0

Mencetak Sejarah Lagi

Jumat, 26 Juni 2009.
Sriwijaya v Persipura Besok (28/6)
pukul 19.00 WIB, live TVOne


PALEMBANG - Selalu ada sejarah baru sepanjang Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) bergulir. Edisi I (2005), Arema Malang, tim pertama yang tampil sebagai kampiun. Edisi II (2006), lagi-lagi Singo Edan (julukan Arema), mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua musim berturut menjadi juara.Edisi III (2007/08), sejarah diciptakan Sriwijaya FC (SFC) sebagai kampiun anyar (sekaligus juara liga). Musim ini, edisi IV (2008/09), sejarah pun bakal tercipta lagi.Yah, dua finalis yang akan berduel—Sriwijaya FC versus Persipura—di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) besok (28/6), kembali akan menciptakan sejarah. Jika Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) tampil sebagai pemenang, akan menyamai rekor Arema.“Sriwijaya adalah tim muda (berdiri 2004, red). Sementara Persipura sudah ada sejak 1950. Tapi, itu tidak akan menghalangi kami untuk mengulang prestasi seperti Copa musim lalu (2007/08),” ungkap Coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (26/6).

Tak hanya menyamai rekor Arema, Sriwijaya FC juga menciptakan sejarah lagi. Yaitu tim pertama yang bisa meraih tiga trofi (treble winner) dalam dua musim. Maklum, sejak liga era Perserikatan bergulir 1979/80-1993/94, dilanjutkan Ligina edisi 1994/95-2007, plus era DISL I edisi 2008/09, tak ada tim yang meraih treble winner dalam dua musim.
“Kami tak akan menjadikan final sebagai beban. Justru kami berusaha untuk enjoy. Harus diakui, Persipura adalah tim kuat. Tapi, kami bertekad memang karena kami tidak ingin mengecewakan fans,” sambung pelatih 42 tahun ini.
Tak sekadar soal tim, ada juga ambisi pribadi Rahmad. Jika juara, pelatih kelahiran 26 Nopember 1966 akan mencetak quadruple. Yaitu pelatih pertama yang meraih 4 trofi juara. Sebelum double winner (2007/08) bersama Sriwijaya FC, Rahmad juga juara liga bersama Persipura edisi 2005 lalu.
“Banyak tim yang kurang beruntung saat berambisi untuk mempertahankan gelar juara. Tapi kami akan mencoba untuk membuat sejarah baru dengan mempertahankan mahkota yang direbut tahun lalu,” pungkas pelatih berlatar militer ini.
Satu keberuntungan Sriwijaya FC, karena Persipura tidak full power. Tim asuhan Jacksen Tiago minus Alberto “Beto” Goncalves karena akumulasi kartu. Tak ada lagi “Trisula Maut” di lini depan. Yang tersisa hanya duet Ernest “Jerry” Jeremiah dan Boas “Boci” Solossa.
Rahmad bisa mengandalkan Ambrizal atau Tsimi Jacques untuk menghentikan Jerry. Sementara, Charis Yulianto lebih dari cukup untuk mematahkan serangan Boci. “Tak ada celah untuk mereka (Jerry dan Boci, red). Saya pikir, final musim ini tetap milik Sriwijaya,” tukas Charis Yulianto.
Sementara itu, Persipura juga menggebu. Edward Ivak Dalam dkk memang berambisi menjadi double winner. Mereka mengakui, inspirasi tersebut justru datang dari Sriwijaya FC sendiri.
“Saya masih penasaran di Copa. Kami dua kali masuk final (musim 2006 dan 2007, red), tapi selalu gagal menjadi juara. Itulah yang membuat kami bersemangat untuk menang di Jakabaring,” tukas Edward Ivak Dalam.
Yah, pada CDSSI III, 13 Januari 2008, Persipura justru kandas “di tangan” Sriwijaya FC dengan skor 1-4 via adu penalti. Sebelumnya pada CDSSI II, 16 September 2007, Persipura juga kalah 0-2 di partai pamungkas dari Arema Malang. ”Musim ini, kami sudah menjadi juara liga. Tapi, tak lengkap tanpa jadi juara Copa,” timpal Coach Jacksen Tiago.
Betapapun besarnya spirit Persipura, tapi statistika head to head lebih berpihak pada Sriwijaya FC. Sepanjang liga bergulir sejak 1994/1995, telah terjadi 9 kali sua antara Sriwijaya FC dan Persipura. Termasuk ketika Sriwijaya FC masih bernama Persijatim FC dan Solo FC.
Ternyata, Sriwijaya FC mengemas 4 kali memang. Sementara Persipura hanya 2 kali. Sisa 3 laga berlangsung imbang. Tak ada dalam sejarah, Persipura bisa menang di kandang Sriwijaya FC (termasuk ketika bernama Persijatim dan Solo FC). (mg2/mg42/mg43)
Sumber:http://www.sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Rahmad Darmawan Kecolongan Kartu Kuning Isnan

Kamis, 25 Juni 2009.
PALEMBANG, KAMIS - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kecewa karena tak dapat memainkan bek andalan Isnan Ali pada laga final Copa Dji Sam Soe Indonesia lawan Persipura Jayapura. Isnan harus menjalani skors akibat akumulasi kartu kuning saat melawan Persijap Jepara di semifinal, Rabu (25/6).

"Pada pertandingan melawan Persijap ini, saya sengaja menyimpan beberapa pemain yang telah mengantongi satu kartu kuning, seperti (Keith) Kayamba dan Wijay untuk menjaga mereka supaya tidak mendapat kartu kuning kedua yang berujung tidak bisa main di final," kata Rahmad.

"Tapi, saya benar-benar kecolongan dengan kartu kuning yang didapat Isnan Ali," kata mantan pelatihyang pernah mengantar Persipura juara Liga Indonesia 2005 itu.

Tanpa Isnan, "Laskar Wong Kito" akan menghadapi kesulitan menahan gempuran Boaz Solossa dan Ernest Jeremiah. Kedua pemain itu telah menyumbangkan delapan gol di ajang CDSSI dan 44 gol di Liga Super selama semusim.

Meski demikian, SFC juga diuntungkan oleh keputusan panitia menunjuk Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring sebagai tempat adu kekuatan di partai puncak, Minggu (28/6). Rahmad mengakui, ia belum bisa menyimpulkan formasi terbaik yang akan ia gunakan untuk melawan tim "Mutiara Hitam" nanti.
sumber:www.sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC ke Final, Bertemu Persipura

Rabu, 24 Juni 2009.
PALEMBANG, KOMPAS.com — Sriwijaya FC akan bertemu Persipura Jayapura dalam final Copa Dji Sam Soe 2008 setelah menundukkan Persijap Jepara 3-1 (2-0), Rabu (24/6) di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

Gol pertama Sriwijaya FC dihasilkan melalui tendangan striker Budi Sudarsono. Pada menit ke-27, Sriwijaya FC menciptakan gol kedua melalui tendangan Obiora.

Persijap mendapatkan peluang membalas gol melalui tendangan penalti oleh Pablo Frances pada menit ke-53, tetapi tendangan Pablo terlalu melambung. Gol ketiga Sriwijaya FC terjadi pada menit ke-74 hasil tandukan Obiora.

Satu-satunya gol balasan Persijap diciptakan Pablo Frances tiga menit sebelum pertandingan bubar hasil umpan silang Enjang Rohiman.

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan merasa puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurut Rahmad, saat ini yang harus dilakukan adalah menjaga motivasi pemain tetap di puncak.

Pelatih Persijap Junaidi mengungkapkan, pihaknya tidak terlalu menargetkan dapat tampil di final karena kalah kelas. Sekarang Persijap fokus menghadapi laga perebutan tempat ketiga melawan Deltras.
Sumber:http://bola.kompas.com

Selanjutnya...
0

COPA: Sriwijaya v Persijap

Selasa, 23 Juni 2009.

Besok (24 Juni 2009)
pukul 15.30 WIB live TVOne
PALEMBANG - Sriwijaya FC (SFC) di ambang juara. Tim berjuluk Laskar Wong Kito hanya butuh “satu” langkah untuk mempertahankan trofi kampiun Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV 2008/09.Yaitu harus memenangkan laga pamungkas, Minggu (28/6) nanti di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). Lawannya, pemenang antara Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura yang akan berlaga hari ini, Selasa (23/6).Sebenarnya masih “dua” langkah. Tapi, satu langkah sebelum final diprediksi sedikit “santai”. Yaitu menjamu Persijap Jepara besok (24/6) di Jakabaring. Duel leg ke-2 semifinal akan digelar pukul 15.30 WIB. Rencana disiarkan langsung TVOne.Dibilang santai karena skuadra Rahmad Darmawan punya modal besar. Yaitu menang 2-0 di Gelora Bumi Kartini-kandang Persijap, Sabtu (20/6) lalu. Praktis, asal tidak kalah 0-3 di Jakabaring, tim double winner (edisi 2007), sudah melenggang mulus ke final.

“Kami tidak meremehkan Persijap. Segala sesuatu bisa saja terjadi. Tapi, kami jelas tidak ingin mengecewakan suporter. Kami tetap berhasrat menang, tanpa memedulikan kemenangan 2-0 di Jepara,” jelas Coach Rahmad Darmawan, kemarin (22/6).
Tapi, Sriwijaya FC diprediksi unggul. Sebab, dua laga sisa CDSSI IV semua digelar di Jakabaring yang notabene kandang Sriwijaya FC sendiri. Rekor Jakabaring sendiri mentereng.
Dua musim terakhir (2007 dan 2008/09) dikenal paling angker. Satu-satunya kecolongan saat dikalahkan Persija Jakarta 1-2 pada Djarum Indonesia Super League (DISL), 10 Agustus 2008 lalu.
Selebihnya steril dari kekalahan. Bahkan, tak ada satu pun tim medioker sekelas Persijap yang bisa dapat sebiji poin di Jakabaring. Apalagi 45 ribu lebih suporter siap meluber di Jakabaring pada dua pertandingan terakhir.
“Kami harap suporter terus mendukung kami di Jakabaring. Keberadaan mereka di Jakabaring sangat penting. Ada spirit lebih jika suporter terus meneriakkan yel-yel mendukung kami,” timpal Manajer Sriwijaya FC, MC Baryadi.
Minus Cristian Worabay dan Tsimi Jacques yang kena akumulasi kartu, sama sekali tidak mengurangi power Sriwijaya FC. Justru, para supersub seperti Slamet Riyadi dan Syafruddin siap tampil 100 persen lawan Laskar Kalinyamat (julukan Persijap). “Tak ada istilah kami main santai. Untuk lebihn aman, kami harus menang lawan Persijap,” pungkas Slamet Riyadi.
Sementara itu, Persijap bakal bermain normal. Namun, Coach Junaidi belum bisa memastikan akan turun full power. Sebab, tim asal Kota Ukir lebih konsenterasi pada perebutan juara ke-3, Minggu (28/6) nanti.
“Kami harus realistis. Memang 3-0 di Jakabaring sangat sulit. Mungkin, kami lebih baik menghemat tenaga di final perebutan juara ke-3,” tukas Junaidi.
Namun, pelatih 44 tahun tetap ambisius. Selagi ada kesempatan, mereka akan berjuang maksimal. Meski di atas kertas sangat mustahil bisa menang (walau selisih satu gol) dari Sriwijaya.
Terbukti, pelatih asal Sragen akan mengusung patron 3-5-2. Tapi, dia belum memastikan siapa yang akan berduet sebagai ujung tombak. “Bisa saja saya akan duetkan Ilham (Hasan) dengan Nurhadi atau Fablo (Frances),” pungkas Junaidi. (mg2/mg43)
Sumber:http://www.sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Duel SFC-Persipura Makin Nyata

PALEMBANG, SRIPO — Pertarungan dua juara, Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura di partai final untuk memerebutkan gelar Copa Dji Sam Soe 2009 semakin nyata. Langkah Sriwijaya FC semakin mudah melenggang ke partai puncak, setelah Ngon cs berhasil menekuk Persijap Jepara 2-0 pada leg pertama semifinal Copa Dji Sam Soe IV 2008/2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jateng, Sabtu (20/6).

Hasil ini menjadi modal positif Laskar Wong Kito saat menjamu Laskar Kaliyamat --julukan Persijap-- di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada leg kedua, (24/6). Dua gol SFC tercipta di menit 57 oleh Ngon A Djam (striker) dan menit ke 90 oleh Keith Kayamba Gumbs (striker).

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengaku bangga dengan kemasan dua gol yang didapat skuad besutannya.

“Sebenarnya, hasil draw saja sudah hasil yang baik untuk kita. Tapi, ternyata kita bisa punya modal dua gol. Saya bangga dengan perjuangan anak-anak meladeni permainan cepat Persijap,” ucap RD, sapaannya.

RD juga mengakui, pada laga ini menerapkan pola permainan baru dengan skema 3-5-2 untuk mengantisipasi strategi menyerang Persijap. “Kita biasa memakai 4-4-2 atau 4-3-3, tapi teryata tim sukses menerapkan pola baru ini dengan disiplin. Namun, pada laga leg kedua kita tidak akan diperkuat Tsimi (defender) dan Warobay (defender) yang terganjal hukuman kartu,” ucap mantan pelatih Persija dan Persipura ini.

Pada laga ini, Ambrizal yang sempat absen dalam dua laga terakhir SFC di Copa, diturunkan Rahmad Darmawan. Sementara, pemain andalan Pesijap, Souza yang mengalami cedera beberapa waktu lalu telah diplot oleh Djunaedi di lapangan.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Laskar Kaliyamat, tak membuat Ngon cs ciut. Malahan, sejak sejak menit-menit awal, Ngon cs meladeni irama menyerang Persijap sehingga beberapa peluang gol pun tercipta.

Seperti tendangan langsung dari jarak 30 meter Keith Kayamba Gumb di menit ke-9 yang masih ditepis Danang, kiper Persijap. Kemudian, tendangan Ngon A Djam di menit ke-12 yang masih terlalu melebar dari gawang.

Wasit pun sempat merogoh kartu kuning di menit ke-21 saat Zah Rahan ditekel keras oleh gelandang Persijap.

Dipertengahan babak pertama, M Nasuha mencoba memecahkan konsentrasi lawan dengan shooting langsung bola ke gawang. Tapi, aksi gemilang Danang dengan menepis bola tak dapat mengubah keadaan. Kedudukan skor 0-0 ini, bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, SFC mulai menaikan tempo permainan sehingga Obiora (gelandang sayap) yang diplot sebagai striker berulang kali mendapat peluang emas.

Namun, yang benar-benar menjadi gol terjadi di menit ke 57, saat Ngon A Djam mendapat umpan silang dari Zah Rahan tepat di areal kotak penalti. Gol pembuka ini memecahkan kebuntuan gol sejak awal babak sehingga skor berubah 1-0 untuk Laskar Wong Kito.

Tertinggal satu gol, membangkitkan semangat anak-anak asuhan Djunaedi untuk tampil agresif dalam menyerang. Beberapa kali, gawang SFC yang dijaga Ferry Rotinsulu terancam. Terlebih, kiper utama SFC ini, sering melakukan blunder yang bermula dari tangkapan yang tak sempurna. Beruntung, kesempatan kedua ini kurang termanfaatkan oleh skuad Laskar Kaliyamat.

Rahmad Darmawan mengubah komposisi pemain di pengujung babak kedua, Obiora diganti dengan Alamsyah, Warobay diganti dengan Benben Berlian dan Ngon diganti dengan Budi Sudarsono.

Strategi ini pun membuahkan gol badi SFC di menit ke- 90. Aksi Individu Keith Kayamba Gumb yang lepas dari perangkap offiside setelah menerima umpan matang dari Zah Rahan menyempurnakan kemenangan menjadi 2-0 untuk Laskar Wong Kito
Sumber:http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Link Download Foto Kren Laskar Wong Kito

Rabu, 17 Juni 2009.

Ingin Memiliki Wallpaper SFC Klik Link Download Berikut


http://www.ziddu.com/download/5203600/harimau-sumatera.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/5203597/laskar-wong-kito-sfc.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/5203596/_wallpaper--FR12.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/5203595/sfc-laskar-wong-kito.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4979119/CHARIS-YULIANTO.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4886353/SFC.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4886351/ferry-wallpaper1.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4878064/ZAH-RAHAN-KRANGER.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4878063/LATAR-SFC.jpg.html



http://www.ziddu.com/download/4047515/HARIMAU-SUMATERA.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4156813/fssriwijayafc.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4057239/FERRYROTINSULU.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4057013/WALLPAPER-LASKAR-WONG-KITO.gif.html

http://www.ziddu.com/download/4047516/WALLPAPERKEITHKAYAMBA.png.html

http://www.ziddu.com/download/4516717/cafe-11.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/4267935/ZAH-RAHAN-KRANGAR.gif.html

http://www.ziddu.com/download/4266438/FERRY-COPA.gif.html

http://www.ziddu.com/download/4047458/WALLPAPER-KEITH-KAYAMBA.png.html

http://www.ziddu.com/download/4047457/WALLPAPER-KEITH-KAYAMBA.gif.html

http://www.ziddu.com/download/2862009/formasi4-4-2.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/2862008/FORMASISFCcopy.jpg.html

http://www.ziddu.com/download/2861936/FORMASISRIWIJAYAFC.jpg.html

Selanjutnya...
0

Charis Cs Masih Lengah

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan akan konsentrasi dalam pembenahan lini belakang Laskar Wong Kito dalam menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (20/6). Persijap akan menjadi lawan SFC di leg 1 babak semifinal Copa Dji Sam Soe IV 2008/2009. Di babak delapan besar SFC berhasil menjegal Persibo Bojonegoro dengan agregat gol 7-2. Sedangkan Persijap menggulingkan Persitaraengan agregat 3-2.

Menurut RD, sapaannya, pembenahan lini pertahanan penting untuk memetik hasil maksimal di pertemuan pertama yang akan menjadi modal leg kedua di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Rabu (24/6).

“Kita berkaca dari hasil imbang atas Persibo yang beberapa keadaan terkadang lini belakang kita masih lengah, terutama saat transisi antara menyerang dan bertahan,” kata mantan pelatih Persija dan Persipura ini.

Pada laga terakhir, Ngon cs dapat ditahan dengan skor 2-2 oleh Laskar Angling Dharma, julukan Persibo. Menurut RD, hasil ini tak seharusnya terjadi, meskipun beberapa skuad inti tidak diturunkan saat itu.

Kendati masih diliputi kegundahan akan performa lini belakangnya pada akhirnya nanti, tapi pelatih asal Metro, Lampung ini gembira karena salah satu skuad SFC, Ambrizal (defender) sudah dapat diturunkan menyusul berakhirnya hukuman dari Komisi Disiplin PSSI yang melarang berlaga di dua pertandingan Copa.

“Kita kemungkinan belum bisa menurunkan Isnan Ali yang masih belum pulih dari cedera, tapi beruntung Ambrizal sudah dapat diturunkan,” ucap pelatih yang mendapat penghargaan gelar the best coach versi Copa Dji Sam Soe musim lalu ini.

Sementara Persiap Jepara, dipastikan tidak akan diperkuat oleh Fablo Alejandro Frances (stiker) dan Enjang Rohiman (gelandang) yang terkena akumulasi kartu kuning.

Kedua pemain ini jadi andalan Laskar Kaliyamat--julukan Persijap, karena terkenal piawai dalam mencetak gol.

Fablo Frances, tercatat sebagai top skor Persijap di Copa dengan torehan enam gol, sedangkan Enjang, kendati bukan striker murni, berhasil mengemas enam gol.

“Saya tidak akan melihat ini sebagai keuntungan bagi tim, karena saya tahu Persijap memiliki materi pemain yang bagus dan merata dan ini membuat mereka berbeda dengan tim-tim lain,” kata Rahmad.

Beberapa awal kesempatan lalu, RD sempat melontarkan pujian kepada tim besutan Junaidi ini, sebagai tim yang akan bersinar di kompetisi musim ini. Prediksi pelatih 42 tahun ini, terbukti benar dengan berhasilnya Laskar Kaliyamat merangsek ke semifinal copa dengan menghancurkan harapan Persitara Jakarta Utara di babak delapan besar.(cr1)
Sumber:www.sripoku.com
Selanjutnya...
0

Tsimi Resmi ke Persisam

SRIWIJAYA FC dipastikan tidak diperkuat Tsimi Jacques Joel Patrick musim 2009/2010 mendatang. Sebab, defender kelahiran Kamerun, 9 Januari 1984 memilih bergabung dengan Persisam Samarinda, klub promosi di Djarum Indonesia Super League (DISL)II edisi 2009/2010.Hengkangnya Tsimi ke klub berjuluk Elang Borneo, dibenarkan manajer Persisam, Aidil Fitri. Menurutnya, mantan pemain Canone Spirit Younde FC (Liga utama Kamerun), harus segera bergabung selambatnya, Senin (20/7) mendatang.“Sekarang dia (Tsimi, red) masih ada tugas bersama Sriwijaya hingga usai Copa. Setelah itu dia harus segera bergabung,” ungkap Aidil Fitri kepada Sumatera Ekspres, kemarin (16/6).Di tim berdiri sejak 1925, Tsimi dibanderol Rp 900 juta per musim. Sementara, saat di Sriwijaya dia dibanderol Rp 500 juta untuk durasi 9 bulan. Rinciannya, dari Oktober 2008 hingga Juni 2009.

“Musim 2009/2010, kami memang membentuk dream team. Kami tidak sombong, tapi semua pemain yang kami rekrut mayoritas pemain timnas,” pungkas manajer yang membawa Persisam juara I divisi utama 2008/2009.
Hengkangnya Tsimi ke Persisam, tidak dipermasalahkan Sriwijaya. Menurut manajer Sriwijaya, MC Baryadi, semua pemain diberi kebebasan untuk memilih klub. ”Tapi, kami tetap pada komitmen. Pemain mana yang bakal dilepas dan dipertahankan, akan diumumkan resmi Senin, 29 Juni nanti,” tegas Baryadi.
Urusan merekrut pemain, tim berjuluk Laskar Wong Kito masih kalah “gila-gilaan” dari Persisam. Terbukti, beberapa buruan tim double winner (edisi 2007) lepas. Dua yang pasti, Hamkah Hamzah dan Muhammad Robby. Kedua mantan pemain Persik Kediri, juga bergabung dengan Persisam.
Tiga buruan Sriwijaya lainnya terancam lepas lagi. Yaitu Ahmad Kurniawan (Persik), Firman Utina (Pelita Jaya Jabar), dan Greg Henry Nwokolo (Persija Jakarta).
Sriwijaya juga dipastikan gagal merekrut striker naturalisasi Singapura, Agu Casmir. Sebab, pria asal Kamerun terikat kontrak dua musim (hingga 2009 hingga 2010) dengan klubnya, Gombak FC raksasa di Liga Singapura. “Yah, saya ke Persisam. Tapi, saya saat ini masih membela Sriwijaya dan berharap tim ini bisa juara,” tukas Tsimi. (mg2)

Sumber:http://www.sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Imbang, Sriwijaya FC ke Semifinal

Senin, 15 Juni 2009.
MALANG, KOMPAS.com - Kesebelasan Sriwijaya FC memastikan diri melangkah ke semifinal Copa Dji Sam Soe 2009. Pada pertemuan kedua di babak delapan besar Copa melawan Persibo Bojonegoro, Senin (15/6) di Stadion Kanjuruhan Malang, Sriwijaya FC berhasil menahan imbang tuan rumah Persibo dengan skor imbang 2-2.

Hasil tersebut tidak sebagus saat pertemuan pertama mereka di Stadion Jaka Baring Palembang kala itu, di mana tuan rumah Sriwijaya FC menang telak 5-0. Dengan hasil leg kedua ini, Sriwijaya FC lolos dengan agregat 7-2.

Pada laga ini, kedua kesebelasan sebenarnya menurunkan skuad terbaiknya. Hanya saja permainan terlihat lambat panas. Permainan mulai berkembang usai menit ke-25, sejak wasit Olehadi dari Tangerang meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.

Di menit ke-28, gelandang serang Sriwijaya FC, Obiora, memanaskan pertandingan setelah tendangannya memanfaatkan umpan menyamping dari Wijay, gagal diantisipasi kiper Persibo, Heri Prasetyo. Kedudukan 1-0 bagi keunggulan sementara "Laskar Wong Kito".

Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persibo terlihat lebih senang berkutat di lini belakang. Akibatnya, dengan mudah barisan penyerang Sriwijaya FC kembali mengobrak-abrik lini belakang mereka.

Enam menit setelah gol pertama, Obiora kembali berhasil memaksa kiper Persibo memungut bola dari dalam jaringnya. Kali ini, aksi individu Obiora gagal dihentikan oleh pemain-pemain belakang "Laskar Angling Dharma".

Kedudukan 2-0 untuk tim tamu. Keunggulan ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC mengganti sejumlah pemainnya seperti pemain belakang Tsim J.Joel dan Safrudin, serta pemain penyerang, Non A Djam. Sementara Persibo, tetap mempertahankan skuad yang dipakainya sejak awal.

Babak kedua ini rupanya Persibo mulai tampil lebih agresif dan percaya diri. Mereka lebih berani melakukan umpan-umpan panjang ke depan, dan bertarung langsung di lini pertahanan lawan.

Model permainan tersebut cukup efektif, karena di menit ke-52, striker Persibo Varne Pas Boakai berhasil memperkecil ketertinggalan setelah tendangannya memanfaatkan bola muntah dari tangan kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotensulu, mampu menjebol gawang lawan. Kedudukan berubah 2-1, masih bagi keunggulan tim tamu.

Gol kedua Persibo lahir di menit ke-82 dari kaki gelandang Abel Cielo, setelah berhasil mengecoh stoper Srwijaya FC, M. Nasuha. Kedudukan 2-2 bertahan hingga permainan usai.

"Hasil ini patut kami syukuri sebab peman-pemain kami memperlihatkan bahwa mereka tidak mau menerima kekalahan 0-5 pada pertemuan sebelumnya. Setidaknya kali ini kami bisa menyerang dan bertahan dengan baik, sehingga bisa bermain imbang," ujar Pelatih Persibo, Sartono Anwar.

Adapun Pelatih Sriwijaya FC, Rachmad Darmawan menuturkan bahwa pada laga tersebut ia tetap menurunkan skuad intinya, sebagai bentuk uji coba menjelang semifinal dengan Persijap Jepara, Sabtu (20/4) mendatang di Jepara.

"Saya tetap menurunkan pemain-pemain inti sebab sekaligus uji coba bagi pertandingan berikutnya. Strategi seperti ini pula yang akan kami pakai pada pertemuan mendatang. Meski begitu, tadi di babak kedua pemain-pemain yang mendapatkan kartu kuning segera saya tarik agar tidak terkena akumulasi kartu. Persibo kali ini bermain bagus," ujar Rachmad.

Memang nanti pada pertemuan dengan Persijap, Rachmad mengaku skuad pemain intinya bisa seluruhnya turun. Tidak ada yang terganjal akumulasi kartu atau cedera.
Sumber:http://bola.kompas.com


Selanjutnya...
0

SFC Dikerjai Persiwa

Selasa, 09 Juni 2009.
PALEMBANG, SABTU – Sriwijaya FC ditekuk 1-0 oleh Persiwa Wamena pada laga putaran kedua Indonesia Super League (ISL) di Stadion Pendidikan Wamena, Sabtu (6/6). Pertandingan away SFC melawan Tim Badai Pegunungan—julukan Persiwa Wamena ini, digelar pukul 15.30 WIT.

Pada laga yang tidak digelar secara live oleh stasiun televisi ANTV sebagai pemegang hak siar Liga Super, Laskar Wong Kito mendapat perlakukan tak adil dari wasit yang memimpin pertandingan, Najamudin.

Setidaknya, ini yang diungkapkan pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan yang dihubungi Sripo dari Palembang seusai pertandingan.

“Saya tidak dapat berkomentar mengenai bagaimana anak-anak bermain karena kita benar-benar dikerjain mereka,” kata Rahmad.

Menurut RD, wasit beberapa kali mengangkat bendera offside yang tidak seharusnya.

“Inilah yang terkadang membuat saya sedih. Kemarin saya komentar tentang wasit justru mendapat hukuman denda Rp25 juta dari BLI (Badan Liga Indonesia, red). Ini sepertinya bertambah parah, wasit yang memimpin justru wasit yang mendapat penghargaan wasit paling fair play musim lalu,” keluh RD dengan nada marah.

Sebagai gambaran bentuk kekesalannya, pelatih asal Metro Lampung ini, bahkan tidak mengetahui secara pasti di menit keberapa SFC kebobolan dan oleh siapa.

Ia hanya mengungkapkan pada laga ini, Ambrizal (defender) menderita cedera lutut karena mendapat tendangan keras dari pemain Persiwa, begitu pula dengan Tsimi Jaques Joel (defender) yang pelipis kanannya mengalami pendarahan karena menghadapi kerasnya pertandingan.

“Tidak ada masalah dengan pemain kita, mereka fight dan berjuang keras untuk menang, tapi jika wasit begini artinya tinggal menunggu gol saja,” ucap pelatih peraih gelar the best coach versi Copa musim lalu
Sumber:www.sripoku.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |