0

Octa-Nasuha Absen di LCA

Kamis, 28 Januari 2010.

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad "RD" Darmawan memastikan dua anak asuhnya Octavianus dan M Nasuha absen dalam lawatan menghadapi Singapura Armed Force (SAF) FC di Singapura, sabtu (30/1/2010).

Menurut RD, kedua pemain andalan Laskar Wong Kito ini mengalami cedera dan belum fit. Octa sapaannya baru saja sembuh dari cedera tetapi belum siap mengikuti pertandingan dan diistirahatkan untuk persiapan melawan Persebaya, begitu juga dengan M Nasuha yang mengalami cedera di kaki kanannya pasca ditahan imbang 1-1 Persik Kediri.

"Saya harapkan kedua beristirahat agar segera pulih, sebab kita membutuhkan tenaga keduanya untuk pertandingan SFC di Liga Super," ujar RD.

Menurut pelatih bertangan dingin ini, sangat sulit meninggalkan kedua dalam lawatan berat di kandang SAF FC. Sebab kontribusi dan kreasi kedua pemain itu sangat dibutuhkan. Namun pilihan berat harus dilakukan RD demi kebaikan keduanya.

Dalam pertandingan ini, Cekmad sapaannya akan membawa 18 pemain yakni, 4 pemain asing Precious Emeujeraye, Keith Kayamba Gumbs, Obiora dan Zah Rahan. Sementara 14 pemain lokal adalah Ferry Rotinsulu, Hendro Kartiko, Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, Slamet Riyadi, Ponaryo Astaman, Tony Sucipto, Arif Suyono, Rahmat Rivai, Isnan Ali, Bobby Satria, Mustafa Aji, dan Alamsyah Nasution.

Menurut Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid nama 18 pemain ini sudah didaftarkan. Mereka siap bertandingan.

"Semuanya sudah terdaftar dan siap bertanding," ujarnya.

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Hentikan Perlawanan Persebaya

Selasa, 26 Januari 2010.
Siwijaya FC memastikan raihan poin penuh di partai kandang setelah sukses menghentikan perlawanan tamunya Persebaya Surabaya, dengan keunggulan tipis 2-1 pada laga lanjutan Superliga 2009/10.

Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya yang memadati Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Selasa (26/1) malam, tim berjuluk "Laskar Wong Kito" sempat tertinggal lebih dahulu.

Ya, melalui sontekan Korinus Finkreuw pada menit ke-53, tim tamu Persebaya sempat memimpin 1-0, setelah pada babak pertama dilalui dengan skor imbang sama kuat tanpa gol.

Beruntung striker Keith Jarome Kayamba Gumbs mampu mencetak gol balasan pada menit ke-75 dan menyamakan kedudukan imbang 1-1, yang membuat Sriwijaya FC terhindar dari kekalahan menyakitkan.

Terlebih setelah tandemnya di lini depan Rahmat Rivai kembali memaksa kiper Persebaya memungut bola dari gawangnya untuk kedua kali, satu menit jelang pertandingan berakhir, yang membuat Sriwijaya berbalik unggul.

Gol yang dicetak Rivai tersebut menjadi penentu kemenangan timnya, karena hingga wasit Jerry Elly asal Bogor yang memimpin pertandingan meniup peluit panjang di akhir babak kedua, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Raihan tiga poin dari laga ini membuat skuad tim besutan pelatih Rahmad Darmawan mampu memperbaiki posisinya di papan atas klasemen sementara, dengan raihan 25 poin dari 17 pertandingan.

Sedangkan tim tamu Persebaya, kekalahan tersebut membuat mereka tertahan di papan tengah klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, karena baru mengoleksi 22 poin yang juga dari 17 pertandingan.

Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Andalkan Duet Ngon-Korinus

Senin, 25 Januari 2010.
Menghadapi Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya tidak akan bermain full team. Sebab, empat pemain terbaiknya tidak bisa diturunkan. Yakni, Andi Oddang (cedera), Wijay (cedera), John Tarkpor Sonkaliey (cedera) dan Supriyono (akumulasi).
Menanggapi hal itu, pelatih Persebaya, Surabaya, Danurwindo mulai mencari penggati untuk masuk line up, terutama lini serang Bajul Ijo (julukan Persebaya). Mantan pelatih PKT Bontang ini sudah memproyeksikan dua alumni Sriwijaya FC untuk menjadi daya gebrak pertahanan Cahris Yulianto dan kawan-kawan. Yakni, Ngon A Djam dan Korinus Fingkreuw.
“Dengan absenya Andi Oddang dan John Tapkor kami sudah menyiapkan penggantinya. Yakni, Korinus dan Ngon A Djam. Mudah-mudahan kedua pemain ini bisa bermain maksimal dan menciptakan gol,” kata Danurwindo.

Korinus dan Ngon A Djam merupakan pemain yang didepak oleh Sriwijaya musim ini. Meski telah mengoleksi 22 gol bagi Sriwijaya dalam setengah musim, ternyata belum menjadikan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) untuk kembali meminang Ngon A Djam.
Begitu juga dengan Korinus Fingkreuw. Mantan pemain Persipura ini juga menjadi korban pemain yang dibuang oleh Sriwijaya. Musim 2008-2009, pemain kelahiran Papua 14 Februari 1983 ini hanya menyumbangkan satu gol lantaran jarang diturunkan oleh coach Rahmad Darmawan.
Ya, meski musim ini Ngon A Djam tidak setajam musim lalu yang hanya mengoleksi 3 gol. Tapi, pemain asal Kamerun ini sangat pandai memberikan umpan cantik. Demikian dengan Korinus. Bersama Bajul Ijo, pemain berpostur 168 cm ini mampu mencetak 4 gol. Praktis, hal ini menjadi ancaman besar bagi Laskar Wong Kito untuk mendapatkan poin penuh.
“Mudah-mudahan bermain di mantan klubnya, menjadi motivasi tersendiri bagi pemain yang pernah bermain di Sriwijaya,” pungkasnya. (mg43)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Bontang Fc vs Sriwijaya = 3-1 , Tebus Kekalahan

Selasa, 19 Januari 2010.
Tuan rumah Bontang FC berhasil bangkit dari keterpurukan dari laga sebelumnya setelah sukses melumat Sriwijaya FC 3-1 di Stadion Mulawarman dalam lanjutan Superliga Indonesia 2009/10.

Tambahan tiga poin ini mengantarkan Bontang FC ke peringkat 12 klasemen sementara hasil mengoleksi 18 poin dari 15 laga. Raihan angka Bontang FC sama dengan Persijap Jepara, namun tim Laskar Khatulistiwa unggul selisih gol. Sedangkan Sriwijaya FC tak beranjak dari posisi delapan dengan nilai 21.

Ancaman yang dikeluarkan manajer tim Bontang FC Andi Faisal Sofyan sebelumnya membuat pemain terlecut motivasinya. Sejak pluit kick-off ditiupkan wasit, tim Laskar Khatulistiwa langsung mengambil inisiatif penyerangan.

Hasilnya, publik sepakbola Bontang berjingkrak kegirangan ketika Kenji Adachihara mengawali kemenangan tim kesayangan mereka melalui gol yang dilesakkannya pada menit ke-17.

Gol itu membuat kubu Sriwijaya tersentak. Laskar Wong Kito bangkit untuk menyamakan kedudukan. Usaha tersebut membuahkan hasil dua menit kemudian, saat Arif Suyono menggetarkan jala Bontang. Hingga babak pertama berakhir, skor imbang tidak berubah.

Bontang FC yang berambisi meraih kemenangan untuk membayar kekecewaan di laga sebelumnya, tetap menerapkan permainan menyerang di babak kedua. Upaya mereka untuk kembali unggul dalam duel tersebut tidak membuahkan hasil.

Sampai akhirnya sepuluh menit sebelum laga berakhir menjadi mimpi buruk bagi Sriwijaya. Cornelis Gedy membawa Bontang FC unggul 2-1 pada menit ke-80. Ali Khaddafi menggenapkan kemenangan menjadi 3-1 saat injury time.

Sumber http://12paz.blogspot.com
Selanjutnya...
0

RD Berharap Keberuntungan Di Bontang

Senin, 18 Januari 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan berharap tim besutannya memperoleh keberuntungan ketika menghadapi tuan rumah Bontang FC di Stadion Mulawarman hari ini dalam lanjutan Superliga Indonesia 2009/10.

Banyak pemain yang absen akibat cedera dan akumulasi kartu membuat RD, sapaan Rahmad, harus mengandalkan materi yang ada. Lini belakang menjadi sorotan, karena kelelahan membuat pemain sering kehilangan konsentrasi. Hal itu tidak boleh terjadi ketika menghadapi Bontang FC.

“Saya berharap kami bisa bernasib sama seperti Persib. Di pertandingan itu, Bontang FC mendominasi, tapi yang tampil sebagai pemenangnya adalah Persib. Selain berharap keberuntungan, kami juga mempunyai keyakinan mencuri poin di Bontang,” kata RD.

Perwira Marinir ini pun mengaku bakal melakukan rotasi. Pemain yang kelelahan kemungkinan besar dimasukkan sebagai cadangan, sehingga diharapkan bisa tampil bagus ketika diturunkan. RD pun menyatakan sudah melakukan evaluasi untuk menghadapi pertandingan ini.

“Dari evaluasi itu, kami lebih melihat ke lini belakang. Ada beberapa pergantian di sana, karena sejumlah pemain harus beristirahat, dan ada juga yang menjalani sanksi akumulasi. Saya pikir perubahan ini tidak akan membuat pertahanan kami lemah.”
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

RD: Pemain Sriwijaya Kebingungan

Sabtu, 16 Januari 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengungkapkan penyebab kekalahan 1-0 yang diperoleh tim besutannya dari Persisam Putra Samarinda dalam lanjutan Superliga Indonesia 2009/10 di Stadion Segiri.

Menurut RD, sapaan Rahmad, perubahan komposisi pemain yang dilakukan Persisam di babak kedua membuat pemainnya kebingungan. Hamka Hamzah yang sebelumnya berposisi sebagai bek, di dorong ke depan menjadi striker. Akibatnya, pemain kewalahan membendung serangan Persisam.

"Anak-anak mulai kewalahan setelah Persisam mengubah strategi dengan menempatkan Hamka Hamzah di depan. Di babak kedua kami mencoba menutupi kekurangan dalam hal kecepatan dengan melakukan pergantian pemain," ungkap RD.

Kendati demikian, RD tetap memuji performa anak asuhnya yang mampu mengimbangi Persisam di babak pertama. Namun hanya karena terburu-buru serta tidak dipayungi keberuntungan, Sriwijaya gagal mencetak gol.

"Sebenarnya kami sempat menguasai pertandingan di babak pertama, namun anak-anak tidak behasil memanfaatkan beberapa peluang. Kami akui pemain Persisam cukup disiplin dalam menjalankan strategi pertandingan, sehingga kami bisa kecolongan satu gol," ucap RD.

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Absen Lawan Bontang

UJIAN berat harus dihadapi Sriwijaya FC saat menghadapi Bontang FC di Stadion Mulawarman, Selasa (19/1) nanti. Setelah kehilangan dua pemainnya yang cedera, skuad asuhan Rahmad Darmawan juga tidak diperkuat Precious dan Kayamba dalam lawatan ke Bontang meladeni Bontang FC, Selasa (19/1).

Seperti diketahui, SFC sudah kehilangan Octavinuas, Arif Suyono, dan Isnan Ali yang cedera saat meladeni tim tamu Persija Jakarta 13 Januari lalu. Khususnya Arif sudah sembuh dan bisa diturunkan dalam laga nanti.

Kini Laskar Wong Kito berlaga tanpa Precious Emuegeraye yang harus absen karena akumulasi kartu kuningan dalam laga kemarin. Precious menerima kartu saat menekuk juara bertahan Persipura Jayapura 2-1. Kehilangan Precious jelas kerugian besar sebab SFC butuh poin pengganti pasca dikalahkan Persisam.
Menyikapi ini Cekmad sapaannya harus berpikir keras. Dia pun mempersiapkan beberapa nama seperti Bobby Satria atau Anak Agung Ngurah Wahyu Trisnajaya alias Nanak yang lebih sering duduk di bangku cadangan.

Kayamba dan Precious pemain penting. Tetapi kami tidak boleh menyerah sebab ada beberapa pemain yang bisa menggantikan posisi mereka,” ujar RD.
Disinggung mengenai persiapan dalam lawatan Bontang nanti, RD belum mau membahas soal strategi dulu. Dia harus melakukan

evaluasi pasca kekalahan melawan Persisam. “Kita akan bahas masalah kekalahan dulu baru persoalan menghadapi Bontang. Ada beberapa hal yang harus dikonsolidasi dengan para pemain,” tutup pelatih berusia 43 tahun itu.

Sementara itu kapten Kayamba tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Selain harus menelan kekalahan dalam laga ini, dia juga tidak dapat memperkuat SFC dalam pertandingan nanti.”Kami memang dalam kondisi sulit,” keluhnya

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Persisam Menang Tipis atas Sriwijaya FC

Samarinda - Tuan rumah Persisam Putra Samarinda memetik poin penuh saat menjamu Sriwijaya FC. Persisam menang tipis 1-0.

Dalam pertandingan lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (16/01/2010) sore, gol tunggal Persisam Putra Samarinda dicetak Danilo Fernando di menit ke-75.

Persisam langsung menekan jantung pertahanan Sriwijaya FC dari menit awal. Umpan silang playmaker Persisam Danilo Fernando yang disambut Fandi Mochtar nyaris membobol gawang Sriwijaya FC yang dikawal Hendro Kartiko.

"Laskar Wong Kito" melancarkan serangan balik di menit ke-12. Umpan Ponaryo Astaman di lini tengah kepada ujung tombak mereka Keith Kayamba gagal membuahkan gol lantaran tendangan keras Keith melenceng tipis di atas gawang Persisam yang dijaga Wawan Hendrawan.

Tuan rumah meningkatkan tempo permainannya. Dua peluang tuan rumah dihasilkan Danilo Fernando pada menit 27, dilanjutkan Pipat Tonkaya di menit ke-28 kembali nyaris menggetarkan gawang Hendro Kartiko.

Sebaliknya di kubu Sriwijaya, duet Keith Kayamba dan Obiora tidak mampu berbicara banyak setelah defender Persisam Hamka Hamzah bermain disiplin menjaga jantung pertahanan. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan melakukan tekanan silih berganti. Di kubu Persisam, kerjasama Irsyad Aras dan Pipat Tonkaya yang diakhiri Ronald Fagundez berbuah peluang gol di menit ke-55. Tapi lagi-lagi skor belum berubah.

Pun demikian dengan serangan balik Sriwijaya pada 59 yang diakhiri Keith Kayamba. Bola masih menyisir bagian atas mistar gawang Persisam.

Pada menit-60, pelatih Persisam Aji Santoso mengubah strategi. Hamka Hamza yang berada di lini belakang ditarik ke depan sementara posisi Hamka kini diisi Tsimi Joel.

Perubahan ini berbuah positif. Dari umpan terobosan di sektor kanan oleh Fandi Mochtar, kiper Hendro Kartiko tak kuasa menahan tendangan keras Danilo Fernando yang mengubah skor jadi 1-0 pada menit 75.

Tertinggal 1-0, Sriwijaya coba meningkatkan tempo permainan. Namun, pertahanan belakang Persisam masih mampu mematahkan serangan Sriwijaya. Skor 1-0 untuk tuan rumah tidak berubah hingga pluit panjang wasit Sapari asal Jawa Barat, dibunyikan.

Sumber http://www.detiksport.com
Selanjutnya...
0

Persisam vs Sriwijaya Fc : Sama - Sama penuh Motivasi

SRIWIJAYA FC ternyata tak mau sesumbar saat duel melawan Persisam Samarinda sore ini (16/1) pukul 14.30 WIB. Target utama pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan hanya mengimbangi motivasi tuan rumah. Karena ia menilai skuad Elang Borneo (julukan Persisam Putra) ingin menjadikan momen menghadapi Sriwijaya sebagai awal kebangkitan.
"Persisam main di kandang sendiri di bawah dukungan ribuan suporter fanatik. Jelas semangat dan motivasi mereka berlipat ganda, terlebih tuan rumah belum mendapatkan hasil positif di dua pertandingan kandang terakhir. Inilah yang ingin kami imbangi, semangat pemain saya harus ditingkatkan agar permainan mereka bisa diredam," kata Rahmad Darmawan kepada wartawan.
Lanjut pelatih yang akrab disapa RD ini, sama sekali tak melihat posisi tuan rumah di klasemen sementara. Nangkring di urutan 16 klasemen, bukan ukuran bagi Kayamba Gumbs dan kawan-kawan bisa memenangkan pertandingan dengan mudah.
Pelatih kelahiran Metro, Lampung 28 November 1966 ini, tetep mengantisipasi kebangkitan Persisam Putra. Terlebih hadirnya sosok H Harbiansyah Hanafiah menejer di tengah-tengah mereka. "Persisam Putra dihuni pemain-pemain bagus. Saya pikir mereka hanya belum menemukan sentuhan terbaiknya saja sementara ini. Suporter Persisam Putra harus lebih sabar menunggu datangnya sentuhan terbaik mereka. Yang jelas kami berharap sentuhan mereka tak datang saat bertemu kami," harap RD.
Sriwijaya tiba di Benua Etam dengan komposisi timpal. Dua pemain dipastikan absen. Yakni, adalah Isnan Ali (akumulasi kartu kuning), Oktavianus (cedera hamstring) dan Arif Suyono (cedera hamstring ringan) sendiri masih diragukan kondisinya lantaran cedera kram otot ringan. Namun Arif sendiri sudah mengikuti sesi latihan kemarin sore di stadion Sengiri, Samarinda.

Ditanyakan soal pemain tuan rumah yang menjadi sorotan, Rahmad menilai Pipat Thonkaya dan Zaenal Arief merupakan dua pemain berbahaya di lini depan. Di barisan gelandang duet asing Danilo Fernando dan Ronald Fagundez dianggap sebagai gelandang asing terbaik di Indonesia saat ini.
"Kami juga harus mewaspadai Hamka Hamzah, karena ia bisa berubah menjadi seorang striker. Semua pemain tuan rumah berbahaya, tapi kami melihat beberapa diantaranya punya kelebihan," tambah suami Dinda Eti ini.
Mengenai kondisi lapangan Segiri, pelatih yang diisukan bakal menjadi pengganti Benny Dollo di Timnas Indonesia tersebut mengatakan lapangan sudah jauh lebih baik dibandingkan musim lalu. "Waktu kami bertemu Persiba Balikpapan disini, rumputnya tak sebagus sekarang," pungkasnya.
Sementara itu Menghadapi Persisam Putra Samarinda (16/1) nanti sore, Sriwijaya FC akan bermain maksimal. Misi meraih poin penuh menjadi motifasi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC).Menanggapi hal itu, coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain waspada dan konsentrasi.
Termasuk dengan serangan striker asing Asia Persisam, Pipat Thonkanya. Pelatih asal Metro Lampung ini memberi instruksi untuk mengawal ketat pergerakan pemain asal Thailand ini.
“Persisam mempunyai banyak pemain yang sangat berbahaya bila masuk daerah pertahanan kami. Sehingga, kami harus konsentrasi penuh, termasuk kepada Pipat yang mempunyai kecepatan tinggi,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
Kewaspadaan mantan pelatih Persija ini sangat beralasan. Ya, meski baru mengoleksi 3 gol di Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010 ini, pemain kelahiran Thailand, 4 Januari 1979 ini sering menjadi penyelamat Elang Borneo (julukan Persisam) apalagi saat bermain di kandang.
Terbukti, dari 3 gol yang di ciptakan pemain berpostur 179 cm ini, 2 gol tercipta saat bermain di kandang. Yakni, saat Persisam di tahan imbang 2-2 oleh Persipura (9/1) lalu. Dan gol tunggal yang membawa kemenangan Persisam 1-0 atas PSM Makassar (29/11/09) lalu. Sedangkan satu gol tercipta saat tim besutan Aji Santoso mampu menahan imbang 1-1 dari Persijap Jepara (1/11/09).
”Setiap pemain harus waspada dengan pergerakan pemain Persisam. Bukan hanya Pipat yang kami waspadai, tapi, pemain lainya juga wajib di waspadai seperti Zaenal Arif,” imbuh mantan pelatih Persipura ini.
RD sapaan Rahmad Darmawan juga mewanti-wanti kepada anak asuhnya untuk tidak lengah dengan permainan duet pemain asing Persisam, Danilo Fernando dan Ronald Fagundez.
“Terlebih di barisan gelandang duet asing Danilo Fernando dan Ronald Fagundez juga menjadi ancaman bagi kami. Sebab, dua pemain asing ini merupakan selah satu gelandang asing terbaik di Indonesia saat ini,” pungkasnya.
sementara itu Ketajaman bomber Sriwijaya FC Keith "Kayamba" Gumbs mengelora hingga ke Indonesia bagian timur. Wajar jika pelatih Persisam Samarinda Putra Aji Santoso was-was saat akan menghadapi Sriwijaya FC. Untuk itu, Aji bakal menginstruksikan pemain belakang untuk tampil ekstradisiplin.
Lanjut mantan pelatih Persik Kediri ini, Kayamba adalah pemain depan paling berbahaya di tim Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) musim ini. Selain pandai menciptakan gol dan membuka ruang Kayamba juga bisa dimainkan di beberapa posisi.
"Semua tahu Kayamba pemain yang memiliki fisik cukup prima. Boleh dibilang cukup produktif di usianya 37 tahun. Kecepatannya juga patut diwaspadai. Kami rasa Kayamba bakal merepotkan barisan pertahanan kami di sepanjang pertandingan," kata Aji Santoso kepada wartawan, kemarin, (15/1).
Meskipun demikian, mantan pemain timnas era 90-an ini tetap optimistis lini belakang tim Elang Borneo (julukan Persisam) tetap solid. Sebab, Persisam Putra dipastikan turun dengan kekuatan utuh. Cedera mantan defefender Sriwijaya FC Tsimi Joel, sudah sembuh seratus persen. Begitu juga dengan M Robby yang sempat absen karena akumulasi kartu kuning saat bertemu Persiwa Wamena.
Namun, mantan pemain Persebaya Surabaya itu, masih ragu dengan kondisi Tsimi. Oleh karena itu, kemungkinan Tsimi bakal dibangku cadangkan. Bukan lantaran cedera semata namun peforma Tsimi pada beberapa laga awal masih belum on fire bakal membangkucadangkan mantan pemain Sriwijaya Tsimi.
"Kami rasa Kayamba bakal menemukan lawan yang sepadan. Sebab, kami memiliki 4 pemain belakang yang cukup tanguh. Yakni, Hamka Hamzah, Usep Munandar, Syaiful dan M Robby bakal menjadi pilihan utama untuk mengamankan gawang Wawan Hendrawan," pungkas Aji

Sumber http://12paz.blogspot.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Andalkan Serangan Balik

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan terpaksa harus mengubah strategi permainan saat menghadapi Persisam Putra Samarinda di Stadion Segiri hari ini dalam lanjutan Superliga Indonesia 2009/10.

RD, sapaan Rahmad, kemungkinan besar akan meninggalkan skema 4-4-2 yang menjadi kebiasaannya, dan menerapkan pola 3-5-2 di laga ini. Dengan menumpuk lini tengah, RD berharap bisa mengimbangi permainan Persisam, dan juga mempunyai banyak pemain untuk melakukan serangan balik.

“Saya akan kehilangan tiga pemain di pertandingan ini, dan ini cukup merugikan mengingat kami bermain di kandang lawan. Tapi saya masih mempunyai banyak pemain pengganti. Saya menganggap semua pemain mempunyai kualitas yang sama,” ujar RD.

“Saya mau lihat dulu lawan menggunakan strategi seperti apa, setelah itu baru menerapkan formasi ideal untuk mengimbangi mereka. Yang pasti, saya tidak akan menggunakan 4-4-2.”

Walau dalam kondisi tidak menguntungkan, RD menyatakan tim besutannya tetap menargetkan angka demi memperbaiki posisi di klasemen sementara sebelum putaran pertama berakhir.

Sumber http://goal.com


Selanjutnya...
0

Saling Umbar Psywar

Senin, 11 Januari 2010.
Laga Sriwijaya FC kontra Persija Jakarta pada putaran 1 Djarum Indonesia Super League (DISL) besok (13/1) bakal berlangsung sengit. Itu karena beberapa pilar tim nasional (timnas) akan saling beradu kontak. Perang urat saraf (psywar) pun tidak dapat dihindari. Namun, psywar kali ini bukan negatif layaknya yang sering terjadi, tapi positif dengan saling memberikan pujian kualitas individu pemain.
Defender Sriwijaya FC, Charis Yulianto misalnya, memberikan penilaian tersendiri terhadap bomber Persija, Bambang Pamungkas (BP) yang akan dikawalnya. Menurut Charis, BP adalah salah satu striker terbaik di Indonesia saat ini. ”Wajar jika dia (BP) selalu menjadi pilihan utama, baik di tim Persija maupun Timnas,” ungkapnya, kepada Sumatera Ekspres kemarin (11/1)

Bahkan, kata Charis, pemain kelahiran Salatiga, 10 Juni 1980 itu, mampu menjaga peforma permainan dengan baik. Sehingga, musim ini BP masuk dalam bursa pencetak gol terbanyak DISL dengan koleksi 8 gol. ”BP adalah sosok striker sejati. Sangat berbahaya bila sudah berada dalam kotak penalti, karena memiliki finising yang bagus. Selain itu dia juga memiliki kemampuan bola-bola atas yang sangat baik,” ujarnya.
Meskipun demikian, Charis tak mau menjadi bulan-bulanan BP. Oleh karena itu, pemain kelahiran, Blitar (Jatim), 11 Juli 1981 ini berharap dapat bermain maksimal. Tentunya dengan berdiri kokoh mengawal pertahanan tim Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) agar gawang Ferry Rotinsulu atau Hendro Kartiko terhindar dari kebobolan.
”Jika pelatih (Rahmad Darmawan, red) bakal menurunkan saya sebagai starter, saya akan berusaha bermain disiplin dan konsentrasi penuh disepanjang pertandingan,” pungkas mantan pemain Arema Malang ini.
Sebaliknya, Bambang Pamungkas juga mengagumi permainan Charis Yulianto yang cukup solid di lini belakang. Menurut BP, Charis adalah bek yang dapat bermain taktis dan disiplin. Selain itu pandai menjaga pergerakan lawan dan tak mudah untuk dilewati. ”Wajar jika dia (Charis) di percaya menjadi kapten Timnas. Selain selalu tampil maksimal, suri tauladannya juga bagus. Baik didalam maupun diluar lapangan,” ungkap BP, yang sepanjang karirnya di Timnas dari 1999-sekarang (66 laga) mampu mencetak 35 gol. (mg42)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Waspadai Umpan Silang Persija

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyatakan, pihaknya akan mewaspadai umpan silang Persija Jakarta saat kedua tim saling bentrok dalam pertandingan Superliga Indonesia 2009/10 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu [13/1].

Menurut RD, sapaan Rahmad, kekuatan permainan Persija selama ini terletak di sektor sayap. Umpan silang serta lambung kerap membahayakan pertahanan lawan. Persija diperkirakan bakal mengandalkan lompat tinggi Bambang Pamungkas untuk menyambut umpan silang tersebut.

“Persija lebih unggul pada permainan bola-bola atas. Mereka punya penyerang seperti Bambang yang bisa memanfaatkan umpan silang itu. Karena itu, kami akan mewaspadai permainan mereka, dan berusaha memastikan sektor sayapnya,” ungkap RD.

“Saya masih mempelajari kemungkinan strategi yang akan dipakai untuk pertandingan nanti, jadi belum bisa mengungkapkan siapa saja dari Persija yang akan diwaspadai. Tapi bagi saya, Persija adalah tim bagus dengan materi pemain merata.”

Sumber http://goal.com


Selanjutnya...
0

Tandukan Arif Angkat Posisi Sriwijaya

Sabtu, 09 Januari 2010.
Gelandang Arif Suyono menjadi pahlawan Sriwijaya FC setelah tandukkannya di menit ke-14 memberikan Laskar Wong Kito kemenangan 1-0 atas PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dalam lanjutan Superliga Indonesia 2009/10.

Dengan hasil ini, maka Sriwijaya untuk sementara naik ke posisi tujuh klasemen dengan nilai 17 dari 11 laga. Raihan angka Sriwijaya melewati PSPS yang berada satu tingkat di bawah dengan torehan 16 poin dari 12 pertandingan.

Tampil di hadapan publiknya sendiri, Sriwijaya mendominasi permainan di babak pertama. Permainan menyerang yang diperagakan tim kota Pempek ini membuahkan hasil pada menit ke-14. Richard Obiora memberikan umpan kepada Arif yang diselesaikan tandukkan kepalanya untuk menjebol gawang Fance Hariyanto.

Keunggulan itu membuat Sriwijaya semakin meningkatkan serangan ke pertahanan tim tamu. Tuan rumah nyaris memperbesar keunggulan pada menit ke-24, namun tendangan Octavianus masih membentur tiang gawang.

Menjelang babak pertama berakhir, serangan Sriwijaya mengendur, sehingga dimanfaatkan PSPS untuk mengejar ketertinggalan. Tapi upaya itu tidak membuahkan hasil.

Babak kedua baru berjalan satu menit, Swirijaya kembali nyaris menggandakan keunggulan. Tendangan bebas Octavianus lagi-lagi membentur tiang gawang. Tendangan bebas diberikan wasit setelah Dedy Gusmawan melakukan pelanggaran terhadap Arif.

Sejumlah peluang didapat kedua tim di sepanjang babak kedua ini. Namun tidak ada satu pun yang menghasilkan gol. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, sekor 1-0 untuk kemenangan Sriwijaya tidak berubah.
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Rebut Poin Penuh

PALEMBANG, KOMPAS.com — Tuan rumah Sriwijaya FC merebut poin penuh dengan menundukkan PSPS Pekanbaru 1-0 dalam lanjutan laga Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/1/2010) sore.

Gol Sriwijaya FC tercipta melalui sundulan Arif Suyono pada menit 14. Arif menyambar umpan silang yang disodorkan Obiora. Dengan kemenangan itu, posisi Sriwijaya FC terdongkrak ke posisi lima klasemen sementara.

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengutarakan, pemainnya bertanding dalam tempo sedang karena terlalu berhati-hati.

Kapten Sriwijaya FC Keith Kayamba mengutarakan, sebenarnya timnya telah tampil maksimal. PSPS bermain begitu disiplin sehingga Sriwijaya FC sulit menerobos pertahanan mereka.

Pelatih PSPS Pekanbaru Abdurrahman Gurning mengungkapkan kekecewaannya atas kepemimpinan wasit Iis Isa Permana dari Jawa Barat yang dinilainya tidak adil.

Sumber http://kompas.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya Mau Matikan Dzumafo

Jumat, 08 Januari 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengingatkan anak asuhnya agar mewaspadai pergerakan penyerang PSPS Pekanbaru Dzumafo Herman Epandi saat saling bentrok di Stadion Gelora Jakabaring akhir pekan ini.

Menurut RD, sapaan Rahmad, seluruh pemain PSPS memang wajib mendapat perhatian dari anak asuhnya. Hanya saja, pengawasan khusus tetap diberikan kepada Dzumafo mengingat pemain itu merupakan sumber gol bagi PSPS.

“Sebagai pendatang baru, PSPS sangat mengejutkan dengan mengandalkan permainan cepat. Mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Semua pemain PSPS harus diwaspadai, terutama Dzumafo. Dia adalah pemain berkualitas di PSPS,” ujar RD.

Mantan asisten pelatih timnas senior itu telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi PSPS. RD menginginkan anak asuhnya tidak terlalu terburu-buru dalam melakukan serangan, dan memilih membangun serangan secara perlahan-lahan.
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Giliran Supersub

Minggu, 03 Januari 2010.
Kepercayaan coach Sriwijaya FC Rahmad Darmawan terhadap pemain pelapis (supersub) mulai tinggi. Sebab, pria asal Lampung, belum memutuskan siapa saja starter saat lawan PSPS Pekanbaru, (9/1) nanti. Termasuk pemain Timnas tentunya.
Dia masih akan melihat kondisi pemain timnas usai Indonesia melawan Oman pada 6 Januari nanti. “Kami tidak memastikan seluruh pemain Timnas akan bermain saat melawan PSPS nanti. Kami akan melihat siapa pemain kami yang akan diturunkan di Timnas, 6 Januari nanti,” kata coach Rahmad Darmawan.
Mantan pelatih Persipura ini menambahkan, tidak menutup kemungkinan saat melawan PSPS, timnya akan menurunkan pemain yang diturunkan saat melawan Negeri Sembilan, 2 Januari lalu. Wajar bila coach Rahmad mulai percaya dengan kinerja anak asuhnya.

Saat melawan Negeri Sembilan beberapa pemain pelapis seperti, Boby Satria, Andritany, dan Oktavianus mampu memberikan hasil yang memuaskan. Yakni, berhasil menekuk tim asuhan Wan Jamak Wan Hassan dengan skor telak 5-1.
”Kita lihat nanti, siapa yang akan turun melawan PSPS nanti. Yang pasti, kami akan melihat kebutuhan tim. Siapa yang lebih siap turun akan kami mainkan,” lanjut mantan pelatih Persija ini.
Apalagi, salah satu pemain timnas Isnan Ali mengalami cedera memar pinggang. Praktis, ini menjadi peluang bagi pemain pelapis seperti, M Nasuha dan Slamet Riyadi yang sering di plot untuk menggantikan posisi Isnan.
Saat ini, 7 pilar Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) masuk pelatnas timnas. Yakni, Charis Yulianto, Isnan Ali, M Nasuha, Ponaryo Astaman, Christian Worabay, Fery Rotinsullu, dan Precious Emuejeraye.
“Tapi, kami tidak menutup kemungkinan akan menurunkan pemain yang diturunkan saat melawan Oman nanti. Kita lihat nanti, kondisi pemain itu sendiri,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Kayamba Tekuk Negeri Sembilan 5-1

Sabtu, 02 Januari 2010.
PALEMBANG ---Dahaga kemenangan di tiga laga terakhir Liga Super Indonesia (ISL), terbalaskan setelah Sriwijaya FC tampil meyakinkan di laga ujicoba menghadapi Negeri Sembilan FA, tim asal Malaysia di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (2/1). Kayamba cs mengamuk dan mencetak 5 gol.

Gol kemenangan SFC di cetak Kayamba yang membuat hattrik di menit 4, 21, serta 44 (penalti). Sementara dua gol lainnya diceploskan striker Anoure Obiora Richard di menit 58 (penalti) dan sudulan di menit 84. Gol balasan Negeri Sembilan FA dicetak Safiq, bek sayap tim asal negeri Jiran.

Dengan kemenangan ini, pelatih Rahmad Darmawan mengaku cukup puas lantaran anak asuhnya bermain bagus sepanjang pertandingan. Meski pada pertandingan awal, lini belakang SFC sedikit

sulit mensuport serangan, tetapi di babak kedua terlihat lebih baik.
Kombinasi sentuhan satu dua, bertahan dan menyerang dengan cepat yang selama ini menjadi andalan kita,” ujar RD.

Menurut pelatih kelahiran Metro Lampung ini, meski tanpa 6 pemain pilarnya, tetapi SFC tetap tampil cepat dan menusuk. Permainan cepat dan koordinasi seimbang antara lini belakang dan

depan SFC memang menjadi andalan SFC sejak lama. Setuahn satu dua dan bermain cepat sempat hilang di laga-laga terakhir ISL, sehingga Laskar Wong Kito seperti kehilangan kepercayaan diri.

Dengan kemenangan ini mampu mengangat moral anak-anak untuk memberikan yang terbaik dalam laga melawan PSPS Pekarn Baru nanti,” tegas RD.
Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Bonus Cair

Jumat, 01 Januari 2010.
Hari ini (31/12) senyum para pemain Sriwijaya FC bakal mengembang. Pasalnya, bonus kemenangan pertandingan akan segera cair. Hal ini setelah manajemen Sriwijaya FC telah mendapatkan dana suntikan dari beberapa sponsor.
”Untuk bonus rencanya besok (hari ini, red) akan kami bagikan. Sebab, tadi pagi (kemarin, red) kami mendapat panggilan dari Bank Sumsel. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Dan besok sudah bisa di bagikan kepada seluruh pemain,” kata Vice President of Finance, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Augie Bunyamin, saat ditemui di hotel Swarna Dwipa kemarin (30/12).
Sebelumnya, untuk memotivasi dan meningkatkan gairah permainan pemain, pihak manajemen berjanji akan memberi bonus kepada setiap pemain. Yakni, Rp4 juta untuk menang di tandang, Rp3 juta untuk menang di kandang dan Rp1,5 juta untuk seri di tandang.

Charis Yulianto dan kawan-kawan sendiri telah membukukan satu kali menang di tandang yakni saat melawan Persipura 2-1 (2/12), serta 4 kali menang di kandang, yakni melawan Persitara 3-2 (21/11), Pelita 3-1 (24/12), Persijap 4-0 (6/12), dan Persela 2-1 (9/12). Dan seri saat melawan PSM 1-1 (11/10).
Sehingga setiap pemain mendapat bonus kisaran Rp17,5 juta. Selain akan mendapat guyuran bonus, pihak manajemen juga berjanji akan segera membayar gaji pemain bulan November dan Desember 2009. Pihak manajemen sendiri berjanji akan segera membayar gaji 4 Januari 2010.
”Kemungkinan 4 Januari 2010 nanti semuanya sudah beres. Sebab, sebagian dana sponsor akan cair bulan Januari nanti. Bila perlu kami akan langsung membayar untuk bulan Desember yang jatuh tempo 10 Januari 2010 nanti,” pungkasnya. (mg43)

Selanjutnya...
0

Copa Indonesia Bergulir Pebruari

Sempat tidak ada kabar berita tentang pelaksanaannya pasca ditinggal sponsor utama, Piala Indonesia atau lebih populer dengan sebutan Copa Indonesia, dipastikan akan kembali bergulir.

Ya, turnamen bergengsi di tanah air yang mempertemukan tiga tim dari kasta berbeda ini sesuai rencana akan kembali dihelat pada Pebruari tahun depan.

Hal tersebut seperti disampiakan Azwan Karim, IT and Communication Manager PT Liga Indonesia (Liga), ditemui GOAL.com di kantor Liga, Komplek Perkantoran Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta, Selasa (30/12).

Menurut Azwan, saat ini pihaknya masih terus menggodok jadwal turnamen bergengsi ini, agar tidak berbenturan dengan jadwal tim di kompetisi reguler.

Selain itu imbuhnya, jadwal laga internasional seperti Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC tahun depan menjadi pertimbangan utama.

Maklum karena dua tim asal Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena akan menjalani dua laga event internasional itu. "Mutiara Hitam" tampil di Liga Champions Asia (LCA), sementara Persiwa di Piala AFC.

Belum lagi, juara Copa Indonesia musim ini Sriwijaya FC yang akan melakoni dua kali pertandingan di babak play-off LCA. Salah satunya menghadapi Singapura Air Force.

Jika saja "Laskar Wong Kito" mampu melewati hadangan tim negara tetangga itu, mereka akan melakoni laga play-off kedua menghadapi pemenangan antara klub asal Vietnam, Da Nang kontra Muang Thong United asal Thailand.

Dan sekiranya bisa kembali meraih kemenangan, berarti ada dua tim asal Indonesia yang akan tampil di LCA, yakni Persipura dan Sriwijaya FC.

Tapi sekiranya gagal, skuad tim besutan pelatih Rahmad Darmawan akan mendampingi Persiwa di Piala AFC 2010, yang artinya tetap saja ada tiga tim di tanah air yang akan melakoni laga internasional pada musim 2010 mendatang, sehingga jadwal turnamen Copa Indonesia harus menyesuaikan agenda internasional tiga tim tersebut.

“Untuk sementara, jadwal yang kami tetapkan adalah Pebruari. Tapi kemungkinan ini masih bisa bergeser, mengingat adanya agenda laga internasional yang melibatkan beberapa tim di tanah air,” ujar Azwan menjelaskan.

Mengenai terlambatnya kabar pelaksanaan turnamen ini, lanjut pria berkepala plontos, sama sekali tidak ada hubungannya dengan keputusan sponsor utama mencabut diri. Tapi hal ini semata karena sulitnya pengaturan jadwal agar tidak sampai bentrok dengan kompetisi reguler.

Lagi pula, masih kata Azwan, sejak awal Liga sudah bertekad untuk kembali menggelar turnamen bergengsi ini, meski tanpa kehadiran sponsor utama sekali pun, seperti pelaksanaan ajang yang sama beberapa tahun terakhir.

Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Saatnya SFC Raih Kemenangan Psikologis

PALEMBANG, SRIPO--Memelihara mental bertanding, demikian pelatih Rahmad "RD" Darmawan menamakan ujicoba Sriwijaya FC versus Negeri Sembilan FA di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (2/1) pukul 15.30 nanti.
Selain memelihara mental bertanding, laga bertajuk ujicoba internasional Keith Kayamba Gumbs cs ini merupakan momentum bagi punggawa SFC untuk meraih kemenangan psikologis. Sebab pasca ditahan imbang Persib Bandung 1-1 di kandang, SFC seperti kehilangan keyakinan, buktinya anak asuh RD mengalami dua kekalahan beruntun yakni kalah 0-1 dari Persema dan 0-3 dari Arema di laga tandang."Dalam pertandingan ujicoba ini nanti, saya harapkan anak bermain baik dan mampu bermain dengan organisasi disiplin," kata RD, Jumat (1/1).

RD menegaskan, laga ujicoba ini merupakan ujian Sriwijaya FC. Sebab laga ini menjadi uji ketangguhan dan kekompakan Keith Kayamba Gumbs terutama dalam mengorganisasi disiplin dalam bertahan dan menyerang. Sehingga Cekmad mengatakan, laga ini lebih menjadi semacam batu loncatan bagi Laskar Wong Kito untuk menghadapi laga berat yakni derby duo Sumatera menghadapi PSPS Pekanbaru, kemudian menghadapi tim ibu kota, Persija Jakarta."Saya kira lawan Negeri Sembilan nanti merupakan batu loncatan kita bagi untuk menghadapi pertandingan lawan PSPS dan Persija. Sebab ini merupakan bagian dari di dua laga penting itu. Saya berharap laga besok betul-betul bisa diambil manfaat," ujar Rahmad Darmawan, Kamis (31/12).
Menurut mantan pelatih Persija, dalam laga ini ia berharap anak asuhnya dapat mengambil manfaat dalam laga internasional. Terutama dalam hal disiplin menjaga area pertahanan. "Laga ujicoba ini saya harapkan anak bermain baik dan mampu bermain dengan organisasi disiplin," katanya.
Menurut pelatih kelahiran Metro Lampung ini, kondisi pemain dalam keadaan bagus dan siap tempur. Kiper Hendro Kartiko sudah bergabung, begitu juga kondisi kiper muda Andritany dan Andi Irawan. Sementara pemain lainnya seperti Arif Suyono, Oktavianus, Tony Sucipto, Ambrizal, Bobby Satria juga dalam kondisi fit. Meski demikian dalam latihan terakhir kemarin playmaker Zah Rahan tidak tampak mengikuti latihan. Pemain asal Liberia ini masih liburan mengikuti tahun baru di Tanggerang."Kondisi pemain alhamdulillah tidak ada masalah. Sementara Zah Rahan sudah meminta izin kepada saya dan akan bergabung besok (1 Januari)," ujar RD.
Pantaun Sripo kemarin, Hendro Kartiko sudah bergabung dan mengikuti latihan terakhir yang digelar RD. Tampak kiper senior ini bergantian dengan kiper muda Andritany dan Andi Irawan untuk mengamankan gawang dalam latihan.
Hendro sendiri, sempat absen mengikuti latihan yang digelar sejak 28 Desember lalu, lantaran meminta izin beberapa hari untuk mendampingi istrinya melahirkan anak keduanya. Kini kiper berjuluk Pabien Barthez ini mengaku sudah siap diturunkan.
"Saya siap diturunkan. Alhamdullilah kondisi saya dalam keadaan baik dan siap bermain. Tetapi semuanya saya kembalikan kepada keputusan pelatih," kata Hendro.

Prakiraan Pemain Kedua Tim

Line Up SFC:
Pelatih: Rahmad Darmawan
Formasi: 4-3-3
Kiper:Hendro Kartiko, belakang:Ambrizal, Bobby Satria, Precious Emeujeraye, Slamet Riyadi. Tengah:Toni Sucipto, Zah Rahan, Arif Suyono. Depan:Obiora, Kayamba, dan Rahmat Rivai

Line Up Negeri Sembilan FA
Pelatih Wan Jamak Wan Hasan
Formasi:4-4-2
Kiper:M Farizal Harun. Belakang:M Rahman Zabul, Qhoirul Anwar Roslani, M Affandi Adimel, M Zafuan. Tengah:Abu Samah, K Thanaraj, Idris Abdul Karim, Rzal Zambery. Depan M Zaquan dan Norizam Salaman.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

30 Januari Pakai Songket

PALEMBANG -Pentingnya motif songket bagi Sriwijaya FC, membuat manajemen memutuskan memakai specs saat menghadapi Singapura Armed Force (SAF) FC di babak play off Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC 30 Januari nanti.

Kita putuskan bekerjasama dengan Specs demi mengembalikan motif songket. Tetapi kerjasama ini untuk laga play off LCA atau AFC. Kita sudah kontak Specs dan mereka setuju,” ungkap Manajer SFC Hendri Zainuddin, Jumat (1/1).

Menurut Hendri, sejak awal SFC memang menginginkan songket yang menjadi ciri khas tim kembali dikenakan. Tetapi Reebok yang menjadi sponsor untuk kostum Laskar Wong Kito di musim ini tidak bisa menyanggupi. Selain kontrak yang sudah berjalan untuk musim, juga

berkaitan dengan aturan Reebok. Sehingga untuk satu musim ke depan khususnya laga di Liga Super Indonesia, SFC tidak mengenakan motif songket.

Kita sudah koordinasi dengan Reebok yang tidak menyanggupi pemasangan motif songket untuk satu musim. Tetapi hanya untuk laga LSI. Sementara untuk LCA kita tidak terikat dengan Reebok,” tegas Hendri.

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, motif songket sangat penting bagi SFC karena menjadi ciri khas Sumsel, sehingga di musim 2010-2011 mendatang jika Reebok tidak menyanggupinya, pihak akan melakukan peninjauan ulang. Sementara untuk musimnya pihaknya sudah terlanjut melakuan kontrak dengan Reebok untuk satu musi ke depan.

Secara terpisah kelompok suporter juga menginginkan songket yang melekat dengan SFC itu dikenakan lagi setidaknya dalam beberapa laga SFC. Presiden Singa Mania Indonesia (Simanis), Qusoy, juga merindukan motif songket itu dikenakan para pemain. Meski tidak mempercayai tahayul, tetapi tanpa motif songket itu Laskar Wong Kito seperti kehilangan keberuntungan.

Penampilan SFC seperti mengalami pasang surut, setidaknya dalam 11 pertandingan.
Meski pun pasang surut permainan tim, sebenarnya lebih kepada persoalan baik teknis maupun nonteknis tim,” ujar Qusoy.

Menurut pria yang kini menjadi PNS Pemprov Sumsel ini, langkah manajemen mengembalikan motif songket meski hanya di playoff LCA sudah tepat. Setidaknya menjadi obat kangen fans, pendukung, dan suporter SFC.

Seperti diketahui, SFC yang menyandang Juara Copa Dji Sam Soe musim lalu memang diberikan kesempatan untuk melakoni ajang LCA melalui play off. Kayamba cs akan melawat ke Singapura pada 30 Januari menghadapi SAF FC. Jika memenangkan pertandingan itu, maka langkah SFC

untuk melangkah ke babak berikutnya semakin mulus lantaran akan berlaga di Stadion Jakabaring pada 24 Feruari. Tim asuhan Rahmad Darmawan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Da Dang FC Vietnam versus Muang Thong United Thailand
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |