0

Hadapi Sriwijaya FC, Abdurahman Gurning Merendah

Senin, 30 Mei 2011.
Pelatih PSPS Pekan Baru Abdurahman Gurning tidak mau sesumbar target pada laga melawan Sriwijaya FC di Palembang, Rabu (1/5).

Meskipun hanya terpaut dua poin dengan Sriwijaya FC pada klasemen sementara, tapi Gurning tetap merendah dan memandang tim lawan memiliki kemampuan lebih baik.

Sriwijaya FC berada di peringkat enam dengan 35 poin, sementara Asykar Bertuah berada di peringkat tujuh dengan 33 poin.

"Siapa pun tahu Sriwijaya FC memiliki materi pemain berkualitas dengan pemain pelapis yang tidak jauh berbeda dengan pemain inti. Sementara, PSPS memiliki materi pemain inti dan pelapis yang sangat jauh berbeda," ujar Gurning di Palembang, Senin.

Selain itu, laga nanti akan digelar di kandang Sriwijaya FC yang tentunya mendapatkan dukungan penuh kelompok suporter.

"Di kandang kami saja Sriwijaya FC bisa menang, jadi sangat sulit bagi kami untuk menang di Palembang. Target yang paling realistis adalah mencuri poin saja," kata dia.

Meskipun demikian, target menang tetap dipasang, apalagi para pemainnya sedang dalam motivasi tinggi setelah mengalahkan Pelita Jaya 1-0.

"Pertandingan melawan Sriwijaya FC sangat menentukan peringkat PSPS pada klasemen sementara. Sehingga kami akan tampil habis-habisan apalagi mendekati akhir kompetisi semua tim pasti akan berjuang maksimal," ujar dia.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Hadapi Chonburi, Sriwijaya Andalkan Serangan Balik

Selasa, 24 Mei 2011.
Sriwijaya Football Club (SFC) akan mengandalkan taktik serangan balik untuk menghadapi Chonburi FC pada babak 16 besar Asian Football Confederation (AFC) Cup di Thailand, Rabu (25/5), kata Asisten pelatihnya, Kas Hartadi.

"Bermain di kandang lawan tidak bisa disamakan seperti saat bermain di kandang sendiri. Akan lebih baik Sriwijaya FC menerapkan taktik serangan balik, dibandingkan bermain terbuka," ujar Kas yang dihubungi dari Palembang, Selasa.

Dia menjelaskan, SFC akan mencoba memancing pemain Chonburi FC untuk menyerang, agar mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik.

"Para penyerang kita akan menunggu para pemain Chonburi lengah, karena terlalu berambisi menyerang. Jika momennya tepat, maka peluang untuk menciptakan gol akan didapatkan oleh para striker kami," kata dia lagi.

Menurut dia, pematangan strategi serangan balik itu telah dilakukan oleh tim sejak sepekan terakhir.

"Dalam sepekan terakhir, latihan lebih difokuskan pada pengembalian fisik dan pematangan strategi. Materi latihan yang saya berikan merupakan arahan dari pelatih Ivan Kolev," ujar dia.

Dia menambahkan, pelatih Ivan Kolev tidak dapat bergabung dalam masa persiapan, karena menjalani pelatihan untuk mendapatkan lisensi pelatih profesional di Bulgaria.

"Saat ini Kolev sudah bergabung dengan tim. Dalam latihan tadi pagi, dia masih menyempurnakan dan memantapkan strategi yang akan digunakan pemain," kata dia lagi.

Berkaitan dengan posisi penyerang, Kas mengungkapkan Rudi Widodo akan diplot di lini depan menggantikan Keith Kayamba Gumbs yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning.

"Dalam beberapa kali latihan, Rudi diplot untuk mengantikan Kayamba. Sementara, di posisi sayap kiri menempatkan Budi Sudarsono, dan sayap kanan menempatkan Arif Suyono," kata dia pula.

Gelandang andalan SFC, Ponaryo Astaman, mengatakan siap tampil habis-habisan pada laga "hidup mati" itu.

"Jika kalah, maka langkah SFC akan terhenti. Artinya tidak ada pilihan lain selain tampil all out. Peluang gelar SFC tinggal pada ajang AFC Cup, sementara pada Liga Super sudah tidak mungkin lagi," ujar dia.

Menurut dia, meskipun lawan yang hadapi terbilang berat, tapi dengan motivasi tinggi dan mau bekerja keras diharapkan SFC akan memetik kemenangan.

"Nantilah bicara hasil, siapa yang tidak ingin menang. Yang terpenting adalah mau bekerja keras," kata mantan pemain Timnas ini.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Kayamba Absen Saat Hadapi Chonburi FC

Senin, 16 Mei 2011.
Sriwijaya Football Club (SFC) akan tampil tanpa kapten tim yang biasa memimpin, Keith Jerome Kayamba Gumbs, pada babak 16 besar Asian Footbal Confederation (AFC) Cup melawan Chonburi FC, Thailand, di Thailand, 24 Mei nanti, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin.

"Kayamba telah mendapatkan dua kartu kuning selama memperkuat tim di ajang AFC Cup, sehingga pada laga nanti dipastikan tidak dapat memperkuat tim," kata Hendri, di Palembang, Senin.

Dia menjelaskan, Kayamba telah mendapatkan kartu kuning pertama pada laga melawan Song Lam Nghe An (Vietnam), 13 April lalu, dan kartu kuning kedua pada pertandingan menghadapi TSW Pegasus (Hongkong), 11 Mei.

"Sementara ini baru Kayamba yang dipastikan tidak dapat tampil. Sedangkan, pemain lain yang masih dibekap cedera akan dilihat kondisi terakhirnya," ujar dia pula.

Pelatih SFC, Ivan Kolev, tak membantah kondisi itu akan mempengaruhi kekuatan tim.

"Memang Kayamba adalah salah satu pemain andalan kami. Tanpa kehadirannya akan cukup merepotkan. Tapi, saya tetap optimistis dengan kekuatan yang ada," kata Kolev.

Kehilangan Kayamba menjadi kerugian bagi "Laskar Wong Kito".

Mantan pemain Hull City (Liga Inggris) itu adalah pemain andalan di lini depan.

Pada ajang Liga Super Indonesia, Kayamba telah membukukan 7 gol, sedangkan pada ajang AFC Cup berhasil mencetak 4 gol.

"Beberapa pemain depan masih dapat dioptimalkan untuk mengatasi kondisi ini. Meskipun sulit, tapi kami tetap mematok target lolos ke semi final," ujar pelatih asal Bulgaria ini lagi.

Para pemain SFC mendapatkan libur selama satu pekan, seusai memenangkan pertandingan melawan TSW Pegasus pada fase penentuan Grup F AFC Cup, Rabu (11/5).

Menurut Asisten pelatih SFC, Kas Hartadi, para pemain itu diliburkan 12-17 Mei ini.

"Jika ada yang ingin pulang kampung, kami diizinkan. Saya saja saat ini sudah berada di Solo untuk mengunjungi keluarga," kata Kas yang dihubungi dari Palembang itu pula.

Menurut dia, libur selama satu pekan itu dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan kondisi fisik dan mental para pemain, setelah menjalani jadwal pertandingan yang terbilang padat selama satu bulan.

"Liburan ini diharapkan dapat membuat para pemain bugar kembali secara fisik dan mental. Apalagi, beberapa laga sebelumnya sangat berat bagi pemain karena merupakan laga hidup mati," ujar dia.

Dia pun mengharapkan, para anak asuhnya dapat memanfaatkan libur itu sebaik-baiknya dengan tidak lupa menjaga kondisi fisik.

"Bagi pemain yang kangen dengan keluarga dapat melepas rindunya saat libur ini, sehingga saat turun bertanding nanti sudah penuh dengan semangat," kata dia pula.

Namun bagi pemain yang masih dibekap cedera, dapat memanfaatkan kesempatan libur ini untuk fokus dalam penyembuhan.

"Laga babak 16 besar nanti terbilang berat bagi tim, yakni menghadapi Chonburi di Thailand. Dibutuhkan sekali pemain yang berada dalam kondisi bugar untuk mendapatkan hasil maksimal. Saya rasa waktu seminggu sangat cukup untuk mengembalikan kebugaran pemain," ujar Kas Hartadi lagi.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Ivan Kolev: Chonburi FC Adalah Tim Tangguh

Sabtu, 14 Mei 2011.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev tak segan-segan menyebut Chonburi FC (Thailand) sebagai tim tangguh yang bakal menyulitkan Ponaryo dkk pada babak 16 besar AFC Cup, 25 Mei nanti.

Maklum saja, tim asuhan pelatih Wittaya Hloagune itu memang syarat prestasi. Pada musim kompetisi 2009, mereka berada di urutan kedua Liga Primer Thailand dan menjadi juara AFC Cup. Sementara, pada tahun 2010, mereka finis pada posisi ketiga liga domestik dan masuk semi-final AFC.

"Chonburi adalah tim tangguh. Tim ini bisa dikatakan akan menjadi tim yang paling sulit dihadapi selama keikutsertaan pada ajang AFC Cup," ujar Kolev di Palembang, Jumat (13/5).

Dia menambahkan, tim ini sulit dikalahkan karena telah berprestasi pada ajang internasional dan memiliki sejumlah pemain berkualitas.

"Chonburi adalah tim elite asal Thailand. Memang secara kualitas permainan Indonesia dan Thailand tidak jauh berbeda, tapi menjadi berbeda karena tim ini telah membuktikan prestasinya melebihi tim-tim wakil Indonesia," ujar pelatih asal Bulgaria ini.

Dia menambahkan, sebagai buktinya tim wakil Indonesia lainnya yakni Persipura Jayapura sempat dicukur 4-1 saat bertandang ke Thailand beberapa waktu lalu.

"Hasil Persipura dapat dijadikan gambaran bagaimana kualitas dari Chonburi. Tapi, hal itu tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan karena dalam sepakbola apapun dapat terjadi asalkan mau berusaha keras," kata dia.

"Chonburi memiliki enam pemain timnas Thailand dan pemain asing yang berkualitas. Hal ini menjadi kekuatan mereka," kata dia.

Meski demikian, Kolev tetap optimistis meraih kemenangan pada laga nanti.

"Keberhasilan lolos ke babak 16 besar telah membangkitkan kepercayaan diri pemain bahwa mereka mampu untuk mengalahkan Chonburi nanti," ujar mantan pelatih timnas Indonesia ini.(gk-23).
s
Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Minta Jaminan Berlaga di AFC Cup

Sriwijaya Football Club (FC)minta jaminan supaya tetap ikut Piala Asian Football Confederation (AFC) terkait adanya permasalahan ditubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Klub Laskar Wong Kito itu minta jaminan kepada pihak PSSI agar tetap ikut Piala AFC, kata Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC, H Hendri Zainuddin di Palembang, Sabtu.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat permohonan kepada Komite Normalisasi PSSI supaya Sriwijaya FC tetap bisa ikut pada Piala AFC.

Surat permohonan jaminan dikirimkan hari ini yang diharapkan semua pihak mendukung, kata dia.

Hal ini karena kesebelasan milik masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut sudah masuk 16 besar, ujar dia.

Setelah mengalahkan TSW Pegasus di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang lalu, tim yang dilatih Ivan Kolev itu akan menghadapi kesebelasan Chonbori Thailand, ujar dia.

Karena itu pihaknya akan berangkat menuju Thailand (23/5) sehingga perlu dukungan bersama, kata dia lagi.

Bahkan, menurut dia, keberangkatan mengikuti babak 16 besar tersebut membutuhkan dana Rp250 miliar.

Karena itu pihaknya minta jaminan resmi pada pihak terkait terutama PSSI karena sekarang organisasi sepak bola tersebut sedang menghadapi permasalahan yang dikhawatirkan nantinya dikenakan hukuman dari FIFA, kata dia.

Menurut dia, kalau ada hukuman dari FIFA maka dikhawatirkan Sriwijaya FC tidak bisa ikut Piala AFC.

Sebenarnya keikutsertaan pada Piala AFC itu bukan saja membela nama Sumsel tetapi juga Indonesia, ujar dia.

Karena itu pihaknya memerlukan dukungan bersama sehingga pada Piala AFC berlangsung sukses, tambah dia.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Tuntut tak Perpanjang Kolev

Minggu, 08 Mei 2011.
Kompetisi Indonesia Super League (ISL) memang baru berakhir bulan Juni mendatang. Tapi banyak tekanan bermunculan untuk tidak memperpanjang kontrak pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev. Tuntutan untuk tidak memperpanjang kontrak tactician kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu salah satunya datang dari kelompok suporter di bawah bendera Singa Mania.
Tuntutan itu muncul lantaran jebloknya hasil yang ditorehkan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) musim ini. Ya, Sriwijaya saat ini masih bercokol di peringkat ke-6 ISL. Dengan torehan 34 poin. Praktis, hasil itu bakal sulit dilakukan oleh Laskar Sriwijaya untuk mengejar sebagai juara kompetisi di Tanah Air. Lantaran, para rivalnya sudah leading lebih jauh dari Sriwijaya. Seperti Persipura Jaya Pura yang telah mengoleksi 47 poin.
Bukan hanya di ISL, skuadra Ivan Kolev juga memble di ajang AFC Cup. Ini dibuktikan, Sriwijaya sudah terseok-seok saat menapaki lolos 16 besar. Sriwijaya sendiri saat ini masih bercokol di peringkat ke-3 dengan 7 poin.
“Dulu di awal musim kalau gak salah Ivan Kolev dipasang target juara double winner. Dan mampu berbicara banyak di ajang internasional atau AFC Cup. Tapi, hasilnya apa? Sudah dipastikan ISL lewat. Sedangkan AFC Cup kami lihat sulit untuk tembus semifinal. Apalagi Piala Indonesia terancam batal. Artinya, musim ini Sriwijaya terancam tanpa gelar,” kata Ketua Umum Singa Mania, Dedi Franata.
“Praktis, dengan hasil ini yang paling bertanggung jawab adalah pelatih. Untuk itu, kami menuntut kepada manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak Ivan Kolev. Kalau untuk memecat sekarang tidak mungkin. Sebab, kompetisi sudah akan berakhir,” imbuhnya.
Sementara, kelompok suporter Beladas korwil Simanis juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil yang ditorehkan Sriwijaya saat ini. pasalnya, hasil itu meleset dari apa yang telah dipatok sebelumnya.
“Kalau untuk runner up saja sulit di ISL. Apalagi juara. Begitu juga dengan AFC Cup dan Piala Indonesia yang masih belum jelas. Jelas, kami kecewa dengan itu,” ungkap ketua Beladas korwil Simanis, Qusoi, kemarin (8/5).
“Apabila masyarakat Sumsel menginginkan untuk tidak amemperpanjang kontrak Ivan Kolev kami dukung saja. Yang penting saat ini mencari pengganti Ivan Kolev bila tidak diperpanjang kontrak,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Pesimistis Ke-16 Besar

Jumat, 06 Mei 2011.
Peluang Sriwijaya FC untuk lolos ke babak 16 besar AFC Cup tahun ini terasa sangat berat. Menghadapi VB Sport Rabu kemarin di Stadion Nasional Male, Laskar Sriwijaya julukan Sriwijaya FC harus bertekuk lutut dengan skor 0-2. Padahal secara kualitas Sriwijaya unggul segalanya atas VB Sport. Lihat saja dua tim dari grup F, Song Lam Nghe An dan TSW Pegasus saja bisa menang di kandang VB Sport. Sedangkan Keith Jerome Gumbs dan kawan-kawan tidak mampu meraih kemenangan. Apa yang salah dari tim juara Piala Indonesia 2010-2011 ini?
Pertanyaan ini muncul terus sejak pelatih Ivan Kolev membesut tim kebanggaan wong Sumsel ini. Sriwijaya FC selalu kesulitan menghadapai tim-tim kecil. Paskah menjuarai Inter Island Cup dan Community Shield awal musim kompetisi lalu, Laskar Sriwijaya kerepotan meraih kemenangan. Padahal Sriwijaya musim ini diperkuat pemain bintang dengan label timnas Indonesia dan mantan timnas.
Menjamu TSW Pegasus Hong Kong tanggal 11 Mei nanti pada laga terakhir penyisihan grup F AFC Cup para pemain Sriwijaya pesimistis untuk lolos ke babak kedua. “Kami capek dan kami butuh istirahat karena setiap hari latihan fisik dan beban sedangkan latihan strategi sama sekali sangat jarang bahkan tidak ada instruksi dari pelatih untuk latihan taktik,” ungkap Keith Jerome Gumbs kepada wartawan koran ini di hotel Marble Maladewa kemarin.
“Kami tidak hanya lelah fisik tapi juga lelah fikiran. Semuanya karena individu pemain tidak ada permainan kolektif layaknya sebuah tim besar. Padahal kami butuh kombinasi dan permainan yang variatif setiap pertandingan. Itulah mengapa Sriwijaya FC selalu kalah setiap pertandingan menghadaapi tim-tim kecil,” sambung kapten Sriwijaya FC ini.
Lebih lanjut kapten tim Sriwijaya FC ini tidak menampik kelelahan fisik memang tengah melanda tim Sriwijaya FC. Latihan beban yang berat dengan fitness ditambah lompat-lompat tiap hari selain itu menu latihan tidak variatif membuat pemain capek duluan sebelum bertanding. Kondisi ini membuat para pemain tidak enjoy saat bertanding. “Yang kami butuhkan sekarang rileks dan istirahat dengan porsi yang benar,” jela pemilik jersey 17 ini.
“Latihan berat dengan beban fisik tidak akan membantu lagi karena kompetisi semakin padat. Ini tidak bagus karena banyak pemain yang rentan cedera. Padahal saya pribadi baik sebagai kapten maupun sebagai pemain terus berbicara kepada pelatih tapi tidak pernah ditanggapi dengan serius bahkan porsi latihan malah ditambah berat,” lanjut mantan pemain Sabah FC Malaysia ini.
Pemain asal ST Kitts and Nevis ini membantah dirinya kurang fit saat menghadapi VB Sport. Justru Kayamba sapaan karibnya menilai penempatan posisinya salah. Biasanya Kayamba bermain di kiri atau di kanan bukan di tengah. “Aliran bola tidak mengalir ke lini depan karena para pemain sibuk lakukan pressing dan melupakan pertahanan. Saat lawan melakukan counter attack pemain lambat turun untuk mengover serangan lawan. Tak heran musim ini banyak melakukan pelanggaran,” tambahnya.
Sriwijaya FC tidak layak memainkan bola pressing karena factor umur. Kebanyakan pemain Sriwijaya FC berusia diatas 25 tahun bahkan ada yang berumur diatas 30 tahun. Butuh energy dan fisik prima untuk lakukan pressing. “Musim kemarin Sriwijaya sangat kompak saat di tangani pelatih Rahmad Darmawan menyerang secara kolektif dan bertahan secara kolektif. Menyerang dengan sabar dan turun bersama-sama menghalau serangan lawan. Musim ini pemain hanya melakukan pressing ketat dan inter save (buang bola). Saya berkali-kali bicara dengan pelatih tapi tidak pernah digubris bahkan porsi latihan fisik ditambah dengan berat. Saya sangat pesimistis Sriwijaya lolos ke babak 16 besar seperti tahun kemarin,” pungkas mantan Hulk City ini.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |