0

Sriwijaya Belum Rubah Target di Inter Island Cup

Senin, 30 Agustus 2010.
Meski di bantai 0-3 dari Persiba Balikpapan, pada laga Inter Island Cup (IIC), Sabtu, (28/8) lalu, manajemen Sriwijaya FC tetap memasang target. Yakni, tembus juara grup sekaligus menjadi tim terbaik di turnamen antarpulau ini.

“Tetap, target tidak berubah. Pertandingan belum selesai. Kami masih optimis bisa meraih hasil yang kami targetkan,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (29/8).

Tapi, target yang di pasang Sriwijaya bakal sulit. Pasalnya, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) hanya berharap keberuntungan. Ini setelah, tim juara double winner 2007 ini saat ini berada di peringak juru kunci IIC grup B.

Tapi, asa untuk meraih juara tetap ada. Ya, Sriwijaya masih menyisakan satu pertandingan lagi. Yakni, melawan Persib Bandung di laga pamungkas grup B, Rabu (1/9) nanti.

Hal ini yang menjadi motivasi tersendiri bagi Ponaryo Astaman dkk untuk tetap menjadi yang terbaik di turnemen tahunan ini. Apalagi, Laskar Wong Kito bakal di dukung suporternya sendiri. Praktis, tekad juara semakin membara.

Bukan hanya itu, peluang Sriwijaya masih ada meski sangat tipis. Ini bila Persib Bandung sukses menumbangkan sang kapolista grup B, Persiba Balikpapan, malam ini (30/8) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Hal ini akan di manfaatkan skuadra Ivan Kolev untuk meraih poin sebanyak-banyaknya saat bertemu dengan tim Maung Bandung (julukan Persib). Tapi, bila, Persiba mampu menahan imbang Persib saja, maka musnahlah asa Sriwijaya untuk meraih juara di kejuaran pemanasan kompetisi ini.

“Kami akan tetap bermain allout saat melawan Persib. Peluang kami masih ada. Ini terlihat dari permainan Sriwijaya di laga awal terlihat ngotot. Sehingga, untuk meraih juara dan kemenangan terhadap Persib masih terbuka. Mudah-mudahan Persiba bisa di kalahkan Persib,” pungkas pria berkacamata ini

Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Oktavianus Maniani dan Ade Suhendra Resmi Gabung

Setelah 24 pemain menandatanangani kontrak, Senin (30/8) Sriwijaya FC kembali melakukan kontrak dengan dua pemain baru di sekretariat klub berjuluk "Laskar Wong Kito". Dua pemain tersebut adalah Oktavianus Maniani dari Persitara dan Ade Suhendra (foto) dari PSPS.

"Dengan penandatanganan kontrak maka Oktavianus Maniani dan Ade Suhendra resmi sebagai pemain Sriwijaya FC untuk musim kompetisi 2010/2011," kata Hendri Zainuddin Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) perusahaan pengelola manajemen Sriwijaya FC.

Menurut Hendri, aksi dan kemampuan Oktavianus Maniani dan Ade Suhendra saat proses seleksi dan saat bermain melawan Persiba membuat pelatih Sriwijaya, Ivan Kolev, memutuskan untuk merekrut dua pemain tersebut.

"Mereka berdua mampu menunjukkan penampilan terbaiknya meski baru saja bergabung. Ade Suhendera merupakan gelandang tengah dan Oktavianus bisa berposisi sebagai pemain sayap maupun striker," kata mantan manajer Sriwijaya FC itu tanpa menyebut besarnya nilai kontrak mereka.

Sebelumnya, sudah ada 23 pemain yang menandatangani kontrak dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama manajemen Sriwijaya FC sudah menandatangani kontrak dengan 10 pemain, yaitu Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Rahmat Latif (mantan Persiram), Mahyadi Pangabean (mantan Persik), Bobby Satria (Sriwijaya FC), Budi Sudarsono (mantan Persib), Supardi (mantan PSMS), M Ridwan (mantan Pelita Jaya), Firman Utina (mantan Persija) dan dua pemain asing Keith Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC), dan Park Jung Hwan (mantan PSM).

Kemudian menyusul pada 21 Agustus 2010, 13 pemain menandatangani kontrak di hadapan Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex. Penandatanganan kontrak kali ini merupakan tahap kedua. Pemain yang menandatangani kontrak tersebut terdiri 11 pemain lokal dan dua pemain asing nonAsia. Mereka adalah Arif Suyono dan Ponaryo Astaman (pemain lama Sriwijaya FC), Andi Irawan, M Alfan, dan Jeki Arisandi (mantan pemain Sriwijaya FC U-21).

Sisanya adalah Mahardika Maranando Lasut (mantan Persitem Tembilahan), Ardiles Rumbia (mantan Persipura), Gunawan DC (mantan Persik), Rendy Siregar (mantan PSM Makasar), Fauzal Mubarak (mantan Persela), Ahmad Jufriyanto (mantan Pelita Jaya), serta dua pemain asing nonAsia, Julio Cesar Mendez Moreira (Metlurg Donetsk Ukraina) dan Claudiano Alves dos Santos (Olimpik Baku Azerbaijan).

Dengan komposisi yang ada saat ini menurut Dodi Reza, kerangka tim Sriwijaya FC sudah ada, 90 persen tim sudah terbentuk. "Insya Allah pekan depan tim sudah terbentuk, karena Sabtu depan ada dua atau tiga pemain lagi akan kami ikat dengan kontrak,” jelasnya.

Presiden Sriwijaya FC juga menyatakan, ke depan Sriwijaya FC akan fokus pada prestasi level Asia pada lingkup Asian Football Confederation (AFC). "Minimal target finish di semifinal,” katanya. " Target boleh dipasang tinggi, namun ketika dalam perjalanannya tidak tercapai akan dievaluasi.

Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Ditawari Ji Yun Nam

Selasa, 24 Agustus 2010.
Direktur Teknik Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin mengakui pihaknya ditawari agen pesepakbola Indo Bola Mandiri seorang pemain asal Korea Utara Ji Yun-Nam yang sempat berlaga di Piala Dunia 2010.

Hendri menginformasikan, Ji Yun-Nam adalah pemain belakang tangguh yang pernah menjaringkan bola ke gawang Brasil pada Piala Dunia lalu.

"Pak Eko (pimpinan Indo Bola Mandiri, red) memang ada menawarkan kita pemain Timnas Korut yang bermain di Piala Dunia 2010. Tapi, hingga kini kita belum bisa memastikan apakah akan merekrut atau tidak," ujar dia.

Dia mengungkapkan, pemain itu berbanderol 10.000 US dolar dengan gaji per bulan 9.000 US dolar, sehingga mengharuskan manajemen klub berpikir matang sebelum akhirnya memutuskan untuk merekrut.

"Kita harus konsultasi dulu dengan pelatih Ivan Kolev mengingat nilai kontraknya sangat besar untuk hitungan pesepak bola yang bermain di Indonesia," kata dia.

Ji Yun-Nam lahir di Pyongyang, Korea Utara pada 20 November 1976. Dia sempat bermain untuk klub papan atas Korea Utara April 25 Sports Group, untuk beberapa musim.

"Siapa yang tidak ingin merekrut pemain bagus dan berkualitas. Tapi, dalam merekrut pemain, manajemen memiliki patokan harga sendiri," ujar dia.

Menurut dia, meskipun SFC masih menyisakan satu kuota untuk pemain asing asal Asia, namun pelatih Ivan Kolev tidak mengharuskan kuota itu diisi oleh pemain asing.

"Kolev tidak mengharuskan manajemen mendapatkan pemain asing untuk mengisi kuota Asia yang kedua. Jika ada pemain lokal yang bagus, Kolev bersedia mengambil," kata dia.

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Jadwal Pertandingan Turnamen Inter Island Cup 2010

Senin, 23 Agustus 2010.
Liga merilis jadwal pertandingan Turnamen Inter Island Cup 2010.

Grup A ( MALANG ) : PS.AREMA, PERSIPURA JAYAPURA, PSM MAKASSAR.

Grup B ( PALEMBANG ) : SRIWIJAYA FC, PERSIBA BALIKPAPAN, PERSIB BANDUNG.


JADWAL PERTANDINGAN :

GRUP A :

  • 27 AGUSTUS 2010 : AREMA vs PERSIPURA, KICK 0FF PUKUL 21.15 WIB
  • 29 AGUSTUS 2010 : PERSIPURA vs PSM, KICK OFF PUKUL 21.15 WIB
  • 31 AGUSTUS 2010 : PSM vs AREMA, KICK OFF PUKUL 21.15 WIB
GRUP B :
  • 28 AGUSTUS 2010 : SRIWIJAYA vs PERSIBA, KICK OFF PUKUL 21.15 WIB
  • 30 AGUSTUS 2010 : PERSIBA vs PERSIB, KICK OFF PUKUL 21.15 WIB
  • 1 SEPTEMBER 2010 : PERSIB vs SRIWIJAYA, KICK OFF PUKUL 21.15 WIB

FINAL ( PALEMBANG ) :

  • 5 SEPTEMBER 2010 : JUARA GRUP A vs JUARA GRUP B, KICK OFF PUKUL 21.15 WIB


Sumber http://www.liga-indonesia.co.id
Selanjutnya...
0

Inter Island Cup (IIC) 2010

Dua kota yaitu Malang dan Palembang dipastikan akan menjadi tempat penyelenggaraan turnamen sepakbola Inter Island Cup (IIC) 2010 yang akan digelar pada 27 Agustus – 5 September 2010. Turnamen itu diikuti oleh enam klub, yang mewakili masing-masing pulau di Indonesia. Turnamen ini juga sekaligus menjadi gong pembuka gelaran kompetisi musim 2010/2011.

Keenam tim yang akan tampil adalah Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, Persib Bandung, Persipura, PSM, dan Arema Indonesia. Tiga tim pertama bertanding di Palembang, sedangkan tiga tim lainnya bertanding di Malang.

“Kami sudah mengkonfirmasi seluruh tim dan mereka menyatakan siap. Untuk Palembang, pertandingan akan digelar 28, 30 Agustus, dan 1 September, sedangkan di Malang, 27,29, dan 31 Agustus," kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono di kantor PT Liga, Jakarta, Jumat (20/8).

Menurut Joko, pertandingan di masing-masing wilayah akan digelar dalam sistem setengah kompetisi. Juara grup langsung bertemu di final yang digelar di Palembang, 5 September 2010.
IIC sendiri akan memperebutkan total Rp250 juta. Dengan rincian, Rp100 juta untuk juara, Rp50 juta untuk runner up, dan empat tim lainnya masing-masing Rp25 juta.

Turnamen ini akan disponsori oleh PT Djarum, yang juga sudah memastikan kembali menjadi sponsor utama kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011.

Sumber http://www.liga-indonesia.co.id
Selanjutnya...
0

Jersey 10 Milik Julio

Siapa pemilik jersey 10 pasukan Sriwijaya FC musim depan? Jawabannya adalah pemain asal Brasil, Julio Cesar. Ya, pemain kelahiran 19 Januari 1983 itu, bakal dipercaya untuk mengenakan nomor keramat yang ditinggalkan oleh midfielder Zah Rahan Krangar ke Persipura Jayapura.

Cukup berat memang namun, pemilik nama lengkap Julio Cesar Mendes Moriera itu, tetap merasa bangga. Bahkan Julio begitu akrab disapa, merasa lebih termotivasi bila nanti benar-benar bisa manyandang nomor yang menjadi favorit bagi para bomber tersebut. “Saya suka nomor 10. Bagi saya menyandang nomor favorit bisa menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Julio kepada Sumatera Ekspres kemarin (22/8).
Yang terpenting bagi eks pemain Metalurh Donetsk (Liga Ukraina), bisa membawa tim Laskar Wong Kito (sebutan Sriwijaya) meraih prestasi terbaik. Bukan mengejar ambisi pribadi semata. Meskipun nantinya tetap akan berusaha untuk menjadi pencipta gol terbanyak bagi klub yang pertama kalinya dibela di negeri ini.
”Semua tahu tugas dari seorang striker adalah menciptakan banyak peluang untuk menjadi gol. Meski tidak mudah saya tetap akan berusaha untuk mencapainya. Berapa gol itu bukan target, yang terpenting selalu tampil maksimal pada setiap laga,” tambah striker berpostur mungil itu.
Sekadar informasi Julio bersama rekannya Claudiano “Diano” Alves dos Santos tiba di Palembang sejak Selasa (17/8) lalu. Keduanya telah menandatangani kontrak dengan manajemen Sriwijaya Sabtu (21/8) lalu, dalam durasi 1 tahun dengan nominal kisaran Rp900 juta.
Sementara itu, Asisten Manajer Sriwijaya FC, Jamaluddin menambahkan, semua pemain berhak untuk mengenakan nomor 10. Tak terkecuali bagi pemain asing. Namun, yang lebih tepat mengenakan kostum kebanggaan adalah pemain depan atau gelandang serang.
”Kami telah sepakat untuk memberikan nomor punggung 10 kepada Julio. Ya mudah-mudahan saja Julio mampu menggantikan kebintangan Zah Rahan,” timpal Jamal sapaan akrabnya. (mg42)

Profil
Nama : Júlio César Mendes Moreira
Tanggal Lahir : 19 Januari 1983
Tempat Lahir : Pouso Alegre, Brasil
Posisi Bermain : Striker
Karier Club : 2000–2005 (CRAC Belasitsa Petrich), 2006 (Denizlispor) 2007 (Eski’ehirspor), 2008 (Kocaelispor), 2009-2010 (Montana) 2010 (Metalurh Donetsk) dan 2010-2011 Sriwijaya FC

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

ISL Dibuka 26 September

PT Liga Indonesia akan mempertahankan tradisi menggelar pertandingan "community shield" sebagai perkenalan umum untuk menandai dimulainya kompetisi sepak bola Indonesia Super League (ISL).

"Kami tetap mempertahankan tradisi itu, dan untuk musim kompetisi 2010-2011 Community Shield akan digelar pada 25 September mendatang di Stadion Kanjuruhan, Malang," kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono ketika dihubungi, Minggu.

Djoko mengatakan, laga eksibisi tersebut akan mempertemukan juara ISL 2009-2010 Arema Indonesia melawan juara Piala Indonesia 2009-2010, Sriwijaya FC.

Terkait dengan penyelenggaraan "community shield" itu PT Liga mengagendakan kompetisi ISL akan dimulai 26 September 2010.

Semula PT Liga akan mulai menggulirkan ISL 2010-2011 pada 18 September. Namun mengantisipasi dampak kesulitan memperoleh tiket akibat kepadatan arus mudik Lebaran, PT Liga memundurkannya menjadi 26 September.

Djoko memperhitungkan kompetisi akan bergulir selama sepuluh bulan, tetapi setelah durasi tersita untuk persiapan tim nasional (Timnas) maka secara efektif kompetisi akan berlangsung selama enam sampai tujuh bulan.

Mengenai pendaftaran pemain, PT Liga menetapkan batas waktu pendaftaran adalah 1 September hingga 18 september dengan jumlah kuota pemain maksimal 30 orang.

"Andai kurang dari itu, klub boleh melakukan pendaftaran susulan hanya dua pemain sampai dengan batas waktu 15 Oktober 2010," sebut Joko Driyono.

Mengantisipasi masalah perizinan yang selama ini sering mengganggu bagi klub-klub yang akan menjadi tuan rumah, PT Liga akan menerapkan aturan ketat.

Djoko mengatakan, tim yang tak bisa menggelar laga sesuai jadwal sebaiknya melapor ke PT Liga paling lambat H-14. Bila tidak, maka klub yang bersangkutan akan dianggap mampu menggelarnya.

Kesempatan untuk melapor juga masih diberikan kelonggaran hingga saat H-7. Namun saat itu klub hanya memiliki satu opsi yakni memindahkan tempat laga.

"Kami sudah menyiapkan tiga stadion alternatif, yakni Manahan Solo, Jatidiri Semarang dan Kanjuruhan Malang," ujarnya.

Belajar dari pengalaman masa lalu, masalah perizinan menjadi celah bagi PT Liga. Karena itu pihaknya ingin pada musim ini masalah tersebut tidak lagi mengganggu.

Musim lalu, masalah perizinan telah memaksa PT Liga menjadwal ulang beberapa laga. Sulitnya mendapatkan izin pertandingan dari pihak kepolisian telah membuat banyak jadwal pertandingan terpaksa digelar tanpa penonton.
Sumbr http://bola.net
Selanjutnya...
0

Skuad SFC Sudah Terbentuk 95 Persen

PALEMBANG - Sudah dua tahap Sriwijaya FC menggelar tandatangan kontrak pemain, kini kerangka tim sudah terbentuk. Sebanyak 23 pemain sudah menjadi bagian dari skuad Sriwijaya FC untuk musim kompetisi 2010/2011.

Seperti diketahui seleksi tahap pertama digelar pada Sabtu (14/8) lalu dan sebanyak 10 pemain berhasil diikat kontrak, kemudian disusul pada kontrak tahap kedua hari ini.

"Sabtu depan akan ada lagi pengikatan kontrak untuk dua atau tiga pemain, setelah itu skuad kita sudah lengkap," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex Noerdin, Sabtu (21/4).

Hari ini, Sabtu (21/8) SFC sudah mengikat 13 pemain yakni, Andi Irawan (SFC U-21), M Alfan (U-21), Jeki Arisandi (U-21). Kemudian pemain lama SFC Arif Suyono dan Ponaryo Astaman.

Mahardika Maranando Lasut (mantan Persitem Tembilahan), Ardiles Rumbia (Persipura), Gunawan (Persik), Rendy Siregar (PSM Makasar), Fauzal Mubarak (Persela), Ahmad Jufriyanto (Pelita), serta dua pemain asing Julio Cesar Mendez Moreira (Metlurg Donetsk Ukraina), Claudiano Alves dos Santos (Olimpik Baku Ajerbaizan).

Sebelumnya SFC sudah mempertahankan 10 pemain Ferry Rotinsulu, Rahmat Letief, Mahyadi Pangabean, Bobby Satria, Budi Sudarsono, Supardi, Keith Kayamba Gumbs, dan Park Jung Hwan.

Menurut Dodi kerangka tim sudah ada, kini sudah 90 persen tim sudah terbentuk. Rekrutmen pemain ini sudah sesuai dengan kebutuhan tim.

"Ke depan kita akan lebih banyak berjuang di level Asian Football Confederation (AFC), minimal target finish di semifinal," jelas Dodi.

Menurut Dodi, target tinggi sudah tentu dipasang lebih dari tahun lalu. SFC mengincar ISL dan berbicara di tingkat Asia. SFC akan berbicara banyak di tingkat Asia musim depan. "Kami fikir target boleh dipasang tinggi, namun ketika dalam perjalanannya tidak tercapai akan dievaluasi," jelasnya.

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Ponaryo Ingin Pertahankan Gelar

Rabu, 18 Agustus 2010.
Pemain lama Sriwijaya FC yang dipertahankan, sudah mulai bergabung. Sebelumnya, Boby Satria mulai mengikuti latihan, kini giliran Ponaryo Astaman, juga sudah bergabung. “Memang saya sedikit terlambat di bandingkan pemain lainya. Tapi, ini semua sesuai dengan izin kami sebagai pemain lama Sriwijaya,” kata Ponaryo Astaman, usai latihan, kemarin (17/8).
Menurut pemain kelahiran, Balikpapan, 25 September 1979 ini, keterlambatan ini lantaran panjangnya kompetisi yang dilakoni Sriwijaya FC musim 2009-2010 lalu. Sehingga, memaksa pemain untuk istirahat sejenak. “Setelah Piala Indonesia, kemungkinan-kemungkinan masih terjadi. Selain itu, belum pastinya dipertahankan atau tidaknya pemain juga menjadi salah satu faktornya,” imbuh mantan pemain PKT Bontang ini.
Selain itu, mantan pemain PSM Makassar ini menambahkan alasan dirinya tetap bertahan di Sriwijaya. Pasalnya, Sriwijaya mempunyai misi dan terget yang jelas hal ini yang menjadi alasan utama, Ponaryo bertahan di tim juara double winner 2007 ini. “Saya masih betah di Sriwijaya. Selain itu, Sriwijaya mampunyai misi yang jelas. Itu yang menjadi patokan setiap pemain. Saya memutuskan tetap bertahan di Sriwijaya,” lanjut mantan pemain Malaka Telekom (Malaysia) ini.
Mantan pemain Persija Jakarta ini juga tidak mempermasalahkan dengan pergantian komposisi yang ada di Sriwijaya. Seperti, pergantian pelatih dan berubahnya sebagian besar pemainnya.
“Itu sudah wajar. Memang karakter setiap pelatih berbeda. Tapi, itu tidak menjadi masalah. Mereka pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing,” tambah pemain berpostur 172 cm ini.
Dipastikan bergabung bersama Sriwijaya, Ponaryo mempunyai misi khusus. Gelandang yang selalu masuk skuad inti ini, berambisi bisa menjaga eksistensi Sriwijaya FC. “Target saya musim ini, bisa mempertahankan gelar Sriwijaya yang sudah di dapat. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” pungkasnya. (mg43)


Nama lengkap :Ponaryo Astaman
Nama panggilan: Yoyo
TTL: Balikpapan, 25 September 1979
Tinggi: 172 cm
Posisi bermain: Gelandang
PKT (2000-2003)
PSM (2004-2006)
Malaka Telekom (2006-2007)
Arema (2007-2008)
Persija Jakarta (2008-2009)
Sriwijaya FC (2009-)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Kenal SFC Saat Tampil di AFC

Selasa, 17 Agustus 2010.
DUO Brazil -Claudiano Alves dos Santos dan Julio Cesar akhirnya tiba di Palembang, Selasa (17/8) pukul 21.00. Pemain asing Sriwijaya FC ini datang ke Palembang melalui penerbangan Lion Air dan langsung menginap di Hotel Swarna Dwipa.

Diano-Cesar memenuhi panggilan manajemen SFC atas permintaan pelatih Ivan Kolev untuk memperkuat SFC di musim kompetisi 2010/2011. Mereka menjadi bagian dari rencana pelatih asal Bulgaria itu untuk mewujudkan target Laskar Wong Kito.

Didampingi agennya Gery, Cesar dan Diano yang tidak begitu lancar bahasa Inggris mengaku terkesan dengan keramahan penduduk Palembang. Cesar yang berposisi sebagai striker dan Diano defender mengatakan kesan pertama yang dirasakan ketika pertama kali turun dari pesawat adalah keramahan penduduknya.

Palembang dan penduduk sangat ramah, mereka langsung respek kepada kami,” puji Cesar.
Hal serupa juga diakui Diano yang tidak sabar ingin segera bergabung dalam latihan SFC. Menurut dia Palembang kota yang tenang.”Banyak yang memanggil kami dan menegur sapa,” jelas Diano.
Dijelaskan Gery, Cesar adalah pemain terbaik di Liga Bulgaria. Sementara Diano adalah bek

terkenal di Bulgaria dan terakhir bermain di Olimpik, Klub Azerbaijan. Cesar mengaku sangat senang bisa bermain di SFC, klub besar dan juara di Liga Indonesia. Dia pun mengaku sudah melihat permainan SFC ketika berlaga di Asian Football Confederatian (AFC).

Saya baca di situs AFC dan video pertandingan SFC ketika bermain di AFC. SFC adalah klub besar dan memiliki ambisi untuk juara sesuai dengan yang diingini pemain,” jelas Cesar.

Menurut Gery, keduanya berkenalan dengan Ivan Kolev sejak merumput di Liga Bulgaria sekitar 3 tahun lalu. Cesar memiliki postur mungil dengan tinggi 164 cm berat 60 kg. Ia disebut-sebut sebagai striker kecil yang gesit dan lincah.”Dia sangat cepat dan kuat dalam melindungi bola,” jelas Gerry.

Kedua pemain anyar SFC dan agennya diterima langsung Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainudin dan Asisten Manajer SFC Jamaludin di Hotel Swarna Dwipa. Hendri mengatakan, dengan bergabungnya kedua pemain ini maka kerangka tim SFC sudah terlihat. “Mereka akan langsung bergabung latihan Rabu (18/8). Setelah akan teken kontrak bersama 12 pemain lokal pada Sabtu (21/8) nanti,” jelas Hendri.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Community Shield Ujian SFC Sesungguhnya

PALEMBANG--Meski memiliki waktu selama 40 hari, namun Sriwijaya FC dengan cepat terus berbenah, sejumlah pemain berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan tim sudah didatangkan. Tujuannya untuk menghadapi ujian sesungguhnya di ajang Community Shield yang dijadwalkan pada 25 September mendatang.
Sebab tidak tanggung-tanggung, SFC akan menghadapi Arema Malang juara Liga Super Indonesia (ISL)25 September mendatang. Arema juga menjadi lawan tanding SFC di final Piala Indonesia 1 Agustus lalu. SFC pun meraih gelar ketiga dengan mengalahkan Arema.
"Community Sheild nanti kita akan menghadapi Arema Malang, mempertemukan juara Piala Indonesia dan Liga Super Indonesia," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Selasa (17/8).
Meski dibebani dengan target, namun Dodi tidak ingin membebani SFC. Menurutnya para pemain harus tetap berjuang tanpa beban agar tampil dengan sebaik mungkin."Kita yakin SFC dan pelatih bisa menjaga reputasi tim," jelasnya.

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

SFC Resmi Ikat Duo Pelita

Senin, 16 Agustus 2010.
Sriwijaya FC (SFC) dikabarkan telah resmi mengikat dua pemain Pelita Jaya Karawang yakni Supardi dan M. Ridwan dengan nilai kontrak sebesar Rp. 600 juta dan telah menerima uang tanda jadi, Kamis (5/8). SFC mendaulat Supardi sebagai pengganti Christian Warobay, sedangkan M. Ridwan akan didapuk mengisi posisi yang ditinggalkan Isnan Ali.

"Meski kami sepakat lewat telepon, tapi kami langsung memberikan tanda jadi kepada kedua pemain. Soal harga, tidak etis disebutkan,” kata manajer SFC, Hendri Zainuddin, Kamis (5/8) kemarin.

"Kami berharap mereka mampu memberikan kontribusi di Sriwijaya. Lebih-lebih, bisa lebih baik daripada pemain lama yang digantikannya,” lanjut Hendri yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Banyuasin ini.

Manajemen SFC tertarik mendatangkan M. Ridwan karena dinilai memiliki kecepatan dan kerja keras yang tingi. Meski tak mampu membawa timnya lolos dari zona degradasi di LSI musim lalu, namun kapten Pelita ini sangat disukai pelatih SFC saat ini, Ivan Venkov Kolev, yang juga pernah melatihnya di Tim Nasional Indonesia pada Piala Asia 2007 silam.

Sedangkan Supardi sendiri merupakan pemain asli Sumatera Selatan. Sepanjang musim ini, pemain kelahiran 9 April 1983 ini mengoleksi satu gol saat mengalahkan SFC dengan skor 3-2 di LSI pada 20 Mei lalu.

"Kami akan terus memburu pemain-pemain yang menjadi bidikan kami. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar," pungkas Hendri.
Sumber http://biangbola.com
Selanjutnya...
0

RESMI: Firman Utina Gabung Sriwijaya

Firman Utina akhirnya memilih Sriwijaya FC sebagai klubnya musim depan. Mantan pemain Arema Indonesia ini telah menandatangani kontrak di kantor Sriwijaya, Palembang.

Kedatangan gelandang mungil itu ke Sriwijaya atas rekomendasi Ivan Kolev. Kolev merasa cocok dengan gaya bermain Firman yang pernah jadi anak asuhnya ketika masih memoles timnas Merah Putih.

Firman yang mengantar Arema Indonesia juara Piala Indonesia sebanyak dua kali ini siap memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya dan masyarakat Palembang. Dikabarkan nilai kontrak Firman Utina hampir menyentuh Rp1 miliar, hal ini dibenarkan oleh Henri Zaenuddin.

"Firman resmi menjadi milik Sriwijaya, dia sudah tanda tangan dan menerima uang panjar dari kami. Nilai kontraknya sedikit dibawah Rp1 miliar," ujar Henri Zaenuddin

Kini lini tengah Sriwijaya banyak dihuni pemain timnas, seperti Ponaryo Astaman, Arif Suyono, dan kini Firman Utina melengkapi mereka.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Pemain Sumsel Minim Jam Terbang

PALEMBANG -Hanya dua dari dari enam pemain lokal Sumsel yang dinyatakan lulus seleksi selama dua pekan. Pelatih Ivan Kolev yang memimpin langsung seleksi menyatakan pemain asli Sumsel minim jam terbang.

"Memang cukup dilema, kita memang menginginkan pemain lokal Sumsel lebih banyak masuk dalam skuad utama SFC musim depan. Namun pelatih Ivan Kolev tidak dapat memasukkan mereka. Kolev menyebut para pemain Sumsel minim jam terbang," jelas Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC Hendri Zainudin, Senin (16/8).

Dijelaskan Hendri, seleksi ini sendiri memakan biaya hingga Rp 80 juta. Sebab bukan hanya pemain lokal Sumsel saja yang mengikuti seleksi, tetapi ada beberapa pemain lokal luar Sumsel yang juga mengikuti seleksi.
Dari enam pemain lokal yang mengikuti seleksi, hanya M Alfan dan Jeky Arisandi yang layak masuk di skuad utama. Sementara sisanya tidak memenuhi persyaratan.

Secara terpisah Kolev memang sempat mengeluhkan kondisi pemain lokal Sumsel yang minim jam terbang karena minimnya kompetisi lokal Sumsel.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
2

Budi Sudarsono Resmi Gabung Sriwijaya FC

Senin, 09 Agustus 2010.
Striker Budi Sudarsono memastikan diri bergabung dengan Sriwijaya FC pada musim kompetisi depan (2010-2011) setelah mengikuti latihan perdana klub itu bersama 15 pemain lainnya, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Senin sore.

Ke-15 pemain lainnya itu, sebelas di antaranya adalah pesepak bola yang dinyatakan lulus seleksi pemain usia muda pada 4-6 Agustus 2010, yakni M Sobran (Persiba Balikpapan), Rahmad Darmawan (SFC U-21), Alfan (SFC U-21), Rizky (SFC U-21), Dwi Rohnajaya (SFC U-21), Reza (SFC U-21), Jakcy Arisandi (SFC U-21), dan Andi Irawan (SFC U-21). Ditambah, empat pesepakbola dari PS Semen Padang yakni, Hengky Ardiles, Bayu Yasa, Dirga Lasut, dan Dodi Kuswara.

Sementara, tiga pemain lain yang juga ikut latihan, dua pemain asing yang masih dalam tahap seleksi yakni Leonardo Felicia (Mitra Kukar) dan Dusan Bogdanovic (Serbia), dan Supardi (Pelita Jaya) yang telah mengikat kontrak seperti halnya Budi Sudarsono.

Pada latihan perdana itu, tidak nampak satu pun pemain pilar SFC musim lalu, dan hanya ada satu muka lama, yaitu kiper keempat SFC Andi Irawan.

Pada pembukaan sesi latihan itu pelatih anyar SFC Ivan Kolev sempat memperkenalkan diri dan berbincang dengan pemain selama beberapa menit sebelum memberikan menu latihan untuk mengembalikan fisik pemain yang diselingi dengan "game".

Ivan sengaja memberikan menu latihan cukup berat di hari pertama itu agar pemain langsung mengembalikan fisik dan mentalnya setelah libur dari kompetisi.

"Latihan tadi sebenarnya belum masuk menu latihan fisik. Akan ada latihan yang lebih berat dari itu. Sebab saya mau pemain memiliki kemampuan fisik dan stamina yang bagus," kata dia.

Dia mengaku, belum lengkapnya pemain menjadi kendala tersendiri baginya untuk melihat kemampuan pemainnya.

"Waktu persiapan sedikit. Pemain tidak lengkap, jelas menjadi masalah. Tapi mudah-mudahan besok atau lusa jumlah pemain yang ikut latihan bertambah," kata Kolev.

Dia mengatakan, pemain yang mengikuti latihan perdana ini adalah sebagian besar pemain yang masih dalam proses seleksi.

"Bisa saja diambil semuanya kalau mereka menunjukkan kemampuan terbaiknya selama latihan. Termasuk di antaranya dua pemain asing yang didatangkan manajemen hari ini," kata dia.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin yang juga hadir memantau latihan perdana itu menyatakan optimis secara berangsur-angsur para pemain baik yang lama maupun baru akan bergabung dalam waktu dekat.

"Para pemain memang tidak secara bersamaan datangnya. Ada yang masih menyelesaikan masa kontraknya di klub lama, ada yang masih negosiasi dengan kami (manajemen-red). Namun ada juga pemain yang sudah deal tapi minta waktu untuk liburan," ujar Hendri.

Dia menambahkan, namun manajemen memberikan deadline hingga 20 Agustus 2010

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Arif Masih Betah di Sriwijaya

Tekad manajemen Sriwijaya FC untuk tetap mempertahankan Arif Suyono bakal berjalan mulus. Hal ini setelah, pemain kelahiran Batu, Malang 3 Januari 1984 ini siap untuk bertahan dengan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC).
“Hari ini (kemarin, red) saya dengan manajemen Sriwijaya sudah ada kesepakatan. Dengan demikian, musim depan saya tetap bertahan di Sriwijaya,” kata Arif Suyono saat dihubungi kemarin (8/8).
Meski akan bergabung bersama Sriwijaya Keceng (Panggilan Arif Suyono) sampai saat ini belum menandatangani kontrak. “Saya cuma ditelepon oleh manajemen dan saya iyakan. Nanti kalau saya sudah ke Palembang saya langsung tanda tangan. Soal harga nanti nego di Palembang,” lanjutnya.
Menurut mantan pemain Arema Indonesia ini, keputusan untuk tetap bertahan di Sriwijaya lantaran dirinya mampu meyakinkan istrinya, Laily Maziah yang sebentar lagi melahirkan. “Sebelumnya istri saya ingin saya di Persema dan dekat saat dia melahirkan. Tapi, Persema sepertinya berat untuk deal dengan saya. Saya yakinkan istri saya bahwa saya betah di Palembang,” imbuh mantan pemain Persema Malang ini.
Ya, sebelumnya, Keceng sempat hampir deal dengan Persema Malang. Rencana perpindahan pemain berjersey nomor 14 ini lantaran desakan sang istri yang sudah mau melahirkan. Tapi, isu yang beredar, harga yang tak sesuai memaksa Persema harus melepas bidikanya.
Tapi, meski sudah menerima pinangan Sriwijaya, Keceng sendiri belum bisa segera bergabung untuk latihan. Pemain berpostur 174 cm ini masih akan menikmati liburan di Malang selama satu minggu. “Sebenarnya saya di beri syarat dengan manajemen untuk ikut latihan besok (hari ini, red). Tapi, saya sudah meminta izin dan direstui oleh manajemen,” pungkas pemain timnas ini. (mg43)

Nama lengkap Arif Suyono
Nama panggilan Arif / Keceng
TTL: Batu, Malang 3 Januari 1984
Tinggi 174 cm
Posisi bermain Penyerang
Karir klub:
Arema Jr (2003–2004)
Persema Jr (2005)
Persema Malang (2006)
Arema Malang (2007-2009)
Sriwijaya FC (2009-Sekarang)
Tim nasional
U-19 (2007)
U-23 (2008 )
Senior (2008-)

Sumber htpp:/sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

FR-12 Bertahan

Penjaga gawang Ferry Rotinsulu tetap menjadi milik Sriwijaya FC musim depan. FR-12 (sapaan akrab Ferry Rotinsulu) memilih bertahan, karena alasan keluarga. Mengingat istri (Annisa Katarima) dan anak (Andrea Syahira Ferry Rotinsulu) tinggal di Palembang.
“Musim ini saya tetap di Sriwijaya. Saya masih cinta sama Sriwijaya. Di samping itu, sayang apabila saya harus meninggalkan anak saya yang masih kecil dan lagi lucu-lucunya,” ujar FR-12 kepada Sumatera Ekspres saat dihubungi via ponsel semalam (8/8).
Sebelumnya, pemain yang memiliki julukan baru jago tos-tosan ini, memang sempat diberitakan akan merapat ke Persija. Alasannya jelas, karena ingin mengikuti jejak coach Rahmad Darmawan. Bahkan negosiasi antara manajemen Persija dan FR-12 berjalan cukup lancar. Hanya saja, menejemen Sriwijaya bisa lebih meyakinkan pemain kelahiran, 28 Desember 1982 itu, untuk tetap bertahan.
“Manajemen Sriwijaya FC cukup serius untuk mempertahankan saya. Tak ada lagi masalah dengan harga. Saya dan menejemen sudah sama sama sepakat. Mungkin besok (hari ini, red) saya sudah tanda tangan kontrak dan langsung ikut latihan perdana tim,” tambah penjaga gawang tim nasional (timnas) Senior ini.
Lantas berapa bandrol yang sudah disepakati oleh keduanya? Soal harga mantan pemain timnas U-23 pada SEA Games Manila 2007, tidak mau angkat bicara. Dikatakan dia, harga yang sudah menjadi kesepekatan berdua tak layak untuk dipublikasikan.
”Nggak baik lah bila masalah harga harus dipublikasikan. Lagian juga belum tanda tangan kontrak secara resmi. Sebaiknya menejemen yang mengumumkan hal tersebut,” tambah Ferry.
Sekadar informasi musim lalu pemilik jersey 12 itu, dibandrol Rp 850 Juta per musim. Namun bisa saja musim ini, harga Ferry meningkat. Pasalnya suami Annisa Katarima itu, sendiri memang sudah menjadi rebutan oleh beberapa klub besar. Sebut saja, PSM Makassar, Persija Jakarta dan Sriwijaya FC sendiri.
Di samping itu, menejemen pasti akan merasa kehilangan bila Ferry hengkang. Mengingat, pemain yang doyan makan pempek ini merupakan ikon tim Laskar Wong Kito saat ini. Alasannya Ferry merupakan satu-satunya pemain Sriwijaya yang masih bertahan sejak take over dari Persijatim Solo FC 2004 lalu.
“Ya, kalau memang Ferry memutuskan untuk bertahan kami sangat bersyukur. Memang dari awal sebelum kompetisi berakhir kami berharap Ferry untuk melanjutkan kontrak,” timnpal Asisten Manajer Sriwijaya FC Jamaluddin. (mg42)

Nama : Ferry Rotinsulu
TTL : Palu, Sulteng, 28 Desember, 1982
Tinggi : 182 cm
Berat : 72 kg
Posisi : Penjaga Gawang
Karir Klub : Persijatim Solo FC dan Sriwijaya FC
Karir Timnas : U-23 (2005-2007) dan Senior (2007-Skarang)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

Park Jung Hwan Merapat ke Sriwijaya

Satu per satu buruan PSM lepas. Kabar terbaru menyebutkan, mantan striker PSM musim lalu, Park Jung Hwan, saat ini merapat ke Sriwijaya FC (SFC).

Agen Park, Eko Subekti, kepada Fajar memberi informasi bahwa pihaknya kini sedang intensif melakukan negosiasi dengan SFC. "Tunggulah infonya. Kami memang sedang mamatangkan Park di sana, (Sriwijaya, red). Belum teken sih, tetapi sudah hampir," kata Eko, Minggu, 8 Agustus.

Park memang sudah tiba di Indonesia bersama dua rekannya, Shin Hyun Joon dan Joo Ki Hwan. Ketiganya berada di Jakarta. Park masih di bawah naungan Indobola Mandiri, sedangkan Shin dan Joo kini dipegang Soccerindo milik Hardimen Koto.

Di PSM, mantan striker timnas Korsel Piala Dunia 2002 itu masih terikat kontrak adminitrasi hingga 31 Agustus 2010. Gaji tidak lagi dinikmati Park sejak kompetisi berakhir. "Secara administrasi Park masih pemain PSM. Dia kini bebas memilih klub sesuai selera," kata Asisten Manajer Bidang Teknik PSM, Abdi Tunggal.

Nama Park masuk dalam skuad PSM musim depan. Rencananya, Park akan ditandemkan dengan Aldo Barreto Miranda. Namun jika Park memilih klub lain, pengelola harus mencari striker baru.

"Robert (calon pelatih PSM, red) memang belum menyebut nama Park. Kita semua sedang menunggu arahan Robert. Sebernarnya memang sudah telat, tetapi mau bagaimana lagi. Kita sudah komitmen, dia yang akan membentuk tim," terang Abdi
Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
2

MANAJEMEN Sriwijaya FC PANDAI BERKOAR

Minggu, 08 Agustus 2010.
Along-sapaan Noh Alam dan Ridhuan sempat datang ke Palembang. Keduanya sudah menandatangani gentlement agreement (sejenis pra kontrak) senilai US$ 10 ribu. Namun, kurang dari 24 jam, duo Singapura tersebut membatalkanuntuk bergabung.
Manajemen Sriwijaya menyebut beberapa alasan. Diantaranya, kedua pemain tersebut kurang berkesan dengan animo sepakbola Palembang. Kemudian, faktor Njanka Piere dan Juan Revi, dua rekan Along dan Ridhuan yang juga membatalkan untuk bergabung dengan Sriwijaya dan lebih memilih menetap di Arema. Istilahnya, pemain satu paket dan pertemanan. Along dan Ridhuan pun membenarkan alasan tersebut.
“Kami tidak mempermasalahkan soal Along dan Ridhuan. Itu hak mereka untuk memilih klub. Demikian pula dengan Njanka dan Revi. Pastinya, kami akan mencari pemain lain, ” kata direktur teknis Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.
Manajemen menyebut kegagalan itu sebagai hikmah. Sebab, Along dinilai sebagai pemain temperamental. Sriwijaya sendiri mengutamakan pemain dengan atitude yang baik. Tidak seperti Along yang “gemar” kartu merah dan jago “Kung Fu” dilapangan.
Faktanya, itu memang benar . Along adalah pemain kasar, temperamen, dan punya emosi meletup-letup. Pria kelahiran 3 September 1980, sudah mengantongi 3 kartu merah selama bermain di Arema. Di Singapura, Along juga pernah menendang Bennet, rekannya sesama timnas hingga tak sadarkan diri dan masuk rumah sakit. Jelasnya, Along dan kawan-kawan juga bersalah.
Tapi, fakta lain tidak bisa dipungkiri. Along, Ridhuan atau Njanka adalah pemain hebat. Semusim bersama Arema, langsung juara ISL dan runner up piala Indonesia. Artinya, manajemen Sriwijaya tidak selamanya benar. Jangan selalu mencerna dan menerima bulat-bulat apa yang keluar dari “mulut” manajemen Sriwijaya FC.
Soal mengutamakan pemain dengan attitude yang baik, itu hanya alasan yang terlalu berkesan mengada-ada. Toh, baik Along, Ridhuan, dan Njanka menandatangani pra kontrak pada Jumat, 30 Juli lalu atau sehari sebelum final Piala Indonesia setelah ‘deal” omongan jauh-jauh hari sebelumnya.
Kalau saja tidak batal bergabung, manajemen Sriwijaya tentu punya alasan lain lagi ke khalayak mengapa merekrut pemain bengal. Misalnya, “biarlah Along temperamen, nanti di Sriwijaya, dia akan kita peringatkan dan kita bina lagi”. Manajemen Sriwijaya memang pandai bersilat lidah dan mencari pembenaran.
Terkini mereka akan merekrut Gerrad Ambasa Guy hasil rekomendasi Keith Kayamba. Padahal, Ambassa sudah jelas pemain bermasalah. Dia pernah melarikan uang pra kontrak Arema. Musim 2009/10 lalu, Sriwijaya juga membidik Agus Casmir. Padahal, Agu juga “mafia” karena juga melarikan uang panjar dari Persija.
Soal pemain yang hobi kartu merah atau bahkan berkelahi, Sriwijaya juga punya sebelumnya. Carlos Renato dan Isnan Ali pernah berkelahi. Tak hanya dengan Renato, Isnan juga bertikai dengan Alberto Goncalves.
Andi Odang lebih parah. Saat lawan PSMS Medan, dia “berkelahi” dengan coach Suimin Diharja karena tak rela diganti. Ambrizal juga pernah mengacungkan jari tengah pada wasit Jimmy Napitupulu saat lawan Persib. Terkini, kuartet Charis Yulianto, Ambrizal, Isnan Ali, dan Cristian Worabay, berurusan dengan polisi karena memukul suporter. Itukah pemain dengan attitude yang baik ?
Artinya sudah jelas. Bahwa para pejabat Sriwijaya FC tidak selamanya dan semuanya pandai. Gagalnya Along, Ridhuan, Njanka, Revi, Fackrudin, dan Kurnia Meiga adalah bukti bahwa manajemen Sriwijaya FC juga kurang pandai meyakinkan pemain untuk bergabung. Manajemen Sriwijaya tidak selalu hebat dalam mendatangkan pemain hebat. Hanya pandai berkoar-koar.
Toh, kurang apa Sriwijaya FC sebuah klub kaya raya. Pandangan umum, pemain mana yang tidak tertarik untuk bergabung. Kenyataannya, meyakinkan Along dan kawan-kawan saja tidak sukses. Gelontoran dana berlimpah, tidak cukup untuk membuat para pemain hebat tersebut untuk bergabung.
“Kami tidak menyalahkan pengurus Sriwijaya soal gagalnya merekrut Along dan kawan-kawan. Tapi, kami juga berharap agar pengurus mesti berhati-hati dalam mengeluarkan statement. Jangan selalu gembar-gembor dimedia. Ujung-ujungnya gagal. Ini kok kayak mengulang cerita musim lalu. Katanya mau datangkan pemain ini dan pemain itu, tapi ujung-ujungnya gagal,” kata Ridho, salah satu suporter Sriwijaya FC asal Sekip.
Satu yang paling penting, saat ini belum ada satupun pemain bintang yang benar-benar resmi bergabung dengan Sriwijaya FC. Terutama pemain asing. Terkini, Zah Rahan ada indikasi bergabung ke Persipura atau Persija. Tersisa hanya Keith Kayamba.
Ingat, awal 2009/2010 lalu, tak ada satupun pemain bintang yang didapatkan Sriwijaya. Padahal, sudah berkoar-koar ke khalayak ramai. Contoh kecil, Pavel Solomin yang direkrut dari Uzbekistan, bukanlah pemain bintang. Dia hanyalah pemain paling tersisa setelah manajemen Sriwijaya gagal merekrut Agu Casmir, Greg Nwokolo, Ulukbek Bakaev, dan Alexandar Duric.
Precious Emuejeraye juga pemain tersisa setelah Sriwijaya gagal merekrut Abanda Herman dan Njanka Piere dari Persija saat itu. Ujung-ujungnya juga, kembali menarik Obiora yang jelas-jelas sudah dinyatakan keluar hanya untuk mengisi pos pemain asing yang kosong saat itu. So, fans Sriwijaya tentu bisa menilai bagaimana kinerja dan ego manajemen Sriwijaya FC.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Bidik Mahyadi Panggabean

Sabtu, 07 Agustus 2010.
Sriwijaya FC mengaku serius mengincar pemain belakang Persik Kediri Mahyadi Panggabean untuk memperkuat klub itu pada musim depan (2010-2011), kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Sabtu.

"(Ivan) Kolev yang menginginkan dia. Kami selaku manajemen telah melakukan komunikasi dengan Mahyadi," akunya.

Dia mengatakan, Ivan tertarik merekrut Mahyadi karena memiliki umpan-umpan sangat terukur dan andal menendang bola mati.

"Saat Ivan jadi pelatih Timnas, Mahyadi selalu masuk tim. Namun, saat pelatih timnas Benny Dollo, dia tersingkir," katanya.

Dia optimistis mampu mewujdukan keinginan Kolev mengingatr pemain asal Sibolga, Sumatera Utara itu memiliki keluarga di Palembang.

"Setahu saya istrinya orang Palembang. Jadi, bisa saja masalah kedekatan ini membuat dia ingin bergabung dengan kita," kata mantan manajer PS Banyuasin ini.

Sementara itu, Mahyadi mengaku tersanjung atas pinangan Sriwijaya FC itu, meski begitu, dia tidak menampik beberapa klub telah mendekatinya.

"Terdapat beberapa klub yang menghubungi saya seperti Persija Jakarta, PSM Makasar, Persema Malang, Persela Lamongan dan PSMS Medan. Namun, hingga saat ini saya belum bisa mengambil keputusan," akunya.

Dia belum bisa memberikan kepastian karena masih terikat kontrak dengan Persik Kediri hingga 10 Agustus 2010. Persik Kediri masih harus berlaga di babak playoff Liga Super Indonesia.

"Sejauh ini komunikasi saya dengan manajemen SFC hanya sebatas negoisasi. Kami juga belum membahas masalah kontrak kerja. Yang jelas bila jadi ke Sriwijaya saya senang karena bisa dekat dengan keluarga," kata Mahyadi.
Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Budigol Sambut Tawaran Kolev

PALEMBANG--Gagal mendapatkan Noh Alam Shah dan M Ridhuan tidak menjadi masalah bagi pelatih Ivan Kolev, sebab pemain asing masih bisa dicari. Pelatih asal Bulgaria ini justru berkonsentrasi mendatang sejumlah pemain lokal berkualitas. Salah satu bidikannya adalah striker Budi Sudarsono. "Kolev memang merekomendasikan namanya dan kita manajemen akan berusaha mendatangkannya. Sebab kita mendatangkan pemain sesuai dengan kebutuhan tim," jelas Manajer SFC Hendri Zainudin, Sabtu (7/8). Sementara Kolev memang mengakui tetap mencari pemain asing berkualitas. Namun prioritas utamanya adalah mencari pemain lokal berkualitas. Makanya usai mendapatkan 6 pemain lokal Sumsel dan 4 pemain lokal luar Sumsel berkualitas, Kolev langsung mencari pemain lokal Timnas yang dibutuhkan tim. Salah satunya adalah Budi Sudarsono "Saya kosentrasi kepada pemain, mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim termasuk ada beberapa nama yang telah saya rekomendasikan," jelas Kolev. Seperti Budigol julukannya pernah memperkuat SFC selama setengah musim. Namun mantan pemain Persib itu gagal bersinar, persoalan keluarga dan tidak cocoknya sang bomber dengan skema permain RD membuatnya tidak dipertahankan di musim 2009/2010 lalu. Budi yang dihubungi mengaku kaget jika namanya masuk dalam daftar buruan SFC. Ia pun mengaku senang, karena di sana ada Ivan Kolev."Karena dia saya ada dan saya suka kalau dia memang menginginkan saya," terang Budi. Diakui pemain kontroversial ini, banyak klub-klub Liga Super Indonesia (ISL) di pulau Jawa yang menginginkannya. Tetapi jika SFC dan Kolev yang meminatinya, maka dia menyambut tawaran itu.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Ivan Kolev Inginkan Budigol

Pelatih anyar Sriwijaya Football Club Ivan Kolev menginginkan striker Persib Bandung Budi Sudarsono menjadi skuadnya, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin, di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat.

"Kolev menginginkan Budi karena sudah tahu karakter permainannya. Manajemen akan berupaya memenuhi keinginan Kolev sudah melakukan pendekatan dengan Budi," kata Hendri.

Menurut dia, terdapat beberapa pemain yang diproyeksi Kolev menjadi skuad Laskar Wong Kito musim depan selain Budi, seperti Ponaryo Astaman (gelandang), Ferry Rotinsulu (penjaga gawang), Zah Rahan (gelandang), Keith Kayamba Gumbs (striker), dan Arif Suyono (gelandang).

"Pemain ini masih dalam proses negosiasi, hanya Kayamba saja yang sudah tanda tangan kontrak hari ini," ucap dia.

Sementara, Budi Sudarsono yang dihubungi dalam kesempatan berbeda menegaskan akan memberikan "lampu hijau" kepada manajemen SFC jika berminat terhadap dirinya.

"Saya senang bila nanti bisa bergabung dengan Sriwijaya. Tawaran manajemen Sriwijaya saya pertimbangkan karena ada Kolev di sana," kata pesepakbola berjulukan Si Ular Piton ini.

Dia mengaku, rela menolak tawaran dari klub lain, jika Kolev benar-benar menginginkannya bergabung.

"Sebenarnya saya ingin bermain di Pulau Jawa saja, agar dekat dengan keluarga dan sudah ada tim yang menawari. Tapi, karena pelatih Sriwijaya Ivan Kolev, maka klub ini menjadi prioritas saya ," kata mantan pemain Persik Kediri ini.

Dia berharap dengan dilatih oleh Ivan Kolev dapat membuatnya kembali bersinar di persepakbolaan tanah air seperti beberapa tahun lalu.

"Sebelumnya saya pernah bermain di Sriwijaya, tapi dengan pelatih Rahmad Darmawan. Saya akui kurang bagus waktu itu, tapi mungkin kali ini berbeda karena pelatihnya Kolev," ujar mantan striker Timnas Indonesia ini.

Budi pernah merumput dengan Sriwijaya FC selama setengah musim di kompetisi 2008-2009. Namun, penampilannya dipandang jauh dari harapan karena hanya mencetak satu gol di Liga Indonesia.

"Mudah-mudahan saat di latih Ivan Kolev bisa kembali seperti dulu lagi," ujar dia.

Budi menambahkan, sejauh ini dirinya dan manajemen Sriwijaya FC terus melakukan komunikasi karena sedang proses negosiasi.

"Komunikasi terus berjalan. Terpenting saya pelatihnya Ivan Kolev. Soal nilai kontrak tidak menjadi prioritas saya. Saya ingin kembali seperti yang dulu lagi," tutup dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Pengakuan Noh-Ridhuan

SELAIN -faktor Pierre Njangka yang bertahan di Arema Malang, alasan paling utama Noh Alam Shah dan M Ridhuan tak mau memperkuat SFC karena kurang sreg dengan suasana kota Palembang.

Tanda tangan pra kontrak dengan uang tanda jadi berkisar Rp20 juta itu tidak mampu mengikat kedua pria asal Singapura ini. Mereka gamang dan berubah pikiran. Padahal sebelumnya sudah menyatakan akan teken kontrak pada Jumat (6/8). Noh dan Ridhuan kini masih sempat menginap di Hotel Swarna Dwipa dan meninggalkan Palembang, Sabtu (7/8) pagi. Mereka pun siap mengembalikan uang tandajadi.

Mereka yang meminta untuk datang ke Palembang dan saya setuju. Namun raut wajah keduanya berubah ketika melihat suasana kota Palembang,” jelas Hendri Zainudin.

Jika merunut ke belakang, dalam obrolan santai keduanya ketika baru saja tiba di Hotel Swarna Dwipa bersama wartawan, M Ridhuan yang sepakat tandatangan kontrak Jumat (6/8) pukul 10.00, bahkan sudah menyatakan ragu ke SFC. Alasannya suasana dan atmosfer sepakbola di kota

Malang sangat bagus di bandingkan Palembang. Begitu juga dengan sikap para suporternya.
Saya sangat berat sebenarnya meninggalkan Arema, karena suporter dan suasana kotanya,” jelas Ridhuan.

Selain itu diakui Ridhuan, ia sepakat bergabung dengan SFC karena Pirre Njanka dan Noh Alam Shah gabung ke SFC. Tetapi dalam perjalanannya Njanka tiba-tiba bertahan di Arema.”Hal inilah yang membuat saya harus berpikir,” jelasnya.

Hal serupa juga diakui Noh Alam Shah yang kala itu menyatakan kesiapannya bergabung bersama SFC sudah 75 persen. “Saya sudah 75 persen yakin ke SFC. Tetapi kita lihat nanti,” jelasnya.
Faktanya kedua pemain Timnas Singapura ini beruba pikiran. Mereka tiba-tiba gamang dan

mengaku meminta waktu tiga hari lagi. Hal ini dibenarkan Hendri yang menyatakan, kedua pemain itu menghubunginya dan meminta waktu tiga hari lagi.”Tetapi kita mengambil sikap tegas,” jelasnya
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
1

Duo Singapura Arema ke Sriwijaya

Senin, 02 Agustus 2010.
Arema Indonesia kehilangan besar. Klub juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 itu ditinggal dua pemain pilar asal Singapura, yakni penyerang Noh Alam Shah dan gelandang M. Ridhuan. Keduanya kompak hijrah ke Sriwijaya FC Palembang, klub yang mengalahkan Arema pada final Piala Indonesia, Minggu (1/8).

Kepastian hengkangnya Alam Shah dan Ridhuan diungkapkan Ricky Nelson, agen yang menaungi dua pemain tersebut. Kemarin keduanya teken kontrak dengan manajemen Sriwijaya FC di Solo. "Alam Shah dan Ridhuan ke Sriwijaya musim depan," kata Ricky kepada Radar Malang (Jawa Pos Group) kemarin.

Hanya, Ricky enggan menjelaskan nilai kontrak dua pemainnya itu. Dia hanya mengatakan bahwa nilai kontrak Alam Shah dan Ridhuan meningkat jika dibandingkan dengan yang mereka terima bersama Arema musim lalu.

Menurut informasi yang diterima Radar Malang, kontrak Alam Shah di Sriwijaya FC mencapai Rp 1,1 miliar. Sedangkan Ridhuan dibanderol sekitar Rp 950 juta.

Menurut Ricky, sebenarnya Alam Shah dan Ridhuan ingin bertahan di Arema. Keduanya sudah merasa cocok dengan suasana di Malang. Tapi, karena manajemen Arema belum memberikan kepastian perpanjangan kontrak, mereka akhirnya memilih bergabung dengan Sriwijaya.

"Alam dan Ridhuan bersikap profesional. Artinya, siapa yang memberikan tawaran yang lebih jelas, ya akan dipilih. Apalagi, sudah mendekati kompetisi," kata Ricky. Setelah menyelesaikan kontrak dengan Sriwijaya, Alam Shah dan Ridhuan langsung terbang ke Singapura untuk berlibur.

Setelah kehilangan Alam Shah dan Ridhuan, Arema juga terancam ditinggal pelatih Robert Alberts. Kontrak pria asal Belanda itu habis per 1 Agustus lalu. Partai final Piala Indonesia antara Arema dan Sriwijaya FC di Stadion Manahan, Solo, adalah hari terakhir Robert resmi bekerja sama dengan Singo Edan, julukan Arema.

Nah, sejauh ini belum ada kepastian apakah Robert akan tetap melatih Arema atau tidak. Manajemen Arema sebenarnya ingin memperpanjang kontrak Robert. Hanya, hal itu bergantung pada hasil negosiasi kontrak. Sebab, selain Arema, ada PSM Makassar yang dikabarkan cukup serius untuk merekrut Robert.

Untuk mengantisipasi lepasnya Robert, manajemen Arema membidik calon pelatih. Dia adalah Miroslav Janu. Nama Janu mengemuka karena pernah menjadi pelatih Arema. Pelatih asal Ceko itu membesut Singo Edan pada musim 2007.

"Memang ada rencana memakai jasa Janu. Tapi, itu bergantung pada pembicaraan perpanjangan kontrak dengan Robert," kata sumber Radar Malang yang enggan disebutkan namanya.

Manajer Arema Mudjiono Mudjito tidak menampik bahwa manajemen memang menyiapkan Janu sebagai alternatif pengganti Robert. Namun, hal itu bergantung pada pembicaraan manajemen dengan Robert. "Janu baru sebatas alternatif yang disiapkan Pak Andi Darussalam selaku pembina yayasan. Jadi, semua belum pasti," kata Mudjiono kemarin
Sumber http://www.bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Didekati Mutiara Hitam?

Pentas Piala Indonesia V sudah berakhir kemarin (1/8) di Solo. Tapi, itu bukan akhir segalanya. Seluruh tim mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Salah satunya untuk berburu amunisi baru. Sabtu kemarin (31/7), secara tidak sengaja wartawan koran ini memergoki gelandang lincah Sriwijaya FC Zah Rahan Krangar makan bareng dengan manager Persipura Rudi Maswi dan pelatih Persipura Jacksen F Tiago di hotel Lor In Solo sehari sebelum final Piala Indonesia V.
Namun, saat dikonfirmasi pertemuan tersebut, pemain terbaik 2007-2008 ini mendadak kabur tanpa memberikan komentar. Mantan pemain Persekabpas hanya melambaikan tangan dan langsung masuk mobil taksi warna putih di depan hotel Lor In Solo. Melihat gelagat yang tidak beres ini, target selanjutya mengorek informasi dari manajer Persipura Rudi Maswi dan pelatih Jacksen F Tiago. Namun, ditanya Jacksen hanya menjelaskan tidak sengaja bertemu dengan Zah Rahan di hotel. Bisa jadi upaya Mutiara Hitam julukan Persipura ini melakukan pedekatan kepada Zah Rahan untuk bergabung musim depan.
”Kami tidak sengaja bertemu Zah Rahan makan di hotel Lor In. Zah sendiri bilang makanan hotel tempatnya hotel Best Western menginap tidak enak. Jadi dia (Zah, red) makan di hotel Lor In itu saja tidak ada yang lain. Kami hanya ngobrol biasa tidak ada pendekatan dengan Zah Rahan,” kelit pelatih Persipura, Jakcsen F Tiago di hotel Lor In.

Mantan pelatih Persebaya Surabaya ini lebih senang membicarakan kekalahan Persipura yang gagal merebut juara ketiga setelah dikalahkan Persik Kediri dengan skor 0-1. ”Ya, anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Kekalahan dari Persik ini menjadi pengalaman yang berharga bagi kami musim depan. Jika saya masih dipertahankan oleh Persipura, maka saya akan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Baik di ISL maupun di Piala Indonesia,” lanjut pelatih asal Brazil ini.
Komentar senada juga dilontarkan Rudi Maswi. Menurut pria berkulit putih ini, tidak ada pembicaraan serius dengan Zah Rahan. ”Kami tidak sengaja bertemu dengan Zah Rahan itu saja,” ujar Rudi Maswi dengan ramah. Sementara itu manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin belum bisa komentar panjang lebar. ”Kami akan berusaha mempertahankan Zah Rahan di Sriwijaya FC. Mudah-mudahan Zah bertahan dan memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya FC,” tukas Hendri.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

SEJARAH BARU SRIWIJAYA FC

Minggu, 01 Agustus 2010.
Lagi, Sriwijaya FC menorehkan sejarah baru. Setelah menjadi tim pertama yang mampu merebut double winner 2007-2008, tadi malam (1/8) Laskar Wong Kito berhasil merebut juara Piala Indonesia V tiga kali berturut-turut.
Di final Piala Indonesia edisi 2009-2010, Keith Kayaba Gumbs dan kawan-kawan berhasil menyingkirkan Arema Indonesia dengan skor 2-1 di Stadion Manahan Solo. Gol Sriwijaya ditentukan lewat sundulan Kayamba menit ke-47 dan tendangan keras Pavel Solomin pada menit ke-79. Satu-satunya gol Arema dicetak oleh M Ridhuan pada menit ke-71.
Sebelumnya Sriwijaya FC telah merebut juara pertama pada tahun 2007-2008 dan gelar kedua pada tahun 2008-2009. Keberhasilan ini sangat sulit untuk dikejar oleh tim liga super manapun dalam satu dekade ke depan. Tak heran para punggawa Sriwijaya FC larut dalam selebrasi kemenangan di Stadion Manahan Solo.
Gol cantik Kayamba inilah membuat PT Liga menobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Indonesia V. Kontribusi pemain asal Saint n Nevis ini dinilai berperan besar terhadap keberhasilan Sriwijaya. Atas gelar tersebut Kayamba berhak atas uang Rp50 juta. “Saya dedikasikan kemenangan ini kepada keluarga saya terutama bagi istri saya dan anak saya Nayaka,” ujar Kayamba dengan senyum mengembang.
Sedangkan bagi Rahmad Darmawan, pesta Sriwijaya menjadi kenangan manis tersendiri. “Ini menjadi kado perpisahan saya dengan bagi Sriwijaya FC setelah selama tiga musim melatih. Saya cukup puas atas hasil yang dicapai anak-anak selama pertandingan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang habis-habisan,” ujar Rahmad Darmawan usai pertandingan tadi malam.

Sriwijaya FC mengawali pertandingan final dengan hati-hati. Tak heran, serbuan Arema yang dimotori oleh Noh Alam Syah dan Roman Chmelo berhasil menembus pertahanan Sriwijaya FC.
Petaka terjadi di kubu Arema, Noh Alam Syah diganjar oleh wasit Jimmy Napitapulu pada menit 14 setelah melakukan aksi brutal terhadap Precious. Ya, striker asal Singapura ini menendang keras muka Precious.
Begitu juga dengan Sriwijaya FC, harus kehilangan kiper Ferry Rotinsulu setelah mengalami cedera setelah ditekel keras oleh Roman Chmelo. Akibatnya, Ferry pun langsung digantikan Hendro Kartiko pada menit ke-21.
Kondisi ini sangat menguntungkan Sriwijaya FC. Gelombang serangan terus mengalir. Tercatat ada dua peluang bagi Sriwijaya FC yakni pada menit ke-28 lewat tendangan Toni Sucipto dan Pavel Solomin pada menit ke-42. Namun hingga akhir pertandingan babak pertama selesai kedua tim hanya bermain imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan sempat ditunda selama 1 jam, 10 menit. Itu karena pihak Arema meminta wasit Jimmy diganti. Sempat terjadi negosiasi yang panjang antara kedua tim. “Saya sendiri meminta pertandingan dilanjutkan. Jika Arema yang juara, Sriwijaya FC tidak akan mempermasalahkan sebaliknya jika Sriwijaya FC juara, saya minta Arema menghargai itu,” lanjut RD.
Akhirnya tepat pada pukul 22.10 WIB pertandingan dilanjutkan kembali setelah mendapatkan jaminan dari PT Liga yang diwakili oleh Direktur PT Liga, Andi Darussalam Tabussala. Namun setelah pertandingan dilanjutkan, Sriwijaya FC langsung menggebrak. Kayamba membuka gol pertama pada menit ke-47 lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok dari Pavel Solomin. Namun kemenangan ini tidak bertahan lama setelah disamakan M Ridhuan pada menit ke-71. Gol ini membuat Sriwijaya FC down.
Beruntung, Laskar Wong Kito mampu menemukan ritme permainan dan langsung bangkit. Serangan yang dimotori dari gelandang lincah Zah Rahan membuat pertahanan Arema yang dikawal ketat oleh Zulkifli, Waluyo, Irfan Raditya kocar kacir. Beruntung Sriwijaya FC berhasil unggul lewat gol Pavel Solomin pada menit ke-79 setelah memanfaatkan umpan lambung dari Ambrizal. Skor 2-1 ini menjadi akhir pertandingan. “Mental anak-anak tidak goyah itu yang salut,” tambah Rahmat.
Dari kubu Arema, Robert Albert mengatakan timnya dua kali harus bermain dengan sepuluh orang pemain. Pertama saat menghadapi Persib Bandung di semifinal dan kedua di final. “Tapi saya bangga meski gagal juara. Namun saya berharap kualitas wasit ditingkatkan dalam memimpin pertandingan,” pinta Robert Albert. (31)

Distribusi gelar
Juara I : Sriwijaya FC
hadiah Rp1 miliar
Runner up: Arema Indonesia
hadiah Rp500 juta
Pemain Terbaik:
Keith Kayamba Gumbs
hadiah Rp50 juta
Topskor: Christian Ginzales (Persib)
dengan 10 gol dengan hadiah Rp50 juta
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

SFC Hat-trick Piala Indonesia

Sriwijaya FC (SFC) membuat rekor. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini sukses menjuarai Piala Indonesia 2010, atau mencetak hat-trick, setelah mengalahkan Arema Indonesia 2-1 pada final Piala Indonesia di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8/2010). Sebab, ini sukses SFC ketiga kalinya secara berturut-turut.

Gol SFC dicetak oleh Keith Kayamba menit ke-48 dan Pavel Solomin menit ke-79. Sedangkan gol Arema disumbangkan M Ridhuan menit ke-70.

Ini juga menjadi perpisahan indah buat pelatih Rahmad Darmawan. Musim depan dia sudah pasti meninggalkan SFC, tapi sudah mempersembahkan tiga gelar Piala Indonesia dan satu gelar Indonesia Super League.

Pertandingan ini sempat berlangsung dalam situasi yang panas. Terutama setelah penyerang Arema, Noh Alamsyah, terkena kartu merah di akhir babak pertama.

Menjelang babak kedua, pertandingan terhenti hampir satu jam. Sebab, Kapolda Jateng meminta ada pergantian wasit dengan alasan agar penonton tak terpancing emosi. Namun, permintaan ini tak dipenuhi PSSI. Wasit tetap Jimmy Napitupulu.

Memasuki babak kedua, SFC semakin dominan karena unggul jumlah pemain. Sebuah tendangan penjuru pada menit ke-48, Keith Kayamba sukses membawa SFC unggul 1-0, setelah menanduk bola tendangan penjuru.

Ini membuat Arema terus berusaha membalas. Namun, usaha mereka baru sukses pada menit ke-70, setelah M Ridhuan sukses memotong umpan silang.

Sayangnya, pertahanan Arema lengah. Pada menit ke-79, Arema berniat melakukan jebakan offside saat SFC membuat umpan terobosan. Namun, Pavel Solomin muncul dari belakang memburu bola hingga dia tak offside. Dengan bebas, dia melesakkan bola ke gawang Arema, sekaligus menentukan kemenangan SFC.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |