1

SKUAD SRIWIJAYA FC 2010-2011

Sabtu, 25 September 2010.
Sriwijaya FC

Julukan: Laskar Wong Kito
Berdiri: 1976 Kota Asal: Palembang
Markas: Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang
Kapasitas: 40.000
Peringkat Musim Lalu:8
Pelatih: Ivan Kolev (Bulgaria)
Suporter: Singamania, Sriwijaya Mania,SMS

Skuad:

Kiper:
1. Ferry Rotinsulu
2. Fauzal Mubarok
3. Andi Irawan

Belakang:
1. Rendi Siregar
2. Rahmat Latiff
3. Gunawan
4. Ahmad Juprianto
4. Jackie Arisandi
5. Claudiano Santos
5. Bobby Satria
6. M. Ridwan
7. Supardi

Tengah:
1. Dirga Lasut
2. Mahyadi Panggabean
3. Ardiles Rumbiak
4. Wong We Lung
5. Ade Suhendra
6. Ponaryo Astaman
7. Arif Suyono
8. Firman Utina

Depan:
1. Oktavianus Maniani
2. Budi Sudarsono
3. Julius Cesar
4. Keith Kayamba
5. Park Jung Hwan

Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

SFC Juara Community Shield 2010

Gilas Arema, SFC Juara Community Shield
Sebelumnya SFC meraih gelar Inter Island Cup.

Sriwijaya FC (SFC) meraih gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield 2010 usai mengalahkan Arema FC 1-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 25 September 2010.

SFC semakin membuktikan mereka sebagai salah satu favorit juara Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Setelah menjuarai Inter Island Cup beberapa waktu lalu, tim Laskar Wong Kito ini merebut gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield.

Meski hanya bertajuk sebagai laga eksebisi pembuka ISL musim ini, baik Arema dan SFC tetap mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga ini. Permainan terbuka dan keras ditunjukkan kedua tim.

Beberapa peluang tercipta di awal babak pertama, namun puluhan ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan terkejut ketika Budi Sudarsono membobol gawang Arema pada menit ke-28 usai melakukan kerjasama cantik satu-dua dengan Park Jung-Hwan.

Namun, delapan menit kemudian Arema sukses menyamakan kedudukan melalui penalti yang dilesakkan Pierre Njanka. Penalti diberikan setelah kiper SFC Ferry Rotinsulu dianggap melakukan pelanggaran terhadap striker Noh Alam Shah.

SFC kembali unggul setelah Keith Kayamba membobol gawang Kurnia Meiga pada menit ke-45. Berawal dari kesalahan Njanka dalam penguasaan bola, Budi sukses merebutnya dan kemudian melepaskan umpan silang ke Kayamba yang dengan tenang membobol gawang Meiga.

Di babak kedua permainan terbuka masih terjadi dan banyak peluang yang diciptakan kedua tim. Namun, kembali SFC yang mampu memaksimalkan kesempatan yang didapat.

Melalui tendangan bebas akurat pemain asing asal Brasil, Claudiano, SFC sukses mencetak gol ketiganya pada pertandingan ini pada menit ke-60. Tendangan bebas ke pojok kiri gawang Arema tidak mampu dihentikan Meiga.

Pelatih Arema Miroslav Janu berusaha mengejar ketinggalan dengan memasukkan Mushafry dan Juan Revi, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhir pertandingan keunggulan 1-3 SFC tetap bertahan.

Susunan Pemain

Arema: Meiga; Zulkifli, Njanka, Purwaka Yudhi (Leonard, 85'), Benny Wahyudi; Bustomi, Roni (Yongki Aribowo, 42'), Chmelo; Ridhuan (Mushafry, 75'), Dendy, Alam Shah (Juan Revi, 82').

Sriwijaya: Ferry Rotinsulu; Supardi, Claudiano, Ahmad Juprianto, M Ridwan; Ponaryo, Firman Utina (Mahardiga, 72'), Oktavianus (Mahyadi, 74'); Park Jung-Hwan, Keith Kayamba (Bobby Satria, 89'), Budi Sudarsono.

Sumber http://bola.vivanews.com
Selanjutnya...
0

Kalahkan Arema, Sriwijaya Janjikan Bonus Rp 100 Juta

Jumat, 24 September 2010.

Para pemain Sriwijaya FC bakal kebanjiran hadiah apabila berhasil menjuarai Community Shield melawan Arema Indonesia, Sabtu (25/9/2010). Sebab, "Laskar Wong Kito" menjanjikan bonus sekitar Rp 100 juta.

"Kami menjanjikan bonus besar kepada pemain. Diperkirakan Rp 100 juta. Manajemen sudah setuju. Tinggal menunggu keputusan presiden klub," ungkap Direktur Tekhnik Pt Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zenuddin, kepada Kompas.com.

Hendri menerangkan, bonus itu diberikan agar pemain lebih termotivasi memenangkan pada laga nanti. "Biar mereka semakin terpacu untuk memacu semangat mereka pada pertandingan nanti," tukas Hendri.

Lebih lanjut Hendri mengatkan bahwa timnya dalam kondisi siap untuk memenangkan pertandingan nanti. "Tim sudah siap untuk berlaga," ujarnya.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di final Piala Indonesia di mana Sriwijaya yang menjadi juaranya setelah menaklukan "Singo Edan" 2-1.

Community Shield sendiri akan digelar di Stadion Kanjuruhan Malang. Ajang ini mempertemukan juara Liga Super (Arema Indonesia) dengan juara Piala Indonesia (Sriwijaya FC).

Sejatinya, pertandingan akan berlangsung 2x45 menit. Namun bila keadaan imbang, pemenang akan ditentukan melalui adu penalti.

Sumber http://kompas.com, Sumber gambar http://www.rcti.tv


Selanjutnya...
0

Lawan Arema, Sriwijaya FC Bakal Pakai Kostum Baru

Jumat, 10 September 2010.
Sriwijaya Football Club akan memakai kostum baru dengan motif songket di ajang Community Shield melawan Arema Indonesia di Malang, 25 September 2010, kata Direktur Teknik PT Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Rabu.

"Kostum SFC yang dibuat Specs dipastikan telah selesai usai lebaran, sehingga pada ajang Community Shield nanti bisa langsung dipakai," kata dia.

Dia menerangkan, pembuatan kostum Sriwijaya Football Club yang baru itu oleh produk olahraga Specs selaku sponsor memakan waktu dua bulan.

"Kostum SFC yang baru ini lebih rumit dari kostum musim lalu yang tidak memakai songket. Sehingga, kami memahami saat Specs meminta waktu dua bulan setelah launching kostum resmi beberapa waktu lalu di Jakarta," ujar dia.

Sehingga, pada ajang Inter Island Cup di Palembang, 28 September-5 Agustus 2010, Laskar Wong Kito terpaksa mengenakan kostum sementara dari Specs yang mirip dengan kostum musim lalu, lanjut dia.

"Setelah pembuatan kostum tim selesai, Specs akan melanjutkan dengan mencetak ribuan kostum baru untuk dijual ke masyarakat umum," kata dia.

Pada musim ini, manajemen SFC mengambil keputusan memutus kerja sama dengan produk olahraga Reebok dan beralih menggaet Specs.

Hal itu terjadi karena, Reebok tidak dapat memenuhi keinginan manajemen SFC untuk memasang motif songket.

"Kita menanggapi aspirasi pencinta SFC yang ingin motif songket digunakan lagi seperti saat musim kompetisi 2007-2008. Hal inilah yang membuat kita beralih ke Specs," ujar dia.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Budi: Aku Terpengaruh Kolev

Penyerang Budi Sudarsono mengaku, pelatih Ivan Kolev menjadi salah satu faktor utama keputusannya hijrah dari Persib Bandung ke Sriwijaya FC. Budi yakin, bersama Kolev, ia bisa merasakan nikmatnya gelar juara pada musim depan.

"Laskar Wong Kito" memang menjadi ajang reuni Budi dengan Kolev. Penyerang berusia 30 tahun tersebut pernah bekerjasama dengan pelatih asal Bulgaria ketika menangani tim nasional sepak bola Indonesia pada 2007 silam.

"Aku sudah lama ikut Kolev. Kepindahanku ke Palembang karena aku yakin Kolev bisa membuat kami semakin maksimal," jelas Budi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/9/2010).

Secara pribadi, Budi juga berharap bisa menunjukkan kualitasnya bersama Sriwijaya. "Di Persib, aku merasa kurang. Aku ingin menunjukkan kemampuan terbaikku di Sriwijaya," tukas pemain kelahiran Kediri tersebut.

Di level klub, kemampuan Budi memang tidak diragukan. Begitu juga di timnas. Namun sayang, Budi tak bisa memperkuat timnas di Piala AFF setelah pelatih Alfred Riedl tak memanggilnya.

Budi menerima keputusan tersebut. Namun, ia menyatakan akan bekerja keras agar bisa kembali memperkuat timnas.

"Mudah-mudahan, aku bisa menunjukkan permainan terbaik sehingga bisa kembali memperkuat timnas. Selama menjadi pemain sepak bola, keinginanku untuk bisa terus memperkuat timnas," ujarnya.

Budi memang masih menunjukkan bahwa dirinya masih diperhitungkan sebagai penyerang dengan menyumbangkan empat gol, sekaligus mengantakan Sriwijaya menjuarai Inter Island Club pada beberapa waktu lalu.

Sumber http://kompas.com

Selanjutnya...
0

Kejar Gelar ISL

Selasa, 07 September 2010.
Tidak ada yang meragukan kualitas Firman Utina. Playmaker lincah asal Manado ini nyawa lini tengah Timnas Indonesia dan klub yang diperkuatnya. Musim ini Utina berbaju Sriwijaya FC, setelah panggilan datang dari Ivan Kolev yang secara khusus memintanya untuk mewujudkan target SFC musim 2010/2011.

Firman diplot menggantikan posisi Zah Rahan yang hengkang ke Persipura dan diharapkan menjadi motor serangan Laskar Wong Kito. Mampukah ia menjalankan peran yang selama ini sukses dilakoni Zah.

Saya bukan Zah Rahan, sebab permainan kami sangat berbeda. Dia pemain berkualitas dan berbakat,” kata Firman, Senin (6/9).

Sebagai gelandang, pria usia 29 tahun yang kini menjadi bagian dari skuad Timnas, dianugerahi kemampuan komplet sebagai seorang gelandang. Dia bisa beroperasi sebagai pemain sayap kiri, kanan maupun tengah, kuat, cepat dan lincah. Dia pun bisa muncul sebagai alternatif pencetak gol dikala striker mengalami kebuntuan. Agaknya kelebihan inilah yang membuat Kolev memanggilnya.

Meski berpostur kecil, dia berani berduel satu lawan satu dengan lawannya dan mampu bertahan,” urai Kolev.

Utina adalah binaan Manado, bakat besarnya tercium Persita Tanggerang yang langsung menggunakan jasanya musim 2004-2005. Bahkan ketika bergabung bersama Arema Malang, mantan anak asuh Benny Dollo ini mampu mempersembahkan gelar Copa Dji Sam Soe (Piala Indonesia) bagi Singo Edan musim 2005/2006 dan 2006/2007.

Dia pun dipanggil pelatih Ivan Kolev yang kala itu melatih Timnas guna mengikuti Piala Asia 2007. Benar saja Firman tampil memukau bersama Ponaryo Astaman, Mahyadi Pangabean, Budi Sudarsono, Supardi, M Ridwan, dan Ferry Rotinsulu yang kini memperkuat SFC.

Agaknya Kolev ingin bereuni dengan mantan anak asuhnya. Masuknya Firman semakin mempertegas aroma Timnas di SFC yang lebih menyerang, taktis dan bermain cepat.”Saya tentunya tidak bisa disamakan dengan Zah Rahan, tetapi akan memberikan warna baru bagi SFC,” jelas Firman.

Firman Utina sebenarnya mendapatkan tawaran dari klub lamanya Persija Jakarta dan ada beberapa klub ISL lainnya yang tertarik menggunakan jasanya. Tetapi telepon dari manajemen dan pelatih Ivan Kolev untuk bergabung di SFC membuatnya tertarik. Apa yang membuatnya menerima tawaran itu, padahal sudah mendapatkan dua gelar Piala Indonesia. “Namun belum untuk gelar Liga. SFC adalah tim juara dan bisa mewujudkan itu. Bersama pelatih, saya dan teman-teman akan berjuang keras,” tandas Firman.

BIODATA
Nama:Firman Utina
TTL:Manado, 15 Desember 1981
Postur:165 cm/60 kg
Posisi:Gelandang
Karir
2000-2004 Persita Tangerang
2005-2006 Arema Malang
2007-2008 Persita
2008-2009 Pelita Jaya
2010 Persija Jakarta
2010-Sekarang Sriwijaya FC
Timnas
2004-sekarang Timnas Senior

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Gelar IIC, Sriwijaya Rugi Rp 100 Juta

Manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) mengaku rugi sekitar Rp 100 juta sebagai tuan rumah Inter Island Club (IIC) 2010 di Palembang, 28 Agustus sampai 5 September 2010. Demikian dikatakan Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Augie Bunjamin, di Palembang, Senin (6/9/2010).

"Untuk menjadi tuan rumah IIC kita mengeluarkan dana Rp 400 jutaan. Pemasukan yang didapat dari penjualan tiket tidak dapat menutupinya, sehingga kami rugi sekitar Rp 100 juta," ucap Augie.

Dia menuturkan, dana Rp 400 juta yang dikeluarkan itu untuk membiayai dua tim tamu yakni Persiba dan Persib selama tinggal di Palembang, dan biaya menggelar dua pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

"Sebagai tuan rumah kita menanggung biaya penginapan pemain dan ofisial tim tamu, biaya akomodasi, biaya transportasi, biaya konsumsi, serta biaya pertandingan," kata dia.

Dia merincikan, biaya untuk menggelar pertandingan terdiri atas biaya listrik Rp 70 juta, honor panitia pelaksana pertandingan Rp 70 juta, dan biaya transportasi serta konsumsi untuk dua pertandingan mencapai Rp 260 juta.

"Pemasukan dari tiket tidak sesuai dengan harapan. Pada pertandingan pertama hanya mendapatkan sekitar Rp 100 juta, sedangkan pada pertandingan kedua hanya Rp3 juta. Sedangkan, di pertandingan final hanya mendapatkan Rp 200 jutaan, meskipun ramai penonton," ujar dia.

Meskipun demikian, Augie menyatakan, manajemen SFC tidak akan pernah "kapok" untuk menjadi tuan rumah ajang serupa, mengingat keinginan menghibur masyarakat Sumsel menjadi hal yang lebih utama.

"Tidak ada masalah kami mengeluarkan dana demi memanjakan masyarakat Kota Palembang agar dapat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya secara langsung," ucap dia.

Terlebih, sejak awal manajemen berminat menjadi tuan rumah karena berkeinginan menjadi juara IIC 2010. "IIC ini adalah ajang pra-kompetisi bagi SFC yang sangat penting artinya untuk menyiapkan tim berlaga di Liga Super. Oleh karena itu, manajemen SFC tidak berkeberatan merogoh kocek cukup dalam untuk menjadi tuan rumah IIC," ucap dia.

Menurut Augie, pengorbanan menjadi tidak sia-sia karena SFC berhasil menjadi juara IIC yang pertama di Indonesia setelah pada partai final mengalahkan Persiwa Wamena 2-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam

Sumbe http//:kompas.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Juara Inter Islanc Cup

Sriwijaya Football Club (SFC) menjuarai Inter Island Cup 2010 setelah pada pertandingan final mengalahkan Persiwa Wamena 2-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam.

Sejak peluit awal pertandingan yang dimulai pukul 21.15 WIB, kedua tim tampil agresif. "Laskar Wong Kito" yang didukung puluhan ribu penonton tampil bersemangat memberikan tekanan kepada Persiwa, dan sebaliknya tim lawan hanya mencoba mengamankan gawang dengan merapatkan barisan lini belakang.

Pada menit ke-10, peluang pertama Sriwijaya FC didapat melalui Park Jung Hwan yang lepas dari pengawalan pemain lawan. Namun, bola yang dilesakkan dari tengah kotak penalti itu masih terlalu lemah, sehingga terbaca oleh penjaga gawang Persiwa, Galih Firmansyah.

Lima menit berselang, giliran Tim "Badai Pegunungan" yang mendapat peluang emas melalui Alan Aronggear yang secara tiba-tiba dapat menembus lini pertahanan SFC saat mendapat umpan silang dari Ishak Konon. Striker Persiwa itu berhasil melepaskan tendangan terukur ke gawang, namun bola masih membentur tubuh penjaga gawang SFC, Fauzal Mubarok.

Akhirnya, SFC bisa menjebol gawang Persiwa pada menit 19 melalui Park Jung Hwan yang berkerja sama apik dengan Budi Sudarsono dalam menerapkan umpan satu dua. Kedudukan 1-0 untuk SFC. Menit-menit berikutnya, SFC lebih mengusai permainan, sehingga beberapa kali mendapat kesempatan menciptakan gol.

Memasuki babak kedua, SFC tampil lebih agresif dan menekan Persiwa. Pada menit 62, Budi Sudarsono berhasil menambah keunggulan SFC setelah memanfaatkan umpan lambung Ponaryo Astaman yang tepat mengarah kepadanya yang berada di luar kotak penalti. Budi yang tanpa pengawalan bergerak bebas maju ke arah gawang, sehingga memancing kiper Galih Firmasyah maju meninggalkan sarangnya. Kedudukan 2-0 untuk Laskar Wong Kito.

Namun, Budi Sudarsono akhirnya harus keluar dari lapangan pada menit 80, akibat tindakan tak terpuji. Wasit Oki Dwi terpaksa memberikan kartu merah kepada Budi Sudarsono karena menonjok muka Zaza Zecevic

Sumber http://kompas.com
Sumber gambar http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Bakal Diperkuat 5 pemain Timnas

Kamis, 02 September 2010.
Sriwijaya FC bisa sedikit lega menghadapi beberapa pertandingan pasca turnamen Inter Island Cup (IIC). Termasuk laga uji coba dan Community Shield yang akan di gelar 25 September nanti.
Pasalnya, lima pemain terbaiknya yang mengikuti timnas bakal segera bergabung. Mereka adalah Fery Rotinsullu, Arif Suyono, M Ridwan, Rahmat Latief, dan Firman Utina. “Para pemain timnas kami akan mulai bergabung 12 September nanti. Mereka bergabung lantaran di timnas sedang menjalani libur panjang,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (1/9).
Ya, para pemain timnas ini diberi waktu libur mulai 8 September hingga 1 Oktober mendatang. Praktis, dengan bergabungnya lima pemain timnas ini menjadi angin segar bagi skuadra Ivan Kolev.
Pasalnya, usai melakoni laga IIC, tim juara double winner 2007 ini langsung akan menggelar training center (TC) di Batu, Malang. Bukan hanya TC, di Kota Apel ini, Ponaryo Astaman dkk juga akan melakoni berbagai pertandingan. Termasuk uji coba, seperti melawan Persema Malang dan Persikam Metro FC.
Pasti, dengan bergabungnya lima pemain timnas ini, coach Ivan Kolev bisa mengerahkan amunisi terbaiknya di laga uji coba. Sebab, selain mencari kemenangan, laga uji coba juga sebagai ajang penerapan strategi. Sehingga, hal ini bakal menjadi hal positif bagi Laskar Sriwijaya.
Bukan hanya di laga uji coba, Fery Rotinsullu dkk juga bisa di pakai Sriwijaya saat melakoni laga pembuka kompetisi Super Liga musim ini. Yakni, Community Shield yang akan di gelar 25 September nanti menghadapi juara Super Liga Arema Indonesia, di Batu Malang.
“Mereka juga bakal melakoni TC selama dua puluh hari di Batu Malang. Sehinga, usai TC mereka juga bisa bermain di Community Shield. Mudah-mudahan dengan bergabungnya pemain timnas ini, kami bisa menang di Community Shield nanti,” pungkasnya.

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Review: Sriwijaya FC Gulung Persib 6-0

Rabu, 01 September 2010.
Sriwijaya FC menang telak 6-0 atas Persib Bandung pada laga terakhir penyisihan grup B Inter Island Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu malam.

Berdasarkan hasil ini, "Laskar Wong Kito" menjadi juara grup B dan melenggang ke partai final IIC. Sriwijaya berjumpa Persiwa Wamena sebagai juara grup A di Palembang, 5 September 2010.

Sejak kick off dimulai pukul 21.15 WIB, Sriwijaya Football Club (SFC) agresif menyerang, sementara Persib hanya berusaha mengimbangi. Setelah berjibaku sejak menit-menit awal, akhirnya SFC dapat menjebol gawang Persib di menit 11 melalui striker Budi Sudarsono yang memanfaatkan kemelut di mulut gawang. Kedudukan 1-0 untuk SFC.

Belum sempat mengembalikan ritme permainan, Persib kembali dikejutkan oleh gol Budi Sudarsono yang hanya berselang satu menit setelah gol pertama tadi. Si Ular Piton, julukan Budi Sudarsono, memanfaatkan hadiah tendangan bebas, dapat melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang Persib yang tidak dapat dihalau kiper Dedy Heryanto. Kedudukan berubah 2-0 untuk "Laskar Wong Kito".

Tak puas dengan hanya mengkoleksi dua gol, Budi kembali menjebol gawang Persib di menit 22 setelah memanfaatkan umpan silang dari striker asal Korea Selatan Park Jung Hwan. SFC menambah keunggulan menjadi 3-0.

Berselang tiga menit, giliran Park yang menjebol gawang "Maung Bandung", julukan Persib, yang memanfaatkan umpan dari Okto Maniani. Kedudukan berubah 4-0 untuk SFC. Tertinggal empat gol, membuat lini serang Persib menaikkan tempo permainan, dan berbuah beberapa peluang.

Striker Persib, Cristian Gonzales mendapatkan peluang emas di menit 27, namun bola masih tertepis oleh kiper SFC Fauzal Mubarok. Kesempatan kedua Persib melalui Fablo Frances di menit 31, namun bola mendatar yang lepaskan dapat terbaca oleh Fauzal.

Sehingga keunggulan 4-0 SFC tetap bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, SFC yang mengejar defisit enam gol untuk melaju ke final IIC semakin tampil agresif. Sementara, pemain Persib terlihat tidak dapat mengimbangi karena dilanda kelelahan setelah bermain habis-habisan melawan Persiba, (30/8).

Menit 50, umpan tarik Okto Maniani kepada Mahyadi hampir berbuah gol, namun bola masih melesat tipis dari tiang gawang. Setelah optimal dalam memberikan umpan-umpan matang, kini giliran Okto yang menjebol gawang Persib di menit 57 setelah memanfaatkan umpan matang dari Budi Sudarsono. Kedudukan 5-0 untuk "Laskar Wong Kito".

Okto kembali menjebol gawang Persib di menit 70, setelah berada dalam posisi yang tepat untuk menerima bola muntahan yang diarahkan ke gawang oleh rekan satu timnya. Kedudukan berubah 6-0 untuk SFC.

Menit 80, Cristian Gonzales mendapat peluang emas, namun bola masih dapat ditangkap Fauzal. Persib beberapa kali melakukan serangan, tapi selalu dimentahkan lini pertahanan SFC.

Hingga pertandingan usai, kedudukan 6-0 untuk Sriwijaya FC tidak berubah.

Skuad Sriwijaya SFC di bawah pelatih Ivan Kolev dalam laga ini: Fauzal Mubarok; Supardi, Ahmad Jufrianto, Mandez Claudiano Do Santos; Mahardirga Lasut, Ponaryo Astaman (kapten), Mahyadi Panggabean (Ardiles Rumbiah 90`); Okto Maniani (Bobby Satria 72`), Park Jung Hwan,Budi Sudarsono (Ade Suhendra 82`)
Skuad Persib di bawah pelatih Darko Janakovicdalam laga ini: Dedy Heryanto; Wildansyah, Abdul Rahman, Baihakki Khaizan, Isnan Ali; Jejen Zainal, Hariono (kapten), Esteban Vizcarra, Siswanto (Rahmad Affandi 45`); Fablo Frances, dan Cristian Gonzales.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Tantang Persiwa di Final Inter Island Cup

Persib Bandung menjadi tumbal Sriwijaya FC untuk melangkah ke final Interislands 2010. Sriwijaya berhasil menggulung Persib dengan skor telak 6-0 di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu 1 September 2010.

Pada pertandingan itu, Sriwijaya langsung unggul 4-0 di babak pertama lewat hattrick Budi Sudarsono dan satu gol tambahan dari Park Jung-hwan.

Sedangkan di babak kedua, Laskar Wong Kito berhasil menambah dua gol sekaligus memastikan jatah ke final lewat aksi Octavianus Maniani.

Sriwijaya langsung tampil menekan sejak menit-menit awal. Namun tim besutan Ivan Kolev harus menunggu hingga menit 12 untuk membuka pesta gol. Berawal dari tembakan keras Octavianus, bola yang ditepis kiper Dedi Haryanto langsung disambar Budi.

Tak butuh lama bagi Laskar Wong Kito menggandakan keunggulan. Budi kembali berhasil menjebol gawang Persib di menit 13. Kali ini budi berhasil mengecoh Dedi lewat tendangan bebasnya di sisi kiri pertahanan Maung Bandung. 2-0 buat keunggulan Persib.

Trisula Penyerang Sriwijaya benar-benar menghadirkan mimpi buruk bagi tim besutan Daniel Darko Janackovic. Pada menit 23, Budi berhasil mencetak hattrick memanfaatkan tusukan Octavianus dan umpan mendatar Park Jung-hwan.

Pada menit 23, giliran Park Jung-hwan yang berhasil menjebol gawang Persib sekaligus merubah kedudukan menjadi 4-0. Penyerang Korea ini berhasil melakuan tendangan plessing untuk menaklukkan Dedi. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya terus mencoba memburu gol guna mengejar selisih enam gol untuk bisa memastikan melaju ke final. Usaha dan kerja keras Laskar Wong Kito tampaknya akan membuahkan hasil.

Octavianus akhirnya berhasil mencetak dua gol bagi Sriwijaya di babak kedua sekaligus menyudahi pertandingan dengan skor telak 6-0.

Di partai puncak, Laskar Wong Kito akan menghadapi Persiwa Wamena yang mampu tampil keluar sebagai juara grup A mengungguli Arema Indonesia dan PSM Makassar
Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |