0

PREVIEW & PREDIKSI Superliga Indonesia 2010/11: PSPS Pekanbaru - Sriwijaya FC

Jumat, 29 Oktober 2010.
Sukses meraih tiga poin saat mengalahkan Pelita Jaya 3-2, Selasa (26/10), membuat keyakinan PSPS Pekanbaru bertambah. Tim berjulukan Askar Bertuah ini pun optimistis bisa meraih kemenangan saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (30/10).

Duel tim terbaik di Pulau Sumatera ini diperkirakan bakal berlangsung seru dan menarik. Tidak saja, kemenangan yang menjadi target utama, gengsi dan harga diri dipastikan akan dipertaruhkan dalam laga tersebut.

Sayang, kedua tim tidak turun dalam formasi terbaiknya. PSPS Pekanbaru dipastikan tidak bisa menurunkan Dedi Gusmawan. Pemain asal Medan ini absen karena akumulasi kartu kuning.

Nasib parah justru dialami Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito ini tidak bisa diperkuat empat pemain intinya. Mahyadi Pangabeen, Mahardirga Lasut, dan Therry Gathuessy tidak bisa turun karena akumulasi kartu kuning. Sementara, Budi Sudarsono masih berkutat dengan cedera.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=47354?area=2l&pos=2&ord=47354"></script>


"Kondisi kita kurang menguntungkan. Kita tidak bisa diperkuat beberapa pemain inti karena akumulasi kartu kuning dan cedera," kata Ivan Kolev, pelatih Sriwijaya FC kepada GOAL.com Indonesia, usai ujicoba lapangan, Jumat (29/10).

Untungnya bagi Kolev, pemain yang sebelumnya diragukan tidak bisa tampil kemungkinan bisa turun. Penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, Oktavianus Maniani, Ponaryo Astaman kemungkinan sudah bisa tampil. Pastinya, hal itu membuat Kolev sangat lega.

Selain itu, Kolev juga bertekad ingin merubah rekor buruk yang dialami SFC setiap bertanding di Stadion Rumbai. Menurut dia, hasil yang didapat Sriwijaya musim lalu tidak dapat serta merta dipastikan akan terjadi juga pada musim ini.

"Musim lalu, pemainnya berbeda dengan musim ini. Demikian juga pelatihnya. Saya tidak terlalu memusingkan catatan buruk SFC dengan PSPS, karena setiap pertandingan itu berbeda," ujar dia.

Meski kondisi lawan yang akan dihadapi tidak dalam kondisi terbaik namun PSPS Pekanbaru tetap mewaspadi. Dzumafo Effendi Herman cs ini tetap menganggap Sriwijaya FC tim yang sangat sulit untuk dikalahkan.

"Sriwijaya punya pemain hebat. Tidak itu saja, kualitas pemain inti dengan cadangan hampir berimbang. Jadi saya meminta kepada anak-anak untuk tampil maksimal agar bisa meraih kemenangan," kata Abdulrahman Gurning, pelatih PSPS Pekanbaru.

Meski para pemainnya masih dalam kondisi yang tidak begitu prima akibat padatnya jadwal, akan tetapi apabila seluruh intruksi dan strategi bisa dijalankan dengan baik, peluang untuk bisa memenangkan pertandingan akan terbuka lebar.

Ada beberapa pemain yang menjadi sorotan Gurning yang meski diwaspadai. Oktomaniani, Park, dan Keith Kayamba merupakan nama-nama yang disebut Gurning sebagai ancaman.

"Okto adalah pemain lincah, liar, dan cerdik, oleh sebab itu pergerakannya harus bisa dimentahkan, strategi untuk itu sudah kita siapkan," ujarnya.

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Antv Batalkan Siaran Langsung SFC versus PSPS

PALEMBANG -- Siaran langsung pertandingan Sriwijaya FC versus PSPS Pekanbaru di Stadion Khaharudin Rumbay Pekanbaru, Sabtu (30/10) dibatalkan.

Pembatalan ini, disampaikan langsung pihak PT Liga Indonesia (PTLI) kepada kedua tim dan panitia pertandingan. Melalui surat dengan nomor 428/JD/AK-246/X/2006 tertanggal Selasa (26/10) CEO Joko Driyono mengumumkan pembatalan, namun surat itu baru diterima manajemen SFC pada Kamis (28/10).

"Siaran langsung sebenarnya direncanakan secara live di antv dibatalkan," jelas Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, Kamis (27/10).

Pembatalan mendadak ini, tak pelak menimbulkan kekhawatiran dari kubu tim tamu, mengingat siaran langsung selama ini menjadi salah satu antisipasi untuk meminimlisir bentuk kecurangan ataupun tindakan tidak fair play dari kedua tim. Meski demikian SFC sudah siap menghadapi laga melawan tim tuan rumah.

"Kami sangat kecewa dengan pembatalan secara tiba-tiba itu, sebab sejak dari awal siaran langsung sudah dijadwalkan," kata Hendri.

Namun menurut anggota DPRD Banyuasin ini, dalam prakteknya rilis itu tiba-tiba dikeluarkan. Hal ini bisa saja menimbulkan multi tafsir dan hal-hal yang tidak diingkan."Makanya kami harap kepada wasit dan semua pihak untuk melaksanakan fair play dan kita sebagai tim tamu akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan poin dalam laga ini," urai Hendri.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Target Menang Lawan PSPS

Kamis, 28 Oktober 2010.
Manajemen Sriwijaya FC menargetkan kemenangan pada ajang Liga Super Indonesia melawan PSPS Pekan Baru, Sabtu (30/10).

Presiden Klub SFC H Dodi Reza yang dihubungi dari Palembang, Kamis, mengatakan, target itu terbilang wajar mengingat manajemen telah memenuhi semua kebutuhan tim.

"Pada setiap laga kami menargetkan tim meraih kemenangan karena memang harus demikian jika bertanding. Kami bisa mengatakan hal itu, karena semua kebutuhan tim telah dipenuhi," kata Dodi.

Dia mengatakan, sejak musim kompetisi 2010-2011 ini bergulir, manajemen SFC tidak pernah menunggak gaji dan memenuhi perjanjian mengenai pelunasan nilai kontrak kerja.

"Gaji pemain selalu dibayar dan tidak pernah tertunggak. Kami berharap para pemain dapat bermain ngotot lawan PSPS nanti. Kami pun telah menjanjikan bonus jika nantinya meraih kemenangan," ujar dia.

Meskipun demikian, dia mengharapkan para pemain tidak terbeban oleh target dari manajemen itu.

"Kami berharap apa yang telah dilakukan manajemen kepada pemain, menjadi motivasi dan tidak menjadi beban," kata dia.

Dia menjelaskan, pada musim ini PT Sriwijaya Optimis Mandiri (manajemen SFC) telah terbebas dari utang manajemen lama Yayasan SFC sebesar Rp9 miliar.

Utang yang membebani sejak pertengahan musim kompetisi 2008-2009 lalu itu, berangsur-angsur lunas setelah dicicil dalam dua tahun terakhir.

"Pada musim ini kondisi keuangan SFC sudah baik, sehingga berimbas dengan tidak adanya lagi tunggakkan gaji pemain seperti musim lalu," ujar dia.

Menurut dia, kondisi kondusif ini diharapkan berimbas juga dengan penampilan tim pada setiap laganya.

"Kami akan berupaya maksimal memenuhi kebutuhan tim, dengan suatu bentuk pelayanan terbaik," kata dia.

Selain memperbaiki dari sisi finansial, manajemen SFC juga telah memperbaiki fasilitas klub seperti mes tempat tinggal hingga menu makanan sehari-hari yang telah bertaraf internasional.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Tak Boleh Pesimis

Senin, 25 Oktober 2010.
Kemenangan Persipura atas tuan rumah Persijap dengan skor 3-1 menjadi motivasi Sriwijaya FC jelang hadapi PSPS akhir pekan nanti (30/10). Untuk itulah Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Hendri Zainuddin berharap pemain dan pelatih tidak pesimis. Apalagi laga ke depan terbilang akan teramat penting. Mengingat pada dua laga away sebelumnya tim berjuluk Laskar Wong Kito juga tak mampu meraih poin. “Kami berharap bisa meraih poin. Minimal satu pada setiap laga. Syukur-syukur menang,” tegas Hendri kepada Sumatera Ekspres kemarin (25/10).
Namun, pria berkacamata ini, tetap realistis. Dia juga tahu diri dan menyadari bahwa PSPS dan Persija bukan lawan yang mudah dikalahkan di kandang. Untuk itu dirinya berharap skuadra Ivan Venkov Kolev untuk tetap waspada. Apalagi PSPS saat ini akan kembali bermain di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Pekanbaru. “Dua kali bertemu di sana kita selalu kalah 0-2 dan 0-3. Namun bukan berarti selamanya kita kalah. Kami yakin anak-anak akan berusaha maksimal,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.
Hendri juga tahu bahwa Ponaryo Astaman dan kawan-kawan juga penasaran dengan kemenangan di Pekanbaru meski tidak gampang medapatkannya. Mereka jelas tidak mau dikalahkan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. “Anak-anak dalam kondisi siap tempur. Mereka sudah menyatukan misi untuk memberikan yang terbaik pada dua laga away nanti. Ya, kami berharap ada hasil yang baik,” pungkasnya.
Sementara itu PSPS Pekanbaru juga tidak diam saja. Mereka juga memiliki persiapan yang matang saat akan menjamu Sriwijaya FC. Itu lumrah mengingat hingga empat pertandingan, PSPS baru berhasil mencetak lima gol. Di laga terakhir lawan Semen Padang, PSPS gagal mencetak gol dan kalah 0-1. Dalam laga ini peluang mencetak gol banyak tercipta, tapi semuanya melebar dan melambung dari gawang Semen Padang.
Bahkan, kiper Semen Padang tak sekalipun menahan atau menangkap bola hasil tendangan pemain PSPS. Hal ini menunjukkan PSPS masih bermasalah dengan penyelesaian akhir. Hal ini tidak disangkal oleh pelatih Abdul Rahman Gurning. “Penyelesaian akhir dan kurang beruntung menjadi masalah kita saat ini. Mudah-mudahan hal ini bisa teratasi saat lawan Pelita Jaya,” ujar Gurning seperti dilansir Riau Post.
Dari lima gol PSPS yang tercipta dari empat pertandingan, empatnya diborong Dzumafo Epandi Herman dan satu lagi disumbangkan April Hadi. Sementara striker lokal, Isnaini masih mandul usai ikut Pelatnas Timnas Piala AFF.
Oleh karena itu usai menelan kekalahan 0-1 dari Semen Padang, PSPS langsung fokus pada pembenahan finishing touch. “Kami berharap anak-anak bisa jaga kondisi,’’ lanjut mantan pelatih PS Palembang ini.
Ditambahkannya, recovery pemain dengan jadwal yang cukup mepet ini jelas tak akan tercapai. Untuk itu, ia berharap pemain punya kesadaran sendiri menjaga kondisi fisiknya. “Saya berharap anak-anak tampil lebih fit pada dua laga berikut. Terutama saat menghadapi Sriwijaya di Pekanbaru nanti,’’pungkas dia.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Duet Kayamba-Park Pilihan Utama Kolev

Rabu, 20 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev menuturkan, ia akan mengandalkan Keith Kayamba Gumbs dan Park Jung Hwan di lini depan pada laga Liga Super menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (21/10).

"Saya rasa tidak terlalu banyak perubahan dengan skema pemain saat menghadapi PSM Makassar. Saya masih mengandalkan pasangan Kayamba dan Park di sektor depan," kata Kolev di Palembang, Rabu.

Menurut Kolev, kedua pemain itu kian padu. Hal itu terbukti saat menekuk PSM Makassar dengan skor 2-1 di Palembang, (17/10).

"Semula saya ragu untuk menurunkan Kayamba karena dia baru tiba di Palembang setelah beberapa pekan memperkuat timnas negaranya. Tapi, karena tidak ada pilihan pemain lagi, maka terpaksa diturunkan. Meskipun begitu, Kayamba dapat bersinergi dengan Park," ujar dia.

Kehadiran Kayamba sedikit mengatasi krisis penyerang yang dihadapi oleh SFC, menyusul tiga pemain masih dibekap cedera, yaitu Arif Suyono, Budi Sudarsono, dan Oktavianus Maniani.

"Jika dibandingkan laga sebelumnya yakni melawan PSM Makassar, bisa dikatakan kondisi kami kali ini agak sedikit lebih baik," tutup pelatih asal Bulgaria ini
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Singa Mania Sesalkan Naiknya Tiket

Kelompok suporter Sriwijaya FC "Singa Mania" menyesalkan kenaikan harga tiket tribun utara Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh pengelola dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per orang.

Ketua Singa Mania Dedi Pranata di Palembang, Rabu, mengatakan, hal itu sangat mengejutkan karena terbilang mendadak, yakni bertepatan dengan laga kandang perdana Sriwijaya Football Club (SFC), (17/10).

"Kenaikan harga tiket tribun utara sangat disesalkan kelompok suporter Singa Mania karena sangat mendadak sekali. Sehingga, beberapa korwil anggota Singa Mania tidak bisa masuk pada pertandingan melawan PSM Makassar (17/10, red), karena tidak mampu membeli tiket," kata dia.

Dia mempertanyakan, kenaikan harga tiket itu, mengingat untuk beberapa tempat seperti kelas VVIP, VIP, tribun barat, dan tribun barat, justru mengalami penurunan.

Sehingga, dia melanjutkan, Singa Mania menangkap sinyal negatif atas kejadian itu.

"Jangan karena kami tidak mau bergabung dengan dua kelompok suporter lainnya, Simanis dan SMS di tribun barat, membuat kami dimatikan. Ini tidak adil," ujar dia.

Padahal, menjelang berakhirnya musim kompetisi lalu, manajemen SFC telah berjanji akan menurunkan harga tiket di setiap tribunnya, tambah dia.

"Memang, seluruh tribun mengalami penurunan harga, kecuali tribun utara. Ini mengherankan," kata dia.

Meskipun demikian, Singa Mania bertekad tetap memberikan dukungan kepada "Laskar Wong Kito" pada setiap pertandingan.

"Jika memang mau mencontoh Aremania, jangan hanya melihat dari banyaknya anggota. Tapi, lihat juga bagaimana mereka mau membeli tiket secara penuh dan tanpa didiskon. Kami akan konsisten untuk terus mendukung SFC," kata dia.

Menanggapi kekesalan dari Singa Mania itu, Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin yang diwawancarai dalam kesempatan berbeda, mengatakan akan berkoordinasi dengan pengelola tiket pertandingan SFC, CV Yulimas.

"Kami akan berupaya menyelesaikan permasalahan in, karena memang sejak awal kami menjanjikan akan ada penurunan tiket di setiap tribun. Tapi, kami tidak paham kenapa hanya tribun timur yang justru mengalami kenaikan harga," ujar Hendri
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Sriwijaya FC Optimistis Menang

Sriwijaya FC optimistis meraih kemenangan dari Persiba Balikpapan pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (21/10).

"Kami selaku manajemen optimistis bahwa tim akan meraih kemenangan atas Persiba, karena melihat kondisi tim saat ini yang demikian kondusif," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex yang dihubungi dari Palembang, Rabu.

Menurut Dodi, pihaknya optimistis mampu meraih tiga poin karena kondisi tim berangsur membaik setelah kapten tim Keith Kayamba Gumbs bergabung.

Sebelumnya, Kayamba harus absen pada dua pertandingan SFC karena memperkuat Tim Nasional St Kitts & Nevis.

"Sementara kondisi tim Persiba yang saya dengar, tidak lebih baik dari kita karena tidak diperkuat beberapa pemain pilar. Ini menjadi keuntungan buat kita," ujar dia.

Namun, Dodi mengatakan, tetap mengingatkan para pemain SFC untuk tetap waspada, mengingat Persiba adalah tim kuat yang memiliki sejumlah pemain pelapis handal.

"Harus diingat, Persiba kerap menyulitkan kita dalam setiap pertemuan," kata dia.

Untuk memaksimalkan dukungan kepada tim, dia menambahkan, manajemen SFC yang dimotori PT Sriwijaya Optimis Mandiri menggelar acara hiburan kepada seluruh pemain dan ofisial, Senin (18/10) di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

"Agar pemain tetap enjoy dan tidak tertekan, kami mengajak makan dan karaoke bersama di sebuah kafe dari pukul 19.00-21.30," kata putra sulung Gubernur Sumsel itu.

Dia menambahkan, pada kesempatan itu juga diserahkan bonus kemenangan melawan PMS Makassar kepada pemain dan ofisial tim.

"Kita sengaja mengemas acara itu agar pemain tetap semangat. Pada malam itu, kami membagikan bonus Rp3 juta untuk satu pemain, sehingga total yang diberikan mencapai Rp80 juta," ujar dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Belakang Aman

Selasa, 19 Oktober 2010.
Kehadiran Thierry Gathuessi membuat lini belakang Sriwijaya FC semakin kokoh. Itu yang membuat coach Ivan Venkov Kolev bisa sedikit tersenyum. Meskipun beberapa pilarnya masih absen saat bentrok dengan Persiba Balikpapan pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (21/10) nanti.
Keduanya diprediksi akan mempersulit gerak dan langkah dua bomber asing tim beruang Madu (sebutan Persiba), Aldo Baretto dan Khairul Amri. Bila mereka tampil pada peforma terbaiknya bisa saja Aldo-Amri akan gigit jari. Itu bisa dilihat kala keduanya mematikan pergerakan Obiora dan Andi Oddang Minggu (17/10) lalu.
“Saya senang lihat permainan Thierry waktu lawan PSM. Dia (Thierry, red) bermain cukup disiplin dan mampu menjalankan perannya dengan maksimal,” ujar Kolev kapada Sumatera Ekspres kemarin (18/10).
Dengan begitu dikatakan pria asal Sofia, Bulgaria ini, komposisi untuk pemain belakang aman. Salah satu alasan, selain peforma menawan eks pemain tim nasional (timnas) Kamerun ini, tim berjuluk Laskar Wong Kito juga memiliki banyak stok untuk barisan pertahanan. Sebut saja, Claudiano Alves, M Ridwan, Supardi, Ahmad Jufrianto, Rachmat Latief, Gunawan Dwi Cahyo, Bobby Satria dan Rendy Siregar.
“Kami cukup beruntung saat ini karena tidak ada pemain belakang yang cedera. Semua dalam kondisi siap tempur. Meski begitu kami tetap harus memantau kondisi setiap pemain hingga menjelang pertandingan berlangsung,” lanjut pria kelahiran 14 Juli 1957 ini.
Dikatakan pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia ini, yang terpenting adalah kerjasama dan komunikasi antar pemain di lapangan. Oleh karena itulah, dia menyebut ketanguhan Thierry di belakang tidak terlepas dari kepiawaian tiga pemain lain. Seperti Diano, Supardi dan M Ridwan yang selalu memberikan support dan kepercayaan.
“Ya, kami berharap permainan seperti itu bisa mereka peragakan pada laga-laga berikut. Secara umum permainan cukup baik, namun masih tetap harus diperbaiki terutama dalam hal koordinasi,” tambah dia.
Meski begitu tidak sedikit fans Sriwijaya FC yang menyebut, Thierry-Diano adalah duet ideal barisan belakang. Rino misalnya, remaja yang duduk dibangku VVIP ini menganggap kehadiran keduanya bak roh di barisan pertahanan. Kalau keduanya tetap bermain maksimal dan konsisten bukan tidak mungkin lini belakang Sriwijaya akan menjadi yang terbaik di ISL.
“Keduanya kompak dan bisa saling mengisi. Sama-sama tenang dan tak kenal kompromi. Sulit untuk dilewatui dan pandai membaca situasi. Saya kira dia akan menjadi pujaan baru Sriwijaya FC,” timpal Rino. (mg42)

PROFIL
Nama Lengkap: Thierry Gathuessi
TTL: Bafoussam, Kamerun, 17 April 1982
Tinggi: 187 cm
Posisi: Defender
Montpellier (2001–2005)
AS Cannes (2005–2006)
FC Sète (2006–2007)
Hibernian (2007–2009)
Inverness CT (2009)
Raith Rovers (2009–2010)
Timnas:
Kamerun (2004)
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Jawab Keraguan Publik

Senin, 18 Oktober 2010.
Park Jung-Hwan mampu menjawab keraguan publik Sriwijaya FC. Satu gol ke gawang PSM Makassar pada menit 29 merupakan bukti bahwa ketajaman pemain asal Korea Selatan ini, masih harus diperhitungkan oleh kontestan Indonesia Super Leagua (ISL) lain musim ini.
Sebelumnya nama pemain kelahiran 14 Januari 1977 memang sedang menjadi sorotan karena performanya yang sedikit menurun. Selain ketajamannya berkurang dia juga kurang berkontribusi terhadap tim. Padahal, eks pemain PSM dan Persiba ini, selalu menjadi pilihan utama pelatih Ivan Venkov Kolev dan selalu mendapat tempat yang istimewa di depan sebagai striker tunggal.
“Saya senang bisa mencetak gol. Ini semua buat suporter Sriwijaya. Gol ini akan menjadi motivasi pada laga-laga berikutnya,” ujar Park sapaan akrabnya usai pertandingan kemarin (17/10).
Gol yang tercipta ke gawang Denny Marcel itu menjadi yang pertama kalinya bagi Park musim ini. Ya, pada dua laga awal ISL menghadapi Deltras (29/9) dan Persela (2/10) lalu Park tak mampu berbuat banyak. Padahal pada laga pemanasan dia cukup bersinar dengan mengemas empat gol, dari tujuh laga yang diarungi. Dua gol kegang PS Bangka pada laga uji coba (24/8) lalu, kemudian dua gol saat mengikuti turnamen Inter Island Cup (IIC). Yakni menghadapi Persib (30/8) dan Persiwa Wamena (5/9) lalu.
Tak hanya itu pada musim sebelumnya dia mampu menciptakan 5 gol untuk Persiba dan dua gol saat memperkuat PSM. Namun pada Perang Bintang 2010, saat tim All Star menang 5-4 atas Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang (6/6) lalu, Park mampu menciptakan dua gol.
“Semua pemain pasti ingin memberikan yang terbaik pada timnya. Saya telah berusaha maksimal untuk itu, meskipun hasilnya masih belum optimal. Ke depan saya masih perlu kerja lebih keras lagi,” tambah dia.
Keinginan eks pemain PSM Makassar untuk menciptakan gol lebih banyak lagi bisa saja tercapai. Mengingat Park kembali akan menjadi tumpuan utama barisan depan bersama Keith Kayamba Gumbs.
”Posisi menentukan saya untuk menciptakan gol. Bila saya bermain menjadi striker saya akan lebih berpeluang menciptakan gol dari pada pada posisi gelandang atau winger. Semua kami serahkan pada pelatih,” pungkas Park. (mg42)

Profil
Nama: Park Jung-Hwan
TTL: Korea Selatan, 14 Januari 1977
Posisi: Striker
TB/BB: 180 cm/ 81 kg
Karir Klub: Jeonbuk Hyundai Motor (2005), Yantai Yithen (China) (2006), Suwon FC (Korea) (2007), Persiba Balikpapan (2008), PSM Makassar (2009) dan Sriwijaya FC (2010-2011).
Symber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

PSM Kandas di Jaka Baring

Minggu, 17 Oktober 2010.
Kedigdayaan PSM Makassar yang tak terkalahkan di dua laga tandang mereka sebelumnya harus terhenti di stadion Jaka Baring, Palembang, kala mereka dikalahkan tuan rumah Sriwijaya FC 2-1, dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2010-11.

Berlaku sebagai tuan rumah, Sriwijaya FC, yang kini dilatih Ivan Kolev terus menekan PSM yang kini ditukangi mantan pelatih Arema Indonesia, Robert Rene Alberts, sejak menit pertama dimulai, melalui penetrasi-penetrasi yang dilakukan Firman Utina cs.

Ada sedikit kesalahan yang dilakukan wasit senior, Jimmy Napitupulu dalam laga ini ketika memberikan hadiah penalti bagi Sriwijaya FC di menit ke 18. Sebab, terlihat jelas Mahyadi Panggabean dijatuhkan oleh Fadli Hariri terjadi di luar kotak penalti bukan di dalam kotak penalti. Kiper PSM Makassar dalam laga ini Deni Marcel, sempat memblok tendangan penalti yang diarahkan Ponaryo Astaman ke sisi kanan gawangnya. Namun, bola rebound lebih mengarah ke Ponaryo, yang langsung menjaringkan bola ke gawang PSM yang melompong karena Deni sudah mati langkah. Skor 1-0 untuk tuan rumah di menit ke 19.

Gol itu seperti membuat anak-anak Ayam Kinantan seperti terpuruk karena merasa dicurangi, yang membuat mereka tampil seperti tanpa semangat. Mereka bahkan harus rela gawangnya dibobol oleh striker asing Sriwijaya FC, Park Jung-Hwan di menit ke 32. Gol pemain asal Korea Selatan ini ia cetak melalui tendangan first time setelah menerima umpan crossing Mahyadi Panggabean dari kiri.

Unggul 2-0 tidak membuat Ivan Kolev mengendurkan serangan anak asuhnya, ia memasukkan Keith Kayamba Gumbs di menit ke 35, baru semenit ia masuk, Gumbs berhasil membuat Deni kerepotan karena tendangan kerasnya dari sudut kanan pertahanan PSM.

Tim tamu mencoba bangkit di babak kedua, mereka bahkan mendapatkan peluang emas melalui Andi Odang, akan tetapi berkat kesigapan kiper Laskar Wong Kito, Fauzal Mubarak, gol pun urung tercipta di menit ke 49 ini.

Tampil lebih mendominasi jalannya pertandingan ini, PSM Makassar akhirnya berhasil mencetak gol untuk mengejar ketertinggalan melalui striker anyar mereka Andi Oddang. Berawal dari umpan lemparan throw in Supriyonoyang langsung menuju kotak penalti tuan rumah, Andi dengan tendangan memutar berhasil menghujamkan bola yang mengarah ke dirinya itu ke gawang Fauzal Mubaraq. Skor pun erubah 2-1.

Sriwijaya FC bisa saja memperbesar keunggulan mereka di menit ke 83, namun sayang Keith Kayamba gagal memanfaatkan peluang emasnya yang tinggal berhadapan dengan Denni Marcel. Bola sepakannya masih tipis di kanan gawang PSM.

Hingga pertandingan usai kedudukan 2-1 untuk tuan rumah tetap bertahan, dan membuat Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan pertama di kandang mereka ini. Mereka kini berhasil naik ke peringkat 13. Sedangkan PSM Makassar, meski kalah mereka tetap berada di papan tengah klasemen sementara dengan raihan angka 6 dari 3 kali pertandingan

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
2

Kolev Janji Segera Tentukan Pemain Asing

Senin, 11 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev berjanji segera menentukan pemain asing yang akan direkrut mengingat PT Liga Indonesia menutup pendaftaran pada 15 Oktober 2010.

"Kemungkinan besok (Selasa, 12/10) atau lusa saya akan umumkan pemain asing yang akan diambil. Saya pun memahami saat ini manajemen klub sedang dikejar waktu," ujar Kolev di Palembang, Senin.

Dia menuturkan, tiga pemain asing masing-masing Diego Gama (Brazil) dan Andre Portulez (Spanyol) dan Yong Jie Mu (China) akan dilihat lagi kemampuannya dalam satu atau dua hari ke depan.

"Khusus untuk Diego dan Andre akan saya lihat dulu kemampuannya secara seksama karena baru ikut latihan hari ini. Sementara Jie, saya sudah mengantongi kepastian akan merekrut atau tidak," kata pelatih asal Bulgaria ini.

Dia mengaku belum bisa memastikan kedua pemain itu direkrut atau tidak, karena baru berlatih "game" dalam durasi 15 menit bersama pemain SFC lainnya.

"Belum tahu, kita lihat nanti. Sebab banyak yang akan dinilai, meskipun `finishing` keduanya tergolong bagus, tetapi kita ingin lihat secara keseluruhan," ujar Kolev.

Dia menjelaskan, sebagai pelatih ia sangat berkonsentrasi pada kemampuan dasar yang mencakup teknik, kekuatan fisik dan kecerdasan.

"Sebagai striker Diego cukup cepat dan memiliki teknik cukup bagus layaknya pemain Brazil pada umumnya. Namun, saya akan lihat lagi kualitasnya, terutama kekuatan fisik dan kemampuan teknik ketika bermain bersama tim," ujar dia

Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Semakin Rapuh

Minggu, 10 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC harus memutar otak lebih keras lagi untuk menghadapi PSM Makassar, pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), Minggu, (17/10) nanti. Pasalnya, beberapa pemain terbaiknya belum sembuh dari cedera, kini di hantam badai cedera lagi. Yakni, pemain sayap kanan Arif Suyono juga mengalami cedera otot pahanya. Sehingga, dengan kondisi ini semakin membuat sulit coach Ivan Kolev untuk menentukan racikan moncernya.
“Kami masih dipusingkan dengan pemain yang cedera. Belum lagi pemain yang masih izin dan terkena akumulasi kartu. Kami sulit untuk menentukan permainan yang ideal,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev.
Keceng sapan ARif Suyono mengalami cedera saat mengikuti latihan di Training Camp (TC), timnas Indonesia pada persiapan menghadapi timnas Uruguay, (7/10) lalu. Dengan cedera ini, mantan pemain Arema FC ini harus absen hingga enam pekan.
Praktis, dengan absenya Keceng merupakan petaka bagi Sriwijaya FC. Ya, Keceng sendiri merupakan pemain sayap terbaik Sriwijaya. Selain mempunyai individu di atas rata-rata, Keceng juga mempunyai kecepatan tinggi.
Hal ini membuat keteteran lini pertahanan lawan. Bukan hanya itu, umpan-umpan matangnya juga sering memanjakan Park Jung-Hwan dkk. Arif juga tak jarang menciptakan gol. Terbukti, sepanjang musim ini, mantan pemain Persema ini sudah membukukan 3 gol. Yakni, saat uji coba melawan Perkoba, Batu, Malang, (21/9) lalu.
Kekuatan Sriwijaya bakal semakin rapuh, ini setelah beberapa pemain depan Sriwjaya masih belum di pastikan bergabung. Seperti, Budi Sudarsono yang masih menjalani penyembuhan luka kakinya, Keith Kayamba Gumbs belum bisa di pastikan turun lantaran baru 17 Oktober nanti bertolak ke Palembang, dan Park Jung-Hwan juga baru sembuh dari cedera. Praktis, Sriwijaya hanya menyisakan Oktavianus yang kondisinya juga baru sembuh dari cedera otot kaki.
Bukan hanya lini serang yang bakal “sakit parah”, lini pertahanan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) juga terancam rapuh. Ini setelah kiper utama, Fery Rotinsullu belum sembuh dari cedera otot di bawah lutut, dan belum dapatnya defender asing yang bakal di tandemkan dengan Claudiano Alves dos Santos. “Kami akan mencoba terus mencari solusi dengan kondisi ini,” pungkas mantan pematih Persija Jakarta ini.

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

SFC Kembali Kedatangan 4 Pemain Asing

Setelah memulangkan dua pemain asing asal Iran Ibrahimi Tejan dan Luis Alejanro Pena asal Uruguay, Sriwijaya FC kembali kedatangan dua pemain asal Amerika Latin dan 2 pemain Asia dari Koera Selatan dan China.
"Mereka sudah tiba di Palembang dan kini menginap di hotel Swarna Dwipa," kata Presiden Klub SFC H Dodi Reza Alex, Minggu (10/10).
Menurut Dodi,keduanya memiliki waktu selama dua atau tiga hari ke depan untuk mengikuti seleksi, mengingat jendela transfer sudah ditutup pada 15 Oktober. Selain kedatangan dua pemain asal Amerika Latin, SFC juga menunggu pemain asing asal Kenya George Owino Audi.
"Kita juga menunggu bek asal Kenya," urainya.
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Teknik SFC Hendri Zainudin, pemain ini akan mengikuti seleksi pada Senin (11/10), karena Kolev ingin melihat kualitasnya, kedua pemain ini berposisi sebagai penyerang.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Kolev Coret Dua Pemain Asing Seleksi

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev mencoret dua pemain asing seleksi mereka, yaitu Luis Alejandro Pena (Chili) dan Ibrahim Pejan (Iran), setelah kurang puas dengan penampilan keduanya pada pertandingan uji coba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu.

"Setelah saya lihat pada dua laga uji coba hari ini, keduanya tidak masuk dalam kriteria saya," kata Kolev.

"Keduanya belum bisa membuat saya jatuh hati."

"Mau tidak mau saya minta manajemen untuk memulangkan keduanya hari ini," jelas pelatih asal Bulgaria ini.

"Laskar Wong Kito" melakukan dua laga uji coba, menghadapi PS Angkatan Darat dan SFC Under-21.

Menghadapi PS AD, SFC menang telak 3-0, melalui gol dari tendangan penalti Luis Alejandro Pena pada menit 19, sundulan Rachmat Latief pada menit 22, dan gol dari pemain seleksi asal China Yong Jie-Mu pada menit 29.

Sementara, menghadapi SFC U-21 menang 3-0 juga. Ketiga gol diciptakan Rendi Siregar pada menit 41, Adi Suhendra pada menit 53 dan Gunawan Dwi Cahyo pada menit 72.

"Uji coba ini bukan ujian sesungguhnya karena kualitas kedua tim berada jauh dibawah Sriwijaya. Ini hanyalah ajang seleksi bagi pemain asing, dan bukan pula ajang pemanasan sebelum menghadapi PSM Makasar," jelas Kolev.

Sementara, salah satu pemain yang dicoret, Luis A. Pena mengaku tidak kecewa dengan keputusan Kolev yang tidak tertarik untuk merekrutnya.

"Pelatih pasti memiliki pertimbangan dan pemikiran lain. Meski begitu saya akan tetap berusaha bermain di Indonesia dengan mengikuti seleksi pemain pada klub lain," ujar Pena pasrah
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Ivan Kolev Berburu Striker Lokal

Sabtu, 09 Oktober 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengatakan akan merekrut penyerang lokal untuk mengatasi krisis pemain depan yang terjadi dalam timnya.

"Saya butuhkan satu orang penyerang lokal lagi. Saya sudah minta manajemen untuk mendatangkannya ke daerah ini untuk diseleksi," kata Kolev di Palembang, Sabtu.

Dia menerangkan, manajemen SFC harus bergerak cepat memenuhi keinginannya itu, mengingat laga "Laskar Wong Kito" berikutnya akan digelar di Palembang, 17 Oktober 2010 dengan menghadapi PSM Makassar.

"Saat ini striker tersisa hanya Park Jung Hwan, yang lainnya kemungkinan tidak dapat diturunkan karena mengalami cedera dan kepentingan membela tim nasional," ujar dia.

Dia menuturkan, pemain itu, Budi Sudarsono yang mengalami luka robek 11 jahitan pada 29 September lalu mengharuskan beristirahat selama dua pekan.

Meskipun, menurut dia kondisi Budi semakin membaik, tapi diragukan dapat tampil pada laga melawan PSM Makassar nanti.

Kemudian, Arif Suyono mengalami cedera hamstring pada satu hari sebelum Timnas Indonesia melawan Uruguay di Jakarta, Kamis (7/10) yang mengharuskan diistirahatkan selama enam pekan.

Dan, Kapten Tim Keith Kayamba Gumbs yang memperkuat Timnas St Kitts dan Nevis di Piala Amerika, dan dijadwalkan kembali ke Indonesia bertepatan dengan laga melawan PSM Makassar.

"Keadaan ini akan menyulitkan kita, jika tidak segera diantisipasi," kata pelatih asal Bulgaria tersebut.

Menanggapi permintaan Kolev itu, Presiden SFC H Dodi Reza Alex yang diwawancarai dalam kesempatan berbeda menyatakan akan segera mendatangkan striker lokal dengan menghubungi sejumlah agen pemain.

"Kita akan mengambil striker lokal, karena kita mengalami krisis penyerang. Saat ini sudah ada beberapa nama yang dikantongi, tetapi untuk sementara masih dirahasiakan," kata dia.

Dia menambahkan, manajemen SFC juga dikejar target melengkapi skuat tim, karena PT Liga Indonesia akan menutup pendaftaran pemain pada 15 Oktober 2010.

"Saat ini kami diburu waktu, bukan hanya striker lokal sedang dicari, tapi dua pemain asing juga belum didapatkan karena Kolev sedang menyeleksi beberapa pemain yang didatangkan ke Palembang," katanya lagi
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

SFC Rampungkan Seleksi 10 Pemain Asing

Selasa, 05 Oktober 2010.
Upaya Sriwijaya FC mencari pemain asing berkualitas terus dilakukan. Namun dari enam pemain asing yang diseleksi 10 Agustus-28 September belum satupun pemain asing yang lolos seleksi. Terakhir SFC menyeleksi 4 pemain asing yang dikabar datang Selasa (5/10) sore.

Akankah keempat pemain terakhir ini akan lolos seleksi. Namun dalam pengalaman sebelumnya tidak satupun yang lolos.

"Kita kembali menyeleksi pemain asing karena berdasarkan evaluasi, SFC membutuhkan kekuatan asing untuk lini belakang dan depan," jelas Presiden Klub H Dodi Reza Alex.

Setidaknya SFC sudah menyeleksi 6 pemain asing yang semuanya dipulangkan seperti pada 10 Agustus lalu, klub ke datangan Dusan Bogdanovic (Serbia), dan Leonardo Felicia asal Argentina. Namun setelah satu pekan seleksi dia dipulangkan. Begitu juga nasib Lim Hyun Ho (Korsel yang datang pada 13 Agustus, terpaksa pulang dua hari kemudian karena cedera hamstring. Pada 19 Agustus, pemain berpengalaman Josh Meguire (Australia) datang mengikuti seleksi, tetapi lagi-lagi dipulangkan setelah seminggu bersama tim.

Selanjutnya datang kembali pemain asal Cina Wang Weilong (Cina) pada 21 September, juga terakhir Han Ji Ho (Korea Selatan) pada 28 September, nyatanya kedua pemain ini juga dipulangkan Kolev. Asalannya Weilong dan Han Ji Ho tidak memenuhi harapan Kolev.

Kini menyusul kepulangan Julio Cesar yang tidak lolos seleksi, Laskar Wong Kit membutuhkan dua pemain asing. Maka manajemen kemudian mendatangkan 4 pemain Selasa (5/10) yakni, George Owino Audi, Felix Perante, Fumiyo Kobayasi, dan Luis Alejandra Pena.

Mereka dalam status seleksi dan Ivan Kolev akan melihat langsung keempatnya dalam seleksi latihan hingga 15 Oktober mendatang, jelang ditutupnya jendela transfer putaran pertama musim 2010/2011.

10 Agustus:
1. Dusan Bogdanovic (Serbia),
2. Leonardo Felicia asal Argentina.
13 Agustus
3. Lim Hyun Ho (Korea Selatan)
19 Agustus:
4. Josh Meguire (Australia)
21 September:
5. Wang Weilong (Cina)
28 September:
6. Han Ji Ho (Korea Selatan)
5 Oktober:
7. George Owino Audi
8. Felix Perante
9. Fumiyo Kobayasi
10. dan Luis Alejandra Pena

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Park Lebih Nyaman Jadi Second Striker

Diproyeksikan menjadi striker murni dan banyak menciptakan gol ternyata tak sejiwa dengan harapan penyerang Sriwijaya, Park Jung-Hwan. Pasalnya, pemain yang di boyong dari PSM Makassar ini lebih nyaman menjadi second striker yang memang menjadi andalan posisinya. ”Saya lebih senang berada di belakang striker dan memberikan banyak assist untuk striker,” kata Park Jung-Hwan kemarin (5/10).
Ya, sebelum bergabung bersama Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC), Park sapaanya selalu di tempatkan sebagai second striker. Pemain kelahiran, Seoul, 14 January 1977 lebih enjoy di tugaskan untuk menyuplai bola agar bisa dikonversikan menjadi gol.
”Selama di Makasar, saya selalu mendapat tugas seperti itu dan memang saya lebih suka bergerak mobile ke kiri atau ke kanan lapangan. Dan itu sesuai dengan tipe permainan saya,” imbuhnya.
Sebelumnya, mantan pemain Seoul FC ini memang jarang menciptakan gol, lantaran sebagai second striker. Bersama Persiba Balikpapan, Park sendiri hanya hanya diturunkan dalam 474 menit dan hanya menciptakan dua gol. Itupun hanya dalam satu pertandingan, ketika Persiba menjamu Persija Jakarta, pada 21 November 2009 lalu, dia langsung memborong dua gol.
Begitu juga saat bersama PSM Makassar, Park juga tidak terlalu moncer soal gol. Bergabung selama setengah musim, Park hanya menciptakan 5 gol. Yakni, ketika menjamu Persik Kediri (17/03/10), dua gol saat bermain dikandang Persitara (27/03/10), serta masing-masing satu gol ketika PSM menjamu Persisam Samarinda (13/04/10) dan menjamu Persiwa Wamena (24/04/10).
Meski kurang nyaman ditugaskan sebagai striker murni, Park tetap bermain profesional. Hal ini dibuktikan, selama bergabung bersama Sriwijaya, Park sudah membukukan 4 gol. Yakni, satu gol diciptakan saat uji coba melawan PS Bangka saat menang 3-1. Duo gol Park saat membantai 6-0 atas Persib Bandung pada laga Inter Island Cup (1/9), dan satu gol lagi pada laga pada partai final IIC, saat menang 2-0 atas Persiwa Wamena (5/9) lalu.
”Bagi saya menciptakan gol bukan karena dipercaya sebagai striker. Tapi, saya lebih kepada kerja keras untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal dari kerja sama tim,” tambahnya.
Saat ditanya siapa pemain yang layak menempati sebagai striker, Park lebih mengandalkan striker gaek, Keith Kayamba Gumbs. ”Kayamba merupakan pemain yang pantas berada di depan. Kayamba merupakan seorang pekerja keras yang memiliki kecepatan dan pintar dalam menempatkan posisi,” pungkasnya. (mg43)

Biodata :
Nama : Jung Hwan Park
Paspor : Korea Selatan
Tempat/tgl lahir : Seoul, 14 January 1977
Usia : 33
Posisi : Depan
Tinggi : 180 cm
Berat : 77 kg

Karir Klub:
Jeonbuk Hyundai Motor (2005).
Yantai Yithen-China (2006)
Sowon FC-Korea Selatan (2007)
Persiba Balikpapan (2008-2009)
PSM Makassar (2009-2010)
Sriwijaya FC (2010-)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

JADWAL SRIWIJAYA FC DI ISL 2010-2011

Sabtu, 02 Oktober 2010.
PUTARAN KE : I

29-09-2010 DELTRAS - SRIWIJAYA FC Gelora Delta 1530 ANTV

02-10-2010 PERSELA - SRIWIJAYA FC Surajaya 1525 ANTV

17-10-2010 SRIWIJAYA FC - PSM Gelora Sriwijaya, Jakabaring 15:25 ANTV

21-10-2010 SRIWIJAYA FC - PERSIBA Gelora Sriwijaya, Jakabaring 15:25 ANTV

30-10-2010 PSPS - SRIWIJAYA FC H. Agus Salim

03-11-2010 PERSIJA - SRIWIJAYA FC Utama Gelora Bung Karno

02-01-2011 SRIWIJAYA FC- PERSIB Gelora Sriwijaya, Jakabaring

05-01-2011 SRIWIJAYA FC- PERSIJAP Gelora Sriwijaya, Jakabaring

08-01-2011 SRIWIJAYA FC- PERSIBO Gelora Sriwijaya, Jakabaring

16-01-2011 PERSISAM -SRIWIJAYA FC Segiri Samarinda

19-01-2011 BONTANG FC- SRIWIJAYA FC Mulawarman, Komplek P.Kaltim

23-01-2011 SRIWIJAYA FC - PERSEMA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

26-01-2011 SRIWIJAYA FC -AREMA INDONESIA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

30-01-2011 PERSIPURA - SRIWIJAYA FC Mandala

02-02-2011 PERSIWA - SRIWIJAYA FC Pendidikan

06-02-2011 SRIWIJAYA FC - SEMEN PADANG Gelora Sriwijaya, Jakabaring

09-02-2011 SRIWIJAYA FC- PELITA JAYA Gelora Sriwijaya, Jakabaring


PUTARAN KE : II

07-03-2011 SEMEN PADANG - SRIWIJAYA FC M. Yamin

10-03-2011 PELITA JAYA - SRIWIJAYA FC Singaperbangsa

20-03-2011 SRIWIJAYA FC - PERSIPURA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

23-03-2011 SRIWIJAYA FC - PERSIWA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

27-03-2011 AREMA INDONESIA - SRIWIJAYA FC Kanjuruhan

30-03-2011 PERSEMA - SRIWIJAYA FC Gajayana

02-04-2011 SRIWIJAYA FC - PERSISAM Gelora Sriwijaya, Jakabaring

05-04-2011 SRIWIJAYA FC - BONTANG FC Gelora Sriwijaya, Jakabaring

08-04-2011 PERSIB - SRIWIJAYA FC Si Jalak Harupat, Soreang

17-04-2011 PERSIJAP - SRIWIJAYA FC Gelora Bumi Kartini

21-04-2011 PERSIBO - SRIWIJAYA FC Letjen H. Sudirman

15-05-2011 SRIWIJAYA FC - PSPS Gelora Sriwijaya, Jakabaring

19-05-2011 SRIWIJAYA FC - PERSIJA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

01-06-2011 PSM - SRIWIJAYA FC Andi Mattalatta, Mattoangin

04-06-2011 PERSIBA - SRIWIJAYA FC Persiba, Komplek Pertamina Parikesit

15-06-2011 SRIWIJAYA FC - DELTRAS Gelora Sriwijaya, Jakabaring

19-06-2011 SRIWIJAYA FC - PERSELA Gelora Sriwijaya, Jakabaring

Download Disini

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Ambruk di Kandang Persela

Sriwijaya FC dibekuk 0-1 oleh Persela Lamongan dalam lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL), Sabtu (2/10/2010). Ini adalah kedua kalinya Sriwijaya FC menelan kekalahan tandang musim ini.

Sebelumnya, Sriwijaya juga takluk 1-3 di tangan Deltras Sidoarjo. Dua kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat status Sriwijaya sebagai klub papan atas ISL sekaligus juara Community Shield 2010.


Melawan Persela, Sriwijaya tak mampu berbicara banyak. Hal ini tak lepas dari absennya beberapa pemain inti seperti Ferry Rotinsulu, Budi Sudarsono, Oktavianus Maniani, Claudiano Santos, dan M Ridwan.

Baru empat menit laga berjalan, gawang "Laskar Joko Tingkir" langsung unggul berkat aksi Redouane Barkaoui. Melalui sebuah tendangan bebas, Redouane melepas tembakan yang gagal dibendung Fauzal Mubaraq setelah terlebih dulu membentur badan Arif Suyono.

Kurang puas, Persela terus menyerang pertahanan Sriwijaya. Beberapa peluang pun lahir melalui Ferry Ariawan dan Redouane. Sayang, tak ada yang berhasil menambah keunggulan mereka.

Sriwijaya sendiri juga bukannya tanpa perlawanan sama sekali. Dalam sejumlah kesempatan, Mahyadi Panggabean, Claudiano, dan Arif Suyono mencoba membobol gawang tuan rumah. Namun, apa daya, gol tak kunjung datang.

Dengan hasil ini, "Laskar Joko Tingkir" naik ke posisi keempat dengan raihan empat poin. Sementara Sriwijaya yang punya poin nol dari dua laganya duduk di posisi ke-17.

Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |