0

Okto Siap Dilepas Sriwijaya FC Musim Depan

Rabu, 20 Juli 2011.
Sriwijaya Football Club (SFC) terpaksa melepas penyerang sayap Oktovianus Maniani dari skuad tim musim depan (2011-2012), karena menilai dia kurang bersikap layak sebagai pesepak bola profesional, kata pelatih terpilih, Kashartadi.

"Manajemen dan pelatih SFC telah sepakat melepas Oktovianus sebagai pemain musim depan. Memang berat, tapi kami akan berupaya mencari pemain berkualitas sepadan dengan Okto," ujar Kas, saat dihubungi dari Palembang, Selasa (19/7).

Dia menuturkan, perilaku pemain menjadi pertimbangan mendasar manajemen SFC untuk memutuskan akan mempertahankan atau tidak seorang pemain dari skuat tim.

"Bukan masalah kecocokan harga saja yang menjadi pertimbangan, tapi masalah perilaku pemain juga menjadi pertimbangan manajemen. Untuk pemain lama, tentu perilaku pada musim lalu menjadi evaluasi," ujar dia lagi.

Ia tidak menampik, penyerang asal Papua itu memiliki kualitas bagus, sehingga mampu menyejajarkan diri dengan pemain-pemain senior meskipun masih berusia muda. Namun, menurut Kas, terkadang Okto tidak dapat menempatkan diri di lapangan sehingga cenderung bertindak sendiri.

"Sebenarnya hal ini tidak etis diungkapkan, tapi permainan Okto memang cenderung mengandalkan skill individu dibandingkan permainan tim. Kondisi itu kerap kali mengesalkan pelatih Ivan Kolev," ujarnya.

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Pilih Aldo atau Beto

Senin, 18 Juli 2011.
Siapa pemain yang bakal menggantikan posisi Lim Joon Sik musim depan masih belum jelas. Pasalnya, pemain PSPS, Herman Dzumafo Epandi yang santer akan merapat ke Sriwijaya FC dipastikan tidak akan direkrut.
Pembatalan itu dilatari tingginya harga yang dipatok. Pemain kelahiran Kamerun, 21 Februari 1980 itu mematok harga kisaran Rp1,5 Milyar. ”Terpaksa kami batalkan, sebab harganya terlalu tinggi. Dan siapa pemain yang akan gantikan Lim (Joon Sik), itu nanti belum bisa dipastikan,” ungkap Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin.
Tapi, isu yang berkembang, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) akan rekrut Aldo Bareto atau Alberto ”Beto” Goncalves Da Costa untuk mengisi satu kuota pemain asing yang tersisa.
”Bisa saja Beto (Goncalves Da Costa Red), karena permainannya bagus, atau lainnya. Tapi, semuanya masih akan dibicarakan dengan pelatih dan asisten pelatih,” lanjut anggota DPRD Banyuasin itu.
Kemungkinan rekrut Aldo sapaan Aldo Bareto atau Beto dikuatkan dengan pernyataan pelatih Kas Hartadi. Menurut pria asal Solo itu, dirinya tertarik dan ingin rekrut Aldo dan Beto. “Untuk pemain asing saya sudah incar beberapa nama. Kalau asing Asia ada Kenji. Non Asia ada Beto Goncalves atau Aldo Bareto,” ungkap pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.
Wajar, bila Sriwijaya kesengsem dengan Aldo dan Beto. Sebab, duo pemain asing tersebut sudah tak sing lagi dengan Indonesia Super League (ISL). Saat ini, Aldo Bareto perkuat Persiba Balikpapan dan Beto perkuat Persijap Jepara.
Tak hanya sudah tahu atmosfer ISL, dua asing tersebut juga termasuk striker yang haus gol. Aldo Bareto sendiri merupakan lumbung gol Persiba Balikpapan. Musim ini, Aldo telah ciptakan 16 gol dari 27 laga yang telah dijalani.
Tak kalah dengan Aldo, Beto juga termasuk pemain yang mempunyai naluri target man. Meski baru setengah musim bersama Persijap, Beto telah ciptakan 4 gol dari 14 laga. Sebelumnya, bersama Persipura, Beto telah ciptakan 18 gol dari 28 laga yang telah dijalani.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Pertahankan Ferry Rotinsulu

Senin, 11 Juli 2011.
Sriwijaya Football Club memastikan tidak akan melepas penjaga gawang Ferry Rotinsulu dalam tim pada musim kompetisi LSI 2011-2012, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin.

"Kami secara tegas mengatakan bahwa Ferry tetap dipertahankan dan tidak akan dilepas," ujar Hendri di Palembang, Senin.

Menurut dia, pernyataan itu untuk menjawab rumor yang menyatakan bahwa Ferry akan hengkang ke Persipura Jayapura.

"Ferry adalah salah satu pemain yang kami pertahankan musim depan, karena masuk dalam kerangka tim yang baru. Jadi, tidak benar jika dia bakal kami lepas," kata dia lagi.

Meskipun begitu, dia mengakui bahwa manajemen klub belum melakukan pembicaraan dengan Ferry untuk perpanjangan kontrak kerja, mengingat sejak kompetisi berakhir masih perlu menunggu hasil Kongres Luar Biasa PSSI.

"Pemain sebenarnya sudah tahu bahwa manajemen klub baru akan membuka pintu negosiasi setelah Kongres Luar Biasa PSSI digelar. Kami menginginkan memiliki gambaran mengenai kompetisi musim depan," ujar dia lagi.

Setelah KLB PSSI berlangsung sukses di Solo pada Sabtu (9/7) lalu, barulah manajemen klub menghubungi para pemain yang akan dipertahankan dan diburu.

"Kami akan melakukan negosiasi dengan Ferry perihal perpanjangan kontrak kerja dalam waktu dekat. Jika deal, maka akan dilanjutkan dengan penandatanganan, tapi jika tidak menemukan kata sepakat artinya memang Ferry ingin mencari klub lain," kata dia pula.

Ferry Rotinsulu adalah pemain yang memperkuat Sriwijaya FC pada awal terbentuk pada tahun 2005 lalu.

Pemain asal Palu ini diboyong ke Palembang setelah terjadi pembelian Persijatim oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.

Selama berseragam "Laskar Wong Kito", Ferry telah ikut berperan menorehkan beragam prestasi, seperti gelar Liga Indonesia, Piala Indonesia, Community Shield, dan Inter Island Cup.

Dalam perkembangan lain, penyerang Budi Sudarsono menyebutkan justru belum dihubungi oleh manajemen SFC untuk perpanjangan kontrak kerja hingga musim kompetisi 2011-2012.

"Hingga kini, saya belum dihubungi oleh manajemen Sriwijaya FC. Jadi, saya tidak tahu apakah akan dipertahankan atau dilepas," ujar Budi yang dihubungi dari Palembang itu pula.

Pemain asal Kediri ini mengaku "legowo", jika nantinya manajemen klub asal Sumsel ini tidak memakainya lagi pada musim kompetisi tahun depan.

"Bagi saya tidak masalah jika manajemen tidak menginginkan lagi. Ini hal yang lumrah dalam sepak bola profesional. Saya pun akan mencari klub lain," kata dia.

Budi pun memahami alasan jika nantinya dilepas oleh manajemen SFC yang dimotori oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri.

"Saya dengar SFC sudah dapatkan pelatih baru dan akan melakukan perombakan hingga 50 persen. Bisa jadi, pelatih barunya yang tidak menginginkan saya juga," ujar dia pula.

Secara terpisah, Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin mengungkapkan, hingga kini manajemen klub belum mengontrak seorang pemain pun.

"Hingga kini kami belum melakukan penandatanganan kontrak kerja pemain. Untuk Budi Sudarsono, masih dalam pertimbangan manajemen, mengingat dia bermain cukup baik pada akhir musim lalu," ujar dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Kas-Kayamba Gantikan Ivan Kolev

Minggu, 10 Juli 2011.
Seperti diprediksi sejak awal, Mr K yang dimaksudkan adalah empat nama yang kemudian mengerucut menjadi satu nama yang menjadi pilihan manajemen SFC, yakni Kas Hartadi. Pria asal Solo yang musim lalu menjadi asisten pelatih Ivan Kolev. Kayamba sang kapten menjadi asisten pelatih.

Dengan demikian, Kas sapaannya resmi menggantikan Kolev yang tidak lagi diperpanjang kontraknya untuk musim 2011/2012 mendatang.

Penunjukkan Kas juga mematahkan prediksi banyak pihak yang menyebutkan nama Jaya Hartono, Robert Rene Albert dan Ivan Kolev sebagai kandidat kuat pelatih musim depan.

"Kita menunjuk Kas dan Kayamba karena keduanya layak menjadi pelatih, berdasarkan pengalaman dan kemampuan keduanya," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Minggu (10/7/2011).

Seperti diketahui, sebelumnya manajemen memang menyeleksi empat orang yang memiliki nama inisial K yakni Keith Kayamba Gumbs, Vasil Kostadinov, Ivan Kolev dan Kas Hartadi. Namun Kas yang memenangkannya.

Mantan pelatih SFC U-21 ini dianggap kompeten untuk melatih Laskar Wong Kito musim depan. Dua musim bersama SFC dianggap waktu yang cukup bagi ayah Erick Cantona ini untuk menangani tim senior.

Pengalaman Kas sebagai pemain pun menjadi pertimbangan. Pelatih usia 38 tahun ini tercatat sebagai pemain papan atas di masa Liga Indonesia bernama Galatama. Dia menjadi tulang punggung Klub Kramayuda Tiga Berlian merajai Liga.

Kas pun tercatat sebagai pelaku sejarah yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia meraih emas terakhir di ajang SEA Games 1991. Setelah itu Indonesia tidak pernah meraih emas di ajang cabor bergengsi pada perhelatan olahraga se Asia Tenggara.

Kini SFC menggantungkan harapan kepada sosok pria yang dimasa keemasan dijuluki si Kijang dari Solo, karena kecepatannya selalu menjadi momok bagi para bek lawan. Kas sukar dihentikan, Bravo Kas!

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |