0

RD Siapkan Strategi Khusus Lawan Arema

Sabtu, 31 Juli 2010.
Sriwijaya FC sukses mempecundangi Persipura di semifinal di Stadion Deltras Sidoarjo, Selasa (27/7) lalu melalui adu penalti. Kesuksesan Laskar Wong Kito tidak lepas dari strategi khusus yang disiapkan Rahmad Darmawan menghadapi Persipura.
Namun strategi berbeda akan diterapkan Rahmad saat menghadapi Arema Indonesia. Menurut pelatih asal Metro Lampung ini, permainan Arema sangat berbeda dengan Persipura.

"Persipura selalu menggunakan formasi 3-4-3 dan mengandalkan agresivitas para pemainnya. Sehingga saya siapkan startegi khusus dan bermain lebih sabar. Berbeda dengan Arema yang bermain dengan formasi 4-1-4-1. Artinya akan ada perubahan khusus saat menghadapi Arema nantinya," jelas RD, Jumat (30/7).

RD sapaannya mampu menahan Persipura dengan skor 2-2 dalam waktu normal. Kemudian sukses dalam drama adu penalti. Sepanjang pertandingan Persipura yang memang berambisi terus mendominasi serangan. Tetapi mereka kesulitan menembus lini pertahanan SFC yang tampil sabar dan apik.

"Kalau menghadapi Persipura saya memang memperkuat lini tengah dan belakang. Sebab kita tahun pemain-pemain Persipura memiliki kecepatan," ujar RD.

Berbeda dengan Arema yang mengandalkan kolektivitas dan bertumpu kepada kecepatan pemain sayap dan kreativitas lini tengah.

"Saya harus menggunakan strategi berbeda. Kita tahu Arema memiliki kolektivitas dan pemainnya sangat cepat dalam melakukan serangan balik. Untuk itu kami harus konsentrasi dan tampil disiplin," jelasnya.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
1

Ingin Beri Kado Perpisahan

Sabtu, 24 Juli 2010.
Pergantian pelatih sudah terjadi di Sriwijaya FC. Rahmad Darmawan resmi digantikan oleh Ivan Kolev. Meski begitu para pemain tetap merasa enjoy. Kebanyakan dari mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut terjadi. Meski banyak pihak menyayangkan pergantian arsitek itu karena terjadi sebelum kompetisi Piala Indonesia (PI) V, 2010 berakhir.
Bomber Keith “Kayamba” Gumbs misalnya dengan tegas menyatakan untuk tetap bersikap profesional. Bahkan Gumbs berharap bisa memepersembahkan gelar PI sebagai satu-satunya gelar yang tersisa. ”Tak ada masalah dengan pergantian pelatih. Buat saya siapa yang akan menjadi pelatih sama saja,” ujar Gumbs kepada wartawan, usai latihan di Stadion Bumi Sriwijaya, Kampus kemarin (23/7).
Ditambahkannya, saat ini para pemain hanya fokus untuk mendapatkan gelar bukan untuk memikirkan pelatih Sriwijaya musim depan. Namun, Kayamba tidak menampik jika setiap pelatih memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. ”Jelas dong Pak Rahmad punya kelebihan begitu juga dengan Kolev. Namun tak baik bila dibandingkan satu sama lain,” jelas pemilik jersey 17 ini.
“Kami dan teman-teman sepakat untuk memberi kado yang terindah bagi perpisahan Pak Rahmad. Ya mudah-mudahan kami dapat memberikan gelar juara PI,” pungkasnya.

Begitu juga dengan wing bek Isnan Ali. Menurut dia, Persipura lawan yang akan dihadapi di semifinal bukan lawan sembarang malah banyak yang bilang musuh bebuyutan. Meski begitu Isnan tetap optimis mengingat para pemain sedang dalam motivasi yang tinggi.
Tak sedikit dari mereka mecuatkan ajang PI sebagai ajang promosi diri mengingat musim kompetisi akan berakhir. Dengan penampilan yang maksimal pada kompetisi ini bukan tidak mungkin banyak tim akan merekrutnya musim depan termasuk Sriwijaya FC.
“Sampai saat ini saya milik Sriwijaya. Belum ada niat di benak saya untuk meninggalkan Sriwijaya. Meski saya sendiri sudah cukup dekat sama Pak Rahmad. Namun Kolev saya juga kenal. Saya sudah pernah bersama dia di timnas 2003 lalu,” timpal Isnan. (mg42)
Sumber http;/sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Gandeng Specs

Jumat, 23 Juli 2010.
Sriwijaya FC kembali menggandeng Specs untuk mensponsori jersey mereka di Indonesia Super League (ISL) musim depan. Jersey tersebut tergolong unik karena ada motif songket di lengannya.

Jersey ini diperagakan dalam sebuah acara launching d FX Plasa, Senayan, Jakarta, Jumat (23/7/2010). Motif songket pada jersey SFC ada di ketiga kostum, yakni kandang, tandang, dan kostum ketiga. Warna kuning dominan pada kostum kandang, warna putih dominan di kostum tandang, dan warna hitam pada kostum ketiga.

"Songket adalah identitas Provinsi Sumsel, tempat SFC dibesarkan. Dua tahun lalu, kami merebut double winners, juga dengan motif songket persembahan Specs. Kini, kami kembali bekerja sama dengan Specs yang bisa mengakomodasi keinginan para pecinta SFC," kata Dodi Reza Alex, Presiden Direktur PT Sriwijaya.

"Kami bangga dengan kostum songket Palembang. Kami pernah meraih prestasi dengan jersey bermotif songket Palembang. Dan kini, Specs bisa mengakomodasi keinginan kami. Siapa tahu, ini juga berimbas pada prestasi SFC musim 2010-2011," lanjut Dodi.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

Juara ISL Harga Mati untuk Kolev

Manajemen Sriwijaya FC mematok target juara ISL musim depan sebagai harga mati yang harus dipenuhi oleh pelatih baru mereka, Ivan Venkov Kolev. Jika gagal, Kolev harus siap-siap angkat kaki dari Palembang.

Kolev resmi menjabat pelatih Sriwijaya sejak pekan lalu. Pelatih asal Bulgaria itu menggantikan Rahmad Darmawan yang mundur setelah tiga tahun memegang kendali di Sriwijaya.

"Target juara ISL merupakan harga mati buat Kolev. Mudah-mudahan bersama Kolev, kami bisa bermain dengan gaya baru," kata Hendri Zainudin, Manager Sriwijaya di FX Plaza, Jakarta, Jumat (23/7/2010).

Sebenarnya, Sriwijaya berat melepas Rahmad Darmawan, mengingat segudang prestasi yang telah ia sumbangkan kepada mereka. Namun, langkah ini perlu dilakukan guna membangun Sriwijaya yang baru.

"Kami memilih Kolev karena melihat track record-nya, background-nya dan keberhasilannya. Ia juga pernah menangangani tim nasional," kata Direktur Keuangan Sriwijaya, Augie Bunyamin.

Rencananya, manajemen Srwijaya akan menggelontorkan dana sebesar Rp 3,8 miliar kepada Kolev, untuk mencari pemain-pemain baru musim depan.
Sumber http://kompas.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Gulung Persebaya 2-0

Jumat, 16 Juli 2010.
Sriwijaya FC menggulung Persebaya Surabaya 2-0 (1-0) dalam laga babak delapan besar Piala Indonesia 2010, Jumat (16/7/2010) di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang , Sumatera Selatan.

Keith Kayamba melesakkan gol pertama untuk Sriwijaya FC pada menit 15 melalui umpan lambung Obiora. Gol kedua Sriwijaya FC dilesakkan oleh Pavel Solomin pada menit 75 hasil umpan silang Keith Kayamba.

Kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu terpaksa digotong keluar lapangan pada menit 49 dan digantikan oleh Hendro Kartiko. Ferry mengalami cedera di bagian kepala saat mempertahankan gawangnya dari serbuan pasukan Bajul Ijo .

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengungkapkan, anak asuhnya tampil buruk pada babak pertama. Pemain bermain dengan ragu-ragu karena sudah lama tidak berada dalam suasana kompetisi.

Menurut pelatih Persebaya Rudy Keltjes, pada awalnya ia optimistis pemainnya dapat mengambil poin di kandang lawan. Namun, strategi Rudy tidak berjalan di lapangan.
Sumber http;//kompas.com
Selanjutnya...
0

Waspadai Trio Bajul Ijo

Rabu, 14 Juli 2010.
Sriwijaya FC benar-benar tak mau kecolongan di laga perdana babak delapan besar Piala Indonesia (PI) menghadapi Persebaya Surabaya, besok (16/7). Coach Rahmad Darmawan terus mengintruksikan anak asuhnya untuk mewaspadai permainan Bajol Ijo (julukan Persebaya). Termasuk trio penyerang Persebaya, Andi Oddang, Andik Vermansyah, dan Patricio Morales.
“Mereka dihuni penyerang yang mempunyai kecepatan tinggi. Baik dari tengah sampai ke depan. Seperti, Andi Oddang, Patricio, dan Andik. Mereka harus diwaspadai,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.
Wajar bila coach Rahmad Darmawan waswas dengan tiga pemain Persebaya ini. Ya, Andi Oddang sendiri selain mempunyai kecepatan tinggi dan mempunyai skill di atas rata-rata, dia juga sering melakukan counter attack. Bukan hanya itu, mantan pemain Sriwijaya FC ini juga termasuk mesin gol Persebaya. Terbukti, musim ini pemain kelahiran 16 September 1977 ini telah mengoleksi 11 gol untuk Persebaya.
Begitu juga dengan Andik Vermansyah. Pemain mungil ini selalu menjadi ancaman pertahanan lawan. Skill individu di atas rata-rata dan kecepatan tinggi menjadi andalan untuk menerobos jantung pertahanan lawan. Sepanjang musim ini pemain kelahiran 23 November 1991 ini telah mengemas dua gol untuk Bajol Ijo.
Sementara, Paticio Morales merupakan pemain asing yang sangat berbahaya. Akurasi tendangan dan kecepatanya selalu menjadi ancaman pertahanan lawan. Pemain kelahiran Chile, 13 September 1977 ini telah mengoleksi 4 gol untuk Persebaya.

Bukan hanya trio penyerang Persebaya itu yang di waspadai RD sapaan Rahmad Darmawan. Beberapa pemain asing seperti John Tarkpor Juan Marcelo Cirelli, dan pemain asing Asia Joen Byung Euk juga wajib diwaspadai.
“Mereka banyak di huni pemain asing yang berkualitas. Mereka mempunyai pemain asing asal Argentina dan mempunyai pemain asing Asia asal Korea Selatan. Sehingga kami tidak boleh lengah sedikitpun,” pungkasnya.

Selanjutnya...
0

SFC Terima 5 Pemain Sumsel

Selasa, 06 Juli 2010.
Jika tahun sebelumnya Sriwijaya FC menerima dua pemain lokal Sumsel menghuni skuad senior, kini manajemen memberikan 5 kuota bagi talenta lokal di musim kompetisi 2010/2010. Untuk itu, manajemen menggelar seleksi pada 6 Agustus mendatang, sementara pendaftaran dibuka sejak Senin (5/7) di Sekretariat SFC di Kompleks Palembang Square.

Benar, kita menyiapkan 5 kuota pemain lokal Sumsel yang memperkuat SFC,” jelas Presiden Klub Dodi Reza Alex, Senin (5/7).

Menurut Dodi, masa istirahat ini dimanfaatkan SFC untuk mencari pemain lokal Sumsel berkualitas. Meningkatkan kuota ini sebagai bentuk perhatian SFC untuk memacu pembinaan putra daerah. “Ini bentuk perhatian kita kepada talenta lokal Sumsel. Sebab pemain-pemain Sumsel juga tidak kalah kualitasnya dan rata-rata sukses di negeri orang,” papar Dodi.

Seperti diketahui ada beberapa pemain Sumsel yang sukses di perantauan, di antaranya, Fauzi Toldo (kiper Persik Kediri), Supardi (Pelita Jaya), M Sobran (Persiba) dan Jarot yang memperkuat Persibo. Namun sejauh ini manajemen belum berniat memanggil mereka.

Justru kita mencari pemain muda potensial untuk dibina,” jelas Dodi.
Manajer SFC, Hendri Zainudin menambahkan, seleksi dimulai pada 6 Agustus mendatang. Sementara pendaftaran sudah dibuka Senin, 5 Juli di Sekretariat SFC Komplek Palembang Square (PS). Dalam waktu dekat manajemen akan membentuk Tim Seleksi.

Syarat tinggi badan paling rendah 165 cm, usia 18-25 tahun, kesehatan fisik dan punya skill,” jelas Hendri.

Pada musim lalu, SFC merekrut 3 pemain lokal binaan Sumsel yakni, Amirul Mukminin, Imam Suprapto, dan Andi Irawan. Namun yang masuk hanya Amir dan Imam. “Untuk Imam mengundurkan diri karena ikatan dinas di TNI AD. Pemain diminta kembali mengikuti seleksi. Sebab tidak ada jaminan bagi keduanya bertahan di skuad senior di musim mendatang,” jelas Hendri.
Sumber http://sripoku.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |