0

RD Targetkan Juara Piala AFC

Jumat, 30 Oktober 2009.
Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC, menargetkan tim besutannya menjadi juara Piala AFC musim ini. Namun target di kompetisi kelas dua Asia itu baru akan direalisasikan bila Laskar Wong Kito gagal melewati babak play-off Liga Champions Asia [LCA].

Sriwijaya FC akan menghadapi salah satu klub dari Liga Utama Thailand, Vietnam, dan Singapura di play-off Liga Champions Asia. Saat ini, baru Da Nang dari Vietnam yang sudah pasti lolos ke play-off. Sedangkan kompetisi di Thailand dan Singapura belum selesai.

Armed Force dan Chonbury memiliki peluang paling besar untuk lolos ke play-off LCA. Saat ini kedua klub tersebut berada di puncak klasemen liga masing-masing. Chonbury merupakan lawan tangguh, karena pernah lolos ke perempat-final Piala AFC musim lalu. Siapa yang menjadi lawan Sriwijaya masih menunggu drawing dari AFC.

“Saya tetap menginginkan tim berlaga di LCA karena musim lalu sudah berpengalaman bermain disana. Tapi, jika tak lolos, maka saya memasang target juara di AFC Cup,” tegas RD, sapaan akrab Rahmad.

“Secara pribadi, saya masih penasaran dengan LCA. Keinginan saya kuat sekali untuk membawa tim berjaya ini di ajang level Asia. Jika berlaga di LCA, saya pasang target tembus babak kedua. Yang pasti tahun ini akan berat.”
http://goal.com
Selanjutnya...
0

Pemain SFC Keluhkan Jadwal Tanding ISL

PALEMBANG - Jadwal pertandingan Sriwijaya FC di Liga Super sedikit dikeluhkan para pemain. Sebab memberikan pengaruh pada penampilan tim secara keseluruhan. Saat ini Laskar Wong Kito mendapatkan libur selama satu bulan, tetapi pada Desember nanti Charis Cs akan melakoni pertandingan yang padat. Salah satu pemain yang mengeluhkan jadwal tanding SFC adalah Bobby Satria, Jumat (30/10). Menurut dia jeda waktu yang terlalu lama ini cukup bagus untuk membuat persiapan.

"Tetapi setelah istirahat lama, biasanya jadwalnya akan padat. Biasanya pertiga hari SFC melakoni laga, itu artinya sangat padat," ujar Bobby.

Menurut pemain asal Padang ini, pemain akan mengalami kelelahan. Namun sebagai pemain ia memiliki kiat untuk mengatasi kelelahan akibat pertandingan yang padat.

"Kendalanya jadwal sibuk ya seperti itu. Kelelahan dialami pemain," ujarnya.

Hal yang sama juga diakui Ambrizal. Dekatnya jarak pertandingan SFC dengan masa istirahat akan membuat pemain mengalami kelelahan bahkan mempengaruhi performa tim.

"Memang sulit menyesuaikan diri, tetapi inilah sepakbola dan kita berusaha untuk menyikapi ini secara positif. Kuncinya disiplin dan tidak keluar malam, agar fisik cepat kembali bugar," katanya.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Bidik Pemain Uzbekistan

Manajamen Sriwijaya FC terus memburu pemain untuk mengobati kegagalan mereka mendapatkan Alexander Duric. Sektor depan memang menjadi perhatian setelah hasil yang didapat di dua laga awal Superliga Indonesia 2009/10.

Hendri Zaenuddin, direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri [SOM], mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan striker asal Uzbekistan. Namun, Hendri enggan mengungkapkan nama pemain yang dimaksud, karena masih trauma dengan kegagalan.

“Kami harus segera mencari pengganti Duric, dan ini suatu keharusan. Sudah ada alternatif pengganti, tapi kami belum bisa menyebutkan namanya. Kali ini kami sedikit hati-hati. Jika sudah pasti benar dia mau main di sini [Sriwijaya], baru akan dikabarkan,” tegas Hendri.

Kendati masih berharap pemain asal Uzbekistan tersebut bisa didaftarkan sebelum jendela transfer di tutup hari ini, namun Hendri merasa pesimistis. Namun, ia menyatakan bila negosiasi menemui kata sepakat selepas 30 Oktober, maka pemain itu akan direkrut pada bursa transfer kedua pada Januari 2010.
Sumber https://www.goal.com

Selanjutnya...
0

Batal Terus, Obi tak Sabar

PALEMBANG - Anoure Obiora Richard kembali gagal datang ke Palembang. Mantan pemain PSDS Deli Serdang ini rencananya akan tiba di Palembang, hari ini (30/10). Alih-alih belum mendapatkan Visa dan Kitas Obigol (julukan Obiora) kembali batal datang ke Palembang.”Kami belum bisa memastikan kapan Obi bisa bergabung ke Sriwijaya. Sebab, sampai saat ini Obi belum mendapatkan visa dan Kitas. Sehingga, Obi harus menunggu sampai urusan ini selesai,” kata agen Obiora, Onana Jules kemarin (29/10).Onana menambahkan, keterlambatan Obiora datang ke Palembang disebabkan belum adanya kejelasan dari pihak Indonesia. Padahal, pihak Obi sendiri sudah menyerahkan berkas dari KBRI di Abuja (Nigeria), ke Indonesia sejak 13 Oktober lalu.”Kami juga bingung belum ada kejelasan dari Indonesia. Sebab, sudah 16 hari kami menyerahkan berkas dari Abuja ke Indonesia. Tapi, belum ada jawaban,” lanjut agen yang di bawah bendera Mutiara Hitam ini.Ini kali keenam Obiora ingkar janji untuk datang ke Palembang. Yakni, bejanji akan datang saat Sriwijaya melawan Persipura (7/10), pada laga Community Shield, saat melawan PSM (11/10) pada laga awal ISL, melawan Persiba (14/10), 21 Oktober (saat Sriwijaya mulai latihan), 24 Oktober minggu lalu, dan terakhir 30 Oktober nanti.

Onana juga mengatakan bahwa Obiora sudah tidak sabar lagi untuk bergabung ke Sriwijaya. Pemain kelahiran Akuma Nigeria, 4 April 1986 ini berharap bisa segera menjalani latihan bersama rekan-rekanya di Sriwijaya.
”Obi juga sebenarnya sudah tidak sabar lagi untuk segera bergabung ke Sriwijaya. Sebab, Obi ingin secepat mungkin berlatih dan bisa cepat beradaptasi dengan pemain lainya,” tambah agen kelahiran Kamerun ini.
Sementara itu, pihak Sriwijaya tidak akan menuntut banyak dengan Obiora. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini juga tidak akan memberi sanksi dengan keterlambatan Obiora ke Sriwijaya.
”Keterlambatan ini kan bukan dari Obiora. Sehingga kami hanya bisa menunggu. Kami hanya bisa menunggu dan berharap Obi bisa secepat mungkin datang ke Palembang,” timpal Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Onana Jamin Obigol Bermain untuk SFC

Kamis, 29 Oktober 2009.
PALEMBANG - Kabar baik bagi fans dan pendukung Sriwijaya FC, striker Anoure Obiora Richard tiga hari lagi bergabung bersama Laskar Wong Kito. Kepastian ini didapatkan setelah agennya Onana Jules memberikan jaminan.
"Agennya sudah memberikan jaminan bahwa Obi akan bergabung bersama SFC. Kitasnya sudah selesai, kemungkinan besok dia sudah berangkat dari negaranya Nigeria," ujar Manajer SFC Hendri Zainuddin, Selasa (27/10).

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, berdasarkan informasi dari Onana, pemainnya sudah menyelesaikan seluruh administrasi yang bersangkutan dengan Kitas Obiora. Karena Kits sudah kelar, Obiora bertolak ke Pelembang, Rabu (28/10). Maka berdasarkan perhitungan jarak tempuh dari Nigeria ke Palembang memakana waktu 2 hari.

Seperti diketahui, kedatangan Obigol sapaannya selalu ditunggu-tunggu publik. Sang Agen Onana selalu menjanjikan sang pemain akan tiba dalam waktu dekat. Namun, hingga saat ini pemain bertinggi 185 cm ini belum kelihatan batang hidungnya. Melihat kondisi ini publik Sumsel terutama fans SFC mulai hilang kepercayaan dan ragu apakah pemain ini memperkuat SFC di musim ini."Obiora pasti ke Palembang," ujar Hendri.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Manajemen Sriwijaya FC Janji Lunasi Gaji

PALEMBANG - PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC) berjanji melunasi tunggakan gaji pemain sebelum laga kontra Persitara Jakarta Utara, di Palembang, 21 November 2009.

"Kami tidak mau ini menjadi ganjalan dan pemain bertanya-tanya terus kapan gaji dibayar. Kali ini kami tegaskan, gaji akan dibayarkan sebelum laga melawan Persitara," kata Hendri Zainuddin, Direktur Teknik PT SOM, di Sekretariat SFC, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis, menanggapi keluhan pemain SFC.

Dia menyatakan, sebenarnya soal tunggakan gaji itu tidak seluruh pemain SFC mengeluhkannya, mengingat tunggakan baru berkisar dua bulan.

"Memang ada beberapa pemain yang telah mengeluhkan hal ini secara langsung, tapi ada juga beberapa pemain yang sama sekali tidak mempermasalahkannya," kata dia.

Menurut dia, keadaan ini dimungkinkan karena pemain telah menerima 25 persen uang muka (DP) kontrak kerja, beberapa waktu lalu.

"Yang menjadi permasalahan saat ini, kami perlu memberikan pengertian kepada pemain yang masih mengeluhkan keadaan ini, karena memang kondisi keuangan klub sedang terbatas," ujar dia pula.

PT SOM belum menuntaskan tunggakan pembayaran gaji dan DP kontrak kerja pemainnya.

Rincian pembayaran itu, untuk pemain anyar, baru menerima DP sebesar 25 persen, dan belum menerima gaji di bulan Oktober 2009.

Sedangkan pemain lama, belum menerima gaji di bulan terakhir musim lalu yakni bulan Juli 2009, sisa DP, dan gaji bulan Oktober 2009.

"Kami memahami keluhan para pemain ini, karena sebagian besar dari mereka adalah tulang punggung keluarga. Tapi, kami memiliki prioritas di saat dana APBD belum dicairkan," ujar Hendri pula.

Dia menjelaskan, manajemen harus membuat pilihan mengatasi masalah tersebut. Jika fokus membayar gaji pemain, maka SFC tidak akan mendapatkan pemain baru dan mempertahankan pemain lama lantaran dana yang tersedia terbatas, kata dia.

"Kami belum ada pemasukan, jadi inilah langkah terbaik yang harus dipilih untuk sementara," ujar Hendri.

Beberapa waktu lalu, KONI Sumsel menyatakan telah menyediakan dana Rp5 miliar untuk SFC menghadapi putaran pertama musim ini.

Berdasarkan sumber yang namanya tidak mau disebutkan, hingga saat ini dana tersebut belum bisa dicairkan karena masih terganjal pemasalahan administrasi.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

SFC Masih Bisa Double Winner

BANYAK pihak yang meragukan kemampuan Sriwijaya FC di musim kompetisi 2009-2010. Laskar Wong Kito dianggap kurang persiapan dan kalah cepat dari tim lainnya dalam memburu pemain-pemain berkulaitas. Paling muktahir adalah kegagalan SFC mendapatkan Aleksandar Duric, striker yang diharapkan mampu mengatasi kelemahan lini depan tim wong kito.

Pengamat Sepakbola Sumsel M Masyaheril angkat bicara soal keraguan publik akan kemampuan SFC. Menurut dia, meski tanpa Duric, Kayamba cs masih mampu tampil lebih baik. Kuncinya memaksimalkan pemain Timnas, 4 pemain asing, dan perpaduan pemain-pemain non Timnas, tetapi berkualitas seperti Oktavianus, Bobby Satria, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya, Rahmat Rivai, Mutafa Aji.

"Sebab mereka adalah pemain berkualitas," ujar Eril.

Namun, manajemen harus mampu mengatasi kekurangan SFC di awal musim terutama saat menghadai Persitara di laga home Stadion Gelora Jakabaring 21 November nanti.

"Sebab pemain Timnas yang rata-rata menjadi tulang punggung SFC dalam kondisi kelelahan," ujar Eril.

Namun, menurut dia faktor pengalaman pelatih Rahmad "RD" Darmawan juga sangat menentukan. Pelatih kelahiran Metro Lampung ini pandai merotasi dan mengatur pemain. Sehingga menurut mantan ketua suporter Sriwijaya Mania ini, dengan materi yang ada SFC mampu mengatasi tekanan dan krisis.

Eril mengingatkan SFC di musim 2007-2008 lalu, bagaimana Isnan Ali cs dengan materi seadanya mampu meraih double winner. Padahal siapa yang menjamin dengan keberadaan Charis Yulianto, Isnan Ali, Wijay dan beberapa pemain lainnya, SFC akan juara. Namun, dengan kemampuan RD dan kepercayaan diri tim yang sangat tinggi, mampu menyalip tim-tim kelas atas seperti Persija, Arema, Persib, PSM Makasar, dan Persipura.

"Dulu kita memiliki lima pemain asing ada Renoto Ellias, Ketih Kayamba Gumbs, Lenglolo, Obiora, dan Zah Rahan. Kemudian mengandalkan pemain lokal yang tidak berlaga di Timnas, tetapi kita mampu juara," ujar Eril.

Kini SFC memiliki 6 pemain yang berlaga Timnas Senior plus Tony Sucipto yang memperkuat Timnas U-23. Artinya kualitas pemain lokal yang dimiliki SFC mampu diandalkan. Ditambah dengan 4 pemain asing seperti Kayamba, Zah Rahan, dan Obiora yang sudah teruji. Kemudian adalah lagi bek Timnas Singapura Precious Emeujeraye.

"Saya pikir meski tanpa Duric, SFC masih mampu mencapai target double winner," ujar Eril.

Meski demikian, Eril tetap mengingatkan SFC jangan terlalu percaya diri dan meremehkan setiap lawan. Sebab tim-tim lain juga memiliki persiapan yang matang. Materi pemain dari tim-tim lain juga merata katakanlah Arema Malang, Persiba Balik Papan, juara bertahan Persipura, Pelita Jaya, PSPS Pekan Baru, dan Persija.

"Saya lihat semua tim merata di semua lini. Ini harus diwaspadai SFC. Sebab dengan materi yang merata, mereka akan memiliki motivasi berlipat ganda saat berhadapan dengan SFC," ujarnya.
sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

DURIC BATAL

SRIWIJAYA FC benar-benar ada di “zona kritis”. Alexandar Duric yang diklaim resmi mengenakan jersey Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya), sejak Rabu (14/10) lalu, ternyata tidak jadi berlabuh.
Menurut manajer tim, Hendri Zainuddin, pria kelahiran Serbia, 12 Agustus 1970 meminta fasilitas berlebihan. Yaitu sebuah apartemen yang harganya Rp1,5 juta per hari. Itu di luar kontraknya sebesar Rp1,1 M. “Itu di luar kewajaran. Jadi, kami terpaksa membatalkan kontrak dengannya,” ungkap Hendri, kemarin (27/10).
Selain apartemen, pemain Singapore Armed Force (SAF) juga meminta uang transfer sebesar Rp87 juta. Ini juga di luar dugaan. Sebab, sejak datang ke Palembang hanya ada deal soal banderol Rp1,1 M yang mencakup keseluruhan (termasuk uang transfer).
Lagi pula, Sriwijaya juga telah menyediakan dana Rp30 juta untuk menyewa rumah. Itu sudah masuk kategori rumah mewah berikut fasilitasnya. Bahkan, Sriwijaya juga sudah memberi fasilitas plus uang saku Rp8 juta untuk biaya kedatangan top skor
S-League 2008 dan 2009 ke Palembang, Rabu (14/10) lalu.

Untuk keluarga Duric pun sudah direncanakan fasilitas mewah. Misalnya, anaknya akan disekolahkan ke Rising Stars Academy yang beralamat di Jl Veteran yang berstandar internasional, sesuai permintaannya. “Kami akan tuntut ganti rugi pada Ricky Nelson (agen Duric, red). Selama ini, kami telah memenuhi apa keinginannya. Ternyata, Duric malah berulah,” lanjut anggota DPRD Banyuasin dengan nada geram.
Sriwijaya juga mengancam akan menuntut bila Duric bermain di klub Indonesia musim 2009-2010 ini. Ya, Duric sendiri sudah menandatangani kontrak dan didaftarkan langsung ke PT LI. “Kami akan menuntut bila Duric masih bermain di Indonesia. Berarti ini hanya akan-akalan Duric. Kami akan bertindak tegas padanya,” pungkasnya.
Praktis, batalnya Duric membuat Sriwijaya hanya punya 4 asing saja. Yaitu Zah Rahan Krangar, Keith Kayamba Gumbs, Precious Emuejeraye, dan Obiora Richard (itupun belum pasti datang).
Sementara, batas waktu pendaftaran pemain (termasuk asing) hingga Jumat (30/10). Atau hanya menyisahkan 2 hari saja. Kondisi ini, memusingkan coach Rahmad Darmawan. “Tidak cukup waktu untuk seleksi asing. Waktunya sudah sangat mepet. Tapi, kami lagi putar otak sekarang ini,” ungkap Rahmad.
Putar otak, maksudnya ada wacana untuk merekrut pemain asing yang saat ini masih seleksi di beberapa klub Djarum Indonesia Super League (DISL) II lainnya. Misalnya, di Persik, ada 3 asing. Yaitu Urazovh Dayant dan Nazirov Mekan dari Turkmenistan.
Serta Mathew “Matt” Mayora dari Australia, yang tidak lolos seleksi di Persipura. Beberapa pemain Asia lainnya yang tidak lolos seleksi di antaranya Joel Wood dari Australia. Dia gagal berbaju Persitara. “Saya lebih baik diam dulu. Jika memang pasti deal, baru diungkapkan. Kami masih berusaha untuk melengkapi 2 asing asia,” pungkas pelatih kelahiran Metro (Lampung), 28 Desember 1966
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Demi Songket, Siap Ganti Sponsor

PALEMBANG - Desakan terus datang dari masyarakat Sumsel tentang hilangnya motif songket pada jersey Sriwijaya FC. Menanggapi hal itu, pihak manajemen berupaya untuk mengembalikan motif songket pada pertengahan kompetisi 2009-2010 nanti. Bahkan, pihak manajemen sudah ancang-ancang mencari sponsor lain apabila Reebok tidak menyanggupi permintaan Sriwijaya.
“Kami berusaha untuk mengembalikan ciri khas Palembang di jersey Sriwijaya. Sehingga, kami akan negosiasi ulang dengan pihak Reebok tentang motif songket ini,” kata manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, kemarin (28/10).
Hendri menambahkan, akan meninjau ulang kontrak dengan pihak Reebok. Sebab, pihak Reebok dan Sriwijaya FC sudah menyetujui kontrak tentang bentuk jersey hingga satu tahun kedepan.

Sebelumnya, Sriwijaya sepakat untuk menghilangkan motif songket. Ini lantaran Reebok merupakan sponsor yang bertaraf internasional. Sehingga, motif dan bentuk harus sama dengan yang dipakai di luar negeri.
”Kami akan tinjau ulang item kontrak kami. Bisa saja item kontrak yang sudah disepakati akan berubah. Ini tergantung kesepakatan bersama. Tapi, bila Reebok tetap bersikeras, kami akan mencari sponsor yang bersedia mengembalikan ciri khas kami, yakni, ada motif songket Sumsel,” imbuh anggota DPRD Banyuasin ini.
Musim 2009-2010 ini, pihak Reebok memberi bantuan ke Sriwijaya FC sebesar Rp2 miliar. Yakni, meliputi 3.500 item apparel Reebok, seperti, bola, jersey, tas, sepatu, dan apparel lainnya yang menyangkut kebutuhan pemain.
Sementara itu, pihak Reebok yang diwakili Sport Marketing Manajer PT Mitra Adiperkasa TBK, Ratna P Sari, mengatakan, belum ada wacana untuk mengubah motif jersey. Sebab, ini sesuai dengan kesepakan kontrak dengan manajemen Sriwijaya. Tapi, pihak Reebok akan mempertimbangkan usulan dari manajemen apabila menginginkan motif songket musim depan 2010-2011 nanti. ”Sampai saat ini belum ada permintaan dari Sriwijaya. Tapi, kalau memang ada kami baru bisa mempertimbangkan usulan adanya motif songket pada musim depan,” timpal Ratna
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Masih Jauh dari Harapan

Sabtu, 24 Oktober 2009.
PALEMBANG - Banderol Rp750 juta untuk Hendro Kartiko belum menunjukkan hasil bagi Sriwijaya. Pasalnya, pada laga awal Indonesia Super League (ISL), yakni saat melawan PSM Makassar (11/10) dan Persiba Balik Papan (14/10), Hendro belum memberikan penampilan yang memuaskan bagi Sriwijaya FC. Ya, dalam 2 laga ini, pemain kelahiran Banyuwangi, 24 April 1973 ini telah kebobolan 5 gol. Begitu juga pada laga uji coba, Hendro Kartiko juga kebobolan 4 gol dalam 4 laga uji coba terakhir. Yakni, saat melawan Persiwa Wamena (13/9) dengan skor 1-1, melawan Persema Malang (16/9), dengan skor akhir 2-0, melawan Pelita Jaya (27/9), dengan skor 1-1. Begitu juga pada laga Community Shield, Hendro yang didaulat sebagai kiper harus kebobolan 3 gol dengan skor 3-1.Tapi, pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan membantah bila hasil 2 laga terakhir yakni melawan Persiba (0-4) dan PSM (1-1) adalah kesalahan Hendro. Menurutnya, kekalahan ini merupakan kesalahan tim.“Secara pribadi permainan Hendro bagus. Semua orang yang melihat pasti akan memuji Hendro. Sehingga, kita tidak bisa menyimpulkan hasil 2 laga lalu merupakan kesalahan Hendro sendiri. Kekalahan kemarin merupakan kesalahan tim,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.

Walaupun demikian, mantan pemain Persebaya Surabaya ini tetap mempunyai kans untuk menjadi kiper inti. Pasalnya, coach Rahmad Darmawan tetap mempercayakan Hendro untuk tampil pada laga–laga selanjutnya.
“Kami merekrut pemain untuk bisa bermain bersama Sriwijaya. Begitu juga dengan Ferry dan Hendro, keduanya akan saya turunkan saat melawan Persitara (21/11) nanti, maupun pada pertandingan selanjutnya,” pungkas mantan pelatih Persija ini. (mg43)

Nama : Hendro Kartiko
TTL : Banyu Wangi, 24 April 1973
Julukan : Fabien Barthez Indonesia
Karir Klub :
* Porsela Treblasala (1989)
* Glemore Banyuwangi (1989)
* Persewangi Banyuwangi (1990-91)
* PS Unmuh Jember (1992-94)
* Persid Jember (1994-95)
* Mitra Surabaya (1995-98)
* Persebaya Surabaya (1998-2000)
* PSM Makassar (2000-02)
* PSPS Pekanbaru (2003)
* Persebaya Surabaya (2003-04)
* Persija Jakarta (2005-2006)
* Arema Malang (2007-2008)
* Persija Jakarta (2008-2009)
* Sriwijaya FC (2009-)
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Kondisi Charis Mulai Membaik

Rabu, 21 Oktober 2009.
PALEMBANG - Menghadapi laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), skuad Sriwijaya berangsur membaik. Ini lantaran beberapa pemain mulai bisa bergabung, seperti Charis Yulianto yang kondisinya sudah pulih hingga 90 Persen. Menghadapi Persitara Jakarta Utara (21/10) nanti, kemungkinan besar mantan pemain Arema malang ini sudah bisa memperkuat Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC).
“Alhamdulillah, kondisi saya sudah membaik. Sekarang tinggal menjalani terapi lanjutan. Mudah-mudahan pada laga menghadapi Persitara nanti, saya sudah bisa bermain,” kata defender Sriwjaya FC, Charis Yulianto.
Kapten pemain timnas ini menderita cedera tumit kiri pada saat mengikuti Pelatnas. Sehingga, mantan pemain PSM Makassar ini harus absen pada 3 pertandingan. Yakni, Persipura Jaya Pura (7/10), pada laga Community Shield, dan laga awal ISL, menghadapi PSM Makassar (11/10) dan Persiba Balikpapan (14/10).

Sebelumnya, beberapa pemain yang absen sudah dipastikan bergabung pada latihan paska liburan Rabu, 21 Oktober nanti. Yakni, Ambrizal yang sembuh dari sakit DBD, dan Isnan Ali yang cedera engkel kanan. “Sebenarnya saya sangat ingin segera bermain bersama Sriwijaya. Sebab, saya ingin bisa memberikan yang terbaik pada Sriwijaya dan masyarakat Sumsel,” lanjutnya.
Dengan bergabungnya Charis, membuat lini pertahanan Sriwijaya semakin kokoh. Yah, paska absenya Charis Yulianto dan Ambrizal dan belum bergabungnya Precious Emuejeraye yang masih mengikuti kompetisi di Singapura, lini pertahana Sriwijaya amburadul.
Pada 3 laga terakhir, tim juara double winner 2007 ini hanya mampu satu kali seri dan 2 kali kalah. Sriwijaya juga harus kebobolan 8 gol dan hanya mampu menciptakan 2 gol. Maklum, Laskar Sriwjaya hanya mengandalkan pemain muda yang masih minim jam terbang. Seperti, Boby Satria, Ngurah “Nana” Wahyu, dan Slamet Riyadi.
Sementara itu, menanggapi tentang isu dirinya akan di depak dari Timnas, Charis tidak mempermasalahkan. Bagi pemain kelahiran Blitar,11 Juli 1981 ini, bisa memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya adalah yang paling utama. “Mau di tarik lagi atau tidak itu saya serahkan kepada pelatih Timnas. Bagi saya Sriwijaya adalah yang terpenting. Tapi, saya berharap masih bisa bermain di Timnas,” pungkasnya. (mg43)
Sumber http://sriwijaya-fc.tk/

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Fokus Pemulihan Fisik

Selasa, 20 Oktober 2009.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyatakan, pihaknya saat ini fokus terhadap pemulihan fisik pemainnya, jelang menghadapi dua laga kandang.

Dikatakan Rahmad, pemulihan fisik tersebut cukup penting, mengingat target mengamankan poin di dua laga kandang merupakan "harga mati".

Hal tersebut lanjutnya, karena skuad timnya sudah kehilangan poin di laga sebelumnya,
sehingga torehan poin penuh di laga kandang mutlak harus diperoleh.

"Laga kandang kami masih sebulan lagi. Waktu yang cukup lama ini akan kami gunakan untuk memperbaiki fisik pemain. Tentunya hal lain pun tidak luput dari perhatian kami," tandas Rahmad.

Sesuai jadwal, Sriwijaya FC akan menjamu Persitara Jakarta Utara di Stadion Gelora
Jakabaring, Palembang, 21 November mendatang, dan tiga hari kemudian meladeni Pelita Jaya di tempat yang sama.
Sumber https://www.goal.com
Selanjutnya...
0

Tak Ada Kabar, SFC Mulai Ultimatum Obigol

PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC mulai mengultimatum Anoure Obiora Richard dan berpikir menyiapkan sanksi. Sebab janji akan tiba di Palembang pada 11 Oktober lalu, namun hingga kini Obigol sapaannya belum kelihatan batang hidungnya.

Padahal Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) sudah rampung. Selain itu manajemen sudah memberikan sejumlah uang tanda jadi bagi Obi. "Kita putus kontak dengan agennya (Onana). Keberadaan Obiora belum jelas. Hingga saat ini SFC masih menunggu konfirmasi dari pihak agennya," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Sabtu (17/10).

Menurut Hendri tidak jelasnya keberadaan striker Sriwijaya FC Anoure Obiora Richard belum jelas. Kondisi ini membuat risau pihak manajemen yang mengharapkan legium asing asal Nigeria segera mempekuat Laskar Wong Kito. Kedatangan striker berjuluk Obigol ini sangat dinantikan publik dan fans SFC, sebab tenaganya sangat dibutuhkan untuk mengisi lini depan. Obi diharapkan mampu mengangkat dan mengembalikan permainan SFC pasca kekalahan telak 4-0.

Namun menurut Hendri, faktanya berbeda. Hingga saat ini Obigol belum juga mendarat di Palembang. Belum ada penjelasan resmi dimana keberadaan pemain terbaik Copa Dji Sam Soe edisi 2009/2010. "Manajemen sedikit risau dengan kondisi ini. Kita mulai berpikir untuk memberikan sanksi jika pemain ini belum juga memberikan konfirmasi," kata Hendri.
Menurut anggata DPRD Banyuasin ini, para pemain saat ini diliburkan untuk satu pekan atau terhitung tanggal 15-21 Oktober. Sehingga manajemen meminta Obi sudah tiba di Palembang sekitar 22 Oktober mendatang.

Hendri mengaku hingga saat ini masih putus kontak dengan Onana Julies. Saat dihubungi melalui nomor ponselnya 0816xxxxx dalam kondisi tidak aktif. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari di mana keberadaan Obi. Menurut informasi Obi masih berada di negeranya Nigeria mengurus Kitas dan kepindahannya ke Palembang."Namun manajemen mengharapkan ada klarifikasi terkait dengan keterlambatan Obi," kata Hendri.(ndr)
Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Nomor 23 Milik Duric

Kamis, 15 Oktober 2009.
PALEMBANG - Polemik tentang kepastian bergabungnya Aleksandar Duric bersama Sriwijaya FC terjawab sudah. Pemain kelahiran Serbia berstatus warga negara Singapura ini, sepakat bergabung bersama Kayamba cs di musim kompetisi 2009/2010. Pria dua anak ini dipastikan berkostum (jersey) dengan nomor punggung 23.

“Duric hari ini sudah membuat kesepakatan dengan kita. Termasuk menyelesaikan proses administrasi dan sejumlah kesepakatan. Dia akan menandatangani kontrak dua atau tiga hari ke depan bersama Presiden Klub Dodi Reza Alex Noerdin,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Rabu (14/10).

Kemarin, Duric tiba di Sekretariat SFC bersama istrinya Natasya dan agennya Riki Nelson. Aleksandar Duric yang diwawancarai kemarin mengaku senang dengan kondisi dan suasana kota Palembang. Ia juga semakin yakin bermain bersama klub asal Palembang ini. Menurutnya SFC merupakan klub profesional dan juara.

“Saya suka Palembang dan SFC klub profesional. Saya yakin bermain untuk klub ini,” kata Duric.
Terkait dengan masalah sekolah anaknya dan sejumlah fasilitas yang diminta menurut Duric sudah selesai. Semuanya yang dimintanya sudah disanggupi SFC termasuk sekolah dasar (SD) internasional untuk kedua anaknya. (ndr)
Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

SFC Terpaksa Lepas Duric

Rabu, 14 Oktober 2009.
PALEMBANG - Meski kekurangan tukang gedor di lini depan, Sriwijaya FC akhirnya merelakan Aleksandar Duric. Manajemen Laskar Wong Kito menilai Duric mulai bertingkah dan ragu. Sejauh ini manajemen bertindak tegas dengan melepaskan pemain asal Serbia yang dinaturalisasi Singapura.

"Kita lepas Duric, jika dia ingin memilih klub lain. Manajemen tidak akan memaksa dia agar berkonsum SFC," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Rabu (14/10).

Sejak menyatakan ragu ke Palembang, sikap tidak tegas dan mulai ragu ditunjukkan Aleksandar Duric, striker Timnas Singapura untuk bergabung bersama Sriwijaya FC. Janjinya untuk mendatangi Palembang, Rabu (14/10) hari ini tidak terwujud.

Sekretariat SFC tetap sepi. Sementaara agennya Riki Nelson hingga saaat ini belum memberikan kepastian waktu Duric ke Palembang. Tingkah Duric ini membuat petinggi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) perusahaan yang mengelola SFC habis kesabaran. Padahal proses negosiasi telah dilalui, termasuk deal nilai kontrak, menyiapkan rumah dan kendaraan bagi Duric.

"Duric mulai bertingkah dan terkesan mengabaikan pinangan SFC. Kondisi ini membuat manajemen mulai gerah dan mengultimatum striker naturalisasi ini. Apakah mau bermain di Palembang atau tidak," kata salah seorang nara sumber di SFC.

Menurut informasi, selain melakukan negosiasi dengan SFC, Duric juga berkomunikasi dengan Persija. Pemain bertinggi 189 cm ini nampak lebih berminat bersama Persija lantaran klub DKI Jakarta ini lebih menjanjikan yakni mulai pulus, fasilitas, dan uang ganti transfer Duric dari klub lamanya SAF FC Liga Singapura. Terlebih lagi DKI Jakarta memang memiliki sekolah SD internasional yang diperuntukkan anak Duric bersekolah.
Sebab, kota Palembang belum memiliki sekolah internasional untuk siswa sekolah dasar.

Menurut Manajer SFC Hendri Zainuddin pihaknya hanya menunggu kepastian saja. Sebab pada prinsip manajemen tak lagi terlalu berambisi mendapatkan top skor Liga Singapura ini. Menurut dia setelah melakoni laga perdana lawan PSM Makasar tempo hari, SFC sudah cukup dengan 4 pemain asing.

"Obiora kan belum bergabung. Juga Precious. Tetapi penampilan tim kita sudah lumayan bagus. Artinya untuk kebutuhan striker seperti Duric bisa ditunda, hingga dibukanya transfer window di pertengahan musim. Artinya sambil terut mengikuti kompetisi, kita berusaha mencari striker asing berkualitas," ujar Hendri.

Seperti diketahui Duric sebenarnya diplot sebagai suksesor Ngon A Jam yang hengkang ke Persebaya Surabaya. Sebab dia diproyeksikan untuk mengisi kuota pemain asing Asia yang berjumlah dua orang. Regulasi PT Liga Indonesia musim ini menetapkan setiap klub diperbolehkan diperkuat oleh tiga pemain asing non Asia dan dua pemain asing Asia.
Sejauh ini, SFC baru memenuhi satu kuota pemain Asia yang ditempati oleh Precious Emuejeraye, defender Timnas Singapura. Sedangkan tiga pemain asing non Asia ditempati oleh Keith Kayamba Gumbs (St Kitt And Nevis), Zah Rahan (Liberia) dan Anoure Obiora Richard (Nigeria).
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Risaukan Kedatangan Duric

Selasa, 13 Oktober 2009.
PALEMBANG, KOMPAS.com - Sriwijaya FC risau menanti kedatangan Alexander Duric untuk penandatanganan kontrak. Striker timnas Singapura itu masih ingin meninjau kondisi Palembang sebelum memboyong keluarganya.

Direktur Teknik PT SOM selaku manajemen SFC, Hendri Zainuddin, mengatakan hal tersebut di Palembang, Selasa (13/10). "Kita belum bisa memastikan Duric jadi ke SFC atau tidak, sebelum dia benar-benar datang ke Palembang untuk melakukan penandatanganan kontrak," kata Hendri.

"Beberapa waktu lalu dia mengatakan akan ke Palembang hanya untuk survei sekolah anaknya, dan belum bermaksud tanda tangan kontrak. Tapi, selaku manajemen, kami berharap dia tak menunda-nunda lagi," tambahnya.

Hendri mengatakan, pihaknya menerima kabar dari Riki Nelson, agen Duric, bahw pemain tersebut akan akan tiba di Palembang, Rabu (14/10) esok. Sebelumnya Duric pernah berjanji akan tiba di Palembang pada Senin (11/10) kemarin.

"Kami berharap tidak ada pembatalan lagi karena jika dia telah menandatangani kontrak, secepatnya akan didaftarkan ke Liga Indonesia supaya tidak ada kerisauan lagi," ujar Hendri.

Duric sebelumnya sempat membatalkan niatnya untuk berlabuh bersama "Laskar Wong Kito" hanya beberapa saat setelah sepakat dengan kontrak yang ditawarkan. Pemain kelahiran Serbia itu kemudian mengubah keputusannya dan bahkan rela menurunkan banderol demi bergabung dengan SFC. Top scorer Liga Singapura bersama klub SAAF Singapore itu diproyeksikan untuk mengisi kuota pemain asing Asia yang berjumlah dua orang.

Sejauh ini SFC baru memenuhi satu kuota pemain Asia usai mendatangkan defender Singapura, Precious Emuejeraye. SFC juga sudah merekrut tiga pemain asing non-Asia yakni Keith Kayamba Gumbs (St Kitt-Nevis), Zah Rahan (Liberia), dan Anoure Obiora Richard (Nigeria)
Sumber http://kompas.com

Selanjutnya...
0

Tempat Bergeser, Jadwal SFC Berubah

Senin, 05 Oktober 2009.
Community Shield akhirnya digelar di Stadion Mattoangin, Makassar. Sebelumnya, PT Liga Indonesia lebih dulu merubah jadwal tur Sriwijaya FC di awal Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

Menurut CEO PT Liga, Joko Driyono, penunjukan Makassar telah disesuaikan dengan perubahan ini. Dengan demikian, perjalanan SFC yang akan berhadapan dengan Persipura, 7 Oktober 2009 bakal lebih efisien.

"Jadwal ini akan lebih efisien bagi SFC. Setelah community shield, tidak perlu ke Persiba dulu, melainkan akan langsung berhadapan dengan PSM " kata Joko kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2009.

Setelah berlaga di ajang community shield, SFC memang tidak perlu ke mana-mana. Pasalnya, pasukan Rahmad Darmawan akan berhadapan dengan PSM di tempat yang sama, 11 Oktober 2009. Sedangkan duel kontra Persiba akan digelar 14 Oktober 2009.

Jadwal ini tentu berbeda dengan rilis yang disebar PT Liga sebelumnya. Sebab sebelum berhadapan dengan Juku Eja, SFC harusnya lebih dulu bertandang ke markas Beruang Madu.

Community Shiled merupakan even pembuka kompetisi sepakbola nasional musim 2009/2010. Pertandingan yang mempertemukan jawara Copa Indonesia dan LSI ini akan disiarkan langsung oleh antv pukul 16.30 WITA atau 15.30 WIB. Sebelumnya, even ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun karena kesulitan mendapat izin dari Polda Metro Jaya, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden, duel akhirnya dipindah ke Makassar.

Perubahan Jadwal
11 Oktober 2009
Persiba vs Sriwijaya FC (14 Oktober 2009)
PSM vs Persib (14 Oktober 2009)
14 Oktober 2009
PSM vs Sriwijaya FC (11 Oktober 2009)
Persiba vs Persib (11 Oktober 2009)
Sumber:http://www.laskar-sriwijaya.co.cc/

Selanjutnya...
0

Obiora Dan Precious Batal Tampil Di Community Shield

Keinginan Sriwijaya FC menggunakan tenaga Anaore Obiora Richards dan pemain timnas Singapura Precious Emuejeraye di ajang Community Shield, 7 Oktober mendatang, tampaknya masih sulit terwujud.

Menurut manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin, pihaknya telah berusaha maksimal untuk mendatangkan dua pemain asing tersebut. Karena memang tenaga keduanya dibutuhkan.

Namun demikian, kedua pemain impor itu lanjutnya, masih sulit untuk diajak bergabung dan tampil di laga pembuka Superliga tersebut.

Dikatakan Hendri, sejauh ini pihaknya berharap banyak kepada agen kedua pemain asing itu, Jules Denis Onana. Sayang karena sang agen pun mengaku hingga saat ini belum bisa memastikan kedatangan dua pemainnya tersebut.

"Obiora dan Precisious kemungkinan belum bisa tampil di ajang Community Shield. Sebab kami belum mendapat kepastian dari agen kedua pemain itu," kata Hendri.

Meski begitu tambahnya, kedua pemain tersebut dipastikan tetap akan berbaju Sriwijaya FC di pentas kompetisi musim 2009/10 mendatang, karena sudah melakukan teken kontrak.
Sumber:http://12paz.blogspot.com

Selanjutnya...
0

Cedera, Charis dan Isnan Tetap Ikut ke Makassar

Sriwijaya FC tetap akan membawa Charis Yulianto dan Isnan Ali yang sedang cedera ke Makassar untuk menghadapi pertandingan "Community Shield" pada 7 Oktober nanti.

"Meski dalam keadaan cedera, kami akan tetap membawa Charis dan Isnan Ali karena setelah pertandingan 'Community Shield' itu kami akan langsung melakukan tour pertandingan kompetisi LSI," ujar pelatih Rahmad Darmawan.

Rahmad mengatakan tim SFC akan bertolak ke Makassar pada Senin (5/10) sore. Dari pemain yang mengikuti Pelatnas tim Pra Piala Asia hanya Ferry Rotinsulu yang akan absen karena penjaga gawang ini akan melangsungkan pernikahannya pada 9-10 Oktober nanti.

"Hanya Ferry yang kita berikan cuti karena dia mau menikah. Sedangkan pemain lainnya akan tetap kita bawa sambil memulihkan cedera. Pada 11 Oktober kami akan berhadapan PSM, sedangkan 14 Oktober ke Balikpapan untuk menghadapi Persiba pada pertandingan awal LSI. Jadi setelah pertandingan 'community shield' kami tidak pulang lagi ke Palembang," papar pelatih yang akrab disapa RD ini.

RD sendiri mengaku gembira karena empat pemain SFC yang bergabung di Pelatnas Pra Piala Asia 2011 di Jakarta, diizinkan PSSI untuk dipinjam. Mereka adalah Ponaryo Astaman, Arif Suyono, M Nasuha serta Tony Sucipto dan yang bergabung dalam pelatnas SEA Games (U-23) di Palembang.

"Para pemain ini akan bergabung dengan tim sehari sebelum pertandingan Community Shield," ujar pelatih yang berdinas di TNI AL ini.

Bergabungnya pemain dari Pelatnas langsung ke Makassar ini bersamaan dengan dipercepatnya masa Pelatnas di Sawangan, di mana pelatih kepala Timnas Benny Dollo mempercepat sehari Pelatnas. Benny secara terpisah mengatakan, hari terakhir Pelatnas adalah pada 5 Oktober dari rencana semula 6 Oktober sehinga saling menguntungkan antara Pelatnas dan klub.
Sumber:http://12paz.blogspot.com

Selanjutnya...
0

Hanya Bawa 19 Pemain

Hari Ini Berangkat ke Makassar

PALEMBANG - Hari ini, Senin, (5/10), 19 pemain Sriwijaya FC akan bertolak ke Makasar. Ya, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini akan melakoni dua pertandingan di Stadion Andi Matalatta, Mattoangin Makassar. Yakni, menghadapi Persipura Jaya Pura di Community Shield, dan bertandang ke PSM Makassar pada laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.
“Kami hanya membawa 19 pemain menghadapi dua pertandingan di Makassar nanti. Sedangkan yang lain tidak bisa bergabung, karena cedera dan keperluan lainya yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Wakil Manajer Sriwijaya FC, Djamaluddin.
Pemain yang tidak bisa bergabung ke Makasar, yakni Ambrizal, karena kondisi kesehatan yang belum seratus persen sembuh, Ferry Rotinsulu yang akan melakukan resepsi pernikahan, dan Toni Sucipto yang sedang mengikuti Pelatnas Timnas U-23.
Sementara itu, Isnan Ali dan Charis Yulianto yang cedera tetap akan bergabung ke Makassar. Sedangkan Obiora Ricard dan Precious Emujeraye belum bisa dipastikan bergabung ke Makassar. “Isnan dan Charis tetap ikut ke Makassar. Sebab, kami belum tahu perkembangan kondisi keduanya. Siapa tahu Isnan dan Charis bisa bermain. Sedangkan, untuk Obi dan Precious masih menunggu perkembangan,” lanjut mantan anggota DPRD Banyuasin ini.
Tim besutan Rahmad Darmawan ini rencananya akan bertolak ke Makassar hari ini, pukul 17.30 WIB dan akan kembali ke Palembang, 15 Oktober 2009 nanti. Maklum, tim juara double winner ini akan melakoni tiga pertandingan lansung, yakni 7 Oktober 2009 akan menghadapi Persipura Jayapura, dan tanggal 11 Oktober akan menghadapi PSM Makassar, dan 14 Oktober melawat ke kandang Persiba Balikpapan.

“Usai pertandingan melawan Persiba, kami lansung pulang ke Palembang. Kami juga bersyukur PTLI mengubah jadwal pertandingan kami. Sehingga, kami tidak kelelahan dalam perjalanan,” pungkasnya.
Sumber:http://www.laskar-sriwijaya.co.cc/
Selanjutnya...
0

Sriwijaya-Persipura Bertarung demi Sumbar

JAKARTA, KOMPAS.com - Juara Liga Super Indonesia, Sriwijaya FC dan juara Liga Piala Indonesia, Persipura Jayapura akan bertarung dalam Community Shield yang akan dihelat di Stadion Mattoangin, Makassar, Rabu (7/10). Keuntungan pertandingan akan disumbangkan untuk korban gempa di Sumatra Barat dan sekitarnya.

Direktur Liga Indonesia, Djoko Driyono, di Jakarta, Senin (7/10), menjelaskan, Community Shield ini awalnya tidak sengaja digelar untuk untuk korban gempar. Menurutnya, Liga Indonesia merancang Community Shield untuk semakin menegaskan relasi sosial antara sepak bola dan masyarakat.

"Kami ingin menjadikan Community Shield ini menandai awal semua kompetisi di Indonesia, baik itu Liga Super maupun Piala Indonesia. Kita berharap, ajang ini bisa menjadi dorongan semangat untuk berbuat lebih baik di musim baru, setelah tahun lalu kita banyak menemui kesulitan. Namun, tahun ini kita bisa lebih optimistis karena agenda-agenda politik sudah rampung," ungkapnya.

"Seperti di Inggris, Community Shield juga tidak bertujuan komersil, melainkan sosial. Bentuknya bisa macam-macam. Bisa Youth Development atau lainnya. Kita sebetulnya punya agenda memanfaatkan keuntungan untuk kegiatan semacam itu. Namun, karena ada bencana yang sifatnya nasional, kami menilai itu harus menjadi prioritas. Tetapi, kami tidak menyiapkan acara ini karena ada gempa. Ajang ini sudah kami rancang sejak lama," lanjutnya.

Menurut Djoko, total anggaran perhelatan ini mencapai Rp 400 juta. Semua keuntungan, setelah dipotong biaya pelaksanaan, seluruhnya akan diserahkan kepada korban gempa. "Seandainya tidak ada keuntungan pun, Liga Indonesia sudah lebih dulu memberikan sumbangan Rp 25 juta. Tolong jangan dilihat nilainya. Kami hanya ingin menunjukkan, kami sungguh-sungguh ingin meringankan saudara-saudara kita yang menjadi korban," terangnya.

Mengenai teknik pelaksanaan, Djoko menjelaskan, pertandingan akan dibagi dalam dua babak masing-masing 45 menit. Bila setelah 90 menit kedua kubu bermain imbang, duel akan langsung dilanjutkan dengan adu penalti. (*)
Sumber://kompas.com
Selanjutnya...
0

Berharap Statistika

Jelang Comunnity Shield 1

PALEMBANG - Comunnity Shield (CS), Rabu (7/10) di Makassar, memang menguntungkan Persipura Jayapura. Sriwijaya yang “dirugikan”. Sebab, Stadion Andi Mattalata—tempat duel berlangsung— bukan tempat netral. Tapi, adalah home base tim berjuluk Mutiara Hitam. Kans meraih juara CS juga besar bagi skuadra Jacksen Tiago—coach Persipura. Perbandingannya bisa 60% : 40 % untuk mereka (versi koran ini). Prediksi tentu berdasarkan fakta di lapangan. Sebab, Sriwijaya tidak full power. Tiga asing, bakal tidak tampil. Yaitu Precious Emuejeraye, Obiora Richard, dan Alexandar Duric (belum tanda tangan kontrak).Tiga punggawa timnas pun bakal ada yang absen. Yaitu Ferry Rotinsulu (menikah), Charis Yulianto (cedera paha), dan Ambrizal (demam berdarah). Sementara, Persipura lebih untung. Mereka punya 4 asing. Yaitu Alberto ”Beto” Goncalves, Victor Igbonefo, Pio Pauline, dan Matthew ”Matt” Mayora. Itu belum ditambah talenta asli Papua. Misalnya Boaz Sollssa, Edward Ivak Dalam, Ortisan ”Sajojo” Solossa, Ian Kabes, dan Erol FX Iba.

”Tidak diunggulkan justru membuat kami terpacu. Meski berat, tapi kami tidak mau melewatkan Comunnity Shield begitu saja,” ungkap manajer Sriwijaya, Hendri Zainuddin, kemarin (5/10).
Persipura justru lebih serius untuk jadi juara. Buktinya, mereka ”nekat” memutuskan tidak mengirimkan pemain ke timnas. Mereka tak hanya melarang pemain timnas senior -Ricardo Salampessy dan Boaz Solossa- terbang ke Jakarta. Tapi juga pemain U-23 proyeksi SEA Games XXV/2009 Laos, Immanuel Wanggai dan Stevie Bonsapia.
Satu yang meyakinkan, Persipura sudah menggondol trofi Keraton Cup 2009. Itu setelah mengalahkan Persiba Balikpapan 1-0 pada final di Stadion Magiwoharjo (5/10). Gol semata wayang Persipura diciptakan Beto menit ke-52.
“Itu sudah keputusan manajemen. Masih ada program latihan yang tidak bisa ditinggalkan pemain," ujar asisten manajer Persipura, Anthon T Imbenai seperti dilansir JPNN.
Tapi, ada juga yang memprediksi imbang. Salah satunya bursa taruhan versi Soccer. Perbandingannya 1 (30%) x (40%) 2 (30%). Kans serinya (2x45 menit) lebih besar, yaitu 40 persen. Sebab, kedua tim sama-sama terpacu untuk mencetak sejarah.
Maklum, Community Shield 2009 kali pertama digelar. Pemenangnya, tentu akan menjadi bagian sejarah. Sriwijaya, belum puas hanya menorehkan satu sejarah sebagai tim double winners 2007.
”Kami akan cetak sejarah kedua dengan meraih trofi Community Shield,” pungkas pria kelahiran Palembang, 11 September 1973.
Sriwijaya punya modal besar. Sulit untuk disamai Persipura (saat ini). Yaitu unggul head to head. Dari 11 kali sua, tim berjuluk Laskar Wong Kito menang 5 kali. Sementara, Persipura 2. Artinya, skuadra Rahmad Darmawan bisa datang ke Makassar dengan ”sedikit” membusungkan dada.
Ada fakta lain yang juga menjadi modal Sriwijaya. Yaitu soal produktivitas. Tapi, musim 2007 lalu saat menjadi double winner. Statistika umum, Sriwijaya menorehkan 1,72 gol per caps. Sementara, Persipura hanya 1,63.
Rekor home pun, Sriwijaya unggul. Yaitu 2,33 gol per caps. Persipura hanya 2,24. Rekor away pun, Sriwijaya unggul. Yaitu 1 gol per caps. Sementara, Persipura 0,08 gol per caps.
Tapi, Sriwijaya kalah telak di edisi 2008/09. Di liga, Sriwijaya peringkat ke-5, sementara Persipura juara. Namun di Copa, Sriwijaya juara, Persipura runner up. Statistika liga 2008/09, Persipura menang telak.
Bisa dilihat dari torehan kemenangan tim. Sriwijaya hanya 15 kali menang, sementara Persipura 25. Paling kentara, torehan gol. Persipura meraup 81 gol, Sriwijaya 60 gol.
Persipura kebobolan hanya 25 gol (paling sedikit), Sriwijaya justru 45 gol (terbanyak ke-8). “Statistika tidak akan banyak membantu. Tapi, itu bisa dijadikan semangat. Kami, sudah 5 kali menang. Kami lebih unggul 2 kali menang,” tegas Rahmad Darmawan. (mg2)

Head to head
28/6/09 : Sriwijaya v Persipura : 4-0 (final CDSSI IV 2008/09)
10/6/09 : Persipura v Sriwijaya : 4-1 (putaran 2 DISL I 2008/09)
12/7/08 : Sriwijaya v Persipura : 2-2 (putaran 1 DISL I 2008/09)
13/1/08 : Persipura v Sriwijaya : 1-4 (final CDSSI III 2007)
26/9/04 : Persijatim/Sriwijaya v Persipura : 1-0 (putaran 2 LDI X 2004)
17/1/04 : Persipura v Persijatim/Sriwijaya : 1-1 (putaran 1 LDI X 2004)
20/8/03 : Solo FC/Sriwijaya v Persipura : 1-0 (putaran 2 LDI IX 2003)
26/3/03 : Persipura v Solo FC/Sriwijaya : 1-3 (putaran 1 LDI IX 2003)
5/5/02 : Persipura v Persijatim/Sriwijaya : 2-1 (putaran 2 LDI VIII 2002)
2/3/02 : Persijatim/Sriwijaya v Persipura : 3-3 (putaran 1 LDI VIII 2002)

SFC memang : 5
Persipura menang : 2
Seri : 3

Sumber:http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |