3

Jadwal SFC Putaran Kedua

Sabtu, 31 Maret 2012.
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi menegaskan tim mulai fokus menghadapi tiga pertandingan tandang, makanya persiapan dilakukan sangat serius. Latihan perdana Sabtu (31/3/2012) sore, sifatnya hanya pengembalian kondisi.

"Ini latihan pembuka saja, kita libur pada Minggu (1/4/2012), kemudian mulai digenjot lagi pada Senin (2/4/2012), kita latihan pagi dan sore seperti biasa," jelas Kas.

Jadwal Putaran II Terbaru SFC
1. Jumat 13 April, Deltras vs SFC, di Gelora Delta Sidoarjo
2. Rabu 18 April, Persisam vs SFC, di Segiri Samarinda
3. Minggu 22 April Mitra Kukar vs SFC, di Aji Imbut Tenggarong
4. Sabtu 28 April, SFC vs PSMS Medan, di Gelora Sriwijaya
5. Minggu 6 Mei, SFC vs PSAP Sigli, di Gelora Sriwijaya
6. Senin 14 Mei, Persidafon vs SFC, di Barnabas Youwe
7. Kamis 17 Mei, Persiram vs SFC, di Wombik Sorong
8. Senin, 21 Mei. SFC vs Persiwa, di Gelora Sriwijaya
9. Minggu, 27 Mei, SFC vs Persipura, di Gelora Sriwijaya
10. Jumat, 1 Juni, Persiba vs SFC, di Stadion Persiba
11. Minggu, 10 Juni, Persegres vs SFC, di Petrokimia Gresik
12. Sabtu, 16 Juni, SFC vs Arema, di Gelora Sriwijaya
13. Rabu, 20 Juni, SFC vs Persela, di Gelora Sriwijaya
14. Minggu, 24 Juni, Persija vs SFC, di Gelora Bung Karno
15. Kamis, 28 Juni, PSPS Pekanbaru vs SFC, di Kuantan SSC
16. Rabu, 25 Juli, SFC vs Pelita Jaya, di Gelora Sriwijaya
17. Minggu, 29 Juli, SFC vs Persib, di Gelora Sriwijaya
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Juara Paruh Musim

Jumat, 30 Maret 2012.
Sriwijaya FC akhirnya menasbihkan diri sebagai juara paruh musim edisi 2011-2012. Setelah rival abadinya, Persipura Jaya Pura hanya bermain imbang 0-0 atas tuan rumah Persela Lamongan, pada laga penutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (28/3).

Dengan torehan satu poin itu, Mutiara Hitam (julukan Persipura) hanya mengumpulkan 35 poin dari 17 laga yang dijalani. Torehan itu terpaut satu poin dari sang capolista Sriwijaya FC yang mengumpulkan 36 poin.

"Alhamdulillah, ini menjadi modal kami untuk menjalani putaran kedua. Dengan hasil ini, menjadi motivasi bagi kami untuk bisa mempertahankan takhta dan menjadi juara hingga akhir musim,"" kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin.

Dilihat dari tren yang ada, kans Sriwijaya untuk menjadi scodetto musim ini sepertinya bakal berjalan mulus. Ya, setiap klub ISL (terutama penghuni zona big four), pasti ingin campione dÆinverno. Mereka mengklaim, performa klub diputaran pertama adalah fondasi juara. Sejarah mencatat komposisi papan atas atau zona merah setiap akhir putaran sangat identik. Artinya, juara paruh musim punya kans besar untuk scudetto alias juara akhir musim.


Namun, meski demikian Sriwijaya tak mau jumawa. Pasalnya, juara paruh musim hanyalah modal awal untuk menjalani putaran selanjutnya. Untuk itu, tim juara double winner 2007 itu teta[ akan berjuang mati-matian di putaran kedua nanti.

""Putaran kedua nanti persaingannya bakal semakin ketat. Kami tak boleh lengah lantaran sudah menjadi juara paruh musim. Pemain harus tetap allout demi menjaga tren positif yang telah kami raih,"" sambung anggota DPRD Banyuasin itu.

Nah, untuk memuluskan misinya, Hendri berharap Sriwijaya sukses menorehkan hasil penuh di lima laga away dari 9 laga yang dijalani. ""Empat laga lainnya kalau bisa minimal seri. Tentunya, kami harus mampu menjaga rekor selalu menang saat bermain di kandang sendiri,"" lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. Menurutnya, juara paruh musim menjadi modal tersendiri bagi skuadranya untuk lebih maksimal menjalani putaran kedua.

""Hasil yang ditorehkan Persipura sangat menguntungkan kami. Sebab, kami mempunyai jarak satu angka. Namun, kami tak lantas santai dan meremehkan pertandingan selanjutnya. Persaingan bakal semakin berat, apalagi selisih poin empat besar di kalsemen sangat tipis. Jadi, semua tim masih mempunyai peluang untuk menjadi juara. Untuk itu anak-anak harus tetap konsentrasi dan bermain maksimal,"" ungkap Kas Hartadi.

Maklum, bila Sriiwjaya masih belum tenang meski sudah menjadi juara paruh musim. Sebab, bila tergelincir sedikit saja, bukan mustahil, skuadra Kas Hartadi bakal dikudeta para pesaingnya. Seperti, Persipura yang sudah mengantongi 35 poin. Kemudian, Persiwa Wamena yang saat ini mengoleksi 31 poin dari 16 laga. Otomatis, bila menang atas Arema di laga terakhir, hari ini (29/3), bukan tidak mungkin Badai Pegunungan (julukan Persiwa) juga mengancam posisi Sriwijaya
Sumber http://www.jpnn.com
Selanjutnya...
0

Bebas Blacklist

Selasa, 20 Maret 2012.
Pengurusan perpanjangan visa striker Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs akhirnya menemukan titik terang. Meski belum kelar seratus persen, pengurusan perpanjangan visa pemain berjersey nomor 17 itu tak ada masalah lagi.
Itu setelah, paspor Kayamba dicap biru saat bertolak ke Singapura bersama anak dan istrinya serta Direktur Keuangan Augie Bunyamin, kemarin (19/3). “Informasi mengenai kepastian Kayamba tentang masalah larangan bermain kini terjawab sudah. Sore tadi (kemarin, red) pukul 18.25 WIB Kayamba bersama Keluarga didampingi Bapak Augie Bunyamin telah berangkat ke Singapura. Hasilnya? Alhamdulillah, Kayamba mendapatkan cap Biru. Artinya Kayamba tidak di-blacklist,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainuddin, kemarin (19/3).
Nah, dengan tidak adanya blacklist, lanjut Hendri, pengurusan visa Kayamba yang sudah habis bakal segera kelar. Serta, Kayamba bisa kembali ke Indonesia dan bergabung bersama Sriwijaya. “Soal urusan di imigrasi Indonesia sudah tidak ada masalah lagi. Kayamba juga sudah mendapat cap biru. Tinggal mengurus di KBRI yang ada di Singapura. Mungkin, dua atau tiga hari sudah selesai,” lanjutnya.
Hendri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu. Termasuk manajemen Sriwijaya lainnya. Seperti, President Sriwijaya, Dodi Reza Alex, direktur Promosi PT SOM, Bakti Setiawan, sekretaris PT SOM, Faisyal Mursyid.
“Kami juga berterima kasih kepada agen Kayamba, Eko Subekti, kepala Imigrasi Jakarta Selatan. Serta doa dari masyarakat Sumsel atas semua daya dan upaya untuk memperjuangkan Kayamba tetap berada di Sriwijaya FC,” imbuh anggota DPRD Banyuasin itu.
Hendri juga berharap, kisruh PSSI bisa segera teratasi. Sehingga, kejadian seperti yang menimpa Kayamba tak terulang lagi. Sebab, kasus Kayamba ini dampak dari dualisme PSSI saat ini. Dimana, PSSI mengabaikan perpanjangan visa pemain asing terutama yang berlaga di Indonesia Super League (ISL). “Mudah-mudahan kisruh PSSI bisa cepat selesai. Sehingga kepastian tentang KITAS para pemain asing lainnya juga dapat berjalan dengan lancar,” pungkas pria berkacamata itu
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

PSSI Akui ISL

Minggu, 18 Maret 2012.
PSSI bersedia mengakui Indonesia Super League (ISL) sebagai kompetisi resmi di Indonesia. Namun, pengakuan itu disertai syarat, yakni kompetisi tersebut harus berada di bawah naungan PSSI sebagai induk sepak bola nasional.

Demikian salah satu keputusan yang dihasilkan Kongres Tahunan PSSI di Hotel Aquarius, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). Mengenai format kompetisi, masih akan dibahas pada pertemuan lanjutan.
’’Sesuai keinginan bersama, PSSI akan menyetujui ISL sebagai kompetisi sah. Tapi, mereka harus di bawah kontrol federasi,’’ kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

Menurut dia, pihaknya masih akan membahas format dan strata kompetisi, apakah ISL berjalan sendiri atau digabung dengan Indonesia Premier League (IPL), sebuah kompetisi yang saat ini diakui PSSI.

’’Kalau disatukan, tidak masalah dan siap saja. Yang pasti, nanti akan diatur soal teknis dan stratanya,’’ ungkap Djohar.
Mengenai nama liga, operator dan sponsor, pihaknya tidak keberatan apabila diganti menjadi yang lebih baik. ’’Mari kita cari nama, misal Indonesia League atau Merdeka League, PSSI siap. Untuk operator, kalau tidak memakai yang di ISL atau IPL tidak masalah, mari mencari yang baru. CEO mungkin bisa dari Eropa atau Jepang, yang penting kompetisi berjalan,’’ paparnya.

Bagaimana jika klub-klub ISL tidak bersedia bergabung dengan PSSI?
Djohar mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang. Namun, dia menegaskan bahwa seandainya mereka tetap berada di bawah naungan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), maka hal itu akan merugikan klub itu sendiri serta para pemain.

’’Terserah mereka. Kami serahkan kepada mereka apakah mau kembali atau tidak. Yang pasti, kalau tetap di sana, tentu akan rugi. Para pemain tidak bisa bergabung di timnas karena mengikuti kompetisi yang tak diakui federasi,’’ ujarnya.

Dualisme

Dikatakan Djohar, masalah yang terjadi selama ini hanya terpaku pada dualisme kompetisi, bukan pengurus. Maka dari itu, apabila ada kelompok yang ingin memintanya mundur dari kursi PSSI, hal itu dinilai hanya cari-cari masalah.
’’Tidak ada masalah yang terjadi di pengurus. Ini murni masalah kompetisi,’’ imbuhnya.
Dalam kongres itu, dari 97 pemilik suara yang diundang, tiga di antaranya tidak hadir. Mereka adalah Pengprov PSSI Jawa Tengah, Sulawesi Barat, dan Persemalra Langgur.

Sedangkan, peserta peninjau yang hadir sebanyak 354 yang berasal dari pengcab PSSI dan klub-klub.
Keputusan lain yang dihasilkan pada kongres ini, PSSI akan melakukan roadshow ke daerah-daerah seluruh Indonesia untuk melihat perkembangan sepak bola. Jika terdapat bibit muda yang bertalenta, akan diberi kesempatan untuk seleksi bersama timnas Merah Putih, mulai usia 16 tahun, U-17, U-19, U-21, U-23 dan senior.
Selain itu, PSSI juga akan menggugat para anggota sah PSSI yang nekat mendatangi KLB KPSI di Ancol, Jakarta. Gugatan itu ditujukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang berkantor di Swiss.

Sementara itu, Ketua Komite Etik PSSI Todung Mulya Lubis menegaskan bahwa keputusan CAS mengenai tuntutan KPSI sudah bersifat final dan mengikat.
Tuntutan KPSI kepada CAS meminta Arbitrase Olahraga Dunia tersebut mengakui KLB yang digelar KPSI, bukan mengakui Kongres Tahunan PSSI. CAS menyebutkan, kongres bukan kewenangan CAS sehingga tidak bisa mengadili gugatan KPSI.
Sumber http://www.suaramerdeka.com
Selanjutnya...
2

Pertarungan Tim Pemuncak dan Juru Kunci

Selasa, 13 Maret 2012.
Sriwijaya FC akan bertemu Persiram Raja Ampat dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini, Sabtu (17/3/2012). Diatas kertas, Laskar Wong Kito dapat menundukkan Persiram yang berada di juru kunci.

Saat ini skuad Kas Hartadi kokoh berada di puncak klasemen ISL dengan perolehan 33 poin dengan koleksi 38 gol. Sementara Persiram berada di dasar klasemen dan terancam terdegradasi dari ISL bila diputaran kedua kompetisi ini tidak dapat memperbaiki penampilan timnya.

Dalam laga nanti, diyakini Firman Utina dkk akan tampil habis-habisan mengingat laga ini adalah laga penutup putaran pertama. Laga terakhir di putaran pertama ini digelar di kandang SFC.

Dengan dukungan suporter Sriwijaya FC, 'Laskar Wong Kito' dapat tampil menggila dan melanjutkan tren positif laga kandangnya.

“Yang terpenting sekarang adalah terus menang dan memantapkan langkah untuk meraih puncak klasemen paruh musim ISL, tak perlu terlalu jauh memikirkan tim lawan,” kata Kas Hartadi, Sabtu (10/3).

Saat menjamu Persiram, Sriwijaya FC juga dapat tampil full tim. Gelandang serang Sriwijaya FC Hilton Moreira, juga dapat diturunkan di laga penutup ini. Pemain yang satu ini dapat diturunkan guna menjadi rekan duet Keith Kayamba Gumbs.

Sebelumnya, Hilton harus absen satu laga saat klubnya menjamu Mitra Kukar pada Kamis (8/3) yang lalu, karena akumulasi kartu dan hanya dapat menyaksikan aksi rekan-rekannya bertanding dari tribun VVIP. Tak hanya itu, Ferry Rotinsullu juga dikabarkan dapat kembali diturunkan setelah kondisinya membaik, pasca robek di dagunya karena berbenturan saat SFC melawan Persisam Sabtu (3/3) yang lalu.

Diatas kertas, Laskar Wong Kito lebih diunggulkan mengingat sekarang kokoh berada di puncak klasemen ISL sementara, dan masuk kembali dua pemain inti. Sementara Oktovianus Maniani dkk, harus terdampar di dasar klasemen dengan perolehan 10 poin dengan catatan 17 gol memasukan dan 31 gol kemasukan.

Terakhir, hasil buruk menimpa Persiram karena tidak dapat memetik hasil maksimal saat menjamu Persisam Sabtu (10/3) yang lalu. Tampil di depan publik sendiri di Stadion Wombik Km 16 Sorong, Papua Barat, Okto dkk malah ditahan imbang tim tamu dengan skor 0-0. Hasil ini membuat Persiram terdampar di dasar klasemen.

Andai Persiram mampu memetik tiga poin, tentu klub asal Papua ini dapat beranjak naik satu tingkat dan menggeser Deltras. Pasalnya, Deltras dan Persiram hanya terpaut dua poin. Namun, Okto dkk membuang kesempatan ini. Kini laga berat akan dijalani tim juru kunci ini saat menantang SFC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (17/3/2012)
Sumber http://inilah.com
Selanjutnya...
1

Ambil Peran Hilton

Selasa, 06 Maret 2012.
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi sudah menyiapkan pengganti Hilton Moreira yang absent akibat akumulasi kartu kuning. Pelatih asal Solo itu bakal memercayakan Siswanto untuk mengisi sektor kanan saat melawan Mitra Kukar pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), besok (8/3).
“Seperti biasa, bila Hilton absen akan digantikan oleh Siswanto. Kemungkinan, lawan Mitra Kukar juga sama,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat ditemui di Graha Sriwijaya Mandiri, kemarin (6/3).
Menurut Kas (sapaan Kas Hartadi), kepercayaan dirinya terhadap Siswanto bukan tanpa alasan. Menurutnya, mantan pemain Persib Bandung itu mempunyai kualitas yang tak kalah bagusnya dengan Hilton Moreira.
Dengan kecepatan yang tinggi dan didukung kualitas dribling diatas rata-rata, pelatih asal Solo ini percaya Siswanto mampu menjalankan tugas dengan baik dan tentunya mampu bekerja sama dengan penyerang lainnya, seperti Firman Utina dan Keith Kayamba Gumbs.
“Siswanto sudah terbiasa dimainkan. Jadi, kami tak ragu dengan kualitasnya. Apalagi, selama ini dia (Siswanto, red) mampu memberikan permainan yang luar biasa. Saya yakin, meski hilang Hilton tak memengaruhi lini serang kami,” lanjut mantan arsitek SYSA Muba itu.
Tak hanya itu, tingginya naluri gol yang dimiliki Siswanto juga menjadi salah satu alasan bagi Kas Hartadi menaruh kepercayaan. Ya, musim ini, meski berstatus pemain sayap, Siswanto mampu mengemas 3 gol hingga 15 laga yang sudah dijalani oleh Sriwijaya FC.
Hasil itu, lebih baik dibandingkan beberapa striker lainnya. Macam, Rachmat ”Poci” Rivai yang belum pernah mengemas sebiji gol-pun. Begitu j uga dengan targetman, Rizky Novriansyah yang baru mengoleksi satu gol. Dan pemain sayap Muhammad Ridwan yang juga belum mengoleksi satu gol-pun.
“Kami berharap Siswanto mampu memerankan permainan seperti biasanya. Dengan mengandalkan kecepatan tinggi dan bisa bekerja sama dengan pemain lainnya,” harap mantan arsitek SFC U-21 itu.
Hilton Moreira sendiri tak bisa dimainkan lantaran mendapat akumulasi kartu kuning. Terakhir, mantan bomber Persib Bandung itu mendapat kartu kuning saat Sriwijaya menjamu Persisam Putra Samarinda. Hilton diganjar kartu kuning lantaran melepas jersey setelah sukses mencetak gol ke sepeluh lewat tendangan penalti
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Rebut Puncak Klasemen

Minggu, 04 Maret 2012.
Sriwijaya FC sukses merebut puncak klasemen yang sempat direbut oleh Persiwa Wamena di klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) beberapa waktu lalu. Itu setelah, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) sukses membungkam 3-1 (2-0) atas tamunya Persisam Putra Samarinda, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (3/3).
Atas hasil tiga poin itu, skuadra Kas Hartadi langsung nangkring di puncak klasemen dengan 30 poin. Kemudian disusul Persipura Jaya Pura yang di hari yang sama menang 2-1 atas Pelita Jaya. Namun, meski sama mengoleksi 30 poin Mutiara Hitam (julukan Persipura) kalah surplus gol dari Sriwijaya (34-13, 28-16). Sedangkan Persiwa Wamena harus melorot ke peringkat tiga dengan koleksi 29 gol.
“Anak-anak tampil cukup baik. Meski tanpa tiga pemain, tetap saja kami bermain sesuai dengan karakter. Kami juga bersyukur dengan hasil ini, kami bisa memuncaki klasemen kembali,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi usai pertandingan, kemarin.
Ya, tanpa Supardi, Firman Utina dan Mahyadi Panggabean, tak mempengaruhi gaya permainan Sriwijaya yang langsung tampil menekan. Sejak kickoff dimulai, Sriwijaya langsung mencoba melakukan tekanan.
Terus memberikan tekanan, membuat lini pertahanan Persisam kalang kabut. Seperti, memasuki menit ke-9, penyerang Sriwijaya, Siswanto dilanggar pemain belakang Persisam, Supriyono didalam kotak penalti. Sehingga, wasit Thoriq M Alkatirimemberikan hadiah penalti untuk Sriwijaya. Keith Kayamba yang dinobatkan sebagai eksekutor penalti sukses membobol gawang Persisam yang dijaga Agung Prasetyo. Skor berubah 1-0 untuk Sriwijaya.
Tak puas mengoleksi satu gol, Laskar Sriwijaya terus memberikan tekanan. Hasilnya, memasuki menit ke-33, striker kawakan, Keith Kayamba Gumbs kembali membukukan gol keduanya. Setelah mendapat umpan terobosan dari Syamsul Chaeruddin. Skor 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim mencoba tampil menekan. Namun semuanya belum membuahkan hasil. Seperti tandukan Cristian Gonzales pada menit ke-56 masih membentur tiang Sriwijaya. Kemudian, tendangan keras Hilton Moreira menit ke-72 juga masih bisa ditepis kiper Persisam.
Baru, memasuki menit ke-106, striker pengganti Hilton Moreira sukses menciptakan gol lewat tendangan penalti. Sebelumnya, mantan bomber Persib itu dilanggar oleh Djayusman Triasdi di kotak terlarang. Skor menjadi 3-0.
Tak mau menjadi bulan-bulanan, Persisam mencoba memperkecil ketertinggalan. Hasilnya cukup moncer. Skuadra Hendri Susilo sukses membobol gawang Sriwijaya pada menit ke-110. Lewat gol Cristian Gonzales. Skor berubah 3-1 hingga laga usai.
Sementara, saat dikonfirmasikan mengapa tidak menurunkan Hilton Moreira sejak menit awal, Kas (sapaan Kas Hartadi) mempunyai alasan tersendiri. Pasalnya, dirinya sengaja menurunkan Hilton dibabak kedua dengan alasan untuk menjaga kondisi tim.
“Hilton baru saja mendapat masalah. Otomatis, bila kami turunkan sejak menit awal bakal mempengaruhi mental pemain lainnya. Untuk itu, kami cadangkan dia (Hilton, red). Namun, secara keseluruhan, kesiapan Hilton tak ada masalah. Hilton mampu menjalankan permainan dengan baik,” tambahnya.
Sukses memetik kemenangan ini, menambah donasi Sriwijaya tak terkalahkan di kandang sendiri. Ya, dari tujuh laga yang dijalani, tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu selalu menang.
Namun, meski mampu menjaga rekornya tak terkalahkan, Sriwijaya tak mau berlama-lama terbuai dengan pesta euforia itu. Skuadra Kas Hartadi bakal langsung menatap laga selanjutnya melawan Mitra Kukar, (8/3) nanti.
“Kami akan segera melakukan evaluasi. Sebab, Mitra Kukar juga tak kalah bagusnya dengan Persisam. Kami harus mempersiapkan secara matang agar bisa kembali meraih kemenangan di pertandingan nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, gagal memetik poin di kandang Sriwijaya, Persisam harus rela tertahan di peringkat ke-9. Dengan koleksi 17 poin dari 14 laga yang telah dijalani. Terdiri, 5 kali menang, 2 kali seri dan 7 kali menelan kekalahan.
Tapi, meski gagal beranjak keperingkat sembilan, coach Persisam, Hendri Susilo tak terlalu kecewa. Pasalnya, hasil ini sudah diprediksi sejak awal. “Saya sudah bicara dari dulu, Sriwijaya unggul segalanya dengan kami. Kecewa pasti ada, yang terpenting saya bangga dengan permainan anak-anak yang mampu bermain sesuai karakter,” kata Hendri Susilo.
“Meski, kami baru saja menjalani masa transisi dengan perubahan pelatih, anak-anak mampu memainkan pertandingan sesuai dengan instruksi. Kami menyadari soal penyelesaian akhir masih kurang. Ini sudah menjadi penyakit kami sejak lama,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |