2

Sriwijaya FC Semakin Runyam

Senin, 24 September 2012.
Kondisi Sriwijaya FC (SFC) jelang musim 2012/2013 semakin runyam. Pasalnya,kerangka tim yang sudah terbentuk kembali mentah lantaran ada pemain yang keluar.

Sepeninggal beberapa pemain pilar musim lalu,sebenarnya SFC mencoba membangun kembali tim yang solid dengan pemain berkualitas.Sebenarnya kehilangan Firman Utina,Muhammad Ridwan,Supardi,Jamie Coyne,Keith ’Kayamba’ Gumbs,Hilton Moriera,Nova Arianto,Siswanto,Syamsul Chaeruddin,dan Septia Hadi sudah coba dilupakan dengan mendaratkan pemain yang tidak kalah kelas. Dalam perburuannya,SFC mendapatkan Abdul Rahman,M Fakhrudin,Aliyudin,Taufik Kasrun,Erick Weeks Lewis,Kazuo Honma,dan Edward Wilson Junior.

Akan tetapi,nama terakhir masih dipertanyakan karena hingga saat ini manajemen belum bertemu langsung dengan pemain asal Liberia itu. Kepastian mengenai status Edu,panggilan Edward Wilson,penting bagi SFC.Pasalnya, saat ini,Edu diklaim klub lamanya,Semen Padang,telah menandatangani kontrak untuk musim baru nanti.Apalagi,Edu dikabarkan menerima uang mencapai Rp100 juta sebelum bertolak ke negara asalnya setelah musim lalu usai. Dikabarkan tiba di Indonesia pada Jumat (21/9) sore,tapi hingga berita ini diturunkan, keberadaan Edu belum bisa dikonfirmasi.

Direktur Keuangan PT SFC Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin yang akan menemui langsung sang pemain setibanya di Jakarta dan menyodorkan kontrak untuk musim 2012/2013 tidak kunjung bisa dihubungi. Bahkan,ketika SINDOmenghubungi agen sang pemain,Eddy Syahputra,dari Ligina Sportindo,jawabannya justru menyebutkan Edu belum berada di Indonesia atau sedang dalam perjalanan ke Tanah Air.Padahal, sebelumnya,Eddy menyatakan bahwa Edu akan tiba di Indonesia pada Kamis (20/9),tapi mundur satu hari menjadi Jumat (21/9).

”Edu masih di Afrika (Liberia),”ujar Eddy melalui pesan singkat. Simpang siur keberadaan Edu memunculkan isu batalnya transfer Edu ke SFC.Sebab,klaim Semen Padang yang tidak melepas pemain andalannya itu begitu kuat. Bahkan,CEO Semen Padang FC Erizal Anwar menegaskan,Edu telah menerima uang tanda jadi kontrak musim 2012/2013.Jadi,statusnya tetap milik tim berjuluk Kabau Sirahitu. ”Kekhawatiran Edu lepas dari incaran memang ada.Tapi,kami berharap Edu tetap memegang komitmennya membela SFC musim baru nanti,”ucap Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.

Bukan hanya soal transfer striker produktif Edu yang memacu adrenalin seluruh penggemar Sriwijaya,kabar mengejutkan juga datang dari dalam tim. Gelandang bertahan asal Korea Selatan, Lim Joon-sik,akhirnya resmi dilepas. Setelah sempat tarik ulur,manajemen SFC memutuskan tidak lagi memperpanjang negosiasi dengan pemain bertenaga kuda itu. Lim kabarnya menerima tawaran dari Pelita Jaya.Selain faktor Pelatih Rahmad ’RD’ Darmawan,kabarnya Lim merapat ke klub yang bermarkas di Stadion Singa Perbangsa, Karawang,itu karena mendapat kontrak lebih besar dibanding yang diterimanya di SFC.

”Saya mendapat kabar Lim merapat ke Pelita Jaya.Sebenarnya sangat disayangkan keputusan itu.Sebab,manajemen SFC telah berusaha mempertahankannya,”tutur Hendri. Dikonfirmasi mengenai hal ini,Pelatih SFC Kas Hartadi mengaku sangat terkejut dengan keputusan Lim hengkang dari SFC. Sebab,bersama Thierry Gauthessi,Lim termasuk pemain yang dipertahankan. Namun,Kas menegaskan tidak akan berlamalama larut dalam kondisi ini dan akan memimpin timnya bangkit.

http://www.seputar-indonesia.com
Selanjutnya...
1

Lim-Thierry Dipertahankan

Sabtu, 21 Juli 2012.
Manajemen Sriwijaya FC memastikan ingin mempertahankan pemain asal Korea Lim Jun Sik dan Perancis Thierry Gathuessi untuk musim depan. Keduanya telah menjalani proses negosiasi kontrak baru. Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menegaskan Lim dan Thierry mendapat prioritas dipertahankan. “Lim menunjukkan penampilan yang stabil sepanjang musim. Ketangguhannya di lini tengah membuat permainan Sriwijaya FC solid,” ujar Hendri.
Sementara Thierry, dijelaskan Hendri merupakan tipikal pemain belakang modern yang tangguh. “Keberadaannya di lini belakang menjadi yang paling penting. Kuat dalam bertahan, tetapi juga sangat aktif dalam membantu penyerangan,” sambungnya.
Lim dan Thierry kebetulan dalam satu naungan agen dr Mustika. Keduanya juga telah berkomunikasi dengan agennya dan menyatakan siap memperpanjang kontrak.
Situasi bertolak belakang justru pada tiga pemain asing lainnya, Keith Kayamba Gumbs, Hilton Moreira, dan Jamie Coyne. Hingga saat ini ketiganya masih dalam proses evaluasi Manajemen dan pelatih.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita umumkan. Kita perkirakan pertengahan Ramadan sudah ada keputusan. Tapi yang jelas ketiganya tetap diprioritaskan,” ucap Hendri.
Berpeluangnya Sriwijaya FC berlaga di ajang Liga Champions Asia (LCA) pada musim depan justru membuat nasib pelatih Kas Hartadi mengambang. Dengan hanya memegang lisensi A nasional, Kas tidak diperkenankan berstatus pelatih kepala tim peserta LCA.
“Kas Hartadi adalah pelatih hebat dan memberikan gelar juara bagi Sriwijaya FC. Tetapi memang pada musim depan saya belum dapat memastikan tetap sebagai pelatih kepala,” beber Hendri.
Solusinya, dikatakan Hendri adalah dengan menjadikan Kas sebagai asisten pelatih. Namun hal tersebut tampaknya kurang sepaham dengan Kas. Pria asli Solo ini enggan turun jabatan di Sriwijaya FC.
“Saya memprioritaskan tetap di Sriwijaya FC sebagai pelatih kepala. Selain itu Mas Hartono Ruslan akan tetap sepaket,” urainya.
Kengototan Kas untuk satu paket dengan Hartono Ruslan yang telah mendampinginya selama satu musim terakhir, lantaran selama ini telah banyak membantu. Selain itu Hartono Ruslan memiliki lisensi A AFC.
“Saya dan Mas Hartono sudah merasa cocok bekerja sebagai sebuah tim. Tetapi semuanya terserah Manajemen, untuk saat ini saya liburan di Solo,” pungkasnya.
 Sumber: http://palembang-pos.com

Selanjutnya...
1

Sriwijaya FC Kembali Pertimbangkan Pakai Pelatih Asing

Kamis, 19 Juli 2012.
Sukses memberikan gelar juara Indonesia Super League (ISL) untuk Sriwijaya FC, ternyata bukan jaminan bagi Kas Hartadi kembali menukangi tim untuk musim depan. Buktinya hingga kini nasib Kas Hartadi belum juga mendapat kepastian dari manajemen Sriwijaya FC. Bahkan, menurut informasi, Sriwijaya FC kembali mempertimbangkan menggunakan pelatih asing untuk musim depan.
Direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin membenarkan kalau saat ini Sriwijaya FC sedang mempertimbangkan kembali menggunakan pelatih asing.

"Sampai saat ini kami belum memastikan siapa pelatih kepala Sriwijaya FC untuk musim depan. Untuk Kas Hartadi belum bisa dipastikan akan kembali menjadi pelatih kepala atau tidak. Kas Hartadi adalah pelatih yang hebat. Buktinya dia berhasil memberikan gelar juara ISL, tapi kalau bisa, kami ingin cari pelatih yang lebih hebat lagi,” kata Hendri Zainuddin kepada GOAL.com Indonesia, Rabu (18/7) malam.

Dikatakan Hendri, musim depan kemungkinan Sriwijaya FC akan tampil di Liga Champions Asia (LCA), jadi tim harus memiliki pelatih kepala berlisensi AFC, sementara Kas Hartadi baru memiliki lisensi pelatih A Nasional. Saat ini manajemen sedang membuka lowongan pelatih, siapa pun yang ingin mendaftar, baik itu pelatih asing ataupun lokal akan dipertimbangkan, termasuk pelatih kepala saat ini Kas Hartadi.

"Kalau saya menilai pelatih asing dan lokal sama saja. Yang jelas, kami akan mencari pelatih terbaik. Pelatih asing tentu diprioritaskan tapi dengan berbagai pertimbangan dan kesepakatan," ujar Hendri.

Bahkan, dengan tegas Hendri mengatakan tidak trauma dengan kegagalan saat merekrut Ivan Kolev. Kegagalan Kolev tidak bisa dijadikan patokan, karena banyak pelatih asing yang memiliki kualitas lebih baik,” kata Hendri.

Sementara itu, untuk pemain asing musim depan, Hendri baru bisa memastikan Lim Jun Sik yang dipertahankan karena sudah terjadi kesepakatan antara Lim dan pihak manajemen Sriwijaya FC.

"Kualitas Lim selama memperkuat Sriwijaya FC sangat bagus dan dia juga bersedia tetap bersama Sriwijaya FC,” kata Hendri Zainuddin.

Selain Lim, Sriwijaya FC juga ingin mempertahankan Thiery Ghattusi, sedangkan untuk Kayamba, Jamie Coyne dan Hilton Moreira belum bisa dipastikan dan statusnya sampai saat ini masih ngambang atau belum jelas.

Sedangkan untuk sepuluh sampai 15 persen pemain yang dilepas, Hendri mengatakan, akan didominasi oleh pemain belakang dan pemain depan.

"Kemungkinan dua pemain depan  dan dua pemain belakang yang akan kita lepas, sementara yang lain kembali kita negosiasi kontrak baru. Untuk lebih jelasnya tunggu saja bulan Ramadhan ini, di atas tanggal 20 Juli,” kata Hendri
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Spesialis Raih Trofi Terakhir

Minggu, 10 Juni 2012.
 "Gelar juara juga akan terasa lebih indah jika rencana membuat kompetisi baru untuk tahun depan terwujud," kata Dodi Reza Alex Noerdin.

Sriwijaya FC untuk pertamakalinya meraih juara Liga Indonesia pada tahun 2007  saat kompetisi tertinggi di Indonesia masih bernama divisi utama, bahkan saat itu Sriwijaya FC berhasil mengawinkan juara Liga Indonesia dengan Coppa Indonesia.

Namun itu adalah trofi juara terakhir yang diraih Sriwijaya FC di Divisi Utama karena usai meraih juara Liga Indonesia di divisi utama dengan format dua wilayah, musim berikutnya liga Indonesia dengan format dua wilayah di ganti menjadi Liga Super Indonesia dengan format satu wilayah. Jadilah trofi terakhir divisi utama berhasil direbut Sriwijaya FC dan menasbihkan diri sebagai juara terakhir kompetisi.

Kemudian Sriwijaya FC juga berhasil meraih topi Piala Indonesia tiga kali secara berturut-turut. Trofi ketiga diraih Sriwijaya FC pada perhelatan Piala Indonesia terakhir sebelum terjadi dualisme kompetisi sehingga Piala Indonesia hanya diikuti tim yang berlaga di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia.

Dan yang terakhir, Sriwijaya FC hampir meraih gelar juara ISL pada perhelatan yang terakhir karena pada musim depan tim gabungan dari PSSI dengan IPL nya  dan KPSI dengan ISL nya sepakat membentuk kompetisi terbaru di bawah PSSI.

“Gelar juara ISL musim ini hampir kita raih. Jika berhasil meraih juara, inilah trofi pertama ISL yang kita raih dan trofi kedelapan di semua kompetisi yang pernah kita ikuti. Gelar juara juga akan terasa lebih indah jika rencana membuat kompetisi baru untuk tahun depan terwujud. Tahun 2007 kita berhasil merebut trofi terakhir divisi utama dan tahun ini kita tinggal menunggu waktu merebut trofi terakhir ISL. Namun apapun itu yang paling penting bagaimana Sriwijaya FC bisa meraih juara, ” kata Presiden klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin kepada GOAL.com Indonesia.

Direktur Teknik dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin tidak mempermasalahkan Sriwijaya FC meraih trofi pertama, kedua atau terakhir, karena baginya yang paling penting adalah Sriwijaya FC bisa merebut juara pada setiap kompetisi yang diikuti. ”Yang penting Sriwijaya FC bisa juara,” kata Hendri melalui pesan singkat

Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
1

Cukup 74 Poin SFC Juara

Sabtu, 02 Juni 2012.
PELUANG Sriwijaya FC meraih gelar juara ISL 2012 makin terbuka usai meraih kemenangan 3-2 atas Persiba Balikpapan, di Stadion Persiba Kompleks Pertamina, Jumat (1/6/2012).

Jika melihat jumlah pertandingan yang telah dijalani semua tim. Persipura Jayapura adalah pesaing terdekat Firman Utina dkk. Jika memenangi tujuh laga sisa.

Maka, poin maksimal Persipura 73. Sehingga, cukup dengan meraih 74 poin, Sriwijaya FC sudah pasti juara. Dengan catatan, meraih Firman Utina dkk meraih empat kemenangan beruntun dan seri lawan Persija.

"Kami terus fokus dalam setiap pertandingan, terutama empat pertandingan yang akan kami hadapi," urai pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi kepada Sripoku.com usai pertandingan.


Prediksi Poin SFC vs Persipura

Sriwijaya:64
1. 10/6/2012 Gresik vs Sriwijaya:3
2. 16/6/2012 Sriwijaya vs Arema:3
3. 20/6/2012 Sriwijaya vs Persela: 3
4. 24/6/2012 Persija vs Sriwijaya:1(74-67)
5. 28/6/2012 PSPS vs Sriwijaya:0
6. 5/6/2012 Sriwijaya vs Pelita:3
7. 11/7/2012 Sriwijaya vs Persib:3
Total Poin:16+64:80 poin (maksimal)

Persipura:52
1. 3/6/2012 Persipura vs PSMS:3
2. 7/6/2012 Persipura vs PSAP:3
3. 15/6/2012 Persiram vs Persipura 3
4. 20/6/2012 Persipura vs Persisam 3
5. 27/6/2012 Persipura vs Kukar:3 (67-74)
6. 3/7/2012 Persiba vs Persipura:3
7. 11/7/2012 Gersik vs Persipura:3
Total Poin:21+52:73 Poin (maksimal)



Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

10 Pemain Sriwijaya Permalukan Persiba

Sriwijaya FC sukses mencuri poin penuh dari kandang Persiba Balikpapan , setelah di pertandingan yang berlangsung tadi sore (Jum'at, 01/06) berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-3.

Tim tamu bahkan memimpin 2-0 lebih dulu lewat gol yang dicetak M. Ridwan di menit ke 16 dan 20.

Hanya satu menit setelah gol kedua m. Ridwan, Aldo Baretto berhasil mencetak gol untuk memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.

Menit 29, pelanggaran pemain Persiba terhadap Hilton Moreira dalam kotak penalti berbuah penalti. Dan Keith Jerome Kayamba Gumbs yang maju sebagai algojo berhasil melaksanakan tugasnya. Skor kembali berubah menjadi 1-3, dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, tuan rumah berusaha meningkatkan serangan, namun beberapa peluang masih gagal di konversi menjadi gol.

Ment 77, Sriwija FC harus bermain dengan 10 orang akibat kartu kuning kedua yang diterima oleh Ahmad Jufriyanto. Kartu kuning di keluarkan wasit setelah Jufriyanto melakukan pelanggaran keras terhadap Asri Akbar.

Unggul jumlah pemain akhirnya bisa di manfaatkan oleh Persiba. Menit 77, Aldo Baretto mencetak gol keduanya di pertandingan ini, sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-3.

Namun hingga pertandingan usai, tidak ada lagi gol tercipta, dan skor akhir tetap 2-3 untuk kemenangan Sriwijaya FC.

Tambahan 3 angka ini semakin memperkokoh posisi Sriwijaya FC di puncak klasemen Liga Super Indonesia.Dengan poin 64, Sriwijaya memimpin 14 angka dari Persipura.

Sedangkan Persiba tetap tertahan di peringkat 6 klasemen ISL dengan poin 42. 

Sumber http://www.zonaterbaik.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Targetkan Curi Poin di Kandang Persiba

Kamis, 31 Mei 2012.
Usai meraih hasil positif sepanjang bulan Mei 2012 dengan mencatatkan empat kemenangan serta satu kali imbang tanpa sekalipun menelan kekalahan, Sriwijaya FC akan memulai perjuangan di bulan Juni menghadapi tuan rumah Persiba Balikpapan, Jumat (01/06) di Stadion Persiba Baikpapan. Menghadapi Persiba, pelatih kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi hanya menargetkan curi poin.
"Persiba merupakan tim yang kuat dan memiliki organisasi permainan yang baik. Saya beberapa kali menyaksikan pertandingan Persiba di televisi, mereka juga memiliki pemain yang kemampuannya merata di semua ini, karena itu target kini hanya curi poin. Tapi jika ada kesempatan untuk menang akan kita manfaatkan dengan baik," kata Kas Hartadi, Rabu (30/05).
Dari semua pemain yang dimiliki Persiba, Kas Hartadi meminta para pemainnya untuk lebih mewaspadai trio asing tim asal Balikpapan ini yaitu Kenji Adachihara, Aldo Bareto dan Matsunaga Shohei. Menurut Kas Hartadi, tiga pemain Persiba ini selalu merepotkan barisan pertahanan setiap tim lawan. Bahkan hampir 70 persen gol yang dicetak Persiba musim ini dihasilkan tiga pemain ini.
Persiba saat ini sudah mencetak 45 gol. Dari 45 gol yang telah dihasilkan Persiba, sebanyak 28 gol dicetak tiga pemain asing ini dengan rincian 11 gol dicetak Kenji, 10 gol dihasilkan Aldo Bareto dan delapan gol dicetak Matsunaga Shohei.
"Karena itu saya meminta kepada para pemain belakang untuk mewaspadai gerakan tiga pemain ini. Jika meihat sepak terjang mereka selama ini, mereka inilah roh permainan Persiba," ujar Kas Hartadi.
Untungnya ketika harus menghadapi tiga pemain asing Persiba, lini pertahanan Sriwijaya FC bisa menampilkan pemain terbaiknya. Jamie Coyne yang absen saat menghadapi Persipura akibat cidera tumit kiri sudah bisa tampil.
Kehadiran Jamie Coyne akan memperkuat barisan pertahanan Sriwijaya FC bersama Thiery Gatuesi, Supardi dan Mahyadi Pangabean. "Jamie sudah siap menghadapi Persiba. Kita harapkan kehadiran Jamie Coyne bersama pemain belakang lainnya bisa menghalau pergerakan Kenji, Aldo Bareto dan Matsunaga Sohei," kata Kas Hartadi.
Menurut Kas Hartadi, menghadapi Persiba, Sriwijaya FC hanya kehilangan kapten tim Ponaryo Astaman yang terkena akumulasi kartu kuning sehingga tidak dibawa ke Balikpapan. Sementara Jamie Coyne dan Nova Arianto yang sebelumnya cedera sudah sembuh dan sudah ikut latihan bersama tim Selasa sore.
Nova yang mendapat empat jahitan saat menghadapi Persipura sudah dalam kondisi sehat begitupula Jamie Coyne yang sebelumnya mendapat luka di tumit kirinya sudah bisa mengenakan sepatu bola.

Untuk menggantikan posisi Ponaryo di lini tengah, Kas Hartadi menyiapkan Ahmad Jufrianto sementara untuk ban kapten yang ditinggalkan Ponaryo, kembali di pakai penjaga gawang Ferry Rotinsulu.

 
Sumber http://www.suarakarya-online.com
Selanjutnya...
0

Kas Hartadi: Lawan Persipura Jayapura, Laga Penentu Juara

Jumat, 25 Mei 2012.
Pelatih Sriwijaya FC Palembang, Kas Hartadi, menilai laga menghadapi Persipura Jayapura di stadion Gelora Jakabaring pada hari Minggu (27/05) mendatang, adalah laga penentu juara Superliga Indonesia (ISL) musim ini.

Seperti yang diketahui, saat ini Sriwijaya, yang berada di puncak klasemen, dikejar oleh Persipura yang berada di posisi kedua klasemen sementara ISL.


"Bisa dikatakan saat ini Sriwijaya dan Persipura sebagai tim terbaik di kompetisi Superliga Indonesia (SLI) musim ini, (karena) itulah saya menyebut laga nanti merupakan pra final," kata Kas Hartadi.

"Siapa yang menang pada laga itu maka akan berpeluang juara, para pemain Sriwijaya dan Persipura mengetahui hal itu. Saya pun sejujurnya belum merasa tenang sebelum melewati pertandingan melawan Persipura."

Kas mengakui, laga tersebut akan sangat berat bagi pihaknya, karena selain menghadapi tim juara bertahan, klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut juga sangat konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

"Menghadapi Persipura harus benar-benar ektra fokus dalam persiapan. Sriwijaya FC memikirkan Persipura begitu pula sebaliknya," ujarnya.
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

ISL: Sriwijaya FC Ingin Taklukkan Papua

Rabu, 16 Mei 2012.
Sriwijaya FC bertekad ingin menaklukkan Papua dalam turnya ke negeri cenderawasih itu di lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL). Asa dan semangat Laskar Wong Kito untuk menaklukkan Papua semakin membesar setelah mampu menahan imbang tuan rumah Persidafon Dafonsoro dengan skor 2-2, Senin (14/5) kemarin.
Selanjutnya, Sriwijaya FC akan menyambangi kandang Persiram Raja Ampat di laga keduanya dalam tur Papua kali ini. Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, menargetkan mampu mencuri poin dari tuan rumah. Tidak hanya bermain seri, melainkan kemenanganlah yang dibidik oleh Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan.
“Target kita curi poin (melawan Persiram Raja Ampat), kalau bisa tiga poin, sebab pada tur pertama melawan Persidafon kemarin, kita harus puas dengan satu poin,” tandas Kas Hartadi, Rabu (16/5).
Kendati mencanangkan target tinggi, Sriwijaya FC tidak lantas meremehkan tuan rumah. Hingga saat ini, Persiram Raja Ampat memang masih menghuni juru kunci klasemen sementara ISL, namun Elthon Maran dan kawan-kawan pastinya akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan laga di depan publiknya sendiri, sekaligus untuk mengatrol posisi agar lepas dari zona merah.
”Meskipun Persiram berada di dasar klasemen, mereka tidak bisa kita anggap remeh. Persiram punya motivasi tinggi karena bermain di kandang sendiri. Selain itu, mereka butuh poin untuk keluar dari zona degradasi,” ujar Kas Hartadi.
Mampu mencuri poin dari Persiram Raja Ampat menjadi modal berharga bagi Sriwijaya FC saat menghadapi dua tim elit Papua lainnya, yaitu Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Jamu PSAP Tanpa Hilton Moirera & Lim Jun Sik

Minggu, 29 April 2012.
Sriwijaya FC akan kehilangan dua pemain andalannya saat menjamu PSAP Sigli, Minggu (06/5) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Kedua pemain ini sama-sama terkena akumulasi kartu kuning.

Di posisi striker, Sriwijaya FC tidak akan diperkuat oleh Hilton Moirera karena dalam dua laga terakhir menghadapi PSMS Medan, Sabtu (28/4) dan Mitra Kukar, Minggu (22/4), pemain yang telah mengoleksi 14 gol ini mendapat kartu kuning. Sementara akumulasi kartu kuning untuk Lim Jun Sik didapatkan saat Sriwijaya FC menjamu PSMS Medan, Sabtu (28/4) dan Persiram Raja Ampat, Sabtu (17/3).

Namun, meski tampil tanpa dua pemain andalan di lini depan dan tengah, manajemen tetap optimis Sriwijaya FC bisa meraih kemenangan atas PSAP Sigli, karena selain secara kualitas permainan dan komposisi pemain lebih baik, Sriwijaya FC juga memiliki pemain pelapis yang kemampuanya tidak kalah dengan pemain inti.

"Kita masih memiliki Riski Novriansyah dan Siswanto. Selain itu tentunya pelatih bisa menempatkan pemain lain untuk posisi yang ditinggalkan Hilton dan Lim Junsik seperti saat menghadapi PSMS Medan, peran Lim Junsik digantikan Achmad Jufrianto," kata direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin kepada GOAL.com Indonesia, Minggu (29/4).

 
Hendri yakin, pelatih Kas Hartadi telah mengantisipasi kehilangan dua pilar Sriwijaya FC ini. "Kita serahkan semuanya kepada pelatih. Saya yakin pelatih telah mengantisipasi kehilangan Hilton dan Lim,” ujar Hendri.

Saat menghadapi PSMS Medan, pelatih Kas Hartadi sudah mencoba kemampuan Achmad Jufrianto dengan menggantikan Lim Jun Sik pada menit ke-80. Ini dilakukan Kas untuk mengantisipasi pertandingan selanjutnya menghadapi PSAP karena pada menit ke-62, Lim terkena kartu kuning yang artinya Lim tidak bisa tampil menghadapi PSAP. Sementara posisi Hilton kemungkinan besar akan digantikan Riski Novriansyah. Kemampuan Riski sudah teruji saat sebelumnya menggantikan posisi Kayamba yang juga terkena akumulasi kartu kuning.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan usai mengalahkan PSMS Medan, pemain libur satu hari. "Kita hari ini libur. Untuk pengganti posisi Hilton dan Lim akan kita pikirkan besok saat latihan di Jakabaring,” ujar Kas.  

Kas mengatakan kemungkinan posisi Lim Junsik akan digantikan Siswanto atau Achmad Jufrianto sementara posisi Hilton digantikan Riski Novriansyah. "Namun yang pastinya, kita akan tentukan pemain pengganti  Hilton dan Lim dalam latihan besok,” kata Kas sekali lagi. 
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
1

Sriwijaya FC Ingin Sapu Bersih Laga Kandang

Senin, 23 April 2012.
Pada putaran pertama musim ini, tidak ada satu klub pun yang mampu mengalahkan Sriwijaya FC di kandangnya. Kepala Pelatih Sriwijaya FC Kashartadi mengatakan, pada putaran kedua LSI, anak asuhnya harus memenangkan delapan laga kandang.

“Laga kandang harus kita sapu bersih,” ujar Kashartadi kepada BeritaPagi, Minggu (22/4).

Pria yang pernah memperkuat Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia saat masa mudanya itu, optimis Ponaryo Astaman dan kawan-kawan mampu menjaga rekor kandang Sriwijaya FC tidak terkalahkan.

“Mudah-mudahan suporter Sriwijaya FC juga selalu memberikan dukungan penuh,” tambahnya.

Sriwijaya FC memulai laga kandang pada Sabtu (28/4) nanti dengan menjamu Persatuan Sepakbola Indonesia Medan dan Sekitarnya (PSMS), Sumatera Utara (Sumut). Saat dijamu PSMS di putaran pertama lalu, Sriwijaya FC hanya ditahan imbang 0-0.

Selanjutnya, Sriwijaya FC akan menjamu Persatuan Sepakbola Atjeh Pidie (PSAP), Sigli, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Ketika menjadi tamu PSAP, Sriwijaya FC juga ditahan imbang 1-1.

Sriwijaya FC akan kembali menjalani laga kandang pada 21 Mei mendatang menjamu Persatuan Sepakbola Indonesia Wamena (Persiwa), yang langsung dilanjutkan dengan menghadapi Persatuan Sepakbola Indonesia Jayapura (Persipura), Papua, pada 27 Mei. Kemudian, menjamu Arema Indonesia, Jawa Timur (Jatim), dan Persatuan Sepakbola Indonesia Lamongan (Persela), Jatim. Sriwijaya FC akan mengakhiri kompetisi musim ini dengan menjamu Pelita Jaya, Jakarta, dan Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (Persib), Jawa Barat (Jabar).
Sumber http://inilah.com
Selanjutnya...
3

Jadwal SFC Putaran Kedua

Sabtu, 31 Maret 2012.
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi menegaskan tim mulai fokus menghadapi tiga pertandingan tandang, makanya persiapan dilakukan sangat serius. Latihan perdana Sabtu (31/3/2012) sore, sifatnya hanya pengembalian kondisi.

"Ini latihan pembuka saja, kita libur pada Minggu (1/4/2012), kemudian mulai digenjot lagi pada Senin (2/4/2012), kita latihan pagi dan sore seperti biasa," jelas Kas.

Jadwal Putaran II Terbaru SFC
1. Jumat 13 April, Deltras vs SFC, di Gelora Delta Sidoarjo
2. Rabu 18 April, Persisam vs SFC, di Segiri Samarinda
3. Minggu 22 April Mitra Kukar vs SFC, di Aji Imbut Tenggarong
4. Sabtu 28 April, SFC vs PSMS Medan, di Gelora Sriwijaya
5. Minggu 6 Mei, SFC vs PSAP Sigli, di Gelora Sriwijaya
6. Senin 14 Mei, Persidafon vs SFC, di Barnabas Youwe
7. Kamis 17 Mei, Persiram vs SFC, di Wombik Sorong
8. Senin, 21 Mei. SFC vs Persiwa, di Gelora Sriwijaya
9. Minggu, 27 Mei, SFC vs Persipura, di Gelora Sriwijaya
10. Jumat, 1 Juni, Persiba vs SFC, di Stadion Persiba
11. Minggu, 10 Juni, Persegres vs SFC, di Petrokimia Gresik
12. Sabtu, 16 Juni, SFC vs Arema, di Gelora Sriwijaya
13. Rabu, 20 Juni, SFC vs Persela, di Gelora Sriwijaya
14. Minggu, 24 Juni, Persija vs SFC, di Gelora Bung Karno
15. Kamis, 28 Juni, PSPS Pekanbaru vs SFC, di Kuantan SSC
16. Rabu, 25 Juli, SFC vs Pelita Jaya, di Gelora Sriwijaya
17. Minggu, 29 Juli, SFC vs Persib, di Gelora Sriwijaya
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Juara Paruh Musim

Jumat, 30 Maret 2012.
Sriwijaya FC akhirnya menasbihkan diri sebagai juara paruh musim edisi 2011-2012. Setelah rival abadinya, Persipura Jaya Pura hanya bermain imbang 0-0 atas tuan rumah Persela Lamongan, pada laga penutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (28/3).

Dengan torehan satu poin itu, Mutiara Hitam (julukan Persipura) hanya mengumpulkan 35 poin dari 17 laga yang dijalani. Torehan itu terpaut satu poin dari sang capolista Sriwijaya FC yang mengumpulkan 36 poin.

"Alhamdulillah, ini menjadi modal kami untuk menjalani putaran kedua. Dengan hasil ini, menjadi motivasi bagi kami untuk bisa mempertahankan takhta dan menjadi juara hingga akhir musim,"" kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin.

Dilihat dari tren yang ada, kans Sriwijaya untuk menjadi scodetto musim ini sepertinya bakal berjalan mulus. Ya, setiap klub ISL (terutama penghuni zona big four), pasti ingin campione dÆinverno. Mereka mengklaim, performa klub diputaran pertama adalah fondasi juara. Sejarah mencatat komposisi papan atas atau zona merah setiap akhir putaran sangat identik. Artinya, juara paruh musim punya kans besar untuk scudetto alias juara akhir musim.


Namun, meski demikian Sriwijaya tak mau jumawa. Pasalnya, juara paruh musim hanyalah modal awal untuk menjalani putaran selanjutnya. Untuk itu, tim juara double winner 2007 itu teta[ akan berjuang mati-matian di putaran kedua nanti.

""Putaran kedua nanti persaingannya bakal semakin ketat. Kami tak boleh lengah lantaran sudah menjadi juara paruh musim. Pemain harus tetap allout demi menjaga tren positif yang telah kami raih,"" sambung anggota DPRD Banyuasin itu.

Nah, untuk memuluskan misinya, Hendri berharap Sriwijaya sukses menorehkan hasil penuh di lima laga away dari 9 laga yang dijalani. ""Empat laga lainnya kalau bisa minimal seri. Tentunya, kami harus mampu menjaga rekor selalu menang saat bermain di kandang sendiri,"" lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. Menurutnya, juara paruh musim menjadi modal tersendiri bagi skuadranya untuk lebih maksimal menjalani putaran kedua.

""Hasil yang ditorehkan Persipura sangat menguntungkan kami. Sebab, kami mempunyai jarak satu angka. Namun, kami tak lantas santai dan meremehkan pertandingan selanjutnya. Persaingan bakal semakin berat, apalagi selisih poin empat besar di kalsemen sangat tipis. Jadi, semua tim masih mempunyai peluang untuk menjadi juara. Untuk itu anak-anak harus tetap konsentrasi dan bermain maksimal,"" ungkap Kas Hartadi.

Maklum, bila Sriiwjaya masih belum tenang meski sudah menjadi juara paruh musim. Sebab, bila tergelincir sedikit saja, bukan mustahil, skuadra Kas Hartadi bakal dikudeta para pesaingnya. Seperti, Persipura yang sudah mengantongi 35 poin. Kemudian, Persiwa Wamena yang saat ini mengoleksi 31 poin dari 16 laga. Otomatis, bila menang atas Arema di laga terakhir, hari ini (29/3), bukan tidak mungkin Badai Pegunungan (julukan Persiwa) juga mengancam posisi Sriwijaya
Sumber http://www.jpnn.com
Selanjutnya...
0

Bebas Blacklist

Selasa, 20 Maret 2012.
Pengurusan perpanjangan visa striker Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs akhirnya menemukan titik terang. Meski belum kelar seratus persen, pengurusan perpanjangan visa pemain berjersey nomor 17 itu tak ada masalah lagi.
Itu setelah, paspor Kayamba dicap biru saat bertolak ke Singapura bersama anak dan istrinya serta Direktur Keuangan Augie Bunyamin, kemarin (19/3). “Informasi mengenai kepastian Kayamba tentang masalah larangan bermain kini terjawab sudah. Sore tadi (kemarin, red) pukul 18.25 WIB Kayamba bersama Keluarga didampingi Bapak Augie Bunyamin telah berangkat ke Singapura. Hasilnya? Alhamdulillah, Kayamba mendapatkan cap Biru. Artinya Kayamba tidak di-blacklist,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin, kemarin (19/3).
Nah, dengan tidak adanya blacklist, lanjut Hendri, pengurusan visa Kayamba yang sudah habis bakal segera kelar. Serta, Kayamba bisa kembali ke Indonesia dan bergabung bersama Sriwijaya. “Soal urusan di imigrasi Indonesia sudah tidak ada masalah lagi. Kayamba juga sudah mendapat cap biru. Tinggal mengurus di KBRI yang ada di Singapura. Mungkin, dua atau tiga hari sudah selesai,” lanjutnya.
Hendri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu. Termasuk manajemen Sriwijaya lainnya. Seperti, President Sriwijaya, Dodi Reza Alex, direktur Promosi PT SOM, Bakti Setiawan, sekretaris PT SOM, Faisyal Mursyid.
“Kami juga berterima kasih kepada agen Kayamba, Eko Subekti, kepala Imigrasi Jakarta Selatan. Serta doa dari masyarakat Sumsel atas semua daya dan upaya untuk memperjuangkan Kayamba tetap berada di Sriwijaya FC,” imbuh anggota DPRD Banyuasin itu.
Hendri juga berharap, kisruh PSSI bisa segera teratasi. Sehingga, kejadian seperti yang menimpa Kayamba tak terulang lagi. Sebab, kasus Kayamba ini dampak dari dualisme PSSI saat ini. Dimana, PSSI mengabaikan perpanjangan visa pemain asing terutama yang berlaga di Indonesia Super League (ISL). “Mudah-mudahan kisruh PSSI bisa cepat selesai. Sehingga kepastian tentang KITAS para pemain asing lainnya juga dapat berjalan dengan lancar,” pungkas pria berkacamata itu
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

PSSI Akui ISL

Minggu, 18 Maret 2012.
PSSI bersedia mengakui Indonesia Super League (ISL) sebagai kompetisi resmi di Indonesia. Namun, pengakuan itu disertai syarat, yakni kompetisi tersebut harus berada di bawah naungan PSSI sebagai induk sepak bola nasional.

Demikian salah satu keputusan yang dihasilkan Kongres Tahunan PSSI di Hotel Aquarius, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). Mengenai format kompetisi, masih akan dibahas pada pertemuan lanjutan.
’’Sesuai keinginan bersama, PSSI akan menyetujui ISL sebagai kompetisi sah. Tapi, mereka harus di bawah kontrol federasi,’’ kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

Menurut dia, pihaknya masih akan membahas format dan strata kompetisi, apakah ISL berjalan sendiri atau digabung dengan Indonesia Premier League (IPL), sebuah kompetisi yang saat ini diakui PSSI.

’’Kalau disatukan, tidak masalah dan siap saja. Yang pasti, nanti akan diatur soal teknis dan stratanya,’’ ungkap Djohar.
Mengenai nama liga, operator dan sponsor, pihaknya tidak keberatan apabila diganti menjadi yang lebih baik. ’’Mari kita cari nama, misal Indonesia League atau Merdeka League, PSSI siap. Untuk operator, kalau tidak memakai yang di ISL atau IPL tidak masalah, mari mencari yang baru. CEO mungkin bisa dari Eropa atau Jepang, yang penting kompetisi berjalan,’’ paparnya.

Bagaimana jika klub-klub ISL tidak bersedia bergabung dengan PSSI?
Djohar mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang. Namun, dia menegaskan bahwa seandainya mereka tetap berada di bawah naungan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), maka hal itu akan merugikan klub itu sendiri serta para pemain.

’’Terserah mereka. Kami serahkan kepada mereka apakah mau kembali atau tidak. Yang pasti, kalau tetap di sana, tentu akan rugi. Para pemain tidak bisa bergabung di timnas karena mengikuti kompetisi yang tak diakui federasi,’’ ujarnya.

Dualisme

Dikatakan Djohar, masalah yang terjadi selama ini hanya terpaku pada dualisme kompetisi, bukan pengurus. Maka dari itu, apabila ada kelompok yang ingin memintanya mundur dari kursi PSSI, hal itu dinilai hanya cari-cari masalah.
’’Tidak ada masalah yang terjadi di pengurus. Ini murni masalah kompetisi,’’ imbuhnya.
Dalam kongres itu, dari 97 pemilik suara yang diundang, tiga di antaranya tidak hadir. Mereka adalah Pengprov PSSI Jawa Tengah, Sulawesi Barat, dan Persemalra Langgur.

Sedangkan, peserta peninjau yang hadir sebanyak 354 yang berasal dari pengcab PSSI dan klub-klub.
Keputusan lain yang dihasilkan pada kongres ini, PSSI akan melakukan roadshow ke daerah-daerah seluruh Indonesia untuk melihat perkembangan sepak bola. Jika terdapat bibit muda yang bertalenta, akan diberi kesempatan untuk seleksi bersama timnas Merah Putih, mulai usia 16 tahun, U-17, U-19, U-21, U-23 dan senior.
Selain itu, PSSI juga akan menggugat para anggota sah PSSI yang nekat mendatangi KLB KPSI di Ancol, Jakarta. Gugatan itu ditujukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang berkantor di Swiss.

Sementara itu, Ketua Komite Etik PSSI Todung Mulya Lubis menegaskan bahwa keputusan CAS mengenai tuntutan KPSI sudah bersifat final dan mengikat.
Tuntutan KPSI kepada CAS meminta Arbitrase Olahraga Dunia tersebut mengakui KLB yang digelar KPSI, bukan mengakui Kongres Tahunan PSSI. CAS menyebutkan, kongres bukan kewenangan CAS sehingga tidak bisa mengadili gugatan KPSI.
Sumber http://www.suaramerdeka.com
Selanjutnya...
2

Pertarungan Tim Pemuncak dan Juru Kunci

Selasa, 13 Maret 2012.
Sriwijaya FC akan bertemu Persiram Raja Ampat dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini, Sabtu (17/3/2012). Diatas kertas, Laskar Wong Kito dapat menundukkan Persiram yang berada di juru kunci.

Saat ini skuad Kas Hartadi kokoh berada di puncak klasemen ISL dengan perolehan 33 poin dengan koleksi 38 gol. Sementara Persiram berada di dasar klasemen dan terancam terdegradasi dari ISL bila diputaran kedua kompetisi ini tidak dapat memperbaiki penampilan timnya.

Dalam laga nanti, diyakini Firman Utina dkk akan tampil habis-habisan mengingat laga ini adalah laga penutup putaran pertama. Laga terakhir di putaran pertama ini digelar di kandang SFC.

Dengan dukungan suporter Sriwijaya FC, 'Laskar Wong Kito' dapat tampil menggila dan melanjutkan tren positif laga kandangnya.

“Yang terpenting sekarang adalah terus menang dan memantapkan langkah untuk meraih puncak klasemen paruh musim ISL, tak perlu terlalu jauh memikirkan tim lawan,” kata Kas Hartadi, Sabtu (10/3).

Saat menjamu Persiram, Sriwijaya FC juga dapat tampil full tim. Gelandang serang Sriwijaya FC Hilton Moreira, juga dapat diturunkan di laga penutup ini. Pemain yang satu ini dapat diturunkan guna menjadi rekan duet Keith Kayamba Gumbs.

Sebelumnya, Hilton harus absen satu laga saat klubnya menjamu Mitra Kukar pada Kamis (8/3) yang lalu, karena akumulasi kartu dan hanya dapat menyaksikan aksi rekan-rekannya bertanding dari tribun VVIP. Tak hanya itu, Ferry Rotinsullu juga dikabarkan dapat kembali diturunkan setelah kondisinya membaik, pasca robek di dagunya karena berbenturan saat SFC melawan Persisam Sabtu (3/3) yang lalu.

Diatas kertas, Laskar Wong Kito lebih diunggulkan mengingat sekarang kokoh berada di puncak klasemen ISL sementara, dan masuk kembali dua pemain inti. Sementara Oktovianus Maniani dkk, harus terdampar di dasar klasemen dengan perolehan 10 poin dengan catatan 17 gol memasukan dan 31 gol kemasukan.

Terakhir, hasil buruk menimpa Persiram karena tidak dapat memetik hasil maksimal saat menjamu Persisam Sabtu (10/3) yang lalu. Tampil di depan publik sendiri di Stadion Wombik Km 16 Sorong, Papua Barat, Okto dkk malah ditahan imbang tim tamu dengan skor 0-0. Hasil ini membuat Persiram terdampar di dasar klasemen.

Andai Persiram mampu memetik tiga poin, tentu klub asal Papua ini dapat beranjak naik satu tingkat dan menggeser Deltras. Pasalnya, Deltras dan Persiram hanya terpaut dua poin. Namun, Okto dkk membuang kesempatan ini. Kini laga berat akan dijalani tim juru kunci ini saat menantang SFC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (17/3/2012)
Sumber http://inilah.com
Selanjutnya...
1

Ambil Peran Hilton

Selasa, 06 Maret 2012.
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi sudah menyiapkan pengganti Hilton Moreira yang absent akibat akumulasi kartu kuning. Pelatih asal Solo itu bakal memercayakan Siswanto untuk mengisi sektor kanan saat melawan Mitra Kukar pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), besok (8/3).
“Seperti biasa, bila Hilton absen akan digantikan oleh Siswanto. Kemungkinan, lawan Mitra Kukar juga sama,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat ditemui di Graha Sriwijaya Mandiri, kemarin (6/3).
Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), kepercayaan dirinya terhadap Siswanto bukan tanpa alasan. Menurutnya, mantan pemain Persib Bandung itu mempunyai kualitas yang tak kalah bagusnya dengan Hilton Moreira.
Dengan kecepatan yang tinggi dan didukung kualitas dribling diatas rata-rata, pelatih asal Solo ini percaya Siswanto mampu menjalankan tugas dengan baik dan tentunya mampu bekerja sama dengan penyerang lainnya, seperti Firman Utina dan Keith Kayamba Gumbs.
“Siswanto sudah terbiasa dimainkan. Jadi, kami tak ragu dengan kualitasnya. Apalagi, selama ini dia (Siswanto, red) mampu memberikan permainan yang luar biasa. Saya yakin, meski hilang Hilton tak memengaruhi lini serang kami,” lanjut mantan arsitek SYSA Muba itu.
Tak hanya itu, tingginya naluri gol yang dimiliki Siswanto juga menjadi salah satu alasan bagi Kas Hartadi menaruh kepercayaan. Ya, musim ini, meski berstatus pemain sayap, Siswanto mampu mengemas 3 gol hingga 15 laga yang sudah dijalani oleh Sriwijaya FC.
Hasil itu, lebih baik dibandingkan beberapa striker lainnya. Macam, Rachmat ”Poci” Rivai yang belum pernah mengemas sebiji gol-pun. Begitu j uga dengan targetman, Rizky Novriansyah yang baru mengoleksi satu gol. Dan pemain sayap Muhammad Ridwan yang juga belum mengoleksi satu gol-pun.
“Kami berharap Siswanto mampu memerankan permainan seperti biasanya. Dengan mengandalkan kecepatan tinggi dan bisa bekerja sama dengan pemain lainnya,” harap mantan arsitek SFC U-21 itu.
Hilton Moreira sendiri tak bisa dimainkan lantaran mendapat akumulasi kartu kuning. Terakhir, mantan bomber Persib Bandung itu mendapat kartu kuning saat Sriwijaya menjamu Persisam Putra Samarinda. Hilton diganjar kartu kuning lantaran melepas jersey setelah sukses mencetak gol ke sepeluh lewat tendangan penalti
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Rebut Puncak Klasemen

Minggu, 04 Maret 2012.
Sriwijaya FC sukses merebut puncak klasemen yang sempat direbut oleh Persiwa Wamena di klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) beberapa waktu lalu. Itu setelah, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) sukses membungkam 3-1 (2-0) atas tamunya Persisam Putra Samarinda, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (3/3).
Atas hasil tiga poin itu, skuadra Kas Hartadi langsung nangkring di puncak klasemen dengan 30 poin. Kemudian disusul Persipura Jaya Pura yang di hari yang sama menang 2-1 atas Pelita Jaya. Namun, meski sama mengoleksi 30 poin Mutiara Hitam (julukan Persipura) kalah surplus gol dari Sriwijaya (34-13, 28-16). Sedangkan Persiwa Wamena harus melorot ke peringkat tiga dengan koleksi 29 gol.
“Anak-anak tampil cukup baik. Meski tanpa tiga pemain, tetap saja kami bermain sesuai dengan karakter. Kami juga bersyukur dengan hasil ini, kami bisa memuncaki klasemen kembali,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi usai pertandingan, kemarin.
Ya, tanpa Supardi, Firman Utina dan Mahyadi Panggabean, tak mempengaruhi gaya permainan Sriwijaya yang langsung tampil menekan. Sejak kickoff dimulai, Sriwijaya langsung mencoba melakukan tekanan.
Terus memberikan tekanan, membuat lini pertahanan Persisam kalang kabut. Seperti, memasuki menit ke-9, penyerang Sriwijaya, Siswanto dilanggar pemain belakang Persisam, Supriyono didalam kotak penalti. Sehingga, wasit Thoriq M Alkatirimemberikan hadiah penalti untuk Sriwijaya. Keith Kayamba yang dinobatkan sebagai eksekutor penalti sukses membobol gawang Persisam yang dijaga Agung Prasetyo. Skor berubah 1-0 untuk Sriwijaya.
Tak puas mengoleksi satu gol, Laskar Sriwijaya terus memberikan tekanan. Hasilnya, memasuki menit ke-33, striker kawakan, Keith Kayamba Gumbs kembali membukukan gol keduanya. Setelah mendapat umpan terobosan dari Syamsul Chaeruddin. Skor 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim mencoba tampil menekan. Namun semuanya belum membuahkan hasil. Seperti tandukan Cristian Gonzales pada menit ke-56 masih membentur tiang Sriwijaya. Kemudian, tendangan keras Hilton Moreira menit ke-72 juga masih bisa ditepis kiper Persisam.
Baru, memasuki menit ke-106, striker pengganti Hilton Moreira sukses menciptakan gol lewat tendangan penalti. Sebelumnya, mantan bomber Persib itu dilanggar oleh Djayusman Triasdi di kotak terlarang. Skor menjadi 3-0.
Tak mau menjadi bulan-bulanan, Persisam mencoba memperkecil ketertinggalan. Hasilnya cukup moncer. Skuadra Hendri Susilo sukses membobol gawang Sriwijaya pada menit ke-110. Lewat gol Cristian Gonzales. Skor berubah 3-1 hingga laga usai.
Sementara, saat dikonfirmasikan mengapa tidak menurunkan Hilton Moreira sejak menit awal, Kas (sapaan Kas Hartadi) mempunyai alasan tersendiri. Pasalnya, dirinya sengaja menurunkan Hilton dibabak kedua dengan alasan untuk menjaga kondisi tim.
“Hilton baru saja mendapat masalah. Otomatis, bila kami turunkan sejak menit awal bakal mempengaruhi mental pemain lainnya. Untuk itu, kami cadangkan dia (Hilton, red). Namun, secara keseluruhan, kesiapan Hilton tak ada masalah. Hilton mampu menjalankan permainan dengan baik,” tambahnya.
Sukses memetik kemenangan ini, menambah donasi Sriwijaya tak terkalahkan di kandang sendiri. Ya, dari tujuh laga yang dijalani, tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu selalu menang.
Namun, meski mampu menjaga rekornya tak terkalahkan, Sriwijaya tak mau berlama-lama terbuai dengan pesta euforia itu. Skuadra Kas Hartadi bakal langsung menatap laga selanjutnya melawan Mitra Kukar, (8/3) nanti.
“Kami akan segera melakukan evaluasi. Sebab, Mitra Kukar juga tak kalah bagusnya dengan Persisam. Kami harus mempersiapkan secara matang agar bisa kembali meraih kemenangan di pertandingan nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, gagal memetik poin di kandang Sriwijaya, Persisam harus rela tertahan di peringkat ke-9. Dengan koleksi 17 poin dari 14 laga yang telah dijalani. Terdiri, 5 kali menang, 2 kali seri dan 7 kali menelan kekalahan.
Tapi, meski gagal beranjak keperingkat sembilan, coach Persisam, Hendri Susilo tak terlalu kecewa. Pasalnya, hasil ini sudah diprediksi sejak awal. “Saya sudah bicara dari dulu, Sriwijaya unggul segalanya dengan kami. Kecewa pasti ada, yang terpenting saya bangga dengan permainan anak-anak yang mampu bermain sesuai karakter,” kata Hendri Susilo.
“Meski, kami baru saja menjalani masa transisi dengan perubahan pelatih, anak-anak mampu memainkan pertandingan sesuai dengan instruksi. Kami menyadari soal penyelesaian akhir masih kurang. Ini sudah menjadi penyakit kami sejak lama,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Palembang Optimistis Curi Poin Di Medan

Sabtu, 18 Februari 2012.
Sriwijaya FC Palembang optimistis mampu meraih setidaknya satu poin saat mereka melawat ke markas PSMS Medan dalam laga lanjutan Superliga Indonesia hari Senin besok (20/02) di stadion Teladan Medan.

Hal tersebut diungkapkan oleh pelatih Sriwijaya FC, seperti yang dilansir oleh Sriwijaya Post, ia mengatakan timnya akan berusaha untuk dapat pulang minimal dengan membawa satu poin.

"Memang laga tandang bisa dibilang lebih sulit jika dibandingkan laga kandang. Sebenarnya, kita bisa memperoleh point satu pun sudah hasil yang bagus. Tetapi apabila memiliki kesempatan untuk memperoleh poin penuh, mengapa tidak?," ujar Kas.

Kas menyatakan kunci untuk dapat mencuri poin di Medan adalah tidak gentar dengan permainan keras yang akan diperagakan oleh tim tuan rumah. "Terpenting pemain jangan takut dengan permainan keras tersebut," pungkasnya.
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
1

Sriwijaya Akan Tuntut Syamsul Jika Hengkang

Sabtu, 11 Februari 2012.
Kabar tak sedap sedang hampiri markas Sriwijaya FC ditengah keberhasilan merebut posisi puncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL). Gelandang energik Syamsul Bachri Chairuddin dikabarkan hengkang ke PSM Makasar (Indonesian Primier League).

Namun kabar tersebut bisa jadi hanya angin lalu. Setelah Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) H Hendri Zainuddin pastikan Syamsul belum pernah menyatakan keinginan untuk hengkang. "Kabar kepindahan Syamsul hanya isu yang hendak menganggu konsentrasi Sriwijaya FC atas keberhasilan bertengger ke puncak klasemen," kata dia kepada Sumatera Ekspres kemarin.

Terlebih masih kata anggota DPRD Banyuasin ini, Syamsul punya ikatan kontrak selama satu musim. Dengan begitu bila ingin pergi tentu harus melalui berbagai tahapan. Kendati demikian Hendri tidak menampik jika Samsul dikatakan bakal pulang kampung (Makasar) lantaran ingin besuk isteri pasca melahirkan.

"Memang benar Syamsul hari ini (kemarin, red) izin pulang kampung, namun bukan untuk pindah klub. Kami juga sudah berikan izin. Satu lagi Samsul bilang betah main di Sriwijaya," lanjut dia.

Namun, bila memang Syamsul hengkang dari Sriwijaya sebelum kontraknya habis, manajemen tak akan segan melakukan tuntutan. "Kakalu memang keluarnya secara sepihak, pasti kami akan melakukan tuntutan sesuai aturan yang berlaku," urainya.

Namun, saat dikonfirmasikan tuntutan apa yang bakal diberikan bila Syamsul hengkang" Pria asal Payaraman, Ogan Ilir (OI) itu belum mau berkomentar banyak. "Kami tentu akan melakukan sesuai draf kontrak. Tapi, saya belum tahu seperti apa. Kami akan mempelajari dulu draf kontraknya. Mudah-mudahan, itu semua tidak terjadi," tambahnya.

Kendati demikian, kabar tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja. Mengingat, Syamsul kini benar-benar diinginkan Juku Eja (sebutan PSM Makasar). bahkan pelatih PSM Makasar Petar Segrt, mendesak manajemen untuk kembali menarik mantan kapten tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut. Apalagi di Sriwijaya mantan pemain tim nasional (timnas) tersebut jarang diturunkan sebagai starter.

"PSM Makassar butuh pemain berpengalaman dan punya karakter pemimpin di lini tengah. Syamsul Chaeruddin, bakal menjadi pilihan yang tepat dan solusi untuk memperbaiki lini tengah," ujar Segrt (sapaan akrabnya).

Dia menilai teknis permainan Syamsul yang khas akan mampu mengangkat moral bertanding para pemain lainnya yang kebanyakan masih berusia muda. "Beberapa kali saya melihat dia bermain dan tipe permainannya cocok dengan skema yang saya terapkan. Apalagi sekarang PSM kehilangan Mitrovic di lini tengah. Syamsul bisa mengisi posisi sebagai gelandang yang ditinggalkan Mitro," lanjutnya.

Meski demikian pihaknya tetap sabar dan menunggu Syamsul menandatangani kontrak hingga 15 Februari mendatang. Bahkan pihaknya mengisyaratkan untuk tidak melakukan seleksi lagi. "Sekarang tinggal kesepakatan dan tandatangagn saja. Sebab manajemen PSM juga sudah berkenan," tukas dia.(Jawa post)
Selanjutnya...
0

Penentuan Gelar

Jumat, 27 Januari 2012.
Persipura Jayapura tak mau jemawa meski sukses amankan laga kandang Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Terakhir tim berjuluk Mutiara Hitam itu sukses benamkan Persiram Raja Ampat dalam partai dery Papua (25/1). Sebab, lawan tangguh sudah menanti di Stadion Mandala, Jayapura, yakni Sriwijaya FC.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengatakan, partai lawan Sriwijaya FC sangat krusial. Bisa dikatakan, ini adalah laga final untuk menentukan juara putaran pertama ISL 2011/2012. Sebab, hanya Sriwijaya FC lah pesaing utama Boaz Solossa dkk dalam menguasai klasemen paruh musim ini.
"Pertandingan lawan Sriwijaya FC sangat penting. Bagi kami, ini partai final untuk menentukan juara paruh musim. Karena Sriwijaya FC sudah melawan tim papan atas lainnya termasuk Persija Jakarta," ungkap Jacko, sapaan Jacksen F. Tiago kemarin (26/1).
Persipura dan Sriwijaya memang sedang kejar-kejaran menguasai takhta ISL paruh musim. Saat ini, Persipura sebagai penguasa dengan modal 20 poin setelah enam kali menang, dua kali imbang, dan sekali tumbang. Sedangkan Sriwijaya FC menguntit di bawahnya dengan koleksi satu poin lebih sedikit dari enam kali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah.
Jika Persipura sukses menangkan partai ini, potensi memimpin klasemen hingga paruh musim terbuka lebar. Jika sebaliknya, maka tim berjuluk Laskar Wong Kito yang akan kuasai. Biasanya, tim penguasa klasemen paruh musim besar kemungkinan juarai kompetisi di akhir musim.
"Kami harus menangkan partai ini karena di putaran II pesaingnya ke puncak klasemen bisa beda lagi. Bisa Persija, Persib, atau lainnya. Tapi, saya sadar tak gampang menangkan pertandingan lawan Sriwijaya FC. Kami butuh mukjizat meski main di kandang," ungkap arsitek asal Brazil ini.
Kenapa? Menurut Jacko, Sriwijaya FC merupakan tim komplet. Bahkan bisa dikatakan tim paling sempurna di Indonesia. Sebab, semua pemain berkualitas mantan Timnas Indonesia mengisi semua lini tim asal Kota Mpek-Mpek tersebut. Pengalaman mereka membuat Sriwijaya FC semakin kokoh dan kuat dari musim lalu.
Misalkan, di belakang ada Thierry Gathuessy. Jika dia absen, masih ada Ahmad Jufriyanto, Nova Arianto, dan Ahmad Bahtiar. Jika Mahyadi Pangabean absen, masih ada Supardi dan Mohammad Ridwan. Sedangkan di tengah mereka punya gelandang andal seperti Ponaryo Astaman, Lim Joonsik, Firman Utina, dan Syamsul Chaeruddin. Sementara di depan ada Hilton Moreira, Kayamba Gumbs, dan Rizki Novriansyah.
"Ibaratnya, di Sriwijaya FC itu jika satu pemain hilang, tumbuh seribu. Sedangkan kami, gak main satu pemain saja bisa pincang," ujar eks arsitek Persita Tangerang ini.
Bukti kedahsyatan permain Sriwijaya FC adalah saat meremukkan Arema Indonesia 5-1 di Stadion Kanjuruhan Malang. Hasil itu membuktikan bahwa Kayamba Gumbs dkk tidak terpengaruh main di kantang atau tandang. Kehebatan Sriwijaya FC musim ini tek bisa dilepaskan dari kepintaran Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan Lim Joonsik yang sukses jaga keseimbangan permainan tim.
Mereka sama hebatnya dalam membantu penyerangan atau bertahan. "Di situlah kekuatan Sriwijaya FC selain pemain sayapnya juga gak bisa dipandang sebelah mata. Itu belum kehebatan dalam eksekusi bola mati. Keseimbangan yang luar biasa itu membuat kami butuh mukjizat untuk memenangkan pertandingan meski berstatus tuan rumah," tandasnya.
Dikatakan Jacko, untuk hadapi Sriwijaya FC butuh persiapan berbeda. Namun, Jacko ogah buka-bukaan terkait apa saja yang perlu diasah untuk hadapi tim double winners tersebut. "Yang pasti banyak evaluasi dan saya tidak mau berbagi karena itu bagian dari strategi," tegasnya.
Sementara itu, gagal memetik poin dikandang Persiwa, membuat Sriwijaya FC bakal tampil mati-matian saat melawat ke Persipura Jaya Pura. Skuadra Kas Hartadi berambisi untuk membawa pulang poin demi oleh-oleh untuk masyarakat Sumsel.
“Kami tak boleh kalah lagi. Meski Persipura tim kuat dan sulit dikalahkan, kami yakin mampu mencuri poin di kandangnya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, kemarin
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |