1

Kolev Senang dengan Performa Duo Korea

Rabu, 30 Maret 2011.
Sriwijaya FC (SFC) sukses mencuri satu angka di Stadion Kanjuruan,Malang,markas Arema FC. Racikan strategi Ivan Venkov Kolev pada laga ini dinilai tepat.

Selain itu kejelian pria asal Bulgaria tersebut menempatkan para pemain di luar posisinya terbilang berhasil. Eksperimen serupa sebelumnya memang tak maksimal dan Kolev dianggap terlalu berani melakukan perubahan. Kemenangan atas Persiwa Wamena plus hasil imbang kontra Persipura Jayapura dan Arema menunjukkan Kolev mampu memaksimalkan pemain baru SFC.Para pemain yang dimaksud adalah duo Korea Selatan (Korsel) Lim Joon-sik dan Kim Yong-hee serta Jajang Mulyana.

Keberadaan dua pemain asing yang baru direkrut pada putaran kedua tersebut mampu mengisi kekosongan lini tengah Laskar Wong Kito, julukan SFC. Sebab,SFC tak bisa memainkan Firman Utina dan Ponaryo Astaman yang didera cedera parah. Bersama pemain muda berbakat Mahadirga Lasut,ketiganya mampu memaksimalkan kinerja lini tengah dan depan SFC.Dengan semakin kokohnya lini tengah SFC membuat tugas para pemain bertahan lebih mudah dalam menghalau serangan lawan.

”Setiap pemain memiliki kelebihan masing-masing.Itu yang saya kerjakan sebagai seorang pelatih,memaksimalkan potensi mereka.Saya juga memiliki alasan kenapa sering kali berganti-ganti pola permainan dan menempatkan seorang pemain di posisi yang berbeda pada setiap pertandingan,”kata Kolev. Pada laga terakhir melawan Arema, Kolev tidak ragu-ragu menerapkan pola menyerang.

Mantan arsitek Persipura dan Persija Jakarta itu enggan anak asuhnya bertahan,seperti lazimnya klub yang sedang melakoni partai tandang. Hasil menahan Arema merupakan sinyal positif bagi SFC untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.Berikutnya Laskar Wong Kito tiga kali menjadi tuan rumah,baik di Djarum Indonesia Super League (ISL) maupun Piala AFC. Tamu pertama yang dihadapi SFC adalah Persisam Putra Samarinda,Sabtu (9/4).

Lalu tiga hari berikutnya kedatangan klub Vietnam Som Lam Nghe An.Selanjutnya Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs dkk akan menjamu Bontang FC,Sabtu (16/4). Meski terbilang sukses dalam memoles para pemain yang baru,Kolev masih harus memutar otak untuk meningkatkan kembali penampilan Oktovianus Maniani.Pemain mungil yang akrab disapa Okto ini belum menunjukkan kualitas terbaiknya sejak kembali dari tim nasional U-23 Indonesia.

”Penampilan Okto kurang baik.Dia sering melakukan kesalahan dan merugikan tim.Tapi,saya yakin ke depan dia akan lebih baik. Hal itu terjadi lantaran Okto terlalu lama terpisah dari tim.Secara menyeluruh,kolektivitas dan koordinasi tim antarlini semakin baik,” ungkapnya. ● yopie cipta raharja
Sumber http://www.seputar-indonesia.com
Selanjutnya...
0

Ponaryo Diharapkan Turun Lawan Song Lam

Selasa, 29 Maret 2011.
Song Lam Nghe An merupakan calon lawan kuat Sriwijaya FC berikutnya di fase Grup Asian Football Confederation (AFC) Cup di Stadion Gelora Jakabaring 13 April mendatang.

Sebuah laga berat bagi Laskar Wong Kito yang masih krisis pemain di sektor gelandang. Namun, kabar gembira datang dari Ponaryo Astaman yang mulai membaik. Gelandang jangkar ini diperkirakan kembali fit saat SFC menghadapi tim asal Vietnam itu. Sebab berdasarkan jadwal, Ponaryo masih membutuhkan waktu sekitar dua pekan lagi untuk kembali ke lapangan hijau.

"Cederanya parah, tetapi terus membaik dan diperkirakan dua minggu lagi dia sudah fit, sejauh ini terus dipantau tim medis" kata Pelatih Ivan Kolev, Selasa (29/3). Seperti diketahui, Popon divonis cedera hamstring usai melawan VB Sport (Maladewa) di ajang AFC Cup, Rabu (29/2) lalu. Tapi, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut ternyata otot kaki kanan Ponaryo mengalami luka robek.

Menurut terapis SFC Encu Wijaya, cedera Ponaryo sangat serius. Terdapat luka robek di kaki kanannya. Untuk menyembuhkannya butuh waktu yang lama.

"Jika dipaksakan otot kakinya bisa putus,” terang Encu. Namun dari hasil pemantauan terakhir kondisi Ponaryo terus menunjukkan perkembangan positif. Tapi, dibutuhkan waktu minimal dua pekan untuk pulih secara normal. “Setelah istirahat dua pekan serta terus menjalani terapi Ponaryo akan kembali normal. Bisa dipastikan dia bisa bermain selama 90 menit,” tegasnya.

Dengan kepastian tersebut, Ponaryo baru akan tampil saat Sriwijaya menjamu Song Lam Nghe An (Vietnam), di ajang AFC Cup, Rabu (13/3) nanti. Ponaryo masih harus absen kala Sriwijaya menghadapi, Persisam Putra Samarinda, (9/3) mendatang.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
1

Piala Indonesia Digelar Bulan Mei

Minggu, 27 Maret 2011.
Kompetisi bergengsi yang akan melibatkan klub-klub dari kasta tertinggi sampai Divisi I yaitu Piala Indonesia (PI) 2011 akan segera digelar. Direktur PT. Liga Indonesia (PT. LI), Joko Driyono, menyatakan bahwa drawing PI akan digelar pertengahan April sementara kick-off pertama akan dimulai pada bulan Mei.

Peserta PI 2011 akan berjumlah 32 peserta, dimana rinciannya adalah 15 klub Superliga Indonesia, klub finalis DIvisi I dan sisanya diambil dari Divisi Utama yang mengalami penambahan kuota setelah tiga klub Superliga mengundurkan diri.

Dalam 32 peserta, delapan klub yang berhasil masuk ke babak delapan besar pada PI 2010 silam akan menjadi peserta unggulan. Delapan tim tersebut adalah Pelita Jaya, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persik Kediri, Arema Malang, dan Persib Bandung. Ke-delapan klub tersebut kemungkinan besar menjadi klub unggulan yang tidak akan bertemu satu sama lain pada babak 32 besar, namun hal tersebut dapat diubah dengan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia.

Sementara sistem turnamen akan tetap mengadopsi seperti musim lalu yaitu memakai sistem home tournament dengan venue yang juga diperkirakan sama seperti musim lalu, dimana Palembang, Lamongan, Karawang, Kediri, Malang, Surabaya, Samarinda, dan Jayapura menjadi venue 32 besar. Sementara Palembang, Surabaya, Malang, dan Jayapura menjadi venue babak 16 besar.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Arema dan Sriwijaya Sama Kuat

Arema Indonesia harus puas dan rela berbagi angka setelah tim tamunya Sriwijaya FC menahan imbang 1-1 pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim, Minggu sore.

Gol Arema Indonesia dipersembahkan oleh TA Musafri pada menit ke-34, sedangkan gol Sriwijaya FC dilesakkan Budi Sudharsono pada menit ke-64 dengan memanfaatkan bola "rebound" penjaga gawang Arema Kurnia Meiga.

Sejak "kick off" babak pertama, baik Arema Indonesia maupun Sriwijaya Fc langsung melancarkan serangan-serangan yang sama-sama mengancam gawang kedua tim.

Namun, Arema lebih beruntung setelah Esteban Guillen memberikan umpan kepada TA Musafri yang berdiri bebas tanpa pengawalan pemain belakang Sriwijaya FC.

Sebenarnya Arema Indonesia memiliki peluang emas sebagai pembuka kemenangan tim berjuluk Singo Edan itu. Namun peluang itu sia-sia ketika kapten tim Noh Alam Shah gagal mengeksekusi tendangan penalti yang dihadiahkan oleh wasit berasal dari Malaysia, Mohammad Yusuf Mat Karim, pada menit ke-20.

Ferry Rutinsulu mampu mengantisipasi arah bola dan secara tenang kiper tim nasional (timnas) itu menepis tendangan bola Noh Alam Shah dari titik penalti. anak asuh Miroslav Janu itu gagal mengubah skor dan masih tetap 0-0.

Hadiah tendangan penalti diberikan wasit setelah kiper Sriwijaya FC, Ferry Rutinsulu, mengganjal kapten tim Arema Noh Alam Shah di kotak terlarang pada menit ke-19.

Serangan bertubi-tubi dan silih berganti dari kedua tim masih belum mampu memecah kebuntuan dan menembus jantung pertahanan masing-masing.

Bahkan hingga wasit berasal dari Malaysia itu meniup peluit panjangnya tanda babak pertama berakhir, skor masih 1-0.

Memasuki 45 menit babak kedua, Sriwijaya FC yang ditangani pelatih Ivan Kolev itu juga langsung menggebrak dengan melancarkan serangan tiada henti untuk menembus jantung pertahanan Singo Edan.

Bermula dari sundulan kepala Budi Sudharsono yang masuk menggantikan Kim Young, akhirnya Sriwijaya FC mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sundulan kepala Budi Sudharsono yang mampu ditepis Kurnia Meiga tak disia-siakan oleh Budi dan dengan deras tanpa halangan bola melesak merobek gawang Arema.

Lahirnya sebuah gol dari kaki Budi Sudharsono memicu semangat para pemain Sriwijaya FC untuk bermain lebih garang. Semangat yang menggebu membuat tim berasal dari ranah Sumatera itu mendominasi permainan. Apalagi serangan anak asuh Miroslav Janu itu mulai menurun.

Masuknya Hendra Ridwan yang menggantikan Esteban Guillen, Achmad Amiruddin menggantikan TA Musafri, dan Benny Wahyudi menggantikan Achmad Alfarizi belum mampu menaikkan performa permainan dan menambah pundi-pundi golnya.

Sebaliknya, masuknya Budi Sudharsono menggantikan Kim justru menambah daya gedor Sriwijaya FC sehingga pada menit ke-64 mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pada pertandingan selama 90 menit itu wasit Mohammad Yusuf Mat Karim mengeluarkan empat kartu kuning, masing-masing untuk tiga pemain Sriwijaya FC yakni Thierry, Supardi, dan Keith Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC) serta satu satu kartu lainnya untuk Leonard Tumpamahu (Arema).

Lini pertahanan kedua tim yang kuat menjadikan skor tetap 1-1 hingga pertandingan berakhir. (antara)
Sumber http://bolaindo.com
Selanjutnya...
0

Lawan Persipura, Kolev Enggan Ubah Strategi

Selasa, 22 Maret 2011.
Menghadapi tim sekelas Persipura Jayapura sore nanti, Rabu (23/3), pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev mengakui ia tidak akan gegabah dengan mengubah strategi yang biasa ia pakai, meski timnya kini semakin solid dengan beberapa pemain yang sudah bisa kembali ke tim.

Oktovianus Maniani dan Firman Utina dinyatakan siap untuk turun dalam laga nanti. Namun, Kolev masih mengakui ia belum memutuskan siapa-siapa yang turun akan jadi starter nanti.

"Memang sekarang ada banyak pilihan pemain yang bisa kami mainkan, tapi untuk mencoba strategi baru tentu kami tidak punya cukup banyak waktu," kata Kolev.

Meski begitu ia tetap menargetkan kemenangan demi membalas kekalahan tipis 2-3 Laskar Wong Kito di Stadiom Mandala pada putaran pertama lalu. Ia menegaskan, "Saat ini setiap games harus bisa kami menangkan dulu
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Tak Pinjamkan Okto-Jajang

Rencana pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl untuk memanggil Oktovianus Maniani langsung mendapat tanggapan serius dari manajemen Sriwijaya FC. Pasalnya, manajemen menolak keras pemanggilan pemain kelahiran Papua, 10 Oktober 1990 itu. "Tertutup pintu bagi Okto untuk bergabung ke Timnas. Ini bukan lantaran tak cinta dengan negara. Tapi, ini soal cara," kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (21/3).
Anggota DPRD Banyuasin itu melanjutkan, pihaknya merasa dirugikan dengan ulah Timnas. "Saat sehat dipanggil di Timnas. Tapi, kalau cedera dipulangkan. Inikan merugikan tim," lanjutnya. Selain itu, tidak diberikan izin itu lantaran Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) juga sedang butuh tenaga mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu. "Kami saat ini menjalani tiga kompetisi musim ini. Jadi, kehadiran Okto sangat dibutuhkan oleh tim. Tapi yang pasti penolakan pemanggilan itu lantaran lebih kecara Timnas terhadap pemain dan tim," imbuhnya.
Selain Okto, Sriwijaya juga menolak pemanggilan Jajang Mulyana yang juga masuk daftar Timnas Proyeksi SEA Games 2011 nanti. Alasanya, Sriwijaya baru saja mengontrak mantan pemain Pelita Jaya Jabar itu. "Jajang baru turun dua laga. Masak sudah mau diambil lagi. Ini pasti merugikan kami yang telah berjuang keras mendatangkan Jajang," ungkapnya.
Meski demikian, Laskar Sriwijaya akan merubah keputusannya bila Timnas memakai sistem buka tutup saat menjalani training center (TC). "Lagian, kami sudah meminjamkan Dirga Lasut dan Gunawan. Saya rasa itu sudah cukup bagi kami untuk pengabdian kepada negara tercinta ini," pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.idRata Penuh
Selanjutnya...
0

Sriwijaya vs Persiwa =2-1 , Wong Kito Amankan Poin

Minggu, 20 Maret 2011.
Sriwijaya FC berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Persiwa Wamena di lanjutan kompetisi ISL 2010/2011. Sempat tertinggal lewat lebih dulu, Laskar Wong Kito akhirnya menutup laga dengan skor tipis 2-1.

Bertanding di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Minggu 20 Maret 2011, Sriwijaya sempat dikejutkan dengan gol Boakay Eddy Foday saat pertandingan baru berjalan 12 menit.

Memanfaatkan kesalahan bek Sriwijaya Claudiano Alves, Eddy Foday berhasil merebut bola sebelum akhirnya sukses menaklukkan Ferry Rotinsulu. Sriwijaya sementara tertinggal 0-1 dari tim tamu.

Sriwijaya baru mampu menyamakan kedudukan di menit 27 lewat gol strikernya Keith Kayamba Gumbs. Striker andalan Sriwijaya ini berhasil menyambar bola umpan silang gelandang Korea Selatan Kim Yong-hee. Kedudukan sementara 1-1.

Tak butuh lama buat Laskar Wong Kito untuk berbalik unggul lewat gol Thierry Gathussi. Pada menit 31, tendangan keras Thierry mengenai kaki bek Persiwa, Sasa Zecevic. Bola justru meluncur deras ke gawang David Ariyanto. Sriwijaya sementara unggul 2-1.

Persiwa sebenarnya mampu menjebol gawang tuan rumah pada menit 33 lewat aksi Ferdinand Sinaga. Sayang winger tim Badai Pegunungan itu lebih dulu berdiri dalam posisi off side. Skor 2-1 buat keunggulan Sriwijaya ini akhirnya bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya tetap tampil agresif. Babak kedua belum genap satu menit, striker Jajang Mulyana mengancam lewat tandukannya. Sayang bola masih melenceng dari gawang David Ariyanto.

Persiwa yang tertinggal juga coba mengejar defisit gol. Pada menit 52, tim Papua ini membuka peluang lewat tendangan efek Sinaga yang memaksa Ferry rotinsulu jatuh bangun. Bola berhasil ditepis dan hanya membuahkan sepak pojok.

Pada menit 85, Sriwijaya menciptakan peluang manis untuk memperlebar keunggulan. Sayang tendangan Supardi di kotak penalti Persiwa masih terlalu lemah dan dengan mudah dikuasi David Pagbe. Meski kedua tim beberapa kali menciptakan peluang, skor 2-1 ini tetap bertahan hingga pertandingan usai.

Dengan kemenangan ini, Sriwijaya berhasil memperbaiki posisi diperingkat enam menggeser Persisam Samarinda. Laskar Wong Kito mengoleksi 26 poin dari 17 laga. Namun tim besutan Ivan Kolev ini kembali terancam digusur Persisam yang baru akan melakoni laga kontra Pelita Jaya Karawang sesaat lagi.

Bagi Persiwa, kekalahan ini belum cukup menggusur posisi tim besutan Suharno ini diperingkat 4 klasemen sementara. Erick Weeks dan kawan-kawan kini mengoleksi 27 poin dari 17 laga.
Sumber http://12paz.blogspot.com
Selanjutnya...
0

Firman Telah Kembali

Sabtu, 19 Maret 2011.
Firman Utina kembali beraksi. Pemain identik dengan nomor 15 tersebut, sudah bisa merumput pascaoperasi antroscopi di Jakarta (25/1) silam. Come back Firman saat menghantarkan Sriwijaya FC mengalahkan PS Angkatan Darat (PS AD) 3-0 (1-0) pada laga eksebisi dalam rangka peresmian Stadion dan SSB Garuda Sriwijaya di Kompleks Arhanud Km 9 kemarin, (18/3).
“Ini pertama kali Firman menjalani pertandingan sesunguhnya setelah sembuh dari cedera. Sebelumnya dia (Firman, red) hanya berlatih bahkan saat Sriwijaya ke Hongkong menang 2-1 atas Pegasus (15/3) lalu Firman tidak diikut sertakan,” kata asisten manajer Sriwijaya FC Jamaluddin.
Kembalinya Firman terbilang mengesankan. Pemain yang dipercaya sebagai kapten pada laga yang disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) George Toisutta dan ribuan pasang mata itu, beberapakali pamer skill individu. Tak jarang kelahiran 15 Desember 1981 ini, memberikan krosing akurat dan umpan terobosan memanjakan pemain depan.
Tidak hanya itu, sepanjang laga 2 x 20 menit pemilik tinggi 165 cm dan berat 58 kg ini, terlihat cukup konsisten. Bahkan menjelang bubaran pertandingan mantan pemain Arema Indonesia dan Persija Jakarta ini sukses mempersembahkan gol lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. “Penampilan Firman hari ini cukup mengagumkan. Dia sudah bisa menjawab keraguan publik akan peformanya pascacedera,” tukas dia.
Firman sendiri mengaku senang bisa kembali beraksi dirumput hijau. Dia mengaku sudah tidak sabar untuk kembali turun pada laga sebenarnya atau kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL). “Kalau diturunkan lawan Persiwa Wamena besok saya siap,” timpal Firman.
Namun Firman ogah memaksakan diri. Dia menyerahkan sepenuhnya kepercayaan tersebut kepada pelatih Ivan Venkov Kolev. “Kalaupun saya siap, tapi pelatih tidak menghendaki gimana. Kami tahu pelatih tahu kondisi setiap pemain dan pelatih paham situasi yang ada dalam tim,” tukas pria asal Manado ini. (mg42)

Profil
Nama lengkap : Firman Utina
Pangilan : Firman
Tanggal lahir : 15 Desember 1981
Tempat lahir : Manado,
Tinggi : 165 cm
Berat : 58 kg
Posisi bermain : Gelandang
Karir klub : Indonesia Muda Manado (1993-94), Bina Taruna Manado (1995-98), Persma Junior (1998-99), Persita Tangerang (2000-04), Arema Malang (2005-06), Persita Tangerang (2007-2008), Pelita Jaya (2008-2010), Persija Jakarta (2010-.?.)
Karir Timnas : Piala Pelajar Asia U-19 (2000), SEA Games (2001, 2003), Pra-Piala Asia (2001, 2004), Piala Asia (2007), Pra-Olimpiade (2003), dan Piala Tiger (2004).
Prestasi : Juara Copa Dji Sam Soe 2005 & 2006 dan pemain terbaik Copa Dji Sam Soe 2005

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Raih Kemenangan Di Hongkong

Selasa, 15 Maret 2011.
Sebuah hasil menggembirakan bagi sepak bola Indonesia datang dari Sriwijaya FC (SFC) yang melawat ke Hongkong. Dalam lanjutan babak penyisihan grup F kompetisi AFC Cup, Laskar Wong Kito sukses menaklukkan tuan rumah TSW Pegasus 1-2, Selasa (15/03).

Tampil di kandang tidak membuat tim asuhan Ivan Kolev itu tegang. Laga baru berjalan tiga menit mereka sudah unggul cepat melalui tendangan Keith Kayamba Gumbs dari sisi kiri pertahanan Pegasus. Skor 0-1 untuk SFC itu bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, SFC yang tetap tampil mendominasi harus rela kebobolan di menit ke-72 melalui gol legiun asing Pegasus, Leandro Silva. Pemain bernomor punggung 28 itu sukses menyarangkan bola ke gawang Ferry Rotinsulu setelah memanfaatkan lengahnya barisan pertahanan SFC.

Skor 1-1 sepertinya akan mengakhiri laga tersebut. Namun, injury time 5 menit yang diberikan wasit Sgt Win Cho dari Myanmar sukses dimanfaatkan dengan baik oleh SFC. Mereka mampu mencetak gol melalui Claudiano Alves Dos Santos, yang turut maju ke depan. SFC pun sukses menuai kemenangan dengan skor 1-2.

Hasil positif ini membawa Sriwijaya FC berada di urutan kedua klasemen Grup F dengan mengemas 4 poin. Posisi teratas grup ini masih diduduki Song Lam Nghe An Vinh (Vietnam) yang di laga lain juga menuai kemenangan atas VB Sports (Maladewa).
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Minta Revisi Jadwal

Minggu, 13 Maret 2011.
Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex cukup prihatin dengan jadwal padat kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Selain ada agenda timnas, Laskar Wong Kito juga harus melakoni AFC Cup. Tak heran dengan pertandingan yang sangat padat membuat putra sulung gubernur Sumsel ini akan melayangkan surat untuk merubah jadwal pertandingan Sriwijaya FC di ISL .
“Ini tidak adil dibandingkan dengan Arema dan Persipura, jadwal pertandingan Sriwijaya FC sangat padat. Kami akan melayangkan surat kepada PT Liga Indonesia (PT LI) untuk meminta perubahan jadwal. Kasihan para pemain Sriwijaya FC bertanding terus tanpa ada recovery yang maksimal,” tegas Dodi saat dihubungi wartawan koran ini kemarin.
Lebih lanjut anggota DPR RI ini berharap PT Liga bisa menyikapi permasalahan yang ada di tubuh Sriwijaya FC. Pasalnya Laskar Sriwijaya bertanding di pentas AFC Cup juga membawa nama bangsa Indonesia. Sepatutnya PT LI memberikan jadwal yang tidak terlalu mepet dengan kompetisi domestik.
Sumber http://sumeks.co.id
“Kami harap PT Liga Indonesia bersikap fair dan mengedepankan nama bangsa. Karena Sriwijaya FC bertanding bukan saja membawa nama Sumsel tapi juga menjunjung martabat bangsa dan negara,” harap Dodi.
Selain itu pria berkacamata ini juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat Sumsel untuk terus mendukung dana memberikan support kepada para pemain Sriwijaya FC. Musim ini Sriwijaya FC mendapatkan ujian berat. Selain jadwal padat, banyak pemain yang cedera itu ditambah lagi prestasi Sriwijaya FC belum stabil.
“Percayalah banyaknya masalah ini membuat Sriwijaya FC semakin kuat. Buktinya musim kemarin begitu banyak permasalahan terutama kasus pemukulan suporter sempat membuat tim SFC down. Tapi perlahan-lahan semua kejadian buruk bisa dilalui dengan baik. Itu semua berkat dukungan dan doa seluruh masyarakat Sumsel. Akhirnya perlahan tapi pasti Sriwijaya FC bisa bangkit dari keterpurukan yakni merebut juara Piala Indonesia ketiga kali berturut-turut,” pintanya.
Selanjutnya...
0

Berharap Tenaga Firman

Sabtu, 12 Maret 2011.
Lini tengah Sriwijaya FC bakal semakin komplet saat melawan TSW Pegasus FC. Sebab, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bakal diperkuat gelandang terbaiknya, Firman Utina. “Kondisi Firman terus menunjukan progres,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev.
Firman sapaan Firman Utina sendiri sudah bergabung bersama Laskar Wong Kito sejak, Rabu (9/3) lalu. Dengan kondisinya yang membaik, mantan pemain Pelita Jaya itu sudah menjalani latihan seperti biasanya.
Bergabungnya Firman Utina jelas menjadi angin segar bagi Laskar Sriwijaya. Sebab, saat ini tim juara double winner 2007 itu sangat butuh suntikan pemain sekelas Firman Utina. Terlebih, saat berlaga di AFC Cup, Sriwijaya bakal kehilangan dua gelandang asingnya. Yakni, Kim Yoong Hee dan Lim Joon Sik. Keduanya tak bisa dipakai lantaran belum terdaftar ke AFC. Duo Korea Selatan (Korsel) baru bisa didaftarkan ke AFC bila Laskar Sriwijaya lolos delapan Rata Penuhbesar AFC Cup.
Dengan kondisi itu, coach Ivan Kolev hanya menyisakan beberapa pemain tengah. Seperti, Ponaryo Astaman, Mahadirga Lasut dan Ade Suhendra. Otomasti,s hadirnya Firman Utina bisa menopang kerja keras Ponaryo dkk.
Sebelumnya, Firman sempat absent dibeberapa laga baik Indonesia Super League (ISL), Playoff Liga Champion Asia (LCA) dan AFC Cup. Pemain kelahiran Manado, 15 Desember 1981 terpaksa diparkir lantaran mengalami cedera lutut kambuhan saat melawan Persisam Putra Samarinda (16/1) lalu.
Bahkan, dengan cedera bawaan dari Timnas itu, mantan pemain Persija Jakarta itu harus menjalani operasi. Sehinga, hampir selama dua bulan, mantan pemain Persita Tangerang itu tak bergabung bersama Sriwijaya.
“Kondisi Firman memang sudah membaik. Tapi, kami belum bisa memastikan apakah Firman bisa dimainkan atau tidak. Mudah-mudahan saat melawan Begasus nanti, kondisinya bisa sembuh seratus persen. Sehingga, bisa diturunkan,” timpal asisten Manajer Sriwijaya FC, Jamaluddin, kemarin (10/3)
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Start Buruk Laskar Wong Kito

Minggu, 06 Maret 2011.
Sriwijaya FC mengawali putaran kedua musim ini dengan hasil buruk. Tim berjuluk Laskar Wong Kito harus tumbang 0-1 (0-0) dari tim juru kunci, Pelita Jaya di Stadion Singaperbangsa Kerawang, kemarin (5/3).Gol semata wayang The Young Guns (julukan Pelita Jaya) diciptakan oleh pemain anyar, Safee Sali pada menit ke-63. Gol ini sekaligus gol perdana bagi pemain Timnas Malaysia ini bersama Pelita Jaya.
“Saya kecewa dengan hasil ini. Babak pertama kami mampu menahan mereka. Tapi, hasil berkata lain. Tapi, anak-anak mampu bekerja keras untuk memberikan permainan terbaiknya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, usai pertandingan, kemarin (5/3).
Bukan hanya sebagai start buruk bagi Sriwijaya, kekalahan ini juga menjadi beban berat bagi skuadra Ivan Kolev merebut scudetto. Sebab, jarak Laskar Sriwijaya dengan para rivalnya bakal semakin jauh, lantaran masih bertengger di peringkat ke-6.
Terlebih dari sang capolista Persipura Jayapura yang telah mengoleksi 32 poin. Selisih 9 angka dari Sriwijaya yang mengoleksi 23 poin. Tapi, Sriwijaya lebih banyak bertanding (15-14).
Selain itu, kekalahan itu juga semakin memperpanjang rentetan hasil kurang memuaskan tim double winner 2007. Setelah tumbang 0-4 dari Al-Ain pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA), (19/2). Kemudian, pada laga sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 dari VB Sport pada laga perdana grup F, LCA, (1/3).
Sriwijaya sendiri sebenarnya tak terlalu buruk saat menjalani laga perdana putaran kedua musim ini. Dibuktikan, tanpa beberapa pemain kunci, seperti Arif Suyono, Muhammad Ridwan, Ponaryo Astaman, dan Firman Utina yang masih bergelut dengan cedera. Babak pertama, tim double winner 2007 itu mampu mempertahankan gawangnya.
Ya, meski sepanjang pertandingan terus tertekan, tetap saja, Claudiano Alves do Santos dkk mampu menahan gempuran Safee Sali dkk. Sehingga skor tak berubah 0-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tetap saja Sriwijaya terus tertekan. Tim tuan rumah membuka peluang lewat tendangan jarak jauh Juan Ramirez di menit 50. Sayang masih jauh dari sasaran.
Pada menit 59, kembali kepala Safee menebar ancaman. Safee kembali berhasil melepaskan tandukan keras di kotak penalti Sriwijaya. Namun kali ini mampu digagalkan kiper Ferry Rotinsulu.
Petaka datang bagi Sriwijaya pada menit ke-63. Setelah pemain anyar Pelita Safee Sali mampu menciptakan gol di awal debutnya. Mantan striker Selangor FC ini berhasil memanfaatkan bola sapuan bek Sriwijaya Bobby Satria. Tendangan keras Safee kali ini gagal dibendung kiper Ferry Rotinsulu. 1-0 sementara Pelita memimpin.
Unggul satu gol, membuat Pelita semakin garang. Tapi, sayang semua peluang belum mampu menciptakan gol. Sementara, peluang Sriwijaya tercipta pada menit ke-81. Lewat tandukan Keith Kayamba Gumbs di mulut gawang Pelita. Tapi, sayang tandukannya masih tepat mengarah ke kiper Made Kadek Wardhana. Alhasil skor 1-0 untuk Pelita hingga laga usai.
Gagal memetik poin, Sriwijaya langsung fokus pada pertandingan selanjutnya. Melawan Semen Padang, di Stadion Agus Salim, Padang, (8/3) nanti.
Sementara, gol tunggal Safee Sali menjadi modal bagi Pelita menjalani putaran kedua ini. Sebab, kemenangan ini menuntaskan kebuntuan The Young Guns yang sebelumnya mengalami kekalahan pada tiga laga berturut-turut.
Selain itu, kesuksesan tiga poin ini langsung mendongkrak peringkat Pelita dari juru kunci. Pelita naik satu peringkat ke-14 dengan 13 poin menggeser Bontang FC, yang masih mengoleksi 11 poin.
“Kami bersyukur dengan kemenangan ini. Mudah-mudahan ini menjadi awal baik kami untuk memperbaiki peringkat pada putaran kedua musim ini,” kata asisten pelatih Pelita Jaya, Djadjang Nurjaman, kemarin.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

GELORA SRIWIJAYA Kim Turun, Lim Belum Jelas

Jumat, 04 Maret 2011.
Sriwijaya FC bakal mendapat amunisi baru saat menjalani laga perdana putaran kedua Indonesia Super League (ISL), melawan Pelita Jaya, besok (5/3). Pasalnya, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bakal diperkuat pemain asing yang baru diikat. Yakni, Kim Yong-Hee
“Insyaallah Kim bisa dimainkan. Sebab, semua berkas sudah tidak ada masalah. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (3/3).
Meski demikian, anggota DPRD Banyuasin itu masih akan memastikan ke PT Liga. “Kita lihat dulu peraturannya. Apakah akumulasi kartu atau tidak. Bila ya, apakah kartu dari klub asanya juga termasuk. Itu semuanya masih akan kami tanyakan,” lanjut pria berkacamata itu.
Kim dimungkinkan turun lantaran administrasi mantan pemain Jeonbuk Hyundai Motors itu sudah masuk ke PT Liga sebelumnya. Yakni, saat memperkuat Persiba Balikpapan. “Sekarang ini tinggal pengesahan dan berkas perpindahan dari Persiba ke Sriwijaya. Jika semuanya sudah selesai, kemungkinan besar bisa dimainkan,” lanjut pria asal Payaraman itu.
Pemain kelahiran Korea Selatan, 15 Oktober 1978 resmi bergabung bersama Sriwijaya enam bulan kedepan. Gelandang berpostur 175 cm itu diboyong dari Persiba Balikpapan dengan status meneruskan kontrak. Mantan pemain Incheon Korail sendiri dibanderol Sriwijaya kisaran Rp450 Juta.
Sementara, untuk pemain baru Lim Jun Sik belum bisa dipastikan turun. Lantaran, pemain berjersey nomor 4 itu masih menunggu International Transfer Certificate (ITC) yang belum kelar.
Nah, untuk mempercepat itu, Hendri sendiri langsung datang ke PT Liga untuk menanyakan legalitas Lim bergabung bersama Sriwijaya. “Saat ini PSSI sedang sibuk dengan pemilihan ketua umum. Siapa tahu tidak diurus oleh merak. Makanya, saya datang langsung untuk menanyakan proses ITC Lim. Mudah-mudahan Lim juga bisa dimainkan lawan Pelita,” pungkasnya. (mg43)

Nama: Kim Yong-Hee
TTL: Korea Selatan, 15 Oktober 1978
Tinggi: 175 cm
Posisi: Gelandang
Karir klub:
Seongnam Ilhwa Chunma (2001–2003)
Busan I'cons (2004)
Gwangju Sangmu Phoenix (Army) (2005–2006)
Busan I'Park (2007)
Jeonbuk Hyundai Motors (2008)
Gangneung City FC (2009)
Incheon Korail (2009)
Persiba Balikpapan (2010)
Sriwijaya FC (2010)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

PELITA vs SFC

Kamis, 03 Maret 2011.
Sriwijaya FC beruntung bisa mengikat Jajang Mulyana. Paling tidak pelatih Ivan Venkov Kolev bisa mendapat banyak informasi, soal kekuatan dan kelemahan Pelita Jaya Karawang yang notabene mantan klub pemain kelahiran Sumedang, 23 Oktober 1988 tersebut. “Pasti lah Jajang tahu banyak kekuatan dan kelemahan mantan klubnya sendiri,” jelas Kolev sapaan akrabnya kemarin, (2/3).
Meski demikian, mantan pelatih Persipura dan Persija itu, enggan mengutarakan informasi yang sudah didapat. Menurutnya semua masih menjadi kajian dan tetap harus dirahasiakan. ”Untuk strategi yang kami siapkan jelas masih rahasia. Yang jelas kami telah banyak mengantongi kekuatan dan kelemahan Pelita. Walau Jajang sendiri tidak bisa kami turunkan lantaran sudah termasuk dalam perjanjian kontrak,” tambah dia.
Selain itu, Kolev juga memanfaatkan video rekaman hasil pertandingan. Yakni pada pertemuan awal di putaran pertama Djarum Indonesia Super League (DISL) (9/2) lalu, saat Sriwijaya mampu mengalahkan Pelita 2-1. Dua gol tim Bumi Sriwijaya diciptakan oleh Ponaryo Astaman menit ke-30 dan Arif Suyono pada menit 90. Sedangkan satu-satunya gol balasan Pelita dilesatkan Joko Sasongko menit 84.
“Kalau melihat rekaman video hasil pertandingan sepertinya masih banyak yang perlu dievaluasi. Paling tidak koordinasi lini depan dan konsentrasi pemain belakang,” tambah dia.
Sementara itu Jajang Mulyana dipastikan absent lawan mantan klubnya Pelita. Pasalnya, ini sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dari kubu Sriwijaya maupun Pelita Jaya. Yakni, tidak bisa memakai tenaga Jajang saat Sriwijaya bertanding melawan Pelita Jaya.
“Salah satu persyaratan yang diajukan pihak Pelita seperti itu. Kami tidak mempermasalahkan. Jajang juga tidak mempermasalahkan dengan perjanjian yang telah dibuat,” ungkapnya.
Bersama Sriwijaya, anak pasangan dari Roat dan Cucu Mintarsih itu bakal memakai jersey 25. “Jajang resmi mekai nomor 25. Saat ini sudah mulai kami daftarkan ke PT Liga, termasuk biodatanya,” ungkap, pegawai skretariat PT SOM, Hendri Rizal. (mg42/mg43)

Nama: Jajang Mulyana
TTL: Sumedang, 23 Oktober 1988
Posisi: Striker
TB/BB: 182 cm/75 kg
No: 25
Bapak:Roat
Ibu: Cucu Mintarsih
Kekasih: Ananda Rinata
Karir Klub:
2005: Persib Junior
2006: Pelita Jaya
2008: Bogvista SC (Brazil)
2009: Pelita Jaya

Timnas:
2006: Timnas Indonesia U-23 ASEAN Games
2007: Timnas U-23 SEA Games dan kualifikasi Olimpiade

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

AFC Cup: Sriwijaya FC Tertahan VB Sports

Selasa, 01 Maret 2011.
Sriwijaya FC harus berbagi angka dengan tamunya VB Sports di fase grup F Asian Football Confederation (AFC) Cup, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (1/2) dengan kedudukan 1-1.

VB Sports unggul lebih dulu lewat Ali Ashad di menit 55. Namun SFC cukup beruntung setelah Douglas melakukan gol bunuh diri di menit 67.

Tanpa skuad utamanya SFC mengawali permainan yang berlangsung dalam tempo lamban. Meski demikian sejak menit awal Gumbs cs beberapa kali mendapatkan peluang namun gagal dituntaskan.

Jelang menit ke-6, Rendy Siregar menerima kartu kuning setelah menabrak Abu Desmond. Pada menit ke-11 lini belakang SFC yang dikawal Bobby dan Jufriyanto sempat kecolongan melalui Ashad. Untung saja tendangan penyerang VB Sports ini masih melenceng ke kiri gawang.

Selanjutnya SFC masih menguasai lapangan. Namun serangan balik tim tamu selalu merepotkan. Bahkan memasuki menit ke-30, Ade Asdhad, pemain depan tim tamu, berhasil lolos dari perangkap offside. Namun tendangannya melenceng ke gawang kosong, padahal Ferry yang terkecoh sudah meninggalkan gawang.

Selanjutnya SFC mencoba terus menekan. Menjelang menit ke-40 kembali mendapatkan peluang namun tendangan Arif masih mengenai tiang gawang, sementara sundulan Kayamba masih diamankan kiper Imran.

Jelang menit akhir Jufriyanto menerima kartu kuning karena melakukan pelanggaran berbahaya kepada penyerang tim tamu. Praktis tidak ada peluang matang tercipta hingga turun minum kedudukan bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua permainan tetap berlangsung dalam tempo lambat. VB Sports menarik pemainnya, Lareef, dan memasukkan Qasim Shamweel. SFC benar-benar kecolongan. Melalui serangan balik striker VB Sports Ashad berhasil menjebol gawang Ferry Rotinsulu di menit 55 menuntaskan umpan Shamweel usai memperdaya Jufriyanto.

SFC pun mencoba meningkatkan serangan, namun permainan keras diperagakan Ponaryo sehingga menerima kartu kuning. Kolev kemudian menarik keluar Ponaryo Astaman yang cedera digantikan Ade Suhendra dan Jufriyanto diganti Claudiano Alves dos Santos.

Masuknya kedua pemain ini cukup merubah alur serangan Sriwijaya FC. Dua peluang matang diperoleh Kayamba namun gagal dituntaskan. Serangan terus dilancarkan SFC, hingga di menit 67 SFC menyamakan kedudukan melalui gol buruh diri tim tamu.

Gol bunuh ini bermula dari aksi Ade Suhendra yang mencoba memberikan umpan ke depan gawang dan coba dipotong bek tim tamu Santos Douglas tetapi justru meluncur ke gawang Imran di menit ke-67.

SFC berusaha untuk mencetak gol namun tiga peluang gagal diselesaikan Supardi dan Kayamba serta Budi. Pergantian pemain dilakukan VB menarik Ismail digantikan Ali Umar. Sementara itu Kolev menarik keluar Arif dan memasukkan M Rifky. Sementara kartu kuning diberikan wasit kepada Ismail yang melakukan diving. Hingga pertandingan berakhir kedudukan 1-1 untuk kedua tim
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |