Sriwijaya FC Serahkan Insiden Pengeroyokan Kepada Polisi

Senin, 19 Desember 2011.
Manajemen Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri menyerahkan sepenuhnya kasus pengeroyokan dua pemain asingnya, Hilton Moreira dan Thierry Gathussy oleh sejumlah pemain Persija kepada pihak kepolisian setempat.

Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunjamin mengatakan, dua pemain asing SFC Hilton dan Thierry terlibat bentrok dengan sejumlah pemain Persija Jakarta di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Minggu (18/12) malam, sekitar pukul 21.40 WIB.

Menurut dia, adu fisik itu berujung luka lebam di wajah Hilton, luka pada tangan Thierry, dan luka robek pada pelipis kanan Ismed Sofyan (Persija).

Dikatakannya, kasus tersebut sedang diproses pihak kepolisian berdasarkan laporan dari manajemen klub ke Mapolresta Palembang, Minggu (18/12).

Dalam laporan nomor LP/B-3286/XII/2011/SUMSEL/RESTA disebutkan korban Hilton dan Thierry melaporkan Ismed Sofyan, Leo Saputra, Udin, dan Sudirman cs, yang dikenakan pasal 170 tentang pengeroyokan.

"Laporan telah diterima pihak kepolisian dan telah memasuki ranah hukum. Jadi kami serahkan semuanya kepada pihak berwajib, karena apa yang sudah masuk ranah polisi tidak bisa diintervensi lagi," ujar Augie.

Menurut dia, langkah itu diambil olah manajemen klub untuk memberikan efek jera kepada pemain yang berani melakukan adu fisik seusai pertandingan.

"Jika ditolong terus, misalnya laporan ke kepolisian dicabut, maka tidak akan menimbulkan efek jera kepada pemain yang melakukan pengeroyokan. Nanti jika ada kejadian serupa maka tidak segan-segan mengulang kembali," kata dia.

Terlepas dari kejadian itu, pihak manajemen SFC meminta pertikaian antara pemain asing SFC dan pemain Persija itu tidak dibesar-besarkan. Apalagi, saat ini persepakbolaan nasional sedang mengalami permasalahan besar.

"Klub yang bertikai keduanya bermain di ISL, artinya jika dibesar-besarkan akan menciderai kompetisi yang dijalani. Padahal, kejadian ini murni permasalahan antara Hilton dan Ismed Sofyan, bukan melibatkan klub apalagi suporter," ujar dia.

Setelah pelaporan ke polisi itu, Augie yang mewakili manajemen SFC mengadakan rapat dengan Direktur PT Liga Indonesia Joko Driyono serta Pemilik Klub Persija Ferry Paulus, pada malam itu. Petinggi klub itu bisa bertemu karena menghadiri rapat akbar PSSI di Jakarta.

"Intinya semua pihak mengharapkan, kemelut ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Ini murni karena dendam pribadi Ismed dengan Hilton, dan bukan atas nama klub," kata dia.

Dia tak membantah, pertikaian terjadi dipicu karena pemain asing SFC yang menginap pada hotel yang sama dengan pemain Persija, yakni di Hotel Swarna Dwipa.

"Saya tidak mengira akan timbul kejadian seperti ini, karena memang sejak awal Persija dan SFC tidak pernah ada masalah baik antara pemain dan suporter," ujar dia.
Sumber http://bola.net

Komentar :

Poskan Komentar

"INI PUNYO KITO" Selamat datang diblog laskar wong kito "Himpunan Imformasi Media Tentang Sriwijaya FC"

 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |