0

Psps vs Sriwijaya = 2-0 , Pembunuh Raksasa

Sabtu, 27 Maret 2010.
Psps pekanbaru membuktikan diri sebagai tim pembunuh raksasa setelah mengalahkan persib 3-0 kini giliran sriwijaya yang dibungkam 2-0.SFC tertekan sepanjang pertandingan di babak pertama.Dua gol kemenangan PSPS dileksakkan M Isnani di menit ke-11 dan menit 19.Memasuki menit ke-65, Sriwijaya FC masih ketinggalan dari tuan rumah PSPS Pekanbaru dengan skor 2-0. Pelatih Rahmad Darmawan menarik keluar bek Bobby Satria di gantikan Cristian Worabay.


Formasi tetap 4-3-3, hanya saja Ambrizal ditarik ke tengah mendampingi Precious Emuejeraye. Sementara Cristian Worabay mengisi sayap kanan SFC.

Pergantian pemain di lini depan kembali dilakukan pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan memasuki menit 68. Octavianus ditarik dan masuk striker Rahmat "Poci" Rivai.
Sementara PSPS juga melakukan pergantian pemain, Abdurahman Gurning pelatih PSPS Pekanbaru menarik keluar M Isnani digantikan Ade Suhendra.

khususnya permainan SFC lebih hidup dengan masuknya Poci. Terlihat pergerakan pemain asal Tarnate ini membuat serangan lebih hidup. Sebab ia membuat pergerakan-pergerakan cepat dan tidak terduga.

Beberapa kali tendangan kerasnya mengancam gawang Dede Sulaiman. Sementara itu pemain lainnya Kayamba dan Pavel mendapatkan kawalan ketat dari lini belakang PSPS yang dipimpin Banakken Basoken. Meski permainan SFC lebih hidup namun belum ada peluang yang tercipta menjadi gol. Kedudukan akhir 2-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru.
Sumber http://12paz.blogspot.com/

Selanjutnya...
0

Jalang Hadapi PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC Percaya Diri

Kamis, 25 Maret 2010.
Sriwijaya FC dipastikan sedang diselimuti kepercayaan diri yang tinggi menyusul tren fositif jelang laga kontra PSPS Pekanbaru, 27 Maret mendatang.

Maklum saja karena dalam empat laga kandang, skuad besutan Rahmad Darmawan ini berhasil menuai hasil sempurna dengan menghabisi setiap tim yang bertandang ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Empat laga itu, menekuk Persema Malang 3-0 (13/3), Selangor FA 6-1 (17/3), Arema Malang (20/3), dan Becamex Binh Doung 1-0 (24/3).

Suatu pencapaian yang terbilang fantastis, mengingat jarak tiap pertandingan hanya berselang tiga hari, serta lawan yang dihadapi terbilang berat.

Sebut saja, Arema Malang sebagai pemuncak sementara klasemen Super Liga 2009/10, Binh Doung sebagai semifinalis AFC Cup 2009, dan Selangor FA sebagai tim syarat pengalaman di AFC dengan rekor keikutsertaan sebanyak 20 kali.

Mungkin, hanya Persema Malang saja yang tidak masuk hitung-hitungan Sriwijaya FC.

Jelas, bukan perkara mudah untuk menjaga konsistensi permainan dalam sebuah kompetisi yang jadwalnya demikian padat.

"Tim kami memang sedang berada dalam top performa. Ini tugas berat saya, untuk tetap mempertahankannya," kata pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, kepada GOAL.com di Palembang, Kamis (25/3).

Bisa jadi, dipermalukan Bontang FC 2-1 di hadapan publik sendiri (7/3) yang sedikit mencoreng rekor kandang, menjadi titik balik kebangkitan Sriwijaya FC musim ini.

Tim kebanggaan Kota Palembang ini, kini dapat membuktikan kelasnya sebagai tim berpenghuni enam pemain timnas senior dan pemain asing berkualitas.

Selain itu, kepiawaian Rahmad dalam menerapkan rotasi pemain juga menjadi salah satu kunci sukses kemenangan beruntun ini.

"Kondisi tim kami semakin kondusif memasuki putaran kedua ini. Terutama sejak bergabungnya Pavel (striker timnas Uzbekistan) di pertengahan Februari lalu," kata Rahmad.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Istri Jadi Motivator Ferry Rotinsulu

Rabu, 24 Maret 2010.
Rasa bahagia kian menyelimuti penjaga gawang Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu, yang sebentar lagi menjadi seorang ayah ini.

Berkat beberapa aksi penyelamatannya, kiper kedua timnas senior ini terpilih menjadi man of the macth pada laga fase grup F Piala AFC kontra Becamex Binh Doung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (24/3).

Gelar ini pantas disematkan kepada pemain asal Kota Palu ini, mengingat sepanjang pertandingan dia bermain ciamik dengan menggagalkan beberapa peluang emas Binh Doung yang sudah 99 persen berbuah gol.

Sebut saja, salah satunya peluang gol dari striker Binh Doung, Alves, yang berhasil menyundul bola hasil sepak pojok dipertengahan babak kedua. Arah bola demikian tidak terbaca, karena sempat terjadi kemelut di mulut gawang. Namun, kejelian Ferry membuat gawang Sriwijaya FC tetap terjaga.

Usut punya usut, ternyata performa moncer ini terinspirasi oleh istri dan anak yang masih berada dalam kandungan.

"Saat main tadi, saya sempat lihat istri yang duduk di kursi penonton. Berkat dia, saya termotivasi untuk tampil maksimal," kata Ferry dalam keterangan resmi di sesi jumpa pers AFC seusai laga.

Ferry adalah sosok pemain penting dalam skuad Laskar Wong Kito. Meskipun, pada musim ini dia sering dirotasi dengan Hendro Kartiko, tapi magnet akan nama besar sebagai ikon Sriwijaya FC membuatnya tak tergantikan di hati SFC Mania.
Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
1

Sriwijaya FC 1 - 0 Becamex Binh Duong


PALEMBANG - Sriwijaya FC sukses menundukkan Binh Doung dengan skor 1-0, di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (24/3). Gums cs untuk sementara juara Grup F dengan nilai 7 poin, sementara Binh Doung diperingkat 2 dengan nilai 4. Gol SFC dilesakkan Kayamba di menit 1.

Mendapatkan umpan panjang dari zah Rahan di sudut kiri lapangan, sedikit menyentuh bola ke depan Gumbs adu sprint dengan pemain belakang Binh Duong dan memenangkannya untuk kemudian, pemain asal St Kitt N Nevis ini melakukann tendangan menyilang dari kiri menundukkan kiper Binh Doung The Anh

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Target Menang Atas Raksasa Vietnam

Selasa, 23 Maret 2010.
Sriwijaya FC mengusung target menang saat menjamu raksasa Vietnam Becamex Binh Duong pada penyisihan grup F AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 24 Maret nanti.

Kemenangan ini diharapkan dapat mengamankan posisi Laskar Wong Kito sebagai pemuncak klasemen sementara grup F yang dihuni oleh empat kontenstan.

"Ini laga kandang, jelas kami ingin menang. Bukan seri, apalagi kalah," kata pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kepada GOAL.com di Palembang, Minggu (21/3).

Meraih kemenangan dari Becamex Binh Duong FC memang bukan perkara mudah bagi Charis Yulianto dkk, mengingat tim ini adalah pesaing utama di fase grup yang tepat berada satu tingkat di bawah Sriwijaya FC.

Tim ini mengemas poin yang sama dengan Sriwijaya FC, dengan satu kali menang dan satu kali kalah, dan hanya kalah dalam selisih gol.

"Becamex Binh Duong ini adalah kompetitor utama kami di fase grup. Untuk lepas dari mereka, ya kami harus menang," tambah pelatih berusia 42 tahun ini.

Sebagai satu-satunya wakil Indonesia di ajang AFC Cup tahun ini, performa Sriwijaya FC di fase grup terbilang cukup baik.

Pada laga pertama, Laskar Wong Kito berhasil menahan imbang Victory SC 0-0 saat tandang ke Maladewa, dan pada laga kedua menuai kemenangan fantastis 6-1 saat menjamu Selangor FA di Palembang.

Sementara, Becamex Binh Duong bermain imbang 0-0 saat tandang ke Selangor dan menang 3-0 saat menjamu Victory SC.

"Tim ini memiliki rekor yang baik sepanjang keikutsertaanya di ajang AFC Cup. Selain itu, tim ini memiliki seorang striker naturalisasi asal Brazil. Jelas bukan tim yang mudah untuk dikalahkan," pungkas Rahmad.

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Yakin Tembus Empat Besar AFC Cup

Hasil positif yang diraup sepanjang menjalani fase grup, menumbuhkan keyakinan Sriwijaya FC untuk menembus posisi empat besar AFC Cup 2010.

Keyakinan ini semakin kuat, setelah pada laga terakhir, Laskar Wong Kito meraih kemenangan fantastis 6-1 atas Selangor FA saat tandang ke Palembang, 16 Maret lalu.

Selain itu, hasil imbang 0-0 yang diraih saat melawat ke Maladewa untuk menjajal Victory SC, bisa dikatakan sebagai hasil yang cukup baik.

"Kami yakin mampu masuk semifinal dalam event ini, karena kami sudah mengecap pengalaman di ajang yang levelnya lebih diatas yakni Liga Champions Asia pada tahun lalu," kata presiden Klub Sriwijaya FC H Dodi Reza Alex, di Palembang, Senin (22/3).

Ambisi Sriwijaya FC untuk berjaya di level Asia memang telah menjadi target utama manajemen Sriwijaya FC sejak awal musim, selain gelar di kompetisi domestik.

Pengalaman berlaga di ajang Liga Champions Asia (LCA) musim lalu diharapkan dapat membuat Laskar Wong Kito lebih percaya diri saat bersaing dengan klub-klub terbaik di Asia.

Apalagi, materi pemain yang direkrut musim ini memang diproyeksikan untuk berlaga di ajang internasional. Sebut saja, Ponaryo Astaman, Arief Suyono, dan Hendro Kartiko.

"Materi pemain yang kami miliki saat ini lebih baik dari tahun lalu. Selain itu, beberapa pemain yang dipertahankan adalah pemain yang tahun lalu memperkuat tim di LCA," kata putra sulung Gubernur Sumsel ini

Untuk sementara, Sriwijaya FC bercokol di pemimpin grup F dari empat kontestan, dengan raihan satu kali menang dan satu kali seri.

Skuad tim besutan pelatih Rahmad Darmawan ini akan melakoni laga lanjutan fase grup pada tanggal 24 Maret dengan menjamu raksasa asal Vietnam Becamex Binh Duong

Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Arema Waspadai Pavel Solomin

Rabu, 17 Maret 2010.
PALEMBANG - Keberadaan striker Pavel Solomin membuat lini depan Sriwijaya FC semakin solid. Strike asal Uzbekistan ini akan diturunkan saat menghadapi Arema dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (20/3) nanti.

Mengenai keberadaan striker yang memperkuat Timnas Uzbekistan ini, pelatih Arema Malang Robert Rene Alberts menegaskan Pavel adalah pemain cidera dengan gerakan cepatnya ketika mendapat bola atau tanpa bola.

"Kami harus memberikan pengawasan kepadanya selama pertandingan. Ia pemain bagus dan brilian," ujar Albert.

Selain mewaspadai Solimin, pelatih asal Belanda ini juga menegaskan, SFC memiliki pemain-pemain berkualitas dan patut diwaspadai. Meski prestasi mereka sedikit mengalami penurunan, tetapi tidak mengurangi kekuatan tim yang selalu menampilkan permainan cepat dengan sentuhan satu dua pemainnya.

"Tim ini sangat kuat baik dalam bertahan maupun menyerang, sehingga kami harus waspadai. Mereka juga sedang bermain bagus karena baru menang atas Selangor FA dengan skor 6-1," ujar Rene.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Posisi Manajer Sriwijaya FC Tetap Aman

Isu perombakan manajemen Sriwijaya FC yang menjadi pemberitaan hangat dalam sepekan terakhir yang semula digulirkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, ternyata hanya isapan jempol belaka.

Setelah memenuhi panggilan Komisi V DPRD Sumsel, di Palembang, Rabu (17/3), justru dukungan yang didapat oleh manajemen SFC yang dikomandoi PT Sriwijaya Optimis Mandiri.

Ini artinya, posisi manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin yang sempat digoyang anggota DPRD Sumsel, dipastikan aman.

Bisa jadi, kemenangan "Laskar Wong Kito" saat berpesta gol dan melibas Selangor FA 6-1 di hadapan pendukungnya sendiri, Selasa (16/3), membuat anggota DPRD tak enak hati untuk bicara perombakan manajemen.

"Anda dengar sendiri, tidak ada omongan dari anggota dewan yang meminta manajemen SFC dirombak. Malahan mereka memberikan dukungan kepada manajemen untuk menjaga SFC tetap eksis," kata presiden klub H Dodi Reza Alex Noerdin.

Pertemuan yang semula dikhawatirkan akan menjadi ajang penghakiman terhadap manajemen SFC, justru seperti ajang silaturahmi.

Namun, tak dapat dipungkiri dalam proses tanya jawab kedua, fokus serangan anggota DPRD Sumsel tertuju kepada manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin.

Hendri, tampak tertunduk lesu ketika disebut oleh salah seorang anggota DPRD Sumsel, hanya numpang populer dan tidak banyak mengetahui mengenai "sepakbola".

Kala itu, situasi tidak sempat memanas karena Hendri dapat menahan emosi dan menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan forsinya.

"Orang-orang yang tergabung dalam manajemen saat ini, menurut saya paling pas dan telah terbukti pengorbanannya. Jadi biarkanlah kami bekerja dahulu, setelah kompetisi habis, silakan lakukan evaluasi. Jika perlu saya juga diganti," kata Dodi.

DPRD Sumsel merasa terusik akan prestasi Sriwijaya FC, setelah tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini dipermalukan di hadapan publik sendiri oleh tim papan bawah Bontang FC, 13 Maret lalu.

Untungnya, setelah kekalahan itu, Ponaryo Astaman dkk mampu menuai hasil sempurna di dua laga kandang, dengan menaklukan Persema Malang di kompetisi reguler dan Selangor FA di ajang internasional AFC Cup

Sumber Http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Pavel Fokus Lawan Arema

Selasa, 16 Maret 2010.
TIDAK diturunkan saat timnya Sriwijaya FC berjibaku menghadapi Selangor FA di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup, Selasa (16/3) petang, bukan berarti membuat striker Pavel Solomin bersantai ria.

Pemain asal Uzbekistan ini tetap mempersiapkan diri dan menjaga kebugarannya. Sebab Laskar Wong Kito julukan SFC akan menghadapi Arema Malang di Gelora Jakabaring, 20 Maret nanti. Bagi menghadapi Arema merupakan pertandingan berat, karena tim ini adalah pemuncak klasemen. Selain SFC pastinya mengalami kelelahan dan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan recovery pemain.

Dipastikan pemainn yang diturunkan dalam laga SFC versus Selangor akan mengalami kelelahan. Praktis RD hanya memiliki beberapa pemain bugar diantara Pavel dan Precious Emuejeraye yang tidak diturunkan.

Hal ini disadari Pavel, bahwa kebugarannya diharapkan menjadi alternatif serangan bagi SFC dalam pertandingan nanti."Saya pikir menghadapi Arema nanti adalah laga berat. Tentunya saya berharap diturunkan dan siap memberikan yang terbaik bagi tim," kata Pavel yang memilih menjadi suporter saat SFC menghadapi Selangor FA.

Sumber Http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

SFC Akui Sulit Kuningkan Jakabaring

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) mengakui kesulitan untuk menumbuhkan kesadaran dari masyarakat Sumsel untuk mengenakan baju berwarna kuning saat menyaksikan langsung pertandingan Laskar Wong Kito di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Baju berwarna kuning yang telah menjadi indentitas Sriwijaya FC, biasanya hanya digunakan oleh kelompok suporter yang jumlahnya tak sebanyak jumlah penonton yang memadati stadion.

Direktur teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin, mengatakan kepada GOAL.com, di Palembang, Selasa (16/3), hal ini terjadi karena masyarakat pencinta Sriwijaya FC belum masuk dalam kategori militan. Sebagian besar dari mereka hanya menjadi pertandingan bola sebagai sarana untuk hiburan semata.

"Para pendukung Sriwijaya belum bisa dikatakan militan. Buktinya saja, jika tim kalah dicaci maki, bukan malah memberikan dukungan. Meski pun kami telah mengkampayekan untuk berbaju kuning, tapi tetap saja tidak berdampak signifikan," keluh Hendri.

Keadaan ini membuat Sriwijaya FC sedikit minder dengan beberapa klub ISL lainnya. Sebut saja, Arema Malang, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Semangat dukungan dari penonton selalu terlihat di setiap laga kandang mereka, karena warna indentik kedua klub selalu mendominasi stadion.

Tak hanya itu, para penonton juga meneriakkan yel-yel yang sama dengan kelompok suporter. Terbukti, hal ini dapat membangkitkan semangat tim kesayangannya dan sedikit memukul mental lawan.

"Jujur kami iri sekali jika melihat Arema Malang, Persib Bandung dan Persija. Penonton bergabung dengan kelompok suporter mengenakan kostum yang sama," tukas dia

Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

AFC : SFC 6 - 1 SELANGOR FC

Sriwijaya FC berhasil memberikan setitik air pemuas dahaga kemenangan para pencinta sepakbola Indonesia. Dalam lanjutan event AFC Cup 2010 (Piala AFC 2010), Sriwijaya berhasil menaklukkan tamunya Selangor FC 6-1. Kemenangan ini membawa Sriwijaya ke puncak klasemen grup F Piala AFC 2010 dengan memperoleh 4 poin dari dua pertandingan. Namun posisi Sriwijaya ini bisa digeser oleh dua tim lainnya, Becamex Binh Duong dan Victory SC, yang baru bermain malam nanti.

Sriwijaya FC sempat tertinggal lebih dahulu di awal babak pertama. Pada menit ke 18, gol yang diciptakan pemain Selangor berhasil mengejutkan para pendukung Sriwijaya FC. Tertinggal 0-1, para pemain Sriwijaya mulai terlecut semangatnya dan terus meningkatkan serangan. Hasilnya di menit 40, Sriwijaya FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan satu menit kemudian Sriwijaya FC membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1. Babak pertama kedudukan 2-1 untuk kemenangan Sriwijaya.

Di babak kedua Laskar Wong Kito mendapatkan keuntungan setelah pemain Selangor di ganjar kartu merah ketika babak kedua baru berjalan empat menit. Unggul jumlah pemain membuat pemain Sriwijaya FC lebih mengendalikan permainan dan selalu menekan pertahanan Selangor. Di menit 60, Sriwijaya FC menambah keunggulan menjadi 3-1. Merasa mendapat angin, para pemain Sriwijaya FC kembali menambah keunggulan menjadi 4-1 di menit 71.

Ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar membuat para pemain Sriwijaya FC terus menekan pertahanan Selangor FC. Di menit-menit akhir babak kedua, Sriwijaya FC berhasil menambah dua gol di menit 87 dan 89. Pertandingan berakhir dengan skor 6-1 untuk kemenangan Sriwijaya FC.
Sumber http://12paz.blogspot.com
Selanjutnya...
0

Halid Puji Supoter SFC Paling Fair Play

Senin, 15 Maret 2010.
Suporter Sriwijaya FC Singa Mania Indonesia (Simanis) dan Singa Mania mendapatkan pujian khusus dari Nurdin Halid Ketua Umum PSSI sebagai suporter paling fair play.

"Kami sangat tersanjung dengan pujian itu. Kiranya ini menjadi motivasi untuk terus memberikan dukungan dan berfartisifasi mendukung SFC dan sepakbola," kata Presiden Si Manis Qusoy, Senin (15/3).

Hal serupa juga diungkap Ketua Umum Singa Mania, Dedi Pranata. Menurut dia, suporter SFC selama ini tidak pernah membuat ulah dan selalu menjalin silaturahmi dengan semua suporter klub peserta Liga Super Indonesia (ISL).
Nurdin Halid memberikan pujian khusus ini dalam acara pelantikan pengurus provinsi PSSI di Hotel Swarna Dwipa, Minggu (14/3) malam.

Dalam kesempatan itu, Halid menegaskan, SFC dan Supoternya paling fair play. Sebab selama pertandingan kandang yang dilakoni SFC tidak pernah terjadi keributan. Begitu juga saat bertandang."Tidak ada Singa Mania yang berakhir melempar mobil atau bikin ulah di dalam stadion. Dengan kondisi Sumsel sangat aman untuk pelaksanaan pertandingan sepakbola dalam skala besar seperti SEA Games nanti," ujar Halid.

Sumber http://12paz.blogspot.com
Selanjutnya...
0

Tanpa Obi-Ponaryo

Misi Sriwijaya FC untuk memetik poin penuh pada laga lanjutan AFC Cup, bakal sulit. Ya, saat menjamu Selangor FA, sore ini (16/3), Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) akan kehilangan dua pilar terbaiknya. Yakni, Ponaryo Astaman, dan Obiora Richard.
“Sepertinya sudah bisa di pastikan Ponaryo dan Obi akan absen. Sebab, kondisi keduanya masih meragukan untuk tampil pada pertandingan nanti. Khusus Obi, kami masih akan melihat besok pagi (pagi ini, red),” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (15/3).
Ponaryo sendiri cedera otot kecil di kaki saat latihan pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) melawan Persema Malang, (13/3) lalu. Bahkan, mantan pemain Persija ini harus absen saat menjamu Persema (13/3) lalu.
Praktis, dengan absennya mantan pemain Malaka Telekom (Malaysia) ini menjadi pekerjaan rumah coach Rahmad Darmawan. Ya, mantan pemain PSM Makassar ini tak jarang masuk starting eleven skuad Laskar Sriwijaya.

Kepiawaianya membagi bola bersama Zah Rahan Krangar, sering merepotkan lini tengah bahkan lini pertahanan lawan. Apalagi, pemain kelahiran Balikpapan, 25 September 1979 ini pernah berkompetisi di liga Malaysia saat masih bersama Malaka Telekom (2006-2007). Praktis, sedikit banyak, Ponaryo mengetahui karakter permainan Selangor FA.
Begitu juga dengan absenya Obiora Richard menjadi masalah sendiri bagi skuad Rahmad Darmawan. Maklum, Sriwijaya hanya menyisakan dua striker saja. Yakni, Keith Kayamba Gumbs dan Rachmat”Poci”Rivai.
“Saya akan selalu siap berduet dengan siapa saja. Semua tergantung kepercayaan dari pelatih. Terpenting bagi saya dan tim selalu memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya FC,” timpal kapten Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs.
Sementara itu, dua pemain yang yang sebelumnya bergelut dengan cedera sudah bisa diturunkan saat melawan skuad K Devan, yakni Ambrizal dan Oktavianus. “Okta dan Ambrizal sudah bisa diturunkan. Meski kondisi psikisnya belum maksimal,” pungkas coach Rahmad Darmawan

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Jatah Indonesia Di LCA Terancam Berkurang

Citra sepakbola nasional semakin terpuruk di mata internasional setelah posisi Superliga Indonesia mengalami penurunan di daftar peringkat konfederasi sepakbola Asia [AFC].

Saat ini, peringkat Superliga di Asia merosot drastis dari posisi kedelapan menjadi 16 dengan perolehan nilai yang menurun dari 296 menjadi 247,5. Dengan kondisi ini, maka jatah klub Superliga yang berlaga di Liga Champions Asia [LCA] terancam berkurang pada musim mendatang.

Tigor Shalomboboy, sekretaris PT Liga Indonesia, mengatakan, merosotnya posisi Superliga di daftar ranking AFC disebabkan rata-rata status klub Superliga adalah cukup karena hanya mengumpulkan nilai 2,4. Belum maksimalnya aspek legal juga diklaim sebagai salah satu calon pengganjal jatah Indonesia di LCA.

“Kami sudah memberikan peringatan kepada klub-klub Superliga untuk segera membenahi kekurangan itu. Sebab, AFC akan melakukan penilaian secara langsung dengan berkunjung ke Indonesia pada 1-14 April nanti. Jika tidak ada peningkatan, maka jatah Indonesia di Liga Champions Asia bisa berkurang,” ungkap Tigor.

Status aspek legal tertinggi saat ini dipegang Arema Malang, diikuti Persib Bandung, dan Pelita Jaya yang memperoleh nilai empat, sehingga disebut sebagai klub berlabel baik. Di bawah ketiga klub itu terdapat Sriwijaya FC dengan nilai tiga.

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Yakin Jegal Selangor FC

Sriwijaya FC yakin mampu menjegal Selangor FC yang akan bertandang ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (16/3), untuk melakoni laga babak penyisian grup F Piala AFC 2010.

Kenyakinan ini didasari keberhasilan meraup poin sempurna pada laga terakhir dengan menaklukan Persema Malang 3-0, Sabtu (13/3).

Selain itu, hasil imbang tanpa gol saat melawat Victory SC di Stadion Nasional Maldives, Maladewa, 23 Februari 2010, dipandang juga sebagai suatu modal positif.

"Kemenangan atas Persema kemarin menjadi modal positif buat kami untuk menghadapi Selangor FC. Kondisi ini cukup mengembirakan saya, karena anak-anak telah berhasil melupakan kekalahan dari Bontang FC," kata pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kepada GOAL.com Indonesia di Palembang, Minggu (14/3).

Seperti diketahui, sebelum meraup poin sempurna dari Persema Malang, Laskar Wong Kito terlebih dahulu dipermalukan di hadapan publik sendiri oleh tim papan bawah, Bontang FC dengan skor 2-1, 7 Maret 2010.

Meskipun, diprediksi bisa meraih poin sempurna di kandang, tapi Rahmad tak mau jumawa. Mantan pelatih Persija ini, tetap mewaspadai Selangor FC yang pada laga perdana juga mampu menahan tim kuat asal Vietnam Becamek Binh Dhoung FC.

"Saya sangat respek dengan tim ini penuh dengan bintang dan berkualitas. Ada enam pemain timnas Malaysia yang berhasil meraih medali emas SEA Games lalu,” ujar RD, panggilan akrabnya.

Selangor FC telah banyak mengukir prestasi di liga domestik Malaysia, seperti, juara Liga Super Malaysia lima kali, Piala FA tujuh kali, Juara Piala Malaysia 12 kali, serta bermain di Piala AFC sebanyak 20 kali. (*gcik)

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Manajer SFC Diminta Mundur

Selasa, 09 Maret 2010.
Desakan publik agar manajer SFC Hendri Zainudin mundur dari jabatan kian santer bergulir di kalangan pencinta SFC. Hal ini terjadi, seiring dengan kekalahan memalukan di kandang pada laga lanjutan Superliga 2009/10 atas Bontang FC 2-1 beberapa hari lalu.

Dipermalukan Bontang FC, memang menjadi catatan buruk bagi Sriwijaya FC musim ini. Maklum saja karena tim besutan pelatih Fahri Husaeni itu berhasil memecahkan rekor tak terkalahkan Laskar Wong Kito di kandang, sejak terakhir kali dikalahkan Persija Jakarta pada musim kompetisi 2008/09.

Meski pun isu ini terlontar setiap SFC menuai hasil negatif, tapi bagi Hendri hal tersebut patut diseriusi, mengingat wacana melengserkan dirinya dari kursi manajemen SFC pertama kali digulirkan DPRD Sumsel.

"DPRD Sumsel bicara akan merombak manajemen. Saya tahu, ucapan mereka mengarah kepada saya, kenapa tidak sebut nama saja bahwa posisi manajer yang akan dirombak," kata Hendri kepada GOAL.com di Palembang, Selasa (9/3).

Ditambahkan Hendri, DPRD tidak dapat serta merta berbuat demikian, mengingat manajemen SFC memiliki mekanisme sendiri.

"Bagi saya tidak masalah diganti, tapi lihat dulu hasil kami di akhir kompetisi. Jika terbukti gagal, saya pun sadar diri. Tapi, sekarang kan sedang jalan, biarkan kami bekerja dulu," tambah pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Banyuasin ini.

Kehadiran Hendri dalam jajaran manajemen SFC, dipandang tak dapat menggantikan figur manajer lama MC Baryadi, yang berhasil mengantarkan tim kebanggaan warga Palembang dan Sumsel ini meraih dua gelar juara sekaligus di musim kompetisi 2007/08.

Kurangnya apresiasi terhadap kinerja Hendri, terlihat jelas disetiap laga kandang SFC yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Setiap kali namanya disebutkan saat pembacaan line up pemain, teriakan huu.. dari penonton selalu terdengar.

"Saya yakin teriakan "huuu" itu akan hilang dengan sendirinya. Yang terpenting buat saya adalah bagaimana membawa tim ini mencapai target double winner, kondusif dan gaji tidak terlambat. Saya tidak mau konsentrasi terpecah oleh masalah itu," ucap dia.

Manajemen SFC dijadwalkan bertemu dengan anggota DPRD Sumsel pada 17 Maret 2010, untuk memberikan penjelasan prihal kinerja manajemen tim yang dikomandoi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), selaku pengelola tim Sriwijaya FC

Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Zah Rahan: Kami Belum Habis!

Meski menuai kekalahan menyakitkan di hadapan pendukung sendiri pada laga lanjutan Superliga Indonesia atas Bontang FC 2-1 beberapa hari lalu, tak lantas membuat gelandang asing Sriwijaya FC Zah Rahan pesimis akan kans "Laskar Wong Kito" meraih gelar juara musim ini.

Pemain yang disebut-sebut sebagai 'roh' SFC ini, optimis dapat meraih hasil positif di sisa laga putaran kedua, demi memenuhi ambisi tersebut.

Terlebih, kehadiran striker anyar Pavel Solomin yang menjadi kekuatan baru SFC, diyakini mampu mendongkrak performa tim, karena mengatasi permasalahan klasik kurang sempurnanya finishing touch.

"Kami belum habis. Terlalu awal menilai kami seperti itu, karena masih banyak pertandingan di depan mata dan kami pun semakin berkembang," kata Zah Rahan dengan nada penuh optimis.

Namun, publik menilai lain berdasarkan penampilan Zah cs sepanjang kompetisi musim ini. Mereka dinilai tampil kurang "greget", sehingga memunculkan anggapan bahwa kans untuk mengawinkan dua gelar yang ditargetkan tidak akan tercapai.

Terlebih, beberapa tim pesaing di papan atas, seperti Arema Malang, Persiba Balikpapan, dan Persipura Jayapura, tampil meyakinkan dan penuh semangat untuk mengejar gelar juara musim ini.

"Tidak mungkin tim itu menang terus. Pasti ada naik dan turunnya. Jika kemarin kami kalah, itu adalah hasil terbaik kami dari sebuah perjuangan keras. Apa pun dapat terjadi," tambah pemain terbaik Liga Indonesia musim kompetisi 2007/08 ini.

Sriwijaya FC patut bersyukur memiliki Zah Rahan, sebagai seorang pemain yang memiliki skill mumpuni dan di atas rata-rata pemain asing yang merumput di Indonesia. Pemain ini, bahkan punya andil besar memberikan tiga gelar untuk SFC, yakni juara Superliga dan Copa Indonesia di musim 2007/08, serta juara Copa 2008/09.

"Tim kami adalah tim besar, dalam tiga tahun kami bisa mendapat tiga gelar. Dan ini bukanlah perkara mudah," tandasnya.

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

SFC Dipecundangi Bontang FC

Minggu, 07 Maret 2010.
Tim tuan rumah Sriwijaya FC (SFC) dikalahkan Bontang FC 2-1 pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) putaran kedua di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (7/3) malam.

Kemenangan ini membuat Bontang FC yang tadinya terancam degradasi, kini kembali naik ke urutan 13. Sementara SFC gagal menggeser Persema Malang dari urutan ke-4.

Sejak menit-menit awal SFC dengan dimotori striker baru mereka, Pavel Solomin, gencar melakukan serangan. Namun, justru tim tamu yang lebih dahulu mendapat peluang emas pada menit ke-9 melalui Aldo Baretto, tapi penjaga gawang Hendro Kartiko dapat menangkap bola.

Pada menit ke-11, Sriwijaya FC berhasil menjebol gawang Bontang melalui sundulan Pavel Solomin memanfaatkan umpan silang Obiora. Namun, Bontang dapat menyamakan kedudukan di menit ke-30 melalui Kenji Ada Chihara yang memanfaatkan umpan silang dari Rifky Eka Putra.

Bermaksud mengadang arah bola dari tendangan bebas, Patrio Jemenes melakukan handsball di menit ke-34 dan wasit Okki Dwi Putra memberikan hadiah penalti kepada SFC.

Obiora yang ditunjuk mengeksekusi tendangan penalti gagal memanfaatkan peluang tersebut, karena bola bergulir lemah ke arah gawang. Sehingga, kiper Bontang FC, Adi Muchtar, berhasil membloknya.

Pada menit ke-53, Bontang mengejutkan SFC dengan menambah gol melalui tendangan keras Ali Khadafi, setelah sebelumnya Hendro Kartiko meninggalkan gawang karena menangkap bola hasil tendangan Aldo baretto. Gol ini tercipta karena Bontang memanfaatkan strategi serangan balik
Sumber http://bola.kompas.com
Selanjutnya...
0

Binh Duong Lawan Terberat SFC

Sabtu, 06 Maret 2010.
Binh Duong FC asal Vietnam bakal menjadi lawan terberat Sriwijaya FC di grup F AFC Cup 2010. Maklum, tim berjuluk Chelsea of Vietnam punya 5 pemain asing. Tiga di antaranya tampil saat away 0-0 dengan Selangor, Malaysia, Selasa (23/2) lalu.
Mereka adalah Egbo Osita (Nigeria), Bidu (Brasil), dan Philani Bhekizizwe Lancelot Kubheka (Afsel). Khusus untuk Philani, striker kelahiran Bergville, Afsel, 18 Mei 1979 pernah bermain bersama Adelaide United, raksasa Liga Australia (Hyundai A-League).
“Sejauh ini, Binh Duong yang paling kuat karena support pemain asing. Tapi, kami tidak boleh meremehkan dua pesaing kami lainnya, Selangor dan Victory SC,” kata coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (2/3).
Bintang Binh Duong bukan hanya trio asing. Tapi, talenta lokal mereka juga berbahaya. Dia adalah Huynh Kesley Alves. Sebenarnya, striker 28 tahun adalah warga Brasil. Tapi, dinaturalisasi menjadi warga Vietnam dan bergabung dengan timnas sejak awal 2009 lalu.

Pada AFC Cup 2009 lalu, dia menjadi top skor bersama Robert Akaruye (Busaiteen, Vietnam), Mohamad al Hamawi (Al-Karamah, Syiria), dan Jehad al Hussein (Al Kuwait, Kuwait). Mereka sama-sama mencetak 8 gol.
Ketajaman Kesley Alves juga terbukti pada V-League 2005 lalu. Dia mencetak 21 gol bersama klubnya, Binh Duong. Sebelum akhirnya dia pindah ke Hoang Anh Gia Lai (2006) dan kembali ke Binh Duong pada awal 2007 hingga sekarang.
“Binh Duong juga punya banyak pemain timnas. Tidak hanya Kesley, tapi ada beberapa nama seperti Nguyen Vu Phong, Tran Truong Giang, dan Nguyen Anh Duc,”sambung pelatih kelahiran Metro, Lampung 28 November 1966.
Reputasi Binh Duong sangat diwaspadai Rahmad. Sebab, pada AFC cup 2009 lalu, pasukan Mai Duc Chung (Vietnam) bisa lolos semifinal. Tiga pesaingnya di grup H saat itu kandas. Yaitu Club Valencia (Maladewa), Home United (Singapura), dan PE Autority (Thailand).
Di babak 16 besar, Binh Duong menghajar Kedah, Malaysia 8-2. Kemudian babak 8 besar, menang 2-4 di kandang Chonbury, Tailand. Tapi, di semifinal kalah 2-4 dari Al Karamah, Syiria. “Kami benar-benar harus berhati-hati,” pungkas Rahmad
SUMBER HTTP://SUMEKS.CO.ID
Selanjutnya...
0

Inilah Delapan Tuan Rumah Piala Indonesia 2010

PT Liga Indonesia menunjuk Persebaya Surabaya jadi tuan rumah Piala Indonesia 2010. Surabaya ditunjuk bersama tujuh kota lainnya untuk menggelar babak 32 besar. Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah Grup C. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

Selain Persebaya, tujuh klub lainnya yang ditunjuk tuan rumah adalah Sriwijaya FC (Grup A), Pelita Jaya (Grup B), Arema Malang (Grup D), Persela Lamongan (Grup E), Persija Jakarta/Persik Kediri/PSBI Blitar (Grup F), Persisam Samarinda (Grup G) dan Persipura (Grup H).

"Untuk grup F, dari tiga tim yang mengajukan tuan rumah, mungkin minggu depan baru akan kami umumkan," kata Joko.

Ia menjelaskan, mengenai sistem pertandingan Piala Indonesia, tetap menggunakan sistem home base tournament. Sebelumnya, tersiar kabar sistem pertandingan Piala Indonesia tetap menggunakan turnamen home and away, menyusul adanya sponsor dari pihak televisi swasta yang akan menyiarkan secara langsung turnamen kedua setelah Liga Indonesia itu.

"Kami tetap menggunakan sistem home base tournament, karena sudah jauh hari kami merencanakan sistem ini. Sistem ini kami anggap tepat, karena tidak akan membebani semua kontestan," kata pria kelahiran Ngawi ini.

Namun, menurut Joko, karena beberapa alasan, pihaknya belum bisa mengumumkan stasiun televisi yang akan mendapat hak siar Piala Indonesia.

"Kami sudah deal dengan pihak stasiun televisi tersebut. Mungkin juga minggu depan kami akan umumkan," kata Joko.

Ia menambahkan, mengenai drawing Piala Indonesia, kemungkinan besar akan dihelat akhir Maret ini di Jakarta.

Sekretaris umum Persebaya Akhmad Munir menyambut positif keputusan tersebut. Menurutnya, dengan menjadi tuan rumah, Persebaya bisa mendapat pemasukan tambahan dari tiket penonton.

"Semua hasil tiket penonton, menjadi hak tuan rumah penyelenggara. Tuan rumah hanya menyediakan pemenuhan perangkat pertandingan, stadion pendamping dan stadion latihan," jelas Munir. (*gcik)
SUMBER HTTP://GOAL.COM

Selanjutnya...
0

SKUAD SRIWIJAYA FC 2009 / 2010

Senin, 01 Maret 2010.












SKUAD SFC 2009 / 2010

1 Andi Irawan --------------Goalkeeper
12 Ferry Rotinsulu ---------Goalkeeper
34 Hendro Kartiko ---------Goalkeeper
91 Andritany Ardhiyasa ----Goalkeeper

3 A.A Ngurah Wahyu -------Defender
4 Charis Yulianto -----------Defender
5 Bobby Satria --------------Defender
19 Ambrizal -----------------Defender
20 Precious -----------------Defender
24 Christian Warobay -------Defender
25 Isnan Ali -----------------Defender
22 Slamet Riyadi ------------Defender

2 Imam Suprapto -----------Midfielder
10 Zah Rahan ---------------Midfielder
7 M. Nasuha ----------------Midfielder
11 Ponaryo Astaman --------Midfielder
11 Ponaryo Astaman --------Midfielder
18 Octavianus ---------------Midfielder
15 Amirul Mukminin --------Midfielder
14 Arif Suyono --------------Midfielder
6 Tony Sucipto --------------Midfielder

17 Keith Kayamba Gumbs ----Striker
9 Rachmat Rivai --------------Striker
8 Richad Obiora ---------------Striker
27 Mustopa Aji ----------------Striker
23 Pavel Solimin -------------- Striker

Rahmad Darmawan ------------Manager/Coac

Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Jamu Bontang FC, Sriwijaya FC Turunkan Bomber Anyar

Administrasi beres, Sriwijaya FC siap turunkan striker asing anyar saat bentrok dengan tamunya Bontang FC.

Manajer tim Sriwijaya FC Hendri Zainudin mengaku cukup gembira menyambut kepastian beresnya administrasi striker asing barunya Pavel Pavlovitch Solomin, yang selama ini belum bisa diturunkan karena belum mendapat pengesahan dari PT Liga Indonesia (Liga).

Dengan demikian lanjut Hendri, striker asal Uzbekistan tersebut sudah resmi berstatus pilar Sriwijaya FC di putaran kedua Superliga 2009/10, setidaknya selama enam bulan ke depan sesuai durasi kontrak yang telah disepakati dengan manajemen Laskar Wong Kito.

Menurut Hendri, kepastian beresnya kelengkapan administrasi pemain yang diharapkan bisa membantu mengatasi solusi lini depan tim yang memang selama ini menjadi kendala utama, ia peroleh dari Liga, yang mengabarkan pemainnya tersebut sudah disahkan.

Hal itu karena dokumen seperti Visa Bekerja Sementara (VBS) dan International Transfer Certificate (ITC), yang menjadi syarat utama bagi pemain asing baru, telah lengkap dan dinyatakan mantan pemain Lokomotiv Tashkent ini boleh merumput di Liga Indonesia bersama Sriwijaya FC.

"Dengan disahkannya Pavel, berarti yang bersangkutan bisa diturunkan saat kami menjamu Bontang FC nanti. Ini tentu cukup menggembirakan, terutama dalam upaya berburu poin, karena lini depan kami akan semakin baik" tandas Hendri.

SUMBER HTTP://GOAL.COM
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |