuatan tim sudah merata di semua lini dan dianggap siap mengarungi ketatnya musim kompetisi mendatang. Kini skuad asuhan Rahmad Darmawan membutuhkan satu pemain asing lagi untuk memperkuat lini belakang.

Dirut PT Sriwijaya Optimis Mandiri, H Dodi Reza Alex mengatakan, skuad baru SFC akan diumumkan bertepatan dengan laga persahabatan lawan Perlis FC, klub Liga Utama Malayasia di Stadio Gelora Sriwijaya Jakabaring pada 18 Agustus mendatang.

“Pertandingan ini digelar untuk mengobati kerinduan para suporter dan mengenalkan skuad baru SFC,” ujarnya.

Terkait penghentian rekrutmen pemain ini, Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin menegaskan, tim sudah memiliki 23 pemain. Dengan mempertahankan 15 pemain lama dan merekrut 8 pemain baru. Nama-nama baru seperti Tema Mursadat sudah bergabung bersama SFC. Termasuk pemain incaran seperti Ponaryo Astaman, Rahmat Rivai, Arif Suyono, dan AA Ngurah Wahyu Trinajaya sudah bergabung. “Itu termasuk Bambang dan Ismed,” ujar Hendri.

Menurut anggota DPR Banyuasin ini, masuknya Bambang membuat pihaknya menghentikan perburuan striker asing. Sebab kualitas Bepe sapaannya tak kalah dengan striker asing lainnya. Bepe juga produktif mencetak gol.”Kita tidak perlu mencari striker asing lagi,” ujar Hendri.

Jika Bepe dan Ismet bergabung maka total pemain yang didatangkan ke Palembang berjumlah 24 orang. Artinya SFC masih membutuhkan satu lagi pemain asing naturalisasi untuk mengisi lini belakang.

“Khusus untuk lini belakang, kita masih membutuhkan pemain asing,” ujar Hendri.

Untuk stok pemain asing di lini belakang, nama pemain asing naturalisasi berkebangsaan Singapura, Gerard Ambassa Guy dan Precious Emuyeraje masuk dalam perburuan. Namun apakah salah satunya sepakat memperkuat Charis cs belum dipastikan.

Menurut Hendri yang juga Ketua Tim Lima, total anggaran yang digelontorkan manajemen SFC sebesar Rp 16 miliar untuk rekrut pemain. Nilai ini meningkat tajam dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 13 miliar.”Dana membengkak, karena hampir seluruh pemain lama kita meminta kenaikan 5-10 persen,” ujarnya.

Khususnya lini belakang menjadi catatan tersendiri bagi pelatih Rahmad Darmawan. Sebab SFC kehilangan stopper andalan Jaques Tsimi yang hengkang ke Klub promosi Persisam Samarinda. Kondisi ini akan membuat lini SFC kurang menyakinkan di lini belakang. Untuk itu menurut Rahmad tim benar-benar membutuhkan pemain asing berkualitas untuk memperkuat lini belakang.

“Precious kita masih negosiasi. Tetapi belum ada kesepakatan,” ujar Hendri.
Sumber:http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Ponaryo Astaman Resmi Milik SFC

Minggu, 26 Juli 2009.
PALEMBANG, KOMPAS.com - "Jenderal" lapangan tengah Persija Jakarta, Ponaryo Astaman, resmi menjadi skuad Sriwijaya FC (SFC) musim depan (2009-2010).

Ketua Tim Lima, Hendri Zainuddin, yang dihubungi dari Palembang, Sabtu (25/7), mengatakan tim lima khusus dibentuk PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), manajemen Sriwijaya FC, yang bertugas "meracik" skuad "Laskar Wong Kito" musim depan. Tim ini beranggotakan, Rahmad Darmawan (pelatih), MC Baryadi (Wakil Dirut PT SOM), Faisal Mursyid (Sekretaris PT SOM) dan Bakti Saktiawan (Dirut Kewirausahaan PT SOM).

"Siang tadi (Sabtu-red), Ponaryo telah menandatangani kontrak kerja selama satu musim dengan Sriwijaya FC," ucap Hendri.

Ia menjelaskan, sebelumnya telah ditemukan kata sepakat antara manajemen Sriwijaya FC dengan Ponaryo Astaman mengenai nilai banderol selama satu musim.

"Sebelumnya kami telah deal dalam segala hal termasuk dalam nilai banderol. Sehingga, kami menantangnya untuk menandatangani kontrak kerja hari ini," ujar Hendri.

Ia menambahkan, nilai banderol Ponaryo selama satu musim dengan Sriwijaya FC tidak mencapai Rp1 miliar. Ini sesuai dengan standar patokan banderol pemain timnas yang ditetapkan manajemen Sriwijaya FC.
Sumber:http://bola.kompas.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya Lupakan Boaz

Senin, 20 Juli 2009.
PALEMBANG- Sriwijaya FC kembali gagal merekrut pemain berlebel bintang. Setelah gagal membawa Erol X Iba, kini Sriwijaya gagal memboyong Boaz Solossa ke Palembang. Pasalnya, pemain Persipura ini enggan meninggalkan Papua karena masih kuliah.
“Sudahlah mas kita lupakan Boaz. Banyak hal penyebab kami tidak bisa membawa Boaz. Salah satunya Boaz tinggal di Persipura dan kuliah disana,” kata Pelatih Sriwijaya FC dan juga anggota tim lima, Rahmad Darmawan.
Pemain bernama lengkap Boaz Theofilius Erwin Solossa ini merupakan sederet pemain yang masuk bursa pemain anyar Sriwijaya. Boci julukan Boaz Solossa ini juga salah satu pemain yang gagal di gadang ke Palembang. Setelah Erol FX Iba yang lebih dulu di pinang oleh tim promosi devisi utama Pro Duta Bandung.
Sebelumnya, pemain kelahiran Sorong, 16 Maret 1986 ini, rencananya akan di duetkan dengan pemain depan Sriwijaya FC Kieth Kayamba Gambs dan Anaoure Obiora Richard. Awalnya, isu yang beredar perekrutan ini berdasarkan usulan dari Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis mandiri (PT SOM), Dodi Reza Alex.

Padahal Sriwijaya siap mengontrak pemain terbaik ISL 2008 dengan bandrol diatas Rp 1 Miliar. Namun tim double winner 2007 ini tidak putus asa. Ya, tim yang berdiri tahun 2004 ini masih mempunyai sederet pemain buruan yang tak kalah kualitasnya. Sebut saja, Bambang Pamungkas, dan pemain naturalisasi Asia Agu Casmir (Singapura).
Sejauh ini Bambang Pamungkas dan Agu Casmir masih dalam tahap negoisasi. Rencananya, Bambang Pamungkas sendiri dalam minggu ini sudah membubuhkan tanda tangan kontrak dan akan merapat ke Sriwijaya.
“Bambang dan Agu sudah deal harga. Untuk Agu Casmir kita masih menunggu keputusan pihak PSSI dan akan menyelesaikan kompetisi di negaranya,” timpal Ketua Tim Lima, Hendri Zainuddin. (mg43)

Nama lengkap Boaz Theofilius Erwin Solossa
Tanggal lahir 16 Maret 1986
Tempat lahir Sorong, Papua
Posisi bermain Penyerang
Kariri Tim
1999 PS Putra Yohan Sorong
2000-2001 Perseru Jayapura
2002-2004 Tim PON Papua
2005- sekarang Persipura Jayapura
Sumber:http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

“Keceng” Milik Sriwijaya

SRIWIJAYA FC mengklaim telah memiliki Arif Suyono. Kemarin (19/7), striker kelahiran Batu, Malang (Jatim), 3 Januari 1984 diberi panjar (down payment/DP) oleh tim 5. Yaitu sebesar 25 persen (Rp 250 juta) dari nilai kontraknya per-musim Rp 600 juta.Di Sriwijaya nanti, mantan pemain Arema Malang akan mengenakan jersey 14. Dijelaskan ketua tim 5, Hendri Zainuddin, Keceng memang belum tanda tangan kontrak. Tapi, DP tersebut menurut pria kelahiran Palembang, 11 September 1972 sudah menjadi jaminan.Meski belum ada hitam diatas putih, tapi Keceng sapaan akrab Arif Suyono memang resmi mengenakan jersey Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya). “Tidak ada masalah dengan Arif (Suyono). Kami bisa pastikan dia telah menjadi pemain Sriwijaya,” ungkap Hendri Zainuddin.

Berarti, spekulasi Keceng ke Persema Malang “sudah” berakhir. Sebelumnya, suami Laily Maziyah memang dikaitkan dengan Persema, bersama rekannya, Suroso dan Ronny Firmansyah.
Tapi, munculnya wacana Persema akan merger dengan Arema Malang, membuat Keceng mengubah pikirannya. Praktis, saingan pun makin ketat. Apalagi Persema sendiri sudah punya 19 pemain inti. “Untuk 2009/2010, saya memang pilih Sriwijaya. Sekaligus saya akan boyongan bersama keluarga saya di Palembang,” ungkap Keceng kepada Sumatera Ekspres.
Bergabungnya Keceng ke Sriwijaya, juga dibenarkan coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan. Menurut pelatih kelahiran Metro (Lampung), 26 Desember 1966, tenaga Keceng memang dibutuhkan pasca didepaknya Korinus Fingkrew dan Eki Nurhakim. “Saya juga sudah berani katakan bahwa Arif (Suyono), memang telah jadi pemain Sriwijaya. Itu memang betul,” tukas Rahmad Darmawan.
Musim 2008/09, hanya dua gol yang dibukukan Keceng. Tapi, posisinya memang bukan goal getter. Melainkan wing beck kanan. Speed dan skill keceng membuat Rahmad tertarik.
Apalagi pria tinggi 174 cm pernah tampil di Liga Champion Asia (LCA) bersama Arema Malang musim 2007 lalu. “Arif tipe pemain utility. Selain sayap, saya bisa manfaatkan dia bermain diposisi lain. Itu kelebihannya,” pungkas Rahmad.
Selain Keceng, Sriwijaya juga sudah memastikan resmi memiliki Anak Agung Ngurah Wahyu Trisnajaya. Mantan defender Persitara, juga sudah diberi DP 25 persen atau Rp 125 juta. (mg2)

Karir klub
2000 : SSB Wastra Indah
2001 : PS Putra Jaya Batu
2001 : Arema Jr
2002 : Persema Jr
2003-2004 : Persema Malang
2005-2008/09 : Arema Malang
2009-sekarang : Sriwijaya FC

Timnas
2004 : PSSI U-19
2007 : PSSI U-23
2008-sekarang : PSSI senior

http://www.sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Ambasa Makin Dekat SFC

PALEMBANG, SRIPO — Manajemen Sriwijaya FC menegaskan Gerard Ambassa Guy segera bergabung bersama Charis dan kawan-kawan. Sebab pemain naturalisasi berkewarganegaraan Hongkong ini telah menyepakati nilai kontrak yang diajukan manajemen SFC.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Lima, Hendri Zainudin, Minggu (19/7) kemarin. Menurut dia, Tim Wong Kito membutuhkan tenaga pemain yang memperkuat Happy Valley klub Liga Hongkong ini.”Hingga saat ini kita terus berkomunikasi Ambassa. Dia akan bergabung bersama SFC,” ujar Hendri.

Ambassa masuk dalam rencana tim ke depan. Dia digadang-gadang menggantikan poisis Jaques Tsimi, defender tangguh SFC yang kini hengkang ke Persisam Samarinda. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat lini belakang tim asuhan Rahmad Darmawan. Adapun nilai kontrak pemain ini diperkirakan mencapai Rp 900-Rp 1 miliar lebih. Jumlah itu tidak masalah bagi SFC yang berambisi meraih banyak gelar.

Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan juga mengatakan pemain ini sudah deal soal nilai kontrak untuk musim kompetisi mendatang. Ia memuji kemampuan pemain yang pernah memperkuat Persija dan Arema malang ini.”Saya tahu betul siapa dia. Selama memperkuat Persija, dia bermain dengan baik. Di Timnas Hongkong pun dia diandalkan dan menjadi kapten tim,” ujar Rahmad

Selanjutnya...
0

15 Pemain Lama SFC Dipertahankan

MESKI jor-joran memburu pemain, Sriwijaya FC tidak melupakan wajah-wajah lama yang berjasa membela tim hingga berhasil memertahankan gelar Copa Dji Sam Soe.

"Total 15 pemain lama bakal dipertahankan, sementara sisanya 12 pemain akan dilepas," ujar Wakil Manajer SFC, Hendri Zainudin kepada wartawan Senin (13/7).

Ditambahkan Hendri sisanya yakni 12 pemain dilepas lantaran tidak memenuhi target. Tetapi adapula yang bakal dilepas lantaran meminta kenaikan gaji terlalu besar dari anggaran yang telah ditetapkan pihak manajemen.

Hendri memberikan contoh seperti pemain sayap Isnan Ali yang bakal dilepas lantaran meminta kenaikan gaji hingga 30 persen. Diperkirakan gaji pemain ini dimusim lalu mencapai Rp 700 juta, maka jika dinaikan menjadi 30 persen gajinya mencapai Rp 900 juta-an. "Hal inilah yang membuat kita tidak memertahankan dia. Namun sejauh ini kita masih membuka diri untuk dia mengajukan penawaran," ujar Hendri.

Sebagai gantinya, tim kini mendekat Erol Iba untuk menggantikan posisi Isnan."Meski demikian kita tetap menunggu keputusan Isnan, sebab dia masih kita prioritaskan," ujarnya.

Selain melepas beberapa pemain, pihak manajemen bakal memertahankan gelandang serang Anoure Obiora Richard. Hal ini dilakukan setelah tidak ada kesepakatan dengan pihak manajemen dengan pemain bengal Greg Nwokolo.

Selain memertahankan Obiora, Tim Lima kini terus mengintensifkan negosiasi dengan pemain asing Asia, Agu Cashmir dan Ambasa. Disebut-sebut ketua Tim Lima, Hendri Zainudin bakal berangkat ke Singapura untuk melakukan negosiasi langsung dengan keduanya.

Informasi dari sumber terpercaya menyebutkan, nama-nama pemain lokal yang kemungkinan bakal dilepas adalah, Eki Nurhakim, Syafrudin, Dede Sulaiman, Aprianto, Corinus Fingkreuw, Benben Berlian, Wijay, Isnan Ali, Tsimi, Christian Warobay, Alamsyah dan Ngon A Jam

Selanjutnya...
0

Arif-Wahyu Punggawa Baru SFC

PALEMBANG, SRIPO — Setelah mengamankan 15 pemain lama, manajemen Sriwijaya FC berhasil merekrut pemain baru Arif Suyono dan AA Ngurah Wahyu Trisnajaya yang telah resmi menandatangai kontrak untuk musim kompetisi mendatang di Jakarta, Minggu (19/7).

“Arif dan Wahyu resmi bergabung bersama SFC dan sudah teken kontrak hari ini di Jakarta,” ujar Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) H Hendri Zainudin, Minggu (19/7).

Arif Suyono merupakan salah satu pemain incaran SFC sejak lama. Ia merupakan sayap terbaik di Liga Super saat ini. Kemampuan drible dan penetrasi cukup ampuh. Dia pun memiliki umpan akurat dan mampu mencetak gol. Sebelum bermain di Arema, ia bermain di tim Persema Malang, yang juga salah satu klub yang berdomisili di kota Malang. Ia adalah salah satu pemain timnas sepakbola Indonesia di sektor gelandang atau penyerang sayap.

Secara terpisah Arif kemarin malam membenarkan bahwa dia telah menandatangani kontrak bersama SFC. Dalam waktu dekat atau paling lambat 1 Agustus pemain yang biasa disapa Keceng ini akan tiba di Palembang. “Saya akan pindah ke Palembang dan memboyong keluarga,” ujar Arif. Saat ditanyakan alasannya bergabung bersama SFC, dengan tegas suami dari Laily Maziah ini mengatakan bahwa tim ini memiliki ambisi dan meraih banyak juara di musim kompetisi mendatang.
Sumber:http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Ambisi SFC Taklukkan Asia

Minggu, 19 Juli 2009.
PALEMBANG, SRIPO — Pelatih Rahmad Darmawan bertekap mewujudkan ambisi Sriwijaya FC mempertahankan gelar Copa Dji Sam Soe dan merebut kembali gelar Super Liga. Bahkan, kesebelasan wong kito ini bertekad berjaya di tingkat Asia. Maka untuk menghadapi kerasnya musim kompetisi mendatang, tim bergerak cepat memburu pemain-pemain bintang berkualitas.

“Sebab kita tidak ingin kecolongan lagi. Kita berhasil mempertahankan gelar Copa, tetapi Liga Super lepas. Selaian itu target kita mampu bersaing di Champion Asia,” ujar Rahmad kepada Sripo, Sabtu (18/7).

Menurut dia, nama-nama seperti Bambang Pamungkas, Ismet Sofyan, Ponaryo Astaman, Firman Utina masuk dalam rencana tima ke depan. Para pemain ini diharapkan dapat bergabung dan mewujudkan ambisi tim. Sebab menurut RD sapaanya, rekrutmen pemain berperan penting bagi perjalanan tim ke depan. “Rekrutmen pemain memang menjadi kunci penentu keberhasilan tim ke depan. Tetapi semua itu kita kembalikan kepada manajemen yang memiliki keterbatasan dalam memburu pemain,” ujar Rahmad.

Sejumlah pemain yang diincar merupakan bagian dari rencana tim ke depan. Semua lini diisi pemain berkualitas sehingga menjadi kunci sukses bagi SFC. Selain pemain inti, pemain pelapis pun diharapkan pelatih bertangan dingin ini memiliki kemampuan setara dengan pemain utama. “Untuk meraih ambisi itu kita memerlukan pemain berkualitas dan sepadan,” ujar Rahmad.

Menurut suami Dinda Eti Yuliawati ini, aturan PSSI tentang kuota pemain asing non asia juga menjadi kendala. Jika selama ini ada Ngon A Jam yang mampu menyeimbangkan kekuatan tim membantu Kayamba dan Obiora. Di musim mendatang, pemain ini tidak lagi memperkuat SFC. “Makanya di lini depan kita membutuhkan pemain lokal yang kemampuannya sama dengan pemain asing,” ujar Rahmad.

Sedangkan nama pemain Asing Asia seperti Agu Casmir dan Ambasa sudah sepakat soal harga dan menyatakan bersedia bergabung. Pemain-pemain ini sangat diperlukan. Seperti Agu diharapkan mampu menggantikan peran Ngon A Jam. Sedangkan Ambasa diplot menggantikan Tsimi yang tidak lagi bersama SFC karena aturan kuota pemain asing non asia. ”Untuk Ambasa saya tahu betul, dia berkualitas dan menjadi kapten bagi timnya di Honkong. Selama bermain di Persija dia sangat profesional dan membuat lini belakang benar-benar aman,” ungkap Rahmad


Selanjutnya...
0

Rp 26 M Target Double Winner

Sabtu, 11 Juli 2009.
UNTUK bersaing di musim kompetisi mendatang dan meraih double winner, manajemen Sriwijaya FC menyiapkan anggarn sebesar RP 26 miliar untuk melakoni kompetisi musim depan.

“Kita menganggarkan sekitar Rp 26 miliar lebih untuk tim,” ujar Dirut PT SOM, Dodi Reza Alex didampingi Wakil Manajer Hendri Zainudin kepada wartawan, Jumat (10/7) kemarin.

Ditambahkan Dodi, anggaran sebesar 26 miliar itu, untuk biaya operasianal, kelengkapan tim dan kontrak pemain. Khusus untuk kontrak pemain, Dodi mengatakan berkisar Rp 11 miliar lebih. Dana senilai itu hampir sama dengan yang digunakan musim kompetisi lalu.

“Sekitar Rp 11 miliar atau lebih untuk kontrak pemain. Namun jumlah itu bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan proses negosiasi pemain,” ujar putra sulung Gubernur Alex Noerdin itu.

Menurut anggota DPR RI ini, target Sriwijaya ke depan sudah jelas yakni, mempertahankan piala Copa Dji Sam Soe dan merebut Piala Liga Super dari Persipura di musim kompetisi mendatang.

Untuk mewujudkan impian itu, pihaknya memerlukan anggaran yang besar. “Sebab tidak hanya dua gelar itu yang hendak kita raih. Tetapi even-even lainnya ditingkat Asia juga menjadi target di musim mendatang,” ujar Dodi.

Saat ditanyakan mengapa SFC termasuk paling aktif memburu pemain dibandingkan klub-klub lainnya yang tampak loyo, Dodi mengatakan melakukan perburuan sejak awal merupakan strategi tim untuk mendapatkan pemain-pemain berkualitas dan berharga pantas.

“Langkah ini kita ambil agar mengefisienkan dana dan dapat di manfaatkan semaksimal mungkin. Sehingga tim tidak perlu mengeluarkan dana yang tidak perlu,” ujar Dodi
sumber:http:sripoku.com

Selanjutnya...
0

Boaz Merapat ke SFC

Jumat, 10 Juli 2009.
STRIKER lincah Boaz Solossa diam-diam merapat dan menyatakan minatnya bergabung bersama Sriwijaya FC di musim kompetisi mendatang. Belum diketahui apa yang menjadi daya pikat sehingga top skor Indonesia Super League itu tertarik dengan Laskar Wong kito.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim 5 yang juga Wakil Manajer SFC, Hendri Zainudin kepada wartawan Jumat (10/7). Menurut dia, tim 5 terus melakukan kontak dengan Boaz yang saat ini tengah fokus memperkuat timnas.”Boaz menyatakan ketertarikannya untuk bergabung,” ujar Hendri.

Pernyataan ini dipertegas Dirut PT SOM, Dodi Reza Alex yang menyatakan dia sudah menerima laporan bahkan tengah melakukan kontak terkait dengan soal nilai kontrak. “Kita memang melakukan kontrak dengan Boaz. Tentunya hal ini cukup bagus untuk tim,” ujarnya.

Menurut Dodi, pemain-pemain yang bakal mengisi skuad SFC di masa mendatang adalah pemain yang berprestasi, menunjukan loyalitas yang tinggi, dan menunjukan sikap yang baik serta memiliki prestasi di kancah nasional.

“Hal ini sudah jelas, kita merekrut pemain berkualitas dan berprestasi, juga memiliki sikap yang baik,” ujar Dodi.

Jika benar Boaz akan bergabung bersama SFC maka klub Sumsel ini akan kembali merogok kocek yang tidak sedikit untuk mengontrak pemain yang musim lalu memperkuat Persipura ini, diperkirakan harga untuk pemain Timnas berkisar antara Rp 800 juta-900 juta.

Selain merapatnya Boaz, pihak manajemen terus membidik pemain buruannya seperti nama beken macam Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman yang saat ini masih dalam proses negosiasi, kiper Tema Mursadat dan Erol Iba. Sedangkan untuk nama-nama pemain asing pihak manajemen tengah membidik nama Ambasa, Agus Cashmir dan dua nama pemain Thailand yang masih dirahasiakan namanya.”Kini pembicaraan dengan para pemain ini terus kita lakukan. Khusus untuk nama Ambasa dan Agu Cashmir tetap prioritas untuk memenuhi kuota di musim mendatang,” ujar Dodi.

Melihat deretan nama-nama pemain di atas dan jika mereka dapat bergabung di musim kompetisi mendatang, maka dipastikan klub yang diasuh Rahmad Darmawan ini menjadi kekuatan yang menakutkan di kompetisi Liga Super Indonesia mendatang. Kuat dan kreatif di tengah, kecepatan pemain sayap dan tajamnya lini depan. Kekuatan ini ditopang dengan ketangguhan lini belakang.

“Tetapi semuanya masih dalam proses negosiasi. Tentunya akan terus ada kejutan dipekan-pekan ini. Tunggu saja siapa pemain-pemain yang bakal kita kontrak,” ujar Dodi.
Sumber:http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Zah-Gumbs SFC Sejati

PALEMBANG, SRIPO — Kepastian nasib dua punggawa Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs dan Zah Rahan Krangar terjawab sudah. Kedua pemain yang sebelumnya dikabar bakal hengkang ini, akhirnya menandatangani kontrak, di Sekretariat SFC di Komplek Palembang Square, Jumat (10/7). Disaksikan sejumlah pengurus seperti, Dirut PT SOM, Dodi Reza Alex, Wakil Manajer, Hendri Zainudin, dan Faisal Musyid, keduanya teken kontrak. Kapten Sriwijaya Keith Kayamba Gumbs lebih dulu teken kontrak yang disetujui Dodi. Tampak Kayamba sedikit terharu saat membubuhkan tandatangannya untuk kontrak 1 musim ke depan. Setelah itu giliran Zah. Seperti kebiasaannya, pemain asal Nigeria ini menandatangai kontrak tanpa ekspresi.

Usai acara teken kontrak yang diliput media lokal dan nasional, keduanya mengaku lega dan terjawab sudah penantian selama beberapa hari terakhir ini. Sebab sejak awal, baik Kayamba maupun Zah mengaku tidak terpengaruh dengan isu dan rumor yang beredar bahwa mereka berpaling ke klub lain. “Jelasnya saya lega, sudah ada kepastian. Sejak awal saya bertekad untuk bertahan di Sriwijaya,” ujar Gumbs.

Hal yang sama diungkapkan Zah, pemain lincah ini mengaku sejak kompetisi berakhir dia sudah lama menunggu-nunggu moment ini.”Saya tidak ada keinginan lain selain bertahan di klub ini, saya ingin meraih double winner,” ujarnya.

Sedangkan Dirut PT SOM usai mengamankan kedua pemain andalan SFC ini mengatakan, dengan diperpanjangnya kontrak tersebut, ia berharap menjadi awal yang baik bagi Tim SFC untuk mewujudkan target-target di musim depan. “Sebab kita memiliki ambisi untuk mempertahankan Gelar Copa dan merebut kembali Liga Super,” ujar Dodi.

Menurut anggota DPR RI ini selain target diatas, SFC juga ingin meneruskan tradisi kejayaan Sriwijaya yang diperhitungkan di tingkat Asia. “Selain itu target kita di even-even lain terutama Champion Asia,” ujar Dodi.

Saat ditanyakan berapa kisaran nilai kontrak kedua pemain ini, Dodi sudah berjanji dengan kedua pemain untuk tidak menyebutkan nilai kontrak kepada media. Namun jika merujuk kepada kontrak kedua pemain di musim lalu, Zah dikontrak dengan nilai Rp 1,2 miliar, sementara Gumbs berkisar Rp 1 miliar.

Kalaupun ada kenaikan artinya sekitar selisih Rp 100 juta-200 juta. “Namun sekedar bayangan nilai tidak jauh dari musim lalu,” ujar Dodi. Selanjutnya pemain asing yang bakal memperpanjang kontrak adalah Obiora. Pihak manajemen kini fokus kepada pemain yang berperan mengantaskan SFC meraih gelar Copa.”Setelah kedua pemain ini, kita tengah menghubungi Obiora,” ujar Dodi.

Sedangkan pemain asing Asia, pihak manajemen tengah membidik pemain naturalisasi Hongkong, Ambasa, dan Singapura, Agu Cashmir. Adapun dua nama pemain Thailand menjadi cadangan. “Khusus untuk nama Ambasa dan Agu Cashmir prioritas untuk memenuhi kuota di musim mendatang,” tegas Dodi.
Sumber:http://sripoku.com

Selanjutnya...
1

Selangkah Lagi Tema Berkostum Sriwijaya FC

Santernya berita keinginan Sriwijaya FC merekrut penjaga gawang Persib Bandung, Tema Mursadat, tampaknya tak dibantah manajemen tim Sriwijaya FC. Hal itu diungkapkan, Ketua tim lima, Hendri Zainuddin, yang mengaku pihaknya memang sedang mendekati mantan kiper Persikota Tangerang tersebut.

“Kami bukan hanya pendekatan, tetapi sejauh ini sudah mencapai kesepakatan hingga 90 %. Selangkah lagi Tema akan bergabung bersama kami. Selain Tema, kami juga sudah mencapai kesepakatan dengan lima pemain nasional Persija, Tapi maaf kami tak bisa menyebutkan namanya,” kata Hendri kepada antvsports.com.

Menurut sumber antvsports.com yang bisa dipercaya, kelima pemain Persija yang tengah diburu Sriwijaya FC, diantaranya; Ponaryo Astaman, Bambang pamungkas, dan Ismet Sopyan.

Tim lima, yang dibentuk manajemen Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) memang bertugas "meracik" skuad Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC musim depan, kini juga tengah memburu Boas Salossa. “Kami saat ini terus memburu Boas, karena kami sangat tertarik untuk merekrutnya,” tambah Hendri lagi.
Sumber:http://Antvsports.com

Selanjutnya...
0

Dialihkan ke Obiora

Kamis, 09 Juli 2009.
NAMA Obiora Richard dilirik lagi seiring “kaburnya” Greg Nwokolo ke Eintracht Frankfurt—klub papan bawah Bundesliga Jerman. Tim 5 tidak mau ambil resiko terlambat melengkapi kuota 3 asing non Asia.Sebelumnya, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) resmi mempertahankan dua asingnnya, Keith Kayamba Gumbs dan Zah Rahan Krangar. “Kualitas Obiora, tidak kalah dari Greg. Meski dari sisi produktifitas gol musim ini, Greg lebih bagus,” ungkap ketua tim 5, Hendri Zainuddin, kemarin (8/7).Obigol-julukan Obiora Richard, tidak diragukan lagi loyalitasnya. Pemain kelahiran Akuma, Nigeria, 4 April mengenakan jersey Sriwijaya sejak Agustus 2006 lalu. Musim 2008/09, pria yang mengidolakan Zinedine Zidane (legenda hidup Prancis), mencetak 14 gol. Masing-masing 7 gol di Djarum Indonesia Super League (DISL) I dan 7 gol di Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV.

Gelar the best player CDSSI IV, adalah bukti bahwa anak Chief James Anoure adalah pemain berkualitas. Tropi CDSSI IV pun tidak lepas dari perannya. Demikian juga tahun 2007 lalu. Gelar double winners, juga hasil kontribusi pemilik jersey 9. “Semua begitu cepat terjadi. Makanya, kami selalu membuat alternatif-alternatif buruan. Misalnya, Greg gagal, dialihkan ke Obiora. Gagal dengan Ponaryo, bisa tetap mempertahankan Wijay,” pungkas Hendri.

Performa Obigol memang sempat down. Pada DISL I, dia hanya mencetak 7 gol. Kontradiktif dibanding musim 2007 lalu, yang mengemas 14 gol (termasuk 4 di CDSSI III).
Bahkan, Obigol termasuk pemain yang masuk dalam daftar coret musim 2010 mendatang. Rencana pendepakan tersebut sudah bergulir sejak Kamis, 13 Nopember 2008. Atau 10 pekan jelang bergulirnya putaran II DISL I. (mg2/mg43)

Nama : Anaore Obiora Richards
Lahir : Akuma Nigeria,4April1986
Posisi: midfielder/Striker
Jersey :9
Postur :183cm/70kg
Ayah:Chief JamesAnoure
Ibu:Lolo Anaestasia Anoure
Hobi: Membaca buku agamis,novel,nonton film,danMusik
Pemain Idola:ZinedineZidane, Jay-Jay Okocha
Klub Idola: Barcelona dan Sriwijaya FC

PerjalananKarir

Jaspor United FC, Nigeria(2003)
PowerAllStars FC, Nigeria(2004)
PSDS Deli Serdang (2005-2006)
Sriwijaya FC (sejak 2007)

Sumber:http://www.sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

SFC Pertahankan si Piton

Minggu, 05 Juli 2009.
PALEMBANG – Produktivitas Budi Sudarsono selama memperkuat Sriwijaya FC memang sangat minim. Selama setengah musim mengenakan jersey Sriwijaya, mantan pemain Persik Kediri ini ”hanya” mencetak dua gol. Namun kondisi ini tidak menyurutkan minat menejemen Sriwijaya untuk mempertahankan si Piton julukan Budi Sudarsono musim depan.
“Kami belum bisa memastikan apakah Budi tetap dipertahankan. Sejauh ini, kami masih dalam tahap negoisasi,” kata Direktur Bidang Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin.
Ya, Meski kurang subur saat membela Sriwijaya Musim ini, Budi gol julukan Budi Sudarsono tetap punya kontribusi signifikan. Walaupun hanya mencetak dua gol untuk Sriwijaya, tapi tidak jarang assist-assist yang diberikan mantan pemain Persebaya ini, banyak membuahkan gol untuk Laskar Wong Kito.
Sejauh ini, nogoisasi antara tim lima (yang bertugas merekrut dan menyeleksi pemain) dengan Budi masih terkendala pada harga. Maklum, striker kelahiran Kediri, 19 September 1979 ini sebelumnya berbandrol Rp1,1 Milyar saat masih memperkuat Persik Kediri.

“Kami masih mempertimbangkan kembali jika Budi tetap mematok harga lama. Kemungkinan kami hanya bisa memberi harga di bawah Rp1 Milyar,” imbuh anggota DPRD banyuasin ini.
Saat di konfirmasi tetang perpanjangan kontrak, Budi mengatakan dirinya dengan pihak Sriwijaya masih dalam tahap negoisasi. Meski sudah banyak tim yang menawar dirinya untuk bergabung, pemain Timnas Senior ini tetap memprioritaskan Sriwijaya. “Kalau soal harga kita lihat nanti. Belum tahu apakah akan turun atau naik nanti,” kata Budi lewat telepon selulernya kemarin.
Lain halnya dengan Anoure Obiora Richard. Pemain terbaik saat final Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV ini cukup produktif namun tidak mendapatkan tempat lagi di Sriwijaya. Obi sendiri mampu menciptakan 7 gol pada ISL dan 7 gol pada copa (top skor di Sriwijaya). Begitu juga dengan Ngon a Djam, pemain asal Kamerun ini mampu menciptakan 22 gol di ISL, tapi itu tidak menjamin tetap di pertahankan di SFC. Pasalnya, peluang dua pemain asing ini sudah tidak ada lagi setelah Sriwijaya merekrut Greg Nwokolo. (mg43)

Biodata
Nama : Budi Sudarsono
Lahir : Kediri, 19 September 1979
Posisi: Striker
Karir Klub
1999-2000 : Persebaya Surabaya
2000-2001 : Persija Jakarta
2001-2002 : Deltras Sidoarjo
2003-2004 : Persija Jakarta
2005-2008 : Persik Kediri
2008-2009 : Sriwijaya FC

Karir Timnas
2001 : Timnas Pra Kualifikasi Piala Dunia
2001 : SEA Games
2002 : Piala Tiger (Piala AFF)
2004 : Piala Asia
2006 : Piala AFF
2007 : Piala Asia
2008 : Piala Kemerdekaan
2008 : Piala AFF

Sumber:http://www.sumeks.co.i
Selanjutnya...
0

SFC Pertahankan Gelar Copa

Rabu, 01 Juli 2009.
PALEMBANG, MINGGU - Setelah menunggu lebih dari satu jam, kesebelasan Sriwijaya FC ditetapkan sebagai juara Copa Dji Samsoe 2008-2009. Ketetapan ini sekaligus menjadikan SFC sebagai tim kedua yang berhasil meraih dua kali juara Copa selain kesebelasan Arema Malang.

Ketua PSSI, Nurdin Halid mengatakan sesuai peraturan maka jika pemain keluar dari arena maka dinyatakan WO. "Aturan ini harus dihormati dan ditegakkan, ditaati. Jika tidak, maka tidak bisa jadi otoritas tertinggi," katanya.

Kemenangan bagi SFC ini setelah satu gol berhasil dilesakkan Obiora ke gawang Jendri sebelum aksi walkout pemain Persipura. Gol ini juga yang menjadikan piala Copa tetap berada di Bumi Sriwijaya untuk dua tahun berturut-turut setelah musim lalu SFC juga memenangi ajang ini dengan lawan yang sama Persipura, Jayapura.

Grup rock lawas, God Bless tampil membawakan beberapa lagu milik mereka untuk menyemarakkan suasana sebelum laga final yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang ditutup secara resmi.

Atas keberhasilan ini anak-anak asuh Rahmad Darmawan ini berhak mendapat uang pembinaan Rp 2 miliar. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sebelumnya juga menyatakan akan memberikan bonus bagi tim laskar Wong Kito jika berhasil memenangi Copa.
Sumber:www.sripoku.com

Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |