Supporter seluruh Indonesia siap bersatu untuk mendesak PSSI secepatnya menyelesaikan kekisruhan sepakbola Indonesia saat ini.
Ketua Supporter Beladas (Bela Armada Sriwijaya) Korwil SMS (Sriwijaya Mania Sumsel), Edi Ismail, mengatakan kelompoknya siap menggelar demo ke kantor PSSI Pusat seandainya konflik di tubuh PSSI semakin parah dan tidak berkesudahan.
"Kita sudah saling menghubungi antara kelompok supporter Persib Bandung, Viking dan The Jack supporter Persija Jakarta. Memang ada rencana untuk melakukan demonstrasi, karena prihatin melihat kondisi sepakbola yang semakin kacau. Kita akan bergabung untuk menyuarakan aspirasi supporter sepakbola seluruh Indonesia, bukan lagi kepentingan klub masing-masing," ucapnya, Jumat (23/12).
Saat ini, Edi masih berkoordinasi dengan ketua kelompok supporter lainnya, kapan kepastiannya demo ini akan dilakukan. Saat ini juga kita masih memantau perkembangan banding yang diajukan SFC kepada PSSI, terkait sanksi turun ke liga utama dan denda Rp 500 juta yang diterima SFC. Supporter Beladas akan terus mendukung SFC sekalipun harus main ke Divisi I apabila SFC terbukti bersalah.
"Jangan takut dengan ancaman PSSI ini karena supporter siap mendukung SFC apapun keputusannya. Seandainya tetap tidak ada titik temu, maka sudah dipastikan kita akan menuntut supaya secepatnya digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Kita menuntut Ketua PSSI Djohar Arifin untuk segera mengundurkan diri dan diganti dengan pemimpin yang mengerti bola dan hobi bola," cetusnya.
Menurutnya, bukan persoalan sanksi yang diterima SFC saja yang membuat kelompok supporter seluruh Indonesia ingin berdemo. Melainkan ada faktor utamanya, yaitu melihat konflik di tubuh kepengurusan PSSI yang sudah terlalu lama. Kepemimpinan Djohar Arifin dinilainya sama buruknya seperti di era Nurdin Khalid
terdahulu.
"Kalau pada masa Nurdin para pengurusnya dinilai tidak transparan mengenai keuangan, sementara pada masa Djohar sekarang ini orang yang memimpin terlihat tidak mengerti bola. Keputusan-keputusan yang diambil Djohar kerap melanggar statuta, seperti memasukkan klub yang jelas-jelas terkena sanksi," katanya.
Persema Malang dan Persibo Bojonegoro sudah jelas-jelas dikeluarkan, karena memilih bergabung dengan LPI (Bentukan
Arifin Ponogoro) pada masa Nurdin. Kini tahu-tahu kedua klub itu bisa masuk kembali ke IPL, setelah skorsingnya dicabut oleh
Djohar. Belum lagi persoalan jumlah peserta yang lebih dari 24 klub dengan memasukkan klub-klub divisi utama tanpa adanya
jenjang promosi.
"Ketua PSSI sekarang, Djohar Arifin kerap mengambil keputusan secara sepihak. Seandainya memang ingin memajukan sepakbola Indonesia, seharusnya dia bisa meranggul anggotanya untuk dapat bersama dan mencari penyelesaian atas persoalan ini. Saya katakan kalau Djohar itu tidak ngerti bola dan tidak hobi bola, jadi keputusan-keputusannnya selalu ke bisnis. Berbeda dengan orang yang ngerti dan hobi sepakbola maka ia siap berkorban untuk memajukan persebakbolaan di Indonesia ini," ucap Edi.
Sumber http://sripoku.com
Ketua Supporter Beladas (Bela Armada Sriwijaya) Korwil SMS (Sriwijaya Mania Sumsel), Edi Ismail, mengatakan kelompoknya siap menggelar demo ke kantor PSSI Pusat seandainya konflik di tubuh PSSI semakin parah dan tidak berkesudahan.
"Kita sudah saling menghubungi antara kelompok supporter Persib Bandung, Viking dan The Jack supporter Persija Jakarta. Memang ada rencana untuk melakukan demonstrasi, karena prihatin melihat kondisi sepakbola yang semakin kacau. Kita akan bergabung untuk menyuarakan aspirasi supporter sepakbola seluruh Indonesia, bukan lagi kepentingan klub masing-masing," ucapnya, Jumat (23/12).
Saat ini, Edi masih berkoordinasi dengan ketua kelompok supporter lainnya, kapan kepastiannya demo ini akan dilakukan. Saat ini juga kita masih memantau perkembangan banding yang diajukan SFC kepada PSSI, terkait sanksi turun ke liga utama dan denda Rp 500 juta yang diterima SFC. Supporter Beladas akan terus mendukung SFC sekalipun harus main ke Divisi I apabila SFC terbukti bersalah.
"Jangan takut dengan ancaman PSSI ini karena supporter siap mendukung SFC apapun keputusannya. Seandainya tetap tidak ada titik temu, maka sudah dipastikan kita akan menuntut supaya secepatnya digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Kita menuntut Ketua PSSI Djohar Arifin untuk segera mengundurkan diri dan diganti dengan pemimpin yang mengerti bola dan hobi bola," cetusnya.
Menurutnya, bukan persoalan sanksi yang diterima SFC saja yang membuat kelompok supporter seluruh Indonesia ingin berdemo. Melainkan ada faktor utamanya, yaitu melihat konflik di tubuh kepengurusan PSSI yang sudah terlalu lama. Kepemimpinan Djohar Arifin dinilainya sama buruknya seperti di era Nurdin Khalid
terdahulu.
"Kalau pada masa Nurdin para pengurusnya dinilai tidak transparan mengenai keuangan, sementara pada masa Djohar sekarang ini orang yang memimpin terlihat tidak mengerti bola. Keputusan-keputusan yang diambil Djohar kerap melanggar statuta, seperti memasukkan klub yang jelas-jelas terkena sanksi," katanya.
Persema Malang dan Persibo Bojonegoro sudah jelas-jelas dikeluarkan, karena memilih bergabung dengan LPI (Bentukan
Arifin Ponogoro) pada masa Nurdin. Kini tahu-tahu kedua klub itu bisa masuk kembali ke IPL, setelah skorsingnya dicabut oleh
Djohar. Belum lagi persoalan jumlah peserta yang lebih dari 24 klub dengan memasukkan klub-klub divisi utama tanpa adanya
jenjang promosi.
"Ketua PSSI sekarang, Djohar Arifin kerap mengambil keputusan secara sepihak. Seandainya memang ingin memajukan sepakbola Indonesia, seharusnya dia bisa meranggul anggotanya untuk dapat bersama dan mencari penyelesaian atas persoalan ini. Saya katakan kalau Djohar itu tidak ngerti bola dan tidak hobi bola, jadi keputusan-keputusannnya selalu ke bisnis. Berbeda dengan orang yang ngerti dan hobi sepakbola maka ia siap berkorban untuk memajukan persebakbolaan di Indonesia ini," ucap Edi.
Sumber http://sripoku.com








































Poskan Komentar
"INI PUNYO KITO" Selamat datang diblog laskar wong kito "Himpunan Imformasi Media Tentang Sriwijaya FC"