0

Lini Depan Kropos

Kamis, 09 Juni 2011.
Daya gedor Sriwijaya FC bakal tak maksimal saat lawan Persijap Jepara (11/6) nanti. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bakal kehilangan empat striker terbaiknya. “Lini depan kami banyak yang absen. Seperti absenya Kayamba Gumbs, Oktovianus Maniani dan Arif Suyono. Ini jelas, menjadi pekerjaan berat bagi kami,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, kemarin (9/6).
Keith Kayamba Gumbs sendiri harus absen lantaran akumulasi kartu. Sedangkan Arif Suyono masih ditinggal di Palembang lantaran masih dibekap cedera lutut. Terakhir, Oktovianus Maniani juga terpaksa diparkir oleh coach Ivan Kolev lantaran baru saja menjalani operasi.
Pemain asal Papua itu terpaksa menjalani operasi lantaran benjolan di dada kirinya yang sejenis bisul harus diobati. ”Kemarin (Rabu) Okto menjalani operasi. Dia (Okto, red) masih susah bergerak. Jadi, dipastikan Okto tak biasa dimainkan,” lanjut mantan arsitek Timnas Indonesia itu.
Selain Okto sapaan Oktovianus Maniani, Sriwijaya juga bakal kehilangan Jajang Mulyana. Mantan pemain Pelita Jaya itu tak bisa diturunkan lantaran mengalami kecelakaan. ”Secara pastinya kecelakaan apa saya tidak tahu. Yang pasti, kecelakaan itu terjadi, saat dia (Jajang Red) mau bergabung dengan kami di Persijap. Sehingga harus menjalani perawatan,” imbuh mantan arsitek Mitra Kukar itu.
Kekuatan lini serang Sriwijaya juga terancam tak maksimal lantaran dua gelandang terbaiknya juga dipastikan absen. Yakni, Mahadirga Maranando Lasut dan Firman Utina. Dirga Lasut dan Firman Utina sendiri merupakan gelandang yang aktif mobile. Selain mengatur serangan sektor tengah, duo gelandang itu juga tak jarang menusuk jantung pertahanan lawan. Otomatis, dengan absenya dua gelandang itu bakal sedikit mengurangi daya gedor Sriwijaya.
”Tapi, kami akan mencoba memaksimalkan pemain yang ada. Apalagi, kami saat ini mempunyai pemain yang sesuai dengan posisi masing-masing. Mudah-mudahan pemain pengganti bisa bermain maksimal,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Belum Tentukan Pola Paten

Selasa, 07 Juni 2011.
Target menang diusung Sriwijaya FC saat menjalani tur Jepara, melawan Persijap Jepara, (11/6) nanti. Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev sudah mengasah beberapa pola permainan jitu.
Seperti, mempersiapkan pola permainan dengan memakai gaya permainan long passing. Serta memakai gaya permainan cepat satu-dua yang lebih mengandalkan kerja sama tim. ”Beberapa pola sudah kami siapkan untuk hadapi Persijap. Tapi, kami masih akan melihat kondisi terakhir. Bisa pakai longpassing bisa juga memakai permainan cepat,” ungkap Ivan Kolev.
Menurut mantan arsitek Mitra Kukar itu, belum adanya kepastian itu lantaran dirinya masih akan melihat kondisi lapangan dan gaya permainan tim yang bakal dihadapi. ”Kalau lapangannya jelek seperti di Persiba, bisa jadi kami memakai long passing. Bila bagus, seperti di Palembang maka kami akan mencari pola lain,” lanjutnya.
Ya, saat hadapi Persiba Balikpapan, (5/6) lalu, Sriwijaya memakai gaya permainan umpan-umpan panjang. Strategi itu terbilang sukses. Sebab, tim juara double winner 2007 itu mampu membungkam Beruang Madu (julukan Persiba) dengan skor 1-0 (0-0). Lewat tandukan Thierry Gathuessi pada menit ke-89.
Tapi, bila kondisi lapangan Stadion Bumi Kartini yang bakal menjadi tempat pertandingan bagus, maka Laskar Sriwijaya bakal memakai pola permainan cepat. Dengan mengandalkan umpan-umpan pendek.
Pasalnya, pola permainan cepat itu merupakan ciri khas Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) selama ini. Dengan ditopang dengan sprint dan serangan dari sektor sayap. ”Kami lebih suka memakai permaina cepat dan sentuhan-sentuhan pendek. Sebab, sudah terbiasa dengan pola itu. Mudah-mudahan tidak ada kendala soal lapangan,” pungkas mantan arsitek Timnas Indonesia itu.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Sumbang 11 Pemain Nominasi

Gagal menjadi juara musim ini tidak menurunkan predikat Sriwijaya FC sebagai tim kuat. Buktinya Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) menjadi tim penyumbang terbanyak pada nominasi Perang Bintang 2011. Tim juara double winner 2007 itu menyumbangkan 11 pemain terbaiknya. Perang Bintang sendiri bakal di helat tanggal 29 Juni di stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Nominasi terbanyak lainnya Arema FC dan Persib Bandung yang menyumbangkan 10 pemain. Selanjutnya Persipura menghadirkan 9 pemain, sedangkan Persija menyumbangkan 8 pemain. “Kami bersyukur bisa menjadi salah satu tim yang pemainnya masuk nominasi pemain perang bintang 2011. Ini membuktikan, Sriwijaya merupakan tim yang dihuni pemain berkualitas,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid, kemarin (6/6).
Sebelas pemain yang masuk nominasi adalah kiper Ferry Rotinsulu. Pemain berjersey nomor 12 itu bakal bersaing untuk merebut kursi kiper dengan 6 kiper lain. Untuk sektor belakang, Sriwijaya menyumbangkan 3 pemain. Yakni, Claudiano Alves Dos Santos, Thierry Gathuessi dan Gunawan Dwi Cahyo.
Sedangkan untuk sektor tengah, Sriwijaya menyumbangkan lima pemain. Yakni, Arif Suyono, Mahadirga Lasut, Muhammad Ridwan, Ponaryo Astaman, dan Supardi. Kelima pemain itu bakal bersaing dengan 24 pemain lainnya.
Terakhir, untuk sektor lini depan, tim juara double winner pra musim itu menyumbangkan dua pemain, yakni Budi Sudarsono dan Jajang Mulyana. Mereka akan bersaing dengan 18 pemain terbaik lainnya. “Musim lalu kami menyumbangkan dua pemain. Yakni Ferry Rotinsulu dan Zah Rahan. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak. Kami berharap pecinta Sriwijaya FC mau memberikan dukungan lewat polling Short Massage Service (SMS),” lanjutnya.
Sebelas pemain Sriwijaya yang masuk nominasi pemain all star bakal memperebutkan 18 kursi. Penentuan sendiri berdasarkan polling SMSterbanyak yang dimulai sejak 30 Mei hingga 20 Juni mendatang. “Dari pemain yang terpilih nanti akan berhadapan dengan tim juara Indonesia Super League. Seperti musim lalu berhadapan dengan Arema selaku juara,” pungkasnya.
Sumber http://sumeks.co.id
Selanjutnya...
0

Rekor SFC tak Terlalu Buruk Lawan Persiba

Kamis, 02 Juni 2011.
Catatan rekor Sriwijaya FC kala bertemu Persiba Balikpapan tidaklah terlalu buruk. Setidaknya SFC menang dua kali, imbang tiga kali dan kalah satu kali dari lima pertemuan terakhir di ajang Liga Super Indonesia.

Bahkan SFC pernah menang di kandang Persiba pada pertemuan pertama 18 Agustus 2008 musim Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 lalu. Sayang di musim lalu atau 2009/2010, Laskar Wong Kito tidak pernah menang terutama di kandang lawan.

Tercatat SFC dibantai 4-0 oleh skuad berjuluk Beruang Madu itu dan kemudian ditahan 3-3 di kandang sendiri.

"Kami tidak ingin terbebani oleh rekor bagus atau tidak bagus. Yang terpenting bagaimana mempersiapkan tim ini dengan matang, karena kita melawat ke kandang lawan," urai Kolev, Kamis (2/6).

Menurut Kolev, kekuatan Persiba saat ini sangat solid dengan mendatangkan beberapa pemain baru dan juga melepas beberapa pemain termasuk pemain mereka Kim Yong Hee.

"Persiba tim yang cukup kuat dan kompak apalagi bermain di kandang mereka," jelas Kolev.

Rekor Pertemuan SFC vs Persiba
1. 21/10/10 SUL SFC 2-1 Persiba
2. 30/05/10 SUL Sriwijaya 3-3 Persiba
3. 14/10/09 SUL Persiba 4-0 SFC
4. 25/04/09 SUL SFC 1-1 Persiba
5. 18/08/08 SUL Persiba 1-2 SFC

Sumber http://sripoku.com

Selanjutnya...
 
Blog Laskar Wong Kito © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |