0

SFC dan Semen Padang Gelar Laga Amal

Selasa, 30 November 2010.
Sriwijaya FC dan Persatuan Sepak Bola Semen Padang akan menggelar laga amal untuk korban bencana alam Kepulauan Mentawai, di Stadion Agus Salim, Padang, 18 Desember 2010, kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex.

"PS Semen Padang yang mengundang karena merasa SFC adalah sama-sama klub Liga Super yang berasal dari Pulau Sumatera," kata Dodi di Palembang, Selasa.

Menurut dia, manajemen klub sangat menyambut baik ajakan itu karena bertujuan untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai (Padang).

"Sebelumnya, SFC telah membuka posko bantuan untuk korban bencana alam yang terjadi di Papua, Yogyakarta, dan Padang. Kali ini, SFC akan menunjukkan wujud nyata simpati yang lain, yakni dengan melakukan laga amal," ujar dia.

Dia menambahkan, meskipun laga itu adalah laga amal, tapi akan sangat bermanfaat bagi kedua tim.

"PS Semen Padang dan SFC sama-sama kontestan Liga Super, tentunya pertemuan pada laga amal nanti akan sangat bermanfaat untuk saling mengukur kekuatan. Apalagi, kedua tim belum bertemu pada musim kompetisi ini," kata dia.

Menurut dia, PS Semen Padang adalah lawan uji coba yang cukup sepadan bagi SFC karena bercokol pada peringkat empat klasemen sementara Liga Super Indonesia dengan raihan 17 poin.

Sementara itu, SFC masih terdampar di peringkat 11 dengan torehan 10 poin.

"Manajemen SFC konsentrasi dalam menggelar beragam uji coba untuk mengisi kekosongan jadwal kompetisi Liga Super Indonesia hingga awal Januari nanti. Kami pun membidik klub lain untuk dijadikan lawan uji coba selain PS Semen Padang," ujar dia.
Selanjutnya...
0

Tanpa Persiapan Khusus

Sabtu, 27 November 2010.
Sriwijaya FC tanpa persiapan khusus menghadapi Persime Muara Enim pada laga uji coba di Stadion Utama Sekundang Bara, Muara Enim (30/11) nanti. Tim berjuluk Laskar Wong Kito juga tidak mematok target apa pun kecuali bisa bermain dengan lepas. Bahkan head coach Ivan Venkov Kolev menyebut laga persahabatan itu nantinya hanya akan menjadi ajang hiburan semata. Oleh karena itu, dia berharap tidak ada pemain yang termakan korban cedera. ”Mungkin hanya bermain dengan happy,” kata Kolev kepada Sumatera Ekspres semalam (26/11).
Meski begitu kata pelatih asal Sofia Bulgaria ini, timnya tetap tidak main asal-asalan. Bahkan dirinya berencana untuk menurunkan kekuatan penuh. Tidak terkecuali lima pemain asingnya seperti Keith Kayamba Gumbs, Claudiano Alves Dos Santos, Thierry Gathuessy, Yong Jie-Mu dan Park Jung-Hwan. Bahkan dia juga berencana untuk menurunkan pemain seleksi asal Australia, Milorad Simonovic.
”Bisa saja kami bawa seluruh pemain. Namun, kami harus lihat situasinya terlebih dahulu. Pemain yang cedera kemungkinan tidak akan kami paksakan untuk turun. Yang pasti minus lima pemain yang bergabung ke tim nasional (timnas) Indoneia,” tambah pria kelahiran 14 Juli 1957 itu.
“Teknisnya bisa saja kita turunkan komposisi pemain dua sesi. Sesi pertama pemain inti pada babak kedua gantian pemain pelapis,” sambung dia.
Kolev mengaku uji coba memang sangat penting buat anak asuhnya saat jeda kompetisi yang lumayan panjang hingga dua bulan. Bukan apa saat ini, Park Jung-Hwan dan kawan-kawan seperti kehilangan peforma terbaiknya. Itu bisa dilihat kala tim double winner edisi 2007 ini, menjalani laga uji coba kontra PS AD (25/11) lalu, mereka harus menuai hasil buruk setelah hanya bermain imbang 1-1 (1-1).
Sementara itu, punggawa Persime Muara Enim sangat antusias menanti kedatangan skuad Sriwijaya FC. Mereka mengangap uji coba yang bakal digelar di Stadion Utama Sekundang Bara (30/11) nanti, bakal menjadi kesempatan langka. Oleh karena itu, Adi Nurwandani dan kawan-kawan bersiap diri semaksimal mungkin dengan mengelar latian setiap hari.
“Anak-anak seperti sudah tidak sabar lagi. Mereka cukup penasaran dan selalu bertanya-tanya,” kata Handono, Kepala Bidang Olahraga Dispora Muara Enim saat dikonfirmasi Sumatera Ekspres semalam (26/11).
Lanjut dia, anak buahnya menyebut skuadra Ivan Venkov Kolev bakal menjadi tamu agung di Bumi Serasan Sekundang (sebutan Muara Enim). Oleh karena itu mereka tidak ingin mengecewakan masyarakat Muara Enim. “Kalau diibaratkan Persime dan Sriwijaya mungkin bak semut dengan gajah. Jadi sulit bagi kami untuk bisa meraih kemenangan. Namun, kami tidak menyerah begitu saja,” tambah pria yang pernah melatih Persimuba tersebut.
Ditambahkan dia 24 pemain yang ada terbilang pemain muda terbaik Muara Enim. Mengingat mereka terjaring dari kompetisi yang sangat ketat. Yakni Liga Serasan yang diikuti oleh sekitar 360 klub yang ada di kabupaten itu. Di antaranya Febri, Deri, Angga, Adi dan Kadhafi. ”Rata-rata pemain berusia di bawah 21 tahun. Tapi sebagian besar mereka memiliki talenta yang luar biasa jadi punya potensi untuk menjadi pemain besar,” tambah dia. (mg42)

Sumber http://sumeks.c.id
Selanjutnya...
0

Pasca Libur, Kondisi Fisik Pemain Sriwijaya FC Drop

Jumat, 19 November 2010.
Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev harus berkerja extra keras untuk mengembalikan kondisi fisik skuad besutannya.

Libur kurang lebih sepuluh hari, 3-14 November 2010, ternyata membuat kondisi fisik Ponaryo cs menjadi drop.

Kolev mengatakan hal itu, setelah melakukan serangkaian tes fisik pada latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (16/11).

"Hampir seluruh pemain mengalami penurunan kondisi fisik setelah libur. Hanya beberapa orang yang masih di atas standar," kata Kolev.

Meski tak mau menyebutkan nama pemain itu, tapi dia memastikan pemain akan dapat mempertahankan kondisi fisik karena tetap berlatih selama libur.

"Saya sempat berpesan kepada pemain untuk tetap menjaga kondisi fisik dengan setidaknya berlatih ringan seperti jogging atau fitness. Tapi, kenyataanya hanya beberapa pemain yang melakukannya," ujar dia.

Akibatnya Kolev harus bekerja keras dalam beberapa hari ke depan untuk mengembalikan kondisi fisik pemainnya itu. Tapi, beruntung bagi Kolev karena memiliki waktu hingga awal Januari 2010, karena laga berikutnya akan digelar 2 Januari 2010, dengan menjamu Persib Bandung.

"Saya berharap kondisi fisik tidak terlalu drop agar kami mudah mengembalikan stamina. Tapi, jika sudah seperti ini, maka pemain harus siap-siap mendapatkan porsi latihan lebih," kata dia.

Kolev pun mengakui sebagai pelatih dirinya sangat berkonsentrasi dengan kualitas fisik seorang pemain.

"Bagi saya, kemampuan fisik adalah hal vital dari seorang pemain bola. Jika fisiknya baik, maka pemain itu akan memiliki kecepatan, kelincahan, dan daya tahan," ujar dia.

Selain menambah intensitas latihan, Kolev juga meminta pemain untuk banyak makan makanan bergizi agar memiliki tenaga lebih
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Kayamba Ingin Pensiun di Sriwijaya FC

Penyerang Sriwijaya Football Club Keith Kayamba Gumbs mengatakan ingin mengakhiri karir sebagai pesepak bola profesional bersama klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu.

"Saya sudah merasa nyaman di SFC, dan berniat mengakhiri karir di sini saja. Saya tidak ingin berpindah klub lagi," kata Kayamba di Palembang, Jumat.

Dia menerangkan, keinginannya itu dilatari oleh dukungan sang istri tercinta, Lauren Gumbs.

"Istri saya merasa nyaman tinggal di Palembang. Dia pun setuju dengan pilihan saya tetap bertahan di SFC. Saya akan tetap bersama SFC, kecuali tim ini tidak membutuhkan saya lagi," ujar pemain yang memperkuat SFC sejak tiga tahun lalu.

Kayamba merasa bukan saatnya untuk berpindah-pindah klub, terlebih usianya telah memasuki 38 tahun.

"Saya akui untuk berpetualang ke klub-klub Eropa dirasa tidak mungkin lagi, karena usia saya dipandang sudah tua dan tidak dapat bersaing dengan pesepak bola muda lainnya. Sehingga, bermain di Liga Indonesia adalah suatu pilihan yang paling tepat buat saya," kata pesepak bola kelahiran St Kitts & Nevis, 11 September 1972 ini.

Meskipun tidak berusia muda lagi, tapi Kayamba tetap dapat membuktikan eksistensinya sebagai penyerang andal.

Pada ajang Piala Indonesia tahun 2010, Kayamba terpilih menjadi pemain terbaik. Selain itu, pada musim kompetisi 2009-2010, menjadi top skorer Sriwijaya FC dengan torehan 20 gol.

"Saya menjalani pola hidup sehat sebagai pesepak bola profesional untuk menjaga penampilan tetap prima," ujar dia.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
1

Budi Janjikan Gol Usai Pulih

Jumat, 12 November 2010.
Penyerang Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, berjanji akan mencetak gol setelah pulih dari cedera yang membekapnya sejak akhir September 2010.

"Setelah sembuh, saya janji cetak gol untuk SFC," tegas Budi yang dihubungi dari Palembang, Jumat.

Dia menyatakan hal itu, menyusul sorotan manajemen SFC terhadap barisan lini depan yang dipandang kurang produktif. Para striker SFC di antaranya, Budi Sudarsono, Park Jung Hwan (Korea Selatan), Keith Kayamba Gumbs (St Kitts & Nevis), Yong Jie Mu (China) dan Oktavianus Maniani, hanya membukukan enam gol dari enam laga.

Jumlah torehan gol itu dipandang manajemen SFC sangat sedikit jika dibandingkan dengan Persipura yang telah menorehkan 25 gol, Arema FC dengan 17 gol.

"Memang jika dilihat dari jumlah gol, SFC masih sedikit sekali. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai striker," kata pemain berjuluk Si Ular Phyton ini.

"Kita juga harus melihat sebab kenapa SFC sedikit sekali mencetak gol. Beberapa waktu lalu tim sempat dilanda krisis pemain karena cedera dan ada yang memperkuat timnas."

Budi pun mengaku berambisi mencetak banyak gol pada musim ini, setelah benar-benar pulih dari cedera.

"Cukup lama saya sudah absen, dan rasanya sudah tidak tahan lagi ingin bertanding. Jika melihat kondisi sekarang, saya rasa pada laga melawan Persib, 2 Januari nanti, sudah bisa diturunkan," tambahnya.

Budi menderita luka robek pada pergelangan kaki karena menendang kaca pada saat turun minum seusai melakoni babak pertama melawan Deltras di Sidoarjo, (29/9). Berkat ulah emosionalnya itu, dia harus absen dalam beberapa laga SFC, karena luka yang diderita membutuhkan masa penyembuhan yang terbilang lama

Http://bola.net
Selanjutnya...
0

Kolev Fokus 3 Kompetisi SFC

Kamis, 11 November 2010.
Pelatih Ivan Kolev mengaku akan fokus kepada tiga kompetisi yang diikuti Sriwijaya FC. Yakni, Asian Football Confederation (AFC), Liga Super Indonesia (ISL) dan Piala Indonesia.

"Saya tidak fokus khsusus untuk satu kompetisi saja, tetapi untuk semua kompetisi yang diikuti SFC," kata Ivan Kolev, Jumat (12/11).

Menurut Kolev, karena SFC memang mengikuti tiga kompetisi, maka ia akan memaksimal setiap game atau pertandingan dilakoni Laskar Wong Kito dalam tiap pertandingan.

"Saya berprinsip setiap game adalah sesuatu yang penting tidak peduli itu AFC, Copa (Piala Indonesia), ataupu ISL, " pungkas mantan pelatih Timnas 2007 ini.

Seperti diketahui SFC mengikuti 3 kompetisi sejak musim 2008/2009 dengan ISL, LCA dan Piala Indonesia, namun hanya Piala Indonesia yang berhasil dipertahankan, sedang di ISL finish di peringkat 6 dan tersingkir di babak penyisihan fase grup.

Sementara musim 2009/2010, SFC juga berlaga di 3 kompetisi, terseok-seok di ajang ISL hingga akhirnya finisih di 10 besar, namun memberi prestasi bagus dengan masuk fase 16 besar AFC dan menjadi kampium Piala Indonesia untuk yang ketiga kali berturut-turut.

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
0

Lini Depan SFC Dinilai Tumpul

Rabu, 10 November 2010.
Torehan enam gol dari enam laga, bisa dijadikan indikator bahwa lini depan Sriwijaya FC terbilang kurang tajam.

Maklum saja, jika dibandingkan klub-klub papan atas Super Liga lainnya, Sriwijaya FC sungguh jauh tertinggal. Sebut saja, Persipura yang telah melesakkan 25 gol, Arema FC dengan 17 gol, dan Persija Jakarta dengan 10 gol.

Manajemen klub pun tak segan-segan menyebut pemain lini depan kurang produktif alias tumpul.

"Jika dilihat dari torehan gol, memang diakui lini depan kita terbilang tumpul jika dibandingkan dengan klub papan atas lainnya," kata Presiden Klub H Dodi Reza Alex yang dihubungi GOAL.com Indonesia dari Palembang, Rabu.

"Memang diakui titik lemah SFC musim ini adalah pada lini depan, karena itu kami akan melakukan evaluasi memanfaatkan libur sementara waktu dari kompetisi," ujar dia.

Walhasil, pelatih Ivan Kolev diminta untuk mengevaluasi pemain lini depan, terutama tiga pemain asing, Keith Kayamba Gumbs (St Kitts & Nevis), Park Jung Hwan (Korea Selatan), dan Yong Jie Mu (China).<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=837120?area=2l&pos=2&ord=837120"></script>


"Kami meminta pelatih melakukan evaluasi, bukan berarti meminta terjadinya pemecatan. Hal itu adalah otoritas pelatih, dan kami tidak mau mengintervensi. Hanya saja, kami meminta dilakukan evaluasi," kata putra sulung Gubernur Sumsel ini.

Menurut dia, evaluasi itu sangat penting guna meningkatkan kinerja tim mengarungi kompetisi kembali pada awal tahun 2011.

"Saat-saat ini, saya rasa paling pas untuk melakukan evaluasi karena tim mendapatkan libur dari kompetisi kurang lebih dua bulan," ujar dia.

Meskipun mengaku kecewa atas kinerja lini depan tim yang dimanajerinya itu, tapi Dodi memberikan apresiasi pada barisan lini belakang "Laskar Wong Kito".

"Memang kita bermasalah pada lini depan, karena kurang tajam. Tapi, untuk lini belakang, saya rasa SFC yang terbaik saat ini," kata dia.

Dia melanjutkan, dengan mengandalkan Therry Gathuessy (Prancis), Claudiano Do Santos (Brazil), dan beberapa pemain talenta lokal seperti Muhammad Ridwan dan Supardi, lini belakang SFC sulit ditembus.

"Kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki tim ini. Bisa saja, untuk menghadapi putaran kedua nanti dilakukan perombakkan," ujar dia.

Pada musim kompetisi 2010/11 ini, manajemen SFC mengusung target meraih gelar "double winner" (juara Liga Super Indonesia dan juara Piala Indonesia) seperti pada musim kompetisi 2007/08
Sumber http://goal.com
Selanjutnya...
0

Sriwijaya FC Agendakan Uji Coba Lawan Klub Asing

Jumat, 05 November 2010.
Sriwijaya FC menyatakan bahwa mereka berencana melakukan uji coba dengan klub-klub asal Malaysia dan Singapura untuk mengisi libur dari kompetisi Liga Super Indonesia.

"Sriwijaya FC akan menjalani pertandingan berikutnya pada 2 Januari nanti, artinya tim akan libur kurang lebih dua bulan. Untuk mengisi kekosongan jadwal itu, kami mengagendakan uji coba dengan klub-klub elite asal Malaysia dan Singapura," kata Hendri Zainuddin selaku Direktur Teknik Sriwijaya FC, di Palembang.

Dia menerangkan, sejauh ini, manajemen SFC telah menghubungi beberapa klub di Malaysia dan Singapura yang dibidik akan dijadikan lawan uji coba. "Beberapa klub telah kami hubungi dan menunggu konfirmasi dalam satu atau dua hari ini," ujar dia.

Dia menjelaskan, manajemen klub membidik klub-klub asal Malaysia dan Singapura atas rekomendasi pelatih Ivan Kolev.

"Kolev menilai klub-klub asal Malaysia dan Singapura cukup berkualitas, karena beberapa di antaranya adalah kontestan Asian Football Confederation (AFC) Cup mendatang. Sementara, SFC sendiri akan berlaga pada ajang itu," tambahnya.

Selain mengagendakan beruji coba dengan klub di luar Indonesia, manajemen SFC juga sedang mempertimbangkan kemungkinan mengikuti Piala Gubernur Jatim, Sukarwo Cup pada awal Desember 2010.
Sumber http://bola.net
Selanjutnya...
0

Persija Dipaksa Bermain Imbang Oleh SFC

Rabu, 03 November 2010.
Tuan rumah Persija Jakarta harus puas berbagi angka dengan tamunya Sriwijaya FC, Rabu, 3 November 2010. Lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Persija mendapat perlawanan ketat sejak babak pertama. Di babak kedua, Persija mulai mendominasi namun gagal merubah keadaan.

Dua menit babak kedua berjalan, Persija sebenarnya nyaris menjebol gawang tamunya, SFC lewat eksekusi bola mati. Namun tendangan Oliver Makor masih membentur mistar gawang Laskar Wong Kito.

Pada menit ke-60, Greg berhasil melakukan penetrasi ke kotak penalti SFC. Sayang umpannya kepada Bepe masih mampu dihalau oleh Bobby Satria dan hanya menghasilkan sebuah tendangan penjuru.

Untuk menambah daya gedornya, pelatih Persija, Rahmad Darmawan memasukkan striker barunya, Agu Casmir. Pemain asal Singapura itu tampil menggantikan Oktavianus pada menit ke-63.

Laskar Wong Kito sempat membalas tekanan Persija lewat tendangan Arif Suyono pada menit ke-70. Namun, bola yang meluncur deras masih mampu dibendung oleh kiper Persija, Hendro Kartiko.

Pertandingan berjalan semakin panas. Bahkan benturan dengan pemain Persija pada menit ke-77 membuat pelipis Bobby Satria mengucurkan darah. Posisinya akhirnya digantikan oleh Rahmat Latif.

SFC harus bermain dengan 10 pemain dua menit jelang laga usai. Thiery Gatushi diusir oleh wasit Oki Dwi Putra usai mengganjal Greg Nwokolo. Gatushi dikartu merah usai mendapat kartu kuning kedua.

Persija mencoba memanfaatkan sisa waktu yang ada. Namun hingga laga usai, skor 0-0 tak juga berubah Tambahan satu angka membuat Persija tak beranjak dari posisi ke-4 dengan koleksi 14 poin dari 7 laga. Sedangkan SFC ke urutan 9 dengan koleksi 10 poin dari 6 kali pertandingan.

Susunan Pemain
Persija Jakarta : Hendro Kartiko (g), Eric Arsene Bayemi, Ambrizal, Leo Saputra-KK, Amarzukih, Tony Sucipto, Oliver Makor-KK, Oktavianus/Agu Casmir (63'), M Ilham/Ramdani Lestaluhu (80'), Greg Nwokolo, Bambang Pamungkas/Aliyudin (72')

Sriwijaya FC :Ferry Rotinsulu (g), M Ridwan-KK, Boby Satria-KK/Rahmat Latif (78'), Claudiano Santos (KK), Thiery Gatushi-2KK (KM), Dirga Lasut, Mahyadi Panggabean/Ade Suhendra, Ponaryo Astaman, Octavianus Maniani-KK, Keith Kayamba Gumbs, Pakr Jung Hwan/Arif Suyono
Sumber http://bola.vivanews.com
Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |