0

Samsul Arif Dan Rudi Widodo Segera Bergabung Dengan Sriwijaya FC

Jumat, 31 Desember 2010.
Amunisi baru akan segera didatangkan manajemen Sriwijaya FC untuk memperbaiki lini depan.

Mantan pemain pemain Persibo Bojonegoro, Samsul Arif dan Rudi Widodo, akan menjadi kekuatan baru Laskar Wong Kito pada laga lanjutan Superliga musim ini.

Manajemen klub mengaku telah menemukan kesepakatan nilai kontrak kerja dengan kedua pemain itu, sehingga dapat direkrut dalam waktu dekat.

"SFC sudah sepakat soal harga dengan Syamsul dan Rudi. Harga keduanya berkisar antara Rp 400 juta-500 juta hingga akhir musim," kata presiden klub H Dodi Reza Alex kepada GOAL.com Indonesia di Palembang, Jumat (31/12).

Menurut Dodi, manajemen klub akan segera mendatangkan kedua pemain itu, supaya dapat diturunkan saat menghadapi Persib Bandung di Palembang, Minggu (2/1).

"Saat ini manajemen SFC sedang mengurus masalah administrasi kedua pemain itu. Jika sudah selesai, keduanya akan segera datang ke Palembang," ujar dia.

Dia menerangkan, mundurnya Persibo dari kompetisi Superliga Indonesia membuat kedua pemain itu dianggap tidak memiliki klub oleh pihak PT Liga Indonesia, otoritas penanggungjawab kompetisi Superliga.

"Karena dipandang tidak memiliki klub maka Samsul dan Rudi dalam keadaan bebas dan dapat direkrut oleh klub manapun. Sehingga keduanya dapat langsung diturunkan saat menghadapi Persib nanti," kata putra sulung Gubernur Sumatera Selatan ini.

Sementara itu, pelatih Ivan Kolev menyambut gembira keberhasilan manajemen menemukan kesepakatan dengan kedua pemain itu.

"SFC memang membutuhkan penyerang untuk menambah daya gedor SFC. Saya berharap keduanya dapat segera bergabung," ujar dia
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Thierry dan Arif Absen

Rabu, 29 Desember 2010.
Kekuatan Sriwijaya FC bakal pincang saat jalani laga perdana paska jeda dua bulan kompetisi melawan Persib Bandung. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bakal kehilangan dua pilar terbaiknya, yakni Thierry Gathuessi dan Arif Suyono.
“Kami sudah menerima surat resminya soal larangan bermain dari PT Liga Indonesia. Kami juga mendapat info jumlah denda yang harus dibayar,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid, kemarin (28/12).
Thiery Gatuessi sendiri tak bisa diturunkan lantaran mendapat akumulasi kartu setelah mengantongi kartu merah saat melawan Persija Jakarta, (3/12) lalu. Sedangkan Arif Suyono harus absen lantaran mendapat akumulasi kartu kuning saat melawan PSPS Pekanbaru (27/11) dan Persija Jakarta (3/12) lalu.
Kehilangan dua pilar terbaik ini bakal menjadi momok bagi tim juara double winner 2007 itu. Sebab, lini belakang bakal keropos sepeninggal Thierry Gathuessi. Ini setelah Sriwijaya tinggal menyisakan satu defender tangguh, Claudiano Alves Do Santos.
Meski ada beberapa pemain pelapis yang siap tampil, seperti Ahmad Jufriyanto dan Rahmat Latief maupun Gunawan Dwi Cahyo itu belum menjadi jaminan. Pasalnya, kualitas beberapa pemain muda tersebut masih di bawah Thierry.
Begitu juga dengan lini serang. Absenya Arif Suyono bakal menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi coach Ivan Kolev untuk mencari racikan baru. Sebab, Arif sendiri merupakan salah satu pemain sayap yang produktif.
Gaya permainannya yang mobile dan lincah selalu mengacak-acak lini pertahanan lawan. Tak jarang, pemain asal Batu, Malang itu juga menciptakan gol. Ini di buktikan saat pemain berjersey nomor 14 itu bermain di Timnas dengan koleksi 2 gol.
Selain itu, tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu juga harus membayar denda sebesar Rp7 juta. Yakni, Rp3 juta untuk denda akumulasi kartu Arif Suyono dan Rp4 juta untuk Thierry. “Sesudah melawan Persib nanti, baru akan kami bayar denda akumulasi kartu itu,” tambahnya.
Sementara, di kubu Persib Bandung sendiri bakal kehilangan defender, Maman Abdulrahman. Pilar Timnas itu harus absen lantaran mendapat dua kartu kuning, yakni melawan PSPS Pekanbaru (2/11) dan Deltras Sidoarjo (2/10) lalu. “Keputusan ini kami dapatkan setelah mendapat surat resmi dari PT Liga bernomor 040/NLB-ISL/XII/2010,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Gol Rifky Menangkan SFC

Sabtu, 18 Desember 2010.
PALEMBANG--Pertandingan ujicoba Sriwijaya FC versus African Selection di Stadion Soemantri Brojonegoro Kuningan Jakarta, Sabtu (18/12) berakhir dengan 1-0. Gol tunggal Laskar Wong Kito dicetak M Rifky menit 42.
Dalam laga ini, pelatih Ivan Kolev yang hendak mematenkan pola 4-3-3 dan 4-4-2 dengan menurunkan duet Park Jung Hwan dan M Rifky di depan. Sementara di kiri dan kanan di pasang Mahayadi Pangabean dan Rendy Siregar.
Sejak pertandingan dimulai duet Park Jung Hwan dan M Rifky, pelatih Ivan Kolev menginstruksikan anak asuhnya untuk terus menyerang dalam ujicoba lawan African Selection di Stadion Soemantri Brojonegoro, Sabtu (18/12).
Menghadapi pemain-pemain asal benua Afrika, anak asuh Ivan Kolev harus bekerja keras. Sebab para pemain asuhan Michael Babouaken ini, tampil agresif dengan teknik di atas rata-rata.
Namun para pemain SFC tidak kenal lelah, melalui pergerakan Ade Suhendra terjadi pelanggaran di depan kotak penalti. Ade kemudian mengambil tendangan bebas dan mengirim tendangan jauh kepada M Rifky. Selanjutnya mantan bintang sinetron ini sukses mencetak gol di menit ke-42. Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Ivan Kolev mulai mengganti beberapa pemainnya termasuk menurunkan semua pemain cadangannya diantaranya Yong Jie Mu dan Jeki Arisandi. Masuknya tenaga baru ini, membuat serangan-serangan Laskar Wong Kito lebih hidup. Beberapa peluang didapatkan Park, M Rifky, Ade Suhendra maupun Mahyadi Pangabean, namun ketatnya pertahanan African Selection yang tampil disipilin membuat anak-anak Laskar Wong Kito tidak mampu menambah gol, hingga pertandingan berakhir kedudukan bertahan 1-0 untuk Park cs.
Usai pertandinan Pelatih Ivan Kolev mengatakan, ujicoba ini merupakan persiapan tim untuk menghadapi Persib Bandung 2 Januari mendatang. Menurut dia, selalu ada peningkatan yang cukup bagus dalam setiap ujicoba."Saya tidak melihat hasil dalam ujicoba ini, tetapi lebih kepada peningkatan pemain secara individu dan kerjasama tim," urainya.
Menurut Kolev, usai ujicoba ini masih ada dua ujicoba lagi yang harus dijalani anak asuhnya sebagai pemantapan tim dan pemilihan para pemain untuk menghadapi laga berat di Liga Super Indonesia (ISL).
"Kami harus membiasakan diri bermain tanpa pemain utama dan hal itu sudah kita lakukan dalam 6 pertandingan terakhir SFC," ungkap Kolev.
Ditambahkan M Siswandi setelah ujicoba ini masih dua ujicoba yakni lawan UMJ Jakarta, Selasa (21/12) dan melawan Persipasi Jumat (24/12).
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Tanpa Delapan Pilar

Selasa, 14 Desember 2010.
Hari ini 15 desember 2010 uji coba SFC vs PERSIJA.

Coach Ivan Venkov Kolev tetap optimistis menghadapi Persija Jakarta pada laga uji coba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring 15 Desember nanti. Meskipun tim berjuluk Laskar Wong Kito sendiri dipastikan pincang. Pasalnya, delapan pilarnya kemungkinan besar absen.
Lima pemain memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia diajang Piala AFF 2010 sebut saja Firman Utina, Oktovianus Maniani, M Ridwan, Arif Suyono dan Ferry Rotinsulu. Dan tiga pemain masih dalam proses pemulihan paska cedera mereka adalah Park Jung-Hwan, Claudiano Alves Dos Santos dan Budi Sudarsono.
“Sebenarnya kami tidak memasang target apa-apa pada pertandingan persahabatan nanti. Demi sebuah gensi meski tanpa “muka asli” kami tetap harus bermain maksimal dan meraih hasil terbaik,” ujar Kolev sapaan akrabnya kepada Sumatera Ekspres kemarin, (13/12).
Pelatih asal Sofia Bulgaria itu melanjutkan, selain gengsi laga ini akan sangat menguntungkan. Kedua kesebelasan akan bisa bereksplorasi pola, strategi dan tak ketinggalan komposisi pemain. Kolev manambahkan laga friendly tersebut akan menjadi ujian sebenarnya dan akan menjadi barometer tim double winner edisi 2007 itu selama recovery.
“Pada uji coba kali ini kami bisa memperbaiki, meningkatkan kerjasama dan kolektivitas tim. Sebab, selama berlatih kami hanya dapat memberikan materi fisik, teknik dan strategi saja,” tambah eks pelatih Persipura dan Persija Jakarta ini.
Pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia ini, mengaku tidak akan mengangap remeh kekuatan tim Macan Kemayoran (sebutan Persija). Meskipun mereka bakal bertindak sebagai tim tamu dan tidak akan diperkuat oleh lima pemain andalannya. Tiga bersama tim Garuda (julukan timnas Indonesia) yakni Bambang Pamungkas, Tony Sucipto dan M Nasuha serta dua pemain asing yang masih belum bergabung yaitu Agu Casmir dan Eric Arsène Bayemi Maemble. “Kami tahu Persija tim yang bagus. Mereka tidak akan bergantung dengan pemain-pemainnya yang absen. Mereka bisa memberikan kejutan kalau kami tidak waspada,” tukasnya.
Sementara itu tactitian Persija Rahmad Darmawan mengaku betapa pentingnya uji coba ini. Pelatih yang beken disapa RD itu, memaknai laga tersebut sebagai persiapan awal menghadapi laga lanjutan Indonesia Super League (ISL). Mengingat, Persija bakal bermain away terlebih dulu. Yakni menyambangi Bontang FC (2/1/2011) dan Persisam (6/1/11) mendatang.
Sedangkan masih kata pria yang gemar memakai topi ini, Sriwijaya akan melanjudkan kompetisi dengan bermain home yakni menghadapi Persib (2/1/11), Persijab (5/1/11) dan Persibo (8/1/11). ”Oleh karena itu, kami tetap akan meraih hasil maksimal pada laga itu. Tidak ada istilah pemain pelapis buat kami. Semua pemain (19 pemain, red) akan saya turunkan,” tukas prian asa Metro Lampung ini
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

Kayamba: Lawan Persija Seperti Reuni

Senin, 13 Desember 2010.
Kapten Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs mengatakan, laga uji coba melawan Persija di Palembang, Rabu (15/12), seperti reuni baginya.

"Ada sekitar delapan pemain SFC musim lalu, saat ini bermain di Persija. Termasuk pelatih Rahmad Darmawan juga berpindah ke sana. Ajang uji coba nanti tak sekadar pertandingan uji coba buat saya, tapi seperti ajang reuni," kata Kayamba di Palembang, Senin.

Delapan pemain SFC yang saat ini memperkuat tim asal ibu kota itu, di antaranya, Hendro Kartiko, Oktavianus, Andretany, AA Ngurah Wahyu, Ambrizal, Precious Emuerejaye.

Kemudian, dua pemain lagi, yakni Tony Sucipto dan M Nasuha yang saat ini memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010.

"Saya bisa bertemu dengan teman-teman lama saya, kecuali Tony dan Nasuha yang terpaksa tidak ikut uji coba karena memperkuat timnas," ujar dia.

Kayamba mengungkapkan, meskipun tidak berada dalam satu klub lagi, tetapi tetap menjalin komunikasi dengan beberapa mantan pemain SFC.

"Terkadang saya masih suka berkomunikasi dengan Rahmad Darmawan, dan beberapa mantan pemain SFC melalui telepon," kata dia.

Menurut Kayamba, kebersamaan selama beberapa musim tidak dapat dilupakan begitu saja. Apalagi, dalam masa itu meraih beberapa gelar, seperti tiga gelar Piala Indonesia, dan satu gelar Liga Indonesia.

"Kenangan mengangkat trofi bersama tidak akan saya lupakan. Para pemain SFC saat ini, demikian bekerja keras dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan gelar juara," ujar dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Kolev Diam-Diam Depak Putra Daerah Sumsel

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev ternyata diam-diam telah memulangkan pesepak bola putra daerah Sumatera Selatan Muhammad Alfan sejak sepekan lalu. Kolev di Palembang, Sabtu, mengakui sengaja tidak mempublikasikannya karena tidak mau melukai pencinta SFC yang berharap putra daerah lebih diberikan tempat dalam tim.

"Memang benar saya telah memulangkan Alfan. Saya terpaksa melakukan itu, karena Alfan memang belum bisa bermain pada level Superliga Indonesia," kata pelatih asal Bulgaria ini.

Menurut dia, dari segi teknik dan mental, Alfan masih jauh tertinggal dibandingkan pemain lain. Apalagi, posisinya sebagai seorang penyerang yang harus bersaing dengan Keith Kayamba Gumbs, Oktavianus Maniani, dan Budi Sudarsono.

"Sulit saya jabarkan, tapi yang jelas, memang kelas dia masih sangat jauh dibandingkan pemain lain, baik dalam hal teknik, fisik, taktik, visi bermain dan mental," kata mantan pelatih timnas Indonesia tahun 2007 ini

Kolev pun membantah, jika pemecatan Alfan ini tanpa melalui suatu proses.

"Pada beberapa kali uji coba, saya sudah memberikan Alfan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. Tapi, hal itu tidak mampu mendongkrak kwalitasnya, jadi terpaksa saya bicara ke manajemen untuk memulangkan dia," ujar dia.

Keadaan itu berbeda dengan Jeki Arisandi (pemain SFC putra daerah Sumsel lainnya), yang menurut Kolev posisinya masih aman.

"Untuk Jeki, saya masih mempertahankannya. Jadi tidak ada masalah sementara ini," kata dia.

Alfan dan Jeki adalah dua pesepak bola putra daerah Sumsel yang memperkuat SFC musim ini.

Keduanya masuk dalam skuat SFC setelah melewati seleksi bersama 338 pesepakbola lainnya pada awal Agustus lalu. Kolev hanya meloloskan dua orang karena menilai kwalitas pesepak bola Sumsel masih jauh dari standar yang diharapkannya
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Semen Padang Batalkan Ujicoba Lawan SFC

Minggu, 05 Desember 2010.
Tim penghuni papan atas klasemen Liga Super Indonesia (ISL) tiba-tiba membatalkan rencana ujicoba sekaligus laga amal lawan Sriwijaya FC di Padang, Sabtu (18/12) mendatang.
"Kami sudah menerima konfirmasi dari pihak Seman Padang bahwa laga amal itu dibatalkan. Sebab menurut mereka waktu penyelenggaraannya tidak memungkinkan dengan jadwal pertandingan ISL," jelas Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainudin, Minggu (5/12).
Menurut Hendri pembatalan laga ujicoba ini membuat pihaknya harus berdiskusi ulang dengan pelatih Ivan Kolev. Sebab harus ada laga pengganti, mengingat SFC membutuhkan dua laga ujicoba untuk pemantapan tim sebagai persiapan menghadapi Persib Bandung pada 2 Januari 2011 mendatang."Kami harus mencari alternatif pengganti dan hal ini akan didiskusikan dengan Kolev," ujarnya.
Sementara itu, laga ujicoba lawan Persija Jakarta pada Rabu (15/12) dipastikan akan digelar di Stadion Gelora Jakabaring."Untuk ujicoba lawan Persija sudah positif dan Persija akan tiba di Palembang 13 Desember nanti," ujar Hendri.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya dan Persija Akan Tampilkan Kekuatan Penuh

Sriwijaya FC dan Persija akan menampilkan kekuatan penuh pada laga uji coba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (15/12), kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin.

"Meskipun laga ini adalah laga uji coba, tapi kedua tim sudah berjanji akan menurunkan kekuatan penuh. Hanya saja, beberapa pemain timnas dipastikan tidak dapat diturunkan karena harus berlaga di Piala AFF," ujar Hendri di Palembang, Minggu.

Menurut dia, pelatih Persija Rahmad Darmawan telah menjanjikan hal itu, dan membuktikannya dengan memboyong semua pemain Persija.

"Rahmad berjanji akan mendatangkan semua pemainnya pada uji coba nanti. Rencananya mereka akan tiba di Palembang pada 13 Desember dengan membawa 30 pemain dan ofisial," kata dia.

Dia menyebutkan, diantaranya pemain yang bakal dibawa Rahmad adalah lima pemain asing, Greg Nwokolo, Precious Emuejeraye, Eric Bayei Maemble, Oliver Makor, dan Agus Casmir.

Sementara, SFC dipastikan juga menurunkan pemain terbaik, seperti dikatakan pelatih Ivan Kolev.

"Laga melawan Persija adalah kesempatan saya untuk mematangkan tim untuk menghadapi Persib Bandung pada 2 Januari nanti. Jika pada beberapa uji coba sebelumnya menurunkan semua pemain, maka lawan Persija akan lebih kepada pemain "starting eleven"," ujar dia.

Menurut dia, hal itu dilakukannya karena Persija dinilai merupakan lawan uji coba yang cukup sepadan dibandingkan dua tim sebelumnya yakni melawan PS AD dan Persime Muaraenim.

"Meskipun laga melawan Persija adalah laga uji coba, tapi saya sangat menseriusinya. Saya mempersiapkan tim secara matang untuk menghadapi Persija nanti," kata dia
Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Lolos Playoff LCA, Pemain SFC Dapat Bonus

Manajemen Sriwijaya FC menjanjikan bonus berlipat kepada para pemain jika berhasil lolos pada babak "playoff" Liga Champions Asia 2011, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin.

"Kami ingin tim berlaga di LCA, untuk itu kami akan memotivasi pemain dengan bonus yang lebih dari biasanya jika berhasil menembus babak playoff," kata Hendri di Palembang, Jumat.

Namun, terkait dengan besaran bonus itu, Hendri enggan menerangkan secara detail.

"Yang jelas, akan lebih dari biasanya. Jika setiap menang pada pertandingan Liga Super mendapatkan bonus Rp80 juta, maka jika lolos playoff LCA akan lebih besar dari itu. Bisa jadi, naik beberapa kali lipat," ujar dia.

Menurut dia, pemberian bonus yang terbilang besar kepada "Laskar Wong Kito" merupakan hal yang wajar, mengingat untuk lolos babak playoff membutuhkan perjuangan keras.

Apalagi peluang menjadi tuan rumah babak playoff terbilang kecil, karena pertandingan tidak menggunakan sistem kandang-tandang seperti tahun sebelumnya.

"Yang terpilih menjadi tuan rumah babak playoff adalah tim yang memenangkan undian. Jadi, laga kandang dan tandang akan dilakukan di satu tempat," ujar dia.

Selain itu, dia menambahkan, sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem "knock out" atau tim yang kalah akan langsung gugur.

"Jadi tidak menggunakan sistem home (kandang) dan away (tandang) dengan melihat agregat dan selisih gol. Jika kalah pada satu pertandingan, maka akan langsung gugur," kata dia.

Menurut anggota DPRD Sumsel ini, selain peluang tuan rumah sangat kecil karena berdasarkan undian, semua lawan yang dihadapi juga sangat berat.

Di antaranya, Al Ittihad (juara AFC Cup) musim 2009/2010 dan Muang Thong United (semifinalis AFC Cup) musim lalu. Kemudian, juara Liga India Dempo SC, juara Liga Uni Emirat Arab Al-Ain, juara Liga Qatar Al Saad.

"Selaku manajemen kami berperan maksimal untuk membuat pemain enjoy dan fokus menghadapi pertandingan di LCA. Meningkatkan motivasi pemain melalui pemberian bonus, merupakan salah satu usaha kami," ujar dia.

Penentuan tempat pertandingan babak playoff akan ditetapkan pada drawing LCA di Malaysia, 7 Desember 2010.

Sriwijaya FC mewakili Indonesia pada babak playoff LCA 2011 karena menjadi juara Piala Indonesia 2010, sementara Arema FC yang menjadi juara Liga Super 2010 secara otomatis mendapatkan tiket berlaga di LCA tanpa melalui babak playoff.

"SFC berusaha maksimal berlaga di LCA, karena diakui ajang ini lebih bergengsi dibandingkan AFC Cup. Tapi, jika tidak lolos, maka tim akan tampil maksimal di AFC Cup. Yang penting, SFC tetap berlaga di ajang tingkat regional seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

SFC dan Semen Padang Gelar Laga Amal

Selasa, 30 November 2010.
Sriwijaya FC dan Persatuan Sepak Bola Semen Padang akan menggelar laga amal untuk korban bencana alam Kepulauan Mentawai, di Stadion Agus Salim, Padang, 18 Desember 2010, kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex.

"PS Semen Padang yang mengundang karena merasa SFC adalah sama-sama klub Liga Super yang berasal dari Pulau Sumatera," kata Dodi di Palembang, Selasa.

Menurut dia, manajemen klub sangat menyambut baik ajakan itu karena bertujuan untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai (Padang).

"Sebelumnya, SFC telah membuka posko bantuan untuk korban bencana alam yang terjadi di Papua, Yogyakarta, dan Padang. Kali ini, SFC akan menunjukkan wujud nyata simpati yang lain, yakni dengan melakukan laga amal," ujar dia.

Dia menambahkan, meskipun laga itu adalah laga amal, tapi akan sangat bermanfaat bagi kedua tim.

"PS Semen Padang dan SFC sama-sama kontestan Liga Super, tentunya pertemuan pada laga amal nanti akan sangat bermanfaat untuk saling mengukur kekuatan. Apalagi, kedua tim belum bertemu pada musim kompetisi ini," kata dia.

Menurut dia, PS Semen Padang adalah lawan uji coba yang cukup sepadan bagi SFC karena bercokol pada peringkat empat klasemen sementara Liga Super Indonesia dengan raihan 17 poin.

Sementara itu, SFC masih terdampar di peringkat 11 dengan torehan 10 poin.

"Manajemen SFC konsentrasi dalam menggelar beragam uji coba untuk mengisi kekosongan jadwal kompetisi Liga Super Indonesia hingga awal Januari nanti. Kami pun membidik klub lain untuk dijadikan lawan uji coba selain PS Semen Padang," ujar dia.
Selanjutnya...
0

Tanpa Persiapan Khusus

Sabtu, 27 November 2010.
Sriwijaya FC tanpa persiapan khusus menghadapi Persime Muara Enim pada laga uji coba di Stadion Utama Sekundang Bara, Muara Enim (30/11) nanti. Tim berjuluk Laskar Wong Kito juga tidak mematok target apa pun kecuali bisa bermain dengan lepas. Bahkan head coach Ivan Venkov Kolev menyebut laga persahabatan itu nantinya hanya akan menjadi ajang hiburan semata. Oleh karena itu, dia berharap tidak ada pemain yang termakan korban cedera. ”Mungkin hanya bermain dengan happy,” kata Kolev kepada Sumatera Ekspres semalam (26/11).
Meski begitu kata pelatih asal Sofia Bulgaria ini, timnya tetap tidak main asal-asalan. Bahkan dirinya berencana untuk menurunkan kekuatan penuh. Tidak terkecuali lima pemain asingnya seperti Keith Kayamba Gumbs, Claudiano Alves Dos Santos, Thierry Gathuessy, Yong Jie-Mu dan Park Jung-Hwan. Bahkan dia juga berencana untuk menurunkan pemain seleksi asal Australia, Milorad Simonovic.
”Bisa saja kami bawa seluruh pemain. Namun, kami harus lihat situasinya terlebih dahulu. Pemain yang cedera kemungkinan tidak akan kami paksakan untuk turun. Yang pasti minus lima pemain yang bergabung ke tim nasional (timnas) Indoneia,” tambah pria kelahiran 14 Juli 1957 itu.
“Teknisnya bisa saja kita turunkan komposisi pemain dua sesi. Sesi pertama pemain inti pada babak kedua gantian pemain pelapis,” sambung dia.
Kolev mengaku uji coba memang sangat penting buat anak asuhnya saat jeda kompetisi yang lumayan panjang hingga dua bulan. Bukan apa saat ini, Park Jung-Hwan dan kawan-kawan seperti kehilangan peforma terbaiknya. Itu bisa dilihat kala tim double winner edisi 2007 ini, menjalani laga uji coba kontra PS AD (25/11) lalu, mereka harus menuai hasil buruk setelah hanya bermain imbang 1-1 (1-1).
Sementara itu, punggawa Persime Muara Enim sangat antusias menanti kedatangan skuad Sriwijaya FC. Mereka mengangap uji coba yang bakal digelar di Stadion Utama Sekundang Bara (30/11) nanti, bakal menjadi kesempatan langka. Oleh karena itu, Adi Nurwandani dan kawan-kawan bersiap diri semaksimal mungkin dengan mengelar latian setiap hari.
“Anak-anak seperti sudah tidak sabar lagi. Mereka cukup penasaran dan selalu bertanya-tanya,” kata Handono, Kepala Bidang Olahraga Dispora Muara Enim saat dikonfirmasi Sumatera Ekspres semalam (26/11).
Lanjut dia, anak buahnya menyebut skuadra Ivan Venkov Kolev bakal menjadi tamu agung di Bumi Serasan Sekundang (sebutan Muara Enim). Oleh karena itu mereka tidak ingin mengecewakan masyarakat Muara Enim. “Kalau diibaratkan Persime dan Sriwijaya mungkin bak semut dengan gajah. Jadi sulit bagi kami untuk bisa meraih kemenangan. Namun, kami tidak menyerah begitu saja,” tambah pria yang pernah melatih Persimuba tersebut.
Ditambahkan dia 24 pemain yang ada terbilang pemain muda terbaik Muara Enim. Mengingat mereka terjaring dari kompetisi yang sangat ketat. Yakni Liga Serasan yang diikuti oleh sekitar 360 klub yang ada di kabupaten itu. Di antaranya Febri, Deri, Angga, Adi dan Kadhafi. ”Rata-rata pemain berusia di bawah 21 tahun. Tapi sebagian besar mereka memiliki talenta yang luar biasa jadi punya potensi untuk menjadi pemain besar,” tambah dia. (mg42)

Sumber http://sumeks.c.id
Selanjutnya...
0

Pasca Libur, Kondisi Fisik Pemain Sriwijaya FC Drop

Jumat, 19 November 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev harus berkerja extra keras untuk mengembalikan kondisi fisik skuad besutannya.

Libur kurang lebih sepuluh hari, 3-14 November 2010, ternyata membuat kondisi fisik Ponaryo cs menjadi drop.

Kolev mengatakan hal itu, setelah melakukan serangkaian tes fisik pada latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (16/11).

"Hampir seluruh pemain mengalami penurunan kondisi fisik setelah libur. Hanya beberapa orang yang masih di atas standar," kata Kolev.

Meski tak mau menyebutkan nama pemain itu, tapi dia memastikan pemain akan dapat mempertahankan kondisi fisik karena tetap berlatih selama libur.

"Saya sempat berpesan kepada pemain untuk tetap menjaga kondisi fisik dengan setidaknya berlatih ringan seperti jogging atau fitness. Tapi, kenyataanya hanya beberapa pemain yang melakukannya," ujar dia.

Akibatnya Kolev harus bekerja keras dalam beberapa hari ke depan untuk mengembalikan kondisi fisik pemainnya itu. Tapi, beruntung bagi Kolev karena memiliki waktu hingga awal Januari 2010, karena laga berikutnya akan digelar 2 Januari 2010, dengan menjamu Persib Bandung.

"Saya berharap kondisi fisik tidak terlalu drop agar kami mudah mengembalikan stamina. Tapi, jika sudah seperti ini, maka pemain harus siap-siap mendapatkan porsi latihan lebih," kata dia.

Kolev pun mengakui sebagai pelatih dirinya sangat berkonsentrasi dengan kualitas fisik seorang pemain.

"Bagi saya, kemampuan fisik adalah hal vital dari seorang pemain bola. Jika fisiknya baik, maka pemain itu akan memiliki kecepatan, kelincahan, dan daya tahan," ujar dia.

Selain menambah intensitas latihan, Kolev juga meminta pemain untuk banyak makan makanan bergizi agar memiliki tenaga lebih
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Kayamba Ingin Pensiun di Sriwijaya FC

Penyerang Sriwijaya Football Club Keith Kayamba Gumbs mengatakan ingin mengakhiri karir sebagai pesepak bola profesional bersama klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu.

"Saya sudah merasa nyaman di SFC, dan berniat mengakhiri karir di sini saja. Saya tidak ingin berpindah klub lagi," kata Kayamba di Palembang, Jumat.

Dia menerangkan, keinginannya itu dilatari oleh dukungan sang istri tercinta, Lauren Gumbs.

"Istri saya merasa nyaman tinggal di Palembang. Dia pun setuju dengan pilihan saya tetap bertahan di SFC. Saya akan tetap bersama SFC, kecuali tim ini tidak membutuhkan saya lagi," ujar pemain yang memperkuat SFC sejak tiga tahun lalu.

Kayamba merasa bukan saatnya untuk berpindah-pindah klub, terlebih usianya telah memasuki 38 tahun.

"Saya akui untuk berpetualang ke klub-klub Eropa dirasa tidak mungkin lagi, karena usia saya dipandang sudah tua dan tidak dapat bersaing dengan pesepak bola muda lainnya. Sehingga, bermain di Liga Indonesia adalah suatu pilihan yang paling tepat buat saya," kata pesepak bola kelahiran St Kitts & Nevis, 11 September 1972 ini.

Meskipun tidak berusia muda lagi, tapi Kayamba tetap dapat membuktikan eksistensinya sebagai penyerang andal.

Pada ajang Piala Indonesia tahun 2010, Kayamba terpilih menjadi pemain terbaik. Selain itu, pada musim kompetisi 2009-2010, menjadi top skorer Sriwijaya FC dengan torehan 20 gol.

"Saya menjalani pola hidup sehat sebagai pesepak bola profesional untuk menjaga penampilan tetap prima," ujar dia.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Budi Janjikan Gol Usai Pulih

Jumat, 12 November 2010.
Penyerang Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, berjanji akan mencetak gol setelah pulih dari cedera yang membekapnya sejak akhir September 2010.

"Setelah sembuh, saya janji cetak gol untuk SFC," tegas Budi yang dihubungi dari Palembang, Jumat.

Dia menyatakan hal itu, menyusul sorotan manajemen SFC terhadap barisan lini depan yang dipandang kurang produktif. Para striker SFC di antaranya, Budi Sudarsono, Park Jung Hwan (Korea Selatan), Keith Kayamba Gumbs (St Kitts & Nevis), Yong Jie Mu (China) dan Oktavianus Maniani, hanya membukukan enam gol dari enam laga.

Jumlah torehan gol itu dipandang manajemen SFC sangat sedikit jika dibandingkan dengan Persipura yang telah menorehkan 25 gol, Arema FC dengan 17 gol.

"Memang jika dilihat dari jumlah gol, SFC masih sedikit sekali. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai striker," kata pemain berjuluk Si Ular Phyton ini.

"Kita juga harus melihat sebab kenapa SFC sedikit sekali mencetak gol. Beberapa waktu lalu tim sempat dilanda krisis pemain karena cedera dan ada yang memperkuat timnas."

Budi pun mengaku berambisi mencetak banyak gol pada musim ini, setelah benar-benar pulih dari cedera.

"Cukup lama saya sudah absen, dan rasanya sudah tidak tahan lagi ingin bertanding. Jika melihat kondisi sekarang, saya rasa pada laga melawan Persib, 2 Januari nanti, sudah bisa diturunkan," tambahnya.

Budi menderita luka robek pada pergelangan kaki karena menendang kaca pada saat turun minum seusai melakoni babak pertama melawan Deltras di Sidoarjo, (29/9). Berkat ulah emosionalnya itu, dia harus absen dalam beberapa laga SFC, karena luka yang diderita membutuhkan masa penyembuhan yang terbilang lama

Http://bola.net
Selanjutnya...
0

Kolev Fokus 3 Kompetisi SFC

Kamis, 11 November 2010.
Pelatih Ivan Kolev mengaku akan fokus kepada tiga kompetisi yang diikuti Sriwijaya FC. Yakni, Asian Football Confederation (AFC), Liga Super Indonesia (ISL) dan Piala Indonesia.

"Saya tidak fokus khsusus untuk satu kompetisi saja, tetapi untuk semua kompetisi yang diikuti SFC," kata Ivan Kolev, Jumat (12/11).

Menurut Kolev, karena SFC memang mengikuti tiga kompetisi, maka ia akan memaksimal setiap game atau pertandingan dilakoni Laskar Wong Kito dalam tiap pertandingan.

"Saya berprinsip setiap game adalah sesuatu yang penting tidak peduli itu AFC, Copa (Piala Indonesia), ataupu ISL, " pungkas mantan pelatih Timnas 2007 ini.

Seperti diketahui SFC mengikuti 3 kompetisi sejak musim 2008/2009 dengan ISL, LCA dan Piala Indonesia, namun hanya Piala Indonesia yang berhasil dipertahankan, sedang di ISL finish di peringkat 6 dan tersingkir di babak penyisihan fase grup.

Sementara musim 2009/2010, SFC juga berlaga di 3 kompetisi, terseok-seok di ajang ISL hingga akhirnya finisih di 10 besar, namun memberi prestasi bagus dengan masuk fase 16 besar AFC dan menjadi kampium Piala Indonesia untuk yang ketiga kali berturut-turut.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Lini Depan SFC Dinilai Tumpul

Rabu, 10 November 2010.
Torehan enam gol dari enam laga, bisa dijadikan indikator bahwa lini depan Sriwijaya FC terbilang kurang tajam.

Maklum saja, jika dibandingkan klub-klub papan atas Super Liga lainnya, Sriwijaya FC sungguh jauh tertinggal. Sebut saja, Persipura yang telah melesakkan 25 gol, Arema FC dengan 17 gol, dan Persija Jakarta dengan 10 gol.

Manajemen klub pun tak segan-segan menyebut pemain lini depan kurang produktif alias tumpul.

"Jika dilihat dari torehan gol, memang diakui lini depan kita terbilang tumpul jika dibandingkan dengan klub papan atas lainnya," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex yang dihubungi GOAL.com Indonesia dari Palembang, Rabu.

"Memang diakui titik lemah SFC musim ini adalah pada lini depan, karena itu kami akan melakukan evaluasi memanfaatkan libur sementara waktu dari kompetisi," ujar dia.

Walhasil, pelatih Ivan Kolev diminta untuk mengevaluasi pemain lini depan, terutama tiga pemain asing, Keith Kayamba Gumbs (St Kitts & Nevis), Park Jung Hwan (Korea Selatan), dan Yong Jie Mu (China).<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=837120?area=2l&pos=2&ord=837120"></script>


"Kami meminta pelatih melakukan evaluasi, bukan berarti meminta terjadinya pemecatan. Hal itu adalah otoritas pelatih, dan kami tidak mau mengintervensi. Hanya saja, kami meminta dilakukan evaluasi," kata putra sulung Gubernur Sumsel ini.

Menurut dia, evaluasi itu sangat penting guna meningkatkan kinerja tim mengarungi kompetisi kembali pada awal tahun 2011.

"Saat-saat ini, saya rasa paling pas untuk melakukan evaluasi karena tim mendapatkan libur dari kompetisi kurang lebih dua bulan," ujar dia.

Meskipun mengaku kecewa atas kinerja lini depan tim yang dimanajerinya itu, tapi Dodi memberikan apresiasi pada barisan lini belakang "Laskar Wong Kito".

"Memang kita bermasalah pada lini depan, karena kurang tajam. Tapi, untuk lini belakang, saya rasa SFC yang terbaik saat ini," kata dia.

Dia melanjutkan, dengan mengandalkan Therry Gathuessy (Prancis), Claudiano Do Santos (Brazil), dan beberapa pemain talenta lokal seperti Muhammad Ridwan dan Supardi, lini belakang SFC sulit ditembus.

"Kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki tim ini. Bisa saja, untuk menghadapi putaran kedua nanti dilakukan perombakkan," ujar dia.

Pada musim kompetisi 2010/11 ini, manajemen SFC mengusung target meraih gelar "double winner" (juara Liga Super Indonesia dan juara Piala Indonesia) seperti pada musim kompetisi 2007/08
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Agendakan Uji Coba Lawan Klub Asing

Jumat, 05 November 2010.
Sriwijaya FC menyatakan bahwa mereka berencana melakukan uji coba dengan klub-klub asal Malaysia dan Singapura untuk mengisi libur dari kompetisi Liga Super Indonesia.

"Sriwijaya FC akan menjalani pertandingan berikutnya pada 2 Januari nanti, artinya tim akan libur kurang lebih dua bulan. Untuk mengisi kekosongan jadwal itu, kami mengagendakan uji coba dengan klub-klub elite asal Malaysia dan Singapura," kata Hendri Zainuddin selaku Direktur Teknik Sriwijaya FC, di Palembang.

Dia menerangkan, sejauh ini, manajemen SFC telah menghubungi beberapa klub di Malaysia dan Singapura yang dibidik akan dijadikan lawan uji coba. "Beberapa klub telah kami hubungi dan menunggu konfirmasi dalam satu atau dua hari ini," ujar dia.

Dia menjelaskan, manajemen klub membidik klub-klub asal Malaysia dan Singapura atas rekomendasi pelatih Ivan Kolev.

"Kolev menilai klub-klub asal Malaysia dan Singapura cukup berkualitas, karena beberapa di antaranya adalah kontestan Asian Football Confederation (AFC) Cup mendatang. Sementara, SFC sendiri akan berlaga pada ajang itu," tambahnya.

Selain mengagendakan beruji coba dengan klub di luar Indonesia, manajemen SFC juga sedang mempertimbangkan kemungkinan mengikuti Piala Gubernur Jatim, Sukarwo Cup pada awal Desember 2010.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Persija Dipaksa Bermain Imbang Oleh SFC

Rabu, 03 November 2010.
Tuan rumah Persija Jakarta harus puas berbagi angka dengan tamunya Sriwijaya FC, Rabu, 3 November 2010. Lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Persija mendapat perlawanan ketat sejak babak pertama. Di babak kedua, Persija mulai mendominasi namun gagal merubah keadaan.

Dua menit babak kedua berjalan, Persija sebenarnya nyaris menjebol gawang tamunya, SFC lewat eksekusi bola mati. Namun tendangan Oliver Makor masih membentur mistar gawang Laskar Wong Kito.

Pada menit ke-60, Greg berhasil melakukan penetrasi ke kotak penalti SFC. Sayang umpannya kepada Bepe masih mampu dihalau oleh Bobby Satria dan hanya menghasilkan sebuah tendangan penjuru.

Untuk menambah daya gedornya, pelatih Persija, Rahmad Darmawan memasukkan striker barunya, Agu Casmir. Pemain asal Singapura itu tampil menggantikan Oktavianus pada menit ke-63.

Laskar Wong Kito sempat membalas tekanan Persija lewat tendangan Arif Suyono pada menit ke-70. Namun, bola yang meluncur deras masih mampu dibendung oleh kiper Persija, Hendro Kartiko.

Pertandingan berjalan semakin panas. Bahkan benturan dengan pemain Persija pada menit ke-77 membuat pelipis Bobby Satria mengucurkan darah. Posisinya akhirnya digantikan oleh Rahmat Latif.

SFC harus bermain dengan 10 pemain dua menit jelang laga usai. Thiery Gatushi diusir oleh wasit Oki Dwi Putra usai mengganjal Greg Nwokolo. Gatushi dikartu merah usai mendapat kartu kuning kedua.

Persija mencoba memanfaatkan sisa waktu yang ada. Namun hingga laga usai, skor 0-0 tak juga berubah Tambahan satu angka membuat Persija tak beranjak dari posisi ke-4 dengan koleksi 14 poin dari 7 laga. Sedangkan SFC ke urutan 9 dengan koleksi 10 poin dari 6 kali pertandingan.

Susunan Pemain
Persija Jakarta : Hendro Kartiko (g), Eric Arsene Bayemi, Ambrizal, Leo Saputra-KK, Amarzukih, Tony Sucipto, Oliver Makor-KK, Oktavianus/Agu Casmir (63'), M Ilham/Ramdani Lestaluhu (80'), Greg Nwokolo, Bambang Pamungkas/Aliyudin (72')

Sriwijaya FC :Ferry Rotinsulu (g), M Ridwan-KK, Boby Satria-KK/Rahmat Latif (78'), Claudiano Santos (KK), Thiery Gatushi-2KK (KM), Dirga Lasut, Mahyadi Panggabean/Ade Suhendra, Ponaryo Astaman, Octavianus Maniani-KK, Keith Kayamba Gumbs, Pakr Jung Hwan/Arif Suyono
Sumber http://bola.vivanews.com
Selanjutnya...
0

PREVIEW & PREDIKSI Superliga Indonesia 2010/11: PSPS Pekanbaru - Sriwijaya FC

Jumat, 29 Oktober 2010.
Sukses meraih tiga poin saat mengalahkan Pelita Jaya 3-2, Selasa (26/10), membuat keyakinan PSPS Pekanbaru bertambah. Tim berjulukan Askar Bertuah ini pun optimistis bisa meraih kemenangan saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (30/10).

Duel tim terbaik di Pulau Sumatera ini diperkirakan bakal berlangsung seru dan menarik. Tidak saja, kemenangan yang menjadi target utama, gengsi dan harga diri dipastikan akan dipertaruhkan dalam laga tersebut.

Sayang, kedua tim tidak turun dalam formasi terbaiknya. PSPS Pekanbaru dipastikan tidak bisa menurunkan Dedi Gusmawan. Pemain asal Medan ini absen karena akumulasi kartu kuning.

Nasib parah justru dialami Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito ini tidak bisa diperkuat empat pemain intinya. Mahyadi Pangabeen, Mahardirga Lasut, dan Therry Gathuessy tidak bisa turun karena akumulasi kartu kuning. Sementara, Budi Sudarsono masih berkutat dengan cedera.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=47354?area=2l&pos=2&ord=47354"></script>


"Kondisi kita kurang menguntungkan. Kita tidak bisa diperkuat beberapa pemain inti karena akumulasi kartu kuning dan cedera," kata Ivan Kolev, pelatih Sriwijaya FC kepada GOAL.com Indonesia, usai ujicoba lapangan, Jumat (29/10).

Untungnya bagi Kolev, pemain yang sebelumnya diragukan tidak bisa tampil kemungkinan bisa turun. Penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, Oktavianus Maniani, Ponaryo Astaman kemungkinan sudah bisa tampil. Pastinya, hal itu membuat Kolev sangat lega.

Selain itu, Kolev juga bertekad ingin merubah rekor buruk yang dialami SFC setiap bertanding di Stadion Rumbai. Menurut dia, hasil yang didapat Sriwijaya musim lalu tidak dapat serta merta dipastikan akan terjadi juga pada musim ini.

"Musim lalu, pemainnya berbeda dengan musim ini. Demikian juga pelatihnya. Saya tidak terlalu memusingkan catatan buruk SFC dengan PSPS, karena setiap pertandingan itu berbeda," ujar dia.

Meski kondisi lawan yang akan dihadapi tidak dalam kondisi terbaik namun PSPS Pekanbaru tetap mewaspadi. Dzumafo Effendi Herman cs ini tetap menganggap Sriwijaya FC tim yang sangat sulit untuk dikalahkan.

"Sriwijaya punya pemain hebat. Tidak itu saja, kualitas pemain inti dengan cadangan hampir berimbang. Jadi saya meminta kepada anak-anak untuk tampil maksimal agar bisa meraih kemenangan," kata Abdulrahman Gurning, pelatih PSPS Pekanbaru.

Meski para pemainnya masih dalam kondisi yang tidak begitu prima akibat padatnya jadwal, akan tetapi apabila seluruh intruksi dan strategi bisa dijalankan dengan baik, peluang untuk bisa memenangkan pertandingan akan terbuka lebar.

Ada beberapa pemain yang menjadi sorotan Gurning yang meski diwaspadai. Oktomaniani, Park, dan Keith Kayamba merupakan nama-nama yang disebut Gurning sebagai ancaman.

"Okto adalah pemain lincah, liar, dan cerdik, oleh sebab itu pergerakannya harus bisa dimentahkan, strategi untuk itu sudah kita siapkan," ujarnya.

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Antv Batalkan Siaran Langsung SFC versus PSPS

PALEMBANG -- Siaran langsung pertandingan Sriwijaya FC versus PSPS Pekanbaru di Stadion Khaharudin Rumbay Pekanbaru, Sabtu (30/10) dibatalkan.

Pembatalan ini, disampaikan langsung pihak PT Liga Indonesia (PTLI) kepada kedua tim dan panitia pertandingan. Melalui surat dengan nomor 428/JD/AK-246/X/2006 tertanggal Selasa (26/10) CEO Joko Driyono mengumumkan pembatalan, namun surat itu baru diterima manajemen SFC pada Kamis (28/10).

"Siaran langsung sebenarnya direncanakan secara live di antv dibatalkan," jelas Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, Kamis (27/10).

Pembatalan mendadak ini, tak pelak menimbulkan kekhawatiran dari kubu tim tamu, mengingat siaran langsung selama ini menjadi salah satu antisipasi untuk meminimlisir bentuk kecurangan ataupun tindakan tidak fair play dari kedua tim. Meski demikian SFC sudah siap menghadapi laga melawan tim tuan rumah.

"Kami sangat kecewa dengan pembatalan secara tiba-tiba itu, sebab sejak dari awal siaran langsung sudah dijadwalkan," kata Hendri.

Namun menurut anggota DPRD Banyuasin ini, dalam prakteknya rilis itu tiba-tiba dikeluarkan. Hal ini bisa saja menimbulkan multi tafsir dan hal-hal yang tidak diingkan."Makanya kami harap kepada wasit dan semua pihak untuk melaksanakan fair play dan kita sebagai tim tamu akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan poin dalam laga ini," urai Hendri.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Target Menang Lawan PSPS

Kamis, 28 Oktober 2010.
Manajemen Sriwijaya FC menargetkan kemenangan pada ajang Liga Super Indonesia melawan PSPS Pekan Baru, Sabtu (30/10).

Presiden Klub SFC H Dodi Reza yang dihubungi dari Palembang, Kamis, mengatakan, target itu terbilang wajar mengingat manajemen telah memenuhi semua kebutuhan tim.

"Pada setiap laga kami menargetkan tim meraih kemenangan karena memang harus demikian jika bertanding. Kami bisa mengatakan hal itu, karena semua kebutuhan tim telah dipenuhi," kata Dodi.

Dia mengatakan, sejak musim kompetisi 2010-2011 ini bergulir, manajemen SFC tidak pernah menunggak gaji dan memenuhi perjanjian mengenai pelunasan nilai kontrak kerja.

"Gaji pemain selalu dibayar dan tidak pernah tertunggak. Kami berharap para pemain dapat bermain ngotot lawan PSPS nanti. Kami pun telah menjanjikan bonus jika nantinya meraih kemenangan," ujar dia.

Meskipun demikian, dia mengharapkan para pemain tidak terbeban oleh target dari manajemen itu.

"Kami berharap apa yang telah dilakukan manajemen kepada pemain, menjadi motivasi dan tidak menjadi beban," kata dia.

Dia menjelaskan, pada musim ini PT Sriwijaya Optimis Mandiri (manajemen SFC) telah terbebas dari utang manajemen lama Yayasan SFC sebesar Rp9 miliar.

Utang yang membebani sejak pertengahan musim kompetisi 2008-2009 lalu itu, berangsur-angsur lunas setelah dicicil dalam dua tahun terakhir.

"Pada musim ini kondisi keuangan SFC sudah baik, sehingga berimbas dengan tidak adanya lagi tunggakkan gaji pemain seperti musim lalu," ujar dia.

Menurut dia, kondisi kondusif ini diharapkan berimbas juga dengan penampilan tim pada setiap laganya.

"Kami akan berupaya maksimal memenuhi kebutuhan tim, dengan suatu bentuk pelayanan terbaik," kata dia.

Selain memperbaiki dari sisi finansial, manajemen SFC juga telah memperbaiki fasilitas klub seperti mes tempat tinggal hingga menu makanan sehari-hari yang telah bertaraf internasional.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Tak Boleh Pesimis

Senin, 25 Oktober 2010.
Kemenangan Persipura atas tuan rumah Persijap dengan skor 3-1 menjadi motivasi Sriwijaya FC jelang hadapi PSPS akhir pekan nanti (30/10). Untuk itulah Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Hendri Zainuddin berharap pemain dan pelatih tidak pesimis. Apalagi laga ke depan terbilang akan teramat penting. Mengingat pada dua laga away sebelumnya tim berjuluk Laskar Wong Kito juga tak mampu meraih poin. “Kami berharap bisa meraih poin. Minimal satu pada setiap laga. Syukur-syukur menang,” tegas Hendri kepada Sumatera Ekspres kemarin (25/10).
Namun, pria berkacamata ini, tetap realistis. Dia juga tahu diri dan menyadari bahwa PSPS dan Persija bukan lawan yang mudah dikalahkan di kandang. Untuk itu dirinya berharap skuadra Ivan Venkov Kolev untuk tetap waspada. Apalagi PSPS saat ini akan kembali bermain di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Pekanbaru. “Dua kali bertemu di sana kita selalu kalah 0-2 dan 0-3. Namun bukan berarti selamanya kita kalah. Kami yakin anak-anak akan berusaha maksimal,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.
Hendri juga tahu bahwa Ponaryo Astaman dan kawan-kawan juga penasaran dengan kemenangan di Pekanbaru meski tidak gampang medapatkannya. Mereka jelas tidak mau dikalahkan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. “Anak-anak dalam kondisi siap tempur. Mereka sudah menyatukan misi untuk memberikan yang terbaik pada dua laga away nanti. Ya, kami berharap ada hasil yang baik,” pungkasnya.
Sementara itu PSPS Pekanbaru juga tidak diam saja. Mereka juga memiliki persiapan yang matang saat akan menjamu Sriwijaya FC. Itu lumrah mengingat hingga empat pertandingan, PSPS baru berhasil mencetak lima gol. Di laga terakhir lawan Semen Padang, PSPS gagal mencetak gol dan kalah 0-1. Dalam laga ini peluang mencetak gol banyak tercipta, tapi semuanya melebar dan melambung dari gawang Semen Padang.
Bahkan, kiper Semen Padang tak sekalipun menahan atau menangkap bola hasil tendangan pemain PSPS. Hal ini menunjukkan PSPS masih bermasalah dengan penyelesaian akhir. Hal ini tidak disangkal oleh pelatih Abdul Rahman Gurning. “Penyelesaian akhir dan kurang beruntung menjadi masalah kita saat ini. Mudah-mudahan hal ini bisa teratasi saat lawan Pelita Jaya,” ujar Gurning seperti dilansir Riau Post.
Dari lima gol PSPS yang tercipta dari empat pertandingan, empatnya diborong Dzumafo Epandi Herman dan satu lagi disumbangkan April Hadi. Sementara striker lokal, Isnaini masih mandul usai ikut Pelatnas Timnas Piala AFF.
Oleh karena itu usai menelan kekalahan 0-1 dari Semen Padang, PSPS langsung fokus pada pembenahan finishing touch. “Kami berharap anak-anak bisa jaga kondisi,’’ lanjut mantan pelatih PS Palembang ini.
Ditambahkannya, recovery pemain dengan jadwal yang cukup mepet ini jelas tak akan tercapai. Untuk itu, ia berharap pemain punya kesadaran sendiri menjaga kondisi fisiknya. “Saya berharap anak-anak tampil lebih fit pada dua laga berikut. Terutama saat menghadapi Sriwijaya di Pekanbaru nanti,’’pungkas dia.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Duet Kayamba-Park Pilihan Utama Kolev

Rabu, 20 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev menuturkan, ia akan mengandalkan Keith Kayamba Gumbs dan Park Jung Hwan di lini depan pada laga Liga Super menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (21/10).

"Saya rasa tidak terlalu banyak perubahan dengan skema pemain saat menghadapi PSM Makassar. Saya masih mengandalkan pasangan Kayamba dan Park di sektor depan," kata Kolev di Palembang, Rabu.

Menurut Kolev, kedua pemain itu kian padu. Hal itu terbukti saat menekuk PSM Makassar dengan skor 2-1 di Palembang, (17/10).

"Semula saya ragu untuk menurunkan Kayamba karena dia baru tiba di Palembang setelah beberapa pekan memperkuat timnas negaranya. Tapi, karena tidak ada pilihan pemain lagi, maka terpaksa diturunkan. Meskipun begitu, Kayamba dapat bersinergi dengan Park," ujar dia.

Kehadiran Kayamba sedikit mengatasi krisis penyerang yang dihadapi oleh SFC, menyusul tiga pemain masih dibekap cedera, yaitu Arif Suyono, Budi Sudarsono, dan Oktavianus Maniani.

"Jika dibandingkan laga sebelumnya yakni melawan PSM Makassar, bisa dikatakan kondisi kami kali ini agak sedikit lebih baik," tutup pelatih asal Bulgaria ini
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Singa Mania Sesalkan Naiknya Tiket

Kelompok suporter Sriwijaya FC "Singa Mania" menyesalkan kenaikan harga tiket tribun utara Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh pengelola dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per orang.

Ketua Singa Mania Dedi Pranata di Palembang, Rabu, mengatakan, hal itu sangat mengejutkan karena terbilang mendadak, yakni bertepatan dengan laga kandang perdana Sriwijaya Football Club (SFC), (17/10).

"Kenaikan harga tiket tribun utara sangat disesalkan kelompok suporter Singa Mania karena sangat mendadak sekali. Sehingga, beberapa korwil anggota Singa Mania tidak bisa masuk pada pertandingan melawan PSM Makassar (17/10, red), karena tidak mampu membeli tiket," kata dia.

Dia mempertanyakan, kenaikan harga tiket itu, mengingat untuk beberapa tempat seperti kelas VVIP, VIP, tribun barat, dan tribun barat, justru mengalami penurunan.

Sehingga, dia melanjutkan, Singa Mania menangkap sinyal negatif atas kejadian itu.

"Jangan karena kami tidak mau bergabung dengan dua kelompok suporter lainnya, Simanis dan SMS di tribun barat, membuat kami dimatikan. Ini tidak adil," ujar dia.

Padahal, menjelang berakhirnya musim kompetisi lalu, manajemen SFC telah berjanji akan menurunkan harga tiket di setiap tribunnya, tambah dia.

"Memang, seluruh tribun mengalami penurunan harga, kecuali tribun utara. Ini mengherankan," kata dia.

Meskipun demikian, Singa Mania bertekad tetap memberikan dukungan kepada "Laskar Wong Kito" pada setiap pertandingan.

"Jika memang mau mencontoh Aremania, jangan hanya melihat dari banyaknya anggota. Tapi, lihat juga bagaimana mereka mau membeli tiket secara penuh dan tanpa didiskon. Kami akan konsisten untuk terus mendukung SFC," kata dia.

Menanggapi kekesalan dari Singa Mania itu, Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin yang diwawancarai dalam kesempatan berbeda, mengatakan akan berkoordinasi dengan pengelola tiket pertandingan SFC, CV Yulimas.

"Kami akan berupaya menyelesaikan permasalahan in, karena memang sejak awal kami menjanjikan akan ada penurunan tiket di setiap tribun. Tapi, kami tidak paham kenapa hanya tribun timur yang justru mengalami kenaikan harga," ujar Hendri
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Sriwijaya FC Optimistis Menang

Sriwijaya FC optimistis meraih kemenangan dari Persiba Balikpapan pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (21/10).

"Kami selaku manajemen optimistis bahwa tim akan meraih kemenangan atas Persiba, karena melihat kondisi tim saat ini yang demikian kondusif," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex yang dihubungi dari Palembang, Rabu.

Menurut Dodi, pihaknya optimistis mampu meraih tiga poin karena kondisi tim berangsur membaik setelah kapten tim Keith Kayamba Gumbs bergabung.

Sebelumnya, Kayamba harus absen pada dua pertandingan SFC karena memperkuat Tim Nasional St Kitts & Nevis.

"Sementara kondisi tim Persiba yang saya dengar, tidak lebih baik dari kita karena tidak diperkuat beberapa pemain pilar. Ini menjadi keuntungan buat kita," ujar dia.

Namun, Dodi mengatakan, tetap mengingatkan para pemain SFC untuk tetap waspada, mengingat Persiba adalah tim kuat yang memiliki sejumlah pemain pelapis handal.

"Harus diingat, Persiba kerap menyulitkan kita dalam setiap pertemuan," kata dia.

Untuk memaksimalkan dukungan kepada tim, dia menambahkan, manajemen SFC yang dimotori PT Sriwijaya Optimis Mandiri menggelar acara hiburan kepada seluruh pemain dan ofisial, Senin (18/10) di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

"Agar pemain tetap enjoy dan tidak tertekan, kami mengajak makan dan karaoke bersama di sebuah kafe dari pukul 19.00-21.30," kata putra sulung Gubernur Sumsel itu.

Dia menambahkan, pada kesempatan itu juga diserahkan bonus kemenangan melawan PMS Makassar kepada pemain dan ofisial tim.

"Kita sengaja mengemas acara itu agar pemain tetap semangat. Pada malam itu, kami membagikan bonus Rp3 juta untuk satu pemain, sehingga total yang diberikan mencapai Rp80 juta," ujar dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Belakang Aman

Selasa, 19 Oktober 2010.
Kehadiran Thierry Gathuessi membuat lini belakang Sriwijaya FC semakin kokoh. Itu yang membuat coach Ivan Venkov Kolev bisa sedikit tersenyum. Meskipun beberapa pilarnya masih absen saat bentrok dengan Persiba Balikpapan pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (21/10) nanti.
Keduanya diprediksi akan mempersulit gerak dan langkah dua bomber asing tim beruang Madu (sebutan Persiba), Aldo Baretto dan Khairul Amri. Bila mereka tampil pada peforma terbaiknya bisa saja Aldo-Amri akan gigit jari. Itu bisa dilihat kala keduanya mematikan pergerakan Obiora dan Andi Oddang Minggu (17/10) lalu.
“Saya senang lihat permainan Thierry waktu lawan PSM. Dia (Thierry, red) bermain cukup disiplin dan mampu menjalankan perannya dengan maksimal,” ujar Kolev kapada Sumatera Ekspres kemarin (18/10).
Dengan begitu dikatakan pria asal Sofia, Bulgaria ini, komposisi untuk pemain belakang aman. Salah satu alasan, selain peforma menawan eks pemain tim nasional (timnas) Kamerun ini, tim berjuluk Laskar Wong Kito juga memiliki banyak stok untuk barisan pertahanan. Sebut saja, Claudiano Alves, M Ridwan, Supardi, Ahmad Jufrianto, Rachmat Latief, Gunawan Dwi Cahyo, Bobby Satria dan Rendy Siregar.
“Kami cukup beruntung saat ini karena tidak ada pemain belakang yang cedera. Semua dalam kondisi siap tempur. Meski begitu kami tetap harus memantau kondisi setiap pemain hingga menjelang pertandingan berlangsung,” lanjut pria kelahiran 14 Juli 1957 ini.
Dikatakan pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia ini, yang terpenting adalah kerjasama dan komunikasi antar pemain di lapangan. Oleh karena itulah, dia menyebut ketanguhan Thierry di belakang tidak terlepas dari kepiawaian tiga pemain lain. Seperti Diano, Supardi dan M Ridwan yang selalu memberikan support dan kepercayaan.
“Ya, kami berharap permainan seperti itu bisa mereka peragakan pada laga-laga berikut. Secara umum permainan cukup baik, namun masih tetap harus diperbaiki terutama dalam hal koordinasi,” tambah dia.
Meski begitu tidak sedikit fans Sriwijaya FC yang menyebut, Thierry-Diano adalah duet ideal barisan belakang. Rino misalnya, remaja yang duduk dibangku VVIP ini menganggap kehadiran keduanya bak roh di barisan pertahanan. Kalau keduanya tetap bermain maksimal dan konsisten bukan tidak mungkin lini belakang Sriwijaya akan menjadi yang terbaik di ISL.
“Keduanya kompak dan bisa saling mengisi. Sama-sama tenang dan tak kenal kompromi. Sulit untuk dilewatui dan pandai membaca situasi. Saya kira dia akan menjadi pujaan baru Sriwijaya FC,” timpal Rino. (mg42)

PROFIL
Nama Lengkap: Thierry Gathuessi
TTL: Bafoussam, Kamerun, 17 April 1982
Tinggi: 187 cm
Posisi: Defender
Montpellier (2001–2005)
AS Cannes (2005–2006)
FC Sète (2006–2007)
Hibernian (2007–2009)
Inverness CT (2009)
Raith Rovers (2009–2010)
Timnas:
Kamerun (2004)
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Jawab Keraguan Publik

Senin, 18 Oktober 2010.
Park Jung-Hwan mampu menjawab keraguan publik Sriwijaya FC. Satu gol ke gawang PSM Makassar pada menit 29 merupakan bukti bahwa ketajaman pemain asal Korea Selatan ini, masih harus diperhitungkan oleh kontestan Indonesia Super Leagua (ISL) lain musim ini.
Sebelumnya nama pemain kelahiran 14 Januari 1977 memang sedang menjadi sorotan karena performanya yang sedikit menurun. Selain ketajamannya berkurang dia juga kurang berkontribusi terhadap tim. Padahal, eks pemain PSM dan Persiba ini, selalu menjadi pilihan utama pelatih Ivan Venkov Kolev dan selalu mendapat tempat yang istimewa di depan sebagai striker tunggal.
“Saya senang bisa mencetak gol. Ini semua buat suporter Sriwijaya. Gol ini akan menjadi motivasi pada laga-laga berikutnya,” ujar Park sapaan akrabnya usai pertandingan kemarin (17/10).
Gol yang tercipta ke gawang Denny Marcel itu menjadi yang pertama kalinya bagi Park musim ini. Ya, pada dua laga awal ISL menghadapi Deltras (29/9) dan Persela (2/10) lalu Park tak mampu berbuat banyak. Padahal pada laga pemanasan dia cukup bersinar dengan mengemas empat gol, dari tujuh laga yang diarungi. Dua gol kegang PS Bangka pada laga uji coba (24/8) lalu, kemudian dua gol saat mengikuti turnamen Inter Island Cup (IIC). Yakni menghadapi Persib (30/8) dan Persiwa Wamena (5/9) lalu.
Tak hanya itu pada musim sebelumnya dia mampu menciptakan 5 gol untuk Persiba dan dua gol saat memperkuat PSM. Namun pada Perang Bintang 2010, saat tim All Star menang 5-4 atas Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang (6/6) lalu, Park mampu menciptakan dua gol.
“Semua pemain pasti ingin memberikan yang terbaik pada timnya. Saya telah berusaha maksimal untuk itu, meskipun hasilnya masih belum optimal. Ke depan saya masih perlu kerja lebih keras lagi,” tambah dia.
Keinginan eks pemain PSM Makassar untuk menciptakan gol lebih banyak lagi bisa saja tercapai. Mengingat Park kembali akan menjadi tumpuan utama barisan depan bersama Keith Kayamba Gumbs.
”Posisi menentukan saya untuk menciptakan gol. Bila saya bermain menjadi striker saya akan lebih berpeluang menciptakan gol dari pada pada posisi gelandang atau winger. Semua kami serahkan pada pelatih,” pungkas Park. (mg42)

Profil
Nama: Park Jung-Hwan
TTL: Korea Selatan, 14 Januari 1977
Posisi: Striker
TB/BB: 180 cm/ 81 kg
Karir Klub: Jeonbuk Hyundai Motor (2005), Yantai Yithen (China) (2006), Suwon FC (Korea) (2007), Persiba Balikpapan (2008), PSM Makassar (2009) dan Sriwijaya FC (2010-2011).
Symber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

PSM Kandas di Jaka Baring

Minggu, 17 Oktober 2010.
Kedigdayaan PSM Makassar yang tak terkalahkan di dua laga tandang mereka sebelumnya harus terhenti di stadion Jaka Baring, Palembang, kala mereka dikalahkan tuan rumah Sriwijaya FC 2-1, dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2010-11.

Berlaku sebagai tuan rumah, Sriwijaya FC, yang kini dilatih Ivan Kolev terus menekan PSM yang kini ditukangi mantan pelatih Arema Indonesia, Robert Rene Alberts, sejak menit pertama dimulai, melalui penetrasi-penetrasi yang dilakukan Firman Utina cs.

Ada sedikit kesalahan yang dilakukan wasit senior, Jimmy Napitupulu dalam laga ini ketika memberikan hadiah penalti bagi Sriwijaya FC di menit ke 18. Sebab, terlihat jelas Mahyadi Panggabean dijatuhkan oleh Fadli Hariri terjadi di luar kotak penalti bukan di dalam kotak penalti. Kiper PSM Makassar dalam laga ini Deni Marcel, sempat memblok tendangan penalti yang diarahkan Ponaryo Astaman ke sisi kanan gawangnya. Namun, bola rebound lebih mengarah ke Ponaryo, yang langsung menjaringkan bola ke gawang PSM yang melompong karena Deni sudah mati langkah. Skor 1-0 untuk tuan rumah di menit ke 19.

Gol itu seperti membuat anak-anak Ayam Kinantan seperti terpuruk karena merasa dicurangi, yang membuat mereka tampil seperti tanpa semangat. Mereka bahkan harus rela gawangnya dibobol oleh striker asing Sriwijaya FC, Park Jung-Hwan di menit ke 32. Gol pemain asal Korea Selatan ini ia cetak melalui tendangan first time setelah menerima umpan crossing Mahyadi Panggabean dari kiri.

Unggul 2-0 tidak membuat Ivan Kolev mengendurkan serangan anak asuhnya, ia memasukkan Keith Kayamba Gumbs di menit ke 35, baru semenit ia masuk, Gumbs berhasil membuat Deni kerepotan karena tendangan kerasnya dari sudut kanan pertahanan PSM.

Tim tamu mencoba bangkit di babak kedua, mereka bahkan mendapatkan peluang emas melalui Andi Odang, akan tetapi berkat kesigapan kiper Laskar Wong Kito, Fauzal Mubarak, gol pun urung tercipta di menit ke 49 ini.

Tampil lebih mendominasi jalannya pertandingan ini, PSM Makassar akhirnya berhasil mencetak gol untuk mengejar ketertinggalan melalui striker anyar mereka Andi Oddang. Berawal dari umpan lemparan throw in Supriyonoyang langsung menuju kotak penalti tuan rumah, Andi dengan tendangan memutar berhasil menghujamkan bola yang mengarah ke dirinya itu ke gawang Fauzal Mubaraq. Skor pun erubah 2-1.

Sriwijaya FC bisa saja memperbesar keunggulan mereka di menit ke 83, namun sayang Keith Kayamba gagal memanfaatkan peluang emasnya yang tinggal berhadapan dengan Denni Marcel. Bola sepakannya masih tipis di kanan gawang PSM.

Hingga pertandingan usai kedudukan 2-1 untuk tuan rumah tetap bertahan, dan membuat Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan pertama di kandang mereka ini. Mereka kini berhasil naik ke peringkat 13. Sedangkan PSM Makassar, meski kalah mereka tetap berada di papan tengah klasemen sementara dengan raihan angka 6 dari 3 kali pertandingan

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
2

Kolev Janji Segera Tentukan Pemain Asing

Senin, 11 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev berjanji segera menentukan pemain asing yang akan direkrut mengingat PT Liga Indonesia menutup pendaftaran pada 15 Oktober 2010.

"Kemungkinan besok (Selasa, 12/10) atau lusa saya akan umumkan pemain asing yang akan diambil. Saya pun memahami saat ini manajemen klub sedang dikejar waktu," ujar Kolev di Palembang, Senin.

Dia menuturkan, tiga pemain asing masing-masing Diego Gama (Brazil) dan Andre Portulez (Spanyol) dan Yong Jie Mu (China) akan dilihat lagi kemampuannya dalam satu atau dua hari ke depan.

"Khusus untuk Diego dan Andre akan saya lihat dulu kemampuannya secara seksama karena baru ikut latihan hari ini. Sementara Jie, saya sudah mengantongi kepastian akan merekrut atau tidak," kata pelatih asal Bulgaria ini.

Dia mengaku belum bisa memastikan kedua pemain itu direkrut atau tidak, karena baru berlatih "game" dalam durasi 15 menit bersama pemain SFC lainnya.

"Belum tahu, kita lihat nanti. Sebab banyak yang akan dinilai, meskipun `finishing` keduanya tergolong bagus, tetapi kita ingin lihat secara keseluruhan," ujar Kolev.

Dia menjelaskan, sebagai pelatih ia sangat berkonsentrasi pada kemampuan dasar yang mencakup teknik, kekuatan fisik dan kecerdasan.

"Sebagai striker Diego cukup cepat dan memiliki teknik cukup bagus layaknya pemain Brazil pada umumnya. Namun, saya akan lihat lagi kualitasnya, terutama kekuatan fisik dan kemampuan teknik ketika bermain bersama tim," ujar dia

Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Semakin Rapuh

Minggu, 10 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC harus memutar otak lebih keras lagi untuk menghadapi PSM Makassar, pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), Minggu, (17/10) nanti. Pasalnya, beberapa pemain terbaiknya belum sembuh dari cedera, kini di hantam badai cedera lagi. Yakni, pemain sayap kanan Arif Suyono juga mengalami cedera otot pahanya. Sehingga, dengan kondisi ini semakin membuat sulit coach Ivan Kolev untuk menentukan racikan moncernya.
“Kami masih dipusingkan dengan pemain yang cedera. Belum lagi pemain yang masih izin dan terkena akumulasi kartu. Kami sulit untuk menentukan permainan yang ideal,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev.
Keceng sapan ARif Suyono mengalami cedera saat mengikuti latihan di Training Camp (TC), timnas Indonesia pada persiapan menghadapi timnas Uruguay, (7/10) lalu. Dengan cedera ini, mantan pemain Arema FC ini harus absen hingga enam pekan.
Praktis, dengan absenya Keceng merupakan petaka bagi Sriwijaya FC. Ya, Keceng sendiri merupakan pemain sayap terbaik Sriwijaya. Selain mempunyai individu di atas rata-rata, Keceng juga mempunyai kecepatan tinggi.
Hal ini membuat keteteran lini pertahanan lawan. Bukan hanya itu, umpan-umpan matangnya juga sering memanjakan Park Jung-Hwan dkk. Arif juga tak jarang menciptakan gol. Terbukti, sepanjang musim ini, mantan pemain Persema ini sudah membukukan 3 gol. Yakni, saat uji coba melawan Perkoba, Batu, Malang, (21/9) lalu.
Kekuatan Sriwijaya bakal semakin rapuh, ini setelah beberapa pemain depan Sriwjaya masih belum di pastikan bergabung. Seperti, Budi Sudarsono yang masih menjalani penyembuhan luka kakinya, Keith Kayamba Gumbs belum bisa di pastikan turun lantaran baru 17 Oktober nanti bertolak ke Palembang, dan Park Jung-Hwan juga baru sembuh dari cedera. Praktis, Sriwijaya hanya menyisakan Oktavianus yang kondisinya juga baru sembuh dari cedera otot kaki.
Bukan hanya lini serang yang bakal “sakit parah”, lini pertahanan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) juga terancam rapuh. Ini setelah kiper utama, Fery Rotinsullu belum sembuh dari cedera otot di bawah lutut, dan belum dapatnya defender asing yang bakal di tandemkan dengan Claudiano Alves dos Santos. “Kami akan mencoba terus mencari solusi dengan kondisi ini,” pungkas mantan pematih Persija Jakarta ini.

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

SFC Kembali Kedatangan 4 Pemain Asing

Setelah memulangkan dua pemain asing asal Iran Ibrahimi Tejan dan Luis Alejanro Pena asal Uruguay, Sriwijaya FC kembali kedatangan dua pemain asal Amerika Latin dan 2 pemain Asia dari Koera Selatan dan China.
"Mereka sudah tiba di Palembang dan kini menginap di hotel Swarna Dwipa," kata Presiden Klub SFC H Dodi Reza Alex, Minggu (10/10).
Menurut Dodi,keduanya memiliki waktu selama dua atau tiga hari ke depan untuk mengikuti seleksi, mengingat jendela transfer sudah ditutup pada 15 Oktober. Selain kedatangan dua pemain asal Amerika Latin, SFC juga menunggu pemain asing asal Kenya George Owino Audi.
"Kita juga menunggu bek asal Kenya," urainya.
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Teknik SFC Hendri Zainudin, pemain ini akan mengikuti seleksi pada Senin (11/10), karena Kolev ingin melihat kualitasnya, kedua pemain ini berposisi sebagai penyerang.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Kolev Coret Dua Pemain Asing Seleksi

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev mencoret dua pemain asing seleksi mereka, yaitu Luis Alejandro Pena (Chili) dan Ibrahim Pejan (Iran), setelah kurang puas dengan penampilan keduanya pada pertandingan uji coba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu.

"Setelah saya lihat pada dua laga uji coba hari ini, keduanya tidak masuk dalam kriteria saya," kata Kolev.

"Keduanya belum bisa membuat saya jatuh hati."

"Mau tidak mau saya minta manajemen untuk memulangkan keduanya hari ini," jelas pelatih asal Bulgaria ini.

"Laskar Wong Kito" melakukan dua laga uji coba, menghadapi PS Angkatan Darat dan SFC Under-21.

Menghadapi PS AD, SFC menang telak 3-0, melalui gol dari tendangan penalti Luis Alejandro Pena pada menit 19, sundulan Rachmat Latief pada menit 22, dan gol dari pemain seleksi asal China Yong Jie-Mu pada menit 29.

Sementara, menghadapi SFC U-21 menang 3-0 juga. Ketiga gol diciptakan Rendi Siregar pada menit 41, Adi Suhendra pada menit 53 dan Gunawan Dwi Cahyo pada menit 72.

"Uji coba ini bukan ujian sesungguhnya karena kualitas kedua tim berada jauh dibawah Sriwijaya. Ini hanyalah ajang seleksi bagi pemain asing, dan bukan pula ajang pemanasan sebelum menghadapi PSM Makasar," jelas Kolev.

Sementara, salah satu pemain yang dicoret, Luis A. Pena mengaku tidak kecewa dengan keputusan Kolev yang tidak tertarik untuk merekrutnya.

"Pelatih pasti memiliki pertimbangan dan pemikiran lain. Meski begitu saya akan tetap berusaha bermain di Indonesia dengan mengikuti seleksi pemain pada klub lain," ujar Pena pasrah
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Ivan Kolev Berburu Striker Lokal

Sabtu, 09 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengatakan akan merekrut penyerang lokal untuk mengatasi krisis pemain depan yang terjadi dalam timnya.

"Saya butuhkan satu orang penyerang lokal lagi. Saya sudah minta manajemen untuk mendatangkannya ke daerah ini untuk diseleksi," kata Kolev di Palembang, Sabtu.

Dia menerangkan, manajemen SFC harus bergerak cepat memenuhi keinginannya itu, mengingat laga "Laskar Wong Kito" berikutnya akan digelar di Palembang, 17 Oktober 2010 dengan menghadapi PSM Makassar.

"Saat ini striker tersisa hanya Park Jung Hwan, yang lainnya kemungkinan tidak dapat diturunkan karena mengalami cedera dan kepentingan membela tim nasional," ujar dia.

Dia menuturkan, pemain itu, Budi Sudarsono yang mengalami luka robek 11 jahitan pada 29 September lalu mengharuskan beristirahat selama dua pekan.

Meskipun, menurut dia kondisi Budi semakin membaik, tapi diragukan dapat tampil pada laga melawan PSM Makassar nanti.

Kemudian, Arif Suyono mengalami cedera hamstring pada satu hari sebelum Timnas Indonesia melawan Uruguay di Jakarta, Kamis (7/10) yang mengharuskan diistirahatkan selama enam pekan.

Dan, Kapten Tim Keith Kayamba Gumbs yang memperkuat Timnas St Kitts dan Nevis di Piala Amerika, dan dijadwalkan kembali ke Indonesia bertepatan dengan laga melawan PSM Makassar.

"Keadaan ini akan menyulitkan kita, jika tidak segera diantisipasi," kata pelatih asal Bulgaria tersebut.

Menanggapi permintaan Kolev itu, Presiden SFC H Dodi Reza Alex yang diwawancarai dalam kesempatan berbeda menyatakan akan segera mendatangkan striker lokal dengan menghubungi sejumlah agen pemain.

"Kita akan mengambil striker lokal, karena kita mengalami krisis penyerang. Saat ini sudah ada beberapa nama yang dikantongi, tetapi untuk sementara masih dirahasiakan," kata dia.

Dia menambahkan, manajemen SFC juga dikejar target melengkapi skuat tim, karena PT Liga Indonesia akan menutup pendaftaran pemain pada 15 Oktober 2010.

"Saat ini kami diburu waktu, bukan hanya striker lokal sedang dicari, tapi dua pemain asing juga belum didapatkan karena Kolev sedang menyeleksi beberapa pemain yang didatangkan ke Palembang," katanya lagi
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

SFC Rampungkan Seleksi 10 Pemain Asing

Selasa, 05 Oktober 2010.
Upaya Sriwijaya FC mencari pemain asing berkualitas terus dilakukan. Namun dari enam pemain asing yang diseleksi 10 Agustus-28 September belum satupun pemain asing yang lolos seleksi. Terakhir SFC menyeleksi 4 pemain asing yang dikabar datang Selasa (5/10) sore.

Akankah keempat pemain terakhir ini akan lolos seleksi. Namun dalam pengalaman sebelumnya tidak satupun yang lolos.

"Kita kembali menyeleksi pemain asing karena berdasarkan evaluasi, SFC membutuhkan kekuatan asing untuk lini belakang dan depan," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex.

Setidaknya SFC sudah menyeleksi 6 pemain asing yang semuanya dipulangkan seperti pada 10 Agustus lalu, klub ke datangan Dusan Bogdanovic (Serbia), dan Leonardo Felicia asal Argentina. Namun setelah satu pekan seleksi dia dipulangkan. Begitu juga nasib Lim Hyun Ho (Korsel yang datang pada 13 Agustus, terpaksa pulang dua hari kemudian karena cedera hamstring. Pada 19 Agustus, pemain berpengalaman Josh Meguire (Australia) datang mengikuti seleksi, tetapi lagi-lagi dipulangkan setelah seminggu bersama tim.

Selanjutnya datang kembali pemain asal Cina Wang Weilong (Cina) pada 21 September, juga terakhir Han Ji Ho (Korea Selatan) pada 28 September, nyatanya kedua pemain ini juga dipulangkan Kolev. Asalannya Weilong dan Han Ji Ho tidak memenuhi harapan Kolev.

Kini menyusul kepulangan Julio Cesar yang tidak lolos seleksi, Laskar Wong Kit membutuhkan dua pemain asing. Maka manajemen kemudian mendatangkan 4 pemain Selasa (5/10) yakni, George Owino Audi, Felix Perante, Fumiyo Kobayasi, dan Luis Alejandra Pena.

Mereka dalam status seleksi dan Ivan Kolev akan melihat langsung keempatnya dalam seleksi latihan hingga 15 Oktober mendatang, jelang ditutupnya jendela transfer putaran pertama musim 2010/2011.

10 Agustus:
1. Dusan Bogdanovic (Serbia),
2. Leonardo Felicia asal Argentina.
13 Agustus
3. Lim Hyun Ho (Korea Selatan)
19 Agustus:
4. Josh Meguire (Australia)
21 September:
5. Wang Weilong (Cina)
28 September:
6. Han Ji Ho (Korea Selatan)
5 Oktober:
7. George Owino Audi
8. Felix Perante
9. Fumiyo Kobayasi
10. dan Luis Alejandra Pena

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Park Lebih Nyaman Jadi Second Striker

Diproyeksikan menjadi striker murni dan banyak menciptakan gol ternyata tak sejiwa dengan harapan penyerang Sriwijaya, Park Jung-Hwan. Pasalnya, pemain yang di boyong dari PSM Makassar ini lebih nyaman menjadi second striker yang memang menjadi andalan posisinya. ”Saya lebih senang berada di belakang striker dan memberikan banyak assist untuk striker,” kata Park Jung-Hwan kemarin (5/10).
Ya, sebelum bergabung bersama Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC), Park sapaanya selalu di tempatkan sebagai second striker. Pemain kelahiran, Seoul, 14 January 1977 lebih enjoy di tugaskan untuk menyuplai bola agar bisa dikonversikan menjadi gol.
”Selama di Makasar, saya selalu mendapat tugas seperti itu dan memang saya lebih suka bergerak mobile ke kiri atau ke kanan lapangan. Dan itu sesuai dengan tipe permainan saya,” imbuhnya.
Sebelumnya, mantan pemain Seoul FC ini memang jarang menciptakan gol, lantaran sebagai second striker. Bersama Persiba Balikpapan, Park sendiri hanya hanya diturunkan dalam 474 menit dan hanya menciptakan dua gol. Itupun hanya dalam satu pertandingan, ketika Persiba menjamu Persija Jakarta, pada 21 November 2009 lalu, dia langsung memborong dua gol.
Begitu juga saat bersama PSM Makassar, Park juga tidak terlalu moncer soal gol. Bergabung selama setengah musim, Park hanya menciptakan 5 gol. Yakni, ketika menjamu Persik Kediri (17/03/10), dua gol saat bermain dikandang Persitara (27/03/10), serta masing-masing satu gol ketika PSM menjamu Persisam Samarinda (13/04/10) dan menjamu Persiwa Wamena (24/04/10).
Meski kurang nyaman ditugaskan sebagai striker murni, Park tetap bermain profesional. Hal ini dibuktikan, selama bergabung bersama Sriwijaya, Park sudah membukukan 4 gol. Yakni, satu gol diciptakan saat uji coba melawan PS Bangka saat menang 3-1. Duo gol Park saat membantai 6-0 atas Persib Bandung pada laga Inter Island Cup (1/9), dan satu gol lagi pada laga pada partai final IIC, saat menang 2-0 atas Persiwa Wamena (5/9) lalu.
”Bagi saya menciptakan gol bukan karena dipercaya sebagai striker. Tapi, saya lebih kepada kerja keras untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal dari kerja sama tim,” tambahnya.
Saat ditanya siapa pemain yang layak menempati sebagai striker, Park lebih mengandalkan striker gaek, Keith Kayamba Gumbs. ”Kayamba merupakan pemain yang pantas berada di depan. Kayamba merupakan seorang pekerja keras yang memiliki kecepatan dan pintar dalam menempatkan posisi,” pungkasnya. (mg43)

Biodata :
Nama : Jung Hwan Park
Paspor : Korea Selatan
Tempat/tgl lahir : Seoul, 14 January 1977
Usia : 33
Posisi : Depan
Tinggi : 180 cm
Berat : 77 kg

Karir Klub:
Jeonbuk Hyundai Motor (2005).
Yantai Yithen-China (2006)
Sowon FC-Korea Selatan (2007)
Persiba Balikpapan (2008-2009)
PSM Makassar (2009-2010)
Sriwijaya FC (2010-)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

JADWAL SRIWIJAYA FC DI ISL 2010-2011

Sabtu, 02 Oktober 2010.
PUTARAN KE : I

29-09-2010 DELTRAS - SRIWIJAYA FC Gelora Delta 1530 ANTV

02-10-2010 PERSELA - SRIWIJAYA FC Surajaya 1525 ANTV

17-10-2010 SRIWIJAYA FC - PSM Gelora Sriwijaya, Jakabaring 15:25 ANTV

21-10-2010 SRIWIJAYA FC - PERSIBA Gelora Sriwijaya, Jakabaring 15:25 ANTV

30-10-2010 PSPS - SRIWIJAYA FC H. Agus Salim

03-11-2010 PERSIJA - SRIWIJAYA FC Utama Gelora Bung Karno

02-01-2011 SRIWIJAYA FC- PERSIB Gelora Sriwijaya, Jakabaring

05-01-2011 SRIWIJAYA FC- PERSIJAP Gelora Sriwijaya, Jakabaring

08-01-2011 SRIWIJAYA FC- PERSIBO Gelora Sriwijaya, Jakabaring

16-01-2011 PERSISAM -SRIWIJAYA FC Segiri Samarinda

19-01-2011 BONTANG FC- SRIWIJAYA FC Mulawarman, Komplek P.Kaltim

23-01-2011 SRIWIJAYA FC - PERSEMA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

26-01-2011 SRIWIJAYA FC -AREMA INDONESIA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

30-01-2011 PERSIPURA - SRIWIJAYA FC Mandala

02-02-2011 PERSIWA - SRIWIJAYA FC Pendidikan

06-02-2011 SRIWIJAYA FC - SEMEN PADANG Gelora Sriwijaya, Jakabaring

09-02-2011 SRIWIJAYA FC- PELITA JAYA Gelora Sriwijaya, Jakabaring


PUTARAN KE : II

07-03-2011 SEMEN PADANG - SRIWIJAYA FC M. Yamin

10-03-2011 PELITA JAYA - SRIWIJAYA FC Singaperbangsa

20-03-2011 SRIWIJAYA FC - PERSIPURA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

23-03-2011 SRIWIJAYA FC - PERSIWA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

27-03-2011 AREMA INDONESIA - SRIWIJAYA FC Kanjuruhan

30-03-2011 PERSEMA - SRIWIJAYA FC Gajayana

02-04-2011 SRIWIJAYA FC - PERSISAM Gelora Sriwijaya, Jakabaring

05-04-2011 SRIWIJAYA FC - BONTANG FC Gelora Sriwijaya, Jakabaring

08-04-2011 PERSIB - SRIWIJAYA FC Si Jalak Harupat, Soreang

17-04-2011 PERSIJAP - SRIWIJAYA FC Gelora Bumi Kartini

21-04-2011 PERSIBO - SRIWIJAYA FC Letjen H. Sudirman

15-05-2011 SRIWIJAYA FC - PSPS Gelora Sriwijaya, Jakabaring

19-05-2011 SRIWIJAYA FC - PERSIJA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

01-06-2011 PSM - SRIWIJAYA FC Andi Mattalatta, Mattoangin

04-06-2011 PERSIBA - SRIWIJAYA FC Persiba, Komplek Pertamina Parikesit

15-06-2011 SRIWIJAYA FC - DELTRAS Gelora Sriwijaya, Jakabaring

19-06-2011 SRIWIJAYA FC - PERSELA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

Download Disini

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Ambruk di Kandang Persela

Sriwijaya FC dibekuk 0-1 oleh Persela Lamongan dalam lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL), Sabtu (2/10/2010). Ini adalah kedua kalinya Sriwijaya FC menelan kekalahan tandang musim ini.

Sebelumnya, Sriwijaya juga takluk 1-3 di tangan Deltras Sidoarjo. Dua kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat status Sriwijaya sebagai klub papan atas ISL sekaligus juara Community Shield 2010.


Melawan Persela, Sriwijaya tak mampu berbicara banyak. Hal ini tak lepas dari absennya beberapa pemain inti seperti Ferry Rotinsulu, Budi Sudarsono, Oktavianus Maniani, Claudiano Santos, dan M Ridwan.

Baru empat menit laga berjalan, gawang "Laskar Joko Tingkir" langsung unggul berkat aksi Redouane Barkaoui. Melalui sebuah tendangan bebas, Redouane melepas tembakan yang gagal dibendung Fauzal Mubaraq setelah terlebih dulu membentur badan Arif Suyono.

Kurang puas, Persela terus menyerang pertahanan Sriwijaya. Beberapa peluang pun lahir melalui Ferry Ariawan dan Redouane. Sayang, tak ada yang berhasil menambah keunggulan mereka.

Sriwijaya sendiri juga bukannya tanpa perlawanan sama sekali. Dalam sejumlah kesempatan, Mahyadi Panggabean, Claudiano, dan Arif Suyono mencoba membobol gawang tuan rumah. Namun, apa daya, gol tak kunjung datang.

Dengan hasil ini, "Laskar Joko Tingkir" naik ke posisi keempat dengan raihan empat poin. Sementara Sriwijaya yang punya poin nol dari dua laganya duduk di posisi ke-17.

Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
1

SKUAD SRIWIJAYA FC 2010-2011

Sabtu, 25 September 2010.
Sriwijaya FC

Julukan: Laskar Wong Kito
Berdiri: 1976 Kota Asal: Palembang
Markas: Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang
Kapasitas: 40.000
Peringkat Musim Lalu:8
Pelatih: Ivan Kolev (Bulgaria)
Suporter: Singamania, Sriwijaya Mania,SMS

Skuad:

Kiper:
1. Ferry Rotinsulu
2. Fauzal Mubarok
3. Andi Irawan

Belakang:
1. Rendi Siregar
2. Rahmat Latiff
3. Gunawan
4. Ahmad Juprianto
4. Jackie Arisandi
5. Claudiano Santos
5. Bobby Satria
6. M. Ridwan
7. Supardi

Tengah:
1. Dirga Lasut
2. Mahyadi Panggabean
3. Ardiles Rumbiak
4. Wong We Lung
5. Ade Suhendra
6. Ponaryo Astaman
7. Arif Suyono
8. Firman Utina

Depan:
1. Oktavianus Maniani
2. Budi Sudarsono
3. Julius Cesar
4. Keith Kayamba
5. Park Jung Hwan

Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

SFC Juara Community Shield 2010

Gilas Arema, SFC Juara Community Shield
Sebelumnya SFC meraih gelar Inter Island Cup.

Sriwijaya FC (SFC) meraih gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield 2010 usai mengalahkan Arema FC 1-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 25 September 2010.

SFC semakin membuktikan mereka sebagai salah satu favorit juara Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Setelah menjuarai Inter Island Cup beberapa waktu lalu, tim Laskar Wong Kito ini merebut gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield.

Meski hanya bertajuk sebagai laga eksebisi pembuka ISL musim ini, baik Arema dan SFC tetap mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga ini. Permainan terbuka dan keras ditunjukkan kedua tim.

Beberapa peluang tercipta di awal babak pertama, namun puluhan ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan terkejut ketika Budi Sudarsono membobol gawang Arema pada menit ke-28 usai melakukan kerjasama cantik satu-dua dengan Park Jung-Hwan.

Namun, delapan menit kemudian Arema sukses menyamakan kedudukan melalui penalti yang dilesakkan Pierre Njanka. Penalti diberikan setelah kiper SFC Ferry Rotinsulu dianggap melakukan pelanggaran terhadap striker Noh Alam Shah.

SFC kembali unggul setelah Keith Kayamba membobol gawang Kurnia Meiga pada menit ke-45. Berawal dari kesalahan Njanka dalam penguasaan bola, Budi sukses merebutnya dan kemudian melepaskan umpan silang ke Kayamba yang dengan tenang membobol gawang Meiga.

Di babak kedua permainan terbuka masih terjadi dan banyak peluang yang diciptakan kedua tim. Namun, kembali SFC yang mampu memaksimalkan kesempatan yang didapat.

Melalui tendangan bebas akurat pemain asing asal Brasil, Claudiano, SFC sukses mencetak gol ketiganya pada pertandingan ini pada menit ke-60. Tendangan bebas ke pojok kiri gawang Arema tidak mampu dihentikan Meiga.

Pelatih Arema Miroslav Janu berusaha mengejar ketinggalan dengan memasukkan Mushafry dan Juan Revi, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhir pertandingan keunggulan 1-3 SFC tetap bertahan.

Susunan Pemain

Arema: Meiga; Zulkifli, Njanka, Purwaka Yudhi (Leonard, 85'), Benny Wahyudi; Bustomi, Roni (Yongki Aribowo, 42'), Chmelo; Ridhuan (Mushafry, 75'), Dendy, Alam Shah (Juan Revi, 82').

Sriwijaya: Ferry Rotinsulu; Supardi, Claudiano, Ahmad Juprianto, M Ridwan; Ponaryo, Firman Utina (Mahardiga, 72'), Oktavianus (Mahyadi, 74'); Park Jung-Hwan, Keith Kayamba (Bobby Satria, 89'), Budi Sudarsono.

Sumber http://bola.vivanews.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |