0

Penentuan Gelar

Jumat, 27 Januari 2012.
Persipura Jayapura tak mau jemawa meski sukses amankan laga kandang Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Terakhir tim berjuluk Mutiara Hitam itu sukses benamkan Persiram Raja Ampat dalam partai dery Papua (25/1). Sebab, lawan tangguh sudah menanti di Stadion Mandala, Jayapura, yakni Sriwijaya FC.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengatakan, partai lawan Sriwijaya FC sangat krusial. Bisa dikatakan, ini adalah laga final untuk menentukan juara putaran pertama ISL 2011/2012. Sebab, hanya Sriwijaya FC lah pesaing utama Boaz Solossa dkk dalam menguasai klasemen paruh musim ini.
"Pertandingan lawan Sriwijaya FC sangat penting. Bagi kami, ini partai final untuk menentukan juara paruh musim. Karena Sriwijaya FC sudah melawan tim papan atas lainnya termasuk Persija Jakarta," ungkap Jacko, sapaan Jacksen F. Tiago kemarin (26/1).
Persipura dan Sriwijaya memang sedang kejar-kejaran menguasai takhta ISL paruh musim. Saat ini, Persipura sebagai penguasa dengan modal 20 poin setelah enam kali menang, dua kali imbang, dan sekali tumbang. Sedangkan Sriwijaya FC menguntit di bawahnya dengan koleksi satu poin lebih sedikit dari enam kali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah.
Jika Persipura sukses menangkan partai ini, potensi memimpin klasemen hingga paruh musim terbuka lebar. Jika sebaliknya, maka tim berjuluk Laskar Wong Kito yang akan kuasai. Biasanya, tim penguasa klasemen paruh musim besar kemungkinan juarai kompetisi di akhir musim.
"Kami harus menangkan partai ini karena di putaran II pesaingnya ke puncak klasemen bisa beda lagi. Bisa Persija, Persib, atau lainnya. Tapi, saya sadar tak gampang menangkan pertandingan lawan Sriwijaya FC. Kami butuh mukjizat meski main di kandang," ungkap arsitek asal Brazil ini.
Kenapa? Menurut Jacko, Sriwijaya FC merupakan tim komplet. Bahkan bisa dikatakan tim paling sempurna di Indonesia. Sebab, semua pemain berkualitas mantan Timnas Indonesia mengisi semua lini tim asal Kota Mpek-Mpek tersebut. Pengalaman mereka membuat Sriwijaya FC semakin kokoh dan kuat dari musim lalu.
Misalkan, di belakang ada Thierry Gathuessy. Jika dia absen, masih ada Ahmad Jufriyanto, Nova Arianto, dan Ahmad Bahtiar. Jika Mahyadi Pangabean absen, masih ada Supardi dan Mohammad Ridwan. Sedangkan di tengah mereka punya gelandang andal seperti Ponaryo Astaman, Lim Joonsik, Firman Utina, dan Syamsul Chaeruddin. Sementara di depan ada Hilton Moreira, Kayamba Gumbs, dan Rizki Novriansyah.
"Ibaratnya, di Sriwijaya FC itu jika satu pemain hilang, tumbuh seribu. Sedangkan kami, gak main satu pemain saja bisa pincang," ujar eks arsitek Persita Tangerang ini.
Bukti kedahsyatan permain Sriwijaya FC adalah saat meremukkan Arema Indonesia 5-1 di Stadion Kanjuruhan Malang. Hasil itu membuktikan bahwa Kayamba Gumbs dkk tidak terpengaruh main di kantang atau tandang. Kehebatan Sriwijaya FC musim ini tek bisa dilepaskan dari kepintaran Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan Lim Joonsik yang sukses jaga keseimbangan permainan tim.
Mereka sama hebatnya dalam membantu penyerangan atau bertahan. "Di situlah kekuatan Sriwijaya FC selain pemain sayapnya juga gak bisa dipandang sebelah mata. Itu belum kehebatan dalam eksekusi bola mati. Keseimbangan yang luar biasa itu membuat kami butuh mukjizat untuk memenangkan pertandingan meski berstatus tuan rumah," tandasnya.
Dikatakan Jacko, untuk hadapi Sriwijaya FC butuh persiapan berbeda. Namun, Jacko ogah buka-bukaan terkait apa saja yang perlu diasah untuk hadapi tim double winners tersebut. "Yang pasti banyak evaluasi dan saya tidak mau berbagi karena itu bagian dari strategi," tegasnya.
Sementara itu, gagal memetik poin dikandang Persiwa, membuat Sriwijaya FC bakal tampil mati-matian saat melawat ke Persipura Jaya Pura. Skuadra Kas Hartadi berambisi untuk membawa pulang poin demi oleh-oleh untuk masyarakat Sumsel.
“Kami tak boleh kalah lagi. Meski Persipura tim kuat dan sulit dikalahkan, kami yakin mampu mencuri poin di kandangnya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, kemarin
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
1

Ferry-Ponaryo Siap Tempur

Kamis, 26 Januari 2012.
Sriwijaya FC bakal tampil fullteam saat melawat ke kandang Persipura Jaya Pura, besok (28/1). Beberapa pemain yang sempat diragukan turun, macam Ferry Rotinsulu dan Ponaryo Astaman juga sudah siap tempur.
“Semua pemain semuanya bisa dimainkan lawan Persipura nanti. Beberapa pemain yang sebelumnya absen karena sakit atau cedera juga sudah sembuh,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat dihubungi, kemarin (25/1).
FR-12 (sapaan Ferry Rotinsulu) sebelumnya sempat diragukan tampil melawan Persipura. Pasalnya, kiper andalan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) itu mengalami penurunan fisik. Sehingga, harus istirahat. Dengan sakit yang dideritanya, pemain berjersey nomor 12 itu harus absen lawan Persiwa, (24/1) lalu.
”Sebenarnya sakit Ferry sudah diderita sejak mau berangkat ke Papua. Kondisinya kurang fit. Dan harus berobat dan disuntik. Padahal, dirinya paling takut disuntik, karena ingin tampil di Wamena, dia (Ferry, red) nekat. Tapi, saat di Wamena badanya panas dingin dan harus di istirahatkan,” urainya.
Sedangkan Ponaryo sendiri bisa dimainkan setelah cedera engkel yang diderita saat melawan Persiba, (15/1) lalu sudah sembuh total. Mantan pemain Persija Jakarta itu sempat absen satu pertandingan melawan Persiwa Wamena, (24/1) lalu.
Hadirnya Ponaryo dan Ferry menjadi angin segar bagi Laskar Sriwijaya. Sebab, peran keduanya sangat vital bagi tim juara Piala Indonesia edisi 2009 itu. Ya, Ferry sendiri sejak laga perdana posisinya tak tergantikan. Pemain asal Palu itu selalu menjadi tim inti.
Begitu juga dengan masuknya Ponaryo Astaman membuat lini tengah Sriwijaya bakal semakin kokoh. Gaya permainanya yang kokoh, serta menjadi motor serangan Laskar Sriwijaya, Ponaryo dinobatkan sebagai kapten tim menggantikan Keith Kayamba Gumbs yang menjadi pelatih fisik.
”Kami bukan hanya akan diperkuat Ferry dan Ponaryo. Dua pemain akumulasi kartu, Thierry Gathuessi dan Lim Junsik juga sudah bisa dimainkan. Mahyadi yang sebelumnya izin juga sudah bergabung dan bakal menjalani latihan, besok (hari ini Red),” pungkas pelatih asal Solo itu.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Pincang Hadapi Persiwa

Selasa, 17 Januari 2012.
Sriwijaya FC bakal tampil dengan kekuatan pincang saat menghadapi tuan rumah Persiwa Wamena pada 24 Januari mendatang. Karena, klub berjuluk 'Laskar Wong Kito' itu tidak diperkuat bek Thierry Ghatuessy dan gelandang Lim Jun Sik.

Seperti dikutip Antara, kedua pemain terkena hukuman akumulasi kartu kuning sehingga dilarang tampil pada laga berikutnya. "Thierry mendapatkan kartu kuning saat menghadapi Persela (4/1) dan Persiba Balikpapan (15/1). Sedangkan, Lim terkena kartu kuning saat menghadapi Persib Bandung dan Persiba Balikpapan," ujar pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, di Palembang, Rabu.

Kas mengaku harus sedikit memeras otak guna mengatur strategi karena kedua pemain merupakan andalan timnya. "Thierry dan Lim merupakan skuad inti. Jadi, kami cukup repot juga tanpa keduanya,'' ujar pelatih asal Solo ini. ''Tapi, saya tidak terlalu dipusingkan karena pemain pelapis juga kualitasnya tidak jauh berbeda."

'Laskar Wong Kito' menjadikan hasil positif 5-1 saat melawan Persiba Balikpapan sebagai modal menjalani tur Papua. Usai menghadapi Persiwa, Sriwijaya FC akan menghadai juara bertahan Persipura Jayapura pada 28 Januari.

Sumber http://www.republika.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Tundukkan Gresik United

Kamis, 12 Januari 2012.
Sriwijaya FC berhasil menuai angka penuh setelah memetik kemenangan 3-0 atas Gresik United di Stadion Gelora Jakabaring dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12, Kamis (12/1).

Raihan tiga angka ini membuat Sriwijaya FC tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi nilai 16 dari tujuh pertandingan yang telah dijalani. Sriwijaya FC unggul tiga poin dari Persipura Jayapura yang memiliki sisa satu laga lebih banyak. Sedangkan Gresik United tetap di posisi ke-13 dengan nilai enam.

Sriwijaya FC dan Gresik United mengawali laga dengan permainan terbuka. Permainan menyerang yang diperagakan tim tamu membuat Sriwijaya FC mengalami kesulitan untuk menembus lini pertahanan tuan rumah. Peluang sempat diperoleh Gresik United, namun tidak menghasilkan gol.

Selepas laga berjalan 20 menit, Sriwijaya FC mulai menguasai permainan. Tekanan-tekanan yang dilancarkan Laskar Wong Kito membuat pertahahan Gresik United harus bekerja keras untuk menghalau serangan Sriwijaya FC.


Sriwijaya FC nyaris unggul pada menit ke-33. Tapi tendangan bebas Hilton Moreira hanya menerpa mistar gawang. Selang lima menit kemudian, tendangan Firman Utina dapat diamankan kiper Hery Prasetya.

Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan tiga menit sebelum babak pertama berakhir. Tenadangan Kayamba Gumbs menyambut sepak pojok Firman berhasil menjebol gawang Gresik United.

Sriwijaya FC tidak mengurangi tekanan mereka ke pertahanan Gresik United di babak kedua. Tuan rumah berhasil menggandakan keunggulannya pada menit ke-51 melalui gol Kayamba Gumbs setelah menerima umpan M Ridwan.

Gresik United memberikan respon setelah tertinggal dua gol. Tim Joko Samudro mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-67. Walau Gustavo Chena berada dalam posisi bebas, tandukannya masih belum menemui sasaran.

Menjelang pertandingan berakhir, Sriwijaya FC memperbesar keunggulan sekaligus memastikan kemenangan menjadi 3-0 lewat tendangan voli Hilton yang tak bisa dihentikan Hery.

Sumber http://Goal.com
Selanjutnya...
1

Sriwijaya FC Waspadai Gaston Castano

Rabu, 11 Januari 2012.
Sriwijaya Football Club (SFC) mewaspadai penyerang andalan Gresik United, Gaston Castano, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia 2011-2012, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (12/1), kata pelatih SFC, Kas Hartadi.

"Gaston memiliki memiliki insting dalam mencetak gol dan pandai menempatkan posisi. Dia patut diwaspadai, apalagi Gaston memang memiliki tradisi menjebol gawang Sriwijaya FC setiap kali bertandang ke Jakabaring," kata Kas, di Palembang, Selasa.

Kas mengaku menerapkan strategi sederhana untuk menghadapi pertandingan nanti.

"Main bola itu sederhana saja, siapa yang bagus akan `dimatikan`. Itu filosofinya," ujar dia.

Karena itu, dia telah mewanti-wanti barisan pertahanan "Laskar Wong Kito" yang diperkuat Nova Arianto, Thierry Gathuessi, Mahyadi Panggabean, dan Supardi, untuk mewaspadai Gaston.

"Kuncinya harus bermain konsisten dari awal hingga akhir. Jangan lengah hingga menit-menit akhir," ujar dia pula.

Dia mengakui, lini belakang Sriwijaya FC kerap kali kecolongan terutama dari bola-bola mati atau umpan terobosan.

Sedangkan, Gresik United memiliki kelebihan dalam bola-bola mati, serangan balik dan umpan-umpan terobosan.

"Beberapa gol lawan tercipta karena kecolongan, terutama dari bola-bola mati atau umpan terobosan," ujar dia.

Sriwijaya Football Club menuai hasil positif pada tur Jawa Timur melawan Persela Lamongan (1-1) dan Arema Indonesia (5-1), dengan total poin 4.

Menurut Kas, keberhasilan itu menjadi modal positif untuk dua laga tandang berikutnya, yakni melawan Gresik United dan Persiba (16/1).

"Semoga saja tren positif ini tetap bertahan. Target kali ini tentu hasil maksimal, apalagi main di kandang sendiri," kata pelatih asal Solo ini.

Pelatih sekaligus pemain SFC, Keith Kayamba Gumbs mengatakan, memiliki target maksimal pada dua laga kandang berikutnya.

"Saya ingin memberikan yang terbaik buat tim, tentunya dua kemenangan pada dua laga kandang nanti," ujar pemain asal St Kitts And Nevis ini.
(antara)
Selanjutnya...
0

Tebar Psywar

Selasa, 10 Januari 2012.
Sriwijaya FC SFC pantas berpesta setelah sukses permalukan Arema Indonesia 5-1 di stadion Kanjuruhan Minggu kemarin (8/1). Tapi, kemenangan itu ternyata tak bisa menyenangkan semua pihak. Pesta tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut justru memantik kritik dari pelatih Gresik United Freddy Mulli.
Calon lawan SFC pada 12 Januari itu menilai, tim yang bernaung di PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) tersebut tidak fair. Sebab, mereka membiarkan Kas Hartadi memberikan instruksi langsung di pertandingan. Padahal, status pelatih berlisensi B itu adalah asisten pelatih Hartono Ruslan.
"Sesuai aturan, hanya pelatih kepala yang diperbolehkan berikan instruksi langsung. Kalau Kas Hartadi adalah pelatih kepala di Sriwijaya FC, juga gak bisa karena dia baru berlisensi B. Sementara klub kasta tertinggi wajib dilatih pelatih berlisensi A AFC," terang Freddy kala dihubungi kemarin (9/1).
Menurutnya, langkah SFC ini tidak bagus secara etika. Sebagai pelatih berlisensi A AFC, Freddy merasa tersakiti. Dia pun meminta SFC dan PT Liga Indonesia selaku regulator kompetisi menegakkan aturan yang ada. Sebelumnya, dia telah bahas masalah akal-akalan lisensi ini di forum Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia.
"Mestinya dia sudah kena tilang. Saya minta aturan ditegakkan. Kalau seperti ini dibiarkan, buat apa saya kejar lisensi A AFC. Padahal gak gampang dapatkan lisensi A AFC," tegasnya.
Namun demikian, Freddy mengaku gak takut adu strategi dengan Kas Hartadi. Eks Pelatih PSMS Medan dan Persebaya Surabaya itu menilai, kesuksesan SFC melumat Arema 5-1 dan bertengger di papan atas klasemen bukan karena ramuan pelatih asal Solo itu. Melainkan, materi pemain yang memang punya kualitas jempolan.
"Ini bukan masalah strategi, semua juga tergantung materi pemainnya. Pemain mereka sudah pintar semua. Kualitasnya juga bagus apalagi mereka sudah kumpul lama. Jadi, bagusnya penampilan Sriwijaya FC bukan karena faktor pelatih," tukasnya.
Sementara, Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy menyatakan, tidak ada masalah dengan pemberian instruksi di lapangan. Apakah itu pelatih kepala atau asisten. Asal, yang kasih instruksi harus satu orang.
"Gak ada aturan yang spesifik soal itu. Gak ada masalah karena asisten pun boleh kasih instruksi. Yang diatur itu hanya yang kasih instruksi harus satu org saja," tandasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

SFC akan Bermain Agresif Lawan Gresik

Senin, 09 Januari 2012.
Sriwijaya FC kembali bersiap-siap melawan Gresik United, pendatang baru Indonesian Liga Super (ISL) pada Kamis (12/1/2012) nanti.

Menurut pelatih Kas Hartadi, tim yang kini diperkuat Gaston Catano itu sangat agresif dan diisi pemain berkualitas. Secara permainan ia mengaku buta, karena ketika tim itu bertanding ketika SFC sedang latihan. Namun, SFC sudah menyiapkan permainan agresif dalam laga nanti.

"Boleh dikatakan kami buta akan kekuatan Gresik, namun mereka memiliki permainan agresif dan kita harus tetap waspada," ungkap Kas, Senin (9/1/2012) malam.

Menurut Kas, SFC memiliki waktu dua hari untuk membuat persiapan dan menyiapkan para pemainnya melawan tim promosi yang kini menunjukkan kualitas untuk bersaing di kompetisi tertinggi di Indonesia.

"Tetapi saya sudah meminta para pemain untuk bermain agresif jangan sampai kecolongan. Apalagi pertandingan ini kita jalani di kandang sendiri," jelas Kas.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Ferry Sulit Dirotasi

Selasa, 03 Januari 2012.
Head coach Sriwijaya FC Kas Hartadi selalu mengutarakan rotasi. Namun pria asal Solo, Jateng ini, kemungkinan bakal kesulitan merealisasikan terkhusus buat posisi penjaga gawang. Itu kalau dilihat pada empat laga Indonesia Super League (ISL) sebelumnya posisi bawah mistar selalu dihuni Ferry Rotinsulu.
Kelahiran Palu, (Sulteng), 28 Desember 1982 ini, selalu dipercaya menjaga gawang dari menit pertama hingga berakhir. Masing-masing kala menang 3-1 atas Pelita Jaya (3/12), kalah 0-1 dari Persib Bandung (7/12). Kemudian menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru (11/12) dan unggul 2-1 dari Persija Jakarta (18/12) lalu.
Untuk itu tak heran jika FR-12 (julukan Ferry Rotinsulu) disebut punya peluang besar untuk kembali menempati posisinya pada laga-laga berikut. Tidak terkecuali kala berhadapan dengan Persela Lamongan (4/1/2012) dan Arema Indonesia (8/1/2012).
“Kami terus melakukan penilaian tidak hanya Ferry namun pada semua pemain lewat sesi latihan. Jika memang mereka layak dan bagus kenapa tidak kami percayakan pada posisi inti,” kata Kas (pangilan akrabnya) kemarin (1/1).
Namun Kas tidak menyangkal jika Ferry disebut berpeluang besar untuk kembali masuk starting eleven. Meski begitu dia tidak mau menyebut peluang goalkeeper lain seperti Rivki Deython Mokodompit, Andi Irawan dan Try Hamdani Goentoro bakal tertutup. Ketiganya tetap punya kans hiasi line up terlebih jika mampu menunjukkan dan meningkatkan performa.
“Rivki penjaga gawang bagus dia merupakan penjaga gawang tim nasional (timnas) Indonesia U-23. Sedangkan Andi merupakan penjaga gawang muda potensial begitu juga Try,” tambah dia
Meski begitu Kas mengaku tetap tidak bisa seenaknya melakukan rotasi. Alasannya akan fatal akibatnya terlebih posisi penjaga gawang. Menurutnya pos penjaga gawang sangat vital bila lakukan blunder sangat rawan kebobolan. “Karena itu saya selalu bilang bahwa pemain harus benar-benar siap sebelum pertandingan,” tambah dia.
“Selain itu saya katakan ada kompetisi dalam tim. Jadi semua pemain harus berlomba-lomba baik dalam berlatih maupun bertanding. Jika gravitasi terus alami peningkatan maka akan dipertahankan jika menurun akan dievaluasi,” tukas dia.
Ferry sendiri mengaku siap bertanding. “Semua saya serahkan pada pelatih. Jika dipercaya tentu saya akan berusaha semaksimal tenaga. Kalau kondisi fisik saya tidak ada masalah,” timpal penjaga gawang Tim Nasional (Timnas) Indonesia senior ini.

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Ogah Seri

Sriwijaya FC bakal menjalani laga lanjutan pascalibur Natal dan tahun baru. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu langsung melawat ke kandang Persela Lamongan, pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), di Stadion Surajaya Lamongan, besok (4/1).
“Kami ingin memberikan hasil terbaik lawan Persela nanti. Mudah-mudahan kerja keras kami berbuah manis,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat dihubungi, kemarin (2/1).
Bentrok ini merupakan kali keenam bagi kedua tim. Tiga di antaranya dilakoni di kandang Persela. Tapi, Sriwijaya mempunyai tren buruk saat melawat ke Stadion Surajaya (homebase Persela).
Ya, tim double winner 2007 itu belum pernah menang. Sriwijaya hanya mampu bermain imbang 0-0 pada laga lanjutan ISL, 14 Mei 2009 lalu. Lainnya, Laskar Sriwijaya selalu tumbang. Setelah kalah 1-3 pada laga lanjutan ISL, (10/4/10) dan tumbang 0-1 pada laga lanjutan ISL, (2/10/10) lalu.
Nah, pada bentrok keenam ini, Laskar Sriwijaya tak mau lagi hanya bermain imbang. Apalagi sampai kalah. “Semua pemain berharap bisa menang di pertandingan nanti. Lupakan hasil masa lalu. Kami ingin, memberikan hasil maksimal dan bisa mencuri poin,” lanjutnya.
Target menang sebenarnya bukan mustahil bisa didapat Sriwijaya. Sebab, tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu mempunyai modal besar saat menjalani lawatannya ke Lamongan.
Kemenangan dua laga terakhir menjadi modal tersendiri bagi skuadra Kas Hartadi untuk memenuhi ambisinya. Yakni, setelah menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru (11/12/11), kemudian unggul 2-1 atas Persija Jakarta (14/12/11).
Tak hanya itu, soal peringkat Sriwijaya juga lebih mentereng. Hingga match ke-4, skuadra Kas Hartadi sukses bertengger di peringkat dua. Dengan 9 poin terdiri 3 kali menang dan 1 kali menelan kekalahan.
Berbeda jauh dengan Persela yang baru menduduki peringkat ke-13 dengan 4 poin dari 3 laga yang dijalani. Terdiri dari 1 kali menang, 1 kali seri dan 1 kali mengalami kekalahan.
”Mental anak-anak saat ini sedang bagus-bagusnya. Kemenangan beberapa laga terakhir menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk bisa memetik kemenangan lagi,” ungkapnya.
Tapi, Sriwijaya tak boleh jumawa. Sebab, tuan rumah sedang dalam onfire. Meski menduduki papan bawah, bukan berarti Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) bakal mudah digulingkan.
Tiga laga yang dijalani Persela terbilang bagus. Sebab, empat poin yang didapat semuanya dilakoni di laga tandang. Yakni, menang 1-0 atas tuan rumah Arema FC, (6/12/11), kemudian satu poin didapat saat menahan imbang 0-0 tuan rumah Persiba Balikpapan (14/12/11). Dan satu laga lagi kalah 2-3 dari Gresik United (10/12/11).
Praktis, bila Sriwijaya lengah sedikit, bukan tidak mungkin bakal menjadi mangsa baru skuadra Miroslav Janu. Terlebih, mereka bakal menjalani laga perdana di hadapan LA Mania (suporter Persela). Otomatis, laga perdana itu menjadi motivasi tersendiri bagi Rudi Widodo dkk untuk bisa mempersembahkan poin penuh kepada pendukungnya. “Mudah-mudahan kami bisa memberikan sejarah baru musim ini,” tambah mantan arsitek SYSA Muba itu.
Sementara, bermain di kandang sendiri Persela mematok target menang saat menjamu Sriwijaya. Laskar Joko Tingkir tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. “Kami bermain di kandang sendiri, jadi optimistis bisa menang,” kata sekretaris Persela, Muji Santoso.
Misi itu diusung Persela juga untuk memperbaiki peringkat yang dimilikinya. Jika, Laskar Joko Tingkir sukses memetik tiga poin, Persela bakal langsung melesat ke papan atas dengan torehan 7 poin. (gsm/ce1)


Head to Head
19/06/2011: Sriwijaya FC v Persela: 0-0 (ISL)
02/10/2010: Persela v Sriwijaya FC: 1-0 (ISL)
10/04/ 2010: Persela v Sriwijaya FC: 3-1 (ISL)
09/12/ 2009: Sriwijaya FC v Persela: 2-1 (ISL)
14/05/ 2009: Persela v Sriwijaya FC: 0-0 (ISL)

Hasil tiga laga terakhir
Persela:
14/12/ 2011: Persiba v Persela: 0-0 (ISL)
10/12/ 2011: Pesegres v Persela: 3-2 (ISL)
06/12 2011: Arema v Persela: 0-1 (ISL)

Sriwijaya FC:
18/12/ 2011: Sriwijaya FC v Persija: 2-1(ISL)
11/12/2011: Sriwijaya FC v PSPS: 2-1 (ISL)
07/12/ 2011: Persib v Sriwijaya FC: 1-0 (ISL)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Hadapi Persela Lamongan, Sriwijaya FC Turunkan Tim Inti

Minggu, 01 Januari 2012.
Sriwijaya FC Palembang membawa seluruh skuad inti mereka saat klub kebanggaan masyarakat kota Palembang tersebut melakoni tur Jawa Timur menghadapi Persela Lamongan (04/01) dan Arema Indonesia (08/01) dalam laga lanjutan Superliga Indonesia.

Seperti yang dilansir oleh Sriwijaya Post, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengakui dua laga tersebut akan cukup berat mengingat skuad keduanya memiliki pengalaman yang tidak sedikit.



"Ini lawatan berat. Kedua tim adalah tim berpengalaman dan memiliki pemain-pemain berkualitas," ungkapnya.

"Laga ini berat. Pemain pasti mengalami kelelahan dan saya akan membuat beberapa kebijakan meskipun tidak pasti akan ada rotasi."

Sumber http;//goal.com
Selanjutnya...
0

FIFA tak Akui Keberadaan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia

Kendati Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) telah menyatakan mengambil alih organisasi PSSI, namun federasi sepak bola dunia belum memberikan pengakuan.

FIFA dalam suratnya yang diterima Republika, Jumat (30/12) menegaskan tetap mengakui peranan PSSI sebagai pengontrol seluruh kegiatan sepak bola nasional. Hak penuh yang legal dalam menjalankan kegiatan sepak bola juga masih dipegang Djohar Arifin Husin cs.

“FIFA ingin menekankan bahwa peran PSSI adalah untuk mengatur dan mengawasi seluruh bentuk kegiatan di tingkat nasional, serta mengontrol asosiasi sepak bola di seluruh wilayah negaranya. Ini seperti diakui dalam statuta FIFA pasal 10 dan pasal 13,” ujar FIFA dalam suratnya.

Surat FIFA ini merupakan jawaban atas pertanyaan Republika soal polemik sepak bola Indonesia terbaru. Hadirnya KPSI selaku “tandingan” dari PSSI belum direspon FIFA. FIFA dalam suratnya hanya menyebut PSSI selaku anggota resminya.

Namun FIFA menggarisbawahi agar solusi konstruktif di ambil pihak yang berpolemik dalam sepak bola nasional. “Namun jika hal itu tidak memungkinkan, PSSI harus mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin segala kegiatan sepak bola berada dalam kendalinya.”

Belum adanya pengakuan terhadap KPSI dinilai akibat belum adanya surat resmi yang disampaikan oleh 2/3 anggota PSSI pada FIFA.

Sumber http://bolaindo.com

Selanjutnya...
0

Ladeni Duo Jatim, SFC Siapkan Taktik Serangan Balik

Pelatih Sriwijaya Football Club Kas Hartadi menyiapkan strategi serangan balik untuk menghadapi dua tim Jawa Timur, Persela Lamongan (4/12) dan Arema Indonesia (8/12) dalam laga Liga Super Indonesia 2011-2012.

"Karena dua pertandingan nanti merupakan laga tandang, maka saya siapkan strategi serangan balik. Sebagai tim tamu, kami tidak mungkin langsung menekan, karena hal itu biasanya dilakukan tim tuan rumah yang ingin meraih kemenangan di kandangnya," kata Kas di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, strategi itu telah diterapkan dalam sesi latihan beberapa waktu lalu.

"Nanti kami hanya menunggu kapan lawan melakukan kesalahan, kemudian kesempatan serangan balik. Yang penting bermain efektif dan cepat," ujar pelatih asal Solo ini.

Meskipun tim yang bakal dihadapi, Arema Indonesia sedang ada masalah dualisme kompetisi, tapi bagi pelatih Sriwijaya FC ini, tidak akan mempengaruhi penampilan para pemainnya.

"Saya yakin Arema tetap bermain baik meskipun sedang menghadapi suatu kisruh. Para pesepak bola itu merupakan pemain profesional yang dituntut tampil maksimal pada setiap laga, saya rasa pemain Arema akan seperti itu," kata peraih medali emas SEA Games tahun 1991 ini.

Pada laga nanti, ia mengaku, akan menerapkan rotasi pemain karena jarak antara dua pertandingan itu hanya tiga hari.

"Tentunya akan ada rotasi, tapi tidak akan lebih dari tiga pemain, karena jika terlalu banyak akan mempengaruhi kekuatan tim. Dalam suatu pertandingan pada dasarnya kemenangan yang paling utama. Saya pun ingin menang lawan Persela dan Arema," ujar dia.

Terkait pemain yang bakal diturunkan, menurut dia, tidak akan berbeda jauh dari laga sebelumnya. Meskipun enggan menyebutkan nama pemain bakal diparkir, ia mengisyaratkan, tetap memasang Hilton Moreira, sementara Riski Novriasyah berpeluang menggantikan posisi Kayamba yang terkena hukuman kartu merah.

"Pemain yang akan diturunkan, akan dilihat pada satu hari menjelang pertandingan. Saya pun harus mengamati psikologis pemain, apakah siap diturunkan atau tidak," kata dia.

Laskar Wong Kito berencana bertolak dari Palembang menuju Jawa Timur pada 2 Januari mendatang.

Sementara, perayaan tahun baru akan dilakukan para pemain SFC di Hotel Swarna Dwipa, bersama jajaran manajemen klub seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |