0

Tinggal Finishing Touch

Senin, 31 Januari 2011.
SRIWIJAYA FC belum berhasil meraih hasil maksimal pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL). Kemarin (30/1), tim dengan sebutan Laskar Wong Kito dipaksa menyerah 2-3 oleh Persipura di Stadion Mandala Jayapura. Meski kecewa dengan hasil pertandingan, coach Ivan Venkov Kolev tetap bangga dengan performa anak didiknya yang ditenggarai menunjukkan progress membaik.
Menurutnya secara keseluruhan permainan Keith Kayamba Gumbs dkk makin atraktif. Kerja sama dan koordinasi antarlini sudah jalan bahkan berhasil mengimbangi permainan tim Mutiara Hitam (julukan Persipura). Ball position dan peluang juga tidak kalah hanya finishing touch kembali muncul menjadi kendala.
“Kami nyaris memenangkan pertandingan. Kami sangat menyesal tidak mampu menjaga keunggulan 2-1 pada sepuluh menit terakhir,” sesal Kolev sapaan akrabnya kemarin.
Lanjut dia waktu Sriwijaya tertinggal 3-2 sebenarnya punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja Keith Kayamba Gumbs gagal menciptakan peluang 90 persen gol tiga menit jelang bubaran. Mantan pemain Sabah FC ini sendirian hanya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Yoo Jae-hoon tembakan keras pemilik jersey 17 itu malah melambung deras di atas mistar.
“Kelihatan pemain depan kurang tenang dan sangat terburu-buru. Mungkin karena dia ingin segera mengejar ketertinggalan,” tambah pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia itu.
Penyelesaian akhir memang menjadi masalah klasik bagi tim double winner edisi 2007 itu. Pada pertandingan sebelumnya ketika ditahan imbang Arema 1-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Budi Sudarsono malah gagal eksekusi penalti. “Dari dulu kami bilang bahwa tim butuh sosok striker targetman. Budi dan Kayamba memang bagus namun dia tipe pekerja dan pembuka ruang,” tambah dia.
Karena itu saat bentrok dengan Persiwa Wamena (2/2) nanti Kolev berharap penyakit tersebut bisa sembuh. Pasalnya, bila penyelesaian akhir bagus bukan tidak mungkin Sriwijaya mampu meraih poin maksimal atas Wamena. Meskipun Persiwa susah dikalahkan di kandang (Stadion Pendidikan Wamena). “Kalau kami bisa memanfaatkan setiap peluang semua bisa terjadi,” tutup dia.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Empat Pemain Cedera Ringan

Jumat, 28 Januari 2011.
Kekuatan Sriwijaya FC bakal pincang saat melawan Persipura Jaya Pura (30/1) nanti. Pasalnya, beberapa pemain terbaiknnya mengalami cedera ringan. Seperti, Keith Kayamba Gumbs, Ferry Rotinsulu, Rendi Siregar dan Bobby Satria. “Tapi, mereka kemungkinan bisa diturunkan. Cederanya tidak terlalu parah,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev, kemarin (27/1).
Kiper Ferry Rotinsulu, penyerang Rendi Siregar dan defender Bobby Satria sendiri mengalami cedera saat Sriwijaya melawan Arema FC, (26/1) lalu. Sedangkan Keith Kayamba Gumbs mengalami cedera saat melawan Bontang FC, (19/1).
Meski hanya mengalami cedera ringan dan dipastikan bakal turun, kondisi itu tetap bakal menjadi momok Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Sebab, Ferry sediri merupakan kiper Utama Sriwijaya.
Begitu juga dengan Kith Kayamba Gumbs sendiri merupakan kapten tim sekaligus motor serangan tim juara double winner. Sedangkan dua pemain muda Rendi Siregar dan Bobby Satria, meski sering ditempatkan sebagai pemain pelapis, perannya juga tak bisa dianggap remeh.
Praktis, dengan kondisi yang tak maksimal itu bakal mempengaruhi pola permainan pemain yang cedera. Terlebih, tim juara Piala Indonesia (PI) tiga kali berturut-turut itu harus bermain ekstrakeras. Ini menyusul, gelandang Firman Utina dipastikan tak bisa tampil lantaran masih menjalani pengobatan cedera lutut yang didertianya.
Belum lagi tim yang bakal dihadapi adalah tim raksasa. Yang notabennya dihuni pemain berkaulitas dan sulit dikalahkan. Terbukti, dari tujuh laga home, Persipura belum pernah kalah.
Dengan satu kali seri saat ditahan imbang 1-1 oleh Persiwa Wamena (25/1), sedangkan sisanya selalu menang. Kemenangan terbesar saat mengalahkan Bontang FC, dengan skor 8-1 (20/10/10) lalu. Jelas, Keith Kayamba Gumbs dkk dituntut untuk berjuang lebih keras demi mendapatkan poin. “Kami berharap semua pemain yang mengalami cedera bisa sembuh total. Mereka bisa bermain maksimal pada pertandingan nanti,” pungkas mantan arsitek Timnas Indonesia itu
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Kolev Mengeluh, Miro Senang

Rabu, 26 Januari 2011.
Tuan rumah Sriwijaya FC ditahan imbang 1-1 oleh tim tamu Arema Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (26/1/2011). Gol cepat wingback SFC Supardi di menit 5 disamakan striker pengganti Arema Sunarto di menit 46.

Sesaat usai laga, pelatih Arema Miroslav Janu merasa kesenangan dan menyatakan respek kepada para pemainnya. “Walaupun di babak pertama, gol SFC mengejutkan kami. Tapi babak kedua kami bisa mengambil alih kendali serangan,” ujar Janu yang mengeluhkan kepemimpinan wasit di lapangan.

Sedangkan kondisi berbeda ditunjukkan peracik taktik SFC Ivan Kolev. Kepada wartawan, dia mengeluh soal seringnya banyak pemain yang tidak dapat turun bermain saat timnya harus tampil di setiap laga. “Bila setiap pertandingan 5 sampai 7 pemain tidak main akibatnya bagi tim amat tidak bagus,” tanggap Kolev.

Kolev mengakui absennya beberapa pemain inti mengakibatkan lini belakang jadi bingung bagaimana mengalirkan umpan. Sementara menyoal eksekusi penalti striker Budi Sudarsono di menit 88 yang gagal berbuah gol, pelatih asal Bulgaria menyebutnya kurang beruntung
Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
1

Ayo Dukung Budigol Cs

Selasa, 25 Januari 2011.
Manajemen Sriwijaya FC dan pengelola tiket menghimbau agar masyarakat kota Palembang datang langsung ke Stadion memberikan dukungan kepada Budigol cs menghadapi Arema Malang di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/1).

"Kami berharap masyarakat datang langsung ke Jakabaring dan memberikan dukungan secara langsung, sebab kita membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi SFC," jelas Direktur Keuangan Augie Bunyamin, Senin (24/1).

Hal serupa juga diungkapkan pengelola tiket Yuliana ST, dengan datang langsung ke stadion dan membeli tiket, maka penonton turut membantu SFC.

"Kita juga menyiapkan doorprize untuk pembeli tiket seperti Lemari Es, TV12, Magic Com dan Dipenser setra hadiah menarik lainnya," jelas Yuliana.

Menurut Yuliana, adapun harga tiket yakni untuk VVIP Rp50 ribu, VIP Rp40 ribu, Tribun Barat Atas Rp30 ribu, Tribun Timur Rp25 ribu dan Utara dan Selatan Rp20 ribu."Pembelian bisa dilakukan di Sekretariat SFC Kompleks PS atau di Stadion Gelora Jakabaring," jelasnya.

Sumber http://sripoku.com

Gambar htpp://laskar-sfc.blogspot.com


Selanjutnya...
0

Resmi Rekrut Korinus Fingkrew

Sriwijaya FC kembali merekrut striker jebolan dari Liga Primier Indonesia (LPI). Sebelumnya, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini merekrut Rudi Widodo yang tim lamanya Persibo Bojonegoro menyisir ke LPI.
Kini tim juara double winner 2007 itu mendatangkan striker Korinus Fingkrew yang tim lamanya PSM Makassar juga berpaling ke Liga tandingan Indonesia Super League (ISL) itu. “Malam ini (semalam Red) kami sudah deal soal harga. Rencananya Rabu, (26/1) nanti, Korinus akan datang ke Palembang dan langsung menandatangani kontrak,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (24/1).
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu dibandrol Sriwijaya kisaran Rp500 Juta hingga akhir musim nanti. “Ya, dibawah Rp500 Juta,” imbuh pria asal Payaraman, Ogan Ilir (OI) itu.
Meski sudah deal soal harga, pemain yang dua musim lalu pernah merumput bersama Sriwijaya ini belum bisa diturunkan saat melawan Arema FC, besok (26/1). Pasalnya, pemain asal Papua itu harus menunggu legalitas dari PT Liga Indonesia. “Kami masih harus menunggu surat resmi dari PT Liga. Seperti, saat merekrut Rudi Widodo lalu. Sehingga, untuk lawan Arema belum bisa dimainkan,” tambah pria berkacamata itu.
Perekrutan Korinus sendiri diluar dugaan. Sebab, sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan merekrut pemain lincah itu. Perekrutan itu dilakukan untuk menggantikan Syamsul Arif yang gagal diboyong ke Sriwijaya.
Perekrutan Korinus juga diproyeksikan untuk menambah daya gedor Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Saat ini, tim juara double winner 2007 itu telah memiliki beberapa striker. Yakni, Keith Kayamba Gumbs, Oktovianus Maniani, Arif Suyono, Budi Sudarsono dan Rudi Widodo.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

SFC Tundukkan Bontang 3-2

Rabu, 19 Januari 2011.
Sriwijaya FC menundukkan tuan rumah Bontang FC 2-1 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Mulawarman, Rabu (19/1).


Lesakkan gol SFC melalui Budi Sudarsono di menit 17 dan 75 serta Mahyadi Pangabean menit 72. Sementara gol balasan Bontang dicetak Kenji menit 30 dan Satosi menit 39, sementara gol SFC dilesakkan Budi menit 17. Bontang mengambil inisiatif penyerangan. Setidaknya dua kali Kenji Adachihara berhasil menembus lini pertahanan SFC, namun dua kali pula kiper Ferry Rotinsulu menjaga gawangnya dari kebobolan.


Sementara itu, meski sebagai tim tamu Sriwijaya FC tetap berani keluar untuk menekan. Setelah beberapa kali menggangal serangan tim tuan rumah, Gumbs cs kembali membangun serangan. Melalui skema serangan balik, Rudi Widodo yang menyusur sisi kanan memberikan umpan silang kepada Budi Sudarsono yang berhasil membobol gawang Bontang FC di menit 17.


Usai unggul, SFC gantian menekan, namun beberapa peluang gagal dimanfaatkan. Sebaliknya serangan balik Bontang sangat efektif, bermula dari skema serangan balik Kenji yang lolos dari pengawalan seorang diri membawa bola dan kemudian menjebol gawang Ferry di menit ke-30.
Kedudukan 1-1 tidak bertahan lama, sebab memasuki menit ke-39, tuan rumah berbalik unggul. Bermula dari kesalahan Ferry yang terlihat lemah menedang bola sehingga jatuh di kaki Sathosi Otomo yang membawa bola melewati M Ridwan untuk menjebol gawang Ferry. Hingga akhir turun minum Bontang tetap unggul.

Memasuki babak kedua Ivan Kolev menarik keluar Rudi Widodo dan memasukkan Ade Suhendra, serta menarik Supardi digantikan Mahyadi Pangabean. Namun perubahan komposisi pemain ini belum membawakan hasil, sebab Bontang tetap memainkan peran bahkan beberapa kali mendapatkan peluang. Tetapi gagal diselesaikan Ali Khadafi maupun Kenji.


Setelah sempat tertekan, SFC akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mampu menyamakan kedudukan lewat Mahyadi Pangabean yang melakukan tendangan ke arah gawang. Bola sempat membentur pemain belakang tim lawan Marcelo Mandagi untuk kemudian menjebol menundukkan Ade Mohktar menit 72.


Bahkan tiga menit berselang, wong kito berhasil membalikkan keadaan melalui tandukan Budi Sudarsono memanfaatkan umpan M Ridwan menit 75
Selanjutnya...
0

Waswas dengan Wasit

Trauma pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev terhadap wasit saat lawan Persisam Putra Samarinda (16/1) hingga kini belum hilang. Bahkan, saat melawan Bontang FC, nanti malam (19/1), waswas soal wasit masih terlintas dibenak pelatih asal Bulgaria itu.
“Saya marah dengan kepemimpinan wasit saat melawan Persisam. Bila, wasit itu masih memimpin dan melakukan hal yang sama seperti pertandingan lalu, saya yang akan memukul dia (wasit, red),” kata Ivan Kolev saat dihubungi, kemarin (18/1).
Menurutnya, bila kecurangan-kecurangan yang dilakukan wasit masih berlaku dipertandingan lawan Bontang nanti. Dirinya tak tahu harus berbuat apa. “Sekarang, kami tidak bisa berbuat banyak. Bila tim bagus, permainan bagus, tapi wasit jelek, tetap saja kalah,” imbuhnya.
Wajar, bila Kolev sangat berang dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang memimpin saat melawan Persisam. Menurutnya, setelah melihat rekaman video pertandingan, banyak kejanggalan yang dilakukan Oki.
Seperti, saat gol pertama, dimana Ahmad Sembiring terlebih dahulu menarik Claudiano Alves Do Santos. Begitu juga dengan aksi tanduk Oktovianus maniani. Pasalnya, hal itu dilakukan sangat wajar. Sebab, Okto sebelumnya dilanggar oleh Ahmad Sembiring, dengan mengakat kaki sangat tinggi. Tapi, justru Okto yang diberikan sanksi.
“Setiap pemain lawan melakukan pelanggaran tidak pernah diberikan sanksi atau kartu. Justru, pemain kami yang diberikan kartu kuning atau merah. Kejadian ini sangat buruk dipersepakbolaan,” ungkapnya.
Mantan arsitek Timnas Indonesia menambahkan, kontroversi wasit Oki Dwi Putra sebenarnya bukan kali pertama dilakukan untuk Sriwijaya FC. Pasalnya, beberapa laga Sriwijaya pernah dikerjai wasit asal Bandung itu.
“Dari info yang berkembang, bukan kali ini saja wasit itu melakukan kesalahan terhadap Sriwijaya. Mudah-mudahan, dipertandingan nanti, bukan Dia (Oki) yang memimpin,” tambahnya.
Bahkan, terlalu kesalnya dengan kepemimpinan wasit, Ivan Kolev sendiri tak mau berkomentar soal tim lawan. “Saat ini saya tidak mau berkomentar soal tim lawan. Saya masih dipusingkan dengan kondisi tim dan kepemimpinan wasit disini (ISL Red),” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Habisi Persib 4-1

Rabu, 12 Januari 2011.
Tuan rumah Sriwijaya FC berhasil merebut angka penuh setelah menyikat tamunya, Persib Bandung, 4-1, dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/1/2011).

Dua gol tuan rumah dicetak kedua pemain belakangnya, Claudiano Alves dos Santos dan Ahmad "Jupe" Jufriyanto. Gol Diano dicetak pada menit ke-11, sementara gol Jupe dicetak pada menit ke-43. Kedua gol merupakan assist Firman Utina dari tendangan bebas.

Persib yang baru menang satu kali di LSI bermain keras sejak dimulainya pertandingan. Setelah sepuluh menit permainan, bek Persib, Nova Arianto, menekel keras Keith Kayamba Gumbs.

Pelanggaran itu membawa berkah bagi Sriwijaya FC. Firman mengeksekusi bola mati dan mengarahkannya kepada Ponaryo Astaman di kotak penalti. Ponaryo membiarkan bola tersebut disambar Diano yang memiliki postur lebih tinggi. Sekali sundul, bola dari Diano bersarang ke gawang Markus Haris Maulana.

Setelah gagal memaksimalkan peluang, Sriwijaya FC menambah keunggulan menjadi 2-0 jelang berakhirnya babak pertama. Lagi-lagi Firman melayangkan umpan lewat tendangan bebas dan kali ini disambut Jupe.

Persib melakukan perlawanan di paruh kedua. Akibatnya, gawang Sriwijaya FC yang dikawal Ferry Rotinsulu bobol berkat bidikan Cristian Gonzales.

Sayang, konsentrasi pertahanan Persib pecah ketika Muhammad Ridwan menusuk di sayap kanan pertahanan Persib pada menit ke-76. Umpan silang Ridwan ke tiang jauh dijejak Okto Maniani dan menghasilkan gol ketiga bagi tuan rumah.

Perjuangan Persib menambah gol berakhir setelah Budi Sudarsono lepas dari jebakan offside pada menit ke-90. Budi menyambar umpan silang dari kanan. Tak lama kemudian, wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Sumber http://kompas.com

Selanjutnya...
0

Harga Samsul Sudah Deal

Kamis, 06 Januari 2011.
Mimpi Sriwijaya FC untuk rekrut Samsul Arif bisa segera terealisi. Mengingat, penyerang asal Bojonegoro, Jatim itu, saat ini telah memberikan lampu hijau buat tim Bumi Sriwijaya. Pemuda kelahiran, 14 Januari 1985 itu, mengaku sangat berminat hijrah ke Palembang syaratnya bisa mendapat persetujuan dari manajemen Persibo.
“Sampai sekarang saya masih binggung. Persibo belum mau melepas. Kalau, Persibo tidak keberatan saya pindah kemungkinan besar saya akan ke Sriwijaya FC,” ujar Samsul kepada Sumatera Ekspres saat dikonformasi semalam, (5/1). “Saya tahu PSSI akan memberikan bantuan hukum pada pemain yang tetap bertahan di ISL. Saya asli orang Bojonegoro, makanya saya minta manajemen yang memutuskan saya,” sambungnya.
Meski begitu, Sriwijaya FC tidak bisa dengan santai menunggu mantan pemain Persela itu. Ada beberapa klub yang bersedia menapung tenaga pemain dengan tinggi 166 cm itu, sebut saja Persela, Persisam dan beberepa klub Divisi Utama. ”Persela dan Persisam juga serius. Tapi saya belum fikirkan mereka,” tambah dia.
Menurutnya sampai sekarang manajemen Sriwijaya terus melakukan pendekatan. Masih kata dia kedua belah pihak telah sepakat atau deal soal harga. Samsul sendiri enggan menyebut dengan rinci tapi dia tidak menampik jika berada pada kisaran Rp 350-500 juta.
“Siapa sih yang gak mau main di Sriwijaya. Saya rasa semua pemain profesional bersedia bila dipinang Sriwijaya. Saya merasa cukup beruntung bila benar-benar jadi ke Sriwijaya,” tuturnya.
Sekadar informasi sejauh ini langkah Samsul Arif belum pasti. Yang jelas dia enggan untuk bergabung dengan LPI. Oleh karena itu, manajemen Laskar Angling Dharma tidak henti-hentinya merayu pemuda asal Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu.
Samsul tidak menampik jika manajemen Persibo memang cukup takut jika harus kehilangan putera daerah. Manajemen tampak mati-matian mempertahankan dia. “Saya sendiri senang bila bisa main di kampung sendiri. Apalagi saya anak pertama dan menjadi tumpuan keluarga. Saya seperti dalam dilema karena Persibo ke LPI,” tukas dia. (mg42)

Profil
Nama Lengkap : Samsul Arif
Tanggal Lahir :14 Jan 1985
Tinggi Badan :166 cm.
Berat Badan : 59 Kg.
Peranan : Striker Nomor
Punggung : 9
Karir Klub : Persibo (2005-2009) Persela (2009-2010) Persibo (2010-?)
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

LPI Jadi Digelar, Kapolda Jateng Persilakan Warga Datang ke Solo

Akhirnya Liga Primer Indonesia resmi mendapat izin dan akan menggelar laga perdana di Stadion Manahan Solo. Bahkan Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang mempersilakan warga berbondong-bondong datang ke Solo.

"Silakan berbondong-bondong datang ke Solo," kata Edward di Mapolresta Surakarta, Kamis (6/1/2011).

Kata Edward, warga yang datang ke Solo tidak hanya akan mendapatkan pertandingan bola. "Di Solo ini kita juga bisa belanja batik, menikmati kuliner dan sebagainya. Nilai kunjungan itu juga sangat berarti untuk peningkatan ekonomi," ujarnya.

Sementara panitia Liga Primer Indonesia (LPI) telah menyediakan sebanyak 19.500 tiket untuk laga perdana kompetisi LPI di Stadion Manahan, Sabtu (8/1) sore mendatang. Tiket paling murah Rp 15 ribu dan paling mahal Rp 50 ribu.

"Rinciannya 8 ribu tiket untuk penonton belakang gawang seharga Rp 15 ribu, 8 ribu tiket di tribun timur seharga Rp 20 ribu, 2 ribu tiket untuk VIP seharga Rp 30 ribu, 1.500 tiket untuk tempat duduk di bawah VVIP seharga Rp 50 ribu," ujar Ketua panitia pelaksana, Roy Saputra.

Roy juga menambahkan hingga saat ini LPI telah memberikan konfirmasi akan membawa 200 tamu undangan khusus dari Jakarta. Namun demikian belum diketahui nama-nama tamu undangan tersebut. Panpel juga belum mengetahui siapa saja pejabat pemerintahan yang akan hadir.

Dia juga menambahkan pembukaan laga perdana LPI akan dimeriahkan dengan sejumlah acara menarik, termasuk pagelaran tari dan suguhan khusus dari Solo Batik Carnival. Sedangkan pembukaan secara resmi akan dilakukan oleh Walikota Surakarta dan pengurus LPI Pusat.
Sumber http://http://www.detiknews.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |