0

Gumbs Sosok Pemain Penting

Senin, 30 November 2009.
Bomber Sriwijaya FC (SFC) Keith “Kayamba” Gumbs masih belum produktif. Terbukti, hingga laga ke-5 Djarum Indonesia Super League (DISL) edisi II konta Persiwa kemarin, (29/11), pemain kelahiran St Kitts, 11 September 1972 ini, belum berhasil mencetak gol. Meskipun selal0u tampil, full time.
Tapi, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyangkal, kalau Gumbs berada di penghujung karir sepak bolanya. Meskipun, usianya sudah menginjak 37 tahun. ”Saya rasa Kayamba pemain yang memiliki fisik prima. Meskipun usiannya sudah tidak muda lagi,” kata Rahmad Darmawan, kepada Sumatera Ekspres, saat dihubungi via ponsel kemarin, (29/11).
Diakui mantan pelatih Persija ini, pada dua laga kandang tim berjuluk Laskar Wong Kito ini, Gumbs bermain cukup baik. Saat menjamu Persitara (21/11) assist-nya berbuah gol bagi Poci. Sedangkan saat melawan Pelita Jaya (24/11) lalu umpan terukurnya sangat memanjakan Obiora untuk menciptakan gol.

“Kayamba merupakan sosok striker pekerja keras. Pergerakan tanpa bolanya sangat bagus. Itu, yang memmudahkan pemain Sriwijaya lainnya untuk menciptakan gol,” imbuh pria yang gemar memakai topi ini.
Ditambahkan pelatih yang akrab disapa RD ini, Kayamba merupakan sosok pemain penting di tim SFC. Meskipun kontribusinya masih sangat diharapkan di dalam tim saat ini. ”Kita rasa bukan suatu kekeliruan, Kayamba menyandang ban kapten Sriwijaya,” tegasnya.
Lanjut pria kelahiran Metro, Lampung, 28 November 1966 ini, kehidupan sehari-hari Kayamba juga terbilang baik. Banyak hal positif dilakukannya. Mulai dari tidak merokok, jarang keluar malam dan tak pernah menenggak minuman keras.
”Wajar jika kayamba menjadi panutan bagi pemain SFC lainnya, baik didalam maupun di luar lapangan,” pungkasnya. (mg42)
Profil
Nama : Keith “Kayamba” Gumbs
Lahir : 11 September 1972 / 35 tahun
Negara : St. Kitts-Nevis –Negara di zona CONCACAF-
Caps Timnas : 131/47 gol
Karir Klub : (1989-1996) Newtown United FC, 1996 FC Twente 1998 Oldham Athletic, 1999 Panionios, 2000 Hull City, 2000 Sturm Graz, 2001 Palmeiras, 2001 San Juan Jabloteh, (2001-2003) Happy Valley (2003-2004) Sabah Rhinos, (2004-2007) Kitchee
(2007- ?) Sriwijaya FC
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Baryadi “Terbang” ke Makassar

Hari Kamis, tepatnya 23 Juli lalu adalah hari terakhir MC Baryadi mengakhiri jabatan manajer Sriwijaya FC secara resmi. Setelah itu, pria asal Sleman (Jogjakarta) vakum lebih dari 4 bulan.
Namun, Jumat (27/11) lalu, pria yang telah memberi 3 tropi buat Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) comeback. Jabatannya sekarang adalah wakil presiden PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).
Sayang, Baryadi masih tertutup pada pers. Satu-satunya kalimat yang terlontar dari mulutnya hanya pada rapat PT SOM di Griya Agung, Jumat (27/11). Saat itu, dia mengungkapkan akan mencari striker asing lagi.
Intinya, pada transfer window Januari 2010 nanti, Sriwijaya akan merekrut pemain yang diinginkan coach Rahmad Darmawan. Termasuk kemungkinan mendatangkan striker Uzbekistan, Ulugbek Bakaev. “Meski mahal, tapi kalau kualitasnya bagus dan bisa mengangkat prestasi Sriwijaya, maka akan kami rekrut,” ucap Baryadi.

Sayang, debut perdana come beck-nya suami Rismawati diwarnai dengan kekalahan 0-3 dari Persiwa Wamena (29/11). Namun, menurut coach Rahmad Darmawan, Baryadi sudah melakukan kontak dengannya.
Dia akan datang ke Makassar untuk memberi support saat Sriwijaya meladeni Persipura Jayapura, Rabu (2/12) nanti. “Pak Baryadi sudah janji mau datang ke Makassar. Dia sudah menelepon saya,” ucap Rahmad Darmawan.
Jika betul Baryadi datang ke Makassar, maka spirit Sriwijaya akan berlipat ganda. Fulus dari penggemar wayang kulit, “biasanya” akan mengalir ke kocek Ferry Rotinsulu dkk. Seperti yang dia lakukan di musim-musim sebelumnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Precious Akui Sulit Lawan Persipura

PALEMBANG - Meski terbilang baru dua pekan mencicipi kerasnya Liga Super Indonesia (ISL), tetapi bek asing Precious Emuegeraye mengakui laga berat adalah mengadapi Persipura di Makasar Rabu (2/11) nanti. Sebab Persipura merupakan tim yang kuat dan memiliki kualitas.

"Meski saya baru di Indonesia. Tetapi saya sering melihat televisi pertandingan di Indonesia. Lawan Persipura adalah laga berat dan melelahkan," ujar Precious, Senin (30/11).

Precious pernah mengungkapkan, ketika masih merumput bersama Klub Liga Singapura Woodland Wellingthon, ia kerap membuka chanel tayangan televisi di Indonesia. Melalui layar kaca itu pemain berdarah Nigeria ini kerap menyaksikan klub-klub Indonesia beraksi.

Dalam penilaiannya, Sriwijaya FC dan Persipura tim terbaik, sebab memiliki materi pemain yang merata dan pelatih berpengalaman. Namun ia lebih tertarik bermain bersama Sriwijaya FC. Makanya saat tawaran dari klub bermarkas di Palembang ini datang, Precious langsung menyetujuinya.

Kembali soal penilaiannya dan persiapannya menghadapi Persipura nanti, Precious akan mewaspadai gerakan Alberto Goncalves dan Edward Ivakdalam. Menurut pemain Timnas Singapura ini kedua pemain ini merupakan pemain kunci dan menjadi penentu. Beto sapaannya merupakan kreator ulung. Pergerakan tanpa bola dan gocekan khas Brazilnya sangat mumpuni. Sementara Edwar Ivakdalam kerap maju hingga ke kotak penalti dan mencetak gol.

"Maka saya katakan ini laga berat, karena dua tim terbaik akan bertemua. Tentunya kami akan tampil habis-habisan lawan Persipura," tandas Precious.
Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

SFC Tagih Bantuan 14 Kabupaten-Kota

PALEMBANG - Krisis keuangan yang dialami Sriwijaya FC membuat manajemen bekerja keras mencari dana bantuan baik sponsor mapun dari pemprov Sumsel dan pemerintah kabupaten/kota di Sumsel.

Tercatat ada 14 kabupaten/kota yang diharapkan memberikan bantuan. "Kita mengharapkan akan ada bantuan untuk SFC dari kabupaten/kota. Seperti musim lalu kita mendapatkan bantuan dan tahun ini dana masukan dari pihak kabupaten/kota belum ada," ujar Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex, Senin (30/11).

Seperti diketahui, pada tahun ada 13 kabupaten/kota yang memberikan bantuan untuk Sriwijaya FC. Menurut informasi dana yang diberikan sekitar Rp 200 juta perkabupaten, sehingga total dana yang terkumpul sekitar Rp 2,6 miliar.

Untuk persoalan ini Dodi mengharapkan bantuan dari MC Baryadi yang kini menjadi wakil Presiden Klub SFC."Kita harapkan nanti pak Baryadi yang menertibkan dan membereskan administasinya," ujar Dodi.

Dodi yakin SFC mampu keluar dari krisis keuangan. Untuk saat ini ia bersama jajaran manajemen bahu membahu mencari dana bantuan dan mengalurkan dana pribadi untuk mengatasi kekosongna dana. Tetapi kekosongan hanya untuk sementara lantaran dana dari pihak sponsor belum masuk.

"Perusahaan-persuhaan yang menjadi sponsor memang belum memberikan bantuan tahun ini karena terkendala pembukuan dari anggaran mereka. Tetapi awal tahun 2010 tepat pada Januari nanti dana-dana itu sudah masuk ke kantong SFC," ujar Dodi.

Seperti diketahui, SFC mendapatkan bantuan dari PTBA, Pusri, Pertamina, dan Bank Sumsel selaku penyumbang terbesar. Kemudian dari sektor pengelolaan tiket untuk laga home SFC. Masih ada lagi bantuan dari kabupaten/kota."Ke depan agar SFC semakin mandiri akan memaksimalkan bidang usaha dan sponsorship. Sehingga kita tidak lagi bergantung kepada APBD. Untuk tahun ini saja kita menekan bantuan dari APBD dari 15 miliar tahun lalu menjadi Rp 5-7 miliar," ujar Dodi
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

PERSIWA 3 - 0 SFC

Minggu, 29 November 2009.
Persiwa Wamena kembali mendulang poin penuh di kandang, setelah sukses melibas tamunya Sriwijaya FC, dalam laga lanjutan putaran pertama Superliga edisi kedua musim ini.

Tidak tanggung-tanggung, "Laskar Wong Kito" dilibas tiga gol tanpa balas, pada laga yang tersaji di Stadion Pendidikan, Wamena, Minggu (29/11) petang.

Tiga gol kemenangan Persiwa dibukukan Erick weeks pada menit ke-20, Pieter Romaropen pada menit ke-35 dari titik putih, serta Eddie Foday pada menit ke-63.

Atas kemenangan ini, Persiwa mampu naik beberapa strip dan menempati posisi keenam klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan sepuluh poin dari enam laga.

Sementara bagi tim tamu Sriwijaya FC, kekalahan tersebut membuat mereka masih tertahan di papan bawah, karena baru mengoleksi tujuh poin dari lima laga.
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

RD Syok SFC Batal ke LCA

PALEMBANG - Wacana pembatalan Sriwijaya FC sebagai peserta Liga Champions Asia (LCA) 2010 membuat pelatih Rahmad Darmawan syok dan kecewa berat. Namun pelatih kelahiran Metro Lampung ini berharap itu hanya sebatas wacana.

"Sebab undangan sudah kita terima untuk mengikuti babak play off. Kita berharap itu hanya sebatas wancana saja. Namun jika benar kabar ini kami sangat kecewa," ujar RD Rabu (25/11).

Menurut pria dua anak ini, pertandingan internasional sekelas LCA atau AFC sangat berarti buat SFC, pemain, pelatih, manajemen dann terutama Sumsel.

"Sebab sangat penting artinya bagi suatu tim mengikuti even internasional. Apalagi tahun ini kita lebih siap," ujar RD.

Menurut RD manfaat bagi adalah sebagai promosi bagi itu sendiri dan daerah Sumsel. "Mudah-mudahan berita itu salah," ujarnya.

RD menegaskan nilai promosi bagi suatu tim dan daerah sangat besar sebab bisa mengangkat nilai-nilai promosi di suatu daerah. Artinya nilai pertandingan memiliki nilai jual tinggi."Maka kalau kita batal mengikuti LCA, saya selaku pelatih merasa sedih," ujarnya.
Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

RD Rotasi Penjaga Gawang

Senin, 23 November 2009.
Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC, merasa bersyukur dengan hadirnya Hendro Kartiko di bawah mistar Laskar Wong Kito. Keberadaan Hendro membuat RD, sapaan Rahmad, lebih memudah melakukan rotasi di sektor penjaga gawang agar beban Ferry Rotinsulu tidak terlalu berat.

Menurut Rahmad, sistem rotasi ini akan menguntungkan jika Sriwijaya terkena masalah tak terduga yakni krisis kiper, seperti yang terjadi musim lalu. Saat itu, Ferry dan Aprianto mengalami cedera secara bersamaan. Akibatnya, RD tak ada pilihan lain kecuali memanfaatkan Dede Sulaiman yang kurang jam terbang.

Ferry dan Hendro hanya berbeda nama saja. Secara kualitas mereka sama. Jadi tidak ada beda antara Ferry dan Hendro, dan ini akan menguntungkan tim. Perkara siapa yang diturunkan, adalah saya yang paling tahu karena mereka bersama saya setiap hari,” ujar Rahmad.

“Saya berkaca pada pengalaman musim lalu, beban Ferry terlalu berat. Jadi, untuk mengatasinya rotasi harus jalan. Saya harap suporter tetap memberikan dukungan kepada setiap kiper yang diturunkan, apakah Hendro atau Ferry.”

Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Kalahkan Persitara 3-2

Sabtu, 21 November 2009.
Tuan rumah Sriwijaya FC berhasil mengalahkan Persitara 3-2 di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, Sabtu (21/11) malam ini, dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL). Ketiga gol Sriwijaya FC disumbangkan Rahmad Rivai , M Nasuha, dan Obiora. Sedangkan dua gol Persitara disumbangkan pemain asing Afshin Parsaelan Rad.

Melalui kemenangan ini, Sriwijaya FC berhasil mengembalikan performa tim. Ini mengingat pada dua pertandingan sebelumnya, Sriwijaya FC mengalami sekali hasil seri melawan PSM Makassar dan sekali kalah melawan Persiba.

Gol pertama tercipta pada menit ke-20, melalui tendangan Rahmad Rivai. Mantan striker Persitara ini memainkan pola 1-2 bersama Zah Rahan dengan tempo cepat. Hasil ini terus bertahan hingga pertandingan babak pertama usai.

Selama babak pertama, Sriwijaya FC nyaris menguasai pertandingan. Tim asuhan Rahmad Darmawan memiliki lebih dari lima kali peluang menciptakan gol. Namun karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna, hanya satu gol saja yang tercipta.

Sebaliknya, Persitara juga memiliki dua kali peluang gol, namun tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh penyerang Afshin Parsaelan Rad dan Prince Kabir Bello.

Pada awal hingga pertengahan babak kedua, Sriwijaya FC masih terus mendominasi permainan melalui penguasaan bola dan peluang menciptakan gol. Kemudian pada menit ke-55, Sriwijaya FC berhasil menambah gol melalui tendangan keras M Nasuha dari sisi kanan gawang. Tendangan keras ini tidak dapat diantisipasi oleh penjaga gawang Persitara Wawan Dermawan sehingga posisi skor berubah menjadi 2-0 .

Namun selang tiga menit, Persitara berhasil memperkecil ketinggalan melalui gol sundulan kepala yang dilakukan Afshin Parsaelan Rad. Sundulan yang berasal dari umpan pemain tengah Tantan ini tidak bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Hendro Kartiko sehingga posisi skor pun berubah 2-1.

Pada menit ke-84, strategi Rahmad Darmawan mengganti Rahmad Rivai dengan Obiora ternyata membuahkan hasil. Tidak lama setelah pergantian pemain itu, hasil permainan cepat antara Obiora dan Zah Rahan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Ob iora. Gawang Persitara berhasil dijebol dan skor berubah 3-1.

Sayangnya di menit terakhir yaitu menit 89, penjaga gawang Sriwijaya FC melakukan pelanggaran terhadap penyerang Persitara Afshin Parsaelan Rad di kotak penalti . Wasit akhirnya menghadiahkan tendangan penalti bagi Persitara yang be rhasil diselesaikan dengan baik oleh Afshin. Skor 3-2 untuk kemenangan Sriwijaya FC ini bertahan hingga akhir pertandingan.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Yakin Atasi Persitara

Senin, 16 November 2009.
Rahmad Darmawan, arsitek Sriwijaya FC, menyatakan pihaknya yakin bisa mengatasi Persitara Jakarta Utara di laga kandang pertama timnya di Stadion Gelora Jakabaring
Palembang, 21 November mendatang.

Keyakinan itu lanjut Rahmad, karena dalam beberapa pertemuan di kandang Sriwijaya FC, tim berjuluk 'Laskar Si Pitung' selalu takluk dan belum sekali pun mampu membawa pulang poin.

"Kemenangan atas Persitara mutlak harus bisa dilakukan karena kami telah kehilangan banyak poin di beberapa laga awal Superliga. Terlebih karena ini laga perdana kami di kandang," kata Rahmad.

Ditambahkan, selain mengincar poin penuh dari Persitara, pihaknya juga membidik hal yang sama saat menjamu lawan berikutnya, yakni Pelita Jaya empat hari kemudian.

Dengan dukungan penuh semua elemen yang ada masih kata pelatih yang dua musim lalu mempu mengantar Sriwijaya FC meraih double winner (juara Liga dan Copa Indonesia), target meriah poin penuh di dua laga kandang bisa diperoleh.
Sumber http://goal.com

Selanjutnya...
0

Obi Masih Kegemukan

PALEMBANG - Striker Sriwijaya FC Anoure Obiora Richard terlihat kurang maksimal dalam laga ujicoba lawan Timnas U-23 di Gelora Jakabaring, Minggu (15/11) kemarin. Meski dribelnya tetap yahud, tetapi kelenturan dan kecepatannya sedikit berkurang.

Obigol terlihat kegemukan pasca liburan di kampungnya di Nigeria dan baru saja menikah 5 September lalu. Dalam pertandingan kemarin, gerakan Obi terlihat lamban. Bobot tubuhnya membuatnya kesulitan bergerak cepat.

"Fisik Obi memang tidak terlihat maksimal. Dia bermain bagus mendribel bola dan taktis, tetapi dia baru saja liburan lama," ujar RD.

Mantan pelatih Persija ini, akan memberikan program latihan khusus bagi pemainnya agar kembali dalam penampilan terbaiknya.

Obiora merupakan pemain yang sudah dua musim memperkuat SFC. Kecepatan dan kelincahannya mengolah sikulit bundar membuatnya menjadi pilihan utama RD dalam setiap laga.

Secara terpisah Obi mengakui kondisi fisiknya. Tetapi dia merasa tidak terganggu. Namun harus diakuinya dalam laga ujicoba kemarin dia kurang maksimal lantaran baru bergabung latihan."Untuk itu saya akan berlatih keras agar tampil klop dan mampu memberikan kemenangan untuk SFC," ujar Obigol sapaannya.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Gol Kayamba Perkecil Kekalahan

Minggu, 15 November 2009.
PALEMBANG - Tim nasional U-23 akhirnya meraih kemenangan dalam pertandingan uji coba setelah berkali-kali menderita kekalahan. Pada uji coba lawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (15/11), Timnas U-23 menaklukkan menang 2-1 (1-0) .

Pertandingan berlangsung dengan tempo lambat. Sampai 15 menit babak pertama, tak satu pun peluang diciptakan oleh kedua tim.

Pemain Sriwijaya, Keith Kayamba Gumbs,mengakhiri kebuntuan serangan dengan menciptakan gol pada menit ke-43. Barisan belakang Timnas lengah mengantisipasi Kayamba yang dengan leluasa melesatkan bola dari depan gawang. Tim Merah Putih berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti oleh Sultan Samma pada menit ke-53.

Gol penentu kemenangan Timnas dicetak Dendi Santoso pada menit ke-75 melalui sebuah serangan balik. Kali ini giliran pemain Sriwijaya FC yang lengah sehingga Dendi bisa mendekati gawang.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Kalah Historis

Sabtu, 14 November 2009.
Terpaksa Sriwijaya FC (SFC) harus memaksimalkan 4 pemain asingnya, pada putaran 1 Djarum Indonesia Super League (DISL) II musim kompetisi 2009/2010. Itu karena, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini, kembali gagal merekrut pemain asing yang menjadi bidikannya.
Rupanya bomber timnas Uzbekistan, Ulugbek Bakayev berpaling. Lebih memilih klub raksasa Kazakhstan FC Tobol. Klub yang pernah dibelanya selama empat musim, yaitu 2004 hingga 2007.
“FC Tobol secara histori lebih paham dengan Bakaev. Tak hanya itu, presiden klub Tobol pun langsung turun tangan,” kata pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kepada wartawan saat dijumpai di Hotel Swarna Dwipa, kemarin, (13/11).
Sangat disayangkan, karena striker kelahiran Uni Soviet, 28 November 1978 ini sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia 30 Oktober lalu. Tak hanya itu, agenya Abddul Salam pun awalnya menyatakan Bakaev siap terbang ke Palembang. ”Kalau awalnya oke, lalu bilang mau berpikir dulu yang kita mau gimana lagi,” tegas mantan pelatih Persija Jakarta ini.
Pelatih yang akrab disapa RD ini sangat menyayangkan mepetnya waktu perekrutan Bakaev. Karena tidak gampang melakukan negosiasi dengan pemain asing dengan waktu yang terbilang singkat. ”Dua hari pasca gagalnya Duric kita baru lakukan negosiasi dengan Bakaev,” imbuhnya.

Faktor harga menjadi penyebab Bakaev berlabuh ke Bumi Sriiwjaya. Sriwijaya hanya membanderol Bakaev tidak lebih dari Rp1,1 M per musim. Sementara, Tobol sendiri dikabarkan membanderol di atas Rp1,5 M. “Kalau sudah begitu, peluang Sriwijaya mendapatkan Bakaev sangat berat,” ujar pria yang gemar memakai topi ini.
Kegagalan merekrut Bakaev, berarti SFC hanya memiliki 4 legiun asing. Yaitu Zah Rahan, Keith Kayamba, Precious Emuejeraye, dan Obiora Richard. Untuk melengkapai kuota, Sriwijaya harus menunggu hingga putaran I usai, yaitu pertengahan Januari 2010 mendatang. “Saya akan tempatkan Obiora sebagai striker murni. Itupun sesuai dengan kebutuhan tim,” pungkasnya. (mg42)

Profil
Nama : Ulugbek Bakayev
TTL : Uni Sofyet, 28 Nopember 1978
Posisi : Striker
Tinggi : 183 cm
Nomor Punggung : 10
Karir Klub : FJ buxoro (Uzbekistan), CSKA Moscow (Rusia), FC Torpedo Zil Moscow (Rusia) FK Andijan (Uzbekistan), FC Neftekhimik (Rusia), FC Tobol (Kazakhstan), dan Quruvchi Tashkent (Uzbekistan).
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya Gagal Dapatkan Ulugbek Bakaev (Uzbekistan)

Jumat, 13 November 2009.
Sriwijaya FC gagal menambah pemain asing. Pemain asal Uzbekistan buruannya minta kontrak terlalu mahal.

Negosiasi Salam, utusan manajemen Sriwijaya FC dengan Ulugbek Bakaev gagal mendapat kesepakatan. Pemain asal Uzbekistan ini minta nilai kontraknya di atas Rp 1,1 miliar. Dengan demikian, Laskar Wong Kito hanya bisa diperkuat empat pemain asing pada putaran 1 Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

"Awalnya, saya berharap negoisasi bisa berjalan dengan lancar. Pasalnya, saya kepincut dengan Bakaev setelah melihat rekaman pertandingannya. Negoisasi pada Rabu (11 November 2009) gagal karena ia minta harga tinggi. Harga yang tidak bisa dijangkau manajemen," terang Pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan kepada GOSport.

Meski Sriwijaya kini sudah memiliki banyak pemain depan, namun Rahmad tetap berharap besar Bakaev bisa bergabung.

"Soal pengaruh pasti ada dengan tidak bergabungnya Bakaev, namun mungkin tidak terlalu besar. Saya pun harus memaksimalkan pemain yang sudah ada. Saya masih berharap ada tambahan pemain asing pada putaran kedua," katanya.

Kini, Sriwijaya diperkuat empat ekspatriat, yaitu Anoure Obiora Richard, Precious Emuejeraye, Zah Rahan Krangar dan Keith Kayamba. Pada dua laga awal, hanya Zah Rahan dan Kayamba yang bisa turun, sedangkan sisanya tersangkut ITF maupun KITAS.

Untuk posisi striker, Sriwijaya punya Obiora, Rahmat Riva'i, Mustopha Aji dan Kayamba. Namun, Kayamba dan Mustopha akan dimainkan di posisi gelandang. Sedangkan Riva'i dan Obiora sebagai goal getter.

Menghadapi Persitara Jakarta Utara pada 21 November 2009 di Stadion Gelora Bumi Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rahmad terus melakukan pembenahan pembenahan pasukannya. Pada laga uji coba Rabu, Sriwijaya menang tipis 2-1 atas Sriwijaya U-21.

Bagi Rahmad hasil itu tak begitu penting karena hanya punya 12 pemain. Suasanapun dibuat santai. Beda halnya ketika melawan timnas U-23 pada 15 November 2009 lalu.

"Saya akan kondisikan layaknya kompetisi, dimana dua hari sebelum ujicoba saya akan siapkan taktik dan strategi agar konsentrasi pemain terjaga dengan baik," papar mantan pembesut Persipura Jayapura dan Persija Jakarta ini.
Sumber http://12paz.blogspot.com
Selanjutnya...
0

Finansial Sriwijaya FC Masih Bermasalah

Krisis finansial yang dialami manajemen Sriwijaya FC belum berakhir, membuat gaji dan bonus pemain masih tersendat.

Penampilan glamour Sriwijaya FC di pentas Superliga edisi kedua musim ini sedikit bermasalah, menyusul krisis finansial yang mereka alami.

Parahnya karena masalah ini menyebabkan gaji pemain dan ofisial tim beberapa bulan beserta bonus juara Copa Indonesia 2008, yang merupakan hak pemain masih tersendat.

Hal tersebut dibenarkan arsitek Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, yang menurutnya sedikit banyak sangat berpengaruh terhadap kondisi mental pemainnya.

Meski demikian, pelatih yang sukses memberikan double winner (juara Liga dan Copa Indonesia) dua musim lalu ini mengaku, punya kiat khusus untuk menanggulangi masalah keterlambatan gaji tersebut.

"Kami memberikan toleransi kepada pemain untuk tidak ikut latihan, bagi mereka yang merasa terganggu dengan keterlambatan pembayaran gaji ini," kata Rahmad.

"Hal ini kami lakukan, karena kami tidak ingin ada pemain yang tidak sungguh-sungguh berlatih. Semua pemain kami sudah diajak bicara mengenai kondisi yang dihadapi saat ini, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak serius menjalani sesi latihan."
Sumber https://www.goal.com
Selanjutnya...
0

Nana Mulai Gantikan Tony

Dengan absennya beberapa pilarnya. Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mulai memutar otak. Yakni, mulai merotasi pemainnya yang siap di tempatkan ke posisi yang kosong. Salah satunya, Ngurah “Nana” Wahyu Trisna Jaya yang sebelumnya menjadi senter bek kini mulai diproyeksikan menjadi gelandang bertahan menggantikan Tony Sucipto.
“Saya lihat Nana mempunyai potensi untuk mengisi posisi gelandang bertahan. Hal ini kami lakukan. Sebab, Tony bakal absen hingga bulan Desember nanti untuk mengikuti timnas U-23,” kata pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan.
Coach Rahmad mulai memercayakan Nana mengantikan Tony Sucipto sejak, Laskar Wong Kito (julukan Sriwjaya FC), melakoni uji coba melawan Persimuba, Musi Banyuasin, Sabtu, (7/11), lalu.

“Nana bisa bermain cukup baik. Buktinya, Sriwijaya mampu menang 7-0 atas Persimuba. Kami berharap Nana bisa semakin menunjukan kaulitas dengan posisi barunya,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir ini.
Sriwijaya sendiri mempunyai beberapa pemain yang mempunyai kualitas utility. Seperti, M Nasuha, yang bisa di plot sebagai wing bek atau gelandang. Keith Kayamba Gambs dan Obiora Richard yang bisa pada posisi striker maupun di sayap. Dan beberapa peamin lainya yang mempunyai multi posisi.
“Inilah fungsinya kami mempunyai pemain yang utility. Sebab, bila ada pemain yang absen, pemain lainya bisa mengisi kekosongan posisi tersebut,” imbuh mantan pelatih Persipura ini.
Sementara itu, bagi Ngurah “Nana” Ngurah posisi baru ini menjadi tantang tersendiri baginya. Sebab, dengan di berpindahnya posisi dirinya perlu banyak belajar. “Bagi saya ini tidak ada masalah. Mau ditempatkan di mana saja saya akan menjalani. Terpenting tidak sebagai kiper,” timpal Nana
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Precious-obi Diturunkan Saat Jamu Persitara

PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC memastikan striker Anoure Obiora Richard dan defender Precious Emuejeraye diturunkan dalam kala SFC meladeni tim tamu Persitara di Stadion Gelora Jakabaring 21 November mendatang.

"Insyaallah. Jika tidak ada aral melintang kedua pemain ini turun dalam laga melawan Persitara Jakarta Utara," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Selasa (10/11).

Ungkapan manajemen ini cukup beralasan, sebab urusan administasi kedua pemain ini dipastikan rampung. Untuk Precious memastikan diri turun dalam 21 November itu usai memperkuat Timnas Singapura yang akan bertemu Timnas Indonesia dalam laga pra Piala Asia di Jakarta 18 November. Hal ini dipastikan agen Onana Jules yang menemani Precious saat mengunjungi Sekretariat SFC di Kompleks Palembang Square (PS) Senin (9/11) kemarin.

Precious pun mengaku sudah tak sabar ingin bermain bersama SFC dan memberikan kemenangan untuk Laskar Wong Kito kala menjamu Persitara nanti. Hanya saja Precious yang diwawancari wartawan kemarin mengaku butuh adaptasi dan penyesuasian dalam program latihan bersama RD.

Sedangkan Obiora dipastikan tiba di Palembang Rabu (12/11) malam besok. Kepastian ini menyusul sudah selesaikan proses pengurusan Kitas dan aministrasi serta segala macam keperluan sang pemain di negerinya. Obi hari ini bertolak dari Abizar (ibukota Nigeria) menuju Jakarta.

Berdasarkan perhitungan waktu perjalanan, sang pemain akan tiba di Palembang Rabu malam.
"Kita tidak ingin mengecewakan fans dan pendukung SFC. Kita berharap tidak ada halangan agar pemain ini segera bergabung bersama kita di Palembang," ujar Dodi.

Secara terpisah Precious mengungkapkan jika dirinya tidak sabar ingin bermain bersama Ponaryo Astaman cs. Ia mengaku sedih mendengar kekalahan SFC dalam laga Persiba Balik Papan. Namun ia yakin itu merupakan permulaan bagi SFC untuk menuju titel double winner."Saya yakin target tim tetap tercapai," ujar Precious.
Sumber http//sripoku.com
Selanjutnya...
0

Obigol Dijadikan Target Man

PALEMBANG - Tidak ada Aleksandar Duric atau pun Ulugbek Bakaev, dua striker yang diharapkan bergabung dan menjadi target man atau striker tunggal di lini depan Sriwijaya FC. Kini skuad asuhan Rahmad "RD" Darmawan hanya memiliki Obiora sebagai alternatif di lini depan.

Pemain berdarah Nigeria ini merupakan pemain utility atau bisa menempati beberapa posisi. "Dia bisa menjadi striker tunggal atau target man, bisa pula menjadi pemain sayap. Tergantung kebutuhan," ujar Pelatih Rahmad Darmawan, Jumat (13/11).

Untuk sementara ini RD sapaannya akan mengandalkan Obiora sebagai striker murni di lini depan. Sebab striker bertipe seperti Ngon A Jam atau Duric belum didapatkan."Dia bisa diandalkan," ujar RD.

Bukan tanpa alasan RD mengandalkan Obigol sapaannya dilini depan. Sebab kemampuan itu sudah dibuktikannya saat membela SFC di musim lalu. Diturunkan sebagai striker tunggal di lini depan Obi sukses menjalankan tugasnya membawa SFC mempertahankan gelar Copa Dji Sam Soe."Dia kita optimalkan di posisi ini. Sebab dia memiliki potensi untuk itu (striker)," ujar RD.

Sementara secara terpisah Obiora pun tak masalah di pasang baik sebagai sayap maupun sebagai striker. Sebab dia sudah terbiasa di posisi itu."Di Copa musim lalu saya dipasang di sana dan tidak masalah. Doakan saya bisa membawa SFC juara," ujar Obi.

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Obiora Ikuti Latihan SFC

PALEMBANG - Penantian fans dan publik Sriwijaya FC akan kedatangan Obiora terjawab sudah. Pemain asal Nigeria ini tiba di Palembang Jumat (13/11) sekitar pukul 14.00. Ia langsung bergabung latihan bersama rekan-rekannya sore ini.

"Benar saya langsung gabung latihan hari ini, sudah kangen bermain bersama teman-teman," ujar Obiora.

Kedatangan Obigol sapaannya memang dinantikan sejak lama. Sebab ia diharapkan menjadi alternatif dan variasi daya gedor SFC selama mengarungi kompetisi 2009/2010 ini. Sebagai orang yang ditunggu-tunggu Obi pun sadar. Dia pun tidak ingin lama beristirahat dii Hotel Swarna Dwipa. Baginya cukup merebahkan diri selama setengah jam, makan nasi goreng favoritnya plus buah-buahan.

"Tadi saya langsung makan nasi goreng plus buah-buahan. Sore ini saya langsung latihan," ujar Obi.

Sebagai pemain yang telah 2 tahun merumput bersama SFC, Obi tahu betul tenaganyaa dibutuhkan. Terutama untuk meraih kemenangan dalam dua laga home yakni lawan Persitara dan Pelita Jaya. Setidaknya tim membutuhkan kemenangan untuk meningkat moral. Namun ia tidak ingin besar kepala, menurutnya permainan SFC tidak bergabung kepadanya seorang.

Sebab kerjasama tim adalah yang utama. Sehingga tanpa kekompakan dan permainan tim, Laskar Wong Kito tidak akan memenangkan pertandingan."Saya yakin SFC menang lawan Persitara dan Pelita Jaya di laga home. Saya karena di sini ada Kayamba, Rahmat Rivai, teman-teman semua dan terutama pelatih Rahmad Darmawan," ujar Obi.

Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
0

Tebar Pesona plus Nobar Garuda di Dadaku

Minggu, 08 November 2009.
Sriwijaya FC bikin Heboh di Sekayu

SEKAYU-Sriwijaya FC bikin heboh di Sekayu, Muba. Kedatangan skuadra Rahmad Darmawan bak artis yang disambut ribuan fans. Tak sekadar ujicocoba dengan Persimuba Muba, tim berjuluk Laskar Wong Kito juga tebar-tebar pesona. Termasuk royal berbagi tanda tangan. Atau sekadar bersalaman dan berfoto bersama.
Bahkan, Keith Kayamba Gumbs dkk sempat nobar film Garuda di Dadaku bersama-sama fans di auditorium Pemkab Muba. “Kami berterimakasih kepada Sriwijaya FC, karena telah memenuhi undangan kami. Kami berharap dengan kedatangan Sriwijaya dan nonton bareng ini bisa menambah semangat para pemuda Muba,” kata Bupati Muba, Pahri Azhari, kemarin (7/11).
Ujicoba sendiri digelar sebagai salah satu agenda memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober lalu, Hari Olahraga Nasional 9 September, serta Hari Pahlawan 10 November.

Acara ini juga diisi dengan acara perkenalan pemain yang dibawa Pelatih Rahmad Darmawan ke Sekayu. Tak hanya itu, acara ini juga diisi dengan pemberian bonus kepada atlet berpretasi, pemuda berprestasi, dan pemberian santunan kepada panti asuhan yang ada di daerah Muba.
“Pemkab Muba sangat konsen dalam pengembangan dunia olahraga dengan membangun infrastruktur olahraga yang representatif. Selain itu pembinaan atlet sejak usia dini juga kita kedepankan dengan program beasiswa atlet dan sekolah-sekolah olahraga. Sehingga kita harapkan Muba bisa menjadi gudang atlet dari berbagai tingkatan usia,” ujar Pahri.
Sementara itu, Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin yang memimpin pasukan SFC kemarin juga menyatakan salut atas perhatian besar Bupati Muba kepada pengembangan olahraga khususnya sepak bola. Bahkan beberapa pemain yang mengisi skuad SFC U-21 ada yang berasal dari Muba terutama lulusan Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA). “Semoga perhatian ini terus berlanjut ke depan. Sehingga stok talenta pemain muda berbakat asal Sumsel bisa terus dijaga ketersediaannya,” tutur anggota DPRD Kabupaten Banyuasin ini.
Usai nobar, hadirin yang didominasi anak sekolah pun mengerumuni pemain-pemain SFC untuk meminta tanda tangan atau berfoto bersama. Namun kegiatan itu dibatasi karena pemain SFC harus beristirahat untuk pertandingan melawan Persimuba sore harinya. “Seneng sekali bisa nonton Garuda di Dadaku dan ketemu langsung pemain SFC. Saya sendiri sangat mengidolakan Kayamba,” ujar Putri, salah seorang siswa SMA Negeri 1 Sekayu
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Nikah Dulu, Obiora Telat Gabung Sriwijaya FC

INILAH.COM, Palembang - Sriwijaya FC telah lama menunggu kedatangan pemain asing andalannya Anoure Obiora Ricard. Obiora telat bergabung karena tengah melangsungkan pernikahan dan menunggu KITAS.

"Saya baru menikah di sini, istri saya orang Nigeria juga," Obiora menjelaskan. "Selain itu pengurusan KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) saya dimulai dari awal, bukan hanya memperpanjang. Jadi lama, lebih dari satu bulan," ucap pemain terbaik Copa musim lalu ini kepada wartawan Antara.

Dia menuturkan, hal ini tak lain karena SFC semula melepasnya sebagai pemain.

"Jika SFC sejak awal menyatakan akan memperpanjang kontrak saya, mungkin tak serumit ini. Bisa jadi, saat laga perdana saya sudah bisa main, sama seperti Kayamba dan Zah Rahan. Tapi, karena baru dihubungi lagi pada awal September, jadi membuat saya tidak dapat langsung cepat bergabung," ucap dia.

Obiora telah menjalani sidang pengurusan KITAS dan diperkirakan tiba di Palembang pada minggu kedua November ini.

"Setelah membereskan semuanya, secepatnya saya ke Palembang," tutup Obi, sapaanya.

SFC dan Obiora belum mengikat kontrak resmi. Keduanya baru mengadakan persetujuan secara lisan.

Laskar Wong Kito sebenarnya berniat melepas Obiora dengan alasan penyegaran, namun karena belum juga mendapatkanpenggantinya waktu pendaftaran pemain hampir berakhir, SFC akhirnya kembali memanggil pemain asal Nigeria itu

Sumber http://inilah.com

Selanjutnya...
0

Pressing Belum Kelihatan

(0) Persimuba v Sriwijaya (7)

PALEMBANG-Sriwijaya FC sudah biasa ujicoba dengan tim-tim level bawah. Musim 2008 lalu, tim berjuluk Laskar Wong Kito sudah melakoninya. Diantaranya menang 5-0 atas Persime Muara Enim (21/4/2008), 4-0 atas Persila Lahat (22/5/2008), dan 9-1 atas Bangka Karya Taruna (24/5/2008).Kemarin (7/11) di stadion Serasan Sekate (Sekayu), skuadra asuhan Rahmad Darmawan kembali ujicoba dengan tim kasta bawah (divisi III), Persimuba Muba. Hasilnya, menang telak 7-0. Keith Kayamba dan Rahmat ‘Poci’Rivai mencetak hattrick. Kayamba dimenit ke-6’, 53’, dan 60’. Sementara Poci menit ke-13’, 15’, dan 64’. Satu lagi diciptakan Ambrizal menit ke-80’.Tak ada yang membanggakan atas kemenangan tersebut. Toh, diprediksi dari sudut manapun, pengoleksi 3 tropi kampiun sudah pasti menang besar. Bahkan coach Rahmad Darmawan sendiri tidak puas dengan apa yang ditunjukkan anak-anak asuhnya.“Pressing-nya belum kelihatan. Bahkan, dari segi penempatan posisi pemain, belum sesuai dengan yang saya harapkan,” ungkap Rahmad.

Pelatih kelahiran Metro (Lampung), 28 Desember 1966 sendiri kurang leluasa meramu tim yang tidak komplet. Terutama pasca bergabungnya 7 pemain inti ke timnas Indonesia.
Namun, Rahmad optimistis kondisi anak-anak asuhnya akan hot lagi. Terutama jelang lawan Persitara Jakarta Utara (21/11) dan Pelita Jaya Jabar (24/11). Beberapa ujicoba lagi akan dilakukan Sriwijaya.
Yaitu lawan Sriwijaya FC U-21 pada 12 Nopember nanti. Serta timnas Indonesia U-23, tiga hari setelahnya. “ Saya harap, setiap ujicoba bisa diambil hikmah. Meski dari kasta manapun tim yang kami hadapi,” pungkasnya.
Sementara itu, asisten pelatih Persimuba, Hendri Wicaksono mengatakan, laga tersebut sangat berarti. Terutama dari segi pengalaman. “Anak-anak merasa selalu tertantang,” tukasnya
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Punya Pesaing Baru

Jumat, 06 November 2009.
TERLALU dini memprediksi Sriwijaya FC bakal merosot pada Djarum Indonesia Super League (DISL) II musim 2009/2010 ini. Toh, tim berjuluk Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC), baru melakoni 2 laga.
Itu pun away. Bahkan, skuadra Rahmad Darmawan sebenarnya beruntung bisa dapat satu poin atas hasil imbang 1-1 dengan PSM Makassar, Minggu (11/10) lalu. Meski kalah 0-4 dari Persiba Balikpapan, Kamis (14/10) adalah hal terburuk sepanjang sejarah.
Namun, bakal ada fakta baru. Sriwijaya punya saingan untuk menjadi penguasa tunggal Ranah Andalas. Sebab, PSPS Pekanbaru bakal jadi PSMS Medan baru. Skuadra Abdurrahman Gurning punya statistika tidak jelek pada 6 laga terakhir DISL.
Yaitu sekali menang, 3 seri, dan 2 kalah. Performa meyakinkan, saat menang 2-1 di kandang PSM Makassar, Selasa (3/11) lalu. ” Menang lawan PSM rasanya seperti juara. Begitupun jika nanti kami bisa menang lawan Sriwijaya,” ungkap coach Abdurrahman Gurning, kemarin (5/11).

Hal tersebut juga didukung statistika head to head kedua tim pada 2005 lalu. Sriwijaya kalah telak 0-3 di Stadion Khamaruddin Nasution, Rumbai-Pekanbaru (185/2005). Tapi di Gelora Sriwijaya Jakabaring (30/8/2005), Sriwijaya justru membalasnya 4-1.
”Saya sangat optimistis dengan Sriwijaya. Dengan kondisi tim yang tidak komplet, kami bisa dapat poin di kandang lawan. Saya percaya dengan pemain kami,” ungkap manajer Sriwijaya, Hendri Zainuddin.
Namun, ada satu catatan penting lagi tentang Asykar Bertuah (julukan PSPS Pekanbaru). Mereka kembali ke trah lama sebagai ”pengekspor” pemain berkelas. Sebelumnya, PSPS punya pemain-pemain terkenal.
Sebut saja seperti Sudirman, Hernan Ortiz, Affan Lubis, Felipe Cortez, Rusdianto, hingga Alejandro Castro. Era paling jaya saat diperkuat Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Aples Tecuari, Hendri Kartiko, dan Amir Yusuf Pohan.
Musim ini, PSPS tidak kalah mentereng dari Sriwijaya. Modal Rp 27 M, PSPS juga merekrut pemain bintang. Diantaranya trio Kamerun, Benakken Bassoken, Szumafo Herman, dan Chana Cyril.
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Minus 10 Pemain, Tidak Target Menang

Sriwijaya FC v Persimuba

PALEMBANG - Sriwijaya FC terus bekerja keras untuk mematangkan permainan timnya menghadapi Persitara Jakarta Utara (21/11) nanti. Salah satunya, menggelar uji coba melawan Persimuba, Musi Banyuasin, besok (7/11), di Stadion Serasan Sekate, Sekayu. Pada laga uji coba ini tim berjuluk Laskar Wong Kito ini lebih mengutamakan kerja sama tim dibandingkan kemenangan.
“Uji coba ini akan kami coba membangun kerja sama tim. Terutama kami akan menerapkan taktik bermain, organisasi menyerang, dan pola lainnya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (5/11).

Pada laga uji coba perdana pascalibur panjang ini, Laskar Sriwijaya akan kehilangan 10 pemain andalannya. Yakni 7 pemain masuk timnas Indonesia, yakni, Ferry Rotinsulu, Isnan Ali, Charis Yulianto, M Nasuha, Tony Sucipto, Ponaryo Astama, dan Arif Suyono.
Sedangkan 3 pemain asing Sriwijaya juga bakal absen. Yakni, Precious Emuejeraye yang bergabung di Timnas Singapura, Obiora Richard yang belum selesai mengurus kitas, dan Ulugbek Barkaev yang masih dalam tahap negosiasi.
“Pada laga uji coba ini, kami akan kehilangan beberapa pemain kami yang sedang mengikuti pelatnas. Tapi ini tidak masalah, sebab kami lebih mengutamakan kerja sama tim bukan kemenangan,” lanjut pelatih asal Metro, Lampung ini.
Coach Rahmad Darmawan sendiri sudah mempersiapkan racikanya untuk mempersiapkan mengahadapi Persimuba nanti. Baik pola, taktik bermain, dan rotasi pemain. “Kami akan mencoba beberapa pola. Termasuk akan merotasi beberapa pemain. Sehingga kami bisa melihat sejauh mana kekurangan kami,” imbuh pelatih berpangkat kapten marinir ini.
Selain menjalani uji coba, tim juara double winner 2007 ini juga akan menggelar uji coba dengan timnas U-23, dan SFC U-21. “Rencananya kami akan mencoba PS Bank sumsel. Tapi, karena PS Bank Sumsel bermain di Lampung terpaksa kami batalkan,” tambahnya.
Laga uji coba ini juga sebagai laga pemanasan Hendro Kartiko dan kawan-kawan. Maklum, sejak 14 Oktober 2009, tim besutan Rahmad Darmawan ini baru akan melakoni pertandingan 21 November nanti melawan Persitara Jakarta Utara. “Laga uji coba ini juga sebagai persiapan kami mengahadapi laga ISL menghadapi Persitara (21/11) nanti,” pungkasnya
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Cukup Dua Minggu Beradaptasi

Kamis, 05 November 2009.
5 November 2009 Agen Datangi Bakaev

PALEMBANG - Ulugbek Bakaev belum bisa dipastikan bisa bermain maksimal di Sriwijaya FC. Pasalnya, pemain FK Samarqand-Dinamo ini masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan pemain Sriwijaya FC. Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan menargetkan dalam waktu 2 minggu, Bakaev baru bisa beradaptasi dengan Isnan Ali dan kawan-kawan.
“Karena pemain baru, Bakaev masih butuh waktu untuk beradaptasi. Sebab, selain belum mengetahui karakter permainan Sriwijaya, Bakaev juga perlu beradaptasi dengan suhu di Indonesia,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
Sayang, Rahmad tidak menjamin pemain yang dibanderol Rp1 miliar lebih ini bisa dimainkan pada dua home terdekat. Yaitu lawan Persitara Jakarta Utara (21/11) dan Pelita Jaya Jabar (24/11). Sebab, ada 3 laga Piala Asia yang mesti dilakoninya bersama White Wolves –julukan timnas Uzbekistan.
Yaitu home lawan Malaysia (14/11) dan away lawan Malaysia (18/11). Satu lagi menjamu Uni Emirat Arab (UEA). “Lagian belum dilakukan proses verifikasi. Semoga saja tidak ada halangan baginya bermain di Sriwijaya,” imbuh pelatih berpangkat kapten marinir ini.

Kedatangan pemain kelahiran Uni Soviet, 28 November 1978 masih belum jelas. Maklum, meski sudah di daftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI), Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) belum mengontrak Bakaev.
Pihak Sriwijaya FC sendiri juga belum pernah bertemu langsung untuk melakukan negosiasi dengan Bakaev. Meski demikian, Laskar Sriwijaya terus melakukan negosiasi dengan agen Bakaev, H Abdul Salam. Rencananya, Abdul Salam sendiri akan ke Uzbekistan, untuk bernegosiasi langsung dengan Bakaev.
“Rencananya 5 November nanti, agenya akan langsung menemui Bakaev. Sejauh ini kami terus kontak dengan agen Bakaev untuk negosiasi,” pungkas mantan pelatih Persikota Tangerang ini

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sudah Lama Incar Bakaev

PALEMBANG - Bagi pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, nama Ulugbek Bakaev ternya tidak asing lagi. Pasalnya, pelatih asal Metro, Lampung ini sudah mengincar pemain kelahiran Uni Soviet, 28 Nopember 1978 ini sejak musim 2008-2009 lalu.
”Sebenarnya, Bakaev sudah ditawarkan kepada kami musim lalu. Karena sudah deal dengan Ngon a Djam, terpaksa kami tidak merekrut Bakaev,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
RD sapaan akrab Rahmad Darmawan sudah mengetahui kualitas permainan Bakaev sejak tahun 2007 lalu. Tepatnya, saat pemain FK Samarqand-Dinamo ini memperkuat timnas Uzbekistan melawan timnas Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno.
”Bakaev merupakan pemain yang bagus. Saya sudah melihat sendiri saat Piala Asia di Jakarta lalu. Mudah-mudahan pilihan kami tidak salah,” lanjut mantan pelatih Persija ini.

Apa yang bikin anda tertarik dengan Bakaev? ”Pemain ini rajin mencari bola. Posturnya tegap, yakni 183 cm. Selain itu, Bakaev juga mempunyai skinning bola yang bagus,” imbuh pelatih asal Metro, Lampung ini.
Rencananya, RD akan memplot Bakaev sebagai striker murni. Maklum, saat ini tim berjuluk Laskar Wong Kito ini hanya mempunyai 1 striker murni, yakni Rachmat Rivai.
”Kemungkinan akan kami jadikan stiker. Sebab, Obiora dan Keith kayamba Gambs merupakan pemain yang utility. Sehingga, mereka bisa ditempatkan di striker atau di sayap,” tambahnya.
Prestasi di timnas Bakaev bisa dibilang bagus. Dari 28 camp mantan pemain FC Tobol ini mencetak 8 gol. Bahkan, pemain berpostur 183 cm ini pernah mencetak gol ke gawang China Taipe pada kualifikasi piala dunia 2010 pada 13 Oktober 2007 lalu. Sedangkan di tim, Bakaev hanya mampu mencetak 3 gol musim ini. “Kami berharap Bakaev bisa memberikan yang terbaik di Sriwijaya FC nantinya,” pungkas mantan pelatih Persikota Tangerang ini. (mg43)

Biofile Ulugbek Bakaev
Lahir : Uni Soveit, 28 Nopember 1978
Posisi : Striker
Postur : 183cm/75kg

Karir klub
1997-2000 : FJ Buxoro
2001 : CSKA Moscow
2002 : FC Torpedo-Zil Moscow
2003 : FC Buxoro, FK Andijan, FC Neftekhimik Nizhnekamsk
2004-2007 : FC Tobol
2008 : Quruvchi Tashkent
2009 : FK Samarqand-Dinamo
Sumber http://sumeks.co.id

Selanjutnya...
0

Zah Butuhkan Tandem Asing

PLAYMAKER Zah Rahan Krangar optimis timnya Sriwijaya FC mampu meraih double winner, sesuai dengan target yang dicanangkan pihak manajemen. Meski optimis, Zah mengharapkan adanya pemain tambahan di lini depan.

"Saya yakin SFC double winner. Sebab materi pemainnya meyakinkan. Hanya saja kita masih butuh pemain asing tambahan di lini depan," kata Zah Rahan, Kamis (5/11).

Diam-diam gelandang asal Liberia ini merindukan striker Cristian Lenglolo, mantan rekannya yang pernah membela dan mengantarkan Laskar Wong Kito meraih double winner musim kompetisi 2008 lalu.

Menurut pemain bertinggi 166 cm ini bersama Lenglolo segala menjadi mudah. Mantan pemain Persipura itu memiliki power dan kecepatan. Bisa membuka ruang dan tajam di kotak penalti.

"Dia bisa membuka ruang dan membantu serangan," ujarnya. Ditanya tentang Ulugbek Barkaev yang didatangkan manajemen Zah mengaku belum tahu. Namun, dia bersyukur memiliki tandem di lini depan sehingga tugasnya bersama Kayamba akan lebih ringan. Apalagi rekannya asal Nigeria Obiora juga segera bergabung.

Seperti diketahui, sejak bergabung bersama SFC, pernanan Zah sangat vital di lini tengah. Keberadaannya bersama tim kerap memberikan kontribusi dan menjadi penetu kemenangan Laskar Wong Kito. Kecepatan pemain mungil dan lincah ini selalu mendapat sokongan dari rekan asing lainnya seperti Kayamba, Obiora dan Lenglolo. Musim 2009 lalu ada striker Ngon A Jam.

Namun, di dua laga awal Liga Super (ISL) tahun ini Zah hanya disokong Kayamba. Sementara pemain Obiora belum datang, begitu juga pemain depan pengganti Ngon belum didapatkan. Alhasilnya tim wong kito mengalami kesulitan. Namun di laga lawan Persitara di stadion Gelora Jakabaring 21 November nanti, Zah yakin mampu meraih kemenangan.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Obi Segera Datang

PALEMBANG - Penantian Sriwijaya FC akan kedatangan Anaore Obiora Richard bakal membuahkan hasil. Pasalnya, pemain kelahiran Akuma Nigeria, 4 April 1986 ini bakal segera datang ke Palembang. Hal ini lantaran, Rabu (4/11) kemarin, Obiora telah mendapatkan visa.
”Saya baru saja telepon Obiora. Hari ini (kemarin, Red) Obi sudah mendapatkan visa. Tapi, kami belum bisa memastikan Obi langsung ke Palembang atau tidak. Sebab Obi harus beres-beres dahulu,” kata manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.
Wajar bila kedatangan mantan pemain PSDS Deli Serdang ini sangat ditunggu-tunggu. Ya, dalam 2 laga awal Indonesia Super League (ISL) daya gedor Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) belum terlihat tajam. Terbukti, pada 2 laga awal, anak asuh Rahmad Darmawan ini hanya mampu mengemas 1 gol. Yakni saat melawan PSM Makassar, (11/10) lalu.

Diharapkan, dengan bergabungnya Obigol (julukan Obiora), bisa menambah kekuatan lini serang Laskar Sriwijaya. Ya, musim 2008-2009 Obi menjadi pemain terbaik di Copa Indonesia, sekaligus menjadi top skor ke-3 dengan 7 gol setelah Samsul Arif dan Pablo Frances dengan 8 gol.
Pada laga ISL meski Obi sedikit menurun dibanding musim sebelumnya. Tapi musim 2008-2009 Obi mampu menciptakan 7 gol. Di bawah Ngon a Djam dengan 22 gol dan Keith Kayamba Gambs dengan 11 gol.
Untuk kali ini, pihak Obiora dan manajemen tidak berani sesumbar dengan kedatangan Obiora. Maklum, Obi sendiri sudah 6 kali ingkar janji. Sebelumnya, dia berjanji akan datang ke Palembang 5 Oktober lalu dan akan bergabung di laga Community Shield (7/10).
Kemudian berjanji lagi akan segera bergabung dan akan turun pada laga perdana Indonesia Super League (ISL), saat melawan PSM (11/10) lalu. Tapi, alasan kitas belum selesai akhirnya Obi kembali ingkar dan kembali berjanji akan datang saat melawan Persiba (14/10).
Berjanji kembali akan datang (24/10) dan terakhir akan datang 30 Oktober 2009 lalu. ”Kali ini kami tidak berani berjanji. Bila Obi sudah berangkat dari Nigeria, baru kami bisa berjanji dengan kedatangan Obi,” pungkasnya. (mg43)

Biodata Pemain
Nama Lengkap : Anaore Obiora Richards
TTL : Akuma Nigeria, 4 April 1986
Posisi : Gelandang/Striker
No Punggung : 9
Tinggi/Berat : 183cm/70kg
Pemain Idola : Zinedine Zidane, Jay-Jay Okocha
Klub Idola : Barcelona dan SFC
Perjalanan Karir
Jaspor United FC Onitsha Nigeria (2003)
Power All Stars FC Onitsha Nigeria (2004)
PSDS Deli Serdang (2005-2006)
Sriwijaya FC (2007)

Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Permohonan Sriwijaya Ditolak Liga

Singapura Pinjam Precious

PALEMBANG - Permohonan Sriwijaya FC ke PT Liga Indonesia (PT LI), tentang pengunduran jadwal pertandingan di tolak. Pasalnya, pihak PTLI tidak memberi izin terkait pengunduran jadwal antara Sriwijaya FC melawan Persiwa Wamena yang awalnya 29 November menjadi 28 November 2009 nanti.
Penolakan perubahan jadwal ini, setelah Sriwijaya FC menerima surat resmi dari PT LI, (28/10) lalu. Yang di tanda tangani langsung ketua PTLI, A Darussalam Tabusalla. “Tidak masalah dengan tidak di izinkanya permohonan kami. Terpenting kami akan mempersiapkan tim sebaik mungkin,” kata manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, kemarin (4/11).
Sebelumnya, pihak Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) mengajukan permohonan pengunduran jadwal pertandingan. Dengan nomor surat 452/PT.SOM/X/2009. Hal ini lantaran keberatan terkait jadwal pertandingan Sriwijaya sangat mepet. Yakni melawan Persiwa, 29 November 2009 di stadion Pendidikan, Wamena dan melawan Persipura, stadion Andi Mattalata, Makassar (2/12).
Sehingga hal ini di anggap mempengaruhi kondisi fisik pemain, lantaran pemain harus melakukan perjalanan jauh, dan jeda waktu yang singkat. “Jadwal penerbangan di Wamena yang tidak menentu juga menjadi lantaran kami mengajukan permohonan ini,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.
Sementera itu Sriwijaya FC juga harus melepas 1 pemain asingnya, Yakni Precious Emuejeraye yang di pinjam pemain timnas Singapura. Pemain kelahiran Nigeria, 21 Maret 1983 ini akan bergabung ke timnas mulai 28 Oktober-19 November 2009 nanti. ”Kami baru saja menerima surat dari timnas Singapura tentang peminjaman pemain kami, Precious Emuejeraye. Bagi kami ini tidak ada masalah. Terpenting usai di timnas Singapura langsung bergabung ke Sriwijaya,” kata manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin kemarin (4/11).
Pemainjaman Precious ke timnas, lantaran timnas Singapura akan menjamu Thailand pada laga final kualifikasi AFC Asian Cup 2011, 14 november 2009 nanti. Dan bertandang ke Thailand, 18 november 2009 nanti.

Dengan bergabungnya Precious di timnas Singapura hingga 19 November 2009 nanti, membuat Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) bakal kehilangan mantan pemain Woodlands Wellington FC ini pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) melawan Persitara (21/11) nanti. ”Kami beharap Precious bisa bermain profisional. Sehingga, setelah tiba di Palembang, Precious bisa langsung bermain dengan Sriwijaya melawan Persitara. Minimal bermain di babak ke-2,” lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.
Padahal, pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan meminta pemain asingnya minimal mengikuti 2 minggu latihan untuk beradaptasi dengan pemain lain. ”Kami berharap pemain asing yang belum bergabung bisa mengikuti latihan minimal 2 minggu untuk beradaptasi dengan pemain lainya,” timpal Rahmad Darmawan.

Sumber http://sumeks.co.id


Selanjutnya...
0

Manajemen Langsung Beri Dead Line

PALEMBANG- Manajemen Sriwijaya FC sudah mulai jengah dengan belum dibayarnya angsuran tiket oleh PLB Enterprise. Manajemen Sriwijaya sendiri sudah memberi deadline kepada PLB untuk pembayaran angsuran maksimal Jumat, 6 November 2009 nanti.
“Ini sebagai bentuk kami untuk mengatasi problem gaji pemain yang telat dibayar oleh Sriwijaya FC. Sebab, menipisnya keuangan kami juga disebabkan dengan belum dibayarnya uang angsuran tiket oleh PLB,” kata Vice President of Vinancial PT Sriwijaya Omptimis Mandiri (PT SOM), Roliansyah Basnan, kemarin (4/11).
Dalam waktu 2 hari ini, PLB sendiri harus mampu membayar uang total Rp1 miliar kepada Sriwijaya FC. Sebelumnya PLB sudah membayar angsuran sebesar Rp400 juta. Sehingga, PLB tinggal menambah uang angsuran tiket sebesar Rp600 Juta.

Musim 2009-2010 ini, PLB Enterprise telah memenangkan tender tiket Sriwijaya FC, sebesar Rp3,6 miliar. Perjanjian pembayaran, dibayar 6 kali pembayaran. Berarti, PLB harus membayar tiap pembayaran Rp600 juta tiap angsuran. “Memang PLB sudah membayar Rp400 juta, tapi ini masih kurang untuk angsuran pertama. Sedangkan ini sudah memasuki pembayaran termin ke-2. Terpaksa kami harus memberi deadline ke PLB,” lanjutnya.
Dengan tunggakan ini, bahkan manajemen mengancam kepada PLB akan memutuskan kontrak dan siap akan mengganti pengelola tiket yang lebih siap membayar angsuran. “Bila PLB tidak bisa membayar dengan deadline yang telah ditentukan. Terpaksa kami akan mengganti pengelola yang siap untuk membayar angsuran. Saat ini sudah ada pengelola yang siap untuk membayar angsuran ini,” tambahnya.
Permasalahan ini muncul setelah manajemen Sriwijaya FC menunggak gaji pemain bulan September 2009. Selain itu, down payment (DP) pemain juga baru dibayar 12,5 persen. Padahal DP harus dibayar 25 persen dari gaji pemain. “Ini sudah kewajiban kami untuk membayar tunggakan gaji pemain. Sehingga, kami harus bekerja keras untuk segera mencari dana untuk membayar gaji pemain ini,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PLB Enterprise, Amran Amiruddin enggan berbicara tentang deadline yang diberikan kepada pihaknya. ”Kalau soal itu saya belum bisa bicara. Kita lihat hari Jumat nanti,” ujar Amran
Sumber http;//sumeks.co.id
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |