0

Inilah Tiga Tuntutan Sriwijaya FC Kepada PSSI

Senin, 26 Desember 2011.
PSSI mengirim perwakilannya untuk bertemu dan melakukan dialog dengan manajemen Sriwijaya FC terkait penyelesaian kisruh dualisme kompetisi, di hotel Swarna Dwipa, Palembang, Senin (26/12).

Pertemuan pengurus PSSI yang diwakili Rudi Kinanta (Direktur Legal), Farid Mubarok (anggota Komite Strategi) dan Wuryantoro (anggota Komite Media) bertemu dengan Augie Bunyamin (Direktur Keuangan) dan Faisal Mursyid, sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), selaku pengelola Sriwijaya FC.

Agenda pertemuan antara perwakilan PSSI dengan manajemen SFC, lebih pada diskusi tentang perkembangan sepak bola nasional dan mendengar keinginan Laskar Wong Kito terkait kisruh dualisme liga di Indonesia.

"SFC menuntut tiga hal kepada PSSI agar segera ditindak lanjuti demi kepentingan sepak bola nasional," ujar Augie kepada wartawan usai pertemuan dengan perwakilan PSSI.

Dikatakan Augie, tiga tuntutan SFC kepada PSSI antara lain, menyarankan agar seluruh stake holder klub ISL dipertemukan dalam satu forum supaya bisa merangkul Indonesia Super League (ISL). Selain itu, SFC menuntut PSSI agar surat dari Komdis berupa sanksi untuk SFC ditelaah kembali dan segera dicabut.

"Kami juga meminta pada PSSI agar tidak mengeluarkan statement yang menyudutkan klub dan pengelola ISL, termasuk yang menyudutkan nama atau bersifat pribadi agar suasana tidak semakin keruh," jelas Augie

Sementara Rudi Kinanta selaku Direktur Legal PSSI mengatakan, dialog dengan klub ISL merupakan tindak lanjut dari surat AFC dan FIFA yang menyarankan PSSI berdialog dengan klub-klub ISL.

"Sebelum kebijakan dari PSSI diputuskan, kami mengambil langkah komunikasi terlebih dahulu kepada klub ISL agar PSSI tetap solid dan kompetisi bisa bergulir sesuai harapan," ujar Rudi
Sumber http://www.duniasoccer.com
Selanjutnya...
0

Misi Rekonsiliasi Dimulai- 10 Orang Kepercayaan PSSI Mulai Bergerak

Pergerakan rekonsiliasi PSSI dimulai.Sepuluh orang kepercayaan PSSI mulai bekerja untuk menjalin kesepakatan dengan klub-klub yang selama ini membelot.

PSSI pun berharap klub-klub tersebut segera kembali bergabung di kompetisi resmi. Usaha rekonsiliasi harus dijalankan sejak FIFA menyurati PSSI beberapa hari lalu.Federasi sepak bola dunia tersebut meminta PSSI untuk sesegera mungkin menyelesaikan konflik dualisme kompetisi yang saat ini terjadi.FIFA pun memberi daedline20 Maret 2012 untuk penyelesaian masalah ini. Keluarnya surat peringatan langsung dari FIFA membuat PSSI pun tersentak.Tanpa membuang-buang waktu,rencana rekonsiliasi pun dilakukan.

Dalam waktu dua pekan,PSSI berharap masalah ini bisa tuntas.Karena jika masalah ini terus berlanjut,eksistensi persepakbolaan Indonesia di kancah internasional yang jadi taruhan. ”Hari ini (kemarin),tim kami sudah bergerak untuk berbicara langsung dengan klub-klub tersebut.Dalam dua sampai tiga hari ke depan,kami akan segera menyampaikan ke klubklub tersebut isi dari rekonsiliasi yang kami lakukan. Sudah ada sekitar sepuluh orang dari tim kami yang menemui masing-masing klub,” kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin,kemarin.

Djohar Arifin pun memaparkan isi agenda yang akan dibicarakan para utusannya tersebut.Salah satu hal yang dibicarakan adalah isi dari surat imbauan FIFA kepada PSSI untuk menyelesaikan konflik dualisme kompetisi.Solusi mencari jalan keluar terbaik akan disampaikan utusan PSSI kepada klub-klub yang saat ini ambil bagian di Indonesian Super League (ISL). Permintaan kembali dan bermain di Indonesian Premier League (IPL),juga jadi satu agenda pembicaraan.PSSI sangat berharap rencana pertemuan seluruh anggota federasi yang berafiliasi dengan FIFA pada 20 Maret 2012,tidak sama sekali membahas permasalahan yang sedang menimpa perseteruan yang ada di persepakbolaan Indonesia.

”Kami akan coba katakan sejelasjelasnya mengenai isi dari imbauan FIFA kepada PSSI dalam suratnya kemarin. Karena itu,kami berharap kemungkinankemungkinan solusi yang terbaik akan segera mungkin dicapai.Mereka berkenan untuk kembali ke PSSI.Karena,jika tidak, tentu akan membahayakan klub-klub itu juga,”lanjut Djohar Arifin. Namun, dari adanya beberapa pelajaran yang terjadi sebelumnya, banyak klub yang saat ini berbelok tidak menggubris apa pun yang disampaikan PSSI.Yang terakhir adalah adanya klubklub yang sudah dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, tapi tetap saja tidak menanggapi adanya hukuman tersebut.

”Cara-cara khusus pastinya akan kami lakukan untuk membuat mereka kembali sadar untuk segera kembali bermain di kompetisi resmi PSSI.Saya rasa mereka harus paham apa konsekuensinya,jika tidak peduli dengan adanya teguran dalam surat yang dilayangkan FIFA.Klub-klub itu harus berpikir jauh ke depan tentang nasib mereka,”tandasnya.
Sumber http://seputar-indonesia.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Tolak Iming-Iming PSSI

Sriwijaya FC menilai PSSI telah melakukan diskriminasi dengan menghukum semua klub Superliga kecuali Persipura Jayapura.

Manajemen Sriwijaya FC Palembang dengan tegas menolak penawaran PSSI yang akan mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada mereka apabila Sriwijaya FC keluar dari Superliga Indonesia (ISL) dan bergabung dengan Indonesian Premiere League (IPL).

Seperti yang dilansir Sriwijaya Post, Presiden Sriwijaya Dodi Reza Alex menilai janji tersebut hanyalah iming-iming dari PSSI. Ia justru mengaku heran dengan sanksi yang diberikan pada mereka, karena sanksi tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.



"Hingga kini belum pernah tahu ada dasar sanksi SFC, kami tidak perlu diiming-imingi, makanya kami akan berjuang lewat jalur banding di Komisi Banding PSSI," ujarnya.

Dodi Reza Alex menilai PSSI telah melakukan diskriminasi dengan menghukum klub-klub Superliga kecuali Persipura Jayapura, padahal juara bertahan Superliga tersebut sudah jelas berkomitmen mengikuti kompetisi di bawah PT. Liga Indonesia.

Selanjutnya...
0

Nova Langsung Fokus Pada Sriwijaya FC

Bek Sriwijaya Football Club (SFC), Nova Arianto, mengaku akan langsung fokus terhadap timnya usai libur natal nanti.

Pertandingan pertama SFC pasca libur Natal nanti adalah laga away melawan Persela Lamongan pada 4 Januari mendatang. Untuk itu, persiapan langsung digeber oleh tim yang berjuluk Laskar Wong Kito tersebut. Bagi Nova, ia rela hanya dua-tiga hari saja merasakan libur hari raya bagi umat nasrani itu.

"Libur Natal tidak bisa terlalu lama, apalagi langsung menyambung tahun baru. Rencananya pada 27 Desember nanti, saya sudah di Palembang," jelas Nova.

SFC tak main-main dengan laga melawan Persela nantinya. Walau tandang, mereka tetap menargetkan kemenangan di pertandingan tersebut.

"Sepulang perayaan Natal, saya langsung fokus dengan tim. Semoga saja, SFC bisa meraih kemenangan seperti dua laga sebelumnya," tandasnya.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Rumput Dibenahi, Jakabaring Kembali Ditutup

Minggu, 25 Desember 2011.
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang kembali ditutup untuk pelaksanaan latihan sepak bola dan berbagai kegiatan lainnya karena rumput lapangan masih dibenahi.

Koordinator pemeliharaan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Erhas Fikri di Palembang, Sabtu mengatakan, sekarang ini rumput stadion terus dibenahi sehingga tidak diperkenankan untuk melaksanakan latihan.

Pantauan ANTARA di stadion tempat pembukaan dan penutupan pesta olahraga se-Asia Tenggara pada 11-22 November 2011 itu sedang dibenahi.

Beberapa pekerja sedang merumput dan menyusun rumput untuk ditanam kembali di Stadion yang sudah menjadi tempat pertandingan klub Laskar Wong Kito itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, kemungkinan stadion bisa dipakai lagi awal Januari 2012 karena pekerjaan akan dimaksimalkan.

Oleh karena itu seluruh lapisan masyarakat diharapkan bersabar dan stadion tersebut sudah bisa digunakan untuk pertandingan Liga Super Indonesia awal Januari nanti.

Ketika ditanya tentang tanggung jawab pembenahan stadion sendiri setelah SEA Games, dia mengatakan, sebenarnya panitia pesta olahraga internasional lalu.

Namun, lanjut dia, hingga sekarang pendanaannya belum ada sehingga pihaknya menanggulangi sendiri.

Salah seorang pendukung setia Sriwijaya FC, Eddy Pranata mengatakan, memang Sriwijaya FC mulai bertanding di Palembang pada 12 Januari 2012.

Jadi perbaikan rumput tersebut sangat tepat dilaksanakan sebelum pertandingan kandang dimulai lagi, tambah dia
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Bidik Duo Singapura Arema

Namun, Sriwijaya FC hanya akan memilih salah satu dari Noh Alam Shah atau Muhammad Ridhuan untuk direkrut.Sriwijaya FC Palembang tertarik untuk mendatangkan Noh Alam Shah atau Muhammad Ridhuan untuk mengisi kuota satu pemain asing Asia yang masih tersisa.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengungkapkan ia memasukkan kedua nama tersebut ke dalam incaran karena mendapatkan informasi dari salah satu pengurus Arema IPL bahwa ada empat pemain yang dipecat.



"Katanya ada empat pemain yang dipecat, dan di antaranya Noh Alamsyah dan M. Ridhuan. Jika memang benar, Sriwijaya FC akan memburunya," ujarnya.

Namun, karena kuota yang tersisa tinggal satu orang lagi, Zainuddin akan menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk merekrut salah satu dari kedua pemain Singapura tersebut kepada pelatih Sriwijaya Kas Hartadi.

"Sejauh ini, Sriwijaya FC masih mencari satu striker asing Asia. Sementara untuk posisi lainnya sudah terpenuhi," kata dia.

"Sebenarnya, siapa pun tidak masalah karena memang secara kualitas keduanya tidak diragukan lagi. Bisa dikatakan, tidak usah diseleksi lagi. Tapi, kami selaku manajemen menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih."

Mengenai pendaftaran pemain asing yang sudah lewat yaitu pada tanggal 23 Desember kemarin, Zainuddin menyatakan tidak perlu khawatir, karena dirinya telah mendaftarkan lima pemain asing termasuk Alam Shah dan Ridhuan kepada PT. Liga Indonesia. Sehingga apabila ada yang batal hanya tinggal dicoret saja.

"Meskipun belum ada kepastian mengenai Noh dan Ridhuan, kami sudah mendaftarkan ke PT Liga Indonesia agar mudah secara administrasi mengingat kemarin (23/12) merupakan batas waktu pendaftaran pemain asing tambahan. Jadi, nama pemain bakal dipilih sudah ada di PT Liga Indonesia, sementara pemain yang batal tinggal dicoret saja," tambahnya.

Dia menyebutkan lima pemain itu berposisi penyerang, Kim Ji Sung (Korea Selatan), Scott Balderson (Australia), Ken Pujita (Jepang), Noh Alam Shah (Singapura), dan M. Ridhuan (Singapura).

Sementara itu, pelatih Kas Hartadi menyatakan sangat tertarik untuk melihat kemampuan Alam Shah dan Ridhuan.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Supporter Desak Selesaikan Kisruh PSSI

Supporter seluruh Indonesia siap bersatu untuk mendesak PSSI secepatnya menyelesaikan kekisruhan sepakbola Indonesia saat ini.

Ketua Supporter Beladas (Bela Armada Sriwijaya) Korwil SMS (Sriwijaya Mania Sumsel), Edi Ismail, mengatakan kelompoknya siap menggelar demo ke kantor PSSI Pusat seandainya konflik di tubuh PSSI semakin parah dan tidak berkesudahan.

"Kita sudah saling menghubungi antara kelompok supporter Persib Bandung, Viking dan The Jack supporter Persija Jakarta. Memang ada rencana untuk melakukan demonstrasi, karena prihatin melihat kondisi sepakbola yang semakin kacau. Kita akan bergabung untuk menyuarakan aspirasi supporter sepakbola seluruh Indonesia, bukan lagi kepentingan klub masing-masing," ucapnya, Jumat (23/12).

Saat ini, Edi masih berkoordinasi dengan ketua kelompok supporter lainnya, kapan kepastiannya demo ini akan dilakukan. Saat ini juga kita masih memantau perkembangan banding yang diajukan SFC kepada PSSI, terkait sanksi turun ke liga utama dan denda Rp 500 juta yang diterima SFC. Supporter Beladas akan terus mendukung SFC sekalipun harus main ke Divisi I apabila SFC terbukti bersalah.

"Jangan takut dengan ancaman PSSI ini karena supporter siap mendukung SFC apapun keputusannya. Seandainya tetap tidak ada titik temu, maka sudah dipastikan kita akan menuntut supaya secepatnya digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Kita menuntut Ketua PSSI Djohar Arifin untuk segera mengundurkan diri dan diganti dengan pemimpin yang mengerti bola dan hobi bola," cetusnya.

Menurutnya, bukan persoalan sanksi yang diterima SFC saja yang membuat kelompok supporter seluruh Indonesia ingin berdemo. Melainkan ada faktor utamanya, yaitu melihat konflik di tubuh kepengurusan PSSI yang sudah terlalu lama. Kepemimpinan Djohar Arifin dinilainya sama buruknya seperti di era Nurdin Khalid
terdahulu.

"Kalau pada masa Nurdin para pengurusnya dinilai tidak transparan mengenai keuangan, sementara pada masa Djohar sekarang ini orang yang memimpin terlihat tidak mengerti bola. Keputusan-keputusan yang diambil Djohar kerap melanggar statuta, seperti memasukkan klub yang jelas-jelas terkena sanksi," katanya.

Persema Malang dan Persibo Bojonegoro sudah jelas-jelas dikeluarkan, karena memilih bergabung dengan LPI (Bentukan
Arifin Ponogoro) pada masa Nurdin. Kini tahu-tahu kedua klub itu bisa masuk kembali ke IPL, setelah skorsingnya dicabut oleh
Djohar. Belum lagi persoalan jumlah peserta yang lebih dari 24 klub dengan memasukkan klub-klub divisi utama tanpa adanya
jenjang promosi.

"Ketua PSSI sekarang, Djohar Arifin kerap mengambil keputusan secara sepihak. Seandainya memang ingin memajukan sepakbola Indonesia, seharusnya dia bisa meranggul anggotanya untuk dapat bersama dan mencari penyelesaian atas persoalan ini. Saya katakan kalau Djohar itu tidak ngerti bola dan tidak hobi bola, jadi keputusan-keputusannnya selalu ke bisnis. Berbeda dengan orang yang ngerti dan hobi sepakbola maka ia siap berkorban untuk memajukan persebakbolaan di Indonesia ini," ucap Edi.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
1

Rekonsiliasi Dimulai

PSSI mulai menjalankan perintah FIFA dengan menghubungi klub-klub Liga Super Indonesia, yang diberi waktu dua pekan, kembali ke ”rumah” PSSI. Tahapan ini diharapkan jadi ajang rekonsiliasi yang mengedepankan hati nurani demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (23/12), Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, PSSI mulai Sabtu ini dan paling lambat Senin lusa mengirim surat, yang akan diantar langsung perwakilan PSSI, ke klub-klub Liga Super Indonesia (LSI). Selain ke klub-klub LSI, surat imbauan agar kembali ke kompetisi PSSI juga akan dikirimkan kepada ofisial pertandingan yang berkiprah di kompetisi luar PSSI.

”Surat tidak dikirim melalui pos, tetapi diantar langsung pengurus atau utusan PSSI agar bisa bertemu langsung dengan pengurus klub dan berdiskusi,” kata Djohar, didampingi pengurus lain, termasuk Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman dan Sekjen PSSI Tri Goestoro.

”Kami berharap, kita semua kembali ke rumah kita. Kita bangun dan kita benahi sepak bola Indonesia,” kata Djohar.

”Kami sepakat memberi kesempatan kepada klub-klub, yang selama ini bermain di kompetisi luar PSSI, dua pekan sejak besok (Sabtu ini, untuk kembali tampil di kompetisi PSSI),” ujarnya.

Kesempatan dua pekan yang diberikan PSSI bagi klub-klub LSI itu lebih panjang daripada contoh yang disebut FIFA dalam surat tertanggal 21 Desember 2011. Di surat itu, Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Alex Soosay menyarankan PSSI memberi waktu yang pendek, misalnya satu pekan, bagi klub-klub LSI untuk meninggalkan kompetisi LSI dan kembali ke PSSI.

Djohar enggan menjelaskan format dan tawaran seperti apa yang disampaikan ke semua klub LSI agar kembali ke PSSI.

”Ibarat melamar anak orang, kami akan menyampaikan itu langsung ke orangtuanya. Tidak elok jika kami sampaikan itu ke tetangga,” katanya, menganalogikan upaya PSSI itu seperti melamar dalam perkawinan.

Setelah kepengurusan PSSI beralih dari era Nurdin Halid ke Djohar Arifin Husin melalui transisi tidak normal, sebanyak 18 klub menolak tampil di kompetisi resmi PSSI, yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), untuk level profesional. Mereka memilih tampil pada LSI, di bawah PT Liga Indonesia yang dibentuk kepengurusan PSSI era Nurdin Halid.

Langkah itu sebagai protes klub-klub tersebut atas kebijakan PSSI terkait komposisi peserta kompetisi dan hal-hal lain penyelenggaraan liga. Beberapa klub mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tentang hal itu, Djohar memberi sinyal, sanksi bagi klub-klub itu bisa dicabut tanpa harus melanggar aturan.

Terkait nasib pemain, Djohar mengatakan, PSSI juga akan menyurati para pemain, termasuk pemain asing, di klub-klub LSI agar tidak menjadi korban dalam konflik ini. Selain itu, PSSI akan menyurati federasi negara asal pemain asing di klub-klub LSI untuk menjelaskan situasi persepakbolaan di Indonesia.

Pakai hati nurani
Terkait persoalan sepak bola di Tanah Air belakangan ini, mantan Manajer Arema Malang Ovan Tobing mengatakan, PSSI harus mengutamakan rekonsiliasi daripada menjatuhkan sanksi bagi klub yang tergabung dalam LSI, walau tindakan itu dibenarkan FIFA.

Rekonsiliasi lebih memberikan harapan bagi masa depan persepakbolaan di Tanah Air. Kepada Kompas di Malang, Jumat, Ovan mengatakan, ancaman sanksi tidak akan efektif.

Menurut Ovan, sudah saatnya pihak-pihak yang berkonflik ini berbicara dengan hati nuraninya. Apa yang sebenarnya hendak diberikan kepada persepakbolaan nasional. Kini, semua berpegang pada egoisme masing-masing. Semua mengklaim berpegang pada statuta.

”Masyarakat bukan dipertontonkan dengan prestasi sepak bola kita, melainkan pertengkaran, saling tuduh, dan menyalahkan. Lama-lama masyarakat bisa apatis terhadap sepak bola,” kata Ovan tegas.

Mantan Pelatih Persebaya Surabaya yang juga pemain nasional era tahun 1960-an, Andy Slamet, berpendapat senada. Pihak yang terlibat konflik hanya mengedepankan egoisme masing-masing. Dia mengusulkan moratorium kompetisi

Pemerintah tolak KLB
Di Bogor, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng menyarankan, polemik di tubuh PSSI diselesaikan melalui mekanisme arbitrase olahraga yang dimediasi KONI/KOI. Andi tidak sependapat jika polemik itu diselesaikan melalui Kongres Luara Biasa (KLB) PSSI.

”Mekanisme arbitrase olahraga ada di KONI/KOI, ada di FIFA. Kalau PSSI dianggap melakukan kesalahan, selesaikan dengan arbitrase, bukan ke KLB lalu mengganti kepengurusan. Ini (kepengurusan) baru tiga bulan, (KLB) tidak pas,” kata Andi.

Guna mempertemukan pihak yang berseberangan di PSSI, dia meminta Ketua KONI/KOI Tono Suratman untuk memediasi. Andi menolak pemerintah turut campur dalam penyelesaian konflik PSSI.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

Pemerintah Siap Jadi Mediator IPL-ISL

Sabtu, 24 Desember 2011.
Pemerintah berharap polemik Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) berakhir dan keduanya bisa segera berada satu atap di bawah PSSI. Pemerintah siap menjadi mediator dalam merampungkan kisruh yang belum juga berakhir ini.

"Saya sudah minta ke Pak Tono (Tono Suratman, Ketua Umum KONI) untuk mediasi sebelum pemerintah turun tangan, sedikit-sedikit turun tangan. Lagi pula FIFA enggak suka pemerintah turun tangan. Yang ada sekarang, KONI bisa memediasi. Pemerintah juga pada dasarnya bisa, mari duduk bersama-sama," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di Istana Bogor, Jumat (23/12/2011).

Menpora berharap jalan keluar bisa segera ditemukan, baik dengan memperhatikan keputusan FIFA sebagai federasi sepak bola dunia maupun juga melalui jalan arbitrase. Andi mengatakan, keputusan FIFA harus diperhatikan karena statusnya sebagai federasi sepak bola dunia. Dengan demikian, keduanya bisa duduk bersama di bawah satu atap, yaitu PSSI.

"Kan, FIFA menjadi induk PSSI, itu perlu dihormati. Yang penting dilakukan dengan cara yang tepat dan baik. Kalau ada yang tidak puas, bisa melalui arbitrase. Dulu waktu Pak George (George Toisutta) tidak puas, kita arahkan ke arbitrase ke FIFA. Yang penting, tidak penggulingan-penggulingan. Pak Nurdin (Nurdin Halid)sendiri kita tunggu sampai masa jabatan habis. Yang penting, diselesaikan dengan baik," ungkapnya.

Semua pihak juga diminta menghormati PSSI pula sebagai federasi sepak bola tertinggi nasional melalui langkah duduk bersama. Yang penting, lanjutnya, kisruh ini jangan sampai menghalangi hak pemain untuk bermain di tim nasional.

"Posisi pemerintah sama, tim nasional nondiskriminasi," ujarnya.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

FIFA Hanya Akui Kompetisi IPL

Rabu, 21 Desember 2011.
FIFA menyatakan, kompetisi Indonesia Super League (ISL) ilegal dan hanya mengakui Indonesia Premier League (IPL) sebagai kompetisi yang resmi di Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam surat korespodensi antara wartawan dan Departemen Media FIFA, Rabu (21/12/2011).

Dalam isi suratnya tersebut, FIFA menyebut mereka telah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC untuk membahas situasi terkini di PSSI. Surat bersama FIFA dan AFC segera dikirim pada akhir pekan ini. PSSI sesuai dengan Pasal 18 Statuta FIFA diminta mengontrol semua kompetisi serta mengambil tindakan terhadap liga ilegal seperti ISL.
Terkait dengan hal itu, Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy, menilai, FIFA telah mendapatkan pemahaman berbeda karena FIFA hanya mendengar penjelasan dari PSSI terkait dengan ISL.
"Kami punya pemahaman yang jelas berbeda dengan yang disampaikan PSSI. Saya kira argumentasi yang disampaikan PSSI salah karena kami (PT Liga) memiliki wewenang seperti yang diamanatkan dalam kongres Bali. Hasilnya sudah jelas dan disaksikan oleh peserta yang hadir. Itulah yang jadi argumentasi. Menurut kami, pemahaman yang disampaikan PSSI kepada FIFA justru berbeda dengan kenyataan yang ada dalam kongres Bali," katanya.
Tigor juga ogah berkomentar terkait status ISL yang disebut sebagai breakway league. PT Liga Indonesia hanya menganggap surat FIFA mengenai penegasan itu cuma respons atas aduan PSSI sementara. Sementara klub juga memiliki suara dan belum diwakilkan.
"Apa yang dimaksud dan dasar untuk menetapkan breakeway league juga belum jelas. Harus dijelaskan apakah yang dimaksud itu klub yang tidak sah atau justru bermain di liga yang tidak sah. Kami sendiri belum akan memberikan tanggapan soal itu hingga mendapat surat resmi dari FIFA," ujarnya.
Untuk itu, Tigor mengatakan, PT Liga Indonesia akan segera melayangkan surat ke FIFA sebagai bagian dari aspirasi klub. Dia berharap FIFA bisa menghasilkan keputusan yang adil.
"Agar FIFA juga jangan cuma mengambil pandangan dari PSSI semata. Masalah ini harus dilihat secara saksama karena PT Liga sudah jelas bukan ditunjuk oleh pengurus PSSI, tetapi kongres. Berbeda kalau berbicara Badan Liga Indonesia yang ditunjuk PSSI," ujarnya.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Komdis Juga Hukum Sriwijaya FC, Persita, dan PSIM

Jakarta - Komisi Disiplin PSSI kembali menjatuhkan sanksi pada beberapa klub. Tiga yang terakhir disanksi adalah Sriwijaya FC, Persita Tangerang, dan PSIM Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komdis, Catur Agus Saptono, kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/22011) sore.

Sriwijaya dinilai melakukan pelanggaran karena menolak bertanding dalam agendanya di Indonesian Premier League (IPL) melawan tuan rumah Persebaya Surabaya pada 17 Desember lalu. Komdis menyebut "bertingkah laku buruk dan tidak sportif".

Hukuman yang diberikan kepada Sriwijaya FC adalah diskualifikasi dari IPL, degradasi ke Divisi Utama untuk musim 2012/2013, denda Rp 500 juta, dan larangan transfer pemain maupun aktivitas transfer matching system (TMS) musim 2011/2012.

Adapun Persita dan PSIM, kedua klub tersebut dikenakan sansi sebagai berikut:
1. Diskualifikasi dari Divisi Utama PT. LPIS
2. Degradasi ke Divisi I untuk musim 2012/2013
3. Denda Rp 250 juta
4. Larangan transfer pemain maupun aktivitas transfer matching system (TMS) musim 2011/2012.

"Persita dan PSIM menyatakan mundur dari kompetisi Divisi Utama PT. LPIS, dengan alasan tidak sanggup. Tapi pada 15 Desember mereka melakukan pertandingan Divisi Utama PT. Liga Indonesia," terang Catur.

Minggu lalu Komdis menghukum delapan klub karena pelanggaran yang kurang lebih sama, yaitu meninggalkan IPL dan beralih ke ISL. Kedelapan klub tersebut adalah Persib Bandung, Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, dan Pelita Jaya FC.

Ketika ditanya kenapa belum ada hukuman pada Persipura, sedangkan klub Papua tersebut juga telah bermain di ISL, Catur menjawab:

"Masih ada wacana rekonsiliasi. Sampai saat ini belum ada sanksi. Tapi kami akan memutuskan segera."

Catur juga mengatakan bahwa Persib, Persela dan Deltras telah mengajukan banding ke Komisi Banding PSSI.

Kepada Sriwijaya, Persita dan PSIM, Komdis memberi kesempatan untuk mengajukan banding tiga hari dari hari ini, dan tujuh hari untuk menyampaikan memori banding.
Sumber http://beritabola.com
Selanjutnya...
0

Kayamba Minta Maaf kepada Pemain SFC

Selasa, 20 Desember 2011.
Striker andalan Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs meminta maaf kepada rekan-rekannya, karena merasa bersalah atas kartu merah yang ia terima pada laga melawan Persija, Minggu (18/12/2011) kemarin.

Pelatih Kepala SFC, Kas Hartadi yang ditemui mengatakan, permintaan maaf Kayamba ini diutarakan ketika tim sedang istirahat menunggu babak kedua. "Saat turun minum, Kayamba datang ke ruang ganti dan berkata, "Saya minta maaf atas kartu merah ini," papar Kas.
Sikap Kayamba tersebut diacungi jempol, karena mengakui kesalahannya dan meminta maaf kerena tidak mampu mengendalikan emosi.
Kas menuturkan, keputusan wasit mengkartu merah kedua pemain ini, Kayamba dan Fabiano di pihak Persija merupakan pilihan yang tepat. Kedua pemain sama-sama melakukan kesalahan, jadi wajar dikartu merah. Seandainya wasit hanya mengkartu kuning kedua pemain, maka emosi kedua pemain ini akan semakin memuncak.

"Meskipun diusir keluar lapangan, Kayamba dan Fabiano yang terlibat baku hantam di dalam lapangan, tidak meneruskannya di luar lapangan. Inilah sportivitas tinggi, yang patut dicontoh oleh pemain lainnya," katanya.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Serahkan Insiden Pengeroyokan Kepada Polisi

Senin, 19 Desember 2011.
Manajemen Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri menyerahkan sepenuhnya kasus pengeroyokan dua pemain asingnya, Hilton Moreira dan Thierry Gathussy oleh sejumlah pemain Persija kepada pihak kepolisian setempat.

Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunjamin mengatakan, dua pemain asing SFC Hilton dan Thierry terlibat bentrok dengan sejumlah pemain Persija Jakarta di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Minggu (18/12) malam, sekitar pukul 21.40 WIB.

Menurut dia, adu fisik itu berujung luka lebam di wajah Hilton, luka pada tangan Thierry, dan luka robek pada pelipis kanan Ismed Sofyan (Persija).

Dikatakannya, kasus tersebut sedang diproses pihak kepolisian berdasarkan laporan dari manajemen klub ke Mapolresta Palembang, Minggu (18/12).

Dalam laporan nomor LP/B-3286/XII/2011/SUMSEL/RESTA disebutkan korban Hilton dan Thierry melaporkan Ismed Sofyan, Leo Saputra, Udin, dan Sudirman cs, yang dikenakan pasal 170 tentang pengeroyokan.

"Laporan telah diterima pihak kepolisian dan telah memasuki ranah hukum. Jadi kami serahkan semuanya kepada pihak berwajib, karena apa yang sudah masuk ranah polisi tidak bisa diintervensi lagi," ujar Augie.

Menurut dia, langkah itu diambil olah manajemen klub untuk memberikan efek jera kepada pemain yang berani melakukan adu fisik seusai pertandingan.

"Jika ditolong terus, misalnya laporan ke kepolisian dicabut, maka tidak akan menimbulkan efek jera kepada pemain yang melakukan pengeroyokan. Nanti jika ada kejadian serupa maka tidak segan-segan mengulang kembali," kata dia.

Terlepas dari kejadian itu, pihak manajemen SFC meminta pertikaian antara pemain asing SFC dan pemain Persija itu tidak dibesar-besarkan. Apalagi, saat ini persepakbolaan nasional sedang mengalami permasalahan besar.

"Klub yang bertikai keduanya bermain di ISL, artinya jika dibesar-besarkan akan menciderai kompetisi yang dijalani. Padahal, kejadian ini murni permasalahan antara Hilton dan Ismed Sofyan, bukan melibatkan klub apalagi suporter," ujar dia.

Setelah pelaporan ke polisi itu, Augie yang mewakili manajemen SFC mengadakan rapat dengan Direktur PT Liga Indonesia Joko Driyono serta Pemilik Klub Persija Ferry Paulus, pada malam itu. Petinggi klub itu bisa bertemu karena menghadiri rapat akbar PSSI di Jakarta.

"Intinya semua pihak mengharapkan, kemelut ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Ini murni karena dendam pribadi Ismed dengan Hilton, dan bukan atas nama klub," kata dia.

Dia tak membantah, pertikaian terjadi dipicu karena pemain asing SFC yang menginap pada hotel yang sama dengan pemain Persija, yakni di Hotel Swarna Dwipa.

"Saya tidak mengira akan timbul kejadian seperti ini, karena memang sejak awal Persija dan SFC tidak pernah ada masalah baik antara pemain dan suporter," ujar dia.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Pemain Sriwijaya FC dan Persija Baku Hantam di Hotel

Minggu, 18 Desember 2011.
Para pemain Persija yang menginap di Hotel Swarna Dwipa Palembang, mengeroyok pemain Sriwijaya FC, Thierry Gathuesi, Minggu (18/12/2011) malam.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, pemain Sriwijaya FC, Thierry dikeroyok oleh beberapa pemain Persija.

Permasalahan berawal dari dua pemain yakni Hilton Moreira dan pemain Persija Ismed Sofyan, terlibat perselisihan di lobi hotel. Kemudian, datanglah Thierry yang memisahkan kedua pemain tersebut.

Perselisihan berlanjut di lantai tiga di mana Thierry dikeroyok oleh belasan pemain Persija.

Diduga saat memisahkan Hilton Moreira, Thierry memukul Ismed dan mengakibatkan luka di wajah. Lalu, Ismed memberitahukan para pemain Persija mengenai pemukulan tersebut.

Para pemain Persija lalu mencari Thierry yang berada di lantai tiga, mengeroyoknya dan mengakibatkan luka di wajah.

Thierry yang sendirian lalu berusaha melarikan diri dari pengeroyokan dan turun ke lantai pertama di restoran.

Lalu, pemain Persija lainnya kembali mencari Thierry dan tidak menemukannya. Tidak ada lagi Thierry di tempat tersebut dan membuat pemain Persija kesal.

Beberapa pemain Persija yang kesal langsung memecahkan kaca di restoran. Sedangkan Thierry langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

Hujan Kartu Merah, Sriwijaya FC Bekap Persija Jakarta

Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 setelah menundukkan Persija Jakarta 2-1 di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (18/12) malam WIB.

Walau mencatat kemenangan, Sriwijaya FC gagal memuncaki klasemen sementara yang saat ini dipegang Persisam Samarinda. Raihan sembilan poin Sriwijaya FC sama dengan Persisam, namun kalah selisih gol.

Sedangkan bagi Persija, ini merupakan kekalahan pertama dari empat laga yang telah dilalui. Selain itu, gawang tim Macan Kemayoran akhirnya kebobolan. Hasil ini membuat Persija menempati peringkat empat klasemen sementara dengan nilai tujuh.

Sriwijaya FC dan Persija memperagakan permainan terbuka di pertandingan ini. Laskar Wong Kito terlebih dahulu mendapatkan peluang pada menit ke-19. Namun tendangan Hilton Moreira dapat ditepis kiper Andritani Ardhiyasa.
<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=795819?area=2l&pos=2&ord=795819"></script>
Pada menit ke-24, Persija terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Andritani diganjar kartu merah, karena sengaja menahan bola dengan tangannya di luar kotak penalti. Pelatih Iwan Setiawan memasukkan Galih Sudaryono, dan menarik keluar Johan Juansyah.

Tensi pertandingan antara Sriwijaya FC dan Persija makin memanas. Puncaknya, pada menit ke-32 kedua tim harus kehilangan pemainnya, karena diganjar kartu merah, setelah gelandang Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs dan Fabiano Beltrame terlibat adu jotos di tepi lapangan.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Sriwijaya FC untuk menekan pertahanan Persija di babak kedua. Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan setelah tendangan bebas Hilton tidak bisa dibendung Galih di menit ke-56.

Pemain tuan rumah makin termotivasi untuk menggandakan keunggulannya. Pada menit ke-63, Sriwijaya FC mendapatkan peluang, tapi tandukan Hilton masih bisa digagalkan Galih.

Keasyikan menyerang, pertahanan Sriwijaya FC lengah, sehingga barisan pertahanan melakukan pelanggaran di depan kotak penalti. Tendangan bebas Pedro Javier pun berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-78.

Sriwijaya FC akhirnya mengemas poin penuh setelah Hilton memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persija mengantisipasi umpan Thierry Gathusi untuk menjebol gawang Persija pada menit ke-83.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
3

Jadwal ISL SRIWIJAYA FC 2011-2012

Jumat, 16 Desember 2011.
Ingin Punya Jadwal Lengkap Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia (ISL) thn 2011-2012


Atau Klik link download dibawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17842495/JADWALISL2011-2012.doc.html



Sumber : http://liga-indonesia.com
Selanjutnya...
0

SFC Bertekad Kudeta Persija dari Puncak Klasemen

Sriwijaya FC bertekad mengudeta posisi puncak klasemen Liga Super Indonesia saat menjamu pemuncak klasemen Persija Jakarta pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) pada Minggu (18/12/2011)

Berdasarkan perolehan poin dan jumulah pertandingan, di antara kedua klub ini hanya terpaut satu point.

Pelatih Kepala SFC, Kas Hartadi Jumat (16/12/2011) mengatakan, pada laga kali ini SFC menargetkan meraup poin penuh, karena.

"Kita bermain home dengan didukung ribuan supporter, semoga ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain," harapnya.

Strategi yang akan dipakai tetap mengandalkan formasi 4-3-2-1, dengan tetap mengandalkan Kayamba Gumbs sebagai target man.

Ambisi ini akan diwujudkan dengan cara berusaha semaksimal mungkin untuk dapat membongkar pertahanan Persija.

"Meskipun Precious tidak bisa tampil, tapi di sana masih ada empat pemain bertahan yang kuat, diantaranya Ismet Sofyan dan Fabiano," ucap pria asli Solo ini.

Materi latihan SFC hari ini adalah fokus bagaimana caranya membongkar pertahanan Persija nanti.

"Bambang Pamungkas harus diwaspadai sebab ia merupakan salah satu sriker yang pintar menempatkan posisi. Untuk itu akan ada satu pemain yang khusus menjaga pergerakan Bambang ini. Kemungkinan kita akan proyeksikan Lim untuk terus mengawasi Bambang," cetus mantan asisten pelatih Ivan Kolev itu.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
1

Persebaya 1927 Batal Jamu Sriwijaya FC

Persebaya 1927 dipastikan batal menjamu Sriwijaya FC pada lanjutan kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Duel ini harusnya digelar di Stadion Tambaksari Surabaya, Sabtu (17/12).

"Saya dapat informasi dari Jakarta, tak ada pertandingan," terang pelatih Persebaya 1927 Divaldo Alves.

Tanda-tanda pertandingan memang tidak nampak di Wisma Persebaya. Tak terlihat aktivitas panpel persiapkan pertandingan. Biasanya, sejak H-3, panpel sudah terlihat sibuk. Mulai jemput tim tamu sampai koordinasi dengan pihak keamanan.

"Pertandingan batal," terang media officer Persebaya, Ram Surahman.

Kubu SFC memang belum mendaftarkan pemain mereka ke PSSI. Padahal, Laskar Wong Kito sudah memberi surat pernyataan ambil bagian. Menariknya, para skuad utama SFC justru turun di ISL. Ini yang membuat PSSI meradang dan mengirim surat ketegasan. Kabarnya, SFC bakal menurunkan skuad U-21 di ajang IPL.

"Kalo seperti itu (U-21) lebih baik tidak ada pertandingan saja. Nggak laku jual. Kita berat di ongkos penyelenggaraan pertandingan," tandas Ram.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Boleh Ikut IPL Asal Tinggalkan ISL

PSSI akan merestui niat Sriwijaya FC untuk mengikuti Indonesian Primer League (IPL) asal memenuhi syarat yang ditetapkan. Untuk mewujudkan niat itu, tim asal Sumatera Selatan itu harus meninggalkan Indonesian Super League (ISL).

Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid mengatakan pernyataan itu termuat dalam surat yang diterima oleh manajemen tertanggal 8 Desember 2011.

"Dalam surat yang kami terima dengan nomor 2482/AGP/130/XII/2011 menegaskan kita SFC dibolehkan mengikuti IPL, tetapi dengan syarat tidak boleh mengikuti seluruh kompetisi di luar IPL," katanya, Rabu (14/12/2011).

Menurut Faisal, surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin itu baru diterima manajemen hari ini. Oleh karena itu, dia masih enggan berkomentar banyak mengenai syarat yang diajukan PSSI ini. Namun, Faisal mengatakan laporan sudah disampaikan kepada Presiden Klub, H Dodi Reza Alex, dan Direktur Teknik dan SDM PT SO, Hendri Zainudin.

"Saya sudah fax suratnya kepada Pak Dodi dan Pak Hendri," tandasnya.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Taklukkan PSPS

Minggu, 11 Desember 2011.
Sriwijaya FC kembali menjalani laga Indonesian Super League. Mereka menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu 11 Desember 2011. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Sriwijaya FC.

Gol cepat tercipta pada pertandingan ini. Sriwijaya berhasil mencetak gol pada menit 1. Keith Kayamba Gumbs berhasil melakukan aksi menawan. Ia memberikan tembakan bola yang akurat dari sudut sempit hingga berhasil menjebol gawang PSPS yang dikawal Fance Harianto.

PSPS menciptakan peluang pertamanya pada menit 5. Dzumafo Herman melakukan tendangan bebas bagi kubu PSPS. Bola melesat dengan kencang namun masih dapat diblok kiper Ferry Rotinsulu.

Gol kedua Sriwijaya kembali tercipta pada menit 10. Keith Kayamba Gumbs berhasil melepas umpan matang ke kotak penalti. Hilton Moreira langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan tendangan voli. Ia berhasil menggetarkan gawang PSPS. Kedudukan 2-0 untuk keunggulan Sriwijaya.

Sriwijaya kembali mengancam gawang PSPS pada menit 50. Tendangan pojok dari Firman Utina meluncur deras ke depan gawang PSPS. Hilton Moreira yang tak terkawal berhasil menanduk bola tersebut. Bola masih sedikit melebar dari gawang PSPS.

Kerjasama Dzumafo Herman dan Zaenal Arif mengancam gawang Sriwijaya pada menit 62. Mereka berdua berhasil mengecoh pertahanan Sriwijaya. Bola hasil tendangan keras dari Herman masih berhasil dihalau kiper Ferry Rotinsulu.

Keith Kayamba Gumbs dan Hilton Moreira benar-benar menjadi ancaman berbahaya bagi gawang PSPS. Kerjasama mereka berdua pada menit 68 berhasil mengancam gawang lawan. Gumbs berhasil mengecoh dua pemain bertahan PSPS. Ia langsung mengirimkan umpan terobosan pada Moreira yang sudah berdiri di depan gawang. Sayang peluang tersebut masih berhasil digagalkan kiper Fance Harianto

Kiper Sriwijaya, Ferry Rotinsulu hampir saja melakukan kesalahan pada menit 73. Ia berdiri terlalu jauh dari gawang. Pemain PSPS, Ali Khadaffi memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melepaskan tendangan keras hingga bola melambung tinggi. Rotinsulu susah payah kembali ke gawangnya hingga akhirnya ia berhasil menepis bola tersebut.

Pemain Sriwijaya, Ponaryo Astaman hampir saja mencetak gol ketiga bagi Sriwijaya. Supardi Nasir berhasil mendekati kotak penalti PSPS. Ia memberikan umpan terobosan yang berhasil diterima oleh Ponaryo. Tendangan keras langsung ia lepaskan. Bola meluncur keras tepat ke arah kiper Fance Harianto. Bola sempat diblok namun terlepas. Beruntung para pemain bertahan PSPS berhasil menghalau bola tersebut.

PSPS berhasil mengejar ketertinggalan mereka pada menit 87. Dzumafo Herman berhasil melakukan aksi gemilang. Ia berlari mendekati area kotak penalti Sriwijaya. Tendangan keras berhasil ia lepaskan meski dikawal tiga orang. Bola tersebut tak berhasil dihalau kiper Fery Rotinsulu hingga akhirnya berbuah gol. Kedudukan 2-1 tetap untuk keunggulan Sriwijaya.

PSPS terus berusaha menyeimbangkan kedudukan. Sayangnya usaha mereka tak berhasil. Hingga peluit akhir dibunyikan, kedudukan tidak berubah. Sriwijaya berhasil menaklukkan PSPS dengan skor 2-1.

Susunan pemain

Sriwijaya: Ferry Rotinsulu, Thierry Gathuessi, Achmad Jufriyanto, Supardi Nasir, Mahyadi Panggabean, Ponaryo Astaman, Lim Joon-Sik, Firman Utina, Hilton Moreira, Keith Kayamba Gumbs, Muhammad Ridwan.

PSPS: Fance Harianto, Ambrizal, Dedi Gusmawan, Park Chul-Hyung, Agus Cima, Ade Suhendra, Ali Khadaffi, April Hadi, Patrice Nzekou, Dzumafo Herman, Zaenal Arif.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Suporter SFC-PSPS Berikrar Damai

Jumat, 09 Desember 2011.
Kelompok Suporter Sriwijaya FC dan PSPS Pekan Baru melakukan kesepakatan damai di salah satu hotel berbintang di Palembang, Jumat malam. Kesepakatan itu digelar untuk memastikan laga SFC melawan PSPS Pekanbaru pada Minggu (11/12) berlangsung damai tanpa konflik atau kerusuhan.

Pada musim lalu, kedua kelompok suporter terlibat peseteruan yang berujung korban luka-luka. Intimidasi selalu terjadi pada setiap laga kandang kepada suporter pendatang.

Kesepakatan damai itu merupakan inisiatif dari manajer SFC Hendri Zainuddin dengan Ketua Kelompok Suporter Asykar The King dan sekaligus manajer PSPS Boy Sembiring.

"Idenya bermula saat bertemu dalam manajer meeting di Jakarta beberapa waktu lalu. Saya yang ditawari langsung menyambut dan tidak menyia-yiakan," kata Boy.
Sumber http://bola.net

"Ini sebenarnya ulah dari satu atau dua orang saja dan kemudian melebar. Sebelumnya, hubungan PSPS dengan SFC demikian baik dan sejuk," ujar dia.

Dia mengharapkan, kesepakatan damai itu kiranya menjadi contoh klub-klub sepak bola lainnya yang telah lama berseteru dengan saingannya.

"Saya berharap, dicontoh oleh The Jack dan Viking yang selalu berseteru hingga kini. Atau suporter lain yang ada di Persib dan di Arema. Intinya kita ingin sepak bola aman dan tidak perselisihan yang berujung korban," kata dia.

Ketua Supporter Beladas Korwil Simanis, Qusoy, mengharapkan perdamaian itu dibuktikan saat di lapangan nanti.

Dia berharap, baju-baju yang bertuliskan anti SFC maupun PSPS dapat ditarik dan tidak dipakai lagi oleh para pendukung.

"Bahkan sampai ke perselisihan di dunia maya juga harus diakhiri, seperti perkataan-perkataan kasar ataupun gambar-gambar yang melecehkan kedua klub," ujar dia.

"Ini merupakan modal untuk memajukan persebakbolaan di Sumatera, sehingga dapat kian bersaing dengan klub-klub di Pulau Jawa," ujar dia
Selanjutnya...
0

Demi Lindungi Pemain, PSSI Tunda Permintaan AFC

Ketua Umum Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengaku sudah mendapat permintaan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) agar memberikan data-data peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang diselenggarakan PT Liga Indonesia (LI) itu untuk diberi sanksi.

Namun, katanya, hingga saat ini PSSI belum memberikan data tersebut karena ingin menyelamatkan pemain dari sanksi. Djohar juga menambahkan, bila laporan diberikan sekarang, akan banyak membawa kerugian bagi sepak bola Indonesia.

"Klub atau pemain akan kena sanksi dari AFC. Kita yang rugi besar karena banyak pemain bagus yang tidak bisa memperkuat timnas," kata Djohar dalam jumpa pers di The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat (9/12/2011).

"PSSI sering dihubungi, baik melalui telepon ataupun SMS, agar segera memasukkan data ISL ke AFC. Kita sengaja mengulur-ulur waktu (supaya terhindar dari sanksi)," lanjutnya.

PSSI tetap menganggap seluruh insan sepak bola di Indonesia ini sebagai keluarga besar. Untuk itu, ia kembali mengajak klub-klub yang bermain di luar kompetisi resmi IPL untuk kembali ke "rumah".

"Kita ini satu keluarga, satu rumah. Karena itu, mari kembali ke rumah untuk bersama-sama membenahi sepak bola kita," ujarnya.

Djohar juga menjelaskan kembali kronologi tersingkirnya Persipura dalam Liga Champions Asia (LCA). Ia mengungkapkan, secara informal, petinggi AFC sempat meminta daftar klub peserta IPL terkait bakal dilakukannya undian grup AFCCL. Ketika itu, PSSI berusaha mengulur waktu sambil menunggu kesediaan Persipura bermain di IPL sebagai satu-satunya kompetisi profesional resmi di Indonesia. Namun, karena Persipura ngotot bermain di ISL, mau tidak mau PSSI harus memberikan laporan apa adanya.

"AFC minta penjelasan tertulis dari kita bahwa Persipura main di luar IPL. Lalu kita buatlah surat itu, karena tidak mungkin kita bohong," jelas Djohar.
Http://kompas.com
Selanjutnya...
0

LPIS Buka Kesempatan Klub untuk Kembali

Teguran FIFA kepada PSSI berbuntut panjang.Masalah ini akan jadi rumit jika klub-klub yang bermain di Indonesian Super League (ISL) tetap bersikukuh tetap bermain di luar kompetisi resmi PSSI.

Untuk itu,PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LIPS) meminta klub-klub tersebut kembali ke PSSI dan bermain di Indonesian Premier League (IPL). Semua dilontarkan karena punggawa timnas senior ataupun U-23 yang klubnya bermain di ISL otomatis tidak akan bisa lagi membela negaranya.

”Kami tidak pernah menutup pintu bagi klub-klub yang bermain di ISL untuk kembali ke kompetisi yang sah, yaitu IPL.Silakan datang dan silakan kembali.Kami akan menerima mereka walau awalnya bermain di ISL.Hal ini tentu untuk menyelamatkan timnas juga,”kata CEO PT LPIS Widjayanto di Kantor MNC Group,Jakarta,kemarin.

Mengenai perpecahan sejumlah klub yang saat ini terjadi,Widjayanto tak terlalu bingung. ”Pertemukan saja, mana yang punya kualitas terbaik. Seperti Arema,tim dari kubu Rendra (Kresna) dan M Nuh dipertemukan dan dilihat mana yang layak,”lanjutnya. Keterbukaan LPIS untuk kembali merangkul klub-klub yang awalnya bermain di luar kompetisi resmi PSSI, juga disampaikan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

Pria yang juga mantan pemain PSMS Medan ini menegaskan jika klub-klub tersebut harus kembali demi menyelamatkan kesatuan dari timnas Indonesia. ”Saya sangat berharap klub-klub tersebut kembali kepada kami.Jangan ikuti kompetisi di luar PSSI,”kata Djohar Arifin.

Djohar Arifin pun meminta dalam dua sampai tiga hari ke depan ada respons positif dari klub-klub tersebut. Karena,jika tidak kembali,tentu akan banyak kerugian yang akan dialami pemain dan klub.
Sumber http://seputar-indonesia.com
Selanjutnya...
0

BOPI Anggap Status ISL Turnamen Bukan Kompetisi

Badan Olahraga Profesional Indonesia menganggap Indonesia Super League (ISL) yang digelar oleh PT Liga Indonesia (PT LI) adalah sebuah turnamen. Itu karena, BOPI telah memberikan ijin satu-satunya kompetisi profesional IPL yang dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) atas rekomendasi dari PSSI.

"PT LPIS sudah disahkan PSSI. Kami sudah melakukan kajian ternyata memang tidak ada APBD, sehingga kami mengetahui bahwa mereka olahraga profesional," kata Ketua Umum BOPI, Gordon Mogot di Hotel Sultan, Jumat (9/12/2011).

Walhasil, BOPI hanya mengetahui bahwa kompetisi sepakbola profesional yang direkomendasikan PSSI adalah Indonesian Premier League (IPL) di bawah naungan PT LPIS.

Selebihnya, ia menambahkan, BOPI tidak mengenal kompetisi profesional selain yang dilaksanakan oleh PT LPIS. Bahwa terdapat pertandingan yang mengaku sebagai kompetisi profesional, Gordon mengaku hal itu tidak pernah diketahui oleh BOPI.

"BOPI memberikan ijin hanya apabila ada rekomendasi dari PSSI. Yang lain dapat kami ijinkan, tapi harus lepas dari induk organisasi. Status pertandingannya pun bukan kompetisi tapi turnamen. Kalau kemudian ada yang ngomong kompetisi,saya pikir itu turnamen, karena kompetisi (di bawah naungan PT LPIS) sudah saya tandatangani," paparnya
Sumber http://www.tribunnews.com
Selanjutnya...
0

FIFA Rilis Klasemen IPL, PT LPIS Gembira

Federasi Sepak Bola Seluruh Dunia (FIFA) mengakui keberadaan Indonesian Premier League sebagai liga yang resmi dari PSSI dengan mencopot klasemen Indonesia Super League (ISL) di situs resminya. FIFA menggantinya dengan klasemen IPL yang diikuti 13 klub.

Sebelumnya, FIFA masih memajang klasemen ISL musim lalu. Namun, kini FIFA merilis klasemen IPL yang sebenarnya sudah melewati pertandingan kedua. CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjajanto, menyambut gembira hal ini. Ia mengatakan bahwa kenyataan ini merupakan jawaban dari pertanyaan klub-klub anggota PSSI mengenai kompetisi mana yang resmi, yang diakui oleh FIFA dan Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC).

"Ini merupakan bukti dukungan riil organisasi sepak bola dunia terhadap anggotanya, yaitu PSSI," kata Widjajanto seperti dilansir situs resmi Liga Prima Indonesia.

Ia kemudian mengungkapkan, hal ini juga menjadi pendorong bagi PT LPIS ataupun PSSI untuk terus melakukan introspeksi dan berkomunikasi dengan klub-klub peserta liga. "Kami akan terus berjuang untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan liga profesional," tuturnya.

Sesuai jadwal, Sabtu (10/12/2011) besok, IPL akan menyelenggarakan dua pertandingan, yaitu Persibo melawan Persiraja Banda Aceh dan PSM Makassar menjamu Persiba Bantul.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

SFC Tak Menyerah Dapatkan Ijin Tampil di LPI Dari PSSI

Kamis, 08 Desember 2011.
Meski nasibnya masih digantung PSSI, Sriwijaya FC (SFC) versi Indonesian Premier League (IPL) tetap tidak menyerah. PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), pengelola SFC, terus berusaha melobi induk organisasi sepakbola di Tanah Air tersebut.

Sekretaris SFC, Faisal Mursyid, mengaku telah melakukan kontak terakhir dengan PSSI, belum lama ini. Namun, tetap saja belum ada kabar memuaskan. Hal tersebut bisa dimaklumi lantaran PSSI masih belum menerima sikap SFC yang mengirimkan dua tim di IPL dan Indonesia Super League (ISL).

Disinggung kapan keputusan bisa didapat, Faisal mengungkapkan juga tidak mengetahuinya. Yang jelas, pihaknya akan menghubungi terus PSSI sampai mendapatkan keputusan SFC boleh ikut IPL atau tidak.

"Kami akan terus hubungi PSSI sampai mendapatkan kepastian," terangnya kepada Bola.net.

"Pokoknya, kami tidak akan menyerah. Kami punya niat besar yang baik untuk tampil di IPL," lanjutnya
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Stadion Jakabaring siap gelar laga SFC-PSPS

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring siap menggelar laga tuan rumah Sriwijaya Football Club melawan PSPS Pekanbaru pada Minggu (11/12), setelah dilakukan perbaikan pada lapangan rumput, kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Musryid.

"Stadion Jakabaring siap digunakan, meskipun kualitas rumput belum kembali seperti semula," kata Faisal di Palembang, Rabu.

Lapangan rumput stadion itu mengalami kerusakan parah setelah ditutup selama dua pekan dengan triplek untuk acara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI, 11-22 November lalu.

Menurut Faisal, para petugas bekerja ektra keras untuk mengembalikan kondisi lapangan rumput itu.

"Saya melihat sudah mulai tumbuh, meskipun belum rata. Tapi, secara keseluruhan sudah mencapai 70 persen sehingga layak digunakan," kata dia.

Dia menambahkan, pihak panitia penyelenggara juga telah memasang tiang gawang beserta jaring, dan bangku cadangan pada pinggir lapangan.

"Lapangan malahan sudah bisa dipakai tim latihan untuk pemanasan sebelum bertanding," ujar dia.

Pelatih SFC Kas Hartadi mengaku gembira atas kabar itu. Semula dia memprediksi akan bertanding di lapangan lain karena Stadion Jakabaring belum layak digunakan.

"Bagus jika bisa main di Jakabaring. Memang tim sudah lama menantikan, selama ini terpaksa latihan dengan lapangan yang tidak memadai," kata dia.

Dia menambahkan, karena pelaksanaan SEA Games digelar di Palembang, maka Stadion Jakabaring disterilkan selama tiga bulan sebelum pelaksanaan untuk kepentingan renovasi dan latihan pengisi acara.

"Sejak awal Agustus, SFC tidak mendapatkan lapangan yang memadai. Bahkan, sempat tidak bisa latihan karena lapangan yang mau dipinjam tidak ada. Saya terpaksa membawa tim latihan futsal," ujar dia.

Perbaikan lapangan rumput itu menjadi tanggung jawab panitia pelaksana SEA Games (Inasoc) dan menelan dana Rp175 juta.

Fasilitas pada bagian dalam stadion juga berubah, karena tribun penonton VVIP dan VIP telah dilengkapi tempat duduk dengan nomor berseri.
Sumber http://www.antaranews.com
Selanjutnya...
0

"Pemain di Luar Liga Resmi Dilarang Masuk Timnas"

Para pemain yang tampil di luar liga resmi PSSI harus gigit jari, pasalnya Ketum PSSI Djohar Arifin menegaskan bahwa mereka tak bisa mengenakan seragam Merah Putih.

Sebelumnya, dualisme kompetisi yang terjadi di Indonesia memunculkan wacana adanya pelarangan dari PSSI kepada para pemain untuk tampil membela Merah Putih, dan hal itu berlaku untuk pemain-pemain yang bernaung di Indonesian Super League yang kini tak diakui oleh PSSI.

"Sebetulnya PSSI tetap berharap semua pemain terbaik di Indonesia, baik yang turun di kompetisi resmi maupun tidak tetap bisa memperkuat timnas. Hanya saja semuanya terbentur dengan aturan," ujar Djohar.

"FIFA telah memperingatkan melalui statuta pasal 79. Jika dipaksakan maka kita akan mendapatkan konsekuensinya yaitu sanksi," tambah Djohar di sela "Workshop Divisi Utama" di Hotel Kartika Chandra.

Menurut dia, sesuai dengan pasal 79, yang akan mendapatkan konsekuensi jika tidak turun di kompetisi resmi tidak hanya berlaku bagi pemain Indonesia. Sanksi ini juga berlaku bagi pemain asing yang turun di kompetisi tidak resmi.

Pemain asing yang turun di kompetisi bukan resmi saat ini cukup banyak, di antaranya adalah Safee Sali (Malaysia), Zah Rahan (Nigeria) dan Keith Kayamba Gums, (Saints Kitts and Nevis).

"Yang menghancurkan timnas bukan kami (PSSI), tapi mereka yang di luar PSSI," tegas Djohar.

Jika benar-benar hal itu terjadi maka hampir 80 persen pemain Timnas Senior dan U-23 yang ada saat ini dipastikan tidak bisa lagi memperkuat tim Merah Putih pada ajang Internasional. Karena hampir semuanya turun di kompetisi di luar PSSI.

Beberapa pemain andalan timnas yang terancam gagal di antaranya Bambang Pamungkas, Firman Utina, M. Nasuha, M. Roby, Hamka Hamzah, M. Ridwan, Ferry Rotinsulu, Cristian Gonzales, M. Ilham dan Ahmad Bustomi.

Sedangkan pemain yang terancam tidak bisa memperkuat timnas U-23 di antaranya adalah Titus Bonai, Patrich Wanggai, Egi Melgiansyah, Diego Michiels, Oktovianus Maniani, Mahardiga Lasut, Hasim Kipuw, Ramdani Lestaluhu dan Andritany Ardhiyasa.

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

PSSI TOLAK SFC

PSSI mulai tegas menerapkan aturan. Otoritas tertinggi sepak bola nasional itu menolak Sriwijaya FC (SFC) bermain di dua kompetisi. Ketegasan ini terkait berbeloknya Laskar Wong Kito bermain di Indonesian Super League (ISL).

Awalnya manajemen SFC lewat surat resmi yang layangkan Komisaris Utama Muddai Madang menegaskan akan bermain di Indonesian Premier League (IPL).Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik.SFC malah menggelar laga perdananya di ISL saat dijamu Pelita Jaya Karawang,Sabtu (3/12). Fakta itu mempertegas di mana posisi klub kebanggaan masyarakat Palembang tersebut ambil bagian.

Tapi,hal itu menjadi masalah.Presiden Laskar Wong Kito Dodi Reza Alex juga berkeinginan SFC bermain di IPL.Jadi, manajemen klub yang diperkuat Firman Utina dkk berkeinginan mengikuti kedua kompetisi sekaligus,baik IPL maupun ISL. Manajemen Laskar Wong Kito pun menyiapkan tim kedua untuk bermain di IPL, kompetisi resmi PSSI.

Ketegasan PSSI untuk tidak menerima rencana yang tengah dirancang manajemen SFC disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sihar Sitorus.Pihaknya tidak ingin ada dua klub dengan nama yang sama bermain dalam dua kompetisi sekaligus.“Aturan FIFA dan PSSI,satu pemilik klub hanya bisa ada satu nama klub.Simpelnya,mereka harus tegas, mau main di IPL atau ISL.SFC seharusnya komitmen terhadap surat yang dilayangkan ke PSSI waktu itu,”ungkap Sihar,saat dihubungi HATTRICK,kemarin.

Sihar pun menegaskan jika memang manajemen SFC ingin membuat dua tim yang berkompetisi di dua klub berbeda, sebaiknya mengganti nama klub.Karena, jika ada dua klub dengan nama yang sama, juga akan mengganggu kerja sama dengan pihak sponsor. “Jika mereka mau main di kompetisi di luar PSSI,harus berganti nama.Agar tidak ada kerancuan.Jika ada dua klub dengan nama yang sama dalam dua kompetisi,akan mengganggu brand imagePSSI.Nanti PSSI akan dianggap apa?”tandas Sihar.

Sihar menambahkan,dengan adanya dua nama yang sama akan berpengaruh pada commercial right.Sponsor akan mengalami kebingungan karena ada dua klub yang bermain di dua kompetisi.“Nanti bisa saja ada dua SFC,dua PSMS Medan, dan lain sebagainya.Sponsor pun akan bertanya-tanya,klub mana yang harus disponsori jika ada dua nama,”tutur Sihar.

Dengan adanya kasus yang tengah dialami SFC,PSSI kembali menegaskan tidak terima jika ada yang ingin bermain di IPL,tapi main juga di ISL.Tentang penyelesaian masalah ini,Sihar berharap agar pekan depan bisa segera terselesaikan. “Intinya,kami tetap ingin satu tim yang main.Tidak bisa satu IPL dan satu lagi ISL. Kami tentu ingin pemain-pemain utama dari klub tersebut.Untuk penyelesaian kasus ini,saya berharap bisa selesaikan awal pekan depan.Agar tidak lagi mengganggu jadwal pertandingan klubklub yang lain,”sebut Sihar.

Sementara itu,CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT.LPIS) Widjayanto menyatakan tidak ingin berpolemik dengan masalah yang ada.Bagi dia,itu semua wewenang Komite Bidang Kompetisi yang mempunyai hak untuk menindak. “Kami sampai sekarang tinggal menunggu apa yang diinstruksikan Komite Kompetisi.Kami tidak mau membahas masalah ini terlalu jauh.Kami hanya penyelenggara dan harus membedakan mana tugas kami,mana yang bukan,”ungkap Widja,sapaan akrab Widjayanto.

Terkait dengan masalah SFC yang akan mengganggu jadwal,Widja menyatakan jika pihak PT LPIS tidak akan mengubah jadwal.Jika nanti Laskar Wong Kito benarbenar tidak ikut berkompetisi di IPL,timtim yang akan bertemu dengan klub kebanggaan masyarakat Palembang tersebut dianggap tidak bermain.

“Kami kosongkan jadwalnya jika memang SFC tidak jadi bermain di IPL. Kami sudah tidak ada waktu lagi untuk merombak-rombak jadwal.Kasihan timtim yang sudah menggelar pertandingan,” tandas Widja. decky irawan jasri

Sumber http://www.seputar-indonesia.com

Selanjutnya...
0

PSSI Adukan PT Liga Indonesia ke Pengadilan

Sabtu, 03 Desember 2011.
PSSI selaku pemegang mayoritas saham PT Liga Indonesia yang pada tanggal 1 Desember 2011 menggelar kompetisinya sendiri akan menuntut pengelola PT Liga Indonesia ke pengadilan.

Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus mengatakan, PSSI selaku pemegang 99 persen saham PT Liga Indonesia (siapa pun ketua PSSI-nya) sudah melarang PT Liga Indonesa untuk tidak lagi menyelenggarakan Liga Super Indonesia. Sebab, pelaksanaan liga kasta kompetisi tertinggi di Indonesia itu mandatnya diberikan kepada PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS).

"Kami akan segera melakukan tindakan hukum mengenai pembangkangan ini. Seharusnya klub-klub jangan mau diajak untuk melanggar statuta. Karena dalam statuta sudah diatur bahwa hanya kompetisi yang diakui oleh PSSI-lah yang boleh diikuti klub-klub yang menjadi anggota PSSI," ungkap Sihar saat ditemui di Sekretariat PSSI, Jumat (2/12/2011).

Menurut Sihar, menggelar Liga Super Indonesia merupakan penyimpangan besar. Untuk itu, PSSI akan segera mengambil langkah hukum bagi klub-klub yang ada di Liga Super Indonesia. "Bisa saja degradasi, skorsing, atau bisa saja mereka dipecat sebagai anggota PSSI," tandas Sihar Sitorus.

Sihar mengatakan, PT Liga Indonesia seharusnya fokus pada pertanggungjawaban kepada PSSI.

"PT Liga Indonesia harusnya fokus ke kami, PSSI, karena kami sudah mengirimkan surat permintaan kepada PT Liga Indonesia untuk memberikan laporan audit perusahaan maksimal tanggal 5 Desember 2011 ini. Joko Driyono selaku Direktur PT Liga Indonesia sudah melakukan tindakan di luar keinginan pemegang saham mayoritas, dalam hal ini PSSI. Untuk itulah PSSI segera melakukan langkah hukum sesuai aturan hukum perusahaan yang berlaku di Indonesia," paparnya.

Mengenai klub dan perangkat pertandingan yang terlibat di partai perdana Liga Super Indonesia, menurut Sihar, akan dilaporkan PSSI ke Komisi Disiplin PSSI. "Biar sidang Komdis yang memberikan hukumannya," jelas Sihar.

S
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Permalukan Pelita Jaya

Sriwijaya FC meraih angka penuh dalam laga tandangnya di Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 setelah meraih kemenangan 3-1 atas Pelita Jaya Karawang di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (3/12).

Sejumlah pemain asing di Pelita Jaya yang baru kali ini merumput di Indonesia masih belum bisa dimainkan, karena terbentur international certificate transfer (ITC) yang belum keluar.

Kondisi ini dimaksimalkan oleh Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito sudah mencetak gol cepet untuk unggul lebih dulu dari tuan rumah. Laga belum berjalan satu menit, Sriwijaya FC membobol gawang Pelita Jaya melalui Keith Kayamba Gumbs usai menerima umpan terobosan Firman Utina.

Kecolongan gol cepat tim tamu, Pelita Jaya berusaha menyamakan kedudukan. Namun serangan yang dibangun tuan rumah dapat dipatahkan barisan belakang Sriwijaya FC yang tampil cukup solid di laga ini.

Memforsir tekanan ke pertahanan Sriwijaya FC, pertahanan Pelita Jaya menjadi lengah. Pada menit ke-19, Firman kembali memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan baik oleh Siswanto untuk menggandakaan keunggulan Sriwijaya FC.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=162244?area=2l&pos=2&ord=162244"></script>

Sukses membobol gawang Pelita Jaya, Sriwijaya FC makin percaya diri. Kendati demikian, publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan setelah tandukaan Victor Igbonefo merobek jala Sriwijaya FC menjelang babak pertama berakhir.

Pelita Jaya dan Sriwijaya FC kemudian lebih meningkatkan intesitas permainan mereka di babak kedua. Sriwijaya FC nyaris memperbesar keunggulan di menit ke-53, tapi tendangan Kayamba Gumbs masih menerpa mistar gawang.

Peluang emas diperoleh Sriwijaya FC pada menit ke-59. Pelanggaran Engelbert Sani terhadap Kayamba Gumbs di kotak terlarang menghasilkan hadiah tendangan penalti. Namun esksekusi Ponaryo Astaman dapat digagalkan kiper Sahar Ginanjar.

Empat menit berselang, Sriwijaya FC kembali mendapatkan hadiah penalti atas pelanggaran Ruben Sanadi kepada Firman Utina. Kembali eksekusi itu tidak membuahkan hasil setelah tendangan Kayamba Gumbs menghantam tiang gawang.

Upaya tim tamu untuk memperbesar keunggulannya baru membuahkan hasil di menit ke-65. Firman kembali mengawali proses terjadinya gol. Umpan Firman kepada Kayamba Gumbs diselesaikan dengan baik untuk mengubah papan skor menjadi 3-1.

Pelita Jaya yang berusaha mengejar ketertinggalan mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan Sriwijaya FC. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, skor 3-1 tak mengalami perubahan.
Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
0

"Banyak Klub 'Main Dua Kaki', Peserta IPL dan ISL Belum Jelas"

Kamis, 01 Desember 2011.
Meski telah terjadi saling klaim antara kubu Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL), terkait klub-klub yang mengikuti liga mereka, siapa saja peserta masing-masing kompetisi musim 2011-2012 ini masih belum menemui titik terang. Hal ini diungkapkan Direktur LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (LSM SEMPRIT), Ari Wibowo.

Menurut Ari, kondisi dualisme kompetisi yang ada saat ini dimanfaatkan oleh klub-klub untuk memainkan 'Strategi Dua Kaki'. Mereka memanfaatkan celah aturan di IPL, di mana jika tidak memainkan partai pertamanya hanya dianggap sebagai kalah Walk Out (WO). Resikonya hanya kehilangan 3 poin saja yang diambil pihak lawan. Sembari menanti kejelasan ISL, mereka memilih untuk tidak menggelar laga perdana mereka.

"Klub-klub baru akan mengambil keputusan saat jadwal partai kedua digelar. Mereka baru akan menentukan sikap setelah ISL dipastikan bisa mendapat izin dari pihak kepolisian dan bisa bergulir," ujar Ari pada Bola.net.

Lebih lanjut, mantan GM PSIS Semarang ini menambahkan, jika laga perdana gagal digelar akibat perijinan yang tidak terbit, bisa dipastikan klub-klub yang bermain 2 kaki ini akan berubah pikiran dan kemudian menyatakan berkompetisi di IPL saja yang tak akan mendapatkan masalah perijinan terkait statusnya sebagai kompetisi resmi dibawah PSSI.

"Meski banyak pihak meyakini kompetisi ISL akan bisa bergulir, tapi rumor yang beredar di beberapa internal klub calon peserta ISL sendiri masih mengkhawatirkan masalah perijinan. Fakta bahwa Menpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) hanya merestui IPL membawa implikasi bisa saja Ijin Keramaian dari pihak kepolisian tidak bisa terbit sehingga pertandingan IPL tidak bisa dilaksanakan. Apalagi PSSI terus berusaha melobi pihak Kepolisian agar mengganjal terbitnya perijinan untuk kompetisi ilegal tersebut," tandasnya.

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Kemenkumham: 99% Saham PT.LI Masih Milik PSSI

Klaim PT. Liga Indonesia (PT.LI) yang mengaku telah mengubah komposisi kepemilikan saham mereka pasca Kongres Bali mendapat bantahan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Melalui surat yang dikirimkan pada PSSI, Kemenkumham menegaskan bahwa 99% saham PT.LI masih milik PSSI.

Dalam surat yang bernomor AHU.2-AH.01.09-13649, Kemenkumham menegaskan bahwa PSSI memiliki 990 ribu dari sejuta lembar saham PT.LI. Sementara 10 ribu lembar sisanya menjadi milik Yayasan Sepakbola When I M 64.

Sebelumnya, hal senada telah diungkapkan Catur Agus Saptono. Menurut Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI itu, PT.LI telah melakukan kebohongan publik.

"Ada kebohongan publik yang dilakukan oleh pengurus PT. Liga Indonesia, atas nama Presiden Direktur Syahrial Tahir dan Presiden Komisaris, Harbiansyah Hanfiah. Mereka menyatakan saham PSSI telah dialihkan kepada klub, bahkan telah melaporkan pengalihan saham tersebut kepada FIFA dan AFC," ungkap Catur, yang merupakan Wakil Ketua Komite Disiplin PSSI ini.

Lebih lanjut, Catur juga menyatakan bahwa RUPS PT.LI tidak pernah terjadi secara hukum. Pasalnya, PSSI sebagai pemilik 99% saham PT.LI tidak hadir dalam acara tersebut. "Selain itu, berdasar data Sisminbankum per tanggal 09 Nov 2011, PSSI masih terdaftar sah sebagai pemegang 990 ribu lembar saham, atau 99% dari saham PT.LI. Dalam data itu juga tidak terdaftar Presiden Direktur atas nama Syahrir Tahir dan Presiden Komisaris atas nama Harbiansyah. Ini kebohongan yg harus dibongkar," tegasnya.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |